Longinus 14Th ( Declare of The War )

Naruto Masashi Kishimoto

High School DxD Ichie Ishibumi

Warning : AU, OOC, OC, TYPO, Semi Canon, dan Lain – lain

DemiDevilNaru, SmartNaru

Chapter 26 : Ophis, the Lonely Dragon ( Defeats and Start of Rumania Arc )

Sebelum Naruto vs Zetsu

Le Fay dan Kuroka vs Jeanne

Setelah setuju untuk melawan satu persatu pimpinan Hero Faction, Le Fay dan Kuroka memilih untuk berhadapan dengan Jeanne, satu-satunya figur wanita dalam kepemimpinan Hero Faction.

" Nah, sekarang apa kau cukup yakin dapat mengalahkan kami berdua, Jeanne – san ? " Kuroka dan Le Fay telah memasang sikap waspada mereka. Le Fay sebagai keturunan pendragon memiliki cadangan manna yang melimpah ditunjang dengan pelatihan akan jenis-jenis sihir yang setingkat Lavinia Reni, Prodigy Magician dari Grauzauberer. Kemudian Kuroka, sebelum dicap sebagai buronan level SS oleh Makkai, ia merupakan bidak Bishop. Keduanya merupakan magician kelas S yang tak dapat diremehkan.

Jeanne merupakan gadis yang realistis, ia menyadari dalam keadaannya sekarang ia tak akan mampu untuk melawan dua gadis tersebut. Namun, ia juga tidak bodoh untuk menerima tantangan itu jika berpikir ia tak memiliki peluang untuk menang.

" Jika kalian berpikir aku tak memiliki peluang menang, kalian salah ! " Jeanne mengeluarkan sebuah pistol dengan ujungnya berupa jarum runcing, pada bagian atasnya terdapat tabung yang berisikan cairan kehijauan. Sudah jelas itu merupakan alat suntik.

" Ini adalah senjata rahasia kami, Serum Manusia Super. Serum ini akan meningkatkan kemampuan sacred gear dan fisik secara menyeluruh, menjadikan tubuh yang setara dengan makhluk supranatural lainnya. " Jelas Jeanne singkat.

Le Fay dan Kuroka tertarik mendengar hal itu, namun tak berbuat apa-apa untuk menghalangi Jeanne. Mereka dapat menyaksikannya, setelah disuntikkan cairan itu, tubuh Jeanne bersinar terang, tanah di sekitarnya bergetar dan tak lama pedang-pedang suci replica bermunculan dari sana.

Seperti yang dikatakan Jeanne, serum manusia super itu selain meningkatkan kemampuan fisik manusia juga dapat meningkatkan perkembangan sacred gear layaknya dopping. Jeanne memiliki sacred gear tipe Blacksmith yang membuatnya mampu mereplika pedang-pedang suci. Dengan peningkatan tersebut, pedang-pedang suci yang diciptakan Jeanne jauh lebih besar dan dengan cepat mereplika diri menyelimuti tubuh Jeanne, menjadikannya lamia raksasa yang mana bagian tubuhnya terbuat dari pedang-pedang suci.

" Dengan ini, aku tak akan terkalahkan ! " decak Jeanne tersenyum lebar, merasakan begitu deras dan kuatnya energy yang mengalir di dalam nadinya. Tatapan Kuroka mengeras melihat itu, dalam sekejap, Jeanne mulai menyerang dengan tubuh monsternya tersebut. Ekor raksasa yang merupakan gabungan dari pedang-pedang suci dilibaskan cepat menuju kedua gadis dari tim Vali.

Kuroka membentuk kekkai untuk menahan libasan tersebut. Kekkai itu segera retak hanya dengan satu libasan, dan pada libasan kedua kekkai itu benar – benar hancur, Kuroka dengan lincah telah melompat tinggi, sejajar dengan badan Jeanne.

Kedua tangannya bersinar keunguan karena mengkompres senjutsu Nekoshounya untuk membentuk sebuah serangan. Begitu yakin cukup, Kuroka melancarkan tinjunya yang berupa api keunguan yang berbentuk tinju.

SRAKK

Seakan memiliki pikiran sendiri, bilah-bilah pedang suci naik menyelimuti sisi tubuh yang hendak diserang Kuroka. Energi senjutsu yang mengandung kutukan itu segera dimurnikan oleh aura dari pedang suci.

" Giliranku! " ujar Jeanne, sebilah energy datang cepat pada Kuroka yang hanya dapat menggunakan lingkaran sihir pertahanannya.

" Kuroryuu " pekik Le Fay. Sepasang meriam kecil muncul pada pundak Le Fay, dan dengan cepat menembakkan energy ketiadaan pada bilah energy tersebut.

Ketika kedua energy itu bertabrakan di udara, energy ketiadaan segera menghapus keberadaan serangan tersebut.

Kuroka segera memanfaatkan keadaan tersebut untuk kembali ke sisi Le Fay.

" Sankyu Le Fay, kalau tidak karena Kuroryuu tadi, aku pasti telah terbelah dua. Tebasan energinya memadukan energy sihir dan fisik, kekkai ataupun pertahanan tak akan mempan padanya. "

" Kau benar Nee – sama, dan lagi kecepatan, pertahanan, dan serangannya benar-benar meningkat tajam "

" Jangan berpikir untuk dapat berbincang santai di hadapanku " Jeanne mengeluarkan tebasan-tebasan energinya, jumlahnya 10 buah, dan disusun berderetan untuk menyulitkan Kuroryuu. Oleh karena itu, Le Fay dan Kuroka segera menghindar.

" Le Fay, aku akan maju ! " sahut Kuroka, dengan cepat menuju Jeanne yang telah menyusutkan ukuran tubuhnya sehingga seperti manusia biasa. Pedang suci masing-masing terbentuk di tangannya siap untuk menyambut Kuroka yang datang dengan membentuk pedang dari senjutsu dan youjutsu.

Pertarungan sengit dengan menggunakan pedang terjadi di antara keduanya. Jeanne telah menukar pedang sucinya berkali-kali, menunjukkan bagaimana pedang hasil padatan energy senjutsu dan youjutsu Kuroka dapat merusak pedang suci milik Jeanne.

Trang

Keduanya saling menjauh setelah pedang mereka hancur di saat bersamaan setelah menebaskannya berkali-kali. Ekor Jeanne yang merupakan gabungan pedang suci kembali menembakkan tebasan energy yang dibalas Kuroka dengan bola api hasil dari youjutsunya. Daerah sekitar mereka seketika dipenuhi asap karena itu.

" Aku telah terlalu banyak mengeluarkan Senjutsu dan Youjutsu untuk ini, apa persiapanmu telah selesai Le Fay ? " bisik Kuroka yang saat ini telah kembali ke sisi Le Fay.

" Sebentar lagi, Nee – sama " ujar Le Fay, yang saat ini tengah memejamkan matanya. Lingkaran sihir dengan pola-pola berbeda menelusuri tubuhnya terus menerus. Jawaban itu membuat Kuroka mengerang kepayahan. Ia tak diberikan pilihan begitu energy tebasan yang lebih besar dari sebelumnya datang meluncur cepat ke arahnya! Kedua tangannya bersinar ungu kembali, namun kali ini diikuti dengan kukunya yang memanjang. Dan dalam satu cakaran energy itu hancur berantakan dengan asap yang menyembul menutupi Le Fay. Jeanne yang melihat itu segera melihat melata cepat menuju Kuroka, dan tanpa sadar ia melangkahi sebuah simbol yang bersinar

DUARR

Jeanne menjadi sedikit oleng karena ledakan dari simbol sihir yang ia lewati, namun itu tak membuatnya melamban, tujuannya terpaku pada Kuroka yang balik menatapnya.

Dengan segera ia menyadari bahwa Le Fay lah yang memanfaatkan momentum saat ia disibukkan dengan Kuroka untuk membuat jebakan tersebut.

" Kalian membuatku muak! " geram Jeanne.

Pedang-pedang suci dari ekornya satu persatu melepaskan diri untuk dilesatkan menuju Kuroka dan Le Fay. Setelah pedang-pedang suci itu terlepas, pedang suci lainnya akan terbentuk untuk menggantikan yang bagian yang dilesatkan sebelumnya. Benar-benar seperti zirah yang dapat beregenerasi dengan sendirinya.

Kuroka dengan gesit menghancurkan setiap pedang yang menghalangi langkahnya dengan cakarnya. Jarak mereka semakin dekat, dan Jeanne segera mereplika pedang suci raksasa yang ia kendalikan dengan satu tangan, begitu yakin Kuroka berada dalam jarak serangnya ia segera menebaskan pedang itu vertikal

DEBUM

Kuroka berhasil selamat, dan bahkan berjalan cepat di atas pedang tersebut yang telah menghancurkan lantai di bawah mereka.

" Wow … serangan yang sangat berbahaya " decak Kuroka setelah melihat dampaknya pada lantai, ia memfokuskan kembali matanya ke depan, melihat Jeanne telah bersiap kembali dengan pedang suci di masing-masing tangannya.

TRANG

Kedua mata Jeanne membulat tak percaya begitu dengan mudahnya pedang sucinya dihancurkan oleh cakar Kuroka. Walaupun begitu, terlihat Kuroka seperti sedang menahan sakit.

" Ini serangan balasan dariku " Kuroka membuka telapak tangan kirinya yang tepat di hadapan Jeanne, telapak tangan itu bersinar. Tak ada ledakan atau serangan penghancur lainnya, namun begitu cahaya itu meredup, Jeanne terlihat linglung.

Teknik barusan merupakan teknik Kuroka untuk menciptakan ilusi sesaat. Teknik dasar dari Youjutsu yang biasa dilakukan para youkai.

Setelah yakin, Jeanne terpengaruh ilusinya, Kuroka menjauh dan kembali berdiri di atas pijakan lingkaran sihir tak jauh dari Le Fay.

" Hah … pertarungan jarak dekat memang bukan spesialisku. Tapi, itu cukup untuk mengulur waktu bukan, Le Fay ? "

" Hai, Nee – sama. Terima kasih telah mengulur waktu untukku "

Lingkaran sihir yang sebelumnya menelusuri Le Fay bersusun di udara, jumlahnya ratusan, dan membentuk kubah lingkaran yang mana memerangkap Jeanne yang masih linglung. Lingkaran sihir itu terdiri atas dari semua elemen, dan pola-polanya pun berbeda. Ada pola sihir Norse, sihir Olympus, sihir Fairy, dan yang diberikan Kuroka, mampu membuat Le Fay untuk menyiapkan serangan terakhir ini

" Tembak! " Le Fay berteriak lantang. Lingkaran sihir yang memerangkap Jeanne bersinar terang, melancarkan serangan masing-masing.

DUAAAAAAAAAARRRRRRRRRRR

Ledakannya begitu besar hingga menenggelamkan tempat mereka berdiri sekarang. Kuroka yang masih berdiri di atas lingkaran sihir pun terkejut melihat dampaknya.

" Sepertinya kau berlebihan Le Fay " komentar Kuroka, dengan mata yang mengikuti arus air laut yang mulai mengisi cekungan yang semula sebuah pulau tersebut.

Le Fay yang terbang dengan sayap mekanik Kuroryuu hanya dapat cengegesan.

Kuroka hanya dapat menghela nafas " Sebaiknya kita segera bergabung dengan yang lain, agar dapat cepat membantu Vali – sama "

" Itu tak diperlukan " Suara maskulin datar menyela Kuroka. Kedua gadis itu terkejut karena mengenal pemilik suara itu. Sebuah robekan dimensi terjadi di dekat mereka, menunjukkan Sasuke yang datang bersama Bikou dan Arthur. Sasuke melebarkan sayap iblisnya untuk melayang di udara, Bikou duduk anteng pada awan saktinya, sementara Arthur dengan ekspresi datar berdiri di atas lingkaran sihir.

" Uchiha – san ?! " pekik Kuroka dan Le Fay tak percaya. Mereka tentu tak menyangka dapat bertemu Sasuke di tempat ini, mengingat Sasuke dan Naruto dikatakan menjadi tawanan di Rumania.

" Tak perlu terkejut Le Fay dan kucing garong … kau tahu kemampuan infiltrasi Naruto dan Sasuke. Aku sebenarnya sempat heran kenapa kalian bisa sampai sebulan ditawan di Rumania " komentar Bikou.

" Bagaimana bisa Uchiha – san dapat kemari ? dan mengapa kau mengatakan untuk tak menyusul Vali – sama ? " tanya Kuroka lagi.

" Uchiha – san telah datang membantuku dan Bikou, walaupun sebenarnya bantuannya tak diperlukan, namun berkatnya pertarungan kami dapat cepat selesai " Arthur menjelaskan.

" Naruto-dobe memerintahkan aku kemari untuk menolong kalian, namun musuh kalian sangat lemah dan aku yakin kalian dapat mengatasinya … maka dari itu aku hanya memperhatikan dari jauh. Dan lagi, kalian tak perlu ke sana … karena Naruto-dobe telah terlebih dahulu ke sana. " Jelas Sasuke. Begitu melihat wajah Le Fay yang penuh akan konflik setelah mendengar nama kingnya, Sasuke teringat sesuatu.

" Oh, ada pesan Naruto untukmu Le Fay, ia memintamu untuk segera menyusul ke sana "

Mendengar itu, wajah Le Fay menjadi sumringah. Tanpa bertanya dua kali, ia segera melesat dengan sapu terbangnya, membiarkan Kuroryuu untuk bersantai di punggungnya, dan tak memberikan Kuroka kesempatan untuk menggodanya.

" Tch … dia langsung pergi begitu saja setelah mendengar nama Naruto-chi " decak Kuroka.

" Ahaha … kau terlambat menggodanya Kuroka. Tapi, yang membuatku heran bagaimana Arthur yang Siscon ini dapat bersikap te - " Bikou yang sebelumnya mengejek Kuroka, segera menghentikan ucapannya begitu pandangannya jatuh pada Arthur yang dipenuhi aura suram, tubuhnya bergetar, dan mulutnya sibuk komat-kamit merapal kata-kata yang tak dapat mereka mengerti.

" Sisconnya kumat lagi " rutuk Kuroka, melihat itu membuat rasa penatnya setelah bertarung tadi menjadi berlipat ganda.

Sasuke hanya diam, mengabaikan obrolan di antara tim Vali … beberapa menit berlalu dan mereka semua terdiam begitu melihat sebuah sosok yang tak mereka kenal melayang di udara dengan sebuah senapan yang bersinar terang.

Hanya dengan melihat itu, mereka dapat merasakan betapa bahayanya serangan tersebut.

" Semuanya, berkumpul di belakangku " pekik Sasuke, aura keunguan Susano'onya dengan cepat bangkit menjadi bentuk sempurnanya. Begitu melihat aura itu ditembakkan, humanoid Susano'o itu mengembangkan sayapnya untuk membungkus dirinya sendiri.

Dan kemudian ledakan yang maha dahsyat mengguncang dimensi tersebut. Air laut yang sebelumnya mengenangi tempat tersebut menguap tak bersisa menyisakan tanah gersang.

Sasuke segera melepas teknik Susano'o nya setelah yakin serangan itu berhenti. Ia bersama tim Vali menatap jauh ke depan sama-sama berpikir tentang satu hal

" Sebenarnya apa yang terjadi di sana ?! " Kuroka mewakilkan mereka untuk itu.

.

" AKU MENANG! " Zetsu berteriak sekali lagi, benar-benar merasakan euphoria setelah berhasil mengalahkan satu musuh yang begitu berbahaya. Sosoknya yang masih melayang di udara perlahan turun lebih rendah, sepasang sayap Albion-nya meredup menandakan seluruh energy dari [Divide] telah habis digunakan untuk serangan terakhir tersebut.

Ophis dan Vali terdiam, tak melakukan sesuatu terhadap Le Fay yang terus terisak. Mereka masih tak dapat mempercayai apa yang telah Zetsu lakukan, serangan yang bahkan berdampak pada satu benua itu jelas mengenai Naruto. Dataran luas yang tadinya menjadi tempat pertarungan itu kini telah hancur, terisi oleh air laut yang hanya sebatas lutut pria dewasa. Benar-benar serangan yang dahsyat.

" Sekarang … untuk menyelesaikan urusan terakhirku di sini " Zetsu berbalik, menatap pada kekkai yang menaungi Ophis, Vali, dan Le Fay. Ia melayang pelan menuju kekkai tersebut, api Incrinate Anthem mulai berkumpul di sekitarnya untuk membakar kekkai tersebut.

Api Incrinate Anthem yang berwarna keunguan itu terkumpul di depan gauntlet Boosted Gear membentuk bola api yang terus bertambah ukurannya karena kemampuan pengganda longinus dengan inang Ddraig tersebut

[Boost Boost Boost]

Tanpa mengucapkan apapun, bola api keunguan itu melesat cepat pada kekkai Ophis. Vali yang telah sedikit pulih, segera mengaktifkan Balance Breakernya.

[Divide Divide Divide]

Kemampuan pembagi Vali tak cukup untuk menghilangkan api tersebut. Karenanya, Vali mencoba Divine Dividing yang kedua, yakni

[Reflect]

Membuat kemampuan pembalik serangannya itu seukuran kekkai yang menaunginya ternyata taklah cukup. Bola api itu terus mendorong masuk, Vali mendecih kesal ketika melihat dari jauh Zetsu juga ikut mengaktifkan Divine Dividing tiruannya.

Ophis tak berbuat apa-apa. Tatapan matanya lurus pada punggung Vali yang bergetar karena terus menahan serangan itu. Tanpa sadar tangan kecil itu menyentuh punggung Vali, cukup membuat keturunan Lucifer itu terkejut karena merasakan energy yang begitu besar mulai memasuki tubuhnya.

' Energi dari Ophis kah ! Dengan ini mungkin bisa ! ' batin Vali tersenyum maniak.

Cahaya dari sepasang sayap Divine Dividing milik Vali bersinar terang, lalu bola api keunguan itu berbalik menuju Zetsu yang dengan tenangnya menjentik jarinya. Bola api tak mencapai Zetsu, terlebih dahulu tenggelam dalam debu Dimension Lost

" Sial! Dengan Dimension Lost dia bisa langsung mengirimkan bola api itu ke sini ! " gumam Vali.

" Terimalah kematian kalian ! " seru Zetsu seketika membuat kabut tebal yang mengisi seluruh kekkai Ophis. Berkesptasi untuk terpanggang oleh api suci, Le Fay dan Vali dikejutkan ketika mereka sadar bahwa saat ini sedang berada di luar kekkai dengan Ophis yang memegang tubuh mereka berdua agar tidak jatuh di air.

Vali dan Le Fay masih belum bisa menangkap kejadian ini, kata-kata Ophis lah yang setidaknya dapat membuat mereka mulai paham akan situasi.

" Cao-Cao, Georg …. Tak kusangka kalian masih bisa bertarung "

Mendengar itu, Vali dan Le Fay sontak berbalik hanya untuk menemukan Cao-Cao dan Georg berdiri di sana. Cao-Cao dengan kekuatan Hatsutei Ratana nya melayang bebas di udara sedangkan Georg menggunakan lingkaran sihir sebagai pijakannya, sebuah buku tebal melayang di sekitarnya.

" Bukan hanya kami … " ujar Georg. Seakan menjawab kebingungan atas kata-kata Georg, Zetsu tiba-tiba menghilang, entah bagaimana berada dalam kekkai Ophis, sehingga ikut terbakar oleh api keunguan Incrinate Anthem. Akan tetapi, dengan sekian banyak kejutan dalam sekejap tersebut yang paling membuat mereka terkejut adalah kehadiran serbuk-serbuk emas yang mengumpul menjadi satu di samping Georg. Serbuk-serbuk emas itu dengan cepat berkumpul membentuk tubuh seorang yang sangat mereka kenal.

" Yah … akhirnya aku mampu mengendalikan konsep waktu dengan baik. " Naruto, dengan mode Balance Breakernya telah kembali.

" Na – naruto – san ?! Tapi, bagaimana bisa ? " tanya Vali tak percaya. Ia melihat sendiri bagaimana serangan Zetsu tadi mengenai Naruto yang tak berdaya.

" Kemampuan tersembunyi dari Declare of War : Reverse Time bukan ? " Cao-Cao menajamkan matanya mencoba memastikan dugaannya. Anggukan Naruto sama sekali tak membuatnya bangga, malah bertambah waspada karena mengetahui betapa berbahayanya kemampuan Naruto itu.

" Reverse Time, dengan kemampuan ini, aku bisa kembali mengatur ulang waktu secara parsial. Secara sederhana nya aku mampu mengendalikan sebuah fenomena yang terjadi di depan mataku. Tapi, tentu saja semakin panjang waktu yang kuatur semakin banyak energy yang kubutuhkan. " jelas Naruto

" Bukankah pria aneh itu menggunakan Divine Dividing untuk membagi terus energimu ? Bagaimana kau masih menyimpan energy untuk melakukan teknik itu ? " Cao-Cao masih terlihat penasaran.

" Sederhana saja, aku menggunakan ular Ophis yang kuambil dari Diodora Astaroth. " balas Naruto nyengir. " Kemudian, dengan cadangan energy itu aku menggunakan kankara formula mengubah semua serangan pada daerahku menjadi energy murni. Kurama di dalam tubuhku menyerapnya dan menjadikannya sebagai senjutsu. Maka dari itu, aku dapat kembali ke sini bahkan dengan mode Balance Breaker seperti sekarang. "

" Apa kau yakin, kau hanya menggunakan Kankara Formula pada daerahmu ? " tanya Georg.

" Kalian kebetulan saja berada di sekitarku sehingga kalian dapat selamat pula. "

Prak PRANGG

Semua atensi mereka teralihkan oleh suara pecahan itu, tak ada dari mereka yang terkejut melihat Zetsu yang terlihat baik-baik saja setelah terperangkap dalam kekkai yang dibakar dengan api Incrinate Anthem.

" Aku berterima kasih pada Uzumaki Naruto … dengan membuatku terbakar api suci sekelas Incrinate Anthem membuat segala segel untuk True Longinus, Regulus Nemea, dan Annihilation Maker menghilang. Sekarang, aku kembali pada keadaan primaku. " Zetsu kembali menggunakan desain armor kebanggaannya. Armor bagian dadanya dihiasi oleh kepala singa berwarna emas dengan mulut terbuka lebar seperti singa jantan yang mengaum, lengan kirinya diselimuti Boosted Gear, sedangkan Divine Dividing menyelimuti lengan kanannya. Api ungu berkumpul membentuk lingkaran di belakang punggungnya, beberapa percikan api mengalir melewati kedua tungkai kakinya hingga ikut berkumpul pula pada masing-masing telapak kakinya. Bagian bawah tubuhnya dipasangkan pada armor berwarna kegelapan yang terus berubah pola setiap detiknya. Terakhir, True Longinus sebagai yang terkuat membentuk diri menjadi 7 bola yang berada di sekitar tubuhnya.

Mighty Longinus God Mode

Itulah nama yang Zetsu berikan untuk armornya sekarang ini. Kombinasi dari semua Longinus yang telah ia duplikat hingga saat ini.

" Jujur saja … aku tak dapat mengatasinya sendirian … saat ini. Kalian mau membantuku ? " tanya Naruto pada Vali, Cao-Cao, Georg.

Cao-Cao membuang nafas, melirik pada Georg yang menggelengkan kepalanya.

" Hentikan basa-basimu. Kau sudah menutup akses untuk keluar dari dimensi ini sejak awal, sehingga kami tak memiliki pilihan selain membantu bukan ? "

Vali tersenyum lebar " Ini mengingatkanku saat kita melawan Kuroryuu, Naruto ! "

" He … Kalau begitu mari lakukan lagi … Kuartet Longinus ! " seru Naruto.

Zetsu melayang mendekat.

" Mengapa kalian tak memilih menyerah saja … penampilanku sudah jelas menunjukkan bahwa apapun yang kalian lakukan sia-sia "

" Sayang sekali, aku memegang pendapat ' jangan menilai buku dari sampulnya ' " balas Naruto memberikan ekspresi mengejek dari wajahnya.

" Kita mulai saja … kau siap Hakuryuukuou ?! "

" Tentu saja " Vali menjawab ajakan Cao-Cao dengan seringai lebar.

Keduanya sama-sama merapal mantra.

Dividing Dragon : Empireo Juggernaut Overdrive

Sebuah mode yang Vali kembangkan setelah berhasil seluruh kesadaran pemegang Divine Dividing terdahulu. Warna nya juga berbeda dengan Balance Breaker ataupun Juggernaut Drive, armornya terlihat jauh lebih elegan dengan warna silver.

Tak ingin kalah, Cao-Cao juga telah selesai merapal mantranya.

True Longinus : Polar Night Longinus Chakra Valdine.

Tombak pembunuh Tuhan di tangannya memudar digantikan 7 bola ratana dengan kekuatan yang berbeda-beda di sekitarnya.

Keduanya berdiri paling depan, menjadi tombak dalam formasi ini. Naruto berada di tengah sementara Georg tetap di belakang bersama Le Fay. Keduanya merupakan magician muda yang bakatnya takn perlu dipertanyakan lagi, ditambah Georg memiliki Longinus Dimension Lost, kekuatannya tak dapat dianggap remeh di sini.

Boost Boost : Speed

Dengan kecepatan yang ditingkatkan dua kali lipat, Zetsu melesat ingin segera menghabisi lawannya.

Vali menatap itu dengan datar, ia berbisik pelan " kompres "

Compresion Divider

(DivideDivideDivideDivideDivideDivideDivideDivideDivideDivideDivideDivideDivideDivideDivide)

Tubuh Zetsu seakan ditekan panjangnya, hal yang sama kemudian terjadi pada lebarnya. Hal itu terus terjadi, namun Zetsu sama sekali tak mengecil. Masih dengan santai, ia mengangkat lengan kirinya.

OverBoost

PYARRRRRRRRR

Distorsi ruang di sekitar tubuh Naruto pecah. Melihat teknik kompesornya tak mempan, Vali hanya diam.

" Sepertinya ia memang tak dapat diremehkan. Bahkan dengan kekuatan kompres 15 kali lebih kuat dari biasa tak mempan. "

Zetsu menggerakkan salah satu bolanya yang segera melesat cepat menuju Vali dan Cao-Cao. Cao-Cao yang menyadari itu ikut menggerakkan salah satu bolanya.

Begitu kedua bola itu bertemu, keduanya menghilang dan tak lama kemudian terdengar suara ledakan jauh di ufuk barat.

" Tadi itu Baliyanaka Ratana, ratana dengan kemampuan destruktif terkuat. Dibanding melawan ledakan dengan ledakan, mengapa aku tidak memindahkannya saja dengan Itsutei Ratana. Memindahkannya padamu hanya akan membuatmu memindahkannya pada kami kembali. Ha … bagaimanapun itu adalah teknikku, itu tak akan bekerja untukku. Kau hanyalah peniru yang menyedihkan " Cao-Cao bermonolog panjang, matanya menatap tajam pada Zetsu.

" Kau memang jenius dalam pertarungan Cao-Cao. Namun, akan kuperlihatkan kualitas tiruanku tak kalah dari yang asli "

" Pembicaraan ini membuang-buang waktu! " Vali melesat cepat diikuti Cao-Cao. Keduanya telah siap untuk bertarung fisik dengan Zetsu. Api keunguan di kaki Zetsu membara, mengangkat tubuhnya lebih tinggi untuk menghindari Cao-Cao dan Vali yang hendak meninjunya dari kanan dan kiri.

" Tch " decak keduannya begitu serangan pertama gagal. Zetsu membuat dua bola energy dari lengan kiri dan kanannya, keduanya berwarna hijau dan biru.

Dragon Shot

[Reflect]

Vali dengan mudah mengembalikan bola energi kebiruan tersebut, sementara Cao-Cao menggunakan Itsutei Ratana nya untuk mengembalikan bola enegi yang kehijauan.

DUAR DUAR

Ledakan terjadi di tempat Zetsu. Asap mengepul menutupi keberadaannya, akan tetapi hanya sebentar asap tersebut tersapu oleh Zetsu yang melesat cepat menuju keduanya.

Tanpa disadari olehnya, ia melewati sebuah lingkaran sihir yang terbentuk tiba-tiba di udara kosong. Lingkaran sihir itu memerah dan kemudian meledak.

DUARR

Memanfaatkan keterkejutannya, Vali segera maju mendaratkan satu tinju pada perut Zetsu yang tertutup oleh armor keemasan Regulus Nemea. Pukulan keras itu cukup membuat Zetsu sedikit terdorong mundur, ia menyipitkan matanya pada barisan belakang dari formasi yang disebut Kuartet Longinus menemukan Le Fay dan Georg menyeringai padanya.

" Dasar tikus penganggu "

" Namun, itu cukup untuk memberi kami celah untuk melawan " Cao-Cao datang, telapak tangannya terbuka membentuk tombak pembunuh tuhannya. Zetsu dengan mudah menangkap tombak yang hendak menikam jantungnya itu.

" Hanya begitu saja ? " tanya Zetsu heran.

" Kheh … jangan harap " Cao-Cao dengan cepat menghilang dari sana, tombaknya yang ditangkap Zetsu bertransformasi kembali menjadi sebuah bola yang bersinar terang.

DUARRRRRRRRRRR

" Seperti yang kukatakan … Baliyanaka Ratana memiliki kekuatan destruktif terkuat di antara semua ratana " bisik Cao-Cao menyeringai lebar setelah berhasil memindahkan dirinya ke samping Vali dengan Itsutei Ratana

" Tak kusangka kau akan menggunakan teknik tipuan seperti itu. " komentar Vali bersedekap dada.

" Ada masalah dengan itu ? "

" Tidak. Hanya saja aku tak pernah membayangkan kalau kau akan menggunakan teknik seperti itu " balas Vali.

Asap yang menutupi Zetsu telah mereda memperlihatkan Zetsu yang kehilangan lengan kanannya hingga sebatas bahu. Akan tetapi, bagian dari luka itu bergejolak, dan tak membutuhkan waktu lama hingga otot-otot kembali tumbuh membentuk lengan yang baru dan Divine Dividing kembali menyelimuti tangannya.

" Sepertinya aku benar-benar meremehkan kalian. Kalau begitu, akan kutunjukkan fase lainnya dari Mighty Longinus God Mode ini " Armor di bagian pundaknya bergejolak, membentuk sebuah meriam.

Dari meriam tersebut meledak dua laser berbeda, yang pertama berwarna gelap yang menuju Cao-Cao, sedangkan sisanya putih menyilaukan yang menuju Vali.

Energi kegelapan dan energy cahaya ditembakkan di saat yang bersamaan, serta ditujukan pada lawan yang sesuai.

[Divide Divide Divide ]

Vali membagi serangan tersebut dengan mudah, sementara Cao-Cao kembali membalikkan serangan itu dengan Itsutei Ratana nya, melihat itu, Zetsu menggunakan kemampuan Divine Dividing : Half Dimension untuk membagi dua serangan tersebut. Namun, sebelum benar-benar menuju kedua lawannya lingkaran-lingkaran sihir berjumlah ratusan berjejer rapi membentuk satu barisan. Setiap laser itu melewati lingkaran sihir itu, kekuatannya meningkat 2 kali lipat. Tepat pada lingkaran sihir terakhir, dua serangan itu melesat dengan kecepatan tinggi menuju Cao-Cao dan Vali. Keduanya tak memiliki pilihan selain menghindar, akan tetapi serangan tak berhenti di sana, seakan memiliki pemikiran sendiri, laser itu berbelok kembali mengejar targetnya.

Booster di punggung Vali segera menambah tenaganya, kepakan sayap besi nya juga terdengar keras menambah kecepatannya bermanuver di udara. Sosoknya hanya terlihat seperti garis perak yang melewati langit dimensi tersebut.

Tak berbeda dengan Vali, Cao-Cao juga cukup dibuat kewalahan dengan laser tersebut. Itsutei Ratana tak dapat digunakan untuk memindahkan seluruh serangan tersebut, sedangkan Baliyanaka Ratana sebagai kemampuan dengan destruktif terbesar perlu waktu untuk pengaktifannya kembali. Ratana-ratana ya yang lain tak begitu berguna sekarang.

" Kalau begitu … ini giliranku sekarang. Georg kau bantu mereka " Naruto, berjalan perlahan di udara. Matanya terpaku pada Zetsu yang hanya diam menatapnya balik.

Pause

Kedua laser yang mengejar Cao-Cao dan Vali berhenti di udara setelah bisikan Naruto. Kemudian, kabut tipis segera menelan keberadaan laser tersebut.

" Kau akan menjadi masalah jika tidak segera diselesaikan " geram Zetsu. Armor bagian bawah tubuhnya yang berwarna kehitaman bergejolak, kemudian benda kehitaman yang seperti fluida berkumpul di sekitarnya membuat sekawanan monster yang mengaum keras padanya.

" Biar kami yang menghadapi mereka Naruto ! " seru Vali. Cao-Cao segera mengikuti intruksi tersirat itu, kedua nya melesat cepat menerjang monster-monster ciptaan Annihilation Maker.

" Akhirnya, kita kembali bertarung … "

" Aku akan menunggu " ujar Zetsu datar. Ia masih menatap datar Naruto yang terlihat bingung dengan ucapannya.

" Aku masih menunggu bagimu untuk mengeluarkan mode terkuatmu yang sebenarnya "

" He … sepertinya kau memata-mataiku dengan baik. Namun, maaf … kau tak berarti untukku menunjukkan kemampuanku. Sebagai gantinya, aku akan menunjukkan The Shining Golden Fox God Ray dalam kondisi primanya ! "

' Kurama, lepaskan senjutsu yang telah kau pendam selama sebulan di Rumania ' bisik Naruto.

" Kau yakin ?! "Kurama nyengir. Ia hanya berbasa-basi, tentu saja ia mengetahui pasti jawaban Naruto. Hostnya itu mengangguk, semakin membuat seringai di bibir Kurama bertambah lebar.

" Tunjukkan aku pertarungan yang lebih menarik ! " pesan Kurama terakhir sebelum akhirnya aura emas di tubuh Naruto memancar menyilaukan.

Zetsu menutup matanya sejenak, ekspresinya tak berubah kala melihat Naruto dalam mode Shining Golden Fox God Ray dengan konsentrasi senjutsu yang jauh lebih tinggi.

" Aku telah melihat akhir dari pertarungan ini, dan itu adalah kematianmu ! "

" Buktikan, Uzumaki Naruto! "

Keduanya saling menatap satu sama lain, sebelum menghilang dengan kecepatan tinggi. Fluida kehitaman pada armor bagian bawahnya bergejolak di tangan Zetsu membentuk sebuah kapak yang bersinar terang.

TAPP

Sebelum sempat kapak dengan aura suci itu menyapa tubuh Naruto, sang target telah lebih dahulu menggunakan 4 ekornya untuk membelit pergelangan tangan Zetsu. 2 Ekor membelit lengan yang lain sedangkan 3 sisanya mencekik leher Zetsu. Api keunguan yang berputar di punggung Zetsu melebar dengan cepat membuat Naruto melepaskan belitannya dan dalam sekejap telah berada jauh.

Naruto menarik keluar Canis Lykaon untuk berjaga-jaga setelah melihat fluida kehitaman membentuk sebuah perisai di tangan kiri Zetsu dan sebuah gada berduri di tangan kanannya.

Boost : Speed

TRANGG

Dengan satu hentakan, Naruto menghancurkan gada dan perisai tersebut. Zetsu dalam sekejap menghilang ke belakang Naruto, siap dengan pukulan pada titik buta Naruto. Menyadari itu, Naruto hanya berbisik

" Jin ! "

Sebelum sempat menyerang Naruto, seekor anjing besar seperti serigala meloncat keluar dari bayangan Naruto mengigit ganas lengan kanan yang diselimuti Divine Dividing itu.

" ARRGGHH " Dengan sentakan kuat, gigitan anjing itu segera terlepas, dan Zetsu kembali berpindah. Kali ini ia jauh di depan Naruto, namun sosok musuhnya masih dapat ia lihat. Zetsu melirik pada lengan kanannya, menemukan permata biru yang menyimpan kemampuan longinus Divine Dividing meredup.

" Sepertinya kau kurang pengetahuan tentang Canis Lykaon " decak Naruto mengejek.

Zetsu terlihat merenung sejenak, sebelum akhirnya mengingatnya. Namun bukannya panik atau terkejut, ia hanya tersenyum. Melepaskan Divine Dividing dari lengan kanannya, dan mengganti fluida hitam yang sebelumnya berada di armor bagian bawah tubuhnya.

" Canis Lykaon dapat memberikan kutukan bukan, sepertinya aku masuk dalam perangkapmu kali ini. Api Incrinate Anthem tak akan berpengaruh bagi kutukan ini, dan lagi tanpa Albion di dalam Divine Dividing, kutukan itu tak akan menghilang. "

" Aku tak akan jatuh pada teknik yang sama. Sekarang, hanya tersisa 8 saja. " seru Naruto

.

Tak jau berbeda dengan di lokasi Naruto.

Kehancuran juga terjadi di setiap sisi ruangan tersebut. Tartarus, yang menjadi bagian terdalam dari Makkai, daerah yang terlepas dari kekuasaan bangsa iblis karena telah diperintah sejak lama oleh Hades, dewa penguasa dunia kematian dan salah satu dewa terkuat dalam mitologi Olympus.

Hades, dewa penguasa alam kematian itu telah berdiri dari singgasananya yang binasa. Di sampingnya telah berbaris wakil-wakilnya yang ia banggakan, mulai dari Thanatos, Merkurius, Jupiter, Venus, hingga Pluto yang paling muda. Ke semuanya adalah Grim Reaper dengan kekuatan yang setara dengan Ultimate High-Class Devil yang dibuktikan dengan sayap yang terbentuk dari peti mati.

Namun, semuanya beserta Hades terlihat berantakan. Di hadapan mereka, tak kalah berantakan adalah Sirzech Lucifer, pemimpin bangsa iblis pasca Civil War antara golongan Old-Satan dan Anti-satan. Darah Bael dari ibunya membuatnya mampu mengendalikan Power of Destruction menuju tingkatan baru, berkat pengendaliannya atas kemampuan mematikan Pillar Bael ini ia mendapat predikat sebagai Super Devil dan mencantumkan namanya dalam Top 10 Strongest Beings. Di belakangnya, sang Ratu sekaligus istrinya terlihat menarik nafas dengan terburu-buru. Mereka berdua menyerang kediaman Hades dengan True Form masing-masing dan berhasil membuat keadaan stalemate, keadaan dimana kedua belah pihak sama sekali tak dapat melanjutkan bertarung.

Faktanya, Sirzech mungkin saja mengalahkan atau bahkan membunuh Hades, namun karena keteledorannya yang terpancing emosi dan kehadiran para wakil Hades membuat pertarungan berakhir seperti ini.

"Melihat bagaimana keras kepalanya mu dalam melanjutkan pertempuran ini, kusimpulkan kau benar-benar menyerahkan Samael pada Khaos Brigade, Hades ?! " seru Sirzech, meninggalkan embel-embel hormat pada dewa yang ia simpulkan telah ikut andil dalam insiden yang melibatkan adik tercintanya.

" Bagaimana jika aku menjawab tepat bocah kelelawar … apa yang akan kau perbuat ? "

" Aku akan memberitahukan ini pada Michael, Azazel, dan yang lain …. Olympus sendiri akan menjatuhkan hukuman berat padamu Hades ! "

" Kheh … anak muda zaman sekarang memang belagu. Dengar bocah kelelawar, Olympus tak akan berbuat apa-apa padaku. Kau ingin tahu alasannya ? " Hades mengembangkan senyum melihat raut datar dari Sirzech " Karena, mereka Zeus dan Poseidon, mereka dewa bodoh yang tamak akan kekuasaan. Walaupun terbukti, jika aku bersindikat dengan Khaos Brigade aku hanya akan mendapat teguran ringan dan kemudian mereka akan menyatakan perang pada mitologi kalian. "

" Sedari awal, mitologi Injil merupakan penjajah. Aku dapat menjamin, jika kalian mengatakan ini pada Olympus, kedua saudaraku itu akan menggunakan kesempatan ini untuk menyatakan perang pada kalian ! Kami, para dewa Olympus dan bahkan mitologi-mitologi kuno lainnya muak dengan kehadiran kalian. Karena itulah, aku disini sedikit menyulut api untuk menciptakan peperangan tersebut. Dunia yang damai … kheh itu membosankan ! "

Sirzech terdiam, sama sekali tak mengerti jalan pikiran dewa di depannya.

" Tujuanku telah tercapai. Aku akan segera memberitahukan hal ini pada yang lain, kau akan menyesal atas ini, Hades ! " Grayfia tanpa perintah verbal segera membentuk lingkaran sihir yang menelan keberadaan dirinya dan sang suami.

" Apakah bijak meninggalkan mereka pergi begitu saja setelah mengancam kita, Hades – sama ? " tanya Thanatos.

Hades mengangkat bahu acuh. " Tenang saja, semua ucapanku itu akan terjadi. Dan jikalau aku salah, masih ada energy Ophis dari para keronco Indra yang bodoh itu. "

.

" Kheh … monster-monster ini menyusahkan ! " Cao-Cao menggerutu. Salah satu monster yang sepertinya kombinasi dari naga dan kera, membuka rahangnya lebar-lebar. Dari mulutnya itu terlihat percikan listrik. Dua monster lainnya yang juga merupakan kombinasi dari beberapa hewan membuka rahang masing-masing, kedua monster lainnya menunjukkan akan menyerang dengan demonic power

" Oh shit! " rutuk Cao-Cao, karena ketiga monster itu serentak melontarkan serangan mereka. Menanggapi itu, dua bola di belakang tubuhnya bergerak ke depan. Bola yang pertama bersinar terang, menampilkan 5 tentara kehitaman yang dengan mudah menghadang dua muntahan demonic power. Sementara satu bola lainnya menghilang setelah berbenturan langsung dengan serangan listrik monster pertama.

" RAUUU ! "

Tak butuh waktu lama, hingga salah satu monster di sana hancur lebur karena bola kedua yang Cao-Cao lancarkan merupakan Itsutei Ratana, ratana yang mampu memindahkan serangan. Akan tetapi, walaupun begitu, fluida-fluida hitam yang menyusun tubuh monster yang hancur tersebut dengan segera bergabung, membentuk monster dengan kombinasi lain.

Longinus Smasher !

Belum sempat bertindak lebih jauh, sebuah laser dengan kekuatan yang begitu dahsyat telah membabat habis monster di hadapannya. Cao-Cao tak perlu repot-repot untuk mencari tahu siapa yang mengeluarkan sernagan yang membuat dimensi yang menaungi mereka ini kembali berguncang.

" Kau dapat berterimakasih dengan bertarung padaku setelah urusan dengan si pucat brengsek itu selesai " Vali menyahut dari belakang. Armor bagian dadanya telah dirombak menjadi sebuah selaras senapan panjang, sementara di depannya puluhan lingkaran sihir berbaris rapi yang perlahan mulai menghilang setelah Vali menyelesaikan tekniknya.

" Aku akan bertarung dengan niat membunuhmu. Jangan bermimpi itu sebagai ucapan berterimakasih maniak ! " balas Cao-Cao, tatapan matanya masih fokus ke depan dengan keringat yang mulai mengalir dari pelipisnya, "Lagipula … ", Cao-Cao menahan nafasnya begitu melihat monster-monster yang telah menguap karena serangan Vali itu perlahan muncul dari ketiadaan, dengan ukuran dan konsentrasi energy yang jauh lebih tinggi! " fokuslah pada musuhmu saat ini ! " seru Cao-Cao segera membentuk pertahanan ketika seluruh monster di hadapannya yang kini berjumlah lima memuntahkan demonic power.

.

TRANG, TRANG,TRANG,TRANG

Le Fay dan Georg yang berdiri dari formasi belakang hanya dapat menonton dengan kekaguman atas pertarungan di hadapan mereka. Pertarungan yang saat ini disuguhkan oleh Naruto dan Zetsu benar-benar berada pada level berbeda bagi keduanya, sejak kehilangan fungsi dari satu longinusnya, Zetsu mengubah taktiknya dengan serangan penuh dan hal ini dibalas serupa oleh naruto.

TRANG

Keduanya kembali melihat ke sisi kanan dan hanya menemukan sedikit percikan api. Setelahnya, mereka hanya melihat outline hijau dan emas yang bertabrakan satu sama lain, bahkan terkadang mata mereka tak dapat lagi melihat bagaiaman pertarungan itu berlanjut.

Georg yang jengah menonton pertarungan itu, memandang jauh ke depan. Tepat pada pertarungan Cao-Cao dan Vali melawan puluhan monster hitam.

" Le Fay Pendragon – san, bersiaplah sekarang. Kita akan membantu Cao-Cao dan Vali untuk mengatasi monster dari Annihilation Maker itu. "

" Tapi, bukankah ini aneh Georg – san. Bagaimana monster – monster itu dapat menjadi begitu kuat dan terus bangkit walau terus dimusnahkan dengan serangan-serangan terkuat mereka ? " Le Fay mengeluarkan kebingungannya. Ophis tak berkomentar, perannya di tempat itu hanyalah sebagai penjaga dimensi itu tak runtuh agar pertarungan yang dahsyat ini tidak beber ke seluruh dunia.

Georg memperbaiki letak kacamatanya, sedikit berpikir " Melihat bagaimana pertarungan makhluk itu dengan Naruto – san, aku yakin bahwa monster itu bukan hanya diciptakan dengan Annihilation Maker. Jika dilihat, makhluk itu setelah mengeluarkan monster-monsternya tak lagi mengeluarkan kemampuan dari True Longinus maupun Dimension Lost. "

Le Fay mengangguk, menyetujui apa yang dikatakan Georg. Melihat itu, wakil dari Cao-Cao itu melanjutkan " Maka, dapat kita anggap bahwa monster-monster yang ia ciptakan dikombinasikan dengan kemampuan True Longinus dan Dimension Lost. Dengan Kahabitei Ratana, jumlah dari monster itu akan terus bertambah dengan kekuatan yang terus meningkat pula, dan lagi Dimension Lost akan mentransfer mereka sebelum terkena luka fatal, dan kemudian selama didimensi lain,jumlah mereka terus meningkat dan beregeransi berkat True Longinus. "

" Kalau begitu, bagaimana kalau kita tak menghentikan monster itu ? " Georg segera mengalihkan perhatiannya pada Le Fay yang tersenyum jahil. " Apa maksudmu ? "

" Aku membutuhkan bantuanmu dalam rencanaku Georg – san "

" Seberapa persen rencana itu akan membawa kita pada kemenangan ? " tanya Georg kritis

" Sekitar 20% " balas Le Fay tersenyum jahil, dengan lidah yang dijulurkan yang membuat Georg hanya dapat menghela nafas.

" Mari lakukan ! " Le Fay dengan menaiki sapu terbangnya meluncur cepat menuju tempat Vali dan Cao-Cao, Georg yang melihatnya hanya dapat menggeleng-gelengkan kepala sebelum menggunakan sihirnya untuk menyusul Le Fay

.

TRANG

" Kali ini aku tak akan kalah ! " seru Zetsu. Gauntlet Boosted Gear di tangan kirinya berdengung sebanyak 3 kali, dan Naruto dapat merasakan bagaimana kapak hasil Annihilation Maker dan Innovate Clear lebih keras menekan dan aura suci yang dipancarkan juga mulai memberinya sensasi nyeri.

Dengan sedikit meningkatkan tekanan dengan Canis Lykaon nya, Naruto berhasil menghancurkan kapak tersebut, membuat Zetsu melompat mundur mengambil jarak aman. Fluida hitam di tangannya bergejolak cepat membentuk sebuah pedang hitam yang masih mengeluarkan aura suci.

" Masih dengan teknik yang sama ? Sepertinya kau kehabisan akal untuk melawanku "

Zetsu hanya nyengir mendengar ejekan Naruto.

" Tak masalah bagiku jika kau berpikir begitu "

Tatapan matanya yang berwarna kehijauan jatuh pada Ophis " Lagipula, tikus-tikus penganggu itu telah pergi. Mereka terjebak dalam umpanku, setelah membunuhmu di sini, mereka akan segera menyusulmu dan kemudian dengan Ophis aku dapat mencapai tujuanku "

" dan itu adalah Karma bukan ? " Zetsu melebarkan matanya mendengar nama tersebut. Matanya menyipit menelusuri sosok Naruto di hadapannya, yang terlihat baik-baik saja bahkan setelah menyebut nama terkutuk tersebut.

" Bagaimana kau bisa tahu ? " tanya Zetsu dengan nada rendah dan terkesan berbahaya.

" Tch, Tch … mulutku terkunci. " ujar Naruto melambaikan jarinya main-main.

" Kalau begitu, aku akan membukanya paksa ! " Aura kekuatan Zetsu meningkat drastis, armor di tubuhnya bergejolak, mengganti desainnya. Kepala singa di bagian dada armor tersebut merombak diri menjadi meriam besar yang berukirkan kepala singa. Lengan kiri yang semula dibalut Boosted Gear digantikan oleh Incrinate Anthem. Armor bagian bawah tubuhnya kini diselimuti dengan boosted gear, yang mana permata hijaunya terbagi menjadi dua dan terletak di lutut. Sepasang canon pendorong terbentuk di punggungnya untuk menahannya mengudara. Lengan kanan yang diselimuti fluida hitam Annihilation Maker bergejolak, membentuk lengan itu menjadi sebuah trisula.

Boost : Speed

Begitu mendengar itu, Naruto segera mengangkat Canis Lykaon nya.

TRANGG

Zetsu datang dengan begitu cepat, namun kepalan tangan kanan yang terselimuti api Incrinate Anthem itu ditahan Naruto dengan Canis Lykaon nya. Zetsu mengayunkan pula tangan kanannya yang telah menjadi trisula tajam untuk menggorok leher Naruto. Pemuda pirang itu menghentikan serangan itu lagi dengan menggunakan 3 ekornya. Naruto mendecak perih begitu merasakan energy suci dari trisula tersebut yang seakan membakar ekornya.

Sisa ekor Naruto yang lain bersatu di udara bersiap untuk membanting Zetsu. Masih dalam keadaan saling menekan, Zetsu menggunakan Annihilation Maker nya, sehingga benda yang berbentuk seperti ranting dari terbentuk dari lengan kanannya, bergabung di udara untuk menahan hantaman ekor Naruto.

Bukannya frustasi karena serangannya gagal, Naruto menyeringai

' Annihilation Maker nya hanya dapat digunakan sebagai alat, karena untuk terus diaktifkan untuk mengkonstruksi monster yang digunakan untuk melawan Vali dan Cao-Cao. ' batin Naruto.

Tak tahan dengan keadaan itu, Zetsu mulai meningkatkan konsentrasi Incrinate Anthem nya untuk memanggang Naruto yang berada dalam jarak sangat dekat tersebut. Namun belum sempat akan itu ..

Sring

Tubuhnya telah terlebih dahulu diteleport oleh Naruto hingga cukup jauh.

JITTT

Energi keemasan ditembakkan oleh Zetsu melalui meriamnya, ia tak memberikan kesempatan untuk Naruto beristirahat. Serangan yang berasal dari duplikat Regulus Nemea itu benar-benar kuat, jalur yang dilalui laser itu terbelah dua, goresan tanpa dasar itu menunjukkan bagaimana kemampuan tersebut mampu membelah planet menjadi dua.

Sebuah kapak emas futuristik terbentuk ditangan kiri Naruto, ia juga memiliki kemampuan Regulus Nemea setelah melawan Zetsu untuk pertama kalinya. Masih dengan tatapan serius, Naruto menahan gelombang tersebut dengan kapak emasnya, tenaga yang besar membuatnya terus terdorong mundur, menciptakan parit besar di antara dirinya dan Zetsu. Pemuda pirang itu menggeram, memfokuskan kekuatannya pada kapak yang ia genggam sebelum akhirnya, ia mementalkan balik energy keemasan tersebut pada Zetsu.

Zetsu dengan mudah menghindari serangan balik itu dengan menendang kuat udara di bawahnya, saat ini posisinya jauh melayang di udara. Masih di udara, api ungu yang sebelumnya membara di tangan kanan Zetsu mereda, Boosted Gear kembali menyelimuti tangan tersebut, namun yang membuat Naruto waspada adalah ketika api keunguan itu membentuk wujud sebagai pedang.

Zetsu mengayunkan pedang tersebut ke bawah menghantarkan satu pilar api keunguan yang seakan jatuh dari langit menghantam tempat Naruto berdiri.

Sring

" Fiuh … itu sedikit mengejutkan. Jadi, dia benar-benar terprovokasi karena nama itu hah ? " bisik Naruto pada dirinya sendiri, seperti saat dalam subspesiesnya, ia dapat dengan mudah meneleport dirinya selama jarak itu dapat dilihat oleh matanya.

Melihat serangan kejutan pertamanya gagal, Zetsu tak berkomentar banyak. Ia mengayunkan pedangnya, seperti sedang menggores udara. Dari udara yang ia gores itu, api keunguan bergerak cepat menuju lawannya. Zetsu melakukannya berulang-ulang, akan tetapi setiap usahanya itu dapat dihindari Naruto.

' Kalau begini … maka tak akan ada akhirnya. Aku akan agresif sekarang ! ' dengan pikiran tersebut, Naruto segera berteleport untuk lebih dekat. Melihat itu, Zetsu menghentikan serangannya. Ia merentangan kedua lengannya kepada Naruto, sepasang meriam terbentuk di tangannya itu dan kemudian dari pinggangnya, meriam lainnya ikut keluar dan bahkan yang membuat Naruto terkejut kehadiran meriam yang seperti terbentuk dari ketiadaan di sekitar tubuh Zetsu.

" Fire ! " bisik Zetsu

Energi suci ditembakkan dalam waktu bersamaan dan semuanya tertuju pada Naruto.

Menarik nafas panjang, Naruto segera mengayunkan Canis Lykaon pada energy suci tersebut.

TRANG

Energi suci dalam ukuran besar dan menyilaukan itu masih terus mendorong Naruto.

" HAAAAAA! " Berteriak nyaring, Naruto menambah kekuatannya dan energy suci itu terbelah dua. Dalam satu kedipan mata, Naruto telah berada di belakang Zetsu.

Zetsu yang terkejut, berusaha untuk menyerang Naruto lagi dengan Annihilation Maker nya, akan tetapi fluida hitam itu berhenti bergerak di udara.

" Lama ! " Kapak emas terbentuk di tangan kanannya, dan dengan ayunan yang kuat kapak itu menghantam punggung Zetsu yang telah jauh menebal.

DUARRRRRR

Zetsu terpental jauh, armor di punggungnya rusak parah, dan retakan terlihat pada armor depannya. Sosoknya saat ini masih terus terpental bahkan setelah membentur tanah yang tergenang air beberapa kali.

Zetsu baru berhenti setelah menabrak karang besar yang hampir 10 km dari tempat sebelumnya. Ia mendekati tempat pertama bertarung tadi yang mana dari sini ia dapat melihat bagaimana pertarungan Cao-Cao dan Vali melawan monster Annihilation Makernya. Matanya melebar begitu melihat bagaimana lawan yang saat ini Vali, Cao-Cao, Georg, dan Le Fay hadapi … seekor monster raksasa sebesar 10 kaki dengan atribut anti-magic, energy suci, dan kegelapan yang terus berganti secara otomatis. Matanya menajam pada Le Fay yang berdiri paling belakang, wajah cantik gadis itu terlihat kelelahan dan tak bertenaga. Dari sanalah ia mengerti satu hal …

" monster Annihilation Maker mu telah mengambil control True Longinus sepenuhnya, dan karena terus menghantam Canis Lykaon yang dipenuhi kutukan, kinerjanya terus berkurang. Aku benar bukan ? " Zetsu tak perlu terkejut mendengar suara musuhnya, mengalihkan tatapan ke atas, ia dapat menemukan pemuda pirang itu melayang di atasnya.

" Apa ini bagian dari rencanamu ? " tanya Zetsu sinis

" Tidak, tidak. Aku tidak sejenius yang kau bayangkan itu … itu adalah rencana Le Fay. Kau tahu pacarku itu gadis yang jenius tahu dan 3 tahunnya bersamaku semakin membuatnya matang dalam membuat strategi. Aku hanya menebak saja dan memanfaatkan itu untuk melawanmu "

" Dan rencanamu selanjutnya adalah membuatku mengeluarkan serangan all-out sebagai pengakhir pertempuran ini bukan ? "

" …. " Naruto tak menjawab, malah ia melompat jauh ke belakang.

" Kalau begitu, aku akan melakukannya. " Zetsu perlahan bangkit, energy mulai berkumpul pada meriam yang tertanam di dada armornya, energy yang begitu besar dan pekat. Dimensi itu bergetar sekali lagi, dan mereka dapat mendengar bagaimana monster Annihilation Maker mengaum keras karena tak kuat akan konsentrasi tersebut.

" Aku belum selesai di sini " bisik Zetsu. Meriam di dadanya merombak diri dengan bentuk yang lebih futuristic dan rumit. Di bagian pangkalnya kini terdapat sepasang pegangan tangan, dan pada bagian badannya terdapat simbol dari masing-masing Longinus yang dimiliki Zetsu yang bersusun deret dari Innovate Clear, Telos Karma,Regulus Nemea, Boosted Gear, Divine Dividing, Annihilation Maker, Dimension Lost, hingga True Longinus.

" Kau benar-benar membuatnya melakukan ini Uzumaki Naruto " ujar Ophis mengeluh. Perlahan tubuhnya bertransformasi menjadi seekor naga raksasa berwarga hitam legam. Rahangnya terbuka menghembuskan uap yang segera membentuk kekkai yang jauh lebih kuat dari sebelumnya. Kekkai itu berbentuk kubah, dengan kepadatan yang jauh lebih tinggi. " Ini adalah kekkai terkuat yang pernah kuciptakan. Aku yakin ini dapat menanggung kerusakan yang kalian perbuat "

" Tak ada yang perlu kukhawatirkan lagi kalau benar begitu " gumam Naruto. Dimensi itu masih terus bergetar, monster Annihilation Maker itu menghilang masuk kembali ke dalam tubuh Zetsu. Oleh karena itu pula, Cao-Cao, Georg, dan Vali yang membawa Le Fay di pundaknya mendekat pada Naruto.

Cao-Cao, Vali, dan Georg meneguk ludah mereka melihat bagaimana Zetsu masih mengumpulkan energy untuk serangan destruktif itu … apakah serangan itu bahkan akan lebih berbahaya dibanding sebelumnya, mereka tak tahu pasti. Namun, jalan pikiran mereka terhenti begitu merasakan energy pekat lainnya datang dari arah belakang. Secara serentak, mereka melebarkan mata mereka melihat Naruto dua bola energy yang berbeda di masing-masing tangannya. Kedua bola energy itu didekatkan hingga menimbulkan resonansi, rotasi di pusatnya berubah menjadi tak beraturan dan mengakibatkan sosok Naruto diselimuti oleh energy senjutsu emas yang seperti mata bor.

Dengan tenang, Naruto mengeluarkan intruksinya

" Georg, keluarkan muatan kita, itu dapat menahan sebentar serangan itu "

" Ha- ha'I. Aku mengerti ! " balas Georg tersentak karena tak siap dengan wibawa Naruto

" Vali, maksimalkan Divine Dividing mu untuk membagi serangan itu, kau pasti dapat menggunakan Divide dan Half Dimension secara bersamaan bukan ? "

" Mau bertaruh untuk itu ? " Vali menjawab dengan menantang balik, seringai maniak melebar di wajah tampannya itu.

" Cao-Cao bersiaplah untuk serangan terakhir ! " Cao-Cao hanya mengangguk.

" dan Le Fay … " Le Fay yang masih terlihat lemas menatap pada Naruto " Setelah ini, mari pulang ke rumah " Le Fay melebarkan matanya, sebelum akhirnya tersenyum lembut seakan membalas ajakan Naruto itu.

" SEMUA USAHA KALIAN AKAN BERAKHIR SIA-SIA. EKSTENSI KALIAN HANYALAH TUMBAL BAGI KEBANGKITAN TUANKU ! "

" Sekarang, matilah ! "

Longinus Smasher : Rainbow Darkness

Zetsu melepaskan teknik terkuatnya tersebut, energy yang bagaikan pelangi itu melaju cepat menuju ke arah mereka.

Georg dengan tanggap, membentuk kabut sihir lebar di depannya, dan kemudian Longinus Smasher yang sebelumnya ia serap melaju kencang pada energi tersebut. Ukurannya terlihat begitu kecil dari energy tersebut, dan seperti bukan apa-apa, Longinus Smasher yang ditembakkan balik oleh Georg hancur.

[Divide Divide Divide Divide Divide Divide Divide Divide Divide Divide Divide Divide Divide Divide Divide Divide Divide Divide Divide….. Divide]

[Half Dimension]

Sepasang sayap biru Vali bersinar terang diikuti tubuh Vali yang jatuh berlutut. Ia menarik nafas kesusahan setelah berusaha membagi dua serangan tersebut dengan kemampuan Divide yang ditingkatkan hingga 20 kali dan bahkan terus menggunakan Wyvren nya untuk membagi serangan tersebut. Namun serangan itu seperti tak terbatas, ukurannya memang telah jauh berkurang, namun tidak dengan kepadatan dan konsentrasi energy yang dipancarkan, itu hanya berkurang sedikit dari sebelumnya !

" Sisanya serahkan padaku ! "

" Naruto – san/gaki ! kami juga akan memberikan kekuatan kami pada serangan terakhir ini. Semoga beruntung ! " bisik Regulus, Jin, dan Kurama dalam kesadarannya . Senjutsu keemasan yang menyerupai mata bor itu bergejolak, warna emasnya semakin pekat dan segel-segel kanji yang berisi kutukan menghiasinya.

Cursed Longinus Sphere

Naruto melesat cepat membentur energy tersebut dengan tekniknya itu. Sempat terdorong sebentar, mereka yang menontonnya menahan nafas ketika Naruto dan serangan Zetsu itu berhenti bergerak. Bayang perjuangannya hingga pada tahap ini berputar dalam pikiran Naruto.

"Ku – Kushina ... beri nama ... beri nama untuk anak kita nantinya Naruto ... ya Uzumaki Naruto "

" Mengapa Naruto ? "

" Karena dia adalah … "

Naruto dapat melihat ibunya, kebingungan karena sosok pria di pangkuannya tak mampu untuk melanjutkan kata-katanya, namun ia dapat melihatnya dari bagaimana bibir pria itu bergerak

Dan itu adalah

" karena aku adalah badai yang akan membawa kehadiranmu, bukan Tou – san ?! "

Kembali pada dunia nyata, mereka semua yang menonton melebarkan matanya melihat bagaimana serangan Zetsu mulai terbelah, dan Naruto dengan tekniknya terus maju membelah dua serangan itu yang perlahan retak dan hancur

" Aku masih dapat bertarung ! " Zetsu berteriak, ia membentuk api keunguan untuk membakar Naruto. Akan tetapi, saat menyentuh tubuh Naruto api itu berganti menjadi semacam cairan keunguan yang menghilang dalam tubuh Naruto.

" Kau berakhir di sini ! " teriak Naruto, tekniknya telah menghilang setelah menghancurkan serangan terkuat Zetsu yang hanya dapat melebarkan matanya tak percaya.

Naruto yang masih di dekat Zetsu segera ditarik dengan menggunakan lingkaran sihir hingga jatuh tepat pada pelukan Le Fay.

Cao-Cao yang melihat itu berseru pada Georg yang berada di sampingnya " Sekarang, Georg ". Georg memperbaiki letak kacamatanya, kacamatanya entah bagaimana terlihat mengkilau oleh cahaya matahari, menutupi seringainya.

Dimension Lost Balance Break : Dimension Create

Kabut keunguan segera menelan keberadaan Zetsu. Balance Break dari Dimension Lost memungkinkan pengguna nya untuk menjebak musuh dalam dimensi yang dipenuhi perangkap. Melihat teknik itu berhasil, Cao-Cao mulai merapal mantra untuk teknik terkuatnya.

Tepat pada bait terakhir, Zetsu keluar dari kabut ungu itu dengan sendirinya, bahkan setelah mengeluarkan energy besar untuk serangan sebelumnya, ia masih mampu untuk menggunakan duplikat Dimension Lost nya untuk melarikan diri dari teknik balance breaker Georg.

Akan tetapi, semuanya telah terlambat.

" Truth Idea "

Ohok …

Tombak yang telah diselimuti dengan kehendak tuhan itu menembus dada Zetsu. Setelah menerima serangan tersebut, sudah dapat dipastikan Zetsu telah kalah.

" ini berakhir " gumam Le Fay, pandangannya turun pada Naruto yang telah terlelap di pundaknya.

XoX

Kuoh Akademi

Setelah beberapa masalah berat yang menimpa kelompok Gremory, akhirnya mereka dapat kembali ke akademi mereka. Selama kepergian mereka itu, kelompok Sona dibantu oleh Ravel dan terkadang Seekvaira untuk menangani masalah iblis liar yang semakin meningkat saat ini. Rias, yang baru saja sadar dari koma nya langsung disuguhi oleh keadaan Makkai yang memanas pasca sang kakak pulang dalam keadaan babak belur bersama istrinya. Saat ini, ia bersama peeragenya dalam perjalan ke ruang osis karena diundang oleh Sona untuk membahas sesuatu yang penting katanya. Dalam perjalanan itu, Akeno menceritakan beberapa hal yang telah dilewatkan Rias dan Issei.

" Yah, cukup banyak yang telah terjadi semenjak kau pingsan Rias. Contohnya saja Naruto – san dan Sasuke – san yang kabarnya sedang ditawan di Rumania, atau Issei – kun yang sempat menghilang fufu "

" Begitu ya … sangat mengherankan jika mengingat Naruto – san dan Sasuke – san yang ahli dalam infiltrasi dapat ditawan oleh bangsa Vampire. Itu menunjukkan pada kita bahwa iblis hebat sekaliber mereka pun juga terkadang dapat ditaklukkan oleh makhluk yang tak dapat diduga kemampuannya. " komentar Rias, ia berpaling pada pawn satu-satunya yang ia miliki. Tatapan khawatir ia berikan pada pemuda bersurai cokelat tersebut.

" Apa kau benar-benar tak mengingat apapun semenjak kita melawan Cao-Cao, Ise – kun ? "

Issei diam sebentar, sebelum akhirnya tersentak. Dengan pandangan gugup, ia menatap Rias " Ahaha,begitulah Buchou. Aku juga merasa heran karena hal itu. Tapi, aku dapat merasakan tenagaku bertambah dan ada hal aneh pada tubuhku " Yah, Issei berbohong dengan tidak menceritakan bagaimana ia merasakan kematian untuk kedua kalinya karena sulur hitam yang masih belum ia ketahui. Issei mengerti bahwa berbohong pada buchou kesayangannya ini adalah sebuah kesalahan, namun ia tak dapat membantah perintah dari Sirzech, sang Maou Lucifer yang memintanya merahasiakan hal tersebut.

" Hal aneh ? " Koneko terlihat berpikir, sebelum akhirnya mendelik pada Issei " Cih, dasar Ero Senpai ! "

" Oi … ini tak seperti yang kau pikirkan, Koneko – chan. Hanya saja, aku terkadang merasakan tangan atau tubuhku dapat memanjang ataupun melebar. "

" Mungkin itu hanya perasaanmu saja, Issei – kun " Yuuto yang sedari tadi diam ikut berkomentar.

" Ya,mungkin begitu " jawab Issei sekedarnya. Mereka kembali bercengkrama satu sama lainnya. Hanya Asia dan Gasper yang Cuma tersenyum melihat keakraban kelompok tersebut, karena dalam pikiran mereka masih mengkhawatirkan tentang keadaan Naruto yang telah ditawan 1 bulan.

' Kuharap Valerie di sana dapat menolong Nii – san ' batin Gasper.

Singkatnya mereka kini telah sampai di ruang OSIS, dan Rias tak dapat menahan keterkejutannya begitu melihat beberapa tamu yang tak ia duga, namun yang paling menarik perhatiannya adalah kehadiran gadis blonde dengan wajah cantik khas boneka dari eropa.

" Kau pasti Rias Gremory bukan ? Perkenalkan namaku adalah Elmenhide Karnstein. Dan aku datang kemari untuk Gasper "

Rias menyipitkan matanya tak suka mendengar kata-kata dari gadis itu, dan lagi cara ia menyebutkan nama anggotanya bagaikan barang membuatnya semakin kesal.

" Nah, nah … bagaimana jika kita memulai dulu rapatnya sebelum langsung ke topic nona Karnstein " itu adalah Azazel, para anggota Rias tersentak karena baru menyadari kehadiran sensei mereka di sini.

" Rapat ? Rapat apa sensei ? " tanya Rias bingung, hal yang sama juga dirasakan oleh para hadirin di sana terutama para iblis muda dibawah High Class.

Azazel masih dengan postur santai mengeraskan tatapan matanya. " Rapat untuk menyelesaikan masalah di Rumania yang berkaitan dengan Uzumaki Naruto dan Uchiha Sasuke ! "

TBC

Akhirnya, bisa up juga. Thanks banget buat yang masih nanyain kapan update – an nya aku benar-benar merasa terharu . Sebagai hadiah untuk keterlambatanku, chapter ini merupakan salah satu yang terpanjang yang pernah kutulis hehe. Semoga dapat menghibur. Oh, untuk misterinya tuh udah kuselipin beberapa dan romance nya … yah kuusahakan untuk tetap masuk hehe. Chapter depan mungkin akan ada cuplikan singat bagaimana nasib si Zetsu, dan langsung masuk ke babak baru yakni Rumania. Aku merencanakan untuk pertemuan kedua bagi Naruto dan Dulio, dan mungkin sedikit pertarungan singkat hehe. Ah, tak tertinggal di sini Hades aku buat lebih kuat sedikit dibanding Canon, menurutku di Canon itu terlalu lemah, maka di sini aku membuatnya dapat bertarung imbang dengan Sirzech dan Grayfia jika ditemani dengan wakil-wakilnya. Hubungan antara Olympus dan Makkai setelah itu ? Pastinya akan ikut berkontribusi untuk menuju arc-arc akhir.

Selanjutnya yang bakalan di update – The Heirs, tidak janji bisa update cepat karena akan memasuki musim ujian dan kesibukan lainnya.