Longinus 14Th ( Declare of The War )
Naruto Masashi Kishimoto
High School DxD Ichie Ishibumi
Warning : AU, OOC, OC, TYPO, Semi Canon, dan Lain – lain
DemiDevilNaru, SmartNaru
Chapter 27 : Valerie Tepes, First Woman King in Tepes(Rumania Becomes Monster Nest!)
Cahaya suci dari True Longinus yang sebelumnya menyinari seluruh dimensi buatan Venesia itu akhirnya meredup memperlihatkan Zetsu dalam keadaan tak bernyawa. Tubuhnya perlahan menyusut, hingga menjadi sebuah tunas kecil.
" Tak kusangka, Longinus yang memiliki kepribadian bebas sepertinya dapat melakukan hal sejauh ini " decak Cao-Cao tak percaya dengan apa yang ia lihat. Georg mengangguk membenarkan, ia perlahan jatuh terduduk, kelelahan setelah mengeluarkan manna yang sangat besar untuk menyerap serangan Zetsu dan kemudian membalikkannya kembali. Vali menghilangkan armor Empireo Juggernaut Drive- nya, hanya mempertahankan sepasang sayap naga kebiruan yang bersinar terang di punggungnya.
" Sudah selesai huh ?. " Kata-kata yang terdengar begitu datar membuat mereka semua mengalihkan pandangannya, mendapatkan Sasuke yang berjalan bersama Arthur, Bikou dan Kuroka. Kemudian mereka menanggapi, bagaimana keempatnya dalam keadaan lusuh dan terdapat sesosok tubuh yang Sasuke bawa di pundaknya.
Cao-Cao, Georg, dan Vali menyipitkan mata mereka setelah mengenali aura yang dimiliki sosok yang Sasuke bawa.
" Itu … "
" Ya, kau benar Vali. Dia adalah Pluto, salah satu Grim Reaper terbaik Hades. Setelah serangan yang menyerupai pelangi itu hancur, ia datang membawa ratusan Grim Reaper. " Jelas Sasuke.
" Tapi, mereka semua lemah. Kami telah menghabisi semuanya tanpa sisa " tambah Bikou menepuk-nepukkan tangannya seperti berusaha menghilangkan debu yang menempel pada tangannya.
" Dan bagaimana dengan Pluto ? " tanya Cao-Cao curiga. Ia samar-samar masih merasakan bahwa salah satu wakil Hades itu masih hidup.
" Ia sekarat. Setelah sadar, Uchiha-san akan menginterogasinya " jawab Arthur.
"Nah, kalau begitu …. Sepertinya ini perpisahan bagi kita semua " ujar Cao-Cao. Georg yang mengerti dengan tanda tersirat yang diberikan oleh pemimpinnya, telah bersiap dengan Dimension Lost nya.
" Setelah ini, apa yang akan kalian lakukan ? Hero Faction yang tersisa hanya sedikit, dan tak lama lagi berita tentang hal ini akan tersebar " Tanya Sasuke.
" Apa yang akan kami lakukan itu menjadi urusan kami. Mau bagaimanapun, akan sulit bagi kami untuk menghindar dari Indra yang murka "
" Kalau begitu … " Suara serak khas orang baru bangun tidur itu datang dari sisi Le Fay yang cukup kaget melihat Naruto yang masih membenamkan kepala di pundaknya berbicara dengan mata tertutup.
" Aku punya usul yang cukup menarik bagi kalian …. Setidaknya untuk sementara ini "
Rumania
Rizevim berjongkok bosan di tanah lapangan bersalju yang masih berada dalam wilayah istana Tepes. Iblis tua itu dengan kesal menggelindingkan salju di tangannya hingga membentuk bola salju. Pandangannya teralihkan pada dua boneka salju yang berdiri tak jauh darinya, kedua boneka salju itu menyerupai Naruto dan Sasuke, dan dalam satu lemparan yang melengkung, bola salju yang ia lempar itu meledakkan boneka salju Naruto dan Sasuke hingga meledak tanpa sisa. Jujur saja, ia kesal pada dua anak muda yang telah dengan beraninya berusaha mempermainkannya, dua anak muda yang bau kencur itu nekat sekali ingin bermain licik dengan iblis tua seperti dirinya, dan yang paling membuatnya kesal adalah keduanya seenak jidat memerintahnya untuk menunggu di sini, karena keduanya akan membawa sesuatu yang menarik baginya.
" Tch, awas saja kalau mereka datang tanpa hal berguna, kupastikan aku akan menyiksa mereka sepuasnya khukhu "
Rutukannya berhenti begitu menemukan lingkaran sihir orange yang terbentuk di depannya. Iris matanya menyipit ketika melihat lingkaran sihir itu naik ke atas memicu kehadiran dua iblis yang sedang ia tunggu tersebut.
" Oh kau sudah datang rupanya " decak Naruto dengan wajah polos. Ia melangkah keluar dari lingkaran sihir diikuti Sasuke dengan tangan yang senantiasa berada pada pegangan katananya yang tersarung di pinggang.
" He … begitu kah caramu menyapa seseorang setelah terlambat atas perjanjian yang kau buat sendiri hingga satu jam ! satu jam brengsek ! "
" Jangan teriak-teriak kakek tua ! Sadar sama usiamu, nanti tenggorokanmu rontok gimana hehe "
" Kau bahkan membuatku harus menunggu kedinginan selama satu jam, SATU JAM BRENGSEK ! "
Sasuke memperhatikan interaksi kedua iblis ini dengan tatapan datar. Iris hitamnya segera merobek memperlihatkan pupil mata yang berbentuk layaknya shuriken.
" Baiklah karena kau sudah berada di sini, mari kita langsung saja ! " Naruto menjentikkan jarinya dan keduanya telah berada di dimensi lain. Tak ada siapapun selain mereka tanpa terkecuali Sasuke.
Rizevim sedikit terkejut mengenai hal ini, membuat sebuah dimensi dan kemudian mentransfernya langsung dengan waktu tak lebih dari satu detik, itu pencapaian yang sangat gemilang bagi iblis seusia pemuda di depannya.
" Seperti yang kujanjikan, aku akan memberimu perlindungan dan juga sedikit dukungan untuk pembangkitan Trihexa. "
" Ya, dan aku telah bertanya berulang kali tentang perlindungan yang kau maksud " balas Rizevim bersedekap dada. Ia menatap Naruto yang hanya diam dengan alis menukik, dan kemudian sensornya segera merasakan suatu kehadiran, kehadiran dari sebuah makhluk yang memiliki energy yang begitu kelam dan dalam, iris matanya melebar begitu dapat menerka siapa makhluk itu. Dan seketika sosok makhluk itu muncul, Rizevim tidak dapat menahan senyum lebarnya.
" Kejutan yang sangat menarik bocah ! Aku sangat yakin bahwa Hero Faction lah yang ditugaskan Indra dan Hades untuk membuat ini, tetapi melihat kau yang mengantarnya kemari …. Apa kau terlibat dengan hal itu " Rizevim menyipitkan matanya tajam, namun tatapan intimidasi itu tak berpengaruh bagi Naruto yang tenang menjawab.
" Yang terpenting dari bagian kerja sama ini adalah hasil. Kau tidak perlu mengetahui proses dan teknik yang kugunakan. Dan terakhir, aku menyerahkan benda ini " Naruto melempar sebuah benda berbilah panjang yang segera ditangkap oleh Rizevim.
Sekali lagi, iblis tua itu melebarkan matanya mengenali benda yang sekarang dengan hati-hati ia pegang.
" Kau benar-benar membuatku terkejut bocah … "
" Simpan pujianmu. Aku tidak membutuhkannya darimu. Setelah ini, aku ingin kita akan bersikap biasa "
" Ya ya aku mengerti. Kerja sama ini akan segera berakhir begitu Trihexa bangkit. Dan setelah itu, kita dapat memastikan pihak yang benar-benar menang "
Naruto mengangkat bahunya tak peduli. Dan dengan satu jentikan jarinya, ia meninggalkan Rizevim bersama dua hal yang ia berikan. Rizevim yang melihat makhluk di depannya menatapnya datar dan polos menyeringai lebar.
XoX
Dua minggu telah terlewati setelah kedatangan Elmenhide Garnstein yang bermaksud untuk membawa kembali Gasper sebagai salah satu opsi untuk penyelesaian konflik di antara fraksi Tepes dan Carmillia dalam bangsa Vampire. Selama itu pula, Rias dan Yuuto, yang menggantikan peran Gasper bersama Elmenhide kembali ke Rumania. Selama itu pula, telah terjadi beberapa peristiwa menarik, seperti naga jahat Grendel yang dibawa oleh Euclid Lucrifuge, iblis jantan yang dari informasi Sona merupakan saudara kandung dari The Strongest Queen, Grayfia Lucrifuge. Sebagai salah satu naga jahat, Grendel sangat brutal, bahkan gabungan kekuatan OSIS dan ORC tak mampu menangani naga tersebut, tidak sampai Issei menemukan kekuatan terbaru dari Longinusnya, Cardinal Crimson atau True Queen, yang merupakan bentuk promosi ke Queen dan kekuatannya setara dengan Juggernaut Drive !. Dengan mode tersebut, Issei berhasil memberikan luka fatal pada Grendel yang membuat Euclid merasa harus menarik mundur naga brutal tersebut.
Kemudian, sebuah pertemuan digelar di Kediaman Hyodou. Dalam pertemuan itu berkumpul para anggota peerage Rias, mulai dari Akeno, Koneko, Xenovia, Asia, Issei, dan Rosseweisse. Dari kelompok Sitri, Sona hanya ditemani Tsubaki, Queennya. Kemudian terdapat satu tim yang jarang terlihat yakni Seekvaira, Ravel, dan juga ia membawa 3 orang lainnya yang belum pernah dilihat oleh mereka yang berkumpul di sana. Terakhir dari pihak Surga, ada Griselda dan Dulio.
Pertemuan ini terjadi karena Azazel yang berada di pusat fraksi Carmillia melaporkan tentang situasi Rumania saat ini. Ia menggunakan saluran komunikasi khusus yang membuat sebuah hologram dirinya berdiri tegak di atas lingkaran sihir.
" Anda tak bisa menghubungi Rias dan Yuuto ? "
" Ya. Cukup banyak hal yang mengejutkan selama 2 minggu kami di sini. Batas teritori antara Tepes dan Carmillia semakin membingungkan. Menurut Fraksi Carmillia, fraksi Tepes telah melakukan kudeta dengan memasuki wilayah fraksi Carmillia yang telah disepakati saat iblis membangun hubungan dengan Rumania. Sepertinya Rias dan Yuuto tertarik ke dalamnya. Mereka sepertinya ditawan sama halnya dengan Naruto dan Sasuke. Aku tidak bisa menghubungi mereka dari sini. Bagaimana di sana ? "
Akeno mencoba membuat lingkaran sihir komunikasi kepada Rias maupun Yuuto, namun walaupun sudah dilakukan berulang kali sama sekali tak ada respon dari Rias maupun Yuuto.
" Nii – san … " gumam Gasper merasa tidak nyaman mendengar kampung halamannya sedang dalam konflik dan itu menyeret iblis yang telah menyelamatkannya dan juga Kingnya sendiri.
Azazel melanjutkan menjelaskan situasinya " Fraksi Carmillia percaya bahwa pemimpin fraksi Tepes telah berganti sejak kudeta sekitar sebulan yang lalu. Sepertinya kepala keluarga Tepes yang menjadi raja dari fraksi Tepes melarikan diri dari ibukotanya. "
" Lord Tepes melarikan diri ? itu semakin menunjukkan ada hal ganjil yang mendasarinya melakukan tindakan itu " bisik Akeno pada dirinya sendiri
" Atau …. Terdapat seseorang ataupun sesuatu hal yang membuatnya harus lari " tambah Seekvaira yang sejak tadi diam mengamati. Sona mengangguk setuju mendengar pendapat Seekvaira.
" Kemungkinan besar ada hubungannya dengan Khaos Brigade, seperti yang kita ketahui dari Elmenhide Garnstein, organisasi teroris itu telah menanamkan pengaruhnya di tanah konflik itu … belum lagi kenyataan bahwa Sephiroth Grail berada di sana … ini seperti Khaos Brigade mengatur fraksi Tepes dari balik bayangan"
Semuanya mendapatkan perspektif baru atas masalah ini setelah mendengar penuturan Sona. Kejadian Grendel, naga jahat yang telah musnah dapat bangkit kembali dan menyerang Kuoh Akademi telah menunjukkan bahwa Sephiroth Grail atau Holy Grail telah dimanfaatkan oleh Khaos Brigade.
Hologram Azazel bersuara lagi
" Kemungkinan itu ada. Ratu Carmillia dan para pemimpin fraksi Carmillia lain juga sependapat dengan itu. Kita tahu bahwa pada awalnya batas wilayah antara Tepes dan Carmillia ini baru ditegaskan setelah pihak Iblis berusaha untuk bersinggungan dengan bangsa Vampire yang tertutup dengan menjanjikan beberapa riset yang bermanfaat bagi bangsa Vampire. Tapi, fraksi Tepes yang jauh lebih tertutup dibandingkan Carmillia memungkinkan celah kecil bagi Khaos Brigade untuk masuk tanpa ketahuan mitologi-mitologi lainnya. Kupikir, salah satu dari semua fraksi yang ada, mereka yang anti-pemerintahan pasti melakukan tindakan ekstrimis, secara sengaja membuka celah untuk organisasi teroris itu menanamkan pengaruhnya"
Azazel menghela nafasnya panjang. Tatapan matanya yang tajam mengarah pada semua orang.
" Karena situasi tak terduga ini, aku memutuskan untuk memanggil kalian semua kemari. Kekuatan kalian diperlukan untuk menemukan Rias dan Yuuto, dan kemungkinan besar kita bisa mengusut masalah tentang Uzumaki Naruto dan Uchiha Sasuke. "
Mereka semua yang berada di sana sepakat, terlebih anggota peerage Rias dan Seekvaira.
" Mengingat kalian telah diserang di sana sekali. Aku pikir tim Gremory dan Irina sudah cukup. "
" dan satu lagi … aku mendengar bahwa Vali dan timnya berhasil menyelinap kemari "
Informasi ini sangat mengejutkan terlebih untuk Issei karena berkaitan langsung dengan rival alaminya. Semenjak kehebohan dunia internasional dua minggu yang lalu mengenai bagaimana Vali dan Tim nya menculik Ophis dan bahkan membantai habis operasi gabungan Hero Faction dan Hades yang ingin ' menyelamatkan' Ophis. Sejak saat itu, tim Vali menjadi buronan dan idbenci semua golongan.
Saat ini tidak ada yang mengetahui keberadaan Vali dan timnya. Jika benar ia berada di Rumania, maka ini akan menghebohkan dunia sekali lagi. Tujuannya di Rumania yang masih misteri, dan bagaimana nasib sang dewi naga tanpa batas, Ophis, di tangannya semakin membuat mereka yang berada dalam pertemuan itu menyadari betapa gentingnya situasi di sana.
" Azazel – sensei/sama " Hologram Azazel berpaling pada tiga suara yang memanggilnya, ia menemukan Sona, Seekvaira, dan Dulio serentak mengangkat tangan mereka. Ketiganya pun saling pandang dengan ekspresi polos.
" Ya, ada apa dengan kalian bertiga ? Mengapa kalian terlihat seperti anak SD ?! "
" Silakan, ladies first " ujar Dulio mempersilakan Sona dan Seekvaira untuk berbicara terlebih dahulu. " kau duluan, pendek " ujar Seekvaira pada Sona kemudian yang cukup membuat Sona kesal, namun ketua OSIS Akademi Kuoh itu memilih tak menganggapinya dan menyampaikan keinginannya.
" Bisakah aku mengikutsertakan dua pengikutku ke Rumania, mereka jarang terlibat dengan kegiatan OSIS, dan kupikir mereka bisa memperoleh pengalaman yang bagus dengan ini"
Perhatian semua orang tertuju pada Sona sekarang.
" Maksud anda Rugal – san, dan Bennia – chan, Sona – sama ? " Tanya Akeno yang hanya dijawab anggukan oleh Sona.
Kedua bidak Sona ini jarang terlihat di Kuoh Akademi, bahkan dalam tugas-tugas iblis. Jadi, budak-budak Rias tidak kenal akrab dengan mereka berdua. Akeno dapat mengetahuinya karena telah lama bersama Rias.
Pemuda yang dipanggil Rugal – san oleh Akeno adalah mahasiswa yang terdaftar di Universitas Kuoh. Posisinya sebagai Rook dan nama aslinya Loup Garou. Sedangkan Bennia adalah siswi SMP yang merupakan campuran dari Grim Reaper dan manusia. Ayahnya bernama Orcus, salah satu Grim Reaper tingkat Ultimate.
" Kau benar tentang itu, terutama Rugal, sepertinya dia akan menjadi kekuatan tambahan jika sesuatu yang buruk terjadi " ujar Azazel, lalu melihat pada Seekvaira " Apa kau juga ingin mengikutsertakan anggotamu "
" Kau benar Azazel – sama. Aku ingin mengikutsertakan tiga pengikut di belakangku ini dan Lavinia Reni – san juga mengajukan diri untuk ikut, karena ia merupakan Contracted Magician Naruto. Kuyakin, mereka akan berguna untuk misi yang berkaitan dengan Queenku yang bodoh itu … "
Anggota Peerage Rias memperhatikan tiga orang yang dimaksud oleh Seekvaira. Yang pertama adalah sosok pemuda berbadan tegap dengan surai kehijauan yang menyentuh hingga bahunya, dan menggunakan headband untuk menahan poninya mendekati mata. Dan sosok ini, mulai memperkenalkan dirinya.
" Alivian, Knight dari Seekvaira – sama "
Kemudian, Sosok kedua adalah seorang gadis berkulit putih bersih dengan iris berwarna pink hamper seperti Seekvaira dengan surai pirang panjang yang menyentuh hingga pinggang. Ia menggunakan dress sewarna salju, dengan lengan tipis yang mana pada setiap lengannya berbentuk seperti cakar naga.
" Alexia Bune, Pawn dari Seekvaira " ujarnya memperkenalkan diri dengan anggun,
Terakhir, adalah sosok gadis bersurai orange yang menggunakan seragam Akademi Osaka.
" Megumi, Rook dari Seekvaira – sama, desu " ujarnya riang.
" Melihat bagaimana kau dapat menyembunyikan keberadaan mereka selama ini … sepertinya mereka cukup kuat. Dan lagi, mengapa kau tak memasukkan mereka saat Rating Game ? " Tanya Sona penasaran.
" Aku memberikan banyak misi kepada mereka, misi yang seharusnya bisa selesai cepat, namun karena mereka malas-malasan, mereka tidak dapat ikut berpartisipasi. Semenjak mendengar bahwa Naruto disekap di Rumania, mereka baru termotivasi. Tenang saja, aku masih memiliki bidak-bidak lain untuk mengejutkan kalian di rating game. "
" Menarik sekali, bahkan hanya dengan melihat sekilas aku dapat mengetahui kekuatan mereka. Mereka boleh ikut " Azazel kembali menyetujui usul tersebut. Ia berpaling pada yang terakhir, Dulio.
" Sekarang, apa ada yang kau inginkan Dulio ? "
" Sebenarnya ini menyangkut masalah pribadi. Tapi, pikiran mengenai mempermalukan rivalku dengan datang menyelamatkannya begitu menggelitik benak ku sekarang "
Mereka semua yang berada di sana melebarkan mata mereka begitu menyadari maksud dan keinginan Dulio.
" Dulio, jangan bilang kau … " Azazel berusaha mengkonfirmasi pikirannya
" Ya, Azazel – sama. Aku ingin ikutserta dalam tim ini " ujarnya dengan seringai yang belum pernah mereka lihat.
XoX
Di Kota Kuoh
Kelompok yang akan berangkat ke Rumania atau yang dinamai sebagai kelompok Dulio telah berkumpul di tengah lingkaran sihir yang berada di lantai dasar kediaman Hyodou. Lingkaran sihir tersebut dipersiapkan Akeno, dan seperti yang telah disetujui Azazel, kelompok itu akan dipimpin oleh Dulio, yang terdiri atas kelompok Gremory lengkap ditambah Irina, Rugal dan Bennia dari kelompok Sitri, serta dari kelompok Agares yakni Alivia, Alivian, dan Megumi, serta Lavinia Reni.
Ravel, Sona, Seekvaira, Saji, Griselda, dan Kushina yang dikhusus datang untuk membantu perlindungan kota Kuoh selama kelompok ini pergi turut hadir untuk mengantarkan keberangkatan mereka.
Koordinat tujuan lingkaran sihir akan menuju ke wilayah Carmillia. Azazel sudah mengurus semua hal itu sehingga tak perlu menggunakan rute rumit dan berliku-liku ke wilayah bangsa Vampire yang tertutup bagi pihak luar.
Mereka yang akan berangkat telah menggunakan pakaian hangat, sebagai antisipasi cuaca dingin Rumania, terlebih wilayah Vampire tersembunyi di antara pegunungan tinggi. Perbedaan waktu juga menjadi factor dalam pemilihan pakaian ini, mengingat di Jepang sudah malam, di Rumania mungkin masih pagi.
Ravel maju ke depan menyerahkan masing-masing satu parsel kepada Reni, Akeno, dan Bennia.
" Parsel ini berisi air mata Phoenix yang dikirimkan langsung darii Pillar Phoenix. Jumlahnya mencukupi masing-masing satu dalam kelompok kalian. Gunakanlah dengan bijaksana "
" Tentu. Arigatou Ravel – san/sama" Akeno, Reni, dan Bennia berujar serempak.
"Kami menunggu hasil baiknya dari kalian " Sona ikut memberikan pesan.
" Aku memiliki firasat buruk tentang ini. Kalian semua berhati-hatilah " Griselda ikut menyampaikan pesannya.
Kelompok itu mengangguk optimis.
Melihat hal itu, Kushina tersenyum lebar.
" Sudah saatnya, Kelompok Dulio itu berangkat menuju ke Rumania "
" Kami akan membawa keberhasilan pada misi ini " ujar Dulio optimis.
Akeno segera memperisapkannya prosesnya, memicu sinar yang menyilaukan dari lingkaran sihir tersebut dan akhirnya memulai proses teleportasi tersebut. Setelah kilatan cahaya, dipastikan kelompok itu telah tiba di wilayah Carmillia, Rumania.
XoX
" Dengan ini hanya tinggal langkah finishingnya saja … " ujar Alucard pada dirinya sendiri, jari-jarinya yang lancip bergerak lincah pada tuts keyboard yang telah using. Namun begitu, iris matanya yang sewarna darah terfokus pada sebuah tabung raksasa di depannya yang diisi oleh cairan berwarna kehijauan dan banyaknya kabel warna-warni yang tersambung pada tabung tersebut.
Dari ketiadaan, seorang pemuda berkulit biru berparas rupawan dengan surai hitam panjangnya mendekat pada Alucard. " Akhirnya kita sampai pada tahap ini ya … Jika ini memang berhasil …. Posisi dari Top 10 Strongest Beings pasti akan bergejolak "
" Dan itu memang telah terjadi " Balasan atas komentar pemuda itu datang dari seorang gadis kecil yang hanya menatap datar ke arah keduanya dari kejauhan. " Aku telah melihatnya, posisi anak itu sekarang berada tepat di bawah Shiva dan kau, Vhisnu "
" Kupikir dia akan berada di atas kami berdua dengan semua ini …. " ujar Vhisnu, suaranya dipenuhi dengan kebingungan.
" Oi oi kalian terlalu bergantung pada batu tak jelas di dasar bumi yang mengukirkan nama – nama makhluk terkuat di dunia ini. Kenyataannya, batu itu hanyalah mengukur dari segi kekuatan mentah. Kemampuan seseorang tak hanya ditentukan oleh kekuatan saja, factor teknik, kecerdasan juga mesti diperhitungkan " komentar Alucard
" Kau hanya kecewa karena bocah yang usianya jauh di bawahmu bisa menuliskan namanya di sana " balas Ophis yang membuat Alucard menggerutu. Vhisnu hanya tersenyum tipis, kemudian berpaling pada tabung tersebut yang mana sekarang dapat terlihat jelas tubuh Naruto di dalamnya.
" Aku akan mulai penggabungannya sekarang " seru Alucard, hanya ada ketegangan dan keseriusan dalam kata-katanya. Ini adalah eksperimen yang sangat berbahaya, memasukkan hingga 9 Longinus ke dalam satu tubuh …. Entah resiko apa yang akan terjadi pada Naruto …
Satu per satu kabel yang tersambung pada tabung tersebut mulai bersinar terang. Cairan kehijauan yang mengisi tabung tersebut bergemuruh, seperti air rebus yang mendidih. Saat semua kabel itu telah bersinar terang, mereka bertiga dapat merasakan kekuatan yang begitu besar berkumpul dalam tabung tersebut, membuat tabung itu bergetar dan satu per satu kabel yang tersambung dengannya meledak.
" Persis seperti yang kubayangkan, sedari awal aku sudah memperingati bocah itu bahwa ini gila ! " pekik Alucard melihat dampaknya, dimensi yang dibuat oleh Ophis itu juga telah bergetar hebat. Dan puncaknya ketiga pasang mata itu melebar menyaksikan tabung tersebut meledak.
Dalam gerakan lambat, cipratan dari cairan kehijauan dari tabung itu terlihat akan menyebar ke sekitar, namun sebuah keanehan terjadi dimana cipratan air kehijauan itu terserap ke dalam tubuh Naruto yang bersinar terang.
" Prosesnya berhasil. Aku dapat merasakan kekuatan yang besar berkumpul dalam tubuhku "
" Kau sudah bukan lagi Devil. Entitasmu jauh melebihi mereka yang dipanggil Super Devil ! " ujar Ophis.
" Hanya tersisa ABSOLUTE DEMISE, ZENITH TEMPEST, dan SEPHIROTH GRAIL. Setelah itu, aku akan menjadi yang terkuat ! "
XoX
Beberapa saat sebelumnya, di Rumania
" Hei, kalian semua ! Kemarilah " Azazel berseru kepada tim aliansi 3 fraksi yang ia rancang sendiri untuk misi Rumania ini. Azazel tak sendirian, ada Elmenhilde yang mengikutinya.
" Meskipun kalian baru sampai, kita harus segera bergerak. Aku akan menjelaskan secara rinci selama perjalanan" Selesai menyapa para anak asuhnya, Azazel menatap pada Vampire yang mengundang mereka kemari " Elmenhilde, bisakah kau memandu kami? "
" Baiklah. Tolong ikuti aku " Elmenhilde berjalan keluar terlebih dahulu diikuti Azazel dan para anak asuhnya. Walaupun para iblis muda sedikit bingung dengan perubahan sikap Elmenhilde. Saat pertemuan di Kuoh, kesan pertama mereka terhadap vampire pirang ini adalah arogan, lidah yang tajam dan juga menjengkelkan. Namun sekarang, gadis itu malah bersikap santun terhadap mereka walaupun masih terasa atmosfir yang mengancam dan kearoganan dari vampire tersebut.
Setelah menaiki tangga, karena ruangan tempat mereka tadi adalah basement, mereka mulai merasakan hawa dingin. Elmenhilde sebagai vampire murni sama sekali tidak terpengaruh dengan cuaca itu, berbeda dengan para iblis muda terlebih Asia yang telah mengigil. Namun begitu, pemandangan berkastil menjadi kekaguman tersendiri bagi kelompok Dulio ketika memasuki kota lebih jauh. Tak ada yang menaruh perhatian pada penduduk kota yang menatap mereka dengan kebencian dan ketakutan, lebih tepatnya, tatapan itu diberikan pada Rugal yang menjadi bagian dari kelompok tersebut.
Mereka semua dipandu oleh Elmenhilde untuk memasuki kendaraan yang dipersiapkan khusus untuk misi diplomatik ini. Saat semua telah masuk ke dalam kendaraan yang besar dan mewah untuk diantarkan ke tempat tujuan, Issi tersadar bahwa jumlah mereka berkurang.
Akeo yang menyadari kebingungan Issei berbisik
" Bennia dan Rugal bertindak terpisah. Sepertinya mereka akan mengumpulkan informasi dengan cara mereka sendiri. Kau tahu, menurut Kaichou kita juga membutuhkan jalur pelarian diri jika keadaan semakin memburuk." Issei mengangguk mengerti, dalam hati memuji kemampuan dua bidak Sona itu hingga ia tak menyadari kapan mereka menghilang.
Selama perjalanan Azazel menjelaskan secara rinci tentang keadaan kastil Tepes yang telah dikuasai pihak pengkudeta, bagaimana mereka bergerak dengan licin sehingga tak menimbulkan kecurigaan dari penduduk biasa hingga pada kesepatakan dari pihak Tepes yang pro pemerintahan untuk membantu fraksi Carmillia mengepung kastil Tepes.
Perjalanan mereka berakhir dalam dua jam dan tiba di stasiun gondola yang terletak di tengah jalan di pegunungan. Sebuah gondola muncul dari sisi lain bersalju setelah menunggu sesaat di stasiun.
" Ini jalur satu-satunya untuk menuju kota kastil Tepes yang bisa fraksi Carmillia dapat sediakan untuk kita saat ini. Kota kastil Tepes berada di sisi lain, dan gondola ini merupakan sesuatu special yang fraksi Tepes siapkan untuk melewati pelindung yang berlapis-lapis." Jelas Azazel, memasuki terlebih dahulu gondola tersebut kemudian mengintruksikan yang lain untuk mengikuti pula secara
Ketika sampai di tempat tujuan, mereka telah disambut oleh beberapa vampire. Mereka diinterogasi sejenak untuk memastikan bahwa mereka berizin. Pada akhirnya, mereka diizinkan lewat setelah dianggap bertindak sesuai aturan.
Salah satu vampire yang seperti seorang pemandu mendatangi mereka dan membungkukkan badannya sedikit. " Tolong ikuti hamba. Rias Gremory – sama dan Knightnya telah menunggu di kastil utama Tepes "
" Bagaimana dengan Uzumaki Naruto dan Uchiha Sasuke ? " celetuk Alivian. Ia bersama 2 anggota Seekvaira lainnya dan Reni kemari dengan tujuan utama untuk menyelamatkan Naruto dan Sasuke. Namun, makin ke sini misi ini lebih terarah kepada Rias.
Vampire pemandu itu memperlihatkan gestur tak nyaman atas pertanyaan itu.
" Hamba hanya diperintahkan untuk mengantar anda kepada Rias Gremory-sama" ujarnya seperti berusaha mengalihkan topik. Dari ucapan itu Azazel, Alivia Bune, dan Reni telah menangkap beberapa hal penting.
Vampire itu berjalan terlebih dahulu diikuti kelompok Gremory , sementara Azazel berjalan bersama kelompok Agares, Reni, dan Dulio.
" Uzumaki Naruto dan Uchiha Sasuke kemungkinan diurus oleh Vampire yang jabatannya jauh lebih tinggi atau bahkan keduanya telah lepas " ujar Alivia Bune, mengeluarkan pendapatnya atas sikap yang ditunjukkan vampire pemandu tersebut.
Alivia Bune, ia merupakan pawn dari Seekvaira. Ia berasal dari Pillar Bune, pillar Iblis yang memiliki kemampuan khusus untuk menjinakkan naga. Setelah Civil War, pillar Bune punah dan hanya menyisakan dirinya dan Ladora Bune yang menjadi anggota peerage Sairaorg Bael. Oleh karena itu, ia bergabung dengan peerage Seekvaira untuk membuktikan kemampuannya. Selama menjalankan misi dan Naruto sebagai queen yang sibuk mengurus tugas dari para Maou, Alivia selalu menjadi manager bagi para anggota peerage Seekvaira lain, seperti Ilya, Megumi, Alivian, dan beberapa anggota peeragenya yang lain.
" Deduksimu sesuai dengan milikku gadis muda " ujar Azazel.
" Kalau memang Naruto –sama dan Sasuke – sama telah bebas, mengapa mereka tidak kembali ? " Megumi menyatakan kebingungannya dengan nada ceria. Megumi merupakan hybrid da-tenshi dan naga.
" Jika kita berkata tentang Naruto – san, kita tidak pernah bisa menebak pikirannya. Yang pasti jika kemungkinan kedua itu benar, ia pasti memiliki alasan tersendiri " Alivian menyatakan pendapatnya, ia merupakan Knight dari peerage Seekvaira, dan berasal dari ras naga. Ia merupakan anggota kedua yang memasuki peerage Seekvaira setelah Naruto. Ia telah cukup mengenal kelakuan Queen yang klasik itu.
" Yah kuharap saja tidak. Tujuanku kemari akan percuma … " rutuk Dulio sebal. Terdengar kanak-kanak memang, namun itulah yang dirasakan sang Joker. Pernyataannya itu membuat mereka sweatdrop.
Mereka kembali menggunakan mobil untuk diantar ke kastil Tepes. Seperti yang mereka ketahui, Rias dan Yuuto pada awalnya direncanakan untuk bertemu dengan pemimpin keluarga Vladi untuk membahas masalah Gasper. Sesuai seperti yang dikatakan Azazel, suasana kota terlihat begitu tenang, tidak terlihat adanya tanda-tanda kekhawatiran maupun ketakutan dari bangsa Vampire walaupun kenyataan bahwa pemerintahan mereka telah dikudeta dan keberadaan Lord Tepes yang tidak diketahui. Mereka juga diberitahukan oleh Azazel mengenai Valerie Tepes yang menjadi pengganti Lord Tepes menjadi Raja Tepes. Dari sana saja, sudah jelas terlihat ada masalah … fraksi Tepes yang mengunggulkan kaum lelaki mengangkat seorang hybrid vampire dan seorang wanita menjadi raja ? akan banyak masalah yang akan mereka jumpai di kastil Tepes. Memikirkan itu saja membuat mereka pusing sendiri.
Mobil yang mereka tumpangi melewati gerbang besar kastil Tepes. Kemudian berhenti tepat di depan pintu yang sangat besar.
Rias dan Yuuto telah menunggu mereka di sana. Dan kelompok Gremory berkumpul kembali.
" Bagaimana keadaan kalian, Rias dan Yuuto ? Kami cukup panik setelah kehilangan kontak dengan kalian berdua ?"
" Aku juga sama. Kami begitu khawatir karena tak diizinkan untuk berkontak dengan dunia luar. Kami dikurung di kastil ini mungkin untuk tidak melakukan tindakan apapun. " jawab Rias langsung pada pertanyaan Azazel.
" Yang terpenting kalian tak apa-apa"
" Ha'i. "
Setelah obrolan singkat itu, vampire lainnya yang menggunakan serajam prajurit menghampiri mereka.
" Silahkan masuk untuk bertemu dengan raja baru "
Pintu yang sangat besar itu terbuka lebar. Azazel dan Rias berjalan paling depan, yang lain mengikutinya.
Seperti pada ruangan raja pada umumnya, ruangan itu lebar dan terdapat karpet merah besar di lantai, di ujung karpetnya ada sebuah singgasana di tempat tertinggi di ruangan tersebut. Sepanjang karpet tersebut berbaris rapi para prajurit yang bersikap tegap penuh kharisma.
Wanita muda bersurai pirang bergelombang duduk di singgasana tersebut. Ia mengenakan gaun biasa dan senyum anggun terpasang di wajahnya. Satu kata untuk mendeskripsikan parasnya, cantik. Namun, kedua mata merahnya meredup, seakan kehilangan cahayanya.
" Namaku Valerie Tepes. Bagaimana kabar kalian ?" sapanya dengan senyuman. Senyuman yang terasa kosong dan menyedihkan.
" Aku adalah kepala fraksi Tepes dan juga raja saat ini. Senang berkenalan dengan kalian. " Gadis itu menjatuhkan tatapannya pada Gasper.
" Gasper kau telah tumbuh besar. "
" Valerie, aku sudah sejak lama sangat ingin bertemu denganmu. "
" Aku juga. Aku sangat ingin bertemu denganmu. Kemarilah "
Gasper berjalan mendekati Valerie, yang menyambutnya dengan pelukan.
" Aku senang kau baik-baik saja." Gumam Valeria sambal memeluk Gasper.
" Aku juga Valerie. Naruto nii-sama selalu mengabariku tentang dirimu. Oh iya … aku dengan Naruto nii – sama di sini, bisakah kau melepaskannya ?" cerocos Gasper.
" Naruto nii – sama ? Kau bicara apa Gasper ?" Valerie terlihat begitu kebingungan, ekspresi wajahnya juga sangat natural sehingga mereka semua dapat mengetahui tidak ada kebohongan dalam setiap kata raja baru Tepes tersebut.
" Naruto nii –sama … ia yang telah menyelamatkanku dahulu. Ia juga selalu mengunjungimu kemari sebulan sekali "
" Aku tidak tahu kau bicara apa Gasper "
Baru saja Gasper ingin berbicara kembali, Vampire yang berdiri di dekat singgasana menyela ucapannya.
" Itu sudah sewajarnya Gasper. Ini merupakan salah satu efek dari Holy Grail " Ia berjalan pelan ke arah Azazel dan kelompok Dulio. Dengan senyuman miring, ia menolehkan kepalanya pada Valerie, mengisyaratkan kelompok itu lebih memperhatikan gadis muda tersebut.
Sejenak, mereka dapat melihat Valerie melihat ke arah yang kosong, berbicara pada kekosongan dengan Bahasa yang tak dapat mereka mengerti.
" Itu adalah efek samping dari Holy Grail. Jangan melihat ke arah itu, kau akan ditarik oleh Holy Grail. Terutama kalian yang berasal dari gereja harus melihat arah lain. " jelas Azazel membuat vampire itu mengembangkan senyuman menjijikannya
" Seperti yang diharapkan dari gubernur Grigori yang telah meneliti banyak hal tentang sacred gear"
" Kau pasti pemimpin utama dari kejadian ini kan ?" Tanya Azazel langsung.
Vampire itu melebarkan senyumnya hingga membentuk seringai yang terlihat begitu keji.
" Kalian boleh menganggapnya begitu. Oh, aku lupa belum memperkenalkan diriku. Marius Tepes dari keluarga kerajaan Tepes dan penerus singgasana kelima. Saat ini, aku adalah pemimpin tertinggi kedua dari pemerintahan sementara dan juga sebagai kepala penasehat dari Penelitian Sacred Gear. Aku sebenarnya diminta oleh pamanku untuk melakukan yang terakhir itu. Dan juga aku saudara laki-laki Valerie dalam silsilah keluarga dan aku sangat ingin melihat bagaimana adik perempuanku yang manis ini mengubah dunia vampire di masa depan nanti.
Kata-katanya begitu manis, namun mereka semua di sana dapat menangkap bahwa apa yang dikatakannya mengenai Valerie hanyalah kebohongan belaka.
" Kenapa kau memulai kudeta ini ? apa ini ide orang itu ? dan bagaimana keadaan Uzumaki Naruto dan Uchiha Sasuke ? "tanya Azazel beruntun.
" Kau memiliki banyak pertanyaan ya … gubernur Grigori. Baiklah, aku akan menjawabnya satu per satu. Pertama, aku ingin mempersiapkan sebuah lingkungan di mana aku dapat melakukan sesukaku dengan Holy Grail. Holy Grail dalam tubuh Valerie ini adalah karya besar yang tidak pernah membuatku bosan, jadi aku melakukan banyak sekali percobaan dengan itu. Untuk alasan itu, aku harus mengusir para penganggu, yakni ayahku dan saudara laki-laki ku. Kedua, untuk orang yang kau maksud itu, anggap saja iya. Dan terakhir, dua iblis itu sudah meninggalkan tempat ini sekitar dua minggu yang lalu. Aku tak tahu kemana mereka pergi, tapi alasan kami menahannya juga karena 'orang itu' yang menyarankannya. "
Mata Azazel menyipit mendengar penjelasan terakhir ini.
" Singkatnya kau tidak bisa melepaskan Valerie Tepes, benar begitu ? " Tanya Rias, yang hanya dibalas Marius dengan santai " Tepat sekali "
" Berbicara dengan orang ini adalah perbuatan yang sia-sia. " Xenovia menunjukkan ekspresi dingin dan telah bersiap mengeluarkan Durandal dari dimensi lain. " Ayo segera lenyapkan orang ini dan pulang ke rumah. Vampire ini hanya akan membuat kerusakan jika dibiarkan terus hidup "
" Jangan terburu-buru nona ilbis. Kau membuatku takut. Sebelum itu, kuperkenalkan terlebih dahulu pengawalku. Ia juga menjadi alasan kenapa aku bisa bertindak tidak terkalahkan. "
Sebuah tekanan kekuatan yang begitu mencekam menyapa tubuh mereka.
Sumbernya berasal dari seorang pria dewasa, menggunakan mantel hitam yang menyandar pada pilar bangunan. Tak ada satupun dari mereka yang menyadari sejak kapan ia berada di sana. Rambutnya campuran hitan dan pirang. Iris matanya heterochromia, dimana mata kanannya berwarna emas, sedangkan yang kiri berwarna hitam.
" Dia pasti bukan seorang vampire. Kekuatannya sangat jauh berbeda " ujar Yuuto dengan tatapan kaku.
" Dia sama sepertiku dan Megumi, seekor dragon … aura ini tak salah lagi … " Alivian bermonolog dengan keringat yang membanjiri dahinya. Semua yang disana dibuat terkejut dengan identitasnya sebagai dragon, tetapi lebih terkejut lagi ketika Ddraig dari tubuh Issei mengeluarkan suaranya.
" Dia naga lingkaran sabit, Crom Cruach. Naga yang disebut sebagai yang terkuat di antara semua naga jahat"
Issei tercenung mendengarnya. Mengingat bagaimana kewalahan yang mereka hadapi untuk melawan Grendel sebagai salah satu naga jahat. Dan sekarang di hadapan mereka berdirilah naga jahat terkuat ! Bagaimana jika ke depannya mereka bertarung ?!
Marius menepuk kedua tangannya, mengembalikan semua atensi kepadanya.
" Biarkan hari ini sampai di sini. Kami telah menyiapkan penginapan bagi kalian. Silahkan beristirahat untuk sementara. Oh satu lagi, keluarga Vladi telah berada di kastil ini, kalian dapat bertemu dengan mereka setelah ini, minta saja pada pelayan untuk memandu kalian. "
Kata-kata Marius mengakhiri pertemuan itu. Azazel dan kelompok Dulio tak memiliki pilihan selain meninggalkan ruangan. Mereka dipandu untuk memasuki kamar yang telah disediakan. Sembari berjalan, Azazel berdiskusi kecil dengan kelompok yang ia bentuk itu.
" Dulio, jika terjadi sebuah keadaan dimana kita harus bertarung … bagaimana menurutmu jika kau harus melawan Crom Cruach ? " Dulio diam sejenak, seperti mempertimbangkan sesuatu.
" Mungkin aku dapat menahannya imbang dengan bantuanmu dan juga Sekiryuutei di sana, Azazel – sama. "
" Bagaimana dengan bantuan yang lain ?" Issei ikut bertanya, tertarik dengan pembahasan ini dan bagaimana gaya berpikir ia yang merupakan rival dari iblis muda terkuat.
" Mereka hanya akan menjadi beban jika membantu. " balas Dulio blak-blakkan. Ia tidak menutupi apapun itu, dan Azazel mengangguk setuju.
" Tapi … jika Uzumaki Naruto benar telah bebas dan merencakan sesuatu terkait hal ini … maka ada kemungkinan jika kami berdua bekerja sama untuk mengalahkan Crom Cruach " pernyataan Dulio ini membuat Azazel tertarik.
" Kerja sama ? Kau dan Naruto bekerja sama dalam pertarungan ? Apa kau terinspirasi dari Sekiryuutei dan Hakuryuukou yang bekerja sama saat melawan Loki ? "
" Mungkin. Walaupun aku yakin, kerja sama kami akan jauh lebih buruk "
" Lalu bagaimana dengan kalian .. " Azazel bertanya pada kelompok Agares. " Kalian telah mengetahui bahwa Naruto dan Sasuke telah bebas, apa yang akan kalian lakukan selanjutnya ? "
" Tidak ada perubahan. Kami akan terus menjalankan seperti yang telah disepakati di awal. Terlebih, terdapat kemungkinan Naruto dan Sasuke – san untuk terlibat dalam konflik akhir bangsa ini. " jawab Alexia.
" Senang mendengarnya, kalian juga merupakan tambahan kekuatan yang dibutuhkan untuk misi ini "
" Azazel sensei, sebenarnya apa yang terjadi pada Valerie ? " Tanya Gasper, tidak dapat menahan lagi rasa penasarannya.
" Itu pengaruh Holy Grail. Dengan bersentuhan pada prinsip kehidupan, ia dipaksa mengatakan tentang bagaimana kehidupan jiwa itu terbuat. Informasi tentang kehidupan itu sangat besar hingga kalian dapat menganggapnya tidak terbatas. Ia mengambil pemikiran dan konsep kematian, kehidupan, dan berbagai hal lain saat menggunakan Holy Grail. Dalam hati dan jiwanya bergabung semua itu, pemikiran dari orang lain yang mendatangi hatinya menimbun hingga ia mengalami kerusakan. Intinya pikirannya bisa saja meledak karena banyaknya pemikiran orang lain yang berkumpul di otak Valerie. "
Azazel menarik nafas lelah
" Ia tak lagi dalam kondisi normal. Kalian melihatnya pada tempat yang kosong tadi bukan ? Itu adalah salah satu indikasi bahwa pikirannya telah tercemar sampai level kritis. Marius pasti membuat Valerie menggunakan Holy Grail cukup sering, sampai ke tingkatan di mana ia dapat membangkitkan kembali naga jahat ke dunia ini seperti Grendel dan Crom Cruach. Satu-satunya jalan untuk menyelamatkannya adalah menggunakan Holy Grail atau menggunakan kemampuan – "
Azazel berhenti karena merasakan kehadiran lain yang berjalan di depannya.
Pria baya bersurai perak muncul di ujung koridor. Aura dari tubuhnya langsung menujukkan bahwa ia adalah iblis. Iblis dengan aura mengerikan dan begitu menakutkan yang seolah tak berdasar.
Azazel menatap pria itu dengan penuh kebencian. Sementara pria itu yang melihat Azazel menunjukkan senyuman polos yang terlihat begitu memuakkan.
" Sudah kuduga kau berada di sini ! "
" Lama tak jumpa, Azazel Oji – san. Kau terlihat baik-baik saja, hmm ? "
" Azazel sensei, siapa dia ? Tanya Rias, merasa tidak mengenal pria itu.
" Rizevim Livan Lucifer, aku yakin kau telah mengetahui ini dari orang tua mu Rias. Dan bagi yang lain, dia adalah anak sebenarnya dari Lucifer dan Lilith, yang dikatakan sebagai ibu dari awal mula iblis. Orang yang terekam dalam Kitab sebagai 'lilin'. Dan juga kakek kandung dari Vali. Kami, para petinggi, telah menduga bahwa ia adalah boss dari Khaos Brigade saat ini. Jadi itulah sebutan 'orang itu' ketika dengan Marius tadi . "
" Jangan menatapku seperti itu. Lagipula kau kejam Azazel Oji-san, perkenalanmu tentangku membuatku terdengar sangat tua "
Semua anggota kelompok Dulio kehilangan kata-kata mendengar itu. Di hadapan mereka berdiri pemimpin dari Khaos Brigade, organisasi teroris yang dikecam dunia atas perbuatan mereka yang telah membuat kekacauan di mana-mana.
" Di masa ketika keturunan Maou sebelumnya menguasai Makkai, Rizevim Livan Lucifer terhitung sebagai satu di antara Super Devil, selain Sirzech nii-sama dan Ajuka Astaroth-sama. Namun, setelah Civil War di Makkai, ia menghilang " Rias menyampaikan apa yang ia ketahui.
Super Devil, sebuah julukan yang bagi iblis yang memiliki kemampuan jauh di atas iblis kelas Ultimate, mereka merupakan eksistensi yang luar biasa hingga dipertanyakan apakah mereka benar-benar iblis.
" Hentikan tatapan kalian itu. Aku tidak bertindak atas dendam atau hasrat akan tahta seperti Katarea dan Shalba yang telah tewas. Politik untuk iblis sudah cukup dengan Sirzech-kun dan yang lainnya, aku hanya ingin melakukan hal lain dimana tidak ada hubungannya pada politik yang menjijikkan. Dan aku memanfaatkan organisasi ini untuk melakukan itu syololololo "
" Lalu, apa keinginanmu atas bangsa Vampire ? "
Tawa Rizevim menggelengar mendengar pertanyaan Azazel. Dengan seringainya yang mengerikan, ia menjawab. " Aku adalah investor untuk penelitian dan revolusi Marius-kun. Jadi, aku diperlakukan seperti tamu special dari pemerintahan sementara. "
" Satu lagi … bagaimana dengan Uzumaki Naruto dan Uchiha Sasuke. Marius mengatakan bahwa kau yang menginginkan mereka ditawan "
Seringai di wajah Rizevim jatuh, ia merengut mendengar dua nama itu " Mereka ya … aku tidak tahu dimana mereka sekarang. Karena tujuanku memerangkap mereka hanyalah untuk meneliti kemampuan Longinus dari Declare of War, yang dicap sebagai longinus yang terlupakan. Namun, konsepnya terlalu rumit, lebih rumit dibandingkan Holy Grail. Dan bocah itu malah memanfaatkan rencanaku untuk menginvestigasi lingkungan sekitar. Cih, bocah kurang ajar. "
Melihat sikap waspada dari kelompok di belakang Azazel, Rizevim menambahkan
" Bukanlah pilihan yang bagus untuk meletakkan tanganmu di tubuhku saat ini. Kalian paham kan ? Meskipun aku tidak bermaksud untuk kalah kalau kau benar-benar melakukannya "
Dari ketiadaan, sebuah retakan dimensi muncul di belakang Rizevim. Gadis pendek layaknya anak SMP keluar dari sana. Ia memiliki surai hitam panjang hingga sebatas pinggang, menggunakan pakaian gaun gothic Lolita hitam.
Mereka yang berada di sana terkecuali kelompok Agares dan Dulio melebarkan mata.
" ini … "
Sosok yang pernah mereka lihat dalam ilusi ketika penyerangan Khaos Brigade pada pembentukan Aliansi 3 Fraksi Bibble, sosok yang dikatakan sebagai eksistensi terkuat. Tekanan kekuatan yang begitu luar biasa kuat ini, aura naga yang begitu mengerikan yang terpancar dari tubuh gadis ini, jauh melebihi naga dari kelas Surgawi maupun naga jahat brutal. Hanya ada satu nama dalam pikiran mereka saat ini.
Rizevim meletakkan tangannya di atas surai hitam gadis itu, memberikannya elusan halus.
" Kuperkenalkan kepada kalian. Maskot dari organisasi yang kupimpin saat ini, sapalah ia dengan hangat, namanya adalah Lilith "
Tak diragukan lagi, Kastil Tepes bagaikan sarang dari para monster saat ini !
XoX
" Kau yakin berada di sini ? " Tanya Sasuke pada Naruto yang berjalan di depannya. Mereka saat ini terlihat sedang berjalan santai melewati badai salju yang melanda pegunungan yang menjadi akses terbatas untuk memasuki wilayah Vampire.
" Aku tahu kau hanya berbasa basi teme. Sabarlah sebentar lagi, kita akan sampai " balas Naruto yang hanya dibalas dengusan oleh Sasuke. Perjalanan mereka terus berlanjut, menelusuri lereng gunung yang terjal, hingga akhirnya memasuki gua dengan dinding es yang terlihat begitu menyeramkan. Angin dingin yang memasuki gua tersebut menghasilkan suara gema yang terdengar horror.
Keadaan gua itu juga begitu gelap, namun dengan mata iblis mereka dapat melihat seluk beluk gua itu dengan jelas. Keduanya berhenti di depan sebuah balok es tebal yang ditutupi oleh duri-duri es.
" Di sini rupanya " decak Sasuke. Matanya menatap lurus pada balok es tersebut, yang setelah diperhatikan baik-baik ternyata memerangkap sebuah peti mati.
" Lakukan tugasmu Sasuke – teme "
" Jangan membuatku terdengar seperti kacung, Dobe "
Iris hitam Sasuke mengelupas membentuk pola shuriken bersegi enam. Seiring perubahan pola iris matanya tersebut, the Last Uchiha berbisik halus.
"Amaterasu!"
Api kehitaman mulai membakar balok tersebut, namun walaupun begitu balok es itu tidak terlihat akan meleleh, walaupun duri-duri es yang memerangkap balok e situ telah meleleh menjadi genangan air.
" Enton : Kagutsuchi ! "
Sasuke menggunakan teknik lainnya. Api hitam itu kini tak lagi membakar, tetapi bergerak layaknya pisau, yang juga memotong sekaligus membakar es tersebut hingga hancur berantakan melepaskan peti mati yang terkurung di dalamnya.
Naruto segera menangkap peti mati tersebut. Meletakkannya di tanah, dan segera membukanya untuk mengecek isinya.
Sasuke yang telah mengembalikan iris matanya seperti semula bergabung dengan Naruto untuk mengecek isi peti mati tersebut. Keduanya tersenyum tipis menemukan seorang pria tampan dengan kulit pucat yang terlihat sedang tertidur dalam peti tersebut.
" Lord Tepes benar-benar diasingkan ke tempat ini oleh para pengkudeta yang dipimpin Marius. Beruntung kita berhasil menemukannya " ujar Naruto, ia menyimpan peti mati yang berisi Lord Tepes yang tertidur itu dalam dimensi penyimpanannya.
" Kembali ke Carmillia ? " Tanya Sasuke yang dibalas anggukan Naruto. Knight dari Uzumaki itu menyiapkan lingkaran sihir teleportasinya.
" Apa rencanamu selanjutnya Naruto ? "
" Tidak banyak. Aku hanya akan mengikuti alur yang diciptakan oleh Azazel – dono untuk sementara ini. Aku dapat merasakan keberadaannya di Rumania semenjak 2 minggu yang lalu, dan barusan aku merasakan beberapa kehadiran yang familiar lainnya. "
" Kedengarannya akan sangat menarik " tanggap Sasuke. Lingkaran sihir itu bersinar terang dan dipastikan mereka telah tiba di tempat tujuan mereka.
TBC
Tak banyak yang bisa kukatakan untuk fic ini. Singkatnya, aku memperkenalkan peerage Seekvaira yang lain (kudapat dari DxD Wikia), sekaligus sebagai prolog awal sebelum arc Rating Game. Cukup banyak adegan di LN yang kuubah di sini, dan juga aku sedikit menggunakan kata-kata dari fic To The End of The World karena ada beberapa bagian dari LN yang sulit kumengerti sehingga aku menggunakannya dari fic itu untuk membangun chapter ini. Jika di LN yang berangkat hanya 10 orang, pada fic ku kutambahkan 5 orang. Chapter depan akan mulai focus pada konflik di Rumania, peran Naruto dalam konflik tersebut, dan kemungkinan konflik di antara Naruto dan Dulio. Dan untuk posisi kekuatan Naruto sekarang, berada di bawah Shiva, yang berarti No. 3 dalam Top 10 Strongest Beings, namun itu dalam mode terkuatnya yang terbaru.
