Longinus 14Th ( Declare of The War )

Naruto Masashi Kishimoto

High School DxD Ichie Ishibumi

Warning : AU, OOC, OC, TYPO, Semi Canon, dan Lain – lain

DemiDevilNaru, SmartNaru

Chapter 28 : Valerie Tepes, the First Woman King in Tepes (Catasthrope at Rumania)

Kastil Hades

Hades menguap bosan, matanya masih terpaku pada lalu lalang para roh yang tiada hentinya pada tanah kekuasaannya. Tanah yang menjadi persinggahan akhir bagi para roh sebelum akhirnya nasib mereka akan ditentukan, dihidupkan kembali pada alam yang bahagia atau malah penuh dengan kesengsaraan. Untuk menghilangkan rasa bosan atas tugas yang sudah ia lakoni sejak dahulu kala itu, ia menjentik jarinya membentuk sebuah bongkahan api biru yang memunculkan sebuah gambaran, gambaran tentang keadaan di Rumania.

Sedikit senyuman tercetak di wajahnya kala menyaksikan berbagai macam monster yang seharusnya telah lenyap di dunia ini berada di sana. " Holy Grail huh, benda bangs*t milik God of Bible itu benar-benar merendahkan kekuasaanku "

Ia melirik ke sekitarnya, teringat kembali bagaimana beberapa waktu lalu ia harus mengerahkan seluruh wakilnya untuk menahan amukan kemarahan sang Maou dan ratunya. Ia tak menyampaikan ini langsung kepada Zeus, meskipun mengetahui bahwa Zeus mengetahui ini akan mendatangkan ketegangan yang berpotensi perang di antara Olympus dan Aliansi 3 Fraksi. Itu bukanlah berita buruk baginya, ia menyukai perang, ia sudah rindu dengan hasrat dan gairah untuk mengerahkan segala kemampuannya membasmi para musuh, terlebih bangsa 3 fraksi. Mereka makhluk yang paling ia benci. Namun, semenarik apapun itu terdengar, ia menolak menyampaikan ini pada Zeus, ia tak akan rela menjatuhkan harga dirinya serendah itu. Oleh karena itulah, ia sengaja membuat rumor ... dan itu berhasil ketika baru saja beberapa saat yang lalu wakilnya, Thanatos datang mengatakan bahwa Zeus menginginkan pertemuan dengan dirinya di Olympus.

" Thanatos telah kuberitahu untuk menolak halus undangan dari saudara mata keranjangku itu. Kheh, Zeus idiot itu hanya bisa menggunakan ototnya. Mah, itu tidak terlalu penting. " Bongkahan api biru di depan wajahnya menunjukkan pemandangan baru, yakni Rizevim yang masih mengelus Lilith dengan senyuman keji di suatu tempat di Rumania.

" Kehilangan Samael memang pukulan telak bagiku. Tapi, aku memiliki sesuatu yang pastinya membuat kelelawar sejati itu akan memberikan senjata terkuatnya itu padaku" Ketika itulah, bongkahan api itu menunjukkan sebuah pemandangan di neraka terdalam, seorang wanita cantik dengan surai perak panjangnya menjuntai panjang hingga mata kakinya. Keadaan wanita itu begitu buruk, ia digantung pada sebuah salib yang terbakar dengan api biru.

" Setelah project ku selesai. Dunia yang membosankan ini akan segera bergelora! "

XoX

Kastil Tepes

Di tempat Akeno, Xenovia, Rugal, Bennia, dan Megumi berdiri dengan terengah-engah. Di hadapan mereka masih terdapat 5 vampire yang masih berdiri walaupun dengan keadaan yang tidak begitu baik serupa dengan mereka berlima.

Stab

Xenovia menancapkan Durandalnya pada lantai, sedikit menarik nafas panjang sebelum melesat menuju dua vampire di hadapannya. Satu vampire targetnya segera maju, kedua lengan vampire itu segera mengkilat, mengeras layaknya baja nomor satu untuk menahan tebasan pedang suci Xenovia.

TANG

" Kheh, sepertinya kau sudah kelelahan iblis muda " Xenovia hanya diam, seuntai seringai muncul di wajahnya " Tidak sedikitpun! " Aura suci Durandal menguar hebat! Dalam satu hentakan, kedua tangan baja Vampire itu segera putus dan tak berselang lama, pedang itu segera memisahkan kepala Vampire itu dari tubuhnya.

Tepat ketika hendak melesat pada target selanjutnya, hempasan angin keras mendorongnya keras. Beruntung, Rugal segera menangkapnya sebelum sempat menghantam dinding istana yang telah dimanipulasi menjadi dinding berduri.

" Kheh. " Keempat vampire lainnya serentak mengeluarkan serangan hempasan angin untuk mendorong para iblis tersebut pada dinding yang dipenuhi duri. " Kita tak bisa bergerak maju ! " teriak Akeno yang berusaha keras untuk bertahan.

" Kya ... " Bennia menjerit ketika tubuhnya mulai terlempar ke belakang. Megumi segera menangkapnya. Mata kanan hybrid dragon dan fallen angel itu berubah sejenak selayaknya mata seekor dragon.

" Waktu bermainnya selesai " Megumi menghentakkan kakinya pada lantai tanah mengirimkan duri-duri besar yang segera menusuk 2 vampire yang tidak sigap. Tersisa 2 vampire lagi !

Akeno menjilat bibirnya ketika melihat raut kecemasan yang begitu kentara pada 2 vampire tersebut " Biarkan aku menghabisi mereka "

Dan dengan peringatan tersebut, Akeno meluncurkan petir suci berbentuk kepala naga yang segera mengakhiri hidup dua vampire tersebut.

" Kita sudah selesai di sini. Ayo segera menyusul Buchou dan yang lainnya " ujar Akeno mulai berlari menuju pintu ke tingkatan di bawah. Namun, baru saja mereka hendak mencapai pintu tersebut, mata mereka melebar ketika tumpukan mayat vampire yang berada di depan pintu itu mengeluarkan gelembung hitam besar, gelembung itu berdenyut dan seketika ... seekor dragon ... setidaknya itulah yang mereka tangkap ketika melihat bentuk dan aura tubuhnya. Naga itu tidak terlalu besar, namun dari auranya, kekuatannya mengerikan!

" Perhatikan sekitar kalian ! " atas teriakan Megumi itu, mereka memandang sekitar dan membulatkan mata mereka kala mayat-mayat yang lainnya juga mengeluarkan gelembung hitam yang sama dan tidak butuh waktu yang lama bagi mereka kemudian raungan yang mengerikan dari makhluk hitam tersebut.

RAUUUUU!

" Semuanya segera ikuti aku ! " seru Akeno cepat, ia melontarkan petir kuning raksasa berbentuk kepala naga pada sekumpulan makhluk hitam yang menjaga pintu menuju lantai bawah. Para makhluk tersebut tak bergerak, membiarkan petir raksasa itu memangsa mereka hingga memberikan jalan bagi para iblis muda tersebut. Akeno berlari masuk terlebih dahulu diikuti Xenovia, Bennia, Megumi, dan terakhir Rugal.

RAUUUUUUUUUUU

" Jangan memandang ke belakang! Yang perlu kalian ketahui adalah makhluk hitam itu tak dapat dianggap sepele" seru Rugal memperingatkan setelah ia melihat dengan matanya sendiri, makhluk hitam serupa naga yang seharusnya telah musnah oleh ledakan petir Akeno kembali, tanpa cedera sedikitpun!

Hal serupa terjadi pada lantai dimana Sasuke dan Koneko berada. Keduanya terkepung oleh banyaknya makhluk hitam yang menyerupai naga tersebut.

" A-apa ini ?! " pekik Koneko tak percaya. Ia melesatkan api pemurniannya untuk memusnahkan makhluk hitam tersebut. Sebelum api itu sempat menyentuh tubuhnya, makhluk hitam tersebut memecah dirinya menjadi gelembung-gelembung kecil, sangat efektif untuk menghindari api pemurnian Nekoshou tersebut dan kemudian dalam sekejap gelembung itu bergabung kembali menjadi makhluk hitam serupa naga tersebut.

" Kupikir ini efek samping dari penggunaan massal Holy Grail. Jiwa mereka yang rakus akan kekuatan termakan oleh inti Holy Grail menjadikan mereka makhluk yang benar-benar berbeda. " ujar Sasuke berspekulasi. Ia mulai membuat jalur menuju pintu ke lantai bawah ketika firasatnya berteriak tanda bahaya, dan tak perlu waktu lama hingga firasat itu terbukti benar dengan kehadiran rekan-rekan iblisnya yang dikejar ... kumpulan naga hitam yang menatap mereka buas!

Koneko yang sekali lagi hendak melontarkan api pemurniannya terdiam ketika merasakan tubuhnya melemah. Rook Rias itu mengamati dirinya bersinar terang dan dalam sekejap ia kembali pada wujud semulanya, Shirone-mode nya telah berakhir!

Keadaan semakin buruk kala kumpulan naga hitam itu meraung ganas, temperatur mulai naik ketika semua naga hitam itu membuka lebar rahang mereka.

Jangan bilang ...

Akeno dan yang lain menutup mata mereka ketika merasakan takut luar biasa ketika masing-masing naga tersebut melontarkan api mereka secara bersamaan. Suhunya berbeda ! Ini mendekati pada tingkatan dimana panasnya api Ddraig!

Tepat ketika mereka berpikir harapan telah musnah, Sasuke dalam kedipan mata memunggungi mereka. Energi keunguan dengan cepat membungkus sekitar mereka membentuk sosok samurai astral setengah badan.

Sasuke menatap tajam apa yang ada di hadapannya saat ini. Makhluk – makhluk hitam yang ia spekulasikan berasal dari setiap esensi jahat para vampire yang terkutuk oleh Holy Grail membentuk makhluk serupa naga. Ia tak dapat menentukan jumlahnya dengan pasti, karena makhluk itu terbangun dari gelembung-gelembung hitam yang terus berotasi. Ia bahkan tak heran, jika jumlah makhluk itu akan terus bertambah!

'Ini benar-benar buruk!' batin Sasuke berteriak. Di bawah sana, sudah pasti ada lawan yang lebih tangguh dan dari apa yang dia rasakan adalah Dragon! Jika ia hanya diam dan membiarkan makhluk hitam ini lewat entah kekacauan apa yang akan terjadi. Setidaknya ia harus yakin bahwa apa yang menghadang kelompok mereka di bawah sana telah diselesaikan dulu atau bahkan ia harus segera mengakhiri makhluk-makhluk ini dan kemudian membantu mereka yang berada di lantai bawah!

" Kalian semua ... " Pandangan para iblis muda tertuju pada Sasuke sekarang.

" Segera ke bawah. Aku akan mengurus mereka. " ujarnya singkat dan jelas. Ini tak akan mudah, ia sudah melihat bagaimana makhluk-makhluk hitam itu tak akan musnah dengan serangan biasa.

" Ak – "

" Aku akan tetap di sini untuk membantu Uchiha – senpai! " Megumi berseru memotong Rugal. Iblis muda yang lain menatap ragu pada gadis tersebut. Terlihat jelas bahwa mereka masih meragukan kemampuan gadis tersebut, kendati mengetahui latar belakang ras gadis itu.

" Makhluk itu mengambil rupa Dragon! Aku tak menerimanya! " Megumi menjelaskan alasannya. Ia adalah Hybrid Dragon-Datenshi. Darah penuh kebanggaan Dragon mengalir dalam darahnya, dan darah itu menolak untuk ketakutan atas makhluk yang hanyalah peniru! Itu menjatuhkan kebanggaannya sebagai salah satu ras Dragon!

Sasuke memberikan senyum tipis setelah mendengar alasan itu.

" Kheh, kupikir kau benar-benar Dragon sekarang. "

" Kalian dengar jawaban senpai ? Sekarang pergilah ! " ujar Megumi kepada iblis muda lainnya yang mengabaikan sedikit perasaan tersinggung atas kata-kata Megumi. Namun, mereka tetap melakukannya.

Sasuke dan Megumi bertukar pandang sejenak, memberikan senyum menantang satu sama lain. Makhluk astral keunguan Sasuke meraung keras, dua pasang tangan terbentuk pada pundak dan punggungnya. Setiap sepasang tangan memegang sebilah pedang energi berwarna keunguan. Dan ketiga pasang lengan itu serentak menghempaskan pedang tersebut ke tanah memukul mundur dan memusnahkan beberapa makhluk hitam tersebut. Namun, seperti yang Sasuke duga, makhluk-makhluk itu segera muncul kembali.

Megumi yang melihat bagaimana senpainya memamerkan kekuatan tak ingin kalah.

" Mungkin ini saat yang tepat untuk mulai menunjukkan perkembanganku " Tubuhnya bersinar terang, tubuhnya yang ramping segera terbungkus oleh armor berwarna orange yang berdesain serupa dengan para pengguna sacred gear berjiwa naga lainnya. Hanya saja fitur yang membedakan dirinya dibandingkan yang lain adalah kehadiran 5 pasang sayap di punggungnya, 3 pasang sayap di bawah berbentuk layaknya sayap Dragon, sementara dua pasang sisanya bagaikan burung gagak.

Billion Nails

Armor itu bersinar terang, dan cahaya menyilaukan itu jutaan jarum-jarum cahaya melesat menuju para makhluk hitam tersebut Jarum-jarum itu tidak meledak, namun cukup untuk memperlambat gerak mereka dan Sasuke dapat melihat bagaimana makhluk hitam itu berhenti melebur menjadi gelembung setelah menerima serangan Megumi.

"Serangan energi tak berguna bagi mereka. Maka dari itu, peluang terbesar untuk mengalahkan mereka adalah dengan serangan fisik. Namun, melihat bagaimana mereka dapat meleburkan diri menjadi gelembung-gelembung hitam untuk menghindari serangan fisik, aku menggunakan teknik ini. Tidak terlalu fatal, namun mempengaruhi daerah luas, aku yakin telah menyerang hampir seluruh gelembung tersebut. "

Sasuke mengangguk. Makhluk astral ungu yang menyelimutinya mengeluarkan lenguhan panjang hingga akhirnya menghilang secara sempurna. Sasuke mengangkat katananya kembali dan dalam satu gerakan cepat, Sasuke kini memunggungi 3 makhluk hitam serupa naga tersebut.

" Mari kita lihat apakah teorimu benar, Kouhai " bisik Sasuke, ia menjentik jarinya dan seketika 3 makhluk hitam yang ia punggungi itu mengeluarkan raungan keras begitu tubuh mereka terpotong-potong ... hingga ke titik terkecil. Dan ... gelembung-gelembung itu tidak kembali.

" Berhasil ! " Megumi bersorak gembira.

Sasuke ikut tersenyum. Setelah mengetahui triknya, ini akan menjadi mudah.

Atau setidaknya itu yang mereka pikirkan.

Salah satu dari makhluk hitam itu meraung keras, melontarkan bola api pada Sasuke yang segera melompat untuk menghindarinya. Serangan kembali datang ketika makhluk hitam lain telah berada di udara menembakkan sengatan petir pada Sasuke. Sekali lagi, Sasuke memutar tubuhnya sedikit, ia mengeratkan pegangan pada katananya, siap untuk menebas makhluk hitam lainnya hanya untuk berhadapan dengan makhluk hitam besar yang menyerupai Grendel. Makhluk hitam itu mengayunkan lengannya yang mengkilap untuk menghajar Sasuke.

Trang

Sasuke terdiam. Senyuman di wajahnya menghilang ketika melihat bagaimana katananya, Kusanagi no Tsurugi yang legendaris tak berhasil menebas makhluk tersebut. Tekanan yang diberikan makhluk itu sudah cukup membuat Sasuke terlontar dan makhluk-makhluk hitam lainnya telah siap dengan serangan mereka masing-masing yang bervariasi, mulai dari elemen biasa seperti api, air, dan petir hingga pada elemen langka seperti kegelapan dan cahaya !

DUARR

Ledakan terjadi di tempat Sasuke. Asap dari ledakan itu bergerak liar dan dua sosok segera keluar dari sana, Sasuke dengan sayap iblisnya dan Megumi dengan 5 pasang sayap Dragon-Datenshi nya. Dalam detik-detik terakhir, Megumi sempat membentuk perlindungan bagi Sasuke dan dirinya sendiri.

" Mereka tangguh juga ... " bisik Megumi mulai khawatir. Ia dan Sasuke masih terus terbang secara akrobatik untuk menghindari setiap serangan dari makhluk hitam tersebut. Ruangan di lantai itu pun sudah tidak karuan!, langit-langit telah hancur sehingga mereka dapat terbang kembali pada lantai pertama.

Keduanya segera bergabung kembali. Mengamati dari jauh para makhluk hitam itu yang balik menatap mereka. Jarak mereka cukup jauh saat ini.

" Selama mereka masih terpaku dari jarum cahayamu. Kita masih memiliki harapan " ujar Sasuke menghela nafas panjang. Kondisi tubuhnya tidak terlalu baik setelah hampir satu bulan dikurung di tempat ini tanpa nutrisi yang baik, dan kemudian ia harus menggunakan Susano'o tadi. Ia membutuhkan istirahat sejenak.

" Dan harapan itu dengan cepat hilang ... " Sasuke menatap Megumi yang segera menunjuk pada lawan mereka, sebuah pesan tersirat agar senpainya itu mengikuti melihat apa yang ia lihat. Dan kali ini mata Sasuke melebar

Makhluk-makhluk hitam itu melebur ... tidak lebih tepatnya mereka membelah diri hingga ke tingkat gelembung hingga melepaskan setiap jarum cahaya yang menahan mereka.

Ke semuanya meraung serentak meleburkan diri mereka menjadi gelembung-gelembung kecil dan akhirnya mulai berkoloni. Sasuke dan Megumi terlalu terkejut hingga tak berbuat apa-apa hingga akhirnya gelembung-gelembung itu bergabung membentuk seekor naga hitam raksasa dengan mata yang merah menatap ganas pada mereka berdua.

" Lari! " teriak Megumi keras. Sasuke dan Megumi segera melarikan diri menuju ke langit dengan naga raksasa itu mengikuti mereka. Kastil Tepes meledak akibat naga raksasa itu menerobosnya. Pemandangan di mana naga raksasa yang mengejar dua iblis itu tak luput dari para Vampire dan Elmenhilde yang memimpin pasukan Carmilia untuk mengepung Tepes melebarkan matanya.

" A- apa yang sebenarnya terjadi ?! "

XoX

Di tempat di mana Kelompok Dulio berhadapan dengan dua naga jahat, Azi Dahaka dan Crom Cruach, pertarungan di antara kedua pihak segera berhenti ketika mendengar ledakan dari hancurnya kastil Tepes. Crom Cruach yang melihat itu segera menuju Azi Dahaka.

" Azi Dahaka cukup sampai di sini. Misi kita telah berhasil "

" Kheh, padahal aku belum terlalu bersenang-senang! "

Kelompok Dulio yang mendengar ini segera berwaspada, mereka khawatir akan apa yang terjadi di atas sana, namun kehadiran kedua naga ini membuat mereka harus tetap berwaspada.

Azazel dan Dulio bertukar pandang sejenak, segera menyepakati untuk tidak melanjutkan pertarungan ketika mendengar ucapan dari Crom Cruach, walaupun tanpa mengeluarkan kata-kata.

" Tadi itu pertarungan yang menyenangkan! Namun, sayang sekali untuk saat ini sampai di sini saja. Aku menantikan untuk bertarung dengan kalian lagi, Sekiryuutei dan Hakuryuukuo " ujar Crom Cruach dengan senyuman keji di wajahnya.

" Walaupun hanya sejenak, namun tadi itu menyenangkan. Namun, pertemuan selanjutnya akan menjadi akhir bagi kalian! " Azi Dahaka menambahkan dan dengan itu kedua naga itu menghilang tanpa jejak.

Kelompok Dulio dan Azazel segera menghela nafas lega seketika dua naga itu menghilang.

" Sekarang bukan waktunya untuk beristirahat kita harus segera masuk. Misi utama kita adalah Valerie. Setelah itu, kita bisa pikirkan tentang apa yang terjadi di atas sana " ujar Azazel memberitahu kelompoknya untuk segera menyusul Naruto dan Asia yang sudah masuk terlebih dahulu.

" Itu sudah tidak dibutuhkan " Kelompok Dulio segera menuju sumber suara dan ekspresi gembira terbentuk ketika menemukan Asia dan Naruto yang menggendong Valerie ala bridal style.

" Kalian berhasil ! " seru kelompok Dulio girang, mereka segera bergabung dengan mereka. Gasper yang masih dengan kepribadian Balor mendekat, namun sebelum sempat melakukan apa-apa, Naruto mencengkram kepalanya, mengirimkan aura emas yang segera menyelimuti tubuh Gasper. Tak butuh waktu lama hingga akhirnya tanda-tanda Balor menghilang dan Gasper kembali dengan senyum lemas. Ia merasa begitu lemah sekarang, seakan tidak makan berhari-hari.

" Nii – sama apa yang terjadi ? " Gasper bertanya lemah, ia bahkan tak menyadari Valerie yang berada di lengan Naruto. Ketika tatapannya naik, ia menyadari Valerie dengan mata tertutup. Ketika melihatnya, senyuman kecil terbentuk pada wajahnya " Syukurlah " bisiknya sebelum akhirnya tumbang. Beruntung, Issei segera menangkapnya, ia mengeluarkan paket air mata Phoenix dari Ravel dan menggunakannya pada Gasper.

" Naruto ... apa yang terjadi pada Valerie dan ... Marius ? " Azazel bertanya langsung.

" Kita sedikit terlambat. Saat kami tiba, salah satu Holy Grail telah berada di tangan Marius – "

" tunggu ... salah satu ? Apa maksudnya ? " potong Rias, apa itu berarti Holy Grail berjumlah lebih dari satu. Untuk mendengar bagaimana suatu Longinus biasa berjumlah lebih dari satu ...

" Yap. Holy Grail dalam tubuh Valerie terdiri atas 3 paket yang saling berhubungan. Saat kami tiba, ia hanya memiliki satu Holy Grail dan hampir saja kehilangannya kalau kami tiba lebih lambat. Aku berhasil membantai seluruh peneliti di sana dan merampas Holy Grail dari Marius kembali dan memberikannya pada Asia yang tengah merawat Valerie. Setelah yakin bahwa semuanya selesai, aku segera mengembalikan Holy Grail itu pada Valerie. Ia masih membutuhkan satu lagi untuk hidup "

" dan kemana Holy Grail itu sekarang ? " tanya Issei tak sabaran. Naruto mengabaikan Issei, ia berbisik pelan " Kupikir, Holy Grail ketiga berada di tangan –"

" Kau benar Uzumaki – kun. Benda itu di tanganku "

Kelompok Dulio, Naruto, dan Vali segera berpaling pada suara hanya untuk menemukan Rizevim berdiri di ujung pintu masuk. Vali menggeram ketika melihat sang kakek, bayangan masa lalu kelam dimana ketika kecil ia selalu disiksa oleh ayahnya yang takut atas potensi dalam dirinya dapat menyaingi sang ayah. Dan semua sugesti bodoh itu datang dari sang kakek, Rizevim Livan Lucifer.

" Ah, benar-benar tatapan mata yang bagus darimu cucuku tersayang, Vali – chan " Rizevim berseru pada Vali dengan nada mengolok-olok. Kendati sang cucu semakin tajam menatapnya, Rizevim tetap melanjutkan " Ada apa Vali – chan ? Bukankah sangat rindu dengan kakekmu tersayang ini ehehehe ? "

Melihat posisi siap bertarung dari seluruh orang di hadapannya, Rizevim menjentikkan jarinya dan sekejap seringai terbentuk di wajahnya melihat bagaimana ekspresi dari para lawan di hadapannya berubah 180 derajat. Bagaimana tidak, di belakangnya sekarang telah datang bodyguard terkuatnya, Lilith yang merupakan personifikasi dari Ophis, ouroboros Dragon!

" Ah, ah ... aku sedang tak ingin bertarung di sini. Aku datang dengan tujuan yang baik ehehe "

Azazel mengerutkan keningnya, ia mulai bersikap skeptical atas pernyataan Rizevim " Apa maumu Rizevim ? "

" Kau bertanya di awal bukan tentang tujuanku ? Aku akan memberikanmu jawabannya. Lagipula, kalian juga tak akan mampu menghalangiku ehehe "

Ketegangan di ruangan itu semakin meningkat setelah deklarasi Rizevim tersebut. Semua yang berada di sana tak bisa menahan rasa penasaran mereka akan apa yang diinginkan oleh Rizevim yang kini telah menguasai Khaos Brigade, sebuah organisasi dengan kumpulan anggota berbahaya di seluruh dunia.

" Nah, sebelum itu aku ingin mengembalikan ini." Rizevim membuka telapak tangannya memunculkan bola cahaya yang menampung cawan berwarna keemasan yang merupakan personifikasi dari Holy Grail "Aku sudah puas menggunakannya dan lagipula rekanku yang memaksaku bekerjasama dengannya menawarkan hal yang lebih praktis bagiku "

Azazel dan Dulio menyipitkan mata dan mencatat kalimat terakhir Rizevim sebagai peringatan. Keduanya dalam diam mengamati bagaimana Holy Grail melayang menuju Valerie dan akhirnya memasuki tubuhnya kembali. Efeknya segera terlihat dengan kulit Valerie yang terlihat lebih segar. Namun, King Tepes itu belum sadar. Asia terus berada di sisinya untuk memulihkannya. Selain memiliki kemampuan Twilight Healing, Asia juga berpengalaman dalam kasus penarikan paksa sacred gear.

" Kau bilang tadi rekan, siapa yang kau maksud ... apa itu wakil Ophis ? " Setidaknya itulah yang paling wajar saat ini dalam pikiran Azazel. Kesimpulan ini datang setelah melihat bagaimana keadaan Ophis yang berada di bawah kontrol penuh Rizevim.

" Khaha ... mana mungkin orang mati itu menjadi rekanku " Rizevim menyeringai melihat wajah bingung dari Azazel, Dulio, dan para iblis muda di sana. Vali yang mengetahui sesuatu tentang ini hanya diam, ia telah membuat kesepakatan dengan Naruto dan Hero Faction untuk mengklaim ini sebagai perbuatannya.

" He ... sepertinya kau tidak update informasi Paman Azazel. Wakil Ophis itu telah tiada, ia telah dikalahkan ketika peristiwa perebutan Ophis antara Hero Faction dan kelompok yang dipimpin cucuku di sana! " Rizevim menunjuk Vali dengan seringai kejinya " Well, aku bangga padamu cucuku tersayang, kau akhirnya menunjukkan dirimu berguna tak seperti ayahmu. "

" Aku tak butuh apresiasimu. Terkait dia, dimana dia sekarang ? " balas Vali menghardik. Tentu saja dia yang ia maksud adalah ayahnya, makhluk selain Rizevim yang sangat ingin ia bunuh!

" Ada apa ? Apa kau merindukannya ? Apa kau ingin bertemu dan berpelukan hahaha ... tenang saja, aku sudah membunuhnya tak lama setelah kau dengan pengecutnya melarikan diri cucuku tersayang. " Rizevim tertawa keras membuat para lawannya hanya dapat semakin menahan kegeraman atas iblis ini. Iblis tua bangsat ini dengan bahagiannya menyampaikan bahwa ia membunuh anaknya sendiri ?!

" Kheh baguslah. Aku selalu ingin membunuhnya. Selanjutnya adalah giliranmu! " balas Vali dengan tatapan tajam. Namun ia masih tak bergerak, ia tak ingin bertindak gegabah sekarang hanya karena termakan oleh hasrat untuk membalas dendam. Balas dendamnya akan terpenuhi nanti, dan ia berjanji untuk memberikan yang paling menyakitkan bagi iblis di hadapannya ini!

Azazel yang baru saja menerima informasi mengenai kematian Wakil Ophis segera memberikan tatapan menuntut penjelasan pada Vali yang segera dimengerti oleh Hakuryuukou tersebut. " Well, aku memiliki kesepakatan dengan beberapa pihak. Terlebih, sebenarnya peristiwa perebutan Ophis ini hanyalah strategi dari rekan iblis bangs*t ini yang mempermainkanku dan Hero Faction. " ujar Vali. Ia tidak menjelaskan secara rinci apa yang terjadi, namun itu sudah cukup jelas bagi Azazel.

" Nah kembali pada tujuan awalku. Bersiaplah untuk kagum atas rencana briliantku! " ujar Rizevim membentangkan kedua tangannya. Ia mulai menceritakan tentang bagaimana ia merasakan kebosanan setelah Civil War Makkai selesai, mengeluh atas usia panjang iblis yang membuatnya kehilangan tujuan dan akhirnya sampai pada dimana Euclid datang memberitahunya tentang eksistensi dimensi lain. Dari sana, ia merasa hidup kembali, ia memiliki tujuan kembali dan itu membuatnya sangat kegirangan. Namun, untuk ke dimensi lain itu ia perlu melewati Dimension Gap yang dijaga oleh Great Red. Awalnya ia berencana untuk memanfaatkan perebutan Ophis ini untuk membujuk Hades agar membebaskan Samael sejenak dari Cocytus dan kemudian merampasnya dari Hero Faction untuk digunakan melawan naga merah raksasa tersebut. Namun, hasil perebutan itu tidak berbeda dengan apa yang ia inginkan, Samael menghilang entah kemana. Maka dari itu, ia menemukan solusi lain ...

" Akhirnya aku terpikirkan bagaimana jika aku mengadu Great Red sang ayat pengkiamat dengan ayat pengkiamat lainnya "

" Ayat pengkiamat lainnya ? " beo Azazel, matanya melebar ketika menyadari apa yang dimaksud " Rizevim ! Jangan bilang kau ingin melepaskan – "

" Yap, seratus untukmu paman Azazel. Aku berencana untuk melepaskan Trihexa (666), ayat pengkiamat lainnya yang pasti mampu menghadapi Great Red, terlebih dengan Lilith-chan ini dan sekumpulan Naga Jahat lainnya, aku yakin kami dapat melewati Dimension Gap dan akhirnya membawa peperangan ke dimensi lain dengan Trihexa dan para naga jahat sebagai tentaraku. Terdengar bagus bukan ? hahahahaha "

" Kau gila ! Melepaskan Trihexa sama saja artinya menghancurkan dunia ini! " bentak Azazel tak habis pikir.

" Lalu ? Aku tak peduli dengan dunia membosankan ini! Aku akan membiarkan dunia ini hancur dan kemudian bertualang ke dimensi lain menghancurkan dimensi itu dan kemudian ke dimensi lainnya HAHAHAHAHA "

" Kau tak akan bisa menjalankan rencanamu itu jika kami membunuhmu sekarang! " bentak Xenovia. Sebagai orang yang paling tak bisa menahan emosi, Xenovia segera mengirimkan energi tebasan suci dari Durandalnya. Lilith segera berdiri di depan Rizevim, tangan mungilnya menepis energi tebasan memecahnya dan mengirimkan kembali pada Xenovia yang segera menghindar. Rias segera berdiri di hadapan Xenovia, ia harus memperingatkan Xenovia akan hal ini ke depannya.

Baru saja issei yang juga telah terpancing emosi hendak menyerang Rizevim pula, Naruto segera muncul di hadapannya, berdiri paling depan. " Jangan bertindak bodoh Sekiryuutei. Kau yang sekarang bukan tandingannya. Rizevim Livan Lucifer merupakan iblis yang setara dengan Sirzech – sama dan Ajuka – sama. Mereka merupakan Super Devil. Terlebih, Rizevim merupakan mimpi buruk bagi para pengguna sacred gear dengan kemampuan Sacred Gear Canceller nya. Kemampuan yang mampu menghilangkan seluruh pengaruh sacred gear. Hal itulah yang membuatku dan Sasuke terperangkap di sini sebulan lebih "

" khehe hal itulah yang membuat Sirzech – kun menyusun anggota peerage tanpa pengguna sacred gear "

RAUUUUUUUUUUUU

Raungan keras dari belakang kelompok Dulio membuat Rizevim menyeringai keji " Ah, itu tandaku untuk pergi. Lagipula aku sudah puas melihat bagaimana vampire-vampire bodoh itu kini telah berubah menjadi naga buas tanpa akal yang akan menghancurkan daerah mereka sendiri. Kuserahkan mereka pada kalian, Ciao " Dalam satu jentikan jari, Rizevim dan Lilith menghilang dalam lingkaran sihir Lucifer.

Rugal, Bennia, Akeno, dan Xenovia baru saja tiba di lantai terakhir basement tersebut ketika makhluk hitam serupa naga dengan ukuran yang jauh lebih besar dari yang mereka lihat pada lantai di atas dan lagi mereka memiliki 5 kepala!

" Kita terlambat! " sahut Akeno.

" Naruto, penjelasan! " tuntut Azazel. Naruto mengangguk, ia telah selesai melakukan ritual untuk mengembalikan Holy Grail ketiga ke dalam tubuh Valerie. Setelah memasang barrier untuk melindungi Asia dan Valerie, Lord Uzumaki itu memandang tajam pada makhluk hitam tersebut " Itu adalah kumpulan dari jiwa para vampire bangsawan High yang penuh akan keserakahan. Berterimakasihlah pada Marius karena memainkan Holy Grail tanpa pikir panjang membuat jiwa mereka terkutuk untuk terus menghancurkan! "

" Tch, semuanya serang dengan kekuatan terkuat kalian masing – masing ! " Rias berteriak mengintruksikan para anggota peeragenya.

" Tunggu Buchou – " Akeno dan Xenovia yang hendak memperingatkan Rias telah didahului oleh Issei yang membentuk sepasang meriam dari pundaknya.

Crimson Longinus Blaster!

Energi naga mematikan yang pastinya dapat menghancurkan suatu pulau dalam sekali tembak menyembur langsung pada makhluk tersebut. Tak ada gerakan untuk menghindar atau berlindung, makhluk itu terkena langsung serangan dahsyat sang Sekiryuutei!

DUARRRRR

Ledakan raksasa yang menelan setengah badan makhluk hitam tersebut sempat membuat Rias dan para anggota peeragenya, selain Xenovia, Akeno, dan Asia, menghela nafas lega. Namun, kemudian Azazel segera menyadari sesuatu " Jangan senang dulu, perhatikan lagi! "

Atas teriakan peringatan Azazel semua mata kembali terfokus pada makhluk tersebut dan mata mereka melebar melihat bagaimana tubuh bagian bawah yang tersisa dari makhluk tersebut bergejolak, memecah menjadi ribuan atau bahkan jutaan gelembung hitam yang terus membelah diri dan akhirnya kembali menyusun ulang tubuh menjadi naga raksasa dengan 9 kepala dan bahkan perawakannya jauh lebih mengerikan dari sebelumnya. Teriakan dapat terdengar dari atas sana, karena sang makhluk itu telah bertambah tinggi, hingga keberadaaannya dapat diketahui oleh para vampire di luar sana, terlebih kastil Tepes telah hancur lebur akibat makhluk serupa yang masih dihadapi Sasuke dan Megumi.

" Kami tidak mengetahui bagaimana pastinya, namun gelembung-gelembung hitam itu juga datang dari para Vampire yang telah kami kalahkan. Mereka dapat membelah diri dan memulihkan diri dengan cepat. Makhluk yang sama sekarang tengah Uchiha – san dan Megumi – chan hadapi agar kami dapat memperingatkan kalian! " Akeno mencoba menjelaskan dari apa yang telah mereka lihat sebelumnya.

" Jiwa serakah para vampire yang telah terkutuk oleh Holy Grail membuat mereka terus terlahir. Itu sebagai hukuman bagi mereka, mereka akan terus kembali untuk dihancurkan. Namun, jika kita tidak bertindak cepat, kita bisa terbunuh. Kupikir, aku bisa menahan mereka dengan menyegelnya dalam ruangan tadi. "

Vali mengangguk mengerti, ia mulai mengerti dengan gawatnya situasi mereka saat ini. Mereka kelelahan setelah menghadapi para naga jahat dan vampire yang diperkuat Holy Grail, untuk berhadapan lagi dengan makhluk yang bahkan terus beregenerasi akan sedikit sulit " Ini cukup sulit, terlebih pilihan untuk menyegel mereka juga tidak bisa dilakukan ya ... "

" Ma ma Va – kun, ini tidak terdengar seperti dirimu yang biasanya " Vali segera melompat ke belakang Naruto begitu menyadari Reni berada di dekatnya. Salah satu Contracted Magician Naruto itu merupakan perempuan yang merepotkan baginya, ia senang menggoda Vali dan seringkali memperlakukan Vali sebagai anak kecil. Bagi Vali, Reni sudah seperti kakak yang senang menggoda adiknya dan tanpa ia sadari ia sering menganggap Naruto sebagai kakak yang paling dapat diandalkan terlebih untuk berlindung dari Reni.

" Tenang Vali. Namun, kupikir Reni ada benarnya "

" Oh diamlah! " bentak Vali atas Naruto yang juga mulai mengejeknya.

Reni ingin menambahkan namun raungan keras dari makhluk tersebut menyadarkan akan situasi mereka. Penyihir muda berbakat tersebut mengamati sekelilingnya dan menyadari bagaimana situasi pelik di antara mereka. Dulio, sang pemimpin kelompok, sudah cukup kelelahan setelah menghadapi Crom Cruach dan ikut membantu melawan Azi Dahaka, sejak kedatangan ke Rumania pula sang pemimpin kelompok itu melewatkan waktu tidurnya untuk berunding ataupun mengamati sekitar, kendati masih mungkin untuk bertarung, namun melihat bagaimana kekacauan yang terjadi, akan lebih baik bagi Dulio untuk beristirahat men-charge kembali energinya untuk potensi ancaman nantinya, kemudian dua Heavenly Dragon juga tidak jauh berbeda dengan Dulio, mereka telah benar-benar kelelahan setelah harus berduel dengan Crom Cruach dengan Juggernaut Drive yang masih belum sempurna, Azazel memiliki kondisi yang serupa dengan Dulio, Rias dan anggotanya tidak terlalu kuat untuk menghadapi monster tersebut, Alivian mendampingi Alexia yang kelelahan setelah mencoba menjinakkan naga jahat setingkat Grendel, dan terakhir Naruto, satu bulan terkurung di Rumania tanpa nutrisi yang jelas, dan menggunakan banyak energi untuk menginfiltrasi dan memikirkan strategi di kastil Tepes dan bahkan harus berhadapan dengan Marius dan Azi Dahaka, ia terkejut pujaan hatinya itu masih dapat berdiri.

Dengan semua pertimbangan tersebut, Reni maju ke depan. Tubuhnya bersinar kebiruan memancarkan aura dingin luar biasa, area sekelilingnya segera membentuk kerak es.

" Absolute Demise Balance Break "

Kelompok Dulio melebarkan mata mereka ketika melihat sebuah patung es raksasa bermodelkan seorang putri anggun dengan tombak di tangannya seketika terbentuk dengan Reni berada di dalam kepalanya. Belum selesai sampai di sana, lima lingkaran sihir kecil yang senantiasa bersama Reni bersinar terang dan bersatu dengan patung es raksasa tersebut, energi yang dipancarkannya cukup untuk mendorong mundur sang naga raksasa dan ketika sinar itu padam, para penonton hanya dapat tercengang dan berdecak kagum atas apa yang mereka lihat sekarang.

Patung es raksasa itu kini terlihat jauh lebih kuat, gaunnya yang semula hanya berwarna biru muda dari es mulai membentuk corak-corak berlambangkan sihir yang Reni kuasai, pada bagian lehernya terbentuk kerah yang memanjang hingga ke bagian belakang kepalanya, bagian ujung dari kerah itu terbelah menjadi lima pendulum yang masing-masing bertahtakan sebuah permata berwarna merah (api), biru (air), kuning (tanah), hijau (angin), dan ungu (petir). Tombak es menghilang digantikan oleh sepasang pedang saber berwarna biru yang dipadu merah pada bagian badang pedangnya.

" An Incarnation of Fury Queen! "

" Aku tidak pernah mendengar bahwa Reni telah mencapai balance breaknya. Ini luar biasa! " sahut Azazel penuh kekaguman. Salah satu Longinus yang masih sangat minim datanya bagi Azazel adalah Absolute Demise yang tergolong dalam Low Tier Longinus, namun melihat bagaimana Reni menggabungkan kemampuan Magician nya untuk membentuk suatu eksistensi yang mengeluarkan aura sekuat ini, ia benar-benar yakin bahwa kegilaan benar-benar terjadi di era saat ini.

" Sebulan yang lalu aku masih mendengar Reni – san mencoba untuk menyempurnakannya. Mah, aku tidak terlalu heran, Reni-san adalah sang Prodigy. Namun, pencapaian ini sangat mengerikan ! " ujar Naruto ikut menyatakan kekagumannya.

" Sekarang, kita hanya perlu melihat apakah aura yang dikeluarkannya sebanding dengan kekuatan yang dimiliki " Dulio berkomentar pendek sambil menahan kekagumannya.

Reni yang sedikit mendengar komentar Dulio mengeluarkan seringai kecil. Ia telah menunggu kesempatan seperti ini untuk menunjukkan hasil latihan Longinusnya. Rencananya, ia ingin mencobanya pada Naruto, selain ia yakin Naruto satu-satunya yang dapat menghadapi dirinya yang sekarang, ia juga memperoleh waktu berkualitas bersama Naruto yang sangat sibuk!

Makhluk hitam serupa naga itu melontarkan bola api raksasa pada Reni. Tanpa adanya gerakan, perisai tak kasat mata menahan serangan tersebut, begitu serangan tersebut berakhir, pedang saber raksasa Reni menyabet cepat memutus lengan sang naga, seperti sebelumnya, tangan itu segera tumbuh kembali dan bahkan lebih kuat! Namun, Reni tak gentar, pedang saber yang satu segera menusuk cepat dada sang naga menghasilkan jeritan keras dari musuhnya tersebut.

Seketika, tubuh naga raksasa itu melebur menjadi jutaan gelembung kembali. Reni tak membiarkannya begitu saja, kelima kerahnya bersinar terang menembakkan laser sesuai dengan warna permata masing-masing pada gelembung-gelembung yang hendak membentuk koloni

DUARRRRRRRRRRr

" I- ini di luar ekspektasiku ... " decak Rias menahan kekagumannya. Di belakangnya, para anggotanya memiliki respon yang sama, takjub akan kemampuan yang dipamerkan oleh Reni.

" Kheh, aku harus merekam ini untuk Seekvaira. Ia akan kegirangan menonton pertarungan Mecha asli " Naruto mengeluarkan smartphone nya merekam pertarungan di hadapannya mengabaikan segala pandangan sweatdrop yang mengarah padanya.

" ugh ... " Begitu suara desahan perih pelan itu terdengar, Naruto segera berbalik menemukan Valerie yang mulai menggeliat, tampaknya King Tepes itu akan segera bangun.

Kembali pada Reni, prodigy magician dari Grauzauberer itu menghela nafas panjang. Ia mulai mengatur nafasnya, ia belum boleh kelelahan di awal pertarungan seperti ini. Ia tak perlu terkejut untuk menemukan bahwa gelembung-gelembung hitam yang terkena ledakannya tadi kembali bergabung membentuk 5 ekor naga yang berbeda.

'Oh bagus, sekarang mereka memecah tubuhnya ! ' batin Reni berteriak sarkatis.

Kedua pedang saber Reni menghilang digantikan oleh sebilah tombak panjang berwarna keunguan. Pada mata tombaknya terlihat pendar petir yang mengerikan. Patung es raksasa itu mulai melayang, ia mulai memutar-mutarkan tombak di tangannya, dan tanpa aba-aba yang pasti, patung itu melesat pada naga yang pertama

STAB

RAUUUUUUUUUU

Tak hanya menusuk, tombak itu juga ikut menyentrum sang naga, setelah terkena serangan langsung tersebut naga itu segera melebur menjadi gelembung-gelembung hitam. Keempat naga lainnya segera menyerang, gerakan mereka tidak terkendali, terkadang mereka saling bertabrakan satu sama lain, terlihat jelas bahwa makhluk itu sudah tak memiliki lagi akal, mereka hanya bergerak atas nafsu keserakahan dan insting!

Reni mengangkat tangannya, gerakannya ini diikuti oleh sang patung raksasa, dan dalam satu hentakan cepat penyihir muda itu membuat sang patung menghentakkan tombaknya ke tanah menghantarkan akar-akar pohon besar yang segera menangkap keempat naga tersebut dan menjebaknya ke tanah.

Jebakan itu tak bertahan lama, dengan segera keempatnya melebur kembali menjadi gelembung-gelembung. Naga pertama yang Reni kalahkan terbentuk terlebih dahulu, namun belum sempat bertransformasi sempurna, Reni segera menebaskan tombaknya, kali ini ia melapisi mata tombaknya dengan elemen api yang membakar habis gelembung-gelembung tersebut. Usaha Reni terbukti sia-sia ketika dari ketiadaan, gelembung-gelembung itu kembali muncul. Reni menahan hasratnya untuk tidak mengeluh dan segera melayang lebih tinggi mengambil jarak dari para makhluk hitam serupa naga itu yang kali ini membentuk dua koloni naga berukurannya cukup membuat Menara Eiffel kecil.

Mata merah patung es Reni menyala terang dan dengan cepat menembakkan kedua naga tersebut

DUARRRRRRRRRRRRRRR

Ledakan besar kembali menelan kedua naga tersebut.

Reni menghela nafas panjang sekali lagi. Ia terus mengeluarkan teknik-teknik destruktif berskala besar. Ia harus memikirkan cara yang efektif untuk menahan monster tersebut.

Penyihir muda itu segera menghentikan jalan pikirannya ketika mendengar raungan keras, dan instingnya berteriak keras, benar saja seekor naga hitam raksasa telah melesat cepat ke hadapannya. Reni menggunakan tombaknya lagi, namun kali ini naga tersebut segera menghindar dan menangkap tombak tersebut. Dalam satu tarikan kuat, tombak itu berada di tangan sang naga.

Reni hampir terjungkal karena adegan tarik menarik tombak tadi. Celah sekecil itu dimanfaatkan sang naga dengan raungan keras, naga itu melemparkan tombak tersebut pada Reni. Reni segera menangkapnya, namun itu hanyalah pengalih perhatian, naga itu entah sejak kapan telah membagi dua tubuhnya, dan keduanya sekarang mengepung Reni dari depan dan belakang.

Dalam aba-aba yang tak pasti, keduanya serentak menghembuskan lava pada Reni. Sekali lagi Reni menahan serangan tersebut dengan pelindung transparan di sekitar tubuh patungnya. Naga itu kembali memecah diri mereka, total sekarang menjadi 6. 4 naga mengepung Reni dari kanan, kiri, atas, dan bawah. Keempatnya menembakkan bola lava yang segera di tahan oleh pelindung transparan Reni.

" Khh... " Reni menggertak giginya, merasakan kelelahan yang luar biasa untuk menahan bombardir serangan itu. Tak berselang lama, pelindung transparan di atasnya memecah bersamaan dengan menghilangnya bola lava tersebut. Salah satu naga dengan cepat melesat masuk pada celah ini, kepalan tangannya yang mengkilat segera menghantam tubuh sang patung es jelmaan Balance Break dari Absolute Demise. Akibat pukulan telak tersebut, pelindung-pelindung transparan lain musnah, melancarkan serangan-serangan dari naga lainnya untuk menghantam Reni secara langsung

DUARRRR

Reni jatuh dengan cepat ke tanah.

" Reni – san! " teriak para penonton mulai mengkhawatirkan keadaan penyihir muda tersebut. Azazel menggertak giginya, ia tak meragukan kemampuan Reni, namun melihat bagaimana kemampuan sang naga untuk terus hidup kembali, sekuat apapun orang yang menghadapinya pastii akan kelelahan pula. Mereka harus segera mencari solusi untuk menghentikan kegilaan ini.

Reni mengerang pelan atas rasa perih yang ia rasakan langsung dari efek Balance Break : Absolute Demise nya. Tak perlu waktu lama hingga, Reni mulai melayang kembali dan segera berdiri tegak, kelima permata dari kerahnya kembali bersinar menembakkan laser pada keenam naga yang hendak melesat lagi padanya. Laser itu terus mengejar para targetnya, tak berhenti hingga benar-benar melukai target tersebut. Memanfaatkan celah sesaat tersebut, Reni mengetuk tanah dengan tombaknya memicu sebuah pohon raksasa terbentuk di belakangnya, dengan cepat setetes air mengalir dari daun yang paling ujung dan menetes pada kening sang patung membuatnya bersinar terang. Reni tersenyum lega, ia dapat merecharge kembali energinya dengan teknik ini.

Reni tak dapat beristirahat lebih lama, ketika selesai mendengar lima ledakan dari lasernya, ia segera mendengar raungan dari para makhluk tersebut. Bagaimana mungkin makhluk-makhluk itu dapat terus hidup ?!

" Oh ini mulai tidak baik " gumam Reni ketika melihat di hadapannya sepuluh ekor wyvern melayang dengan sebuah permata yang berbeda pada dahi masing-masing.

" Mereka mengubah bentuk menjadi Wyvern untuk menambah kecepatan dan membuat bingung Reni ! " Dulio berteriak waspada, ia sudah hendak memutuskan untuk bergabung membantu Reni ketika Arthur, Bikou, Kuroka, dan Le Fay mendatangi mereka. Azazel dan kelompok Dulio tak dapat menahan kekhawatiran mereka ketika melihat Kuroka dan Le Fay dengan sihir mereka membawa Sasuke dan Megumi yang tak sadarkan diri. Tubuh keduanya dipenuhi oleh luka dan terlihat jelas kelelahan pada keduanya. Sementara itu, Arthur dan Bikou yang berada sedikit di belakang mereka membentuk sihir penghalang terhadap makhluk hitam serupa naga lainnya.

" Maaf harus membawa makhluk itu kemari pula. " Arthur memperbaiki posisi kacamatanya. Wajahnya datar, namun tarikan nafasnya sudah cukup menunjukkan kelelahan yang ia alami.

" Kalian kemari juga ya ? " Vali bersedekap dada pada anggotanya.

" Yap, Sasuke sialan dan kouhainya ini datang membawa makhluk merepotkan ini " Bikou menunjuk dengan jempolnya pada naga yang melontarkan bola api kepadanya, dengan satu ayunan pelan dari tongkat emasnya, bola api itu kembali pada sang naga " Secara tak langsung membantu kami melawan para penyihir bangsat tersebut "

Vali mengangguk. Tujuan awal kedatangan kelompok mereka kemari memang ada sangkut pautnya dengan Rizevim yang rumornya berada di Rumania. Namun, ketika baru hendak memasuki wilayah Tepes, kelompok mereka segera dihadang oleh para Magician yang beralifiasi di bawah naungan Khaos Brigade. Tak perlu bukti lebih lanjut lagi, dari sana saja sudah menunjukkan Tepes terlibat dengan Khaos Brigade.

Vali melihat pada Sasuke dan Megumi yang telah Le Fay baringkan pada tanah. Gadis muda itu segera melaksanakan ritual pemulihan kendati kelelahan yang ia alami. " Jarang sekali melihat Sasuke seperti ini. Kupikir kita harus segera bertindak pula " Kata-kata ini ditujukan pada kelompok Dulio dan Azazel yang segera mengangguk. Dulio segera berhadapan dengan kelompok yang ia pimpin

" Baiklah, Vali, kelompok Rias-dono beserta peerage dari Sona-dono segera menghadapi makhluk hitam yang baru datang ini. Sisanya ikut bersamaku membantu Reni. " Tidak ada bantahan atas intruksi cepat Dulio, bahkan Azazel berpikir keputusan Dulio sudah tepat. Dulio berpaling pada Naruto memberikan cengiran mengejek

" Naruto kau tetap di sini untuk melindungi yang lainnya bersama Arthur dan Bikou "

Naruto memutar bola matanya bosan " Yah, untuk kali ini aku akan dengarkan kata-katamu. Terlebih ... " Naruto melirik pada Asia dan Valerie, ia mulai merasakan energi Valerie memulih dan tak butuh waktu lama baginya untuk menyadari mata Valerie bergeliat tak nyaman di balik kelopaknya. " Ketika Valerie terbangun, hanya aku yang dapat membantunya untuk segera membatalkan pengaruh Holy Grail ini. "

Rias ikut menyampaikan pendapatnya, ia menatap pada Koneko " Koneko, kau tetap berada di sini. Akeno tadi telah mengatakan bahwa batas waktu shirone mode telah berakhir. Dan lagi, monster ini tidak bisa dihancurkan dengan kekuatan fisik brutal saja. " Koneko mengangguk, mengerti akan keputusan Rias.

Dulio mengangguk dan serentak mereka segera terbagi untuk menghadapi makhluk-makhluk hitam tersebut.

Dari kejauhan para vampire Carmillia yang dipimpin oleh Elmenhilde bergerak untuk mengevakuasi para vampire biasa yang berada di lokasi. Misi utama mereka untuk menangkap para vampire yang terlibat dengan konspirasi Marius sudah berhasil. Para tawanan itu kini telah diamankan dan diikat dengan segel khusus. Mereka tinggal menunggu Queen Carmillia untuk segera membebaskan Lord Tepes dan pihak Aliansi 3 Fraksi untuk menghentikan kekacauan di komplek Kastil Tepes.

" Naruto – san ... " Elmenhilde menggumamkan nama itu kala kekhawatirannya semakin meningkat melihat dua makhluk hitam raksasa serupa naga berada di komplek kastil Tepes.

" Elmenhilde – sama, para warga telah dievakuasi " Salah satu Vampire penjaga berlutut di hadapannya melaporkan situasi.

" Bagus, segera kerahkan beberapa penjaga untuk melindungi para Vampire di pusat evakuasi. 5 penjaga untuk membawa para tawanan ke penjara Carmillia, dan sisanya ikut aku " Elmenhilde menarik nafasnya " Kita akan mencoba untuk membantu menghentikan kekacauan di komplek Kastil Tepes ! "

Reni meneguk ludahnya tertahan ketika melihat 5 wyvern yang telah ia hancurkan telah membelah diri kembali menjadi 10. Jumlah wyvern yang ia hadapi sekarang totalnya 15 ekor! Penyihir muda itu seketika tersentak begitu sekelabat pikiran memasuki otaknya.

" Aku merasa bodoh kenapa tidak menggunakan ini sedari tadi ! "

Tubuh besar patung es nya itu kembali melayang di dalam lingkaran yang dibuat oleh Wyvern yang mengitarinya. Kerah bermahkotakan permata biru yang terletak di tengah leher patung tersebut bersinar terang dan dengan segera laser biru melesat menabrak kelima belas wyvern tersebut, membekukan mereka seketika.

" Kheh, kenapa tidak membekukan mereka saja. Dengan ini mereka tak – "

Prang Prang Prang

Reni menahan hasratnya untuk tak mengumpat ketika melihat secara berurutan wyvern tersebut menghancurkan es yang membelenggu mereka. Baru saja Reni hendak bergerak menyerang kembali, namun sebuah hembusan angin kecil yang segera berubah menjadi tornado medium menghentikannya.

" Waktunya pergantian pemain ! " ujar Dulio dengan cengirannya. Dengan kontrol batinnya, Exorcist terkuat itu mengarahkan tornadonya pada kelima belas wyvern tersebut dengan berhati-hati agar tak mengenai Reni.

Seperti awal, makhluk-makhluk hitam itu kembali merombak diri tak peduli seberapa kali dihancurkan. Alexia dan Alivian yang melihatnya menggertakkan gigi mereka, sebagai Pillar Iblis yang memiliki hubungan baik dengan naga dan juga sebagai naga itu sendiri, mereka tak dapat tinggal diam. Perasaan ini serupa yang dirasakan oleh Megumi!

" Ayo kita hancurkan peniru itu, Alexia ! " Alivian menyerbu cepat pada sebagian makhluk hitam yang membentuk rupa seekor naga kembali. Alexia yang berada di belakangnya menembakkan serangan terlebih dahulu dengan mensummon ular-ular naga! Para ular itu bergerak meliuk di udara dan dengan cekatan segera mencekal persendian dari seluruh makhluk tersebut.

Alivian tak menyia-nyiakan peluang yang diberikan Alexia, kedua tangannya berpendar hijau dan dalam sekejap energi angin dalam bentuk cakram yang berputar ganas terbentuk

Wind Cutter

SRAT

SRAT

Jika targetnya makhluk hidup sudah pasti targetnya itu akan terpotong-potong namun makhluk itu kembali melebur menjadi gelembung-gelembung hitam sebelum akhirnya merekonstruksikan diri kembali menjadi naga.

Melihat para anak muda itu unjuk kekuatan, Azazel tak ingin kalah, ia menjentikkan jarinya, dan sekejap seribu ... tidak sejuta pedang cahaya mengudara. Tanpa perintah verbal, pedang-pedang cahaya itu meliuk cepat menusuk setiap titik vital dari makhluk hitam tersebut. Namun masalah yang sama ia hadapi seperti yang lain yakni lawan mereka terus hidup kembali!

Sementara itu di sisi Vali, kelompok Rias, Rugal, dan Bennia terlihat mereka terus mendominasi dengan terus melancarkan serangan sebelum makhluk itu dapat merekonstruksikan dirinya. Kebanyakan Issei dan Vali yang menembakkan Dragon Shot.

Kali ini dengan instingnya, gelembung-gelembung hitam itu menyebar, merekonstruksikan sebuah gelombang yang memukul mundur kelompok Rias. Gelembung-gelembung itu dengan cepat membagi koloni dan membelah diri hingga akhirnya tiga naga hitam besar terbentuk. Vali menyeringai kecil dan dengan kecepatan tinggi yang menyisakan siluet silver melesat pada salah satu naga.

" Kupikir itu artinya, Vali akan menganggap naga itu sebagai bagiannya " ujar Issei, ia kemudian menunjuk pada salah satu naga " Aku akan mengurus yang satu itu. Buchou dan yang lainnya dapat mengurus sisanya "

" Kau yakin Issei – kun ? Mereka bukan lawan yang dapat dianggap remeh! " Yuuto memperingatkan.

" ara ara aku mengerti kau ingin membuat kami takjub Ise ufufu " Akeno masih sempat menggoda dalam kondisi begini.

Xenovia tak berkomentar apa-apa, ia semakin mengeratkan genggaman pada Durandalnya dan terakhir Rias menghela nafas " Lakukanlah Ise. Kami percayakan naga itu padamu " Rias berpaling pada Rugal dan Bennia " Untuk sekarang, kuharap kalian dapat bekerjasama dengan kami "

Rugal dan Bennia mengangguk " tentu saja Rias – sama ".

Rias tersenyum kecil atas respon budak sahabatnya. " Baiklah, Xenovia dan Yuuto manfaatkan keunggulan kalian dalam kecepatan, aku ingin kalian membuat sebanyak apapun luka yang bisa kalian buat pada makhluk tersebut. Rugal dan Bennia cobalah untuk berdampingan dengan Xenovia dan Yuuto untuk mendukung mereka. Dan Akeno kau bantu aku, kita akan menggunakan energi penghancur setiap kali makhluk itu hendak merekontruksi diri kembali "

" Ha'i buchou / Rias-sama"

Arthur dan Bikou tak tinggal diam, mereka harus terus berwaspada atas serangan – serangan nyasar yang menuju arah mereka. Koneko memilih untuk mendampingi Asia yang masih berkutat untuk memulihkan Valerie.

" Enggh " Suara erangan itu menarik perhatian Naruto yang segera berlutut di samping Valerie yang mulai membuka matanya. Asia yang melihat Valerie telah sadar segera menghentikan Twilight Healing nya, senyuman lega segera terbentuk ketika melihat sang King Tepes mulai berusaha untuk duduk yang segera dibantu Naruto.

" Thanks Asia. Kemampuan dan dedikasimu begitu luar biasa " ujar Naruto memberikan jempol pada Asia yang hanya mengangguk dengan wajah bersemu. Naruto berpaling pada Valerie yang mulai mencoba untuk mencerna situasi, gadis malang itu memperhatikan sekeliling dengan ekspresi tak terbaca dan ketika pandangannya jatuh pada Naruto, sedikit decakan terkejut terbentuk sebelum akhirnya senyum simpul mengukir wajahnya.

" Lama tak berjumpa, Naru "

" Ha ... lama tak berjumpa Valerie. " Naruto balas tersenyum, namun dengan suara ledakan yang menggema di sekitar mereka, ekspresi Naruto segera menegas " Aku akan senang jika kita dapat melanjutkan reuni kita nanti. Dengar, Marius telah menyalahgunakan kemampuan Holy Grail mu hingga membuat kekacauan seperti sekarang. Apa kau bisa mengembalikan pengaruh dari Holy Grail ini ? "

Ekspresi Valerie menunjukkan keterkejutan dan kekhawatiran yang luar biasa. Ia memperhatikan sekitarnya, menyadari bagaimana komplek Kastil Tepes yang telah menjadi medan pertempuran. Ia mendongak ke atas menemukan wajah-wajah asing yang sedang berhadapan dengan makhluk yang entah mengapa Valerie sangat familiar.

" I – itu ... aku tak mengerti. Aku tak dapat mela-"

" Kau bisa Valerie. Kami kemari untuk menyelamatkanmu, aku, Gasper, dan semua di sini bahkan para Vampire Carmillia " ujar Naruto menunjuk pada wajah-wajah asing bagi Valerie, namun gadis itu dapat melihat bagaimana mereka bertempur habis-habissan di sana. Pandangannya bertemu dengan Asia dan Koneko yang hanya memberikannya senyuman kecil lalu kembali pada Naruto.

" Aku ... benakku mengatakan sesuatu " Valerie termenung, ia terlihat begitu berkonsentrasi, dan Naruto menunggu dengan sabar. " Sepertinya aku mengetahuinya. Namun, aku butuh katalisator " Valerie sedikit bersemu dan salah tingkah ketika mengatakan kalimat tersebut.

" Katakan apa yang kau butuhkan ! " ujar Naruto tak sabaran membuat Valerie semakin terlihat tidak nyaman, rona merah di wajahnya semakin meningkat.

" i – itu ... dara-h naru " ujar Valerie terbata-bata, sedikit tidak jelas bagi Naruto. Namun tidak bagi mereka yang berada di sekitarnya. Asia dan bahkan Le Fay yang tengah memulihkan Sasuke dan Megumi segera menatap tajam Valerie atas permintaannya.

" Ha? "

" Ya- yap. Benakku mengatakan aku membutuhkan darahmu Naruto – san untuk melakukan pengaturan ulang. " Kendati masih bersemu, Valerie berhasil menjelaskan singkat. Naruto mengangguk sebentar dan segera mendekat, ia meraih kunainya untuk memberikan darahnya pada Valerie. Namun, Valerie segera menghentikannya.

" Aku memiliki caraku sendiri, Naruto – san "

Naruto segera menegang ketika Valerie mendadak meletakkan kepalanya pada pundak Naruto. Tubuh lord Uzumaki itu segera merinding kala merasakan lidah Valerie mulai menjilat lehernya ...

" Va- valerie ... "

" Maaf, jika ini sedikit sakit Naru " Selepas mengucapkan itu, tanpa aba-aba, Valerie segera menancapkan taringnya yang telah memanjang pada leher Naruto. Koneko, Asia dan Le Fay bersemu merah melihat pemandangan ini, merasa malu karena melihat perbuatan yang cukup intim (bagi Koneko) ataupun merasa gusar karena melihat apa yang Valerie lakukan pada Naruto (Asia dan Le Fay)

Valerie memejamkan matanya, jujur saja ia mulai menikmati setiap detik ketika ia menghisap darah Naruto. Rasanya begitu menggiurkan dan menagih, ia hampir saja melupakan tujuan utamanya melakukan ini kalau saja benaknya tidak memberikan peringatan. Sedikit enggan, Valerie mulai melepaskan taringnya dari leher Naruto dan menjauh.

Jika saja wajahnya tidak menunduk, ia akan melihat wajah Naruto yang bersemu merah.

" Aku merasa penuh dengan kekuatan!"sahut Valerie. Tubuhnya bersinar terang dan tak butuh waktu lama hingga akhirnya pilar cahaya putih keluar dari tubuhnya.

Naruto dan yang lainnya melihat hal tersebut dengan mata melebar.

Para makhluk hitam tersebut tidak melanjutkan pertarungan dan berangsur-angsur bergerak memasuki pilar cahaya dari tubuh Valerie. Pilar cahaya itu semakin meredup dan akhirnya benar-benar menghilang setelah selesai menyedot seluruh gelembung berwarna kehitaman tersebut.

Reni menghembuskan lega seraya menghilangkan bentuk terkuatnya saat ini. Ia mulai melayang pelan agar tak jatuh membentur tanah.

Azazel menghela nafas panjang.

" Dengan ini aku berharap kekacauan di Rumania benar-benar selesai "

TBC

Hai hai, aku kembali! Sebenarnya, aku masih ingin melanjutkan chapter ini hingga ke bagian pembentukan Tim DxD, namun takutnya malah kepanjangan. Jadi sementara, stop sampai di sini dulu. Chapter Depan akan membahas singkat nasib Valerie dan Vampire, pembentukan DxD, dan hiburan sejenak sebelum Arc Rating Game dimulai.

So Stay Tune

Chapter 29 : Dulio Gesualdo, My Strongest Rival Part 1 (Second Fight and Rise of DxD)