Longinus 14Th ( Declare of The War )
Naruto Masashi Kishimoto
High School DxD Ichie Ishibumi
Warning : AU, OOC, OC, TYPO, Semi Canon, dan Lain – lain
DemiDevilNaru, SmartNaru
Rangkuman Cerita
Chapter 30 : Agares vs Gremory (Revenge Begins !)
Semifinal Youth Rating Game mempertemukan Gremory dan Agrares. Pada rating game ini, Naruto kembali menunjukkan dominansinya sebagai iblis muda terkuat dengan membabat habis seluruh anggota Gremory selain Issei, Asia, dan Rias dalam waktu kurang dari lima menit. Untuk menunjukkan perbedaan kekuatannya, Naruto mempersilakan Issei untuk memasuki area musuh di mana timm Agares sama sekali tidak terintimidasi atas kedatangannya. Di tempat tersebut Issei dipersilakan melakukan Promotion dan menggunakan Cardinal Balance Breaker : Mode Queennya untuk bertarung dengan Naruto. Dengan di bantu Rias, Issei sementara berhasil memojokkan Naruto. Namun setelah Naruto menggunakan mode kombinasi Declare of War, Senjutsu, Canys Lykaon, dan Regulus Nemea; Issei tak dapat berkutik dan dihajar habis-habisan berikut Rias yang membuat Tim Agares menang sempurna.
Di semifinal lain, antara Bael dan Sitri … kemenangan serupa didapat oleh Bael dengan Sairaorg menggunakan taktik serangan frontal. Tim Sitri sama sekali tak memiliki kesempatan untuk melawan balik.
Malam sebelum final Youth Rating Game yang mana akan menentukan tim mana yang berhak untuk mengikuti Rating Game professional, Creusery Asmodeus mulai menjalankan rencananya dengan menyuntikkan serum pada Leonardo sang pengguna Longinus Annihilation Maker untuk membuat keributan setelah final Youth Rating Game berakhir.
Di pertandingan final, Ajuka mengajukan format yang berbeda untuk Rating Game dengan melakukan 3 duel di antara Agares dan Bael. Duel pertama dimenangkan oleh tim Bael sementara duel kedua dimenangkan oleh Agares. Untuk menentukan pemenangnya, mereka menempatkan petarung terkuat mereka yakni Naruto dan Sairaorg. Pertarungan sengit terjadi antar keduanya dengan Sairaorg yang menantang Naruto untuk menyerah pada pertunangannya dengan Kuisha. Naruto menerima tantangan ini dan tidak menahan diri sama sekali, sama seperti saat melawan Issei, dia menggunakan kombinasi yang teknik yang serupa namun Sairaorg mampu mengimbangi Naruto dengan menggunakan mode terkuat Regulus Nemea yang dipadukan Toki. Pertarungan terus berlangsung hingga para Old Satan datang membuat kekacauan memaksa Rating Game untuk dihentikan. Salah satu ciptaan terkuat dan paling mengerikan Annihilation Maker mengamuk di Makkai, bagaikan Titan, langkah mereka tak dapat dihentikan. Para Maou dibuat sibuk oleh kehadiran Rizevim bersama dengan para Naga Jahat dan Lilith. Naruto segera mencari Issei dan memaksanya menjadi naga raksasa untuk menghentikan Leonardo. Ia diam-diam menyembunyikan Leonardo untuk dikembalikan kepada Hero Faction.
Pertarungan antara para Maou dan kubu Rizevim menjadi stalemate di mana kedua kubu menolak untuk bertindak. Dalam keadaan itu, Naruto mengambil tindakan yang sangat mengejutkan yakni mengirim Ajuka dan Serafall ke luar angkasa dalam waktu cukup lama dan mengembalikan mereka yang dalam keadaan koma. Ia juga dengan cepat mengalahkan Falbium dan menantang Sirzech dan seluruh peeragenya. Pertarungan, tidak lebih tepatnya Naruto dengan cepat membantai Sirzech dan para peeragenya dengan mode terbarunya yang mengkombinasikan seluruh Longinus yang dimiliki Zetsu. Sebelum yang lain dapat bertindak, Naruto kembali menunjukkan seberapa mengerikan dirinya. Ia menjentikkan jarinya dan terlihat seluruh nyawa dari penduduk Makkai berada dalam genggaman tangannya. Ia bisa membunuh siapa saja dengan mudah, setelah selesai dengan ancamannya dan pernyataan bahwa ia mendukung Qlipoth mereka pun pergi bersama Sasuke.
Chapter 31 : Karma Awakens!
Setelah 3 bulan final youth rating game, para harem Naruto dan ibunya diisolasi oleh Zekram Bael yang memang telah mengetahui rencana Naruto dan telah diperintahkan Naruto untuk melakukan hal tersebut. Ia berhutang budi pada Naruto karena berkat Naruto, Belial mau bekerjasama dengannya untuk membasmi para Old Satan dan para pemilik King Pieces yang berniat berkudeta kepada Bael.
Dalam kurun waktu tersebut, Azazel mengambil alih kepemimpinan dan berhasil melacak keberadaan Qlipoth, setelah seluruh tim DxD bangkit dari keputusasaan mereka berangkat untuk menghentikan Qlipoth didukung oleh para Maou yang telah pulih, Archangel, dan Dewa-dewi Shinto.
Pertarungan besar antara mereka dan para naga jahat tak terelakkan namun mereka berhasil memasuki markas tersebut dan menemukan penghalang terbesar mereka yakni Naruto. Issei dan Vali menunjuk diri mereka untuk menghentikan Naruto namun Dulio mengambilalih, mengatakan bahwa ini takdir rivalitas mereka. Kemudian, pertarungan penentu rivalitas antara Zenith Tempest dan Declare of War pun di mulai. Dengan Naruto yang berhadapan dengan Dulio, mereka segera berhadapan dengan Rizevim yang dalam proses membangkitkan Trihexa. Berkat kerjasama Issei dan Vali, usaha tersebut gagal namun ketika mereka hendak menghentikan proses pemanggilan Trihexa, Naruto dalam keadaan mulus seakan tidak bertarung sama sekali menembakkan sulur Samael pada keduanya. Ia pun melanjutkan proses pemanggilan Trihexa
Azazel yang mengerti posisinya tak akan sanggup melawan Naruto mencoba mengulur waktu dengan menanyakan maksud Naruto melakukan pengkhianatan ini.
Naruto menjawab " Semuanya sangat sederhana Azazel, aku hanya ingin bertemu dengan ayahku!"
Ketika segel Trihexa terlepas dan makhluk apocalypse itu bangkit seluruh alam semesta dirundung kegelapan. Para Dewa dan makhluk di seluruh dunia dapat merasakan kebangkitan makhluk yang tidak seharusnya dibangkitkan. Dia lah Karma … atau dikenal dengan Minato Namikaze, ayah Naruto. Dengan hancurnya segel Trihexa, maka kutukan ang mmembelenggu karma juga menghilang.
Karma adalah dewa kuno, makhluk terkuat yang merupakan cikal bakal terlahirnya Great Red, Trihexa, dan Ophis. Seluruh senjata Longinus merupakan bagian tubuh darinya. Oleh karena itu, ketika ia bangkit, seluruh makhluk merasakan gemetar yang luar biasa dan satu-satu nya yang punya kemungkinan untuk menghadapinya adalah Naruto itu sendiri. Mengetahui hal itu, Karma segera menikam Naruto untuk menarik bagian tubuhnya yang terpenting yakni Declare of War. Dengan Longinus itulah, ia bakal mampu untuk menampung seluruh longinus yang lain. Namun sebelum sempat ia merebut DoW, Ophis Asli dan Lilith segera bertindak. Ophis segera menyelamatkan Naruto dan membawanya pergi bersama tim DxD lainnya sementara Lilith menjadi tumbal agar mereka dapat melarikan diri. Sang tiruan naga tanpa batas itu pun bukanlah apa-apa di hadapan eksistensi Karma.
Karma berdecak kesal, ia memang gagal memperoleh DoW namun ia tetap berhasil menggambil Innovation Maker dan memanggil Zetsu. Zetsu yang menyadari kehadiran tuannya yang sejati segera menyerahkan sebuah mahkota, itu adalah Longinus terakhir, longinus kelima belas Unknown Dictator. Dengan longinus tersebut, ia dapat menggantikan sementara fungsi DoW dan segera mendeklarasikan perang pada seluruh makhluk. Ia memerintahkan seluruh makhluk untuk bertekuk lutut di hadapannya pada besok hari jika tidak ingin terjadi kehancuran. Sembari menunggu esok hari, ia menyerap Trihexa dan memburu Great Red untuk menjadikan tubuhnya lebih kuat.
Para pemimpin mitologi tanpa adanya kata-kata setuju untuk melawan Karma. Oleh karena itu, keesokan harinya mereka berkumpul untuk melawan Karma. Dewa Brahma dari Mitologi Hindu segera mengirim mereka semua ke dimensi tanpa batas yang mana mereka dapat bertarung dengan puas di sana.
Sementara para pemimpin Mitologi bertarung dengan Karma, Naruto sedang dalam ritual pembangkitan kembali. Ophis menjelaskan bahwa Naruto telah merencanakan ini semua dari awal bersama dengan Kurama (DoW). Di chapter 1 di mana ia terlihat kebingungan dan menanyakan kabar Seekvaira itu dikarenakan ingatannya akan pengulangan kembali memasukinya. Yap itu benar, Naruto telah mengulangi kehidupannya hingga tak terhitung jumlahnya untuk menghentikan Karma. Jika ia tidak memanggil Karma sekarang, maka Karma akan muncul di masa depan di mana kekuatan yang dibutuhkan untuk menumbangkan Karma tidak akan cukup. Sekarang adalah saat yang paling tepat untuk menghentikan Karma. Dengan ritual dari para istri, tunangan, sahabat, dan ibunya, Naruto berhasil kembali bangkit dan bersiap untuk mengikuti perang melawan Karma.
Dalam peperangan akhir tersebut, Naruto menggunakan perjanjiannya dengan Ddraig dan Albion sehingga berhasil menarik keluar mereka dari tubuh Karma. Dengan bermodalkan tiga Longinus asli dan hasil tiruan yang lainnya, ia bertarung imbang dengan Karma. Namun Tubuh Karma yang memiliki Great Red dan Trihexa tidak mudah untuk dihancurkan. Untuk membantu Naruto, para pemimpin Mitologi menggabungkan energy mereka dalam satu ledakan energy yang segera membumi hanguskan tubuh Karma. Untuk menghalangi Karma beregenerasi, Naruto segera menggunakan segel Uzumakinya. Karma yang melihat segel itu segera tercengang karena ini berbeda dengan segel dirinya yang sebelumnya. Segel ini akan menghentikan Karma dan mengirimnya ke dunia hampa, dunia yang tak akan pernah bisa dicapai oleh makhluk apapun.
Dengan berakhirnya segel tersebut, Naruto kehilangan seluruh longinusnya dan kembali menjadi iblis biasa. Para pemimpin mitologi pun kehilangan energy mereka dan harus turun dari jabatan mereka digantikan oleh para pemimpin baru.
