Disclaimer: Naruto is not mine. I do not own Naruto. I own nothing except some OCs. I made no money off this story. Time travel here was inspired by many fanfics in FFn.

Warning: Pasangan utama di cerita: HashiMada, TobiIzu and SasuNaru. OOC. SLASH/YAOI/BL. Baca keterangan chap 1!


Tiga jam kemudian, Sasuke selesai menceritakan kejadian di masa depan. Dia tahu lebih banyak dari Naruto karena Hashirama yang dibangkitkan kembali dengan edo tensei no jutsu menceritakan bagaimana awal mula Konohagakure. Termasuk masa kecilnya bersama Madara sebagai salah satu pelopor pembentukan desa shinobi pertama. Obito (menyamar sebagai Madara) memberitahunya tentang hubungan Madara dan Izuna. Sasuke menjelaskan secara garis besar mengenai semuanya. Pemberontakan Uchiha, Perang Dunia Shinobi, reinkarnasi Indra dan Asura, Rikudou Sennin, Kaguya, Zetsu Hitam, serta Mugen Tsukuyomi.

Semua kaget untuk berbagai alasan.

Contohnya Naruto yang berkomentar, "Aku tidak tahu kalau Kakek Shodaime dan Madara dulunya sahabat."

"Mereka masih sahabat, setidaknya di masa ini," ucap Sasuke. Matanya menyipit mendapati keempat lelaki itu bungkam sampai sekarang. Naruto mau bertanya ke mereka tapi Sasuke menggenggam tangannya erat. Ketika Naruto berbalik ke arahnya, Sasuke menggelengkan kepala. Dia berbisik, "Biarkan mereka memikirkan apa yang barusan kita katakan."

"Apa mereka percaya cerita kita?" Naruto balas berbisik.

"Mereka tidak bodoh, Naruto. Bukti apa lagi yang mereka butuh? Pelindung kepalamu dan pengetahuanku tentang masa kecil mereka seharusnya cukup. Nidaime dan Madara adalah tipe sensor, aku yakin mereka bisa merasakan kemiripan cakra kita dengan cakra Shodaime dan Madara. Tidak ada alasan buat mereka untuk tidak percaya cerita kita."

"Jadi..." Hashirama yang pertama kali sadar daeri syok, "...maksudnya kalian adalah reinkarnasiku dan Madara?"

"Lebih tepatnya kita berempat adalah reinkarnasi dari kedua putra Rikudou Sennin tapi beda generasi." Sasuke memperjelas, "Madara dan aku adalah reinkarnasi dari Indra Otsutsuki sementara, Anda, dan Naruto adalah reinkarnasi dari Asura Otsutsuki."

Hashirama memijat pelipisnya, mengeluarkan hembusan nafas dengan berat, "Terlalu banyak untuk diterima..."

"Ya, benar," Tobirama bergumam pelan. Dia melihat ke Izuna yang nampak pucat. Tobirama mengerutkan alis, nada tidak percaya kental di kala ia menyuarakan, "Aku membunuh Izuna?"

"Tobirama membunuhku?" Ulang Izuna dengan senada.

"Tidak akan," Madara mendesis marah kepada Tobirama. Semua melihat ke Madara dengan perhitungan. Sulung dari Uchiha bersaudara mengaktifkan Mangekyou Sharingan. Dia terlihat siap menyerang Tobirama kapan saja, "Atau lebih baik lagi, aku harus membunuhmu sebelum itu terjadi."

"Madara! Tobirama belum melakukan apapun yang membahayakan nyawa Izuna!" Bela Hashirama, mencoba menenangkan teman masa kecilnya.

"Belum? Belum? Karena itu aku harus membunuhnya sekarang!" Madara berdiri, fokus pada Tobirama. Izuna ikutan berdiri cepat, segera ke depan kakaknya dengan punggung ke arah Senju bersaudara dan Naruto lalu menaruh kedua tangannya di bahu Madara.

"Kakak! Aku masih hidup, aku di sini!" Ia mencoba menangkap perhatian mata kakaknya agar melihat onyx kembarnya dibanding mata Tobirama. "Lihat! Aku hidup, Kak. Tidak ada yang membunuhku, aku di sini," ujar Izuna pelan setelah mata Madara akhirnya fokus ke dirinya. "Aku baik-baik saja." Perlahan, Madara menjadi tenang, matanya kembali menghitam sebelum memeluk si adik. Izuna menghela nafas dan memeluk balik sang kakak. Semua agak tenang setelah itu.

"Jauhi Tobirama, Izuna," kata Madara masih memeluk adiknya.

Alis Tobirama berkedut, dia merengut, "Kedengaran, Oi."

"Ya, harusnya begitu!" Madara menghardik Senju muda. "Jauhi adikku, Tobirama," sharingannya muncul, "atau aku akan buat hidupmu bagai neraka."

"Aku tidak akan membunuh Izuna!" Tobirama balas menghardik. Untuk sesaat, semuanya terpana atas pernyataan barusan. Izuna tak bisa menahan senyum dan Sasuke melihat itu.

"Kupikir... Kakek Nidaime dari waktuku tidak berniat membunuh Izuna," cetus Naruto polos. Sasuke meliriknya, "Apa alasanmu bilang begitu?"

"Kalau tidak salah dari cerita Sasuke tadi, Kakek Nidaime bertanya ke Madara 'apa yang terjadi dengan Izuna?' pada pertarungan berikutnya setelah kematian Izuna. Jika memang tujuannya membunuh Izuna, dia harusnya tahu kalau ketidakhadiran Izuna karena itu. Tapi, dia malah bertanya. Lagipula... Kakek Nidaime membuat edo tensei no jutsu... seolah dia ingin bertemu lagi dengan orang yang sudah meninggal..." Naruto tersenyum sedih mengingat pertemuannya dengan sang ayah. Meski hanya versi edo tensei... itu menjadi kenangan berarti bagi Naruto. Sasuke mengeratkan genggaman tangannya dan bisa merasakan Naruto membalas.

"Masuk akal," komentar Hashirama mengangguk. Madara merengut, "Tidak. Itu tidak masuk akal. Kenapa adikmu melakukan itu? Mereka musuh, setidaknya dari sejarah anak-anak ini."

Semuanya melihat bagaimana Tobirama dan Izuna bertukar pandang sebelum Izuna menghela nafas lalu mengangguk ke Tobirama yang balas angguk seraya berdiri. Tobirama menatap Madara yang bingung dengan aksi komunikasi tanpa kata barusan. Senju muda bertanya pada kakaknya, "Apa kau sadar bahwa hampir di setiap pertarungan kita melawan Uchiha, Izuna selalu jadi lawanku?"

"Ya," Hashirama melihat ke para adik. "Tapi, kupikir itu karena kekuatannya setara denganmu, Tobirama. Atau karena posisinya sebagai adik sekaligus wakil dari pemimpin klan sepertimu."

"Itu bisa jadi salah satu alasan." Tobirama mengiyakan.

Izuna menatap kakaknya lagi, "Apa kakak sadar aku jarang menggunakan Susanoo atau Mangekyou Sharingan di pertarungan? Karena itu penglihatanku tidak seburukmu walaupun kita mendapat Mangekyou Sharingan di hari yang sama? Dan sadar tidak aku tidak pernah terluka parah setiap kita melawan Senju?"

Madara mengangguk pelan, "Ya, tapi kupikir itu karena Tobirama lebih lemah darimu jadi kau tidak pernah butuh Mangekyou Sharingan."

"Aku memang tidak butuh," Izuna tersenyum kecil, "tapi bukan karena dia lebih lemah. Aku tidak tahu jika Susanoo-ku bisa menahannya lebih lama, aku tidak pernah menggunakannya secara penuh ketika melawan Tobirama.

"Aku juga," tambah Tobirama begitu Izuna mengambil selangkah mundur dari Madara. Senju berambut perak ini melangkah ke sisi Izuna. Keempat reinkarnasi fokus ke mereka. Madara menyuarakan pertanyaan terpenting, "Kenapa?"

"Kami membuat janji," aku Tobirama.

Hashirama cengo, "Apa?"

"Aku berjanji pada Tobirama bahwa aku tidak akan melawan Senju manapun selain dia. Tobirama menambahkan, "Dan aku berjanji pada Izuna kalau aku akan selalu menemukannya di setiap pertempuran."

Yang lain menangkap makna dari pernyataan barusan tapi Madara susah menerima jadi dia mendesak, "Sekali lagi. Kenapa?"

Tobirama menggengam jari Izuna, "Aku peduli padanya."

"Ba-ba—!" Madara terbelalak.

Izuna menghadapi si kakak dan menjelaskan pertemuannya ketika ia bertemu Tobirama pertama kali saat dia berumur 12 tahun [1]. Sasuke dan Naruto tidak pernah tahu pertemuan rahasia Tobirama dan Izuna tapi ketika Izuna menyebutkan bagaimana sharingannya bangkit pertama kali, itu cocok dengan cerita Obito mengenai kemunculan sharingan Izuna tak lama setelah Madara sendiri. Obito tak pernah bilang bagaimana Izuna mendapatkannya tapi melihat Madara yang membeku sekarang, Sasuke yakin Madara tidak pernah tahu sebelum ini.

"Jadi karena itu kau tahu nama Izuna?" Hashirama kagum, sedikit mengernyit, "Tapi, aku pikir kau selalu benci Klan Uchiha sejak kita kecil."

"Benar, kau juga, Izuna, kau selalu benci Klan Senju," Madara mencoba untuk mematahkan kesimpulan yang diperoleh.

Izuna menghela nafas, "Aku benci Senju karena itu memisahkanku dengannya. Aku tidak pernah bilang aku benci Tobirama, Kak."

"Aku benci Uchiha dengan alasan yang sama. Tapi, aku tidak pernah menentang idemu untuk bersatu dengan Uchiha," kata Tobirama ke Hashirama.

"Ah, pantas saja. Aku merasa aneh dengan kebencianmu ke Uchiha kok kau tidak pernah menentang ide untuk bergabung dengan Uchiha. Aku menunggu tapi itu tidak pernah terjadi." Hashirama tertawa.

Madara menoleh ke Hashirama dengan tatapan tajam, "Kau tahu soal ini?"

"Ti-tidak, tentu saja tidak," Hashirama mengangkat kedua tangan ke atas sebagai isyarat menyerah, "ini pertama kalinya aku tahu, Madara. Aku bersumpah!"

Madara kembali menatap tajam Tobirama, "Itu tidak berarti kau tidak akan membunuh Izuna!'

Hashirama mencoba memberi alasan, "Madara, masa depan bisa berubah, mu—"

"Memang sudah berubah," ucap Sasuke datar, menarik semua perhatian ke arahnya."

"Apa?" Tanya Naruto dan Hashirama bersamaan.

Sasuke menatap kedua bersaudara Senju dan Uchiha, "Desa ini, Konohagakure, seharusnya berdiri setelah kematian Izuna sepanjang pengetahuanku. Tapi, sekarang Izuna di sini. Hidup. Sejarah sudah berubah setelah aku dan Naruto datang ke masa ini."

"Tentang itu, aku mau tahu, bagaimana kalian bisa ke era lampau?"

"Aku tidak terlalu yakin tapi menurutku ini karena Kaguya mencoba kabur dengan jurus Ame no minaka. Dia bisa berpindah ke dimensi lain sesuka hati tapi butuh cakra besar bahkan untuknya. Cuma dia yang bisa berpindah dengan mudah. Sewaktu kami menyegelnya, dia mencoba menyerap cakraku dan Naruto untuk menggunakannya tapi terlambat. Karena itu, kami terjebak dalam jurus ruang dan waktu gagal miliknya dengan cakra kami. Menurutku, karena kita punya cakra yang sama sebagai reinkarnasi Indra dan Asura, cakra beresonansi dan menarik kami keluar di masa ini. Kalian adalah generasi reinkarnasi sebelum kami."

"Ah, soal reinkarnasi itu, apa itu berarti aku dan Madara sejenis saudara atau bagaimana?"

Sasuke menjawab, "Mungkin, di satu sisi."

"Tapi, aku mencintainya tidak sebagai saudara! Sebagai kekasih!" Keluh Hashirama. Madara membeku. Matanya terbelalak lebar dan wajahnya memucat tapi segera memerah begitu Hashirama melanjutkan bertanya ke Sasuke, "Apa aku masih bisa menikahinya sekalipun reinkarnasi dari kakak beradik Otsutsuki?"

Yang lain memberi reaksi berbeda mengenai ini. Izuna merengut bak anak kecil atas pemikiran kakak tersayangnya diambil orang seperti Hashirama. Tobirama menghela nafas berat seolah tahu pembicaraan ini akan mengudara. Naruto tertawa, "Mu-mukanya lucu! Aku tidak pernah melihat Madara merah kayak gitu dan tidak pakai muka 'aku-hebat-kau-tidak-jadi-tunduk-padaku'!" Dia tertawa terpingkal terlebih ketika Hashirama berseru mengiyakan, "Aku tahu muka itu!"

"Dan dia bakal nikah!" Naruto melanjutkan tawa. Madara bergetar akibat malu dan menghardik si pirang, "Lihat dirimu sendiri! Bergandengan sepanjang waktu seperti itu! Tidak sopan!"

Itu membungkam Naruto secara efektif. Mukanya memerah melihat tangannya masih digenggam Sasuke. Dia menarik tangannya tapi Sasuke tidak melepas. "Sasuke! Lepas tanganku!" Wajah Naruto memerah jelas. Sasuke menutup mata, berkata dengan tenang, "Buat apa? Mereka tidak bodoh, Naruto."

Kedua remaja mulai bertengkar mulut sementara keempat lelaki yang lebih tua melihat mereka dengan senyum pahit. Di satu sisi, mereka senang melihat seorang Uchiha dan Uzumaki memiliki hubungan dekat seperti Sasuke dan Naruto. Bagaimanapun, mereka tidak punya kesempatan itu di masa remaja mereka. "Oke, cukup berantemnya, Nak. Pesanku, jangan lupa pakai pelindung sebelum kalian siap jadi orangtua."

Naruto berkedip, "Kenapa kami butuh pelindung?"

Hashirama ikutan berkedip, melirik ke yang lain sebelum bertanya, "Naruto... berapa umurmu?"

"Mulai dari minggu lalu, 17."

Senju tertua bertanya ke Sasuke, "Sepertinya kalian seumuran 'kan? Apa kau tahu yang aku bicarakan, Sasuke?"

"Kurang lebih, ya," jawab Sasuke datar."

"Apa sih? Naruto penasaran. "Bilang dong! Bilang!" Naruto mengeluh dan menarik ujung kimono tangan Hashirama. Hokage Pertama tertawa canggung, "Yah, yang kumaksud itu membuat bayi."

"Apa? Bagaimana caranya dua laki-laki bikin bayi? Bukannya cewek dan cowok seharusnya?" Naruto memiringkan kepala.

Keempat laki-laki lain terkejut. Izuna bertanya, "Maksudmu... di masamu, laki-laki tidak bisa hamil?"

Naruto mengangguk, "Kenapa kalian terkejut?"

"Karena kehamilan laki-laki di masa ini adalah hal biasa," jawab Sasuke. Naruto tidak mengerti, "Maksudmu?"

Remaja Uchiha menjelaskan, "Ini era perang, banyak orang terbunuh di pertempuran. Bahkan para wanita. Aku tebak mereka langka di masa ini. Jika para klan harus meneruskan klan mereka tanpa wanita, maka mereka membuat jurus di era perang. Jurus yang menyegel rahim di tubuh laki-laki jadi mereka bisa hamil seperti wanita."

"Kenapa kau tahu soal ini, Sasuke? Tidak ada di Akademi Ninja 'kan?" Tanya Naruto. Sasuke membalas ringan, "Aku melihat di bahan-bahan penelitian Orochimaru. Aku yakin dia mencuri dari gulungan rahasia di Konoha. Awalnya, aku pikir itu bohong tapi ternyata benar, bukan?" Sasuke bertanya pada kedua pendiri Konoha dan adik mereka yang kemudian mengangguk.

"Tapi, kenapa di masa kalian tidak ada yang tahu?" Madara heran. Sasuke menutup mata, "Aku tidak tahu. Kami lahir di masa cukup damai, kurasa orang melupakan cara ini."

"Jadi, kalian berdua tidak bisa hamil?" Tobirama berpikir.

Sasuke mengkonfirmasi, "Aku tidak bisa. Penyegelan jurus itu tidak terjadi di masa kami tapi Naruto mungkin bisa."

"APA?!?!?!" Remaja pirang kaget bukan main! Mata birunya nyaris keluar saking dia syok. "Apa maksudmu dengan itu?!?!"

"Ayahmu menyegel Kyuubi di perutmu, kurang lebih kau juga punya rahim karena efek samping penyegelan itu. Tanya saja Shodaime untuk memeriksamu atau tanya Kyuubi untuk memastikan."

"Ya, dia punya. Aku menemukannya selagi memeriksa kesehatan kalian seminggu ini," Hashirama menghela nafas. Karena itulah tadi dia menyinggung soal pelindung. "Kalau begitu, kau perlu arahan."

"Arahan apa?" Mata Naruto terbelalak polos. Dia tidak menangkap maksudnya sekalipun punya guru mesum seperti Jiraiya dan Kakashi. Naruto tidak pernah tertarik dengan tubuh cewek jadi dia bosan kala membaca buku laris Jiraiya. Sementara, di masa ini, pria bisa hamil. Itu mengagetkannya lebuh dari bertemu Rikudou Sennin atau Kaguya sebagai Dewa dan Dewi Shinobi. "Tu-tunggu! Tunggu! Tadi Kakek bilang aku punya rahim?" Naruto memucat. "SERIUS, KEK?!?!"

Ia pingsan dengan tidak elit.

Sasuke menghela nafas. Dia menyelimuti Naruto. "Kau bisa melanjutkan kalau dia sudah bangun. Ada lagi yang mau kalian tanya?"

"Cukup untuk sekarang," Hashirama berdiri. Ketiga lainnya mengerti dan berjalan ke shoji. "Istirahatlah," ucap Hashirama. "Bangunan ini hanya rumah sakit sementara, kalian tidak bisa tinggal lama. Apa kau mau tinggal dengan Klan Uchiha setelahnya, Sasuke?"

"Apa mereka akan menerima Naruto?" Remaja itu bertanya pada Madara yang melirik Izuna sebelum menjawab.

"Mungkin tidak aman untuk sekarang.

Sasuke mengangguk, "Kalau begitu, lebih aman jika kami tinggal di tempatmu, Shodaime."

"Aku mengerti."

Hashirama yang terakhir keluar dari ruangan itu dan menutup shoji. Tobirama berbalik menghadap kedua sulung setelah mereka di luar. "Sampai jumpa besok, Kakak, Madara. Selamat malam," ucapnya seraya menaruh tangan di bahu Izuna sebelum menggunakan Hiraishin no jutsu dan menghilang bersama Uchiha muda.

"Adikmu menculik adikku!" Teriak Madara.

TBC


Makasih sudah baca! Review ya kalau mau chapter selanjutnya!

[1] Masa kecil TobiIzu dari fanfik pnuyaku yang bahasa Inggris berjudul 'Tobirama and Izuna'. Kalau ada yang mau itu ditulis bahasa Indo juga, kasih tahu ya~

Aku sadar kalau di canon, time travel emang ada kayak di Naruto Shippuden movie 4 atau di Boruto series. Dan disana kayak ada artifak kuno gitu buat melintasi waktu, nah di cerita ini, aku tidak pakai yang seperti itu jadi jangan heran ya.

elLagark: Review lagi ya!

Arise: Makasiiih! Review lagi yaaaa! Penasaran juga nih respon pembaca gimana ke cerita ini hehe~

Untuk semuanya yang baca ini, mengingat sikon darurat seperti sekarang, kuharap kalian semua sehat. Jangan lupa selalu cuci tangan dan hindari kontak langsung dengan orang. Jika ada yang kurang sehat, semoga cepat sembuh!