Disclaimer: I do not own Naruto. Naruto was created by Masashi Kishimoto. I own nothing except the OCs.

Warning: HashiMada. TobiIzu. SasuNaru. YAOI/BL/SLASH.

Note: "italics" untuk Kurama bicara dalam Naruto.


"Uhmmm..." Izuna merasakan kecupan-kecupan ringan di tengkuk belakangnya seraya kedua lengan di pinggang menelusuri tubuhnya. Dia juga merasakan sesuatu yang keras menggesek bagian bawah. Senyum terukir selagi dia menekan mundur untuk lebih merasakan bagian yang keras tersebut, "Ada yang semangat nih kayaknya..."

"Bagaimana tidak?" Tobirama mencium bagian belakang telinga Izuna, membuat si Uchiha mendesah manja, "Kalau kau ada di pelukanku saat aku bangun...

"Meski kita sudah melakukannya sampai pagi...?"

"Kita harus menutupi waktu kita terpisah selama hampir 2 dekade," jawabnya santai, "tak bisakah?"

"Kasihani tubuhku sebentar, tak bisakah?" Balas Izuna.

Sepertinya keinginan Izuna dituruti sebab Tobirama merasakan cakra mendekati kamarnya disusul dengan langkah kaki sebelum ketukan di pintu. Ia menghentikan eksplorasi tubuh Izuna dan menghela nafas. Dia bangun dari futon lalu memakai kimono. "Siapa?" Tanyanya, memberikan waktu ke Izuna untuk berpakaian juga.

"Ini Hiruzen, Guru."

Putra Sasuke Sarutobi. Klan Sarutobi bergabung dengan Konoha beberapa hari lalu dan Hiruzen yang mengidolakan Tobirama memintanya untuk mengajari bahkan sebelum Akademi Ninja dibuka dua minggu lagi. "Kita tidak punya jadwal latihan pagi ini, 'kan?"

"Ini bukan soal latihan, Guru," muridnya terdengar serius. Suara lain berkata, "Ini darurat, Guru."

Itu suara Danzo. Teman baik Hiruzen dan murid Tobirama yang lain. Biasanya hanya satu dari mereka yang mengingatkan tentang latihan. Bukan berdua. Tobirama bertukar pandang dengan Izuna yang sudah selesai memakai kimono sebelum membuka shoji kamarnya. Dia meminta, "Jelaskan."

"Maaf menggangumu, Tuan Tobirama," suara asing menarik perhatian Senju satu ini. Selain Hiruzen dan Danzo, ada anak lain di sebelah mereka. Seorang anak dengan rambut ikal hitam. Tobirama belum pernah melihatnya sebelumnya. Anak itu menengadah menatap serius adik Hokage. "Ini darurat. Tuan Madara dan adiknya hilang."

Tobirama terdiam.

Anak itu melanjutkan, "Ibu saya, Ryuna Uchiha, adalah medi-nin pribadi Tuan Madara. Beliau mengantarkan makan pagi ke kamarnya namun Tuan Madara tidak ada. Ibu saya hendak bertanya pada Tuan Izuna tapi dia juga tidak ada di kamarnya. Ini tak pernah terjadi. Ibu saya sekarang mencari Hokage untuk melapor dan saya pikir Tuan bisa membantu menemukan mereka lewat cakra mereka sebelum orang lain tahu."

Izuna mengenali suara itu. Dia berjalan ke samping Tobirama yang bertanya, "Kau siapa, Nak?"

"Kagami..."

Bocah Uchiha itu kaget, "Tuan Izuna!" Dia membungkuk segera. "Aku tidak tahu Tuan Tobirama sudah menemukan Anda. Maafkan kami sudah mengganggu."

"Tidak apa-apa, Kagami," dia menepuk pelan kepala bocah yang malu sekali. Kagami mengambil keputusan dari pengamatan saja. Dia tahu kerapuhan perjanjian antara klan dari ibunya dan posisi Madara serta Izuna sangat penting. Jika sesuatu terjadi pada mereka karena Senju, itu bisa perang lagi. Sebagaimana para anak si zaman perang, Kagami tidak mau itu. Karena itulah dia mengambil resiko meminta bantuan Tobirama.

"Ini salah paham. Terima kasih sudah memberitahu kami," Izuna tersenyum. "Keputusan tepat, Nak."

Kagami tersenyum malu karena dipuji seorang dari dua terkuat di klannya. Ketiganya dibubarkan oleh Tobirama yang menutup pintu setelah mereka pergi. "Kau tahu anak itu?"

"Ya, namanya Kagami Uchiha. Kakeknya pernah jadi guru kami," Izuna berkata sambil berjalan ke kamar mandi. Tobirama mengikuti, "Pernah?"

"Mati," ucap si Uchiha pelan. "Ayo, kita harus bersiap dan menemukan kedua kakak kita."

—000—

Di waktu bersamaan, seorang wanita Uchiha, lebih muda dari Izuna, mengetuk kamar tidur Hokage. Rambut bob keriting bertengger di bahu, menunggu izin untuk bicara dengan Hokage.

"Siapa?" Tanya Hashirama dari dalam. Suaranya berat oleh kantuk begitu mengeratkan pelukan ke Madara yang terbangun dan hendak duduk.

"Lepaskan aku, Hashirama," Madara berbisik supaya orang di luar pintu tidak dengar. "Ada orang di depan."

"Kita masih punya waktu sebelum pertemuan dengan para Tetua," kata Hashirama sambil mencium pipi Madara.

"Maaf mengganggu pagi anda, Tuan Hokage. Saya Ryuna Uchiha, punya kabar buruk untuk anda." Jelas wanita tersebut.

"Itu, medi-nin pribadiku," kaget Madara. Ucapan itu membangunkan Hashirama sepenuhnya. Mereka berdua berpakaian lagi sebelum Hashirama membuka pintu untuk menemui si wanita Uchiha.

"Selamat pagi, Tuan Hokage," dia membungkuk hormat jadi dia tak melihat Madara di samping si Hokage.

"Ryuna, kenapa kau di sini?" Kepala Klan Uchiha bertanya. Ryuna terkejut melihat Madara dan kembali membungkuk. "Sa-saya pikir sesuatu terjadi pada anda, Tuan Madara. Saya tak bisa menemukan anda dan Tuan Izuna di kamar. Jadi, saya ingin memberitahu Tuan Hokage sebelum ada orang lain membuat tuduhan dan masalah bertambah." Dia meminta maaf, "Maafkan saya sudah lancang, Tuan Madara."

"Tak apa, Ryuna," ucap Madara, "Itu pemikiran bagus dan aku hargai usahamu. Terima kasih."

"Saya akan segera mencari Tuan Izuna," ia menegakkan badan. Madara menghentikannya, "Tidak. Itu tidak perlu. Aku tahu dimana adikku berada."

"Oh, kalau begitu saya permisi," ia membungkuk lagi lalu pergi. Hashirama menoleh ke Madara yang terlihat tenang tapi Mangekyou Sharingan menapik hal tersebut.

"Dara?" Hokage bingung. "Kenap—"

"Diam!" Madara mendesis marah. "Aku sekarang," ia mempelihatkan gerakan mencubit, "sedekat ini untuk membunuh adik keparatmu!"

"Ap—"

"Izuna bermalam dengannya! Aku bisa merasakan cakra mereka berdua bahkan sekarang!" Madara gusar melangkah ke kamar mandi. Hashirama menghela nafas. Sekarang dia harus menenangkan kekasihnya dibanding mengulang kegiatan panas mereka semalam.

Setelah membersihkan diri dan berpakaian rapi, sebuah ketukan terdengar lagi. Hashirama niat bertanya tapi Madara langsung membuka pintu tanpa basa-basi dan menatap galak ke tamu mereka.

"KAU!" Kemarahannya nyaris tidak terkontrol ketika ia menghardik adik Hokage. Izuna mencoba mengambil perhatian sang kakak dengan menyapa, "Selamat pagi, Kak."

Madara melirik Izuna dan menyipitkan mata sebentar tapi tidak terlewatkan oleh Izuna. Pesannya sangat jelas. Aku akan bicara denganmu nanti. Dia tak pernah menerima kemarahan dari sang kakak dalam waktu lama. Izuna menelan ludah diam-diam. Tobirama menyadari itu. Dia melotot balik ke Madara, tanpa nada menyapa, "Selamat pagi, Kakak, Madara."

Aura perseteruan antara Madara dan Tobirama menebal, Hashirama memisahkan mereka dengan memposisikan dirinya di antara kekasih dan adinya. "Selamat pagi, Tobirama, Izuna. Ayo, kita bicarakan ini nanti. Kita ada pertemuan dengan para bangkai, maksudku, para tua bangka."

—000—

"Aku bisa hamil..."

Naruto bergumam pelan ke bantal di bawah pipi selagi telungkup di futon. Mata birunya menatap kosong ke shoji. Sasuke yang duduk di sebelah Naruto membaca gulungan dipinjamkan oleh para pendiri untuk bacaan menatap kesal, "Kau masih memikirkan itu? Hari sudah berganti 'kan?"

Mereka masih di ruangan khusus dan tak pergi keluar tanpa satu dari para pendiri dan aaudara mereka menemani. Keduanya mengenakan yukata oranye untuk Naruto dan biru untuk Sasuke tanpa lambang clan agar tidak menimbulkan pertanyaan kenapa seorang Uchiha dan Uzumaki dekat satu sama lain. Naruto duduk dan merengut ke arah Sasuke. "Kau bisa bilang begitu karena bukan kau yang bisa hamil!"

Sasuke menaikkan alis dengan tidak percaya kental dari nadanya saat dia menjabarkan, "Kita melawan Juubi. Bertemu dengan Rikudou Sennin, Dewa Shinobi itu sendiri, menyegel ibunya serta terbawa ke masa lalu dan kau masih kaget dengan kemungkinan bahwa kau bisa hamil?"

Kurama tertawa dari dalam Naruto.

"Ugh!" Pipi si Pirang memerah, "Diam, Sasuke! Kau juga, Kurama!"

"Dia ada benarnya, kau harus akui itu."

Sasuke mengulang, "Kurama?"

Naruto melipat tangan di dada, "Itu nama Kyuubi, Kakek Rikudou yang ngasih tahu."

Sasuke menaruh gulungan lalu merapat ke Naruto sebelum memasukkan tangan kanannya ke dalam yukata si pirang untuk menyentuh bagian di atas pusar. Naruto protes dengan muka merah merona, "Hey! Hey! Sasuke!"

Onyx kembar menginspeksi bagian tubuh Naruto dan nyaris terbawa suasan jika bukan protes dari si empunya.

"Segel Kyuubi-mu... kau buka 'kan?" Sasuke bertanya serius. "Karena itu kau bisa menggunakan cakra Kyuubi dengan bebas sebelum Rikudou Sennin memberi kita kekuatannya."

Mata biru menyiratkan kebingungan tapi mengangguk, "Ya, kenapa memangnya?"

Sasuke menarik tangan dari posisi sebelumnya, duduk di depan si pirang dalam diam selagi Naruto membetulkan posisi yukatanya, "Biarkan aku bertemu dengannya," kata Sasuke setelah mereka dirundung keheningan.

"Apa?"

"Aku melihatnya sekali waktu di persembunyian Orochimaru, bukan?"

Mata biru terbelalak, Naruto ingat. Itu terjadi di reuni pertama setelah tiga tahun Uchiha muda ini pergi ke Orochimaru. Dia baru akan menjawab tapi terhenti saat Kurama berkomentar, "Ide bagus."

Sayangnya, sebelum Naruto memberitahu Sasuke—

BRAK!

—pintu mereka terbuka dengan kasar. Naruto meloncat dari futon dengan mengaktifkan Kurama Mode sementara Sasuke juga bersiaga dengan mengaktifkan Mangekyou Sharingan. Setengah tubuh Susanoo ungu mengelilingi dia dan Naruto. Keduanya siap menyerang. Dengan cepat mereka mengawasi segala pergerakan dan sedikit tenang setelah bertemu pandang dengan para pendiri dan saudara mereka di pintu. Keempat pasang mata terlihat terkejut.

Ini pertama kalinya mereka melihat kedua anak muda dari masa depan menggunakan cakra. Jika Madara dan Tobirama memiliki keraguan tentang cerita reinkarnasi, ini menghapus keraguan tersebut. Bahkan, jika Tobirama tidak tahu hal sebenarnya, dia akan mengira Sasuke dan Naruto adalah keluarga dari Hashirama dan Madara terkait cakra mereka sangat mirip. Perbedaannya adalah cakra Naruto bercampur dengan Kyuubi sementara cakra Sasuke sedikit diwarnai bekas segel Orochimaru dulu.

"Oh, cuma Kakek sekalian..." Naruto beenafas lega. Keduanya kembali normal. "Apa yang terjadi? Apa dosa pintu itu untuk hancur begitu?" Ia menunjuk ke pintu yang terbelah dua. "Apa darurat?"

Madara menjawab datar, "Tidak."

"Dia cuma kesal," Hashirama menghela nafas. "Kami dipanggil Para Tetua dan mereka bilang agar kami berempat menikahi satu sama lain untuk menguatkan ikatan kedua klan."

Dari pengamatan Naruto kemarin, Hashirama berniat untuk menikahi Madara, berarti mereka sepasang kekasih. Kedua adik mereka juga. Namun, mereka semua terlihat kesal. Ia jadi bingung, "Kakek Shodaime dan Madara pacaran 'kan? Kakek Nidaime dan Izuna juga. Apa masalahnya?"

Izuna mendesis, "Masalahnya, Tetua ingin aku menikahi Hokage sementara Tobirama menikahi kakakku."

Alis Naruto mengkerut, "Jangan bilang kalau bakal ada perang karena ini."

"Untungnya tidak," Hashirama tersenyum menenangkan. "Aku bertitah bahwa sebagai Hokage aku memilih sendiri pasanganku dari Klan Uchiha. Tentu saja, hanya Madara di hatiku dan sudah jelas juha kalau Tobirama tidak mau yang lain selain Izuna. Mereka keras kepala awalnya tapi menerima juga di akhir."

"Kenapa?" Sasuke penasaran. Dia tahu bahwa Para Tetua merupakan tukang ikut campur merepotkan dari pengalamannya di masa depan. Ia tak berpikir mereka mudah mengubah keputusan.

"Yah..." Hashirama menceritakan akhir pertemuan tadi—

"Kau tidak bisa memutuskannya sebelah pihak!" Salah satu Tetua geram. Yang lain menambahkan, "Ini untuk kepentingan kedua klan!"

Mereka berempat diam dan terlihat tenang. Baik Senju bersaudara ataupun Uchiha bersaudara, mereka telah melewati hampir dua dekade jauh dari orang paling dicintai dan tak peduli apapun kata orang, mereka manusia juga yang punya batasan kesabaran. Terlebih setelah mereka akhirnya bisa bersama. Meski hanya semalam, itu lebih dari cukup untuk tahu bahwa berpisah lagi sangat mustahil apalagi melihat kekasih mereka bersanding dengan saudara mereka.

Keempatnya berhasil menekan kemarahan daei wajah mereka yang disebabkan oleh tua bangka sekalian tapi cakra mereka tak bisa bohong. Semua Tetua gemetar ketika melihat dan dan merasakannya.

"Kami akan memberi sebuah pilihan," ucap Tobirama tenang tapi mata merahnya menyipit tajam. Izuna mengaktifkan Mangekyou Sharingan seraya menambahkan, "Pilih dengan bijak."

Suara Hashirama tak ada candaan atau keramahan mengatakan, "Kami berargumentasi dengan cara kami atau... kalian semua..."

Susanoo biru Madara mengelilinginya begitu ia menegaskan, "Pergi."

—Hashirama mengakhiri, "Itu yang terjadi."

"Bisa dimengerti," angguk Naruto. Dia tidak menyalahkan cara kedua pasang bersaudara ini salah karena dia melakukan hal yang sama untuk Sasuke. Sekalipun seluruh dunia ingin si Uchiha muda itu mati, Naruto mau Sasuke hidup. Karena dia hanya seorang bocah jinchuriki tanpa kekuatan seperti para pendiri waktu itu, dia hanya bisa memohon dengan berlutut untuk pengampunan Sasuke di depan Raikage.

"Bicara soal Tetua, mereka menanyakan kalian," lanjut Tobirama.

"Apa kata mereka?"

"Mereka mempertanyakan asal kalian," jawab Hashirama.

"Apa yang kalian katakan?"

Si Hokage menghela nafas, "Aku tidak suka tapi aku bohong ke mereka. Aku bilang ke mereka hasil diagnosisku adalah kau kehilangan ingatan dan aku mencoba membantu menyembuhkan. Jadi, kami harus memanggil kalian dengan nama palsu."

Naruto memiringkan kepala, "Kenapa tidak menggunakan nama asli kami kalau mereka pikir amnesia? Mereka tidak tahu kan yang manapun."

Tobirama menerangkan, "Kalau sejarah berubah dan namamu tertulis di zaman ini, bagaimana menurutmu itu mempengaruhi orangtua kalian ketika akan menamai kalian?"

"Ada kemungkinan nama kita berubah," Sasuke menyimpulkan.

"Apa yang harus kita lakukan?" Tanya Naruto.

"Pilih nama palsu yang sesuai jaman sekarang dan gunakan setiap ada orang lain selain kita berenam," kata Tobirama.

Naruto melipat tangan di depan dada lagi. Menutup mata dan berpikir keras. "Mmmm... nama apa ya bagusnya kugunakan?" Naruto bertanya ke Sasuke, "Nama apa yang akan kau gunakan, Sasuke?" Tetiba ia membuka mata, "Aku tahu! Bagaimana kalau 'Orochimaru' untukmu?"

Sasuke mencibir, "Kenapa aku harus menggunakan namanya? Menggelikan."

"Dia gurumu lho!"

"Kalau begitu, apa kau mau dipanggil 'Jiraiya' di zaman ini?" Balas Sasuke. Naruto membayangkannya betapa mesum gurunya dan tidak suka. Ia menggeleng, "Urgh!"

"Itu maksudku," Sasuke menghela nafas dan menutup mata. Memikirkan nama bersama Naruto yang tenggelam dalam berpikir selama beberapa saat sebelum berteriak, "Aku tahu!" Dia tersenyum lebar ke Sasuke yang membuat Uchiha muda itu curiga.

"Apa?" Gerutunya.

"Sesshoumaru*!"

Sasuke menaikkan alis, "Apa itu berarti kau bakal dipanggil dengan Inuyasha*?" Kembali menghela nafas, "Tidak, Naruto, kita bukan saudara beda ibu."

"Tapi, kita saudara dari kehidupan lain!" Protes Naruto.

"Kenapa kau harus menggunakan 'maru' sih?" Tanya Sasuke. Naruto menjabarkan teorinya, "Karena pakai 'maru' biasanya untuk nama lama kayak di zaman ini 'kan?"

"Tidak harus," jawab Hashirama. "Tapi, siapa Orochimaru ini? Kau juga menyebut nama itu kemarin."

"Dan siapa mereka? Sesshoumaru dan Inuyasha?" Izuna penasaran.

"Sesshoumaru dan Inuyasha dari nama TV series," jawab Naruto tapi dipotong Izuna lagi. "TV?" Kata itu tidak dipahami oleh ketiga orang lainnya. Sasuke menerangkan bahwa di zaman mereka, ada sebuah alat untuk hiburan dan menyampaikan berita secara luas disebut dengan Televisi. Si Uchiha memprediksi mungkin setelah desa lebih stabil bakal ada penemuan televisi.

"Sasuke dilatih Orochimaru dan aku dilatih Pertapa Genit, Jiraiya sih namanya. Mereka adalah 2 dari 3 legendaris. Mereka dulunya murid dari Sandaime Hokage yang seharusnya adalah murid kakek Nidaime di zaman ini."

"Muridku?" Mata rubi bertukar pandang dengan Izuna. Mereka kepikiran anak-anak yang membangunkan mereka pagi ini. Bagaimanapun, sekarang bukan waktu yang tepat untuk membicarakan masa depan. Tobirama menambahkan, "Satu lagi yang penting dan perlu diingat, jangan memanggilku dan kakakku dengan 'Shodaime dan Nidaime'."

"Kenapa?" Naruto memiringkan kepalanya.

"Sekarang, kakakku adalah Hokage dan saat ini kita tak tahu siapa yang akan menjadi Hokage selanjutnya jadi jangan panggil begitu karena sejarah mungkin berubah. Lalu, kalau kalian bertemu dengan bocah yang akan jadi Sandaime, kutebak dia masih kecil sekarang berdasarkan cerita Sasuke, jangan bicara atau melakukan sesuatu padanya." Dia menatap Sasuke dengan penuh arti," Atau siapapun yang kalian tahu sebagai Tetua di zaman kalian."

Sasuke menajamkan tatapan ke Tobirama. Dia tahu apa maksud lelaki itu. Sama seperti Nidaime di zamannya, meski versi edo tensei, Tobirama yang ini juga tahu betapa dalam kebencian Sasuke kepada Tetua Konoha di masa mereka karena keputusan mereka membuat kehidupan Itachi menderita.

"Di sisi lain," tambah Izuna, "Naruto mungkin tidak dikenali sebagai Uzumaki karena rambut pirangnya. Tapi, kau," dia mengarah ke Sasuke, "jelas seorang Uchiha. Amnesia ataupun tidak, ciri fisikmu sendiri apalagi sharinganmu, menegaskan bahwa kau Uchiha."

"Apa saranmu kalau begitu?" Tanya Sasuke.

Madara menjawab, "Aku bilang pasa klan kalau kau yatim piatu dari saudara jauhku yang hilang kontak dengan klan."

"Saudara jauh?" Sasuke melihat Kepala Klan Uchiha dengan tak percaya. Madara melipat tangan, menutup mata, bergumam, "Tak ada cara lain."

"Kenapa?" Naruto bingung.

"Sasuke mirip sekali dengan Izuna. Orang bisa mempertanyakan bagaimana bisa kalau tidak kukatakan dia saudara jauh kami." Madara membuka mata dan melihat ke Izuna. Naruto bolak-balik melihat antara Izuna dan Sasuke beberapa kali. Mereka memang mirip! Kalau bukan karena rambut panjang Izuna dan lebih tinggi sedikit, mereka bisa jadi kembar! Naruto pun paham, "Ah!"

"Dia tak mungkin jadi anak Izuna karena umurnya tidak pas atau jadi saudaraku yang lain karena orang tahu saudaraku tinggal Izuna," jelas Madara. Naruto tertawa dan yang lain bingung.

"Apanya yang lucu?" Sebal kentara di nada Sasuke.

"Itu..itu," Naruto mencoba mengatakan sesuatu tapi ia terpingkal-pingkal untuk beberapa saat. Setelah mulai reda dan terengah, "Aku baru sadar... kau memang mirip Izuna tapi tanpa ekspresi...mirip Kakek Nidaime jadi aku kepikiran kalau kau—!"

"—bisa jadi anak Tobirama dan Izuna!" Hashirama melengkapi kalimat Naruto yang mengangguk setuju. Kedua reinkarnasi Asura tertawa terbahak-bahak bersama. Izuna tersenyum kecil tapi kekasihnya dan kedua reinkarnasi Indra tak terlihat senang. Madara tidak suka pemikiran adiknya bersetubuh dengan Tobirama. Senju muda dan Sasuke pikir itu tidak masuk akal.

"Selucu itu sekalipun," Madara mengerutkan kedua alis kembali ke topik semula, "kupikir kau tidak bisa menggunakan nama-nama tersebut."

"Kenapa?" Keluh Naruto.

Tobirama menjawab, "Alasan sama dengan kalian tidak menggunakan nama asli. Nama palsu dari zaman kalian terlalu riskan untuk digunakan sekarang. Bahkan karakter fiksi seperti Sesshoumaru dan Inuyasha."

"Pikirkan namanya nanti saja, kita perlu memindahkan kalian dari gedung ini ke kediaman Hokage," kata Izuna.

—000—

Izuna membawa tumpukan baju ketika mereka tiba di kediaman Hokage dalam kamar untuk dua remaja dari masa depan. Hashirama menjelaskan bahwa kamar tidurnya sensiei berjarak dua ruangan ke kiri. "Kalau ada apa-apa, kasih tahu saja. Aku sediakan beberapa kimono untuk kalian di sana," Hokage menunjuk pintu geser sebelah kanan. "Futon juga di sana."

"Ini baju asli kalian, sebaiknya tidak dipakai karena ada lambang klan kalian," ucap Izuna menaruh baju-baju tersebut di tangan Naruto.

Si pirang berkedip. Dia mencium bau aneh dari Izuna pas mereka berdekatan tadi. Naruto mengendus udara sekali ketika Madara berdiri disampinya menambahkan, "Kami mengatakan pada orang kalau kalian tinggal di sini supaya Hashirama muda melakukan pengecekan."

Madara baunya juga aneh. Naruto mengendus kedua Uchiha bersaudara. Itu mengherankan yang lain damln membuat kesal Uchiha bersaudara. Bahkan Sasuke tidak mengerti. "Naruto? Ada apa?"

"Tidak tercium ya? Madara sama Izuna baunya agak aneh," Naruto berhenti mengendus. Sasuke mencoba mengendus dan, "Tidak. Apa maksudmu? Racun?" Senju bersaudara dan Sasuke bersiaga.

"Apa dia punya kemampuan itu? Mendeteksi racun?" Tobirama bertanya pada Sasuke.

"Tidak sewaktu kami masih kecil tapi di perang, dia membuka segel Kyuubi dan mendapat keistimewaan seperti merasakan aura jahat atau semacamnya. Aku tak terlalu tahu pasti tapi dia tidak pernah mengendus orang sepanjang yang aku tahu sebelum segel terbuka," jawab Sasuke.

"Demi si Tua Rikudou Sennin, Naruto, berhenti!" Kurama menghardik si pirang dari dalam. Naruto bingung, "Tapi, aneh, Kurama. Kau juga cium 'kan? Madara bercampur dengan bau khas Shodaime dan Izuna bercampur dengan punya Kakek Nidaime."

"Kurama?" Hashirama bertanya. Madara bertanya ke si pirang, "Kau bicara dengan siapa?"

Sashke menjawab, "Kyuubi. Dia bicara dengan Kyuubi. Kurama itu namanya."

"Bagaimana kau tahu?" Tanya Tobirama. Si Uchiha muda mengakui, "Aku bertemu Kyuubi sekali di dalam Naruto."

"Itu tidak aneh, Naruto. Itu normal untuk pasangan yang sudah diklaim," Kurama menghela nafas atas kepolosan Naruto atau ketidakmengertiannya tentang seksual. Si pirang tambah bingung, "Pasangan? Klaim?"

"Ayo, gantian," dalam sekejap mata, Naruto menutup mata birunya sebelum membuka lagi memperlihatkan mata merah berpupil segaris.

"Halo, reinkarnasi dari anak Si TuanRikudou dan keturunan mereķa," Kyuubi menyeringai keji.


Yak, Kurama muncul!

Makasih uda baca! Kasih review ya kalo mau ini lanjut!

Sesshoumaru dan Inuyasha bukan punyaku ya, aku minjem doang dari anime Inuyasha karya Takahashi Rumiko. Aku gak tau siapa ibunya Kagami jadi OC-ku yang muncul hehe!

Ay03sunny: Sip! Review lagi ya kalo mau lanjut!

tokyo tower: HashiMada dan TobiIzu emang bakal nikah barengan, alasannya ituh di chapter ini untuk nyatuin dua klan gitu, baca aja hehe tapi SasuNaru... sorry, mereka gak nikah di zaman ini hehe karena...alasannya bakal ada di beberapa chapter ke depan pas nikahan HashiMada ama TobiIzu!

YukazukiSakura: astagaaaaa, aku tuh beneran berasa dipanggil Thor dari avengers tau wkwkwkwkwk aaaah, aku juga bersyukur dapet review fangirlingan gini! BERHARGA BANGET! MANTUL! *kiss* Aku tuh ya berawal dari pengen baca ketiga OTP-ku nih di satu fic bareng tapi GAK ADA! GILA KAN?!?!?! Akhirnya kepikiran nih ide cerita time travel, sejak Juli 2019, kebawa mimpi segala! Dah pertanda harus ditulis deh, tapi kutulis di Fandom English duluan karena aku gak yakin ada yang baca gak di Fandom Indo soalnya aku cek fandom Indo pairnya ya SasuSaku NaruHina dll gitu jadi ragu. Ini kutulis indo-nya ya karena temen bilang Naruto itu fandom gede, pasti ada yg bacalah, gitu jadi yah, kucoba saja hehe. Gak discontinue kok, tapi yg englishnya lama update karena aku nunggu beta reader cek grammar. Bisa berbulan. Ini aja masih nunggu chp 9 english dicek. Chap 10 english emang masih proses kutulis tapi dari draft-ku keknya tamat di chap 18 buat yg versi english. Eh, kamu dah baca yg versi english? Ngapain baca yg indo-nya? Wkwkwkwk

Guest: Lanjut biar direview lagi

Isa83: Iya kan ya? Susah nyari HashiMada ama TobiIzu, jangankan b.indo, yg english juga langka sangat! Gimana? Gimana? Suka gak?