Disclaimer: I do not own Naruto. Naruto was created by Masashi Kishimoto. I own nothing except the OCs.

Warning: HashiMada. TobiIzu. SasuNaru. YAOI/BL/SLASH.

"Italics" untuk Naruto atau Kurama bicara di dalam tubuh Naruto.

Blod untuk Kurama bicara ke yang lain pakai tubuh Naruto.


"Naruto?" Hashirama memanggil dengan curiga.

Kurama menanggapi setengah tersinggung, "Salah, bocah Hashirama. Kau mirip Asura di bagian itu. Bocah Rikudou satu itu selalu telat paham." Ia menyeringai. Perhatiannya pindah ke Madara yang berkata, "Kyuubi, kalau begitu..."

Taringnya nampak di saat ia tertawa tanpa nada tergelak ke arah Kepala Klan Uchiha, "Apa celahku, Madara?" Dia terdengar riang tapi ada setitik emosi tertutupi di balik mata merah dan pertanyaan retorika. Bagaimana tidak? Madara Masa Depan pernah mengontrol dia lewat sharingan. Madara menjawab, "Aku baru mau mengatakan 'senang bertemu denganmu' karena ini pertama kalinya bagiku, tapi dari cerita kedua remaja ini, aku tidak yakin ucapan itu tepat."

"Tajam seperti biasa," mata merah menyipit sesaat. Namun, sebelum dia meneruskan, reinkarnasi Indra yang lain menangkap perhatiannya. Dengan Mangekyou Sharingan yang aktif serta Susanoo ungu perlahan terbentuk, ia bertanya, "Dimana Naruto, Kyuubi?"

Pertanyaan itu cukup membuat keempat lelaki lain untuk waspada. Mereka pikir itu biasa untuk seorang jinchuriki walaupun mereka tak pernah bertemu satupun. Bagaimanapun, pertanyaan Sasuke membuyarkan persepsi tersebut. Madara dan Izuna otomatis mengaktifkan Mangekyou Sharingan mereka meskipun Susanoo tak terbentuk. Tobirama mendekati dengan mata tajam ke bijuu di tubuh Naruto, "Kau tidak tahu soal ini?"

Sebelum Sasuke menjawab, Kurama memotong, "Tidak, dia tidak tahu. Dia belum ada di peperangan waktu aku dan Naruto pertama kali bertukar tempat. Madara yang lain di sana."

"Kau tidak menjawabku," mata Sasuke menyipit tajam. Ada cemas terdeteksi dalam suaranya yang terdengar sangat tenang. "Aku bertanya, di mana Naruto?'

"Tenang, Romeo. Juliet-mu ada di dalam. Kami cuma bertukar untuk sebentar. Nanti juga kalian bertemu lagi," Kurama melambai malas bahkan tak melirik sedikit pun ke Susanoo ungu di samping Sasuke. Sekalipun begitu, dia sadar Uchiha bersaudara sudah siap di sisi kanannya sementara Senju bersaudara dan Sasuke di sisi kiri. Di saat yang bersamaan, Naruto yang sudah merah padam, protes, "Apaan sih, Kurama?!?! Kenapa kau memanggilku itu?!?!"

"Kenapa tidak? Kalian berdua dari keluarga yang bermusuhan dan nyaris mati sebelum si Tua Rikudou memberikan kekuatannya," Kurama mendengus, "Belum lagi kesetiaanmu, aku gagal melihat perbedaan antara kau dan Sasuke dengan film kesukaanmu itu, Naruto." Mata merah melirik ke para pendiri dan adik mereka, "Jangan tersinggung tapi kalian berempat belum 'mati bersama' seperti mereka berdua." Keempat bersaudara Uchiha dan Senju tak mengambil hati karena jangan tersinggung, mengerti pun tidak. Hanya Sasuke yang tahu referensi yang digunakan Kyuubi.

"Aku tidak pernah bilang itu film kesukaanku!" Naruto berteriak ke Kurama. The Kyuubi menaikkan alis, "Seberapa bodoh dirimu? Aku hidup di tubuhmu sejak kau masih bayi. Aku tahu kau menonton film itu lebih dari sekali dan menangis setiap menonton."

"Hey! Itu seharusnya rahasiaku!"

"Dia bilang itu rahasianya, jadi berpura-puralah kau tidak dengar yang tadi," Kurama bilang ke yang lain karena mereka tidak bisa mendengar suara Naruto. Dia menatap Sasuke, "Kau lihat? Juliet aman dan 'tentram', Romeo."

Mata mereka bertemu dan itu memberikan Mangekyou Sharingan Sasuke sedikit celah melihat Naruto di dalam. Muka merah, malu dan mengambek. Selain itu, dia tak ada masalah secara fisik. Itu menenangkan Uchiha muda dan Susanoo ungu pun menghilang. Ia menutup mata untuk membukanya lagi dan memperlihatnya mata hitamnya kembali. Para pendiri dan adik mereka menjadi tenang sedikit, masih waspada tapi Uchiha bersaudara mengikuti langkah Sasuke dengan mata mereka kembali hitam juga.

"Kau seburuk Indra di bagian gegabah mengambil kesimpulan," Kurama berkomentar sambil melipat tangan di dada, suaranya memelan, lebih untuk dirinya sendiri, "Bocah sombong."

Semua mendengar itu tapi berlagak tidak dengar. Sekalipun begitu, Madara dan Sasuke mengerutkan alis. Alam bawah sadar mereka merasa mereka diejek. Hashirama mengambil perhatian dengan bertanya, "Kyuubi, boleh aku tahu kenapa kau bertukar tempat dengan Naruto?"

"Karena Naruto tidak akan mengerti apa yang akan aku bilang sebab dia masih perjaka jadi dibanding frustasi melihatnya menjelaskan, aku yang akan bilang sendiri pada kalian."

"Ada apa?" Tanya Tobirama.

"Setelah membuka segel dan cakra kami bercampur jadi satu, dia mendapat kemampuanku juga. Seperti yang dibilang Sasuke ke kalian tadi. Selain itu, semua indranya jadi lebih tajam, aroma yang dia cium barusan adalah tanda pasangan sudah diklaim. Itu raksi kawin."

"Apa!?" Keempat lelaki tersebut kaget si luar kepalang.

"Aku tahu kedua Uchiha diklaim oleh dua bocah Senju. Aku masih bisa menciumnya," Kurama mengendus udara. "Dasar bocah, kalian bersetubuh sepanjang malam, 'kan? Sampai Naruto juga bisa menciumnya. Indra penciumannya memang meningkat lebih dari manusia biasa tapi tetap belum setingkat denganku. Sekedar dibasuh dengan air tidak menghilangkan raksi ini, Bocah. Bersihkan dengan benar kalau kalian kasihan dengan Naruto."

Keempat pria ini membeku dan bungkam. Selagi mereka tenggelam dalam trauma, Kurama bertanya ke Sasuke, "Tadi kau bilang mau bertemu denganku 'kan?"

"Ini tentang situasi kita." Sasuke mulai tapi terhenti ketika Kurama menaikan jari telunjuk ke bibir dan melirik ke jendela. Itu menyadarkan Uchiha dan Senju bersaudara. Kurama berbisik rendah, "Tidak aman membicarakannya di sini."

"Kami pernah membahas di bangunan sementara Rumah Sakit dan kau tak pernah menghentikan kami," celetuk Izuna.

"Bangunan itu dikenal untuk orang terluka tapi di sini dikenal sebagai kediaman Hokage. Musuh kalian cenderung akan memata-matai di sini dibanding tempat sebelumnya. Perlu kuingatkan bahwa tidak semua orang senang dengan bersatunya Senju dan Uchiha?" Kurama menegur Izuna yang membuatnya merasa seperti anak kecil terlepas dari umurnya sekarang.

"Apa yang kau coba katakan?" Tobirama mengernyitkan alis. Apa yang Kurama bilang memang benar dan karena remaja dari masa depan akan tinggal di sini untuk waktu yang lama, bisa sangat bahaya mendiskusikan perihal perjalanan waktu di kediaman Hokage. Desa ini masih bayi, walaupun para penduduk telah pindah semua dan mereka tengah mempersiapkan pembukaan Akademi Ninja, mungkin mereka butuh tim khusus yang bekerja langsung di bawah Hokage. Menjawab, tunduk serta bergerak atas perintah Hokage seorang. Untuk membereskan siapapun yang membahayakan desa dari dalam bayangan. Tobirama butuh membicarakan ini ke kakaknya segera.

"Ada tempat dimana tak ada mata atau telinga lain," Kurama menyeringai.

"Di mana?" Sasuke bertanya.

"Di dalam," dia menunjuk ke tubuh Naruto yang dipakainya.

Keempat pria hanya terdiam tanpa ekspresi karena mereka tidak tahu apa yang dimaksud Kurama mengandung erotika atau sesuatu yang tak pernah diketahui mereka berempat. Hashirama mengutarakannya dengan bertanya, "Apa maksudmu?"

"Maksudnya masuk ke alam pikiran Naruto seperti pertama kali aku melihat Kyuubi," jelas Sasuke.

"Bagaimana?"

Alih-alih Sasuke, Madara yang menjawab, "Sharingan."

Hashirama menatap dua reinkarnasi Indra lalu bertukar pandang dengan adiknya. "Apa ini berarti aku dan Tobirama tidak akan jadi bagian dari pembicaraan ini?"

"Tidak harus," ucap Izuna. "Aku mungkin punya cara supaya kalian ikut jika kalian mau."

Hokage terbelalak, "Kau bisa?"

Adalah hal umum untuk menggunakan genjutsu, terlebih lagi sharingan, seseorang harus menatap mata si pengguna. Tak ada yang bisa lepas kecuali ada orang ketiga. Karena memasuki pikiran Naruto butuh genjutsu, kedua Senju bukan tipe pengguna genjutsu, mereka tidak melihat bagaimana itu bisa dilakukan.

Izuna mengangguk sebelum bertatapan dengan Tobirama yang terlihat kaget juga, "Ini kemampuan doujutsu-ku. Aku bisa bebas dari genjutsu tanpa perlu orang ketiga menggangu aliran cakra-ku dan bisa masuk ke sebuah genjutsu tanpa perlu terkena kendali si pengguna."

"Dengan kata lain, genjutsu tak akan menimbulkan efek ke Izuna sebagaimana orang biasa. Dia tak terkalahkan dalam genjutsu, tak hanya miliknya tapi dia bisa memanipulasi genjutsu sesuka hati," Madara menguraikan tapi bertanya ke Kyuubi, "apa kau tidak terpikir bahwa kau bisa dikontrol lagi oleh sharingan? Apa kau percaya pernuh bahwa kami tak akan mencoba mengontrolmu?"

"Tidak, aku tak peduli tentang itu. Pertama, reinkarnasi Asura satu ini tak akan membiarkan. Dia mungkin pasanganmu, Madara, tapi sifat Asura yang menjunjung tinggi keadilan tak hilang lewat reinkarnasi. Kedua," dia menyeringai ke Sasuke, "Kau tidak akan membiarkan calon pasanganmu dicelakai 'kan, Sasuke?"

Uchiha termuda di ruangan mengernyit sedikit tapi tidak mengkonfirmasi atau membantah.

"Ketiga, perlu diingat, Madara dari masa Naruto, aku yang membiarkannya mengambil kontrol." Itu mengusik mereka yang mendengar. Tak disangka, Sasuke tak bisa mengerti alasan hingga bertanya, "Kenapa?"

Mata Kyuubi jatuh pada Madara sebelum berpindah ke Sasuke untuk menjawab, "Entahlah."

Kurama tak terlihat akan menjelaskan lebih lanjut dan itu membuat Sasuke kesal. Tak ingin buang waktu, Hashirama membawa kembali topik utama. "Jadi, bagaimana kita melakukan ini? Jika semua akan berada dalam genjutsu, bagaimana dengan keselamatan tubuh kita?"

"Aku bisa merasakan bahaya di kamar ini jadi aku akan menendang kalian keluar dari Naruto kalau terjadi sesuatu," usul Kurama. Seolah itu masalah kecil. Jika memang benar maka apa yang dia bilang tentang membiarkan Madara Masa Depan mengambil kontrol adalah benar. Izuna mendekat ke Senju bersaudara dan menjelaskan bahwa mereka akan dalam genjutsu Izuna dulu sebelum ia membawa mereka ke dalam Naruto. Dia bertanya ke kedua Senju, "Kalian yakin akan membiarkan aku menggunakan genjutsu ke kalian?"

Beresiko, tentu saja. Ada kemungkinan Izuna memanipulasi kedua Senju. Tak berarti dia ada niat itu. Tobirama menatap kekasihnya, tersinggung, "Aku tidak akan pernah tidur denganmu kalau aku ak percaya padamu." Yah, dia menduga Tobirama akan bilang begitu. Toh, semalam bukan pertama kalinya mereka bersetubuh. 9 tahun lalu, kebetulan mereka bertemu. Jauh dari klan mereka atau siapapun. Malam pertama yang tak terlupakan.

"Aku tahu," dia senyum ke Senju termuda. Menghindari tatapan membunuh Madara terarah ke Tobirama yang blak-blakan tentang hubungan mereka, Izuna bertanya ke Senju tertua di ruangan, "Dan Anda, Hokage?"

"Kenapa tidak?" Hashirama mendekati Izuna. Tersenyum ramah, ia menaruh tangan di pundak Uchiha satu ini. "Kau Shinobi Konoha. Terlebih lagi, kau adalah adik Madara dan kekasih Tobirama, jadi kau keluargaku juga," nada bangga kentara di suara Hokage. Untuk beberapa hal, ini memalukan bagi Izuna mendengar Hashirama mengungkapkan fakta.

"Demi kewarasanku, tolong jangan panggil adik tercintaku seperti barusan," Madara melotot ke Hashirama. Hokage menaikkan sebelah alis, "Kenapa tidak? Apa kau lupa kalau mereka memegang janji satu sama lain sejak kecil dan tadi Kyuubi bilang rak—"

Hashirama berhenti mendadak setelah Madara berjalan ke arahnya perlahan. Matanya masih kelam bak malam, belum berganti merah dengan tiga tomoe mengelilingi iris hitam tapi Senju ini bisa merasakan tekanan sama dengan doujutsu khas Uchiha terarah kepadanya. Madara mendesis mengancam, "Lengkapi kalimat itu, kau bisa anggap pernikahan kita batal."

"Tidak, Dara, tolong jangan," Hashirama segera memohon. "Maa, tak akan kuulangi."

"Bucin," batin Sasuke, Kurama dan Tobirama.

Izuna bahkan tak berkedip karena dia tahu kapasitas kakaknya jadi dia kurang lebih memprediksi sesuatu seperti ini terjadi ke Hokage. Sial. Sangat memalukan diperlakukan seperti ini oleh Madara dan Hashirama. Tapi, ia tahu untuk tidak tantrum bak anak kecil ke Madara. Oh, telinganya bisa panas nanti waktu Madara bicara (baca: menginterogasi) soal Tobirama nanti. Jadi, dia tidak butuh beban baru.

"Ayo, mulai," Izuna bilang pada kedua Senju untuk berdiri samping Kurama sementara para Uchiha di depan mereka. Mereka mengaktifkan sharingan, kecuali Izuna yang menggunakan Mangekyou Sharingan. Sedetik kemudian, mereka tak lagi berada di kamar tidur melainkan tempat gelap dengan warna jingga dimana terlihat Naruto sedang protes tentang panggilan Romeo-Juliet ke rubah raksasa berekor sembilan yang tak terlihat menanggapi.

"Lihat, Romeo-mu datang," goda Kurama sebelum Naruto berbalik sambil menggerutu, "Apanya yang Rom—WAAAAA!"

TBC


Makasih uda baca! Seperti biasa, review ya kalo mau ini lanjut!

Oh ya, supaya jelas, kemampuan doujutsu Izuna di sini murni karanganku ya. Setahuku di canon gak dijelaskan spesifik kemampuan Mangekyou Sharingan Izuna. Jika aku salah, kasih tahu ya. Di canon juga gak ada pernyataan bahwa Hashirama dan Tobirama gak bisa genjutsu, ini asumsiku aja mereka gak bisa genjutsu ya. Kalau kalian ada yang tahu jelas bahwa mereka bisa genjutsu, kasih tahu aja yaaa!

Romeo and Juliet jelas bukan punyaku, tapi milik Shakespeare. Cuma minjem nama doang ya akunya!

Guest: Review

Ay03sunny: Sorry ya kalo kepolosan soalnya aku lebih suka Naruto yang polos hehe~ makasih! semangat juga ya review terus! biar lanjut nih wkwkwkwk

tokyo tower: wow! pemaparannya bagus banget! aku suka kalo ada yang jelas gini hehe tapi maaf, Naruto gak pake nama keluarga siapapun untuk nama palsunya. kenapa?

pertama, (spoiler dikit nih) bakal ada seseorang dengan nama Namikaze yang akan muncul diiii chapter belasan jadi aku gak pake Namikaze untuk nama palsu Naruto.

kedua, umum di zaman perang untuk melihat anak yatim piatu tanpa marga. sebut saja, orochimaru dan jiraiya, mereka gak pernah muncul nama belakangnya sekalipun dan kuanggap itu karena situasi perang tak menentu. jadi gak perlu pake nama belakang kalau cerita palsunya pakai status anak korban perang. lebih masuk akal dan mudah diterima di jaman para pendiri. soalnya bakal langsung jadi sorotan kalo dia Namikaze sendirian. pasti ada yang inget sampe bertahun mendatang sementara tujuannya pakai nama palsu kan untuk berbaur dengan jaman ini biar ga dicurigai.

jika heran kenapa Sasuke bisa pakai nama Uchiha sementara Naruto gak bakal ada marga?

alasannya sudah ada di chapter sebelumnya, mukanya mirip Izuna (ini pernyataan dari Hashirama di canon lho ya) dan dia ada sharingan. walaupun Uchiha terkenal, gak masalah Sasuke pakai marga Uchiha karena jumlah Uchiha masih banyak. orang cuma bakal ingat dia Uchiha jika memang ada yang ingat tapi belum tentu ingat siapa dia di Uchiha. Izuna aja gak pernah disebutkan selain oleh Obito, Madara sendiri, atau (edo-tensei) Hashirama di canon. berdasarkan itu, Sasuke masih aman pakai nama Uchiha. justru dia bakal jadi sorotan kalau gak pake padahal mirip sama para Uchiha. kuharap bisa dimengerti ya alasanku, makasih!

Rumie: Aku dipanggil se-se-senpai??!?? *blush* uda update nih! cepat review lagi yaaaa!