Disclaimer: I do not own Naruto. Naruto was created by Masashi Kishimoto. I own nothing except the OCs.

Warning: HashiMada. TobiIzu. SasuNaru. YAOI/BL/SLASH.


Wajah Naruto merah pada melihat Sasuke dan yang lain. "Ke-kenapa Sasuke dan para kakek di sini?!"

"Kita harus membicarakan apa yang harus kita lakukan tentang perjalanan waktu ini," Sasuke berjalan untuk berdiri di sebelah Naruto. Mengakibatkan rona merah semu di pipi si pirang yang sedikit hilang fokus makanya bertanya, "Hah? Kenapa?"

Sasuke menatap safir kembar dengan dalam, "Apa kau tidak ingin kembali ke masa kita?" Keduanya tak lagi memiliki orang tua dan mereka merupakan sisa terakhir dari klan mereka tapi... Naruto mendapatkan kehormatan yang didambanya dari Konoha setelah invasi Pein.

Ia berkedip beberapa kali sampai arti dari pertanyaan Sasuke masuk ke sanubari, "Itu..." Dia mungkin satu dari 2 Uzumaki terakhir di masa depan dan kedua orangtuanya meninggal di hari kelahirannya tapi... Iruka, Konohamaru, Sakura, Shikamaru, Gaara dan temannya yang lain ada di sana. Di waktu asal mereka. Masa depan mereka mungkin tak indah dengan tragedi melalang buana, namun, dia tak akan menjadi dia yang sekarang tanpanya. Si pirang mengerutkan alis. "Apa kau... tidak ingin kembali juga, Sasuke?" Tanyanya dengan nada sedih. Sasuke menatap Naruto lama.

Lalu, dia bertanya dengan tenang, "Apa kau tak terpikir apa yang akan terjadi padaku jika kita masih di masa depan setelah Kaguya tersegel?"

Naruto bingung, "Hah? Apa?"

"Penjara atau mati," ungkap Sasuke dengan datar.

"Apa?!"

"Pikir lagi, Naruto. Aku meninggalkan Konoha untuk ke Oto. Sebagian dari perang adalah salahku yang bergabung dengan Akatsuki mengoleksi bijuu, dengan begitu aku membantu Obito dan Madara. Aku punya keinginan memusnahkan Konoha sebelum pembicaraanku dengan para Hokage sebelumnya. Hukumanku adalah kematian. Kau tahu itu, kau memohon ke Lima Kage untuk hidupku dan itu tak merubah apapun."

"Bagaimana kau tahu Lima Ka—!"

"Obito memberitahuku."

Secara pribadi, Sasuke tak peduli jika dia harus tinggal di zaman ini selamanya karena tak ada yang berharga di masa depan, kecuali Naruto tentu saja. Setelah Itachi mati, Sasuke tak peduli apapun lagi selain Jinchuriki dari Kyuubi ini. Entah Naruto sadar atau tidak, itu tak masalah. Walaupun itu jelas bagi keempat pria di sini dan Kurama yang bertukar pandang.

"Aku tidak akan membiarkanmu mati!" Ucap Naruto dengan serius. Dia terluka oleh maksud tersirat Sasuke dari kalimat barusan. Seperti, dia akan mati jika kembali ke masa depan. Atau dia tak berniat kembali jadi dia akan mengirim Naruto sendiri jika mereka menemukan cara ke masa depan.

"Impianmu adalah menjadi Hokage," Sasuke menyipitkan mata, "Tak ada yang akan menerima seorang Hokage yang tak menghukum penjahat."

"Kalau begitu, aku tak akan menjadi Hokage kalau kau tidak bersamaku!"

Sasuke membuang muka dalam diam.

Kurama melihat kedua remaja dengan pahit. Tak peduli seberapa sering reinkarnasi terjadi, jiwa Indra dan Asura tak pernah pudar. Itu yang membuatnya membiarkan Madara Masa Depan mengontrolnya ketika melawan Hashirama di Lembah Terakhir. Kurama tahu Indra selalu kuat nan piawai dengan jurusnya, Asura bukanlah tandingan jika Hagoromo tak membantu. Tapi, Indra kalah. Ditambah, Madara setelah memberi syarat ke Hashirama saat kalah, justru menghentikan Hashirama membunuh dirinya sendiri sekalipun itu syarat yang ia ajukan. Begitupun Sasuke tak mampu membunuh Naruto di Lembah Terakhir bertahun lalu. Itu bukanlah kebetulan atau kurang kekuatan. Indra tak bisa melawan adiknya dengan seluruh kekuatan karena ia tak sampai hati membunuh saudaranya tersebut. Kepeduliannya terhadap Asura sangatlah besar.

Tanpa sadar, Madara Masa Depan dan Sasuke merasakan efek yang sama terlepas perasaan pribadi mereka terhadap kedua reinkarnasi Asura. Itu alasan Kurama membiarkan dirinya dikontrol. Dia tahu Madara tak akan menang tapi dia melihat betapa dalam kesendirian Madara. Sama seperti Sasuke. Mungkin bisa disebut kasihan, namun, Kurama tak bisa membiarkan putra Si Tua Rikudou tinggal dalam kegelapan sendirian sebagaimana para bijuu.

"Tenang dulu, kalian berdua," Hashirama menengahi dengan nada diplomasi. Mendekati keduanya, dia mengingatkan, "Kalian tak akan mendapatkan apapun jika dikuasai amarah. Itu tak hanya diaplikasikan dalam ilmu perang tapi juga dalam hubungan. Tenangkan diri kalian atau jangan bicara sama sekali."

"Ini bukan urusanmu!" Desis Sasuke marah ke Hokage Pertama.

"Urusanku, Sasuke," Hashirama menatap Sasuke tajam. "Aku Hokage dimana kalian berdua adalah tanggung jawabku untuk sementara waktu. Lagipula, seperti yang kau bilang, Naruto dan aku mempunyai jiwa yang sama sebagai reinkarnasi Asura jadi aku tahu ia terluka oleh kata-kata yang tidak kau maksudkan."

Kedua remaja tersebut terbelalak dalam keterkejutan. Hashirama tersenyum, "Kalian berdua masih muda dan mudah terbawa emosi, aku tak bisa melihat kalian jatuh hanya karena itu."

Naruto menekuk wajah lalu duduk di samping kepala Kurama yang melingkar seperti bola. Kyuubi menutup mata dan menaruh satu dari sembilan ekornya ke pangkuan Naruto. Melihat itu, Hashirama menyarankan, "Ayo, duduk dan bicara."

Mereka duduk searah jarum jam: Naruto (dengan Kurama di belakangnya), Hashirama, Madara, Izuna, Tobirama dan Sasuke di sisi kanan si pirang. Madara bertanya ke Sasuke, "Dari perkataanmu barusan seolah ada cara untuk kembali ke masa depan, apa yang membuatmu berpikir itu mungkin?"

"Setiap jurus ada kelemahan," Sasuke mengutip perkataan Itachi. "Kakakku pernah berkata begitu. Dia bilang kalau tak ada jurus yang sempurna. Jika tak ternah terkalahkan, itu berarti belum ada yang tahu jurus melawannya atau tak punya kemampuan melawan jurus tersebut. Jadi, aku yakin pasti ada cara untuk membuat jurus yang memungkinkan kembali ke masa depan."

"Kakakmu bijaksana," komentar Tobirama. "Apa kau ada ide?"

"Aku pikir mungkin Kyuubi bisa membantu," Sasuke melihat ke Kurama yang kini menatap balik. "Apa kau tahu jurus Ame no Minaka milik Kaguya?"

"Sayangnya, tidak. Selain dari perkataan Si Tua Rikudou tentang Kaguya kepada kalian, aku tak tahu lagi. Setelah dia menciptakan kami 9 bijuu, ia memperingatkan tentang Juubi yang merupakan Kaguya. Aku tak tahu jurusnya."

"Kalau Kaguya adalah Juubi, berarti untuk melakukan ninjutsu-nya akan membutuhkan cakra dari kesembilan bijuu," celetuk Tobirama. Sasuke mengangguk, "Aku juga pikir begitu. Ada resiko kombinasi cakra mereka membuka segel Juubi. Itu tujuan Zetsu Hitam selama ribuan tahun."

Mata hitam mengarah ke Senju dan Uchiha bersaudara, "Aku butuh melihat gulungan tertua dari Senju dan Uchiha."

"Buat apa?" Tanya Naruto.

"Uchiha dan Senju adalah keturunan dari Indra dan Asura, mungkin di gulungan tertua mereka, ada jurus yang bisa digunakan dalam hal ini."

"Pernahkah kau membaca satu diantaranya?" Tobirama bertanya.

"Yang tertua di masaku adalah sekitar jaman ini dan klanku dibantai sebelum ada yang memberitahuku dimana gulungan-gulungan yang lain," jawab Sasuke.

"Kurasa tak masalah," Hashirama menyetujui permintaan Sasuke. Tobirama menyela, "Tapi, Izuna dan aku yang menemani.

"Kita?" Izuna menoleh ke Tobirama.

"Tunggu! Kenapa kau tidak menghitungku dan Madara juga?" Protes Hokage. Tobirama menatap ke kakaknya, "Perlu kuingatkan bahwa kau sekarang Hokage, Kak? Kau ada banyak pertemuan politik mulai besok. Apa kau baca jadwal yang kubuat 2 hari lalu?"

"Oh, itu..." Hashirama membuang pandangan agar tak menatap adiknya. Tobirama menghela nafas, "Sudah kuduga. Karena itu Madara akan mendampingimu selama aku pergi. Tak hanya dia salah satu pendiri tapi juga sebagai Kepala Klan Uchiha, dia harus mengurus pernikahan antara klan kita. Sama denganmu."

Madara menyipitkan mata tajam ke Tobirama. Dia tak suka tapi adik Hokage ini benar. Izuna bisa menggantikannya ke tempat persembunyian gulungan klan karena dia juga tahu.

"Sebentar, Zetsu Hitam ini... kau bilang dia menggunakan Madara di masa kalian 'kan?" Hashirama berpikir lagi. Sasuke melirik ke Madara sebelah Hokage sebelum menjawab, "Ya, dia memanipulasi Madara dan semua reinkarnasinya dari awal. Dia mengaku bahwa dia mengikuti jejak reinkarnasi Indra dan Asura tiap generasi karena dia tahu hanya lewat keduanya bisa membangkitkan rinnegan. Itu dibutuhkan untuk Mugen Tsukuyomi yang bisa melepaskan Kaguya."

"Apa dia mendatangimu juga?" Tanya Izuna.

"Tidak. Dia tak butuh aku karena Madara bisa membangkitkan rinnegan dengan menghubungkan sel Shodaime ke tubuhnya," Sasuke menatap kedua pendiri dengan penuh arti. "Zetsu Hitam menyatakan bahwa Madara adalah reinkarnasi Indra pertama yang ia percaya bisa membangkitkan rinnegan."

Naruto mengikuti arah pandangan Sasuke dan bertanya, "Maksudnya?"

"Kita adalah reinkarnasi pertama yang lahir di masa relatif damai, Naruto. Keluarga kita tidak dalam perang seperti para reinkarnasi sebelum kita. Secara teknis, aku punya kemampuan membangkitkan rinnegan jika kita punya hubungan baik," yang berujung ke pernikahan, lanjut Sasuke dalam hati. Sasuke menjelaskan, "Tapi, Shodaime dan Madara lahir di masa perang dan tak pernah ada reinkarnasi yang mempunyai hubungan baik sampai... mereka berteman."

"Intinya, maksudmu Zetsu Hitam memata-mataiku setiap saat? Karena itu dia tahu hubunganku dengan Hashirama dan yakin itu membuahkan hasil sesuai rencananya?" Simpul Madara.

"Kurang lebih iya. Setidaknya masa depan kami menjadi bukti rencananya berhasil walaupun dia sekarang tersegel bersama Kaguya." Sasuke melirik Kurama. "Karena itu aku mau bicara dengan Kyuubi di alam ini supaya dia tak tahu apa yang kita bicarakan." Kurama mengedipkan mata sekali sebagai tanda setuju karena ia pun menyarankan untuk berdiskusi di sini dengan alasan yang sama. Sasuke melihat ke kedua pendiri lagi, "Aku tak tahu dia dimana tapi dia pasti sadar aku dan Naruto tiba di jaman ini karena dia pasti ada di sekitar Madara tak terdeteksi."

"Jika dia selalu di sekitar, bagaimana bisa kakakku dan Tobirama tidak tahu?" Tanya Izuna tak percaya. "Dan kenapa kalian tak menyamar supaya dia tak tahu?"

"Bahkan Kakek Rikudou tak bisa mendeteksi dia, aku dan Kurama pun juga tak bisa. Tak heran Kakek Nidaime dan Madara tak bisa juga. Dia bukan manusia ataupun bijuu, aku tidak tahu makhluk apa dia," jelas Naruto. Sasuke menambahkan, "Percuma menyamar karena dia tahu cakra Indra dan Asura jadi wujud apapun tak akan mengelabuinya. Lebih baik aku dan Naruto tidak lebih mencurigakan di jaman ini."

"Jadi, kita tak bisa mencari Zetsu Hitam dan mencegah sebelum dia melakukan rencananya?" Tobirama mengerutkan alis. "Ini tak terdengar bagus."

"Sepanjang aku tahu, hanya Indra yang pernah mendeteksinya, bukan reinkarnasinya," komentar Sasuke berdasarkan ingatan yang diperlihatkan Rikudou Sennin.

"Tak diragukan, dia akan datang," Kurama mengambil perhatian mereka. "Cepat atau lambat, dia akan mendatangi Madara. Satu-satunya yang ia yakin akan membangkitkan rinnegan."

Setelah diskusi mereka selesai dan kembali ke kamar dimana remaja dari masa depan menginap, Tobirama berkata, "Aku akan kasih tahu kapan kita bisa pergi mengecek gulungan klan."

"Secepa—"BRUGH!

Muka Sasuke digampar Naruto yang terlihat marah.

TBC


Makasih uda baca! Jangan lupa review ya kalau mau chapter selanjutnya!

Referensi mengenai masa kecil Indra dan Asura dari anime. Tak pernah disebutkan secara jelas kapan Bijuu tercipta jadi kuasumsikan para Bijuu tahu soal Indra dan Asura yang merupakan anak dari pencipta mereka. Gak masuk akal kalau mereka gak kenal Indra dan Asura.

sasayachen: yep! aku juga bahagia sama yang rame-rame review XD hahaha gak marahlah, kan akang tersayang yang manggil. diam-diam seneng dipanggil gitu mwhahahaha keduanya mah bucin dong! kurang bucin apa coba dari di canon aja uda saling memahami satu sama lain hoho~! review lagi ya kalo mau ini lanjut!

Ay03sunny: lagi bosen sih hahaha panggil Suseri ato Su ato Seri juga gapapa kok hehe harus cliffhanger dong biar kalian penasaran HAHAHA *ketawa jahat*

Guest: aiiihh makasih pujiannyaaaa!!! yosh! review lagi biar ini lanjut!

katakuri mino: suka bagian mananyaaaaaa? kasih tau duoooong~~~!! jawab lho! aku tunggu di review selanjutnya wkwkwkwk

Isa83: hahaha terjawabkah penasarannya?

Keknya pada heran ya kok aku update cepet? Kukasih tahu ya hahaha, aku update kalau jumlah review sama atau mendekati chapter yang diupdate. Contohnya, ini chap 7, karena di chap sebelumnya ada 5 review buat chap 6. Kalo chap ini aku dapet 6 atau 7 review, ntar ku-update chap 8, seperti ituuuu~!

Apa? Apa? Aku pelit karena minta review dulu baru kasih chapter baru? Hey, manis, ngaca dulu dong. Situ-situ pembaca juga pada pelit ngasih review, emang salah kita yang nulis kalau pelit juga? Situ lho ntar yang gak bisa tidur kalo ini gak dilanjutin~ makanya~ review ya~

The choice is yours, choose wisely~!