Disclaimer: I do not own Naruto. Naruto was created by Masashi Kishimoto. I own nothing except the OCs.

Warning: HashiMada. TobiIzu. SasuNaru. YAOI/BL/SLASH. Selebihnya cek warning chapter 1!


Izuna merasa gugup.

Dia tak pernah merasa begini sejak debut terjun ke peperangan saat dia masih kecil dulu. Izuna tahu ini terdengar menggelikan masih bisa gugup di umur segini dengan pengalaman hidupnya tapi mau bagaimana lagi? Setelah keluar dari kamar Sasuke dan Naruto bahkan beberapa kali pergi mengecek gulungan kedua klan bersama dua remaja masa depan, ia masih tak bicara dengan kakaknya. Hashirama dan Madara langsung mengurus pekerjaan terkait pernikahan kedua klan mereka, penerimaan klan lain bergabung dengan Konoha dan beberapa berita bahwa beberapa desa ninja lain didirikan juga. Sungguh minggu yang sibuk untuk semua yang di Konoha. Dengan kata lain, Izuna belum bertemu muka secara pribadi dengan kakaknya lagi sampai sekarang.

Jika dia tak tahu kesibukan padat di Konoha, Izuna mungkin berpikir Madara menghindarinya.

Kakaknya tak akan menghindarinya... 'kan?

Tidak mungkin!

'Kan?

"Tidak, aku yakin Madara tidak sanggup jauh darimu," datang jaawaban dari sebelahnya. Izuna menoleh terkejut. "Tobirama!" Teriaknya. "Jangan mengagetkanku!"

Tobirama menatapnya datar, berkedip sekali dan berkata lambat-lambat, "Aku sudah di sini 30 menit yang lalu."

Izuna cengo, "Kau bercanda?"

"Kita sudah bersama beberapa minggu ini apa kau pernah melihatku bercanda?" Tobirama menaikkan satu alis. Pipi Izuna bersemu merah. Tobirama tergolong tipe tegas dan taat aturan, berbeda 180 derajat dari Hashirama. Tertawa saja jarang, apalagi membuat lelucon. Uchiha ini menghela nafas, "Iya, iya."

Mereka berada di kamar Tobirama dengan beberapa gulungan terbuka di sekitar mereka di atas tatami. Keduanya duduk di zabuton dan sudah menggunakan kimono tipis biru muda untuk tidur. Akademi Ninja akan dibuka minggu depan jadi mereka harus memastikan semua persiapan selesai. Bekerja bersama membuat mereka menghabiskan malam bersama juga.

"Seperti yang kubilang, aku datang setengah jam lalu. Kau menyapaku dengan ciuman sebelum melamun dan cemas soal Madara menghindarimu," lanjut Tobirama sembari mengecek gulungan tentang pendidikan ninja berdasarkan ide Hashirama tapi semua peraturan dan detailnya dibuat oleh Tobirama dengan bantuan Izuna.

"Aku bilang begitu? Bukan dikepalaku saja?"

Senju satu ini mengangguk tanpa melihat Izuna, "Aku tidak tahu kakakmu secara pribadi diluar fakta bahwa kakakku menyukainya tapi aku tahu cara bertarungnya dan menyaksikan langsung sindrom bro-com Uchiha yang terkenal."

"Hei!" Izuna cemberut ke Tobirama. Dia tersinggung. "Itu tidak seterkenal itu!" Izuna berpikir lagi tapi jadi ragu hingga ia menambahkan, "...mungkin sih."

"Mungkin tidak tapi jelas ada dalam darah Uchiha. Bahkan di masa depan pun kita bisa yakin generasi selanjutnya akan mewarisi juga," Tobirama mulai membereskan gulungan-gulangan dan mengikatnya rapi.

Izuna bersidekap, "Mana kita tahu."

Tobirama terhenti mengikat gulungan di tangannya, menoleh ke Izuna, berkata, "Sasuke dan kakaknya, Itachi." Itu membungkam adik Madara otomatis. "Ck. Aku mulai berpikir kalau leluhurku, Indra adalah penyebab ini juga," ucap Izuna.

"Si Indra itu punya daddy-issue, itu sudah pasti," gumam Tobirama. "Dari cerita dua remaja itu, aku pikir Asura yang punya bro-com."

Sebuah pikiran melintas di benak Izuna, "Hei, karena kedua kakak kita adalah reinkarnasi Indra dan Asura... jika mereka menikah... apa itu tidak termasuk incest?"

Keheningan mencekam membelenggu mereka sebelum Tobirama memecah dengan, "Secara genetik... tidak. Mereka lahir dari klan serta orangtua berbeda di generasi ini. Tapi... secara rohani..." Ia membiarkan kalimatnya menggantung tapi keduanya tahu.

Senju berambut perak menyelesaikan membereskan gulungan terkahir dan menaruhnya di meja terdekat. "Bagaimanapun, aku tahu kalau Madara tidak menghindarimu." Berjalan ke futon setelah mematikan lampu, ia berbaring di bawah selimut yang terbuka sedikit seraya memanggil lembut, "Izu."

Izuna mengikuti Tobirama, masuk ke selimut dan merapat ke Senju yang memeluknya hangat.

—000—

"Hei, hei, Akademi Ninja bakal buka hari ini untuk pertama kali!" ucap Naruto gembira setelah berminggu-minggu lewat sejak memulai pencarian gulungan. Mereka masih belum menemukan apa-apa. Pencarian gulungan tak bisa dilakukan setiap hari karena para pendiri dan adik mereka sibuk melakukan persiapan untuk hari ini.

Sasuke dengar dari Hashirama kalau mereka akan membentuk pasukan ANBU minggu depan. Beberapa sejarah tetap terjadi sebagaimana mestinya. Seperti Akademi Ninja dan ANBU dibentuk dalam waktu berdekatan tanpa jarak waktu terlalu jauh.

"Kita bisa datang ke upacara pembukaan 'kan?" Tanya Naruto penuh harap.

"Tidak," tolak Sasuke datar. "Fokus mereka akan jatuh ke kita dan kita harus menghindari perhatian umum sebisa mungkin."

Memang latar belakangnya adalah sebagai saudara jauh Madara yang hilang ingatan juga orangtua memberikannya kesempatan untuk hadir tapi dia mungkin akan ditempatkan di sebelah Izuna yang berdiri di belakang Madara. Dan itu akan menarik perhatian orang-orang jaman ini. Mereka semua adalah ninja jadi kebanyakan mempunyai ingatan tajam dan bagaimana jika ada yang masih hidup di masa dia seeta Naruto akan lahir? Terlalu riskan.

Sasuke tak mau ambil resiko.

Naruto mengambek dan berbalik badan. Dia akan pergi sendiri diam-diam tanpa Sasuke. Namun, Sasuke tahu ini tanpa melirik sekalipun. Naruto selalu orang yang muda dibaca seperti buku terbuka. Dia memperingatkan Uzumaki tersebut, "Jangan hadir, Naruto. Aku peringatkan satu kali ini saja."

"Memang kenapa?"

"Tidak ada ramen untukmu seminggu penuh."

Naruto membeku dan marah-marah frustasi!

"SIALAN!"

Tapi ancaman Sasuke ampuh.

—000—

Melewati berminggu-minggu membaca ratus ribuan gulungan dari kedua klan, mencari yang paling tertua, terdekat ke masa Indra dan Asura... mereka masih belum menemukan apa-apa.

Tapi, tidak hari ini.

Duduk di tempat persembunyian Senju, Tobirama memanggil, "Sasuke, Naruto, coba lihat ini."

Keduanya segera datang dan melihat ke bawah dimana gulungan raksasa Tobirama terbuka di lantai. Naruto yang sekarang punya hidup sensitif, otomatis menutup multu dan mundur teratur. Terbatuk keras, ia mengeluh, "Uek! Busuk! Apaan itu!" Lalu ia terbatuk lagi.

Ini salah satu gulungan tertua yang aku dapat dan kurasa kita butuh ini. Ditulis oleh cicit cucunya Asura Otsutsuki, Suseri Otsutsuki. Adik dari Okuninushi Otsutsuki yang merupakan leluhur Senju. Keturunan Suseri sekarang sekarang..." Tobirama mengecek pohon keluarga di gulungan lain yang terbuka di sebelahnya, "...Klan Uzumaki."

Sasuke, Izuna dan Naruto menatap ke gulungan dalam diam. "Hm?" Naruto berkedip, ada diagram segel yang terlihat tak asing. "Hei, kayaknya aku pernah lihat yang ini tapi dimana ya?" Ia menunjuk yang ia maksud.

Sasuke menatap bagian lain dimana ada yang mirip segel kutukan Orochimaru sebelum memindahkan matanya ke bagian yang ditunjuk Naruto. Ia berkata, "Ini terlihat seperti segel di perutmu tapi lebih rumit. Milikmu lebih sederhana."

"Ah! Benar!" Naruto membuka kimono bagian atasnya untuk melihat perut.

"Sudah kuduga," angguk Tobirama, "Dia adalah leluhur Klan Uzumaki yang terkenal dengan teknik segel mereka. Aku tidak yakin kalau dia ahli teknik segel tapi dia merekam cukup banyak teknik tersebut di sini. Dari yang kukenali, ini versi asli dari semua teknik segel yang kita ketahui sekarang. Menurutku terjadi perubahan seiring perkembangan zaman dan semakin dimodifikasi sehingga yang sekarang sudah lebih mudah dibanding yang asli seperti ini."

"Kau bilang kakaknya adalah leluhur Senju? Si kakak ini tak punya gulungan yang lebih tua dari punya Suseri Otsutsuki?" Tanya Izuna.

"Ada," Tobirama menunjuk me gulungan-gulungan terdekat lainnya yang tengah terbuka. "Tapi, dalamnya berisi teknik penyembuhan. Sepertinya salah satu keahlian Asura sama seperti kakakku sementara Suseri Otsutsuki memperdalam ilmu teknik segel."

"Kenapa gulungan Klan Uzumaki di sini? Apa mereka tak punya persembunyian bawah tanah di zaman ini seperti Klan Senju?" Naruto bingung.

Tobirama menjawab, "Mereka punya, tapi setelah membaca kedua gulungan kakak beradik ini, sepertinya Okuninushi dan Suseri adalah keturunan terakhir yang tumbuh besar dibawah asuhan Asura secara langsung. Sepertinya Asura punya umur yang panjang lebih dari kebanyakan orang. Berdasarkan apa yang tertulis di sini, Okuninushi dan Suseri diajari sendiri oleh Asura tentang semua yang mereka tuliskan. Jadi, ini diwariskan ke keduanya. Aku rasa di Klan Uzumaki juga terdapat beberapa gulungan yang ditulis oleh Okuninushi juga."

Sasuke bertanya tenang, "Kenapa tadi kau bilang kita butuh gulungan ini, Nidaime?"

Tobirama menatap Sasuke sebentar sebelum berkata, "Aku punya ide tapi masih belum jelas karena aku butuh hal lain juga." Ketiga lainnya bertukar pandang, sedikit bingung. Tobirama berharap, "Semoga kita bisa temukan sesuatu dari gulungan punya Uchiha."

Berbulan-bulan kemudian...

"Aku sudah cek beberapa kali," Izuna melebarkan gulungan raksasa setelah terbatuk oleh debu. Gulungan ini terlihat sangat tua dibanding yang lainnya di bawah tanah persembunyian Klan Uchiha. "Ini yang tertua."

Dua remaja dari masa depan menginspwkai gulunvan itu sekalipun Naruto kembali mengeluh tentang bau busuk karena termakan usia. Tobirama dan Sasuke berlutut. Mengamati berbagai macam gambar segel tangan. "Ini ditulis oleh cicitnya cicit cucu Indra Otsutsuki. Namanya tak terlalu jelas tapi yang terbaca olehku adalah Onamuji Otsutsuki. Leluhur klan kami, Klan Uchiha."

"Kenapa ada banyak segel tangan?! Aku cuma tahu 12," komentar Naruto dengan tangannya menutupi hidung, ikut menyentuh sedikit sambil duduk samping Sasuke.

"Apa kau lupa, Naruto? Dari ingatan yang diperlihatkan Rikudou Sennin, Indra adalah pelopor penciptaan segel tangan di umurnya yang 10 tahu bahkan sebelum sharingan-nya bangkit. Ayah dan neneknya, Rikudou Sennin dan Kaguya menggunakan cakra mereka untuk jurus hanya dengan keinginan. Tanpa perlu segel tangan karena sudah mereka miliki secara alami," jelas Sasuke.

Izuna terkagum, "Si Indra ini... pasti dia defenisi jenius itu sendiri." Naruto mengangguk dengan kagum juga. Melirik ke gulungan, Uchiha yang lebih tua menyimpulkan, "Kurasa, seperti teknik segel, zaman sekarang segel tangan juga mengalami preubahan sehingga lebih sederhana."

Sasuke terdiam, mengikuti Tobirama membaca seksama tiap segel tangan yang tertera di gulungan. Naruto yang terbatuk-batuk dan terbersin tak bisa bertahan lagi! Dia meminta, "Bisa—" bersin, "—keluar—" batuk, "—sekarang?!"

Tobirama menghela nafas, "Naruto, duluanlah tapi jangan pergi kemana-mana." Ia menoleh ke calon suaminya, "Izuna, bisa aku tinggal sebentar?"

"Jangan bawa apapun keluar," ia peringatkan.

Sasuke berdiri dan berjalan menuju Naruto yang lari namun terhenti ketika Tobirama memanggil, "Sasuke." Remaja Uchiha hanya melirik. Tanpa melihat ke lawan bicara, Senju bermata merah ini berkata, "Sini dulu."

Izuna melihat mereka dengan penuh arti sebelum bilang, "Aku akan mengecek Naruto." Lalu meninggalkan keduanya sendirian.

—000—

Naruto mengambil nafas dalam setelah keluar dari bawah tanah. Dia tak menyangka udara bisa sebegitu segar dan melegakan seperti sekarang! Bau busuk sudah digantikan dengan aroma segar alam. Ia tersenyum selagi menikmati angin berhembus.

Namun, itu berlangsung singkat karena setelah Izuna menyusul dan lari cukup jauh, Uchiha tersebut muntah-muntah.

"Iuh..." Naruto menggosok hidungnya. "Kau kenapa, Izuna?" Ia menghampiri dengan khawatir. "Kau seharusnya tidak menemani kami kalau lagi sakit. Kita bisa ganti hari dan menunggu sampai kau sehat."

Terengah, Izuna membersihkan pinggiran mulutnya, "Aku merasa sehat sampai bau di gulungan terlalu..."

"Hah? Kita 'kan sudah ke sini berulang kali dan kau tidak pernah muntah sebelumnya," ucap Naruto bingung. Izuna seharusnya lebih bisa beradaptasi dengan bau ini karena dia tak punya hidung sensitif seperti Naruto yang didapatnya sejak membuka segel Kurama dan mereka menyatukan cakra.

"Aku tidak tahu..." Izuna nampak bingung juga.

Naruto mencium sesuatu dari Izuna setelah mereka kembali ke depan pintu menuju persembunyian bawah tanah, "Hm? Kau tercium aneh lagi."

"Ya iyalah, Naruto, aku 'kan baru muntah."

"Bukan, bukan yang itu. Tapi seperti pertama kali aku mencium aroma ini. Yang waktu Kurama bergantian denganku, ingat tidak?"

Mata Izuna membesar, "Apa? Yang itu? Tapi, aku dan Tobirama tidak melakukan apa-apa semalam! Kami langsung tidur kok karena kecapaian!"

Dan jam tidurnya bertambah tanpa diniatkan Izuna. Aneh. Ia jadi curiga apa dia makan makanan basi atau sejenisnya? Dia tak merasa sehat belakangan. Naruto mengendusnya dekat, "Ini bukan bau aneh seperti raksi kawin tapi yang lain lagi," jelas Naruto. Izuna jadi berpikir curigaannya benar.

"Apa racun? Aku merasa letih belakangan ini walaupun tak melakukan misi dan aku maunya tidur. Beberapa bau juga bikin aku mual. Terlebih masum dapur atau restoran. Aromanya... memuakkan... mungkin ada yang meracuniku."

Hal lumrah untuk seseorang dengan posisi seperti Izuna jadi target oleh musuh. Dia adik dari salah satu pendiri Konoha, calon menantu Klan Senju dan calond adik ipar Hokage itu sendiri. Semuanya masuk akal.

"Hmm... aku merasakan dan mencium sebuah keberadaan di..." Naruto menaruh telapak tangan di perut Izuna dan kedua matanya terbelalak begitu memahami situasi yang terjadi.

—000—

"Apa maumu?" Sasuke memutar badan untuk menghadap Tobirama yang masih berlutut di samping gulungan. Perlahan, Senju itu berdiri, mata masih ke gulunhan untuk beberapa saat. Keheningan mencekam hadir dan Sasuke jadi kesal karena tiap detik lewat tanpa terjadi apa-apa padahal dia mau mengecek sendiri apakah Naruto baik-baik saja. Memutuskan Tobirama tak akan bicara, ia baru akan berbalik untuk pergi. Namun, kembali terhenti oleh suara Tobirama.

"Aku tahu cara untuk mengembalikan kalian ke masa depan."

TBC


Makasih uda baca! Yak! Seperti biasa~ kalo mau chapter selanjutnya~! Reviewnya ditunggu~! Mengingat yang setia review, gapapa deh chapter kemaren ini kurang 2 review tapi tetep ku-update! Tapi kuharap chap ini cukup review aka minimal 8 review hehe ok ok?

Isa83: Kenapa? Naruto ga boleh ngumpat ya?

sasayachen: selamatnya Tobi gak bakal bertahan lama mwahahaha kapan sih Madara ga luluh ma Hashirama? Di canon aja beuh, semua orang dibandingin sama Hashirama, selain Hashirama mah sampah di mata Madara XD hahaha aku juga di wattpad ga berubah namanya cuma gak pake spasi aja~ ih aktif banget deh dirimu baca, aku tuh seneng banget~~~

Namikaze Ichilaw: Joke-nya ya itu, kalo disatukan jadi "Taik Anjing" mwahahaha! Ih namamu pake marga Minato terus Ichilaw itu kebayang aku Ichigo-nya bleach ama Law di One Piece hahahaha

Hyull: makasiiiihhhh XD

Guest: Oh, ini reviwever yang kemaren request versi cewek itu ya? Untuk dirimu ntar aku translit deh fic TobiIzu prequel cerita ini :) Ditunggu aja yaaa