Disclaimer: I do not own Naruto. Naruto was created by Masashi Kishimoto. I own nothing except the OCs.
Warning: HashiMada. TobiIzu. SasuNaru. YAOI/BL/SLASH. Selebihnya cek warning chapter 1!
Untungnya, Hashirama mengingat cerita tentang masa depan dari kedua remaja saat pertama kali datang ke sini, "Bukannya itu jurus yang digunakan Madara Masa Depan untuk kembali hidup setelah bertarung denganku, maksudku, aku yang Masa Depan?"
"Ya, walaupun belum ada satupun Uchiha di masa ini ataupun Sasuke yang menggunakannya jadi kita masih belum tahu fungsi secara totalitas."
"Apa kau menganjurkan aku untuk menanamkan DNA Senju?" Sasuke terdengar muak dengan ide tersebut. Naruto menanyakan alasannya. Sasuke pun menjelaskan, "Untuk menggunakan Izanagi, si pengguna butuh DNA Senju. Madara Masa Depan, Obito dan yang bukan Uchiha perlu DNA Shodaime untuk mengaktifkan jurus ini."
"Yang bukan Uchiha?" Izuna terdengar kaget luar biasa.
Ketika Sasuke menceritakan kondisi masa depan, dia tak pernah menyebutkan secara spesifik nama untuk menghindari apapun yang merujuk pada perubahan sejarah. Hanya jabatan saja seperti Sandaime Hokage, Tetua dan sebagainya. Yah, dia memang menyebutkan Orochimaru dan Jiraya tapi ketiga legendaris seharusnya lahir sesudah masa pendiri. Bagaimanapun, nampaknya tak berguna lagi sekarang karena mereka memang mengubah sejarah dengan datang ke masa lalu dan Izuna masih hidup. Amarah yang ditutupi Sasuke tetap terlihat ketika ia mendesis, "Danzo menanamkan DNA Shodaime dan sharingan dalam jumlah banyak dari mayat-mayat para Uchiha ke dalam tubuhnya."
Keempat lelaki syok untuk alasan yang berbeda. Madara dan Hashirama tak bisa membayangkan ada orang serendah itu yang melakukannya. Memang, sudah biasa mendengar orang menanamkan sharingan ke mata mereka yang bukan Uchiha. Tapi, itu tak pernah berlangsung lama karena sharingan membutuhkan banyak chakra yang selain Uchiha nyaris tidak mungkin mengontrolnya. Sekalipun Senju dan Uzumaki tak pernah menyobanya. Biasanya hal tersebut dilakhkan oleh orang yang sudah putus asa untuk memenangkan pertarungan. Satu sharingan sih biasa tapi kalau dalam jumlah banyak, para pendiri tak tahu apakah itu dikarenakan putus asa atau obsesi atau pengecut.
Tobirama dan Izuna membeku setelah melempar pandang. Mereka tahu Danzo sebagai anak kecil tentu saja. Bocah berambut hitam yang selalu main bersama bocah Sarutobi. Mereka anak-anak yang berpotensi besar. Tekun berlatih dan bakat yang menjanjikan. Susah dibayangkan bahwa bocah itu menjadi seperti yang dideskripsikan Sasuke. Tobirama akan memantau lebih dekat mengenai Danzo dan membimbingnya ke jalan yang benar. Sia murid Tobirama juga. Ke Sasuke, dia berkomentar, "Kurasa tidak perlu menanamkan secara permanen karena Madara Masa Depan hanya menggigit segumpal daging kakakku di Masa Depan di dalam mulutnya ketika mengatur waktu Izanaginya aktif."
"Aku jadi teringat Kakek Rikudou ada bilang tentang Madara Masa Depan menghubungkan sel Kakek Shodaime ke badannya lalu rinnegannya bangkit karena cakra Indra dan Asura bersatu di badan Madara, " ia penasaran, "Jadi, kalau Sasuke juga begitu dengan DNA-ku atau Kakek Shodaime... rinnegannya akan bangkit?"
"Pertanyaan bagus," Izuna kagum Naruto terpikir itu.
"Untuk mengaktifkan rinnegan, bahkan buat seseorang yang punya cakra Indra dan Asura, itu akan seperti membangkitkan Mangekyou Sharingan pertama kali. Pemicunya sama," Sasuke terdengar sedih. Madara dan Izuna tahu apa yang dibicarakan Sasuke. "Kematian orang terkasihku akan membangkitkannya."
Dan aku tak ada niatan kehilanganmu, lanjut Sasuke dalam hati sambil menatap dalam Naruto. Namun si pirang, Kyuubi dan Senju-Uchiha bersaudara membaca makna tersirat dengan sangat jelas. Naruto merasa tersentuh, hanya Kurama yang tahu betapa bahagia jinchuriki-nya dan itu membuat Kyuubi terkekeh jahil. Naruto memerah padam seraya ujung satu ekor Kurama menggelitik sisi putra Yondaime Hokage sementara yang lain memandang keduanya.
"Bagaimana kau tahu Sasuke tidak pernah menggunakan Izanagi, Kek?" Naruto bertanya ke Tobirama untuk mengubah topik. Adik Hokage menjawab, "Dia masih punya kedua matanya. Izanagi hanya dipakai sekali karena jurus ini mengakibatkan kebutaan. Satu mata hanya untuk satu kali penggunaan."
"Buta..." Naruto melempar pandangan khawatie ke arah Sasuke. "Jadi, kalau kami, maksudku, Sasuke menggunakannya untuk jurus ini, ketika kami sampai di masa depan... dia akan buta?"
"Kalau kita berhasil dalam sekali coba, dia masih punya satu mata lagi."
Naruto mengerutkan alisnya dalam. Itu tidak menenangkannya dan dia tak suka kalau Sasuke kehilangan penglihatan untuk mengembalikan mereka ke masa depan. Itu membuatnya sedih sekali. Hashirama yang duduk di samping Uzumaki pirang merasakan perubahaan keceriaan Naruto meredup hingga ia merasa simpati karena mereka tak punya banyak pilihan. Dia mengerti perasaan Naruto seperti perasaannya sendiri jadi tanpa sadar Hashirama mengangkat lengan kanan dan merangkul pundak Naruto sebelum menariknya ke dadanya. "Kalian akan berhasil dalam satu kali coba," hiburnya pelan tapi penuh determinasi, "kami akan membantu itu terjadi."
Hal langka bagi Naruto untuk dibesarkan hatinya oleh orang dewasa selain Iruka. Walaupun, Hashirama seperti dirinya sendiri versi dewasa, dia merasa baikan. Naruto mengangguk pelan-pelan.
Sasuke merengut. Itu pemandangan tak biasa baginya. Terkahir kali dia melihat Naruto dihibur oleh orang dewasa adalah 4 tahun lalu di Konoha dan oleh Iruka. Yang diakui Naruto sendiri bahwa pengajar Akademi Ninja tersebut adalah sosok ayah sejak Minato mati di hari kelahirannya. Secara teori, dia tahu Naruto dan Hashirama mempunya jiwa yang sama karena mereka reinkarnasi Asura. Tapi, melihat miliknya di tangan lelaki menarik lainnya... sungguh mendistraksi.
Madara tak mempermasalahkan hal itu. Dia tahu Hashirama merupakan orang yang simpatisan. Terlebih keduanya mempunyai jiwa yang sama yaitu milik Asura. Ditambah, Naruto seperti Hashirama versi lebih muda. Yang mengganggu Madara adalah betapa mudah Hashirama menangani dan menghibur Uzumaki pirang tersebut. Calon suaminya piawai dengan anak-anak. Sesuai perkiraan memang, mengingat sifat Hashirama. Tapi, tetap saja mengejutkan Madara bahwa Hokage pertama memiliki bawaan sebagai seorang ayah. Pemimpin Klan Uchiha tersebut tidak tahu dia memiliki hal yang sama atau tidak.
"Kapan kita bisa melakukan jurus ini?" Madara bertanya ke Tobirama.
"Aku hanya punya teori untuk sekarang karena aku harus mempersiapkan beberapa hal. Sampai semuanya selesai, aku tak bisa memastikan kapan jurus ini bisa digunakan."
"Apa yang kau perlukan untuk persiapan?" Hashirama bertanya.
"Aku harus belajar teknik penyegelan untuk menyegel sebagian kecil cakra masing-masing bijuu dari seseorang di Klan Uzumaki."
Naruto terkejut, "Dariku?!?!" Ia nampak pucat karena dia tidak tahu tentang teknik penyegelan apapun.
"Bukan, Naruto. Kau tidak dibesarkan di Klan Uzumaki 'kan?" Tobirama memberi poin tak terelakkan, Naruto mengangguk. "Aku tidak berharap kau tahu tentang teknik unggulan Klan Uzumaki kalau tak ada yang mengajarimu."
"Untuk apa mempelajari teknik segel?" Tanya Izuna.
"Yang ada di perut Naruto menyegel satu bijuu secara keseluruhan dan Gedou Mazou yang Sasuke sebutkan dipakai Madara Masa Depan dan Obito juga sama kegunaannya. Bahkan itu menyerap kesembilan bijuu. Karena kita tidak butuh banyak, aku harus menciptakan segel baru untuk cakra mereka."
Naruto berkedip, duduk tegak lalu berkata, "Hei! Itu seperti yang dilakukan ayahku!"
Yang lain melihatnya dengan bingung. Kurama menjelaskan bagaimana Minato menyegel cakranya sendiri dan cakra Kushina bersama setengah cakra Kurama dalam Naruto. Uzumaki pirang menceritakan bagaimana dia bertemu ayah dan ibunya dengan riang. "Tak kubayangkan ibuku sangat cantik! Rambut merah panjang dan sangat kuat! Aku berani bertaruh tanpa hiraishin no jutsu ayahku mana bisa mengalahkan ibuku!" Dia tertawa sekaligus tersenyum bangga.
Izuna penasaran, "Jadi, ayahmu juga Uzumaki tapi tanpa rambut merah? Karena dia juga bisa melakukan segel unggul Klan Uzumaki?"
"Bukan, bukan, dia bukan Uzumaki," Naruto menggelengkan kepala dan terkekeh. "Ibuku yang Uzumaki. Dia mengajari sendiri ayahku tentang teknik segel. Dia bilang kalau dia dibawa dari Uzushiogakure untuk jadi jinchuriki Kurama seperti jinchuriki sebelumnya yaitu istri Kakek Shodaime."
Hening mencekam hadir begitu kalimat itu berakhir.
Naruto sadar setelah beberapa saat dalam diam dan berkedip. Tak ada yang bicara. Maka dia bertanya, "Hah? Kenapa? Kok pada diam?" Hanya suasana ketegangan yang menjawab. Kurama tersenyum dan berkomentar, "Naruto bodoh."
"Hah?" Naruto menaikkan alis ke arah Kurama.
"Yang barusan kau bilang... maksudmu kakakku mengambil istri dari Uzushiogakure?" Tobirama mengerutkan alis. Desa yang dibangun keluarga jauh Senju, Klan Uzumaki, tak lama setelah Konohagakure didirikan.
"Yah, itu yang dibilang ibuku, dia bilang dia terinspirasi jadi istri seorang Hokage—ayahku jadi Yondaime Hokage lho— karena ia mau jadi seperti istri Shodaime," jujur, Naruto tidak mengerti situasinya kenapa mencekam begini.
"Jadi... dia memilih orang lain selain kakakku, "desis Izuna melotot ke Hashirama yang masih bungkam dalam syok bersama Madara.
"Ap—Tidak! Aku—" Hashirama membalas pelototan Izuna dengan kaget, mencoba menjelaskan. Menyadari situasi bisa gawat kalau Uchiha bersaudara marah, Sasuke memilih kata-katanya dengan hati-hati, "Ingat apa yang kuceritakan tentang masa depan. Di sejarah kami, kau sudah mati sebelum Konoha didirikan, maka dari itu Madara bertarung melawan Shodaime yang berakhir dengan kematiannya. Setidaknya untuk dunia."
"Itu yang mau kubilang," Hashirama menghela nafas lega dan, "Terima kasih, Sasuke."
"Kau memihak dia?!" Izuna tidak percaya dengan yang barusan dia dengar. Tak pernah terjadi di masa ini jika seseorang tak mendukung klan mereka sendiri dalam hal apapun. Ya, Sasuke memang dari masa lain tapi dia Uchiha dan Uchiha selalu bersama!
Sasuke menyatakan dengan tenang, "Aku tak memihak siapapun. Itu fakta."
"Dengar, Sa—!"
"Izuna," nada datar Madara membungkam adiknya. Semua melihat ke sulung Uchiha yang melanjutkan, "Sasuke benar, sejarah sudah berbeda sekarang. Tidak masalah siapa yang dinikahi Hashirama di masa depan mereka karena kita yang akan menikah dengan para Senju di masa ini."
Uchiha yang lebih muda menekuk wajah tapi menerima penjelasan kakaknya dalam diam. Tobirama dan Sasuke saling melempar pandang. Sedikitnya, mereka lega Madara menangani dengan baik mengingat Klan Uchiha terkenal dengan sisi sensitifnya. Namun, Hashirama tidak terlihat tenang. Kerutan alisnya menyaingi Izuna. Hokage ini sangat tahu calon suaminya tidak menerima masalah ini setenang yang terlihat. Dia menghela nafas diam-diam. Bakal jadi neraka nih pas kembali ke kamar mereka berdua.
"Tobirama, kau bilang kau perlu mempelajari teknik segel dari Uzumaki, tak bisakah kau menguasainya sendiri?" Hashirama membawa kembali topik utama karena tak ada gunanya meyakinkan Madara sekarang sebab ia tak akan mau mendengar. Lagipula, mereka perlu menuntaskan pembicaraan tentang pembuatan jurus tiruan ini.
Senju termuda menghela nafas, "Tidak. Aku sudah coba setelah membaca gulungan Suseri Otsutsuki tapi sepertinya beberapa bagian informasi hilang. Kalian tahu kalau shinobi punya beberapa kode untuk komunikasi, bukan? Ini persis seperti itu. Pasti ada penjelasan yang diturunkan dari mulut ke mulut hanya pada keturunan Uzumaki. Cerita Naruto bahwa ayahnya diajari langsung oleh seorang Uzumaki mengkonfirmasi prediksiku. Aku perlu seorang Uzumaki yang mengajariku dan Sasuke tentang ini."
"Hah? Sasuke juga?" Kedua alisnya naik dalam keterkejutan. "Kenapa?"
"Dia akan menjadi kunci jurus ini. Dia punya sharingan dan kemungkinan besar menggunakan Izanagi. Aku akan membantu membuat jurus ini tapi Sasuke harus tahu jikalau ada sesuatu terjadi di tengah jurus ini dilakukan dan aku tak bisa melakukan apapun, setidaknya dia tahu apa yang bisa dia lakukan untuk menghentikan."
"Lha? Aku gimana? Kenapa tidak aku diikutkan juga?" Naruto ngambek, merasa disisihkan. "Lagian yang Uzumaki 'kan aku!"
"Itu alasannya," Ujar Tobirama. "Kau Uzumaki meski rambutmu pirang. Jika yang kau bilang benar bahwa ibumu dibawa ke sini untuk menggantikan jinchuriki sebelumnya karena umur tua, itu membuktikan bahwa para Uzumaki mempunyai masa hidup yang panjang. Seseorang di masa ini mungkin masih ada di masa kau seharusnya lahir."
"Eeeeeeeehhhh?! Apa artinya aku tidak bisa melihat Sandaime versi chibi?" Keluhnya penuh kekecewaan. Tobirama menaikkan alis, "Itu maksudku."
"Sasuke!" Naruto mengarahkan mata biru penuh pengharapan ke Sasuke yang segera menutup mata sebelum dia terkena pesona safir kembar yang menatapnya bak mata anak anjing unyu. Dia berdehem untuk menguatkan niat, "Jangan lihat aku. Aku sepakat dengan Nidaime untuk masalah ini. Kau tidak akan bisa menutupi asalmu kalau bertemu dengan Sandaime versi anak kecil."
Naruto terkesiap sebelum mengambek dan pundung. Hashirama tertawa kecil melihat itu. Bahkan Madara tersenyum tipis sebelum ia bertanya ke Tobirama, "Jadi, kapan kau akan mengirim surat ke Uzushiogakure mengenai pelatihan teknik segel?"
"Itu tidak perlu," jawab Tobirama. "Mereka sudah tiba di Konoha barusan."
Menerima pandangan penasaran dari kedua remaja, Tobirama menjabarkan, "Pernikahan kami akan diadakan minggu depan dan wakil dari tiap desa sudah mulai berdatangan."
"Oh! Pantas kok jadi lebih rame dari sebelumnya," komentar Naruto.
"Kau akan meminta wakil Uzushiogakure untuk mengajarimu teknik segel mereka? Aku tidak yakin itu akan terjadi," Izuna terdengar ragu.
Tobirama membalas dengan, "Itu memang rencanaku. Ada satu dari wakil mereka merupakan keluargaku juga. Ibu kami adalah sepupu."
Izuna mau bertanya lagi tapi Uzumaki pirang mendahuluinya.
"Hei, hei, Kek, kami boleh datang 'kan ke pernikahan kalian?" Naruto bertanya penuh harap. Sasuke menggelengkan kepala sementara Kurama tertawa kecil. Si pirang merengut, "Kenapa tidak?"
Melihat Naruto yang berusaha mati-matian, Izuna entah kenapa merasakan dorongan untuk menghibur remaja tersebut. Entah karena hormonnya mulai berubah atau insting sebagai ayah kian terbentuk, Izuna memihak Naruto begitu ia menyuarakan pendapat, "Aku tidak melihat masalah kenapa mereka tidak boleh hadir."
Yang lain menoleh ke Izuna dengan terkejut. Tobirama menaikkan alis di kala menjawab, "Baru saja kubilang alasannya."
Izuna mengerutkan alis, "Aku dengar, aku tidak tuli. Tapi, berbeda dengan dengan pembukaan Akademi Ninja, tamu undangan akan terdiri dari semua orang di Konoha dan wakil dari tiap desa. Bakal ada banyak orang. Tidak ada yang akan ingat detail tiap tamu di acara besar seperti pernikahan kita. Lagipula, kita akan jadi pusat perhatian di acara tersebut sepanjang hari."
"Oh! Aku tahu maksudmu! Sembunyikan pohon di dalam hutan 'kan?" Hashirama mengangguk setuju dan senyum sumringah. "Kalau dilihat dari sudut itu, memang masuk akal. Tidak akan ada yang memperhatikan 2 remaja di lautan manusia."
"Jadi, jadi, kami bisa pergi?" Naruto bertanya tidak sabar. Sasuke bertukar pandang dengan Madara dan Tobirama.
Madara hanya berkata, "Cerita latar belakangmu adalah kau saudara jauhku jadi sah-sah saja kalau kau hadir di pernikahan dengan Uchiha yang lain."
Sasuke berpikir, "Bagaimana dengan Naruto? Apa tidak mencurigakan kalau dia ada? Dia bukan Uchiha. Dia Uzumaki. Aku tak yakin Uchiha dan Uzumaki punya hubungan akrab di masa ini."
Izuna meyakinkan pendapat, "Tapi, secara fisik dia tak punya punya rambut merah khas Uzumaki, jangan tersinggung, Naruto. Tidak ada yang akan tahu kalau dia Uzumaki hanya dengan sekali lihat. Naruto 'kan pasanganmu, Sasuke. Tidak ada yang akan mempertanyakan itu. Hanya tak perlu cerita asalnya darimana."
Senyum Naruto semakin cerah, "Kami bisa kan datang ke pernikahan? Ya 'kan? Ya 'kan?" Dia bertanya ke Tobirama yang mengerutkan alis dalam akibat mempertimbangkan dalam keheningan berlarut sebelum menghela nafas.
"Jangan lupa pakai nama palsu kalian di pernikahan," kata Tobirama dan Naruto langsung memeluknya sambil mengulang-ulang 'Terima kasih!' beberapa kali. Kurama dan Hashirama tertawa sementara Izuna dan Madara senyum kecil.
Sasuke menekuk wajah dalam kecemburuan. Mengutuk dalam hati...
Kenapa sih dengan Senju bersaudara hari ini? Peluk-peluk Narutoku. Ck.
TBC
Makasih uda baca! Kayak biasa, mau chapter selanjutnya, boleh dong review yaaaa tapi maaf ya bakal diupdate akhir Mei kalo ga ada masalah! Gomen!
Funyaaa: Oh, uda baca? Reviewnya di sini karena biar cepet dibaleskah? Wkwkwkw Kurang asupan? Kan bisa baca yang fandom english, bukannya masih buanyak banget ya SasuNaru di english? Uda baca semuakah SasuNaru di fandom english? Uwow! Sugoi kalo uda! Eeeeh? SasuNaru nikah bakal ribet? Kenapa mikirnya gitu?
Cerita ini bakal tamat di chap 18 untuk versi Inggris, untuk yang Indo bakal tamat di chapter 20-an mungkin atau 30. Iya makasih yaaaa!
Null: Nah gitu duong! Pake nama kan biar bisa dikenali gitu hehe bro-com mereka, biasalah Uchiha bersaudara mana sih yang ga bro-com wkwkwkwkwk ditunggu lagi reviewnya yaaaa~!
Namikaze Ichilaw: tung tung? HAHAHAHAHA Ngakak abis deh! Kebayang es krim kan ada ya namanya itu? Mari doakan aja biar Madara cepet isi nyusul di adek hehe Oh. Ya... mmm... SasuNaru mungkin ga ada momen spesial sampe 5 chapter ke depan. Maaf yaaa...
sasayachen: *Susanoo ngejer* iyalah Paman, gak berubah dong panggilan, nah itu kalo panggilan diubah ya sekalian genderswitch gitu. Kenapa memangnya dengan genderswitch? Gak suka ya? Aku sih ok2 aja selama Madara tetep bottom sebagai ce or co wkwkwkwk Aku sih fix gitu posisi seme-uke, ga terlalu suka yg switch position XP
