Disclaimer: I do no own Naruto. The creator is Masashi Kishimoto.
Warning: Cek chapter sebelah!
Setelah keriuhan tentang keputusan untuk hadir di pernikahan reda, Izuna yang tadi penasaran tapi keduluan Naruto kali ini bertanya ke Tobirama, "Siapa sepupumu dari Uzushiogakure?"
"Oh! Maksudmu Mito, 'kan?!" Celetuk Hashirama ke adiknya yang mengangguk. "Wah, sudah lama sekali sejak kita melihat dia. Aku dengar dia baru menikah dan sedang hamil anak pertama."
"Mito? Kayaknya aku pernah dengar nama itu deh, dimana ya?" Naruto berpikir keras mencari siapa yang menyebutkannya ke dia sebelum Kurama menghela nafas. "Tentu saja kau dengar, ibumu yang mengatakannya sendiri."
Sekali lagi, kesunyian mencekam hadir di antara mereka.
Para pendiri dan adik mereka menghentakkan kepala mereka ke atas mengunci pandangan dengan Kurama. Mereka dan Sasuke segera menangkap arti dari pilihan kata Kyuubi barusan yang dikonfirmasi oleh Naruto, "Ah! Iya! Itu nama istri Kakek Shodaime! Aku lupa kalau namanya Mito Uzumaki!"
"APA?! Aku di masa depan menikah dengan Mito? Tapi, kami keluarga! Dia anak sepupunya ibuku jadi kami ya sepupu sepupu!" Hashirama mulai meracau. "Dara," ia berbalik ke Madara, "Aku tidak mungkin memilih yang lain selain dirimu, itu pasti pernikahan politik. Bisa jadi Tobirama di masa depan juga begitu!"
"Jangan seret-seret namaku, Kak," Tobirama menyipitkan mata merahnya ke sulung Senju yang balas dengan intensitas setara. "Kita saudara! Tentu kau tidak akan membiarkan aku di posisi ini sendirian 'kan? Lagipula, kau adalah Nidaime Hokage di sejarah Sasuke dan Naruto. Ditambah, sama seperti Aku Masa Depan kehilangan Madara Masa Depan, kau juga kehilangan Izuna. Kau pasti punya istri juga, ya 'kan?" Hashirama menoleh ke para remaja dengan pandangan penuh harap tak ditutupi. "Sasuke? Naruto?"
Keempat lelaki memberikan perhatian penuh pada kedua remaja. Tobirama dan Izuna diam-diam penasaran setengah mati mengenai hal ini. Naruto dan Sasuke bertukar pandang sebelum Uzumaki pirang menggeleng kepala dengan jujur, "Aku tidak tahu. Ibuku cuma cerita tentang istri Kakek Shodaime. Gak pernah dengar tuh istri Kakek Nidaime."
"Bantu sedikit untuk masalah ini," Hashirama memohon pelan.
Sasuke hanya berkata, "Aku tidak tahu tapi sepertinya Kyuubi tahu sesuatu mengenai itu karena ia tinggal dalam tubuh Mito Uzumaki sampai ibu Naruto datang sebagai jinchuriki baru."
Sekarang, giliran Kyuubi merebut perhatian dengan tawa kecilnya, "Lemparan yang bagus, Sasuke." Mata merahnya melihat ke bawah ke arah para pendiri dan saudara mereka sebelum jatuh menetap ke Hashirama sambil menyeringai. "Harus kubilang kalau kau sendirian tentang ini, Bocah Hashirama."
Mata Hokage melebar sambil berdesis tak percaya, "Kau pasti bercanda."
Tertawa, Kurama melanjutkan, "Terserah padamu jika kau mau percaya atau tidak. Bukan urusanku. Tapi, Mito dan Tetua Konoha sudah mencoba berbagai perjodohan untuk Tobirama waktu dia jadi Hokage." Keempat lelaki itu tak menutupi keterkejutan mereka atas apa yang tersirat dari kalimat Kurama. Sasuke menaikkan satu alis tanpa komentar. Hanya Naruto yang mengkerutkan alis dalam dan bertanya bingung, "Apa maksudmu, Kurama? Jadi nikah atau tidak sih Kakek Nidaime?"
Kurama melempar ujung satu ekornya ke muka Naruto. "Bodoh. Dia tidak menikahi siapapun. Dia tak punya pasangan. Kalau masih tidak mengerti juga, dengar ini baik-baik: Bocah Tobirama tetap bujang sampai dia mati."
Naruto tercengang.
"OH AYOLAH!" Hashirama menjerit frustasi.
—000—
Hari berikutnya, Hashirama menguap selagi menandatangani dokumen dalam kantornya. Tobirama yang tengah mengecek ulang semua dokumen Hokage bertanya, "Kurang tidur, Kak?"
Hashirama tersenyum penuh sayang. Madara sangat kesal semalam tentang istri yang diceritakan pelara remaja dari masa depan tapi, "Yah, Madara membuatku tidak tidur semalaman," make-up sex-nya luar biasa.
Tobirama mengeluh, "Oh, tidak. Tolong jangan mulai. Aku tidak mau mendengar tentang kehidupan seks-mu selagi bekerja."
"Kau yang tanya duluan!"
"Aku mencoba membantumu tetap sadar dengan basa-basi bukan membahas seks sana-sini." Bungsu Senju menghela nafas berat.
Hashirama tertawa, "Ngomong-ngomong soal seks," dia menatap adiknya penuh rasa penasaran, "apa kau... 'main kasar' dengan Izuna di ranjang? Secara seksual, maksudku."
Adik Hokage membeku.
"Waktu kubilang aku tidak mau mendengar tentang kehidupan SEKSMU tidak berarti aku mau membicarakan kehidupan SEKSKU, Kak." Tobirama menyipitkan mata bak menjanjikan bahaya kasatmata ke sang kakak. Jika Tobirama adalah keturunan Uchiha, Hashirama yakin 200% bahwa Mangekyou Sharingan pasti sudah muncul sekarang. Bahkan Susanoo warna biru air terbentuk dan mencekik Hashirama dalam sekejab mata.
"Santai, santai, Tobirama," Hokage menaikkan kedua tangan sebagai tanda dia tak bermaksud buruk. "Aku juga tidak terlalu mau ikut campur tentang kehidupan seksmu tapi Madara tadi malam memintaku memeriksa kesehatan Izuna—"
Mata Tobirama melebar oleh kaget.
"—setelah kami 'main kasar'."
Menutup mata rapat-rapat sambil memijat dahi di antara kedua alis, Tobirama bergumam, "Terlalu banyak informasi, Kak. Aku tidak perlu tahu kapan dia memintamu."
"Tidak juga, aku tidak memberitahumu soal kesukaan Madara yaitu—"
"CUKUP!" Sela Tobirama. "Aku tidak butuh kerusakaan tambahan untuk mentalku," ia minta bahkan nyaris memohon. "Lupakan," Tobirama menghela nafas.
Kakak dan calon kakak iparnya tak akan pernah berubah. Hashirama akan selalu menjadi Hashirama dan Madara... Tobirama tak pernah menduga bahwa Madara akan ikut campur dengan kehidupan seks Izuna. Dia sungguh meremehkan tingkat brother-complex di Klan Uchiha. Namun, jauh di lubuk hati, Tobirama menghormati bagaimana Madara menjaga Izuna selama ini. Jadi, dia tidak mau mengabaikan kekhawatiran kakak iparnya mengenai kesehatan Izuna. Maka, dia bertanya ke Hashirama, "Apa sudah kau lakukan?"
"Lakukan apa? Kesukaannya Madara?
"Bukan!" Tobirama semakin frustasi. "Maksudku Izuna. Sudah kau periksa?"
"Akan kulakukan malam ini sehabis kerja. Dia sedang membantu Naruto dan Sasuke memilih kimono untuk pernikahan kita."
Tobirama bungkam beberapa lama sebelum memutuskan, "Tidak. Harus sekarang."
"Apa—" begitu Hashirama protes, Tobirama menggunakan jurus andalannya Hiraishin untuk hilang dari kantor Hokage. Hashirama melihat sekitar untuk memastikan apakah adiknya masih di sini tapi hasilnya nihil. Baru saja menghela nafas, detik berikutnya ia merasakan kehadiran seseorang dan menoleh segera ke arah tersebut untuk mendapato Tobirama sudah di sini bersama Izuna dan kedua remaja dari masa depan.
"Wow," Naruto terkagum, "Itu bukannya jurus teleportasi ayahku?"
Tobirama mengingatkan dengan kesal, "Aku yang menciptakan jurus ini, Naruto."
Si Uzumaki pirang hendak berdebat tapi Sasuke memotong dengan bertanya, "Kenapa kau membawa kami ke Kediaman Hokage, Nidaime?"
"Ya, kami sedang belanja untuk kimono mereka!" Izuna protes sambil bertolak pinggang. Belanja memilih baju merupakan kegiatan yang ditekuni Uchiha. Penampilan mereka sangat terjaga. Yah, Senju dengan selera bajunya yang begitu mungkin tidak mengerti. Tobirama membalas, "Aku hanya ingin membawamu tapi akan buruk kalau mereka jalan sendirian tanpa satu dari kita jadi aku bawa mereka juga."
"Aku? Ada apa ini?" Awalnya bingung tapi berubah jadi cemas, "Apa soal kakakku?" Apa dia diserang? Apa dia baik-baik saja? Dimana kakakku?"
Sebelum ada yang menjelaskan, pintu terbuka secara kasar dan Madara masuk dengan berlari, memeriksa ruangan, "Ada apa? Aku merasakan semua cakra kalian tiba-tiba di sini. Darurat? Kita diserang?" Lalu berhenti di sebelah Izuna.
Krik, krik...
Kecanggungan memenuhi ruangan selagi mereka saling melempar pandang dan Naruto sudah sangat penasaran jadi dia memecah keheningan dengan, "Ada apa sih ini?"
Tobirama menatap Izuna dan menghela nafas, "Madara meminta kakakku memeriksa kesehatanmu, apa ada yang tidak kau bilang padaku, Izuna? Apa kau sakit atau terluka?"
Pemahaman masuk ke Izuna begitu dia melihat Hashirama dan Madara setatapan. Madara menaikan alis sebagai pertanyaan non-verbal ke Hashirama, "Apa? Kau bilang begitu kok sehabis kita 'main kasar', ingat? Jadi, aku tanya adikku apa benar mereka juga seperti kita 'ma—"
Izuna terkesiap dalam kengerian bak melihat hantu sementara Sasuke buru-buru menutup kedua telinga Naruto secepat dia bisa. Tobirama tak menutupi ketidaksabarannya, "KAKAK! Tolonglah! Kami tidak butuh detail bagian yang itu."
Madara menutup mata dengan telapak tangannya, "Aku tak pernah bilang kau boleh mengatakan ke Tobirama tentang pemeriksaan itu ataupun kehidupan seks kita, Hashirama."
"Tapi—"
Satu tatapan berisikan ancaman dari Madara sudah cukup membuat Hashirama bersikap. Bakat yang dikagumi Tobirama diam-diam karena kakaknya tak pernah mengacu ke aturan apapun. Dia selalu terbuka jujur tanpa penyaringan tentang pendapatnya. Yah, memang kalau Hashirama merupakan pengikut setia aturan, desa ini tak akan ada dan perang masih berlanjut. Bagaimanapun, Tobirama (dan yang lain) akan sangat menghargai jika Hashirama tidak membeberkan detail masalah ranjangnya ke orang-orang.
"Izuna?" Khawatir kentara di suara Tobirama.
Uchiha tersebut menghela nafas, "Yah... aku minta kakakku untuk bilang ke Hokage supaya memeriksa sesuatu di tubuhku karena aku merasa tidak enak badan akhir-akhir ini."
"Kenapa tidak bilang padaku tentang ini?"
"Aku mau tahu dengan pasti dulu soalnya bisa saja bukan apa-apa..."
"Kalau begitu," Tobirama melirik ke Hokage, "tolong diperiksa sekarang, Kak."
Izuna dan Hashirama terkejut. "Sekarang?" Izuna bertanya ragu-ragu. Calon suaminya menjawab, "Ya, sekarang. Tidak ada alasan untuk menundanya sampai malam, aku mau tahu."
Hashirama yang mengerti kegelisahan adiknya mengabulkan permintannya seraya berdiri dengan wajah serius. "Aku mengerti. Ayo, Izuna," ia berjalan ke satu pintu di bagian kanan yang merupakan ruangan medis khusus untuk digunakan Hashirama dalam situasi darurat perawatan. Izuna mengikuti.
Keempat lainnya tinggal di situasi canggung untuk beberapa saat. Naruto yang melihat ke wajah cemas Tobirama, tersenyum sebelum menepuk-nepuk pelan bagian belakang Senju tersebut, "Tenang, Kek, Izuna nggak apa-apa kok. Jangan terlalu cemas."
Tobirama melirik dengan curiga ke Naruto, "Apa kau tahu sesuatu yang aku tidak tahu?" Mata rubi-nya juga melirik ke Madara yang terlihat tenang. Sedikitnya ini membuat Tobirama tenang karena kalau nyawa Izuna terancam, Madara tidak mungkin tenang-tenang saja sekarang. Tetapi, ia curiga Madara sudah tahu tentang ini. Hal tersebut membuat frustasi Tobirama dari dalam. Saat Naruto akan menjawab, pintu terbuka lagi dan Hashirama keluar dengan senyum lebar.
Tobirama segera ke sisi Izuna, bertanya cepat, "Bagaimana? Racun? Penyakit langka?" Hashirama buka mulut untuk menjelaskan tapi Izuna menahan, "Tunggu, aku yang bilang."
Hokage mengangguk dan berjalan ke Madara. Dia dan Naruto memasang senyum lebar yang terlihat mengerikan bagi Tobirama tapi dia mengacuhkan itu karena ingin fokus pada Izuna. "Jadi?" Desaknya tak sabar.
Izuna tertawa kecil, "Menurutmu kalau kita punya anak bersama, dia bakal punya rinnegan tidak?"
"Aku yakin tidak."
"Kenapa? Klan kita 'kan keturunan dari Indra and Asura."
"Tapi kita tidak punya cakra mereka seperti kedua kakak kita dan dua remaja itu. Reinkarnasi dari Indra dan Asura otomatis cakra mereka pun sama. Maka, jika punya anak, anak mereka mungkin, tidak, bisa dipastikan akan punya rinnegan."
"Hmm..."
Hening.
"Menurutmu, kalau kita punya anak bersama, dia bakal kayak Sasuke tidak? Yah, mukaku dengan tanpa ekspresi sepertimu."
Sasuke mulai mengerti arah pembicaraan dan menoleh ke Naruto untuk memastikan. Naruto terkikik sambil mengangguk sebagai jawaban.
Tobirama tidak melihat itu dan menatap dalam Izuna, "Jawab jujur, Izu."
"Ya?" Izuna yakin sekali kalau Tobirama yang jenius sudah tahu maksud dari pertanyaan pancingannya. Otak sepintar Tobirama tidak mungkin tidak menangkap sinyal Izuna ya 'kan? Oleh sebab itu, Izuna menatap dengan kegembiraan tertahan untuk mengetahui reaksi calon suaminya saat menyuarakan konklusi—
"Apa kau terobsesi dengan Sasuke?"
—yang jauh dari harapan.
"Hah?" Izuna cengo.
"Pfffttt—!" Naruto dan Hashirama terbahak! Bahkan Sasuke dan Madara bertukar pandang dengan senyum tertahan. Hanya Izuna yang tidak terlihat menikmati. Dia cemberut saat Tobirama bertanya lagi, "Apa hubungannya itu dengan pemeriksaanmu ini?"
Kelihatannya Tobirama mewarisi sesuatu dari Asura Otsutsuki sebagai keturunannya. Lemot. Izuna berdesis dengan kesal, "Tidak ada. Aku tidak terobsesi dengan Sasuke."
"Apa yang coba mau kau katakan?"
Izuna menatap Tobirama dengan tidak percaya kalau calon suaminya masih tidak ngeh kalau dia, "Hamil. Aku hamil, Tobirama. Anakmu, tentu saja. Awas kalau kau bertanya anak siapa. Mengerti yang kubilang?" Dia mengucapkan dengan sarkasme pada kata terakhir.
Semua menahan nafas ketika Tobirama membeku setelah pemberitahuan barusan. Izuna pikir dia akan dapat respon tapi detik berlalu tetap tak terjadi apa-apa hingga Uchiha ini jadi cemas. "Tobi?" Ia melambaikan tangan depan muka Tobirama pelan-pelan sebelum merapat dan menyentuh pipi Bungsu Senju. Sentuhan itu menjadi alarm Tobirama untuk bernafas kembali. Ia menghembuskan nafas terengah dan mengagetkan Izuna. "Kau tak apa?" Tanyanya cemas pada calon suaminya. "Nafas, Tobi, pelan-pelan," Izuna mengelus punggung Tobirama dengan lembut, menuntun ayah dari janin di kandungannya untuk bernafas normal sementara Hashirama mengambilkan kursi jadi Tobirama bisa duduk.
"Dia pasti syok sekali," komentar Naruto dengan simpati. Sasuke menyindir, "Ya, seperti seseorang yang dikasih tahu kalau dia bisa hamil terus langsung pingsan di tempat."
"Hei!" Naruto cemberut.
Mengacuhkan dua remaja itu, Tobirama yang bernafas normal mengunci pandangan dengan Izuna, "Kita akan—!"
"—punya anak bersama, iya," Izuna meyakinkan calon suaminya dengan senyum hangat.
Kedua reinkarnasi Asura bersorak, "Selama—!" tapi terpotong begitu Tobirama menarik Izuna ke pangkuannya dan mencium bibir calon suaminya tanpa ba-bi-bu!
Madara mematung. Sasuke secepat kilat menutup mata Naruto dan mendorongnya ke pintu keluar terdekat. Hashirama pun melakukan hal yang sama ke Madara di detik yang sama Izuna dicium. Mereka menutup pintu kantor Hokage. Berpikir masalah sudah lewat, Hashirama menghela nafas lega. Betapa salah dirinya melupakan Naruto yang penasaran bertanya ke mereka bertiga.
"Hei, hei, 'main kasar' itu permainan apa? Jenis latihan baru ya?"
Kedua reinkarnasi Indra bersama Susanoo mereka memburu Hashirama yang berlari sekuat tenaga demi hidupnya.
TBC
Bagaimana penantiannya sebulan? Bisa tidurkah? ato jadi baca yg englishnya karena ga sabar? Ayo ngaku~
Makasih sudah baca! Penasaran gak kelanjutannya gimana? Review dong ya kalo mau chapter berikutnya!
Funyaaa: Oh, awalnya baca yg Indo :) Aku juga kurang asupan SasuNaru tapi yg pake setting canon. AU emang bagus tuenan di english tapi gimana ya, gak afdol aja gitu kalo ga baca yg setting canon makanya buat sendiri ini wkwkwkwk aku belum banyak baca SasuNaru yang Indo sih, pas browsing hmmm keknya dikit ya? FNI banyakan straight pair gitu kan ya dibanding yg yaoi? Ada rekomendasi SasuNaru Indo ga? Yg setting canon dan tamat, panjangnya segimana juga ga masalah hehe XP Buat pernikahan SasuNaru... jujur di draft aku sih gak ada ya. Aku belum ada rencana buat mereka menikah di seri ini tapiiiiiii gak tau kalo ntar ada ide buat sekuel dari ini ya khusus untuk SasuNaru, aku gak bisa mastiin dan juga gak bisa janjiin soalnya tergantung inspirasi dateng kagak mwahahahaha Versi Indo lebih panjang karena tiap chapter kubatasi 2-3k pas update kalo english lebih dikit jumlah chapter karena pas update per-chapter kisarannya 5-10k, begituuu. Isinya sama aja kooook~ coba tebak kenapa beda jumlah katanya versi English ma Indo? hihi
Namikaze Ichilaw: Jawa ya? Aamiin yah sebenernya bakal nyusul kok hahahha oh iyalah cemburu, masa' gak? uda cembetut aja tuh, hihi~~
katakuri mino: aduh, seneng buanget hatiku ini kalo ada yang bilang gini~ makasih~~ hmmmm gimana ya bingung juga aku soal SasuNaru hahahha di English pun ada yang bilang SasuNaru-nya kurang. Agak rumit karena ya ini bukan SasuNaru-centric dan menurutku aku uda bagi 3 untuk masing-masing pair dapet momennya mereka. Ketiga pasangan utama ini berperan penting di plot jadi ya uda ada bagian masing-masing ToT kuharap bisa dimengerti yaaaa kalo kelihatannya porsi SasuNaru kurang...
flarisa531: Wow! Makasih reviewnya~! Hah? Serius baru dapet yg bottom Madara? Keknya ada beberapa deh di english OuO Hoho ga sabaran ya hahaha gimana? gimana? menurutmu bagus mananya nih? Kasih tauuu doooonggg! Jawab yaaa! Kutunggu reviewnya lho yaaa! Ganbatte!!!
sasayachen: yeaaah, lama kan ya? Sebulan soalnya itu bulan... taulah ya hehe yah tiap orang punya kesukaan masing-masing, aku jujur belum pernah sih nulis yang genderswitch meski aku fujoshi tetep ada beberapa straight pair yg jadi OTP aku tapi ada tantangan tersendiri sebenernya nulis genderswitch gitu ;)
Guest: Ketinggalan update ya~? Buat akun dong jadi kan bisa subscribe ceritanya dan gak ketinggalan ;) Aku tuh bingung dirimu nih yang mana hahha kasih nama deh kalo review ;) Ini time travel di fandom english apa indo nih maksudnya? yang indo ada yg bikin time travel juga? *kepo* jadi kamu sukanya dari cerita ini apanya nih? temanya? pairnya? alurnya? cara nulisnya? kasih tauuuu dooong *kedip manjah* woles aja, itu mah bukan curhat, kan penilaian pembaca ya seakrepmu wae~ aku justru suka kalo dijabarin gitu penjelasannya lho~ review lagi yah~! Kutunggu lho! Awas ya kalo gak review ntar mogok nih updatenya #halah Yang TobiIzu uda kutranslate ke b.Indo ya, judulnya "Tobirama dan Izuna".
Null: Awwwh so sweet deh kamyu~~ dirayu(?) gimanapun tetep gak kasih spoiler #yasiapayangngerayu penjelasan yang mana nih? Kamu sukanya apanya? Unyu kan yaaa si Naru fufu~ aku suka banget buat dia unyu abis gitu, gemes sendiri tau pas nulisnya mwahahahha wuih tahu banget ya kalo siapapun bakal kena panah amaterasu Sasuke hahahaha bagaimana penantiannya sebulan?
Ahenkohi: ini pasti marathon baca chap 1-11 dalam sehari nih ya? *pukpuk*
Siti Hardiyati: Eh buset, itu penname-mu nama asli? *cengo* *abaikan* Makasih~ aku juga suka fic yg berbau canon, taste-nya gimana gitu ya, lebih greget SasuNaru-nya hehe Nah, soal porsi SasuNaru kurang...seperti yang kubilang ke reviewer lain di atas: "Agak rumit karena ya ini bukan SasuNaru-centric dan menurutku aku uda bagi 3 untuk masing-masing pair dapet momennya mereka. Ketiga pasangan utama ini berperan penting di plot jadi ya uda ada bagian masing-masing ToT kuharap bisa dimengerti yaaaa kalo kelihatannya porsi SasuNaru kurang..."
elLagark: soalnya review-nya kurang wkwkwkwk mager aja sebulan kemaren. bawaanya lemes.
Untuk semua fans SasuNaru, I feel you sis, beneran. OTP-ku di Naruto itu ya emang SasuNaru di urutan teratas baru disusul HashiMada dan TobiIzu tapi gak berarti ini fic SasuNaru-centric (yang fokus ke SasuNaru dan lainnya ngontrak #halah) ya. Biar jelas aja dan gak salah paham hehe
Seingatku di chapter 1 sudah kutaruh di warning kalo pairing utama di sini bakalan 3 ya, bukan 1 aja. Untukku HashiMada dan TobiIzu bukan side pairs ya di cerita ini. Gak ada yg namanya side pair di sini karena ketiganya mempengaruhi plot dan sama penting jadiiiiiiiiiii kuharap bisa dimengerti yaaaaaaaaaaaa!
Selamat hari raya Idul Fitri buat yang merayakan!
