Disclaimer: I do no own Naruto. The creator is Masashi Kishimoto.

Warning: Cek chapter sebelah!


"Apa maksud kedatanganmu, Tobirama?" Madara bertanya tanpa menoleh dari gulungan di atas meja yang tengah ia baca. Suatu sore, Tobirama tetiba datang ke distrik Uchiha dimana terletak tak jauh dari kediaman Hokage. Ia mendapati Madara tenggelam dalam tugas kepala klan di kantornya. Pemimpin Uchiha ini sedang sibuk menilik daftar undangan pernikahan. Memastikan kehadiran para tamu disambut hangat juga menetapkan tim-tim ANBU untuk siaga di berbagai tempat dimana tamu tinggal. Tidak hanya untuk melindungi mereka dari ancaman tapi juga melindungi Hokage dan Konoha dari niat buruk siapapun.

Pernikahan besar seperti milik mereka, sering menjadi kesempatan emas untuk shinobimelakukan misi pembunuhan. Seperti yang Izuna dan Hashirama sebutkan dua hari lalu, jika seseorang ingin menyembunyikan pohon, sebaiknya di dalam hutan. Apalagi, pernikahan ini adalah penyatuan dari dua klan terkuat yang bahkan di dalam klan itu sendiri masih ada yang menolak ide tersebut sebab percaya klan mereka cukup kuat tanpa klan lain.

"Aku mau bicara denganmu," ucap Tobirama.

"Bilang saja."

"Diluar, kalau bisa."

Satu alis Madara berkedut, ada banyak pekerjaan yang harus dilakukannya sekarang jadi dia meminta, "Berikan aku alasan yang tepat untuk setuju."

"Izuna."

Diam beberapa saat, Madara menghentikan kegiatan memerika gulungan dan menatap Tobirama. Keduanya sangat tahu bahwa menyebut nama Izuna merupakan kunci. Berdiri tanpa mematahkan kontak mata, Madara berjalan keluar kantor dengan perintah, "Ayo."

Mereka ke bagian hutan yang tak berpenghuni. Mengunci pandangan satu sama lain, tanpa kata... entah bagaimana mereka tahu kemana arah pembicaraan ini. Madara bertanya, "Apa yang mau kau katakan?"

"Aku harus meminta maaf padamu."

"Ah. Aku pikir aku tak akan mendengar itu darimu," cemooh si Uchiha.

Tobirama menyatukan alis, "Aku tak bermaksud membuat Izuna hamil sebelum pernikahan. Bagaimanapun, aku tak ada niatan untuk mencorengkan arang ke mukamu ataupun Klan Uchiha."

"Jelas sekali terlihat maksudmu," sindir Madara secara sarkastik. Tobirama mau membantah tapi menahan lidahnya mengingat tujuan pembicaraan ini.

"Aku minta maaf," Tobirama membungkuk dalam sedikit menggertakkan gigi.

Menaikkan alis, Madara tahu Tobirama bukan orang yang mudah membungkuk pada siapa saja baik yang lebih tua atau tidak. Dia bisa melihat ini pengorbanan besar bagi lelaki tersebut tapi, "Maaf saja tidak cukup, Tobirama Senju."

Meluruskan badan, Tobirama berharap Madara tidak bermaksud untuk serius membunuhnya sebelum pernikahan jadi ia melepaskan, "Aku tahu." Siapa juga yang dibercandainnya? Ini bukan candaan. Ini Madara Uchiha. Di masa depan kedua remaja Uchiha dan Uzumaki, ia menciptakan Perang Dunia Ninja ke-4. Sejujurnya, dia heran kenapa Madara Masa Depan tidak membunuh dirinya di masa depan setelah Izuna meninggal? Bahkan ia sempat menjabat sebagai Hokage. Tobirama curiga kalau kenyataannya dia adalah adik Hashirama merupakan alasan Madara tak pernah menyentuhnya. Mengingat syarat dari Madara ke Hashirama untuk membunuh dirinya sendiri atau adiknya supaya klan Uchiha setuju genjatan senjata namun ia sendiri menghentikan Hashirama Masa Depan untuk bunuh diri sekalipun berasal dari permintaannya sendiri... dari itu saja sudah sangat terlihat seberapa dalam perasaan Madara terhadap kakak Tobirama.

Rubi kembar menemukan Madara yang berpakaian khas Uchiha menatap tajam sembari membunyikan jari-jari tulang. Spekulasi sebelumnya memberi keyakinan bahwa calon kakak iparnya (mungkin) tidak akan membunuhnya karena menghamili adik tersayang Uchiha tersebut. Tapi. Dia tak mau ambil resiko jadi dia menyarankan, "Taijutsu saja?"

"Dengan senang hati," Madara menyeringai keji.

Ia menyerang Senju tanpa basa-basi.

—000—

Berkilometer dari mereka, Naruto yang terbaring di tatamidengan Sasuke di atasnya ketika mereka bercumbu mesra, terkesiap. Sasuke menjauhkan wajah setelah Naruto memutuskan ciuman mereka, "Kenapa?" Dia tidak berpikir dia mengambil langkah yang salah dengan memasukkan lidahnya ke mulut Naruto sebab pirang Uzumaki tadi mendesah manja bahkan memagut balik bibir Sasuke. Tapi, mungkin dia terlalu jauh. Mungkin Naruto belum siap dengan ciuman yang dalam. Maka, ia bertanya, "Kau tidak suka?"

Naruto memerah, "Aku suka, sedikit aneh tapi ena—tunggu! Bukan itu alasanku berhenti," dia meneguk ludah, alis berkerut, "Aku merasakan cakra Madara dan Kakek Nidaime ada di satu tempat tapi jauh dari sini."

Sasuke menaikkan alis, "Apa salahnya dengan itu? Maksudmu mereka selingkuh dari Shodaime dan Izuna?"

"Kurasa sih tidak, aku bisa merasakan emosi Madara dan dia marah," Naruto menoleh ke jendela. Sasuke menyatukan alis, "Itu tidak terdengar bagus."

"Apa kita bilang ke Izuna?" Tanya Naruto cemas.

Sasuke berdiri, Naruto mengikuti. Mereka memakai sandal dan meraih pintu. "Tidak, kita cari Shodaime dan bilang sama dia," jawab Sasuke.

Izuna hamil, tidak ada yang bisa dia lakukan dalam kondisi begitu. Bisa jadi dia justru stress kalau menemukan calon suami dan kakaknya dalam situasi yang beradu nyawa. Tidak ada hal baik kalau sesuatu terjadi pada Izuna atau bayi yang dikandungnya jika masa depan dimana Sasuke dan Naruto berasal membuktikan. Sejarah mungkin berulang dan segala perubahan yang mereka buat mungkin menguap dalan sekejap. Hashirama merupakan pilihan tepat karena dia kuat dan ninja media terbaik kalau yang diperkirakan Sasuke benaran terjadi.

Mereka lari ke kantor Hokage dan masuk tanpa mengetuk. Hashirama yang menandatangani dokumen kaget!

"Kalian!" Tapi segera menyadari kepanikan di wajah Naruto. Dia tahu hal besar tengah terjadi, "Ada apa?" Dia berdiri dengan waspada.

Naruto menjelaskan ke Hokage apa yang dirasakannya tadi dan dalam satu gerakan, Hashirama mengganti seragam Hokage ke pakaian Klan Senju seperti yang dipakai Tobirama tadi. "Tunjukkan jalannya, Naruto," Hashirama berkata setelah membuat klon untuk tinggal di kantor.

Mereka bertiga berlari ke tempat Madara dan Tobirama berada. Dengan kecepatan penuh, mereka tak percaya dengan penglihatan di depan mata mereka kala tiba. Tobirama dipukuli oleh Madara.

Tanpa ampun.

"MADARA!" Hashirama berteriak seraya segera menahan kekasihnya dari sang adik. "Tolong batasi! Dia adikku!"

"Sudah! Aku tidak pakai doujutsu!" Madara menghardik balik seolah dia tersinggung. Dia tak akan membunuh adik Hashirama, sekalipun dia tak mungkin mengakui secara lisan mengenai hal itu. Hashirama tahu kemampuan Madara dengan sangat baik dan dia tahu kalau doujutsu pemimpin Klan Uchiha ini sangat hebat. Hanya Hashirama yang bisa menerimanya.

Mereka melihat ke Tobirama yang tergeletak bersimbah darah seluruh tubuh. Wajahnya tak dikenali dengan memar sana-sini. Pakaiannya tercobak-cabik tak menentu dan lengan kirinya berbelok ke arah yang tak seharusnya.

Madara terengah tapi menghentikan segala pergerakan di tangan Hokage. Naruto segera berlutut samping Tobirama sebelum mengaktikan Kyuubi Modedan membagi cakra Kyuubi untuk menyembuhkan sebelum terlambat. Hashirama dan Madara terkejut begitu nafas tak berarturan Tobirama menjadi normal dan bengkak serta memar wajah menghilang. Luka di sekujur tubuh juga sembuh. Bagaimanapun, itu tak berarti Naruto bisa melakukan penyembuhan sempurna seperti ninja medis atau seperti dia menyenbuhkan mata Kakashi. Dia tak lagi memiliki cakra dari Rikudou Sennin seperti Sasuke yang kehilangan rinnegannya saat ke zaman para pendiri. Sasuke yang berdiri di belakang Naruto berkata ke Hokage, "Shodaime, Naruto hanya menyembuhkan luka permukaan dengan berbagi cakra Kyuubi, kau harus mengecek tangan Nidaime."

"Ya, tentu," Hashirama melepaskan Madara dan mengobati adiknya dengan berlutut juga. Ia bertanya pada Naruto, "Kau tidak pernah bilang kau bisa melakukan penyembuhan seperti ninja medis, Naruto?"

"Masa'?" Naruto lupa kalau dia cerita atau tidak pas mereka membeberkan soal masa depan. Ia menggelengkan kepala dan tertawa, "Aku cuma bagi cakra Kurama yang selalu menyembuhkanku kalau aku luka. Aku bukan ninja medis kayak Kakek."

Hashirama tersenyum dan setelah cakranya selesai mendeteksi luka dalam Tobirama, ia menghela nafas lega menemukan tidak ada yang fatal. Madara menghindari serangan fatal yang bisa mengambil nyawa Tobirama dalam sekejap mata. Hashirama melempar pandangan ke Madara yang melipat tangan depan dada. Menyadari arah mata Hashirama ke dirinya, Madara memalingkan wajah.

"Dia menghamili adikku tapi dia berani menghadap untuk minta maaf, kuakui dia ada nyali. Itu saja," jelas Madara datar setelah merasakan pertanyaan tak terkatakan dari Hokage.

Hashirama tertawa setelah dia selesai menyembuhkan Tobirama. Dengan bantuan Naruto di awal, penyembuhan Tobirama terbantu sehingga jadi lebih cepat dan tanpa ada bekas. Kecuali yah, pakaiannya yang compang-camping. Begitu ia duduk, Hashirama memeluknya erat, "Tobirama! Adikku!"

Madara menghela nafas, "Aku tidak melakukan apapun yang tidak bisa kau sembuhkan, Hashirama."

Tobirama terdengar sebal, "Lepaskan, Kak. Aku tidak sekarat, kau seharusnya tahu karena kau sendiri yang menyembuhkanku 'kan?" Tapi dia menepuk-nepuk pelan bahu kakaknya.

"Ya...tapi..." Hashirama menurunkan tangannya. Tobirama memotong dengan, "Diam."

Itu pemandangan yang Sasuke lihat saat dia pertama kali berbicara dengan para Hokage yang dibangkitkan dengan edo-tensei. Madara terbiasa dengan kebiasaan Senju bersaudara, tapi Naruto terpingkal karena baru pertama kali melihatnya. Tobirama melirik ke Naruto, dia bisa merasakan cakra si pirang Uzumaki juga di tubuhnya jadi dia berkata, "Kau menyembuhkanku juga 'kan? Terima kasih, Naruto."

Ia tersenyum lebar, "Tak masalah, Kek!"

Madara bertanya, "Apa Izuna tahu soal ini?"

"Tidak, setelah Naruto memberitahuku, kami langsung mencari Shodaime dan datang kemari."

"Bagus. Biarkan begitu. Izuna tidak perlu tahu," dia menekankan dengan melotot ke yang lain, "mengerti?"

Kedua reinkarnasi Asura mengangguk, Tobirama dan Sasuke hanya berkedip namun Madara mengartikan itu sebagai 'iya', Lalu, ia berbalik ke arah Konoha tapi melirik ke Tobirama dan berkata sebelum kembali ke distrik Uchiha, "Kau kuhapus dari dari daftarku."

Hashirama terbelalak karena dia tahu daftar apa yang dibicarakan Madara dan tersenyum sumringah ke adiknya, "Selamat, Tobirama!"

Tobirama, Sasuke dan Naruto hanya melempar pandang tidak mengerti.

—000—

Di upacara pernikahan pagi hari, semua berjalan lancar. Madara dan Izuna menggunakan kimono montsuki putih sementara Hashirama dan Madara mengenakan kimono montsuki hitam. Selain Tobirama, ketiga lainnya menguncir rambut mereka tinggi seperti ekor kuda. Karena tamu yang hadir tak terhitung, tempat pernikahan diadakan di taman kediaman Hokage. Meja-meja panjang disusun vertikal untuk para tamu di depan dua meja yang akan digunakan kedua pasang pengantin. Di awal musim semi, harinya sangat cerah.

Sebelum upacara, kedua klan Senju dan Uchiha, berbaris di belakang pengantin menurut status mereka. Karena ceritanya sebagai saudara jauh, Sasuke berdiri di belakang Madara dan Izuna. Naruto di sebelahnya dan di antara lautan Uchiha, pirang Uzumaki terlihat mencolok. Mereka memakai kimono biru dengan haori hitam seperti Uchiha lain. Semua Senju mengenakan kimono kuning pucat dengan haori hijau lumut. Mereka memasuki taman di saat bersamaan dari kedua arah berbeda sementara para tamu telah duduk. Kedua saudara dari masing-masing klan memimpin dan terhenti di depan meja pengantin.

Upacara dimulai dengan pidato Tetua dari kedua klan. Mereka mengumumkan tujuan dari pernikahan ini untuk mengeratkan genjatan senjata antara Senju dan Uchiha yang telah bertarung sejak lama. Di akhir, satu wanita dari tiap klan berdiri di samping Madara dan Tobirama. Ryuna Uchiha, ninja medis khusus Madara mengambil tangan kiri Madara untuk dibimbing ke arah Hashirama. Di waktu bersamaan, Toka Senju juga melakukan hal yang sama dengan Tobirama. Menuntunnya ke arah Izuna.

Setelah kedua pasang berhadapan, kedua wanita tadi membawakan secangkir sake untuk masing-masing pengantin di atas nampan kayu. Mereka mengambil cangkir satu per safu dan menatap ke mata calon suami mereka. Hashirama tersenyum hangat, sebagai Hokage, dia memulai dengan menyebut namanya. Ketiga lainnya mengikuti dengan menyebut nama mereka juga sebelum berempat mengikrarkan sumpah secara serempak...

"Aku akan mencintai, melindungi dan menjaga suamiku termasuk klannya serta anak yang akan kami punya. Aku berjanji akan berada disampingnya hingga mau memisahkan."

Kemudian, mereka meminum sake. Dengan begini, mereka telah resmi menikah. Para hadirin bertepuk tangan merayakan pernikahan dan penyatuan kedua klan terkuat. Setelah pengantin baru duduk di meja buat mereka, pesta pun dimulai

Begitu juga bagian yang membahayakan.

Ketika Sasuke hendak mengajak Naruto menyudut supaya menghindari perhatian tak perlu, dia berbalik hanya untuk menemukan Naruto sudah hilang. Matanya membesar sesaat, dia mencari di sekitar tapi lautan tamu menghalangi pandangan. Menghela nafas dengan sedikit kesal, ia berjalan ke arah pengantin baru. Tujuannya bertanya ke Tobirama dimana Naruto sebab ia tipe perasa tapi sekali lagi Tobirama dan Izuna juga hilang dari pandangannya sebagaimana dia kehilangan Naruto.

Pasangan pengantin baru yang dicari Sasuke tengah berbincang dengan perwakilan dari Uzushiogakure. Tobirama membungkuk sopan ke Ashina Uzumaki, Fuukage, pemimpin Uzushiogakure. "Terima kasih telah datang ke pernikahan kami, Fuukage."

Lelaki tua itu tertawa, "Jangan disebutkan, Tobirama. Kau adalah sepupu cucuku, kita keluarga, " dia menepuk-nepuk pundak Tobirama pelan. "Selamat untuk pernikahan kalian, Tobirama," dia melirik ke pasangannya, "Izuna."

"Terima kasih, Fuukage, saya merasa terhormat," Izuna membungkuk sopan. Ashina, lelaki tua dengan rambut putih serta janggut dan kumis putih panjang berbincang ramah dengan Izuna sementara Tobirama berbicara dengan Mito.

"Selamat, Tobirama," ucap wanita dengan dua gulungan rambut di atas surai merahnya dan mengenakan kurotomesode. Pengantin baru ini mengangguk, "Terima kasih, Mito. Ada yang ingin kubicarakan denganmu."

"Oh, ada apa?" Mito menangkap pembicaraan Tobirama yang serius. Mereka mengambil beberapa langkah dari keramaian tapi tak jauh dari Izuna.

"Karena penyatuan ini, Madara memintaku jadi guru saudara jauhnya yang baru ia temukan berminggu lalu."

"Jadi, rumornya benar. Aku dengar tapi rasanya mustahil karena Izuna satu-satunya yang terisa dari keluarga Madara Uchiha," Mito terdengar tekejut lalu sedikit bingung. "Tapi, aku tidak mengerti arah pembicaraan ini, Tobirama."

"Aku mau anak muda ini belajar teknik segel denganku dan aku mau kau mengajari kami karena aku butuh itu untuk misi dari kakakku."

"Oh... aku tidak masalah mengajarimu, tapi... seorang Uchiha dan saudara Madara..." Mito mengernyit. "Aku tak tahu apakah boleh... kenapa tidak kau belajar dariku dulu lalu mengajarinya nanti?"

"Aku takut aku tak punya banyak waktu antara misiku dan mengajarinya jadi aku pikir lebih cepat kalau kami belajar dalam satu waktu."

"Begitu... tapi..."

"Kita bisa tanya kakekmu untuk izinnya," tawar Tobirama. Mito mengangguk dan mereka kembali ke posisi sebelumnya. Mito membisikkan ke Fuukage mengenai itu, Tobirama melakukan hal yang sama ke Izuna. Sebagai Kage, kakek Mito merasakan peran penting secara diplomatis. Ia memberikan izin untuk Mito mengajari teknik segel ke Tobirama dan Sasuke.

Di sisi lain, tenggelam dalam lautan orang, Sasuke mendengar tawa Hashirama dan menoleh cepat ke Hokage dan Madara yang berdiri tak jauh dari mereka. Berbincang dengan para Kage yang lain menurut seragam dan topi yang dipakai. Sasuke gagal melihat pilihan lain jadi dia mendekat dengan niatan untuk bertanya ke Madara dimana Naruto.

Sayangnya, itu bukan ide baik karena Kazekage, Reto, menyadari dia sebelum pengantin baru tersebut. "Oh, Izuna, sudah ganti kimono? Mana suamimu?"

TBC


Kalau mau chapter selanjutnya, review yaaaa!

Sedikit info, aku ngadain #SasuNaruChallange, kalo ada yang mau ikut atau kasih tahu temennya yang suka nulis, boleh cek profilku yaaaa

Namikaze Ichilaw: Ooh, Sulawesi, kirain Jawa hahahaha biar ada temen gitu ya susah senengnya pas hamil wkwkwkwk di headcanon-ku Naruto emang polos sih hihi Ya Tobirama kan gak mikir kalau dia topcer gitu lho bisa cepet ngehamilin toh mereka dah eheman dari SasuNaru tiba di jaman pendiri tapi hamilnya kan baru sekarang mwahahaha

flarisa531: Oh, tidak apa-apa, tidak apa-apa semakin panjang review, semakin merasa dihargain akunya yang nulis nih~ serius~ seneng buanget kalo ada yang review puanjang~~ ooh, gak suka bottom Madara? Wah, ntar gak nyaman lho baca ini, emang gak bakal ada adegan seks eksplisit sih cuman ya indikasiku kan jelas dari awal kalo Madara jadi bottom di sini. Iya gapapa, panggil gitu juga gapapa kok~ seneng malah~! XD Baguslah kalo kepincut sama alurnya hehe soalnya pairnya dirimu gak pernah baca bottom Madara kan? Makasih! Makasih! Makasih! Makasih uda mau jabarin kenapa suka sama fic ini! XD Maksudnya apa "kalau yang lain"? Soal bottom Madara atau ada hal lain yang gak sreg di cerita ini? Iyaaa, sama-samaaa, semoga baca terus yaaaa! Wah, hiragana! Keren!

secretsbetter: Dan jangan menoleh ke belakang pastinya, Kek! wkwkwkwk

Guest: Iya, iya ngerti, aku juga gitu, buat akun FB juga jarang log in sih hahahha IG pun cuma liat konten, jarang banget posting :P Aaah senengnya kalo pembacaku jabarin kenapa mereka suka ceritaku! XD Hahaha aku suka monogami sih jadi harem atau reverse harem mah gak bakal terjadi di ceritaku. Oh uda baca? Itu yang anonim review disana itu kamu juga? Hah? maksudnya apa nih? Gak suka walopun ada translate? Gak suka TobiIzunya? Gak isah dilanjutin aja kalo gitu? Hmmm banyak sih yang aku suka, ada daftarnya di profilku cek aja tapi untuk sekarang masih suka fandom Naruto buat nulis dan fandom Harpot. Ada Drarry ( ) yang kutulis. Ada beberapa OS (b. Indo) di One Piece. Untuk b. Indo baru tiga itu. Kamu sukanya fandom mana?

Funyaaa: Tahun 2012 dulu aku belum nulis di fandom Naruto wkwkwk dulu nulis di Hetalia tahun itu. Iya kan ya? Jarang yang canon. Kirain aku aja yang gak ketemu. Oh ya? Coba apa judulnya? Biar nyar kucari, kalo membekas banget gitu biasanya emang bagus banget hahaha mudah-mudahan aku selesai yang versi english tahun ini jadi mungkin versi indo selesai gak lama dari itu. Tinggal 7 chap lagi kok yg englisnya tamat hahaha ragu sih buat sekuelnya soalnya ada ide cerita lain sekarang hahahha yep! emang itu salah satu alasan tapi lebih ke supaya yang indo gak nyusul englishnya gitu soalnya akunya nulis puyeng kalo sama banget chap antara english ma indo wkwkwkwk ribet!