Disclaimer: I do no own Naruto. The creator is Masashi Kishimoto.

Warning: Cek chapter sebelah! Plus banyak cameo yang muncul!

Note: Nama Sandaime Mizukage-nya aku karang soalnya gak ada di canon. Kukasih nama biar mudah dideskripsikan aja. Gelar Kage untuk Ashina Uzumaki juga kutambahin supaya mudah deskripsi juga.


Hashirama dan Madara berbalik untuk menemukan Sasuke di belakang mereka mengerutkan alis sedikit. "Dengan segala hormat, Tuan, saya bukan Izuna," kata Sasuke. Para Kage terkejut, kecuali, Raikage yang mendekati Sasuke.

"Ah, aku sudah dengar kabar tentang Madara-dono menemukan saudara jauh yang lama hilang," Raikage melirik ke Madara, "anak muda ini pasti yang dibicarakan orang-orang."

"Benar," Madara mengambil langkah untuk memposisikan dirinya antara Sasuke dan Raikage. "Biar kuperkenalkan. Mizukage, Tsuchikage, Raikage, Kazekage, perkenalkan ini Hebisuke Uchiha." Sasuke membungkuk sopan dan mengucapkan, "Senang bertemu, Tuan-tuan."

"Aku bisa melihat dia sangat mirip dengan Izuna," Ishikawa tersenyum, "Aku juga mendengar kabar bahwa dia sekarang tinggal dengan Hokage, benar?"

"Ya, dia tinggal denganku karena ia hilang ingatan disebabkan sebuah jurus. Aku melakukan yang terbaik untuk mengembalikan ingatan yang hilang," jelas Hashirama.

"Bagaimana keadaannya sekarang?" Reto bertanya ke Hokage.

"Lebih baik, dia ingat hubungan keluarganya dengan Madara dan Izuna sekarang tapi ingatan yang lain masih belum teridentifikasi."

"Ketampanan khas seperti dimiliki Uchiha yang lain, tentu saja," Byakuren memuji sebelum menoleh ke Madara. "Aku berpikir, kenapa tidak kita menyatukan keluarga kita, Madara-dono?"

Hashirama, Madara dan Sasuke menutupi keterkejutan mereka. Ketiganya bertukar pandang penuh perhitungan sebab mereka tahu apa yang Byakuren inginkan dengan penawaran barusan. Sudah diketahui umum bahwa Madara sangat peduli akan keluarga dan klannya diluar kekejamannya pada para musuh. Terutama, kepada Izuna. Itu salah satu alasan Izuna memiliki banyak daftar peminanh walaupun ketampanannya sendiri sudah jadi faktor tak terelakkan juga. Para peminang menginginkan koneksi Madara dengan harapan mereka bisa mendapat pertolongan atau perlindungan kapan saja dibutuhkan. Sialnya untuk mereka, Izuna sudah dipinang terkait perdamaian antara Uchiha dan Senju. Karena itu, begitu mereka mendengar kabar tentang saudara jauh Madara yang ditemukan, mereka melihat ini sebagai kesempatan emas.

Keheningan mencekam menghampiri kala Byakuren memanggil cucunya, seorang lelaki tampan yang tinggi dan rambut hitam panjang, "Tokuren, kemarilah," seseorang yang di masa depan akan dikenal sebagai Sandaime Mizukage.

Tokuren membungkuk hormat kepada para Kage setelah tiba disamping sang kakek. "Senang bertemu," ucapnya sopan. Nada bangga terdengar dari suara Byakuren, "Jika Tokuren dan Hebisuke menikah, aku yakin desa kita akan damai untuk waktu lama."

Sebelum ketiga reinkarnasi dari putra Rikudou Sennin bisa mengucapkan satu kata perihal apapun, Raikage menyeringai dan berkomentar, "Kau tidak buang waktu untuk basa-basi dulu, ya, Mizukage-dono? Baiklah, jika ini cara Anda, A, kemarilah," Raikage memanggil lelaki bekulit eksotis dari Kumogakure juga ke posisi mereka. "Perkenalkan, orang kepercayaanku, A. Aku ingin menawarkan hal yang sama dengan Mizukage-dono tadi, Madara-dono."

Reto tertawa dengan sarkastik, "Tidak sopan jika aku tidak menawarkan hal yang sama, bukan? Shamon," dia memanggil seorang lelaki botak dengan tato naga di wajahnya. "Pengawal dan prajurit terbaik yang kupunya. Bukan penawaran buruk 'kan? Madara-dono." Dia melirik ke Ishikawa yang hanya mengamati. "Dimana kandidatmu, Tsuchikage-dono?"

Ishikawa hanya menjawab, "Cucuku, Onoki, masih anak-anak. Aku tidak yakin Mu tertarik dengan kehidupan pernikahan."

"Tuan-tuan," Hashirama menginterupsi dengan nada diplomatis, "kurasa kita tidak berada dalam satu pemahaman..."

Madara menghela nafas selagi Hashirama mulai memberi alasan ke para Kage dan mengambil secangkir sake dari meja di sebalah kanannya. Dia sangat tidak minat untuk berdialog dengan orang-orang berambisi menguasai semuanya yang terbentuk dalam para Kage. Akan lebih baik untuk membiarkan Hashirama yang mengatasi secara diplomatis dibanding Madara mencekik mereka atau menjatuhkan mereka dalam tsukuyomi. Sasuke mendekati Madara untuk berbisik, "Apa ini selalu terjadi?"

"Tak terhitung lagi," ia berbisik balik. "Mereka sering mengajukan lamaran untuk Izuna dan aku menolak itu semua."

"Mereka tidak melamarmu?"

Madara menyeringai kejam, "Ada beberapa yang berniat tapi tidak ada yang memenuhi persyaratanku."

"Syarat?"

"Untuk menikahiku harus mengalahkanku dulu dalam duel satu lawa satu."

Krik, krik.

Ya mana mungkin ada yang bisa. Sasuke tahu betul kemampuan Madara dan hanya Hashirama yang bisa mengalahkannya. Itu pun karena mereka reinkarnasi dari kedua putra Rikudou Sennin. Selain satu sama lain, mustahil ada orang lain mengalahkan mereka. Itu sama saja Madara ingin menghajar orang-orang lemah yang dinilainya tidak berhak menikah dengannya.

"Kenapa kau di sini? Kenapa berpisah darinya?" Tanya Madara.

"Aku tidak tahu dia dimana, makanya aku mau bertanya padamu dimana dia. Aku tidak bisa menemukan Ni—Tobirama juga."

Madara menghela nafas, "Aku merasakan cakranya di sekitar kamar kecil beberapa menit lalu. Tobirama sekarang sedang berbincang dengan Fuukage dan... cucunya," dia menambahkan dengan nada pahit, "...Mito."

Sasuke tahu Madara masih tidak nyaman soal Mito setelah cerita dari Naruto dan Kyuubi tapi tak ada yang bisa ia lakukan. Sejarah berubah tapi apapun bisa terjadi. Ketika Fuukage dan Mito memberi selamat ke Hashirama, Madara sedingin es dan memperhatikan gerak-gerik Mito secara seksama... Uchiha muda ini tidak bisa berkata banyak karena dia bukan seorang ahli menghibur diluar fakta bahwa mereka berdua adalah reinkarnasi Indra. Di satu sisi, akan terasa seperti menghibur diri sendiri dan baginya itu sangat aneh. Ia pun kembali mencari Naruto.

Dia tak sengajak bertabrakan dengan seseorang yang lebih tinggi. Keduanya meminta maaf bersamaan. Ketika Sasuke menengadah, ditemukannya seorang lelaki berumur sekitar 40-an dan dengan wajah yang mirip Sandaime Hokage di zamannya hanya saja lebih muda. Pemahaman terjadi seraya ia menggumamkan satu nama, "Sasuke Sarutobi..."

"Ya?" Lelaki yang lebih tua itu tersenyum ramah. "Rasanya kita belum berkenalan secara resmi, bukan? Anda adalah saudaranya Madara-san, 'kan?"

Sasuke hanya memandang untuk merekam wajah lelaki yang menginspirasi ayahnya dalam memberi nama ketika ia lahir. Salah satu shinobi terhebat di zaman ini selain Hashirama dan Madara. Bagaimanapun, karena lelaki ini lebih tua dari kedua pendiri, "Kita memang belum bertemu tapi reputasi Anda sudah terkenal, Tuan." Sasuke membungkuk hormat, "Senang bertemu dengan Anda."

"Begitupun sebaliknya," lelaki itu membalas dengan cara yang sama. "Aku mencari putraku, apa kau lihat? Rambutnya coklat dan tak berarturan—ah, itu dia." Sasuke mengikuti arah pandang Sarutobi senior menemukan anaknya yangb juga untung bagi Sasuke. Dia pun menemukan si pirang yang dicari.

Naruto berjalan keluar dari kamar kecil dan masuk ke pesta di kebun lagi. Dia harus menahan pipi selama upacara dan itu sungguh menyiksa. "Upacaranya kelamaan! Yang tua-tua banyak omong sekali," dia mengeluh kepada Kurama di dalamnya. "Harusnya ada yang ngasih aku peringatan dong kalau upacara bakal selama tadi."

Kurama tertawa, hanya berkomentar, "Manusia."

Ketika Naruto hendak mengatakan sesuatu, segerombolan anak-anak lari cepat sambil tertawa ke arahnya dan menabrak hingga ia terduduk ke tanah. "Owh!"

"Oh, maafkan kami, Kak!" Seorang bocah meminta maaf dan segera berdiri diikuti kedua temannya. Naruto merengut dan melihat ke mereka yang membantunya berdiri. "Jangan lari-lari di sini! Padat orang, tahu!" Oceh Naruto setelah berdiri dan mengelus pantatnya.

"Maafkan kami," anak berambut hitam keriting meminta maaf lagi. "Ini bukan salah Kagami, Kak. Aku yang lari mengejarnya," anak di tengah dengan rambut coklat tegak-tegak membela. Anak terakhir berambut hitam lurus berkata dengan nada kesal, "Hentikan, Hiruzen, Kagami. Kita 'kan cuma main, bukan berniat melakukannya. Lagipula, kalau dia shinobi, seharusnya dia bisa menghindari kita."

"Danzo!" Tegur kedua temannya.

Naruto memerah karena benar kata anak itu dan Kurama tertawa terbahak, "Dia ada poin lho."

"Apa katamu, Bocah?!" Naruto kesal dan membungkukkan badan hingga wajahnya berdepanan dengan bocah yang dianggapnya kurang ajar tadi. "Aku bisa menghajarmu dalam satu gerakan kalau aku mau!"

"Hah, aku tidak yakin, jangan meremehkanku hanya karena aku anak-anak. Aku murid Tobirama-sensei," dia bilang dengan bangga. Danzo selalu membanggakan itu dan tidak melewatkan kesempatannya untuk pamer ke remaja pirang tersebut. Memang berhasil ke Naruto tapi bukan karena alasan yang diharapkan Danzo.

Biru kembar terbelalak, menatap ke ketiga anak ini, "Oh, sialan," keluhnya. Dia tak seharusnya bertemu dengan nih anak tiga! Kalau dipikir lagi, nama Sandaime Hokage itu Hiruzen meskipun dia tidak tahu siapa Kagami dan Danzo. Menjauhkan jarak dari mereka dengan menutupi setengah muka, ia berpikiran untuk lari sejauh mungkin tapi kemudian dia mendengar suara orang yang ingin dihindarinya tahu soal ini.

"Narutsune, disini kau rupanya," Sasuke mengerutkan alis melihat Naruto bersama ketiga bocah. "Apa yang kau lakukan dengan mereka?"

"O-oh, ini tidak seperti yang kelihatannya kok—!"

"Tuan Hebisuke!" Kagami buru-buru membungkuk hormat ke Sasuke. Hiruzen dan Danzo cengo melihat temannya, bocah Sarutobi itu bertanya, "Kau tahu dia siapa?"

"Jangan tidak sopan, Hiruzen, Danzo," Kagami mengingatkan kedua temannya, "Dia adalah Hebisuke Uchiha, saudara jauh Tuan Madara yang telah lama hilang."

"Ternyata rumornya benar!" Hiruzen pun mengikuti contoh dari Kagami. Sasuke melirik ke mereka dan dari percakapan barusan, dia tahu nama mereka, "Kagami Uchiha, Hiruzen Sarutobi..." permata gela kembar menyipit ke satu-satunya anak yang tidak memberinya hormat, Sasuke berdesis tajam, "Danzo Shimura..."

Para anak-anak itu bertukar pandang bingung. Begitupun Sarutobi senior yang menutupi keterkejutannya. Adalah hal lumrah bila orang biasa kenal dengan orang terkenal dan saudara mereka tapi untuk dikenal oleh orang yang seperti itu merupakan hal baru bagi mereka. Tak disangka-sangka. Naruto bingung kenapa Sasuke terlihat marah tapi Kurama menginformasikan mengenai siapa para bocah selain chibi Sandaime. Dia memposisikan dirinya diantara anak-anak itu dan Sasuke.

"S—Hebisuke, cume kebetulan saja kok aku ketemu mereka," dia bicara pelan untuk mengambil atensi Sasuke. Ketika permata gelap kembar menatap ke biru miliknya, Sasuke tahu apa maksud Naruto. Untuk mengingatkan agar tidak berkata apapun di depan mereka yang tak seharusnya mereka temui. Di saat Sasuke hendak berkomentar, mata biru Naruto membesar tiba-tiba dan kepalanya menoleh ke kiri. Ekspresi wajahnya serius membuat Sasuke waspada.

"Ada apa?" Tanya Sasuke dengan suara rendah agar tak banyak yang dengar.

"Aku merasakan niat buruk ke para kakek," jawab Naruto dengan nada yang sama sebelum lari ke salah satu pasangan pengantin. Sasuke tepat di belakangnya. Mereka terkejut ketika seseorang dekat Tobirama mengeluarkan kunai. Mengaktifkan Kyuubi Mode untuk mempercepat, Naruto berteriak ke Tobirama, "KAKEK!"

Semua tamu kaget, termasuk Tobirama yang berbalik dan menemukan Izuna, sudah bergerak cepat dan mengaktifkan Susanoo setelah mendengar suara Naruto. Melindungi Tobirama dari si penyerang. Dalam sekejap mata, para shinobi muncul dari persembunyian mereka. Langsung menyerang ke pasangan yang baru menikah tersebut. Tobirama menyentuh bahu Izuna untuk memindahkan mereka menggunakan Hiraishin ke jarak aman sebelum bertarung bersama Sasuke dan Naruto. Pirang Uzumaki mematikan cakra Kyuubi dan menggunakan senjutsu setelah Kurama memperingatkannya untuk menjaga kekuatan agar tak jadi rahasia umum. Sasuke menggunakan setengah tubuh Susanoo tapi karena dia diketahui sebagai Uchiha dan saudaranya Madara, dia bebas menggunakan kekuatannya.

Kedua Naruto dan Tobirama menggunakan Tajuu Kage Bunshin no Jutsu untuk mengevakuasi para tamu ke tempat aman sementara yang asli dan beberapa klon bertarung dengan para penyusup. Para ANBU segera mengambil tindakan setelah melihat Susanoo milik Izuna tadi. Dalam situasi genting ini, Tobirama tidak meninggalkan sisi Izuna dan terus memintanya untuk pergi ke tempat aman bersama yang lain. Izuna menolah dan bertarung dengan Susanoo, karena itu Tobirama tak jauh darinya.

Kekacauan terjadi selama beberapa menit. Sasuke ikut membantu klon Naruto melindungi para tamu terlebih lagi anak-anak agar sampai ke tempat aman. Hingga akhirnya, dua Susanoo menahan para penyusup bersama klon-klon dari Naruto dan Tobirama. Beberapa ANBU masih bertarung sampai mokuton-nya Hashirama menahan mereka dan pertarungan berhenti.

Hokage bersama suaminya, Madara menatap tajam ke seorang penyerang di bawah kedua Susanoo-nya Sasuke dan Izuna juga mokuton. "Kau! Kau merendahkan klan kita! Menikah dengan Senju!" lelaki berusia sekitar kedua pendiri dengan ciri fisik khas Uchiha meludah ke Madara yang berdiri di samping Naruto dan Sasuke. "Kau..." Madara berdesis marah ke penyerang tersebut yang membuka pertarungan dengan bertarung melawan Izuna tadi. Hashirama bertanya, "Kau tahu dia?"

"Dia putra dari guruku," Madara menggertakkan gigi. Tak jauh dari mereka, seseorang terkesiap sangat kaget. Mereka menoleh ke bocah berambut ikal pendek yang kelihatan takut seraya terbata memanggil, "Pa-paman Takumi..."

"Kagami..." Izuna simpati ketika ibu anak itu mengambil tangannya dan mengikuti arahan ke tempat aman. Kurang lebih mereka tahu apa yang akan menjadi hukuman dari para penyerang dan Izuna merasa kasihan pada bocah itu.

"Tangkap mereka," perintah Madara ke ANBU yang langsunh menuruti dan membawa para pelaku untuk ditentukan hukumannya di pengadilan Hokage. "Aku akan pastikan hukuman mereka adalah kematian," kata Madara dingin tak berperasaan. Dia tak pernah memaafkan siapapun yang melukai atau mencoba melukai adiknya. Bersama dengan Hashirama, Madara masuk ke Menara Hokage. Diikuti oleh para Tetua dan para Kage.

Naruto hendak mengikuti tapi Sasuke menghentikannya, "Biarkan mereka menangani dengan cara mereka. Ini bukan urusan kita." Tobirama dan Izuna menghampiri keduanya. "Lebih baik kalian kembali ke kamar, aku akan datang nanti setelah pengadilan," kata Tobirama sebelum ke dalam juga bersama Izuna.

TBC


Jangan lupa review ya kalo mau liat chapter selanjutnya! Chapter depan SasuNaru!

Makin kering nih keknya ya review di sini OuO' uda pada bosenkah? Ini belum sampe setengah cerita lho... Yah, kalo gak ada yang review lagi, akan kuhentikan menstranslate ini ya. Jadi bakal discontinue yg versi indo, yg english sih 7 chapter lagi tamat.

sasayachen: Hei, dirimu kemanaaa ajaaaaa! Lama banget gak mampir ya~ ternyata masih baca, kirain dah gak baca lagi hehe iya duong, mana tega atuh Madara bunuh Tobirama orang di canon aja gak dibunuhnya lho. Yep~ selamat buat Tobirama~!

Guest: Iya emang kalo pake google translate, hehe kirain yang mana hehe DnA sama tsukiuta itu yang mana ya? *malu gak tau* woow! aku juga suka lho yang ceritanya Harry tuh jadi anaknya Sev. Apalagi kalo Sev-nya pengertian banget sama Harry, aaah, bukan Snarry ya tapi hubungan bapak-anak gitu. Aku belum pernah baca Snarry sih, ga tertarik. Lebih ke Severitus sukanya.