Titik kembang api itu menghiasi langit hitam, mungkin terlalu dini namun apa salahnya? Toh tak akan ada yang protes hanya karena satu kembang api yang meletus walau belum waktunya.

Manik itu menatap lekat langit malam, yang seakan hitamnya mengolok dirinya, namun bukan berarti langit itu salah.

Bulan yang lingkaran sempurna itu tampak indah, tentu saja semua tampak indah bagi orang-orang yang menikmatinya.

Namun bagaimana jika bulan itu, baginya hanyalah sebuah olokan juga?

Dazai sama sekali tidak berniat apa-apa, entah mengapa ia merasa semua yang ada dibumi seakan mengoloknya.

Mengejeknya.

Ia sendiri, namun itu bukan hal buruk. Ia selalu sendirian, tak ada hal yang aneh untuk itu.

Disaat tahun baru seperti ini, biasanya seseorang berkumpul dengan keluarga dan teman terdekat. Namun, memangnya Dazai memiliki hal semacam itu?

Memang, Agensi memang mengundangnya untuk mengikuti perayaan tahun baru bersama. Tapi, Dazai tak akan datang.

Bukan tak mau, tapi tak bisa.

Walau hanya dalam hati, ia sesungguhnya merasa lelah untuk mempertahankan topengnya itu.

Senyuman lebar, candaan, suara tawa. Semua itu hanyalah kepalsuan yang Dazai sendiri ciptakan.

Manik coklat itu menatap langit, disaat dirinya duduk bersandar di belakang sebuah nisan.

"Selamat tahun baru, Odasaku."

Senyum itu terlukis, senyuman yang sangat tulus namun sendu.

"Setahun lagi, tanpamu yah?"

End


Sendiri

by KunikidaDerai

Bungou Stray Dogs by Kafka Asagiri and Sango Harukawa

#HappyNewYearOurHome