Disclaimer: I do no own Naruto. The creator is Masashi Kishimoto.
Warning: Cek chapter sebelah!
Ada hints Susanoo x Kurama!
"Ini" = Susanoo Biru (punya Madara)
"Ini" = Susanoo Ungu (punya Sasuke)
"Kalau bukan aku, orang lain pasti mati karena panah Susanoo-mu, Sasuke!" Hashirama menegur Uchiha muda selagi mereka melanjutkan perjalanan mereka ke persembunyian Kyuubi sejam setelah Sasuke lepas kendali akibat kesalahpahaman sebelumnya.
"Ck, sayang sekali," komentar Sasuke datar tanpa peduli sedikit pun. Tak berarti dia berusaha semaksimal mungkin tapi dia juga tidak mengurangi kerusakan. Mereka berlompatan dari satu dahan pohon ke pohon lain dengan harmoni tanpa melambat.
Hashirama menekuk wajah, "Sudah kubilang aku tidak mesum-in Naruto!" Ia menoleh ke Pirang Uzumaki yang ada di sisi lain Sasuke. "Ya kan, Naruto?"
Uchiha termuda menegaskan agar Hashirama menjaga jarak dari Naruto sehingga posisi mereka adalah (dari kiri ke kanan) Madara, Hashirama, Sasuke dan Naruto. Anggukan sebagai jawaban, ditambah, "Benar, Sasuke. Kakek Shodaime cuma meriksa kok."
"Naruto, kau terlalu lugu dan mudah percaya sama orang. Kau tidak bisa mendeteksi kemesuman seseorang."
"Hei! Aku tidak begitu!" Naruto dan Hashirama protes bersamaan karena keduanya tersinggung.
"Yakin?" Sasuke mengacuhkan Hashirama dan menoleh sepenuhnya ke Naruto. "Kalau begitu... apa yang dimaksud dengan 'ada yang tegak tapi bukan keadilan' atau 'ada yang keras tapi kemauan'? Kau bisa menjawabnya kalau kau tahu." Tantangnya.
"Ta-tahu kok!" Naruto bersikeras tapi terbata, bergumam tak jelas, "Itu kan... i-itu kan... maksudnya itu..." dan akhirnya terdiam memalingkan wajah.
Krik, krik.
"Iya! Iya! Memang aku tidak tahu! Terus kenapa?" Gusar Naruto dengan wajah merah kesal bercampur malu.
Hashirama dan Madara terkesiap. Sasuke yang sudah menduga hanya acuh tak acuh. Kedua Pendiri Hokage menatap Naruto dengan tidak percaya.
"Aku bisa melihat alasanmu, Sasuke," Hashirama melirik Uchiha muda sebelum menatap Naruto, "Ada yang mau kutanyakan dan tolong jawab, Naruto. Tidak perlu malu. Justru normal kalau kau tahu. Umumnya seusiamu sudah sewajarnya tahu tapi aku tidak yakin kau tahu melihat jawabanmu sebelum ini. Hanya saja... yang mau kutanyakan ini hal mendasar. Tidak susah dan—"
"Hashirama!" Madara menghentikan celotehan tak menentu Hashirama. Hokage tersadar, "Ah, aku meracau. Maaf. Yang mau kutanyakan... kau tahu masturbasi 'kan?"
Pertanyaan itu, bahkan Sasuke tak pernah tahu ataupun menanyakannya selama mereka jadian. Dia tak pernah melihat Naruto menyentuh dirinya sendiri dalam konteks seksual apalagi menyentuh Sasuke. Mereka hanya sebatas berciuman dan berpelukan saja selama ini. Sasuke tahu tingkat kepolosan Naruto di luar logika untuk remaja seumuran mereka sehingga dia main aman dan membiarkan semuanya berjalan lambat sesuai alur Naruto agar tidak mengagetkan.
Kedua reinkarnasi Indra menatap ke Naruto. Mereka berempat tak kehilangan ritme melompat. Pirang Uzumaki berkedip dan menyadari perhatian ketiganya terfokus ke dirinya seorang. Ia merasakan ekspektasi dari ketiga pasang mata. Sejatinya, Naruto tidak tahu apa yang diharapkan mereka sehingga ia memutuskan untuk jujur saja.
"Jurus apaan tuh?"
Sasuke, Madara dan Hashirama tercengang.
"Kelihatannya, ajaranmu ke Naruto gagal, Madara," komentar Sasuke merajuk pada pembicaraan mereka saat berdua tadi. "Kupikir kau sudah menjelaskan padanya. Kelihatan sekarang siapa yang menyedihkan."
"Kau tidak tahu tingkat kesulitan yang harus kulalui hanya untuk menjelaskan PENETRASI," jelas Madara.
Naruto malu karena untuk pertama kalinya dia nyambung apa isi pembicaraan. "Wow, wow, sejak kapan pembicaraan ini ngebahas soal seks?"
Ketiganya menghela nafas bersamaan, menjawab dalam hati, ya sejak awal...
"Hah?" Naruto cengo.
"Sudah jelas, bukan?" tutup Sasuke menatap ke para reinkarnasi Asura dengan penuh arti.
"Madara," Hashirama menoleh ke suaminya, "Ucapkan sesuatu. Kau tidak percaya aku bermesuman dengan Naruto, 'kan?" Tanyanya.
Ia menjawab, "Berusahalah hidup, Hashirama. Kalau kau masih mau melihat anak kita lahir."
"Hei, kau 'kan suamiku! Dukung aku!"
"Memang. Karena itu bukan aku yang menyerangmu tadi," balas Madara santai. Hashirama geram meski mereka tak menghentikan perjalanan. "Tak bisa dipercaya! AIR Squad seharusnya saling dukung! Kita ini saudara dalam segala hal kecuali darah!" Protes Hokage.
"Berhenti menamai kita!" Sasuke dan Madara menghardik bersamaan. Keduanya masih berpendapat nama group mereka itu sangat norak. Naruto tertawa, "Nama itu bagus!" Hashirama pun ikutan tertawa.
Para reinkarnasi Indra menghela nafas berat, berpikir ulang untuk kesekian kalinya: apa yang kunikahi?
Yah, memang Sasuke belum menikah secara resmi dengan Naruto tapi niatan untuk itu jelas ada. Seandainya masih ada yang berpikir Uchiha tak memiliki hati, perihal ini patut menghapus opini tersebut. Walau mereka tak sependapat dengan nama squad , Madara dan Sasuke menatap lembut Hashirama dan Naruto. Namun, saat tawa Naruto terhenti, sekejap mereka langsung waspada. Madara merasakan cakra bijuu di saat Naruto teriak, "AWAS!"
Dengan sigap, mereka melompat berpencar ketika cakar raksasa menghantam ke tanah. Keempatnya mendarat di beberapa pohon dan menengadah untuk mendapati Kyuubi melotot penuh kebencian. Dia menggeram, "Manusia..."
"Wow, kau terlihat marah," gumam Naruto bercanda pada Kurama di dalam dirinya. Kurama menjawab, "Siap-siap, Naruto. Ini baru awal."
Madara mempersiapkan gunbai. Dia dan Sasuke mengaktifkan Mangekyou Sharingan. Mokuton Hashirama belum keluar tapi ia siap kapan saja. Mereka masih belum menyerang karena mau bicara dulu dengan Kyuubi untuk meminimalisir pertarungan sebisa mungkin.
"Kalian datang lagi," ia menyerang dengan cakarnya kembali. "Aku tidak akan tunduk pada manusia! Camkan itu baik-baik di otak kecil kalian, makhluk kerdil!"
Mereka berempat berhasil menghindar tapi jika bukan para reinkarnasi Otsutsuki bersaudara, cakar itu sudah pasti mengoyak tubuh mangsanya tanpa ampun. Gerakannya sangat cepat untuk ukuran sebesar raksasa. Sungguh beruntung Izuna dan Tobirama tidak ikut, kedua kakak mereka tidak yakin para adik bisa bertahan sendiri.
Naruto menyuarakan kebingungannya, "Apa yang dia bicarakan?"
Hashirama yang berada dekat dengannya menjawab, "Beberapa minggu lalu, ada percobaan dari Kumogakure untuk menangkap bijuu. Dilaporkan ada 2 shinobi yang termakan oleh bijuu tersebut dan bertahan hidup dalam perutnya selama 2 minggu. Tak jelas bijuu mana tapi sepertinya..."
"Ya," angguk Naruto. "Itu Kurama." Dia menceritakan ke Hokage tentang cerita Kurama mengenai Hinkaku dan Kinkaku dari Kumogakure. Hashirama menyebutkan dia menerima laporan itu di hari yang sama dengan pemerikaaan kehamilan Izuna. Di hari Izuna datang ke kamar Naruto yang tengah berbincang dengan Madara dan berujung menceritakan masa kecilnya pada Madara serta Izuna. Naruto melompat ke pohon dekat wajah Kyuubi. Dia memanggil, "KURAMA!"
Kyuubi membeku. I menghentikan penyerangannya kepada kedua Uchiha. Mata merah dengan pupil vertikal jatuh menatap Naruto. Kecurigaan meraja sebab tak ada manusia yang tahu namanya. Pirang Uzumaki mengambil kesempatan untuk, "Dengarkan aku! Kami ke sini bukan untuk menguasai atau menangkapmu! Kami hanya mau minta tolong!"
"Omong kosong!" Kyuubi menyerang lagi dengan cakar-cakar dan kesembilan ekornya bergantian. Kecepatannya meningkat dan liar. Naruto protes ke Kuramanya, "Kau bilang aku cuma harus ngomong!"
"Siapapun butuh bukti sebelum percaya."
"Apa yang harus kita lakukan?" Naruti terengah sedikit. Kurama menjawab, "Perlihatkan cakra kita ke dia."
Akan menjadi bukti tak terkilah karena bijuu bisa merasakan cakra. Naruto mengaktifkan Kurama Chakra Mode 2 pada detik berikutnya. Kemilau kuning di seluruh tubuh Naruto menarik perhatian Kyuubi. Yang lain melohatnya sebagai tanda untuk mengeluarkan cakra mereka juga. Dua Susanoo Biru dan Ungu terbentuk di sekeliling Madara dan Sasuke. Hashirama menggunakan Mokuton untuk membuat pijakan buat dirinya berdiri di belakang Naruto. Madara dan Sasuke melompat ke Mokuton dan berdiri di kedua sisi Hashirama. Mereka berempat menatap Kyuubi yang nampak terkejut. Mata merah itu lama memandang Susanoo lebih dari yang seharusnya.
Naruto mengunci pandangan dengan Kyuubi seraya berkata, "Kau kenal cakra kami 'kan?" Untuk beberapa saat mereka hanya saling pandang sebelum Kyuubi menggeram dan menyerang kembali. Para reinkarnasi Otsutsuki bersaudara berhasil menghindari cakar tapi terhempas oleh empat dari sembilan ekor bijuu tersebut. Mendarat di empat arah berbeda, Hashirama menggunakan Mokuton untuk menahan Susanoo Biru berisi Madara dari menghantam tanah walaupun jarak mereka cukup jauh.
"Kau pikir aku akan percaya pada orang dengan doryoku seperti mereka berdua?" Ia gusar melotot ke para Uchiha. "Tidak akan!"
"Kami bukan ilusi!" Naruto teriak. "Kami reinkarnasi dari Indra dan Asura Otsutsuki! Putra Kakek Rikudou! Penciptamu!"
"Si Tua Rikudou hanya punya 2 putra!" Bentak Kyuubi. "Kau pikir aku bodoh, Bocah?!" Protesnya merujuk pada mereka berempat yang punga cakra seperti putra-putra Rikudou Sennin. Para bijuu tahu ada reinkarnasi dari kedua putra pencipta mereka di suatu tempat tapi mereka sangat ingat bahwa hanya ada 2 putra bukan 4. Kyuubi menganggap ini genjutsu karena tidak mungkin reinkarnasinya jadi 4 dalam satu generasi sementara hanya ada 2. Terutama, ada 2 ahli genjutsu, yaitu Uchiha.
Serangan Kyuubi makin tak terkendali, Hashirama mencoba menangkapnya dengan Mokuton tapi Kyuubi selalu berhasil lari. Sasuke mengarahkan panah Susanoo namun saat ia lepaskan, Kyuubi menggunakan bijudama ke arah anal panah tersebut. Ledakan besar membakar hutan sekitar mereka. Madara menggunakan tangan Susanoo untuk menarik Hashirama ke dalam Susanoo Biru-nya agar terlindungi dari ledakan. Sasuke melakukan hal yang sama ke Naruto.
"Kurasa bicara tak akan berhasil," kata Sasuke.
"Kita harus coba," Naruto bersikeras. "Kurama yang itu tak akan percaya kita kalau kita serang. Aku juga tidak mau dia terluka."
"Bukan saatnya jadi naif, Naruto," Sasuke mengingatkan dengan pelototan. "Jelas dia tidak mau percaya omongan kita. Tak ada yang bisa merubah pikirannya. Tidak ada jalan lain selain kekerasan."
"Kekerasan tidak akan membuatnya bekerja sama!"
"Kalau hanya kerja sama, kita bisa membu—"
"TIDAK!" Naruto melotot marah. "Kau tidak akan mengontrol dia seperti Madara di masa kita!"
"HEI KALIAN!" Hashirama teriak dari dalam Susanoo Biru. "Fokus," Hokage mengingatkan. Madara berkata, "Ini bukan waktunya bertengkar sesama kita."
"Aku mengerti niatanmu, Naruto. Aku juga begitu tapi ini lebih sulit dari perkiraanku," Hashirama mengakui. Tak semudah pikirannya. Memang ini konfrontasi pertamanya dengan bijuu. Ya, dia percaya dia bisa menandingi Kyuubi tapi berat kalau tanpa menyakiti bijuu tersebut. Terlebih, Madara hamil, Hashirama khawatir pertarungan akan makan waktu lama dan akan mempengaruhinya. Secara tidak langsung, konsentrasi Hashirama juga akan terpengaruh. Akan lebih baik jika selesai dengan cepat. "Aku bisa menghentikannya tanpa cedera jika dia terdistraksi satu detik saja," tawar Hashirama. "Aku hanya butuh satu detik."
Kurama mendapatkan ide dan Naruto mengangguk ke Hashirama setelah mendengar rencana itu. Naruto melompat keluar Susanoo untuk menghadapi Kyuubu sekali lagi. Mata merah raksasa menyipit tajam. Kebencian terpancar sebagai satu-satunya di mata Kyuubi. Naruto sedih melihta itu karena dia telah menjadi teman Kurama. Dia menekuk wajah sebelum menutup mata. Ketika membukanya lagi, mata merah dengan pupil segaris vertikal yang nampak. Hashirama mengendap keluar dari Susanoo.
"Oi," ucap Kurama ke dirinya di masa lampau.
Kyuubi tercengang dan Kurama teriak, "SEKARANG!"
Hashirama segera bertindak dengan Mokuton, ia membuat sangkar kayu raksasa mengelilingi Kyuubi yang lengah sesaat. Dia mencoba mematahkan sangkar itu namun tak berhasil. Membuka mulut lebar, perlahan bola cakra hitam terbentuk.
"Dia akan menembakkan bijudama," ujar Sasuke. Ia menyiapkan Susanoo-nya melompat. Hashirama yang masih membentuk segel Mokuton dengan tangannya mengerutkan alis. "Bijudama?"
"Itu serangan khas bijuu, terbuat dari cakra mereka," jelas Sasuke. "Ledakan besar tadi saat panahku bertemu bijudama Kyuubi adalah contoh hasilnya."
"Tak terdengar bagus," gumam Hashirama. "Sangkarku tidak bisa ditembus dari dalam, hanya aku yang bisa membukanya. Dia akan terluka kalau menggunakan bijudama."
Naruto yang mendengar itu dari dalam, terkesiap. "Kurama! Kita harus menghentikannya!"
"Tunggu."
"Tunggu apa?"
"Seseorang."
"Hah?! Siapa?!"
Kurama tidak menjawab. Sasuke yang berada di belakangnya hanya memandang dalam diam. Sementara bijudama Kyuubi semakin besar seiring waktu berjalan. Ketika sudah semakin besar dan siap ditembakkan, sebuah suara yang tak diketahui menarik perhatian mereka semua.
"Hentikan!"
Hashirama dan Sasuke menoleh ke Madara dengan mata melebar dalam keterkejutan. Kepala Klan Uchiha menoleh ke atas sebab dia berada di bagian dada Susanoo. Yang lain pun begitu, menatap ke kepala Susanoo Biru untuk memastikan ini bukan imajinasi semata. Jelas bukan. Mereka tak ada yang berada dalam genjutsu. Memang Susanoo Biru milik Madara yang barusan bicara.
"Kau akan terluka oleh bijudama-mu sendiri," suara Susanoo membuat gerakan Kyuubi membeku. "Kurama..."
Begitu konsentrasi hilang, bijudama pun perlahan pudar dan lenyap. Kyuubi menatap ke Susanoo Biru dengan tak percaya. "Ou..." Bisiknya dalam kesedihan dan kerinduan tak terbendung terdengar hanya dari panggilan barusan.
"Apa maksudnya ini, Kyuubi?" Sasuke bertanya ke Kurama yang sekarang tengah bergantian dengan Naruto. Tidak ada jawaban. Mata merah hanya menatap ke dirinya yang dulu dan Susanoo Biru.
"Tuan Madara, Tuan Hashirama," kedua Pendiri Konoha menegang saat dipanggil Susanoo Biru. "Bisakah saya mendapat izin untuk berada dekat dengan Kyuubi?"
Mereka berdua bertukar pandang sebelum menoleh ke Kurama yang kembali ke dalam Susanoo Ungu berdiri melayang di depan Sasuke dengan tubuh Naruto. Mereka melihat anggukan lalu Hashirama membuka sangkar kayu dan Madara membiarkan kontrolnya ke Susanoo menurun. Uchiha tertua sepandangan dengan Sasuke seolah bertanya tanpa kata. Uchiha termuda menggelengkan kepala sebagai jawaban. Dia tak pernah tahu kalau Susanoo bisa bicara atau bergerak dengan keinginan sendiri. Mereka semua terkagum melihat Susanoo Biru mendekati Kyuubi. Untuk waktu yang lama, keduanya hanya saling memandang sebelum Susanoo Biru berlutut di depan Rubah Raksasa. Pelan-pelan, tangannya terangkat membelai wajah Kyuubi penuh sayang.
Tetiba, Madara dan Sasuke merasakan rasa sayang besar yang bukan milik mereka di saat Susanoo Biru memeluk Kyuubi dengan kedua tangan. Kedua reinkarnasi Indra merasakan aliran rindu membasuh diri bersamaan dengan kepingan-kepingan ingatan yang berisi pertemuan pertama Susanoo Indra dengan Kyuubi versi anak-anak. Dalam kenangan-kenangan itu, terdapat beberapa kali pertemuan mereka tanpa Indra untuk waktu yang lama dilihat dari pertumbuhan Kyuubi.
Ada ikatan antara Susanoo milik Indra dan Kyuubi. Ikatan yang kuat diantara dua spesies berbeda namun intim bagaikan belahan jiwa. Tanpa kata namun saling menjawab seolah selalu bersama. Tanpa diucapkan namun nyata. Terkubur ratusan tahun namun tak lekang oleh waktu yang ada. Ketika semua kenangan hilang, Madara dan Sasuke membuka mata yang tertutup begitu ingatan-ingatan itu masuk ke diri mereka.
"Apa itu tadi...? " Sasuke bergumam tak yakin. Dia merasakan sesuatu yang basah di pipi, dengan jemarinya, ia baru sadar itu adalah air mata.
"Kau juga lihat?" Madara mengambil perhatian Sasuke. Dia melihat Uchiha yang lebih tua dalam kondisi yang sama dengannya. Ada air mata menetes.
"Apa maksudnya ini? Kyuubi," Sasuke mendekati tubuh Naruto. "Apa yang barusan kulihat? Kenanganmu dan Susanoo milik Indra? Bagaimana bisa Susanoo punya Madara bicara dan bergerak sendiri? Apa punyaku juga bisa? Apa yang terjadi antara kalian berdua?"
"Bocah tidak sabaran," Kurama menyeringai. "Sabar, Sasuke. Kau mau jelaskan ke dia, Ou?" Ia bertanya ke Susanoo Ungu. "Oh, ya, Sasuke, kau bisa kasih izin ke Susanoo-mu biar dia jawab pertanyaanmu tadi."
Sasuke terbelalak, dia menoleh ke atas karena dia seperti Madara melayang di bagian dada Susanoo mereka. "Susanoo? Apa itu benar? Kau bisa bicara dan bergerak sendiri?" Tak ada jawaban. Sasuke menaikkan satu alis ke Kurama di sampingnya yang menunjuk ke bibir sebagai isyarat. Sasuke paham, "Aku memberikanmu izin untuk bicara dan bergerak."
"Ya, Tuan Sasuke."
"Sejak kapan? Aku tidak pernah mendengar kalian bisa bicara."
"Selama sejarah reinkarnasi, hanya saya dan milik Yang Mulia Hagoromo yang bisa, Tuan Sasuke."
"Apa maksudmu? Susano milik Madara juga bisa bicara."
"Saya dan milik Tuan Madara adalah keberadaan yang sama, Tuan Sasuke."
Saling bertukar pandang, Sasuke dan Madara sadar apa artinya. Kurama menjabarkan, "Kalian berdua adalah reinkarnasi Indra. Asal atau inti cakra kalian adalah sama karena kalian berdua memiliki jiwa Indra. Sekalipun oleh reinkarnasi kalian tidak ingat, cakra dan jiwa kalian masih sama jadi Ou masih ingat karena dia bukan manusia. Bahkan kau dan Naruto bisa merasakan keberadaan Indra dan Asura di jiwa kalian, bukan?" Sasuke tidak mengiyakan atau membantah tapi Kurama tahu. Naruto mengakui sendiri ke Rikudou Sennin tatkala ditanya. "Mudahnya, Susanoo-mu adalah versi masa depan dari Susanoo-nya Madara, Sasuke. Mereka sama seperti aku dan Kyuubi yang disana hanya beda generasi."
"Tapi, dalam ingatan tadi, aku melihatmu dan Susanoo milik Indra menghabiskan waktu berdua. Bagaimana bisa Susanoo terpisah dari pengguna jurus?" Sasuke penasaran.
"Normalnya, kami tak bisa terpisah dari pemilik jurus tapi Yang Mulia Indra sangat istimewa. Beliau putra pertama Baginda Hagoromo dan secara alami lahir dengan bakat tak terhitung serta cakra tak terhingga. Sangat mudah untuk beliau mengeluarkan jurus tanpa kontak langsung. Terkadang, saya disuruh menyelesaikan misi dengan pilihan saya sendiri bagaimana baiknya."
Hashirama bertanya, "Kenapa menggunakan 'Baginda' dan 'Yang Mulia'?" Dia tidak tahu latar belakang keluarga Rikudou Sennin. Sasuke pun menjelaskan, "Diluar kekuatan , aslinya Rikudou Sennin adalah anak pertama dari bangsawan kerajaan di zaman dulu dan Kaguya-lah yang mengambil takhta setelah suaminya meninggal."
Uchiha muda melanjutkan pertanyaannya, "Kenapa kau butuh izinku untuk bicara sementara Susanoo milik Madara tidak?"
"Sebagai cakra Yang Mulia, saya butuh izin menurut prosedur, Tuan Sasuke. Tak seharusnya saya bicara atau bergerak tanpa seizin anda. Akan tetapi, situasi mungkin merubah. Saya mohon maaf atas sikap egois diri saya, Tuan Madara," Susanoo milik Sasuke membungkukkan kepala.
Madara menjawab, "Tidak masalah. Aku hanya terkejut karena tak pernah ada sejarahnya Susano memiliki kesadaran sendiri."
"Benar. Hanya milik Baginda dan Yang Mulia."
Kemudian, mereka terdiam menyaksikan Kurama megistirahatkan kepala di pangkuan Susanoo Biru. Tanpa kata tapi aksi saja sudah lebih dari bicara. Cara tangan Susanoo Biru membelai kepala Rubah Raksasa. Sepelan mungkin... bagaikan mengumumkan bahwa Kyuubi adalah yang paling berharga di dunia baginya. Sangat terlihat Kyuubi menikmati kasih sayang dari Susanoo Biru. Ada air mata tertahan di mata merah besar tersebut. Bahkan tanpa melihat langsung kenangan keduanya, Hashirama tersentuh.
Pertemuan yang amat lama didamba antara Kyuubi dan Susanoo.
Keduanya bisa dikategorikan immortal. Bijuu mempunyai lingkaran kebangkitan tersendiri. Susanoo mungkin mati bersama Indra atau reinkarnaainya tapi dia hanya bisa dikeluarkan oleh reinkarnasi Indra yang sudah membangkitkan Mangekyou Sharingan. Bahkan setelah itu pun, dia tak bisa bergerak tanpa izin reinkarnasi pemiliknya. Keduanya kesepian tanpa satu sama lain. Itu salah satu alasan Kyuubi membiarkan Madara di masa Naruto mengontrolnya. Dia ingin bersama Susanoo walaupun hanya hitungan detik. Hashirama dan Naruto paham betapa dalam kerinduan mereka hingga meneteskan air mata.
"Apa kalian..." Hashirama bertanya ke Kurama dan Susanoo Ungu, "...sepasang kekasih?"
"Dengan segala hormat, Tuan Hashirama, tapi kami bukan manusia."
Kurama tersenyum tipis, "Istilah itu tidak bisa digunakan untuk kami yang bukan manusia. Kasarnya, kami hanya manifestasi dari cakra. Ou berasal dari cajra Indra dan aku berasal dari cakra Juubi yang terbagi. Kami tak pernah menamai hubungan kami."
"Begitu," angguk Hashirama.
"Kalau memang harus pakai kata-kata, aku bisa bilang kami... mates. Sepertimu dan Madara atau Sasuke dan Naruto."
"Sekarang, aku mengerti kenapa kau menyarankan Madara dan Shodaime untuk ikut," kata Sasuke. "Bukan untuk membantu menahan dirimu di masa lalu. Tapi, untuk mempertemukan dia dengan Susanoo milik Madara."
"Tidak ada larangan aku tidak boleh punya agenda sendiri, bukan?" Kurama menyeringai jahil.
Sasuke hanya melirik Kurama sebelum menatap kembali reunian kedua spesies berbeda dari manifestasi cakra. Fakta bahwa Indra sadar Susanoo miliknya memiliki hubungan intim dengan Kyuubi adalah rahasia umum. Madara dan Sasuke melihat di dalam kenangan tadi. Hal tersebut merupakan alasan utama Indra menciptakan cara untuk membuat Susanoo miliknya bergerak bebas tanpa kontak langsung dengannya.
"Bagaimana bisa kau dan Susanoo jatuh cinta seperti manusia?" Tanya Naruto ke Kurama.
TBC
Makasih uda baca! Ini uda setengah jalan menuju tamat ya, kayaknya akhir bulan Oktober bisa tamat. Kalo mau ini tamat jangan lupa review yaaaa!
secretsbetter: Iya lama update kemaren soalnya namatin versi English dulu jadi yg Indo belum kuesentuh hehe
Uchiuzuraa: yak review lagi ya!
Ay03sunny: Untung selamat dia hahaha
Namikaze Ichilaw: Iyah lama kan ya baru momen SasuNaru wkwkwk selamet kok si Hashi hahaha
Guest: Bertahan hidup kok dia hahaha yep di sini dah ketemu sama Kyuubi di masa lampau
elLagark: Yep! Review lagi juga ya!
