Disclaimer dan warning: Chek chapter sebelah!
Aku membuat SasuNaru Challenge, cek di profilku ya!
"Keluarkan dia dari Konoha, " Tobirama berkata tegas. Dia memasang pelindung dahi khas miliknya dan menyandang pedang di punggung belakang. Hashirama, Izuna dan Sasuke menatapnya seolah satu kepala tumbuh di lehernya. Mereka tak menyangka Tobirama setega itu.
"Kau mau mengusirnya?!" Hokage berang bercampur kaget diikuti Sasuke yang memeluk erat Naruto agar melindunginya dari Tobirama, "Tak akan kubiarkan, Nidaime!"
"Tobi—" Izuna berdiri disamping suaminya yang menggelengkan kepala. Ia menjelaskan, "Cakranya sudah lepas kendali. Semakin ekornya bertambah, peningkatan cakranya semakin cepat. Kita tidak tahu apa yang akan terjadi kalau dibiarkan saja."
Tobirama menatap Sasuke tajam, "Kyuubi memporakporandakan Konoha satu kali di masamu tapi tak akan kubiarkan terjadi selama aku masih hidup."
Hening mencekam memenuhi ruangan, "Kita urus dia diluar Konoha," ucap Tobirama, bersiap untuk bertarung. Hashirama dan Izuna nampak akan protes tapi Madara mendahului dengan, "Tidak."
"Apa?!" Sasuke menoleh marah ke Madara.
"Hashirama, aku dan Sasuke," Madara memasang sarung tangan hitamnya, "akan membawa Naruto ke luar Konoha tapi Tobirama dan Izuna tetap tinggal di sini."
Tobirama mengerutkan alis tapi Izuna yang bertanya, "Kenapa?"
"Tak ada seorangpun yang perlu tahu apa yang terjadi jadi kalian berdua tinggal untuk memastikan itu," lagipula, hanya orang sekuat dia dan suaminya yang bisa menangani bijuu tanpa bantuan orang, ia menoleh ke Hashirama, "kita tinggalkan bunshin untuk bersama mereka jadi kalau ada informasi penting kita bisa segera tahu."
"Dara, Naruto—"
"Aku tahu, kita akan membantunya," potong Madara, ia tahu persis kekhawatiran suaminya. Lalu, ia menoleh ke Sasuke. "Kau harus menidurinya secepat mungkin. Tapi, kau harus tahu ini bukan bersetubuh biasa, Sasuke. Dia setengah manusia dan setengah bijuu sekarang."
"Kau sudah gila?! Itu sama saja dengan pemerkosaan!" Bentak Sasuke berang tak percaya.
"Sa-sasuke..." Semua mata tepaku pada Naruto yang gemetaran dalam dekapan Sasuke. Kedua tangannya bergetar terangkat ke arah wajah Uchiha yang memeluknya. Dengan insting, Sasuke meraih tangan Naruto dan menggenggamnya di dada. Naruto menghela nafas lega. Lega, walaupun pupil di safir kembar berbentuk vertikal, nampak hasrat birahi untuk pertama kalinya. Itu membuat Sasuke terpana sebab belum pernah melihat Naruto memandangnya dengan nafsu birahi. Ketika ia menarik nafas, Sasuke menghirup aroma manis dari Naruto.
"Kau tidak jadi pemerkosa, Sasuke," Izuna berkata lembut, mereka semua melihat cara kedua remaja bertukar pandang barusan. "Kalau apa yang dikatakan Kyuubi adalah kebenaran, Naruto menginginkanmu dan hanya dirimu. Dia memilihmu untuk menjadi mate-nya."
Sasuke tak memberikan reaksi.
"Apa kau mau orang lain yang menidurinya?" Tanya Madara.
Kepala Klan Uchiha mendapat pelototan amarah dari Sasuke.
"Kalau begitu, berhenti mengeluh dan lakukan selayaknya laki-laki," Madara masih ingin bicara tapi terhenti ketika ekor keempat muncul. Cakranya meroket hingga Hashirama harus menyalurkan cakranya ke Naruto dalam jumlah banyak. "Kita tidak punya banyak waktu," umum Madara. "Hashirama," dia mengingatkan suaminya dan mereka berdua membuat kage bunshin sebelum meninggalkan Konoha.
Sasuk menggunakan Susanoo-nya untuk menerbangkan mereka cukup jauh dari Konoha. Ekor Kelima muncul dalam perjalanan ini. Mereka berada di dalam Susanoo Ungu kala Hashirama bertanya, "Apa rencana kita?"
"Masukkan mereka berdua ke satu tempat yang dibuat dengan Mokuton-mu," Madara melirik Hashirama penuh arti yang dimengerti segera. Mereka butuh sebuah sangkar yang cukup besar untuk membatasi gerakan Kyuubi jika dibutuhkan. "Dan aku akan menggunakan Susanoo-ku untuk melapisi Mokuton. Hanya memastikan tidak ada cakra Kyuubi yang keluar dan dirasakan tipe sensor lainnya."
"Aku bisa menggunakan Susanoo-ku untuk mencegah itu," kata Sasuke.
Madara menggelengkan kepala, "Tidak. Kau akan menggunakan Susanoo-mu melapisi kau dan Naruto selama kalian kawin."
Hashirama bertanya, "Kenapa?"
"Naruto and Kyuubi tidak bisa mengontrol cakra mereka, tak ada jaminan tipe sensor tidak akan merasakannya jadi kita bertiga akan saling melapisi cakra kita untuk menyembunyikan cakra Naruto di bagian terdalam," ia melirik Sasuke kembali. "Pertama, Susanoo-mu." Lalu, ia berkata ke suaminya, "Kedua, Mokuton-mu. Dan terakhir Susanoo-ku akan jadi pelapis paling atas."
"Apa itu artinya kau akan tinggal dengan kami sampai selesai?" Sasuke yang menggendong Naruto di kedua tangannya depan dada, tak suka dengan gambaran dirinya dan Naruto berhubungan badan pertama kali dengan kedua Pendiri Konoha di dekat mereka.
"Kau tidak punya pilihan ataupun waktu, Sasuke!" Sergah Madara. "Kami akan mengambil jarak dan memberimu privasi tapi ya, kami akan berada dekat sini untuk berjaga-jaga jika terjadi sesuatu diluar kendali." Sasuke tidak mengubah ekspresinya yang menunjukkan ketidaksukaan sekalipun hanya dari pelototan dan alis yang bersatu. Madara melihat dan memberinya pilihan lain, "Atau kau lebih suka metode Tobirama?"
Mata Sasuke melebar sebelum menyipit penuh kebencian. Detik ini, dia baru mengerti kenapa Madara memilih Tobirama untuk dipercayakan informasi tentang kemmapuan rinnegan. Tobirama mampu mengambil keputusan objektif tanpa mengindahkan perasaan orang terdekat. Dia memalingkan muka dari Madara tanpa kata tapi itu cukup buat Madara tahu bahwa Sasuke menerima rencana ini.
"Sasuke," Hashirama mengambil perhatiannya dengan nada serius, "apa kau tahu bagaimana melakukan jurus pencegah kehamilan?"
Dia terkejut mendengar pertanyaan itu, "Aku tidak berpikir dia akan hamil langsung kalau kami melakukan itu."
"Kalau dia hanya manusia normal, aku setuju denganmu. Tapi, biasanya hewan yang dalam kondisi siklus birahi itu berarti mereka dalam musim kawin dan sangat subur serta siap untuk mengandung. Dengar baik-baik, Sasuke," Hashirama menggunakan nada yang biasa digunakan medis untuk menjelaskan pada pasien, "Berdasarkan Asura yang memberitahu cicitnya, Okuninushi, siklus birahi ataupun musim kawin bijuu bukanlah hal lumrah. Justru sangat langka. Mereka tak diciptakan untuk membuat keturunan. Tapi, Rikudou Sennin menciptakan mereka punya perasaan serta kepribadian berbeda satu sama lain. Dikatakan bahwa jika seekor bijuu memilih mate dan perasaan mereka bersambut serta keduanya dalam jarak dekat, hal itu akan memicu musim kawin bijuu yang dimulai dengan siklus birahi. Tak peduli siapa atau jenis apa karena bijuu bisa menggunakan cakra mereka untuk mengubah bentuk mereka untuk kawin, seperti Susanoo-mu katakan bulan lalu, dengan henge no jutsu."
"Kyuubi tak pernah memperlihatkan indikasi ini sebelumnya di zaman kami. Susanoo-ku bertemu Kyuubi beberapa kali sebelum kami terlempar ke masa ini."
"Ya, tapi kau lupa kalau Kyuubi sekarang tersegel di dalam tubuh jinchuriki dan cakra mereka bergabung. Kyuubi sendiri yang bilang padamu kalau cakra gabungan ini adalah alasan Naruto terpengaruh siklus birahi bijuu, apa kau tidak berpikir bahwa sesuatu dari Naruto mempengaruhi Kyuubi karena ikatan mereka membuat ini timbal balik?"
"Apa—"
"Perasaan Naruto," Hashirama menegaskan. "Cinta yang berada dalam diri Naruto mempengaruhi siklus birahi Kyuubi. Bagi Kyuubi, Susanoo-mu adalah mate pilihannya. Aku curiga ini tak pernah terjadi sebelumnya karena kau tak pernah menunjukkan perasaanmu atau Naruto tidak merasakan kau membalas cintanya. Bertahun kau meninggalkannya, 'kan? Hanya saat perang kalian bertemu lagi lalu kalian tiba di masa ini. Dalam beberapa bulan belakangan, kalian barulah mengekspresikan perasaan satu sama lain dan menjalin kasih. Menurutku, itu faktor pemicu."
Sasuke kehabisan kata-kata.
Hashirama melanjutkan, "Itu bukan salahmu, Sasuke. Cepat atau lambat, hal ini tak terhindarkan karena Naruto adalah jinchuriki. Jadi, apa kau tahu melakukan jurus pencegah kehamilan?"
"Dalam teori."
Agaknya kedua Pendiri Konoha kaget atas implikasi jawaban Sasuke. Dia masih perjaka sebagaimana Naruto. Mengingat Sasuke menghabiskan masa awal remaja mengasah kemampuan sharingan agar mengalahkan kakaknya yang terkenal sebagai shinobi berbakat, masih bisa dimengerti memang. Namun, mereka tahu dari pengalaman bahwa hormon pubertas remaja, terutama laki-laki sulit dikendalikan serta remaja setampan Sasuke bisa memiliki siapapun sebagai teman tidurnya. Sukarela, tanpa paksaan. Kenyataannya, dia tak pernah melakukannya dengan siapapun merupakan bukti tak terbantahkan atas kesetiaannya pada Naruto walaupun dia pergi menjauh dari Putra Yondaime Hokage selama beberapa tahun.
Hashirama sedikit ragu tapi mau membantu jika memang butuh. "Apa kau tahu cara melakukan sek—"
"Ya, ya, aku tahu, Shodaime," Sasuke jengkel. "Aku bisa menanganinya sendiri. Aku tahu sistematisnya jadi simpan saja ajaran seks-mu."
"Hanya coba membantu," senyum Hashirama.
"Aku tidak bisa mengerti aroma manis ini, itu saja," gumam Sasuke dan menarik perhatian Hashirama. Dia bertukar pandang dengan Madara yang mengangkat satu alis sebagai indikasi bahwa dia tidak mengerti apa yang dibicarakan Sasuke. Hokage menoleh ke Sasuke lagi dan bertanya, "Aroma manis?"
"Ya, kalian tidak sadar? Awalnya hampir tidak tercium tapi setiap ekornya bertambah, aromanya semakin kuat dan..." Sasuke memalingkan muka dengan rona semu merah muda di kedua pipi. Dia berbisik pelan mengakhiri dengan, "...mempengaruhiku."
"Seperti?" Hashirama bertanya.
Madara menepuk bahu suaminya dan memberi pandangan penh arti ke bagian bawah tubuh. "Oh!" Barulah dia mengerti. Hashirama berdehem. "Itu, ehm, sejujurnya, aku dan Madara tidak bisa mencium aroma yang kau sebutkan."
"Tidak bisa?" Sasuke terkejut. Gelengan kepala diterimanya sebagai jawaban.
Mereka mendarat di tempat terbuka tengah hutan belantara. Kedua Pendiri Konoha dan Sasuke berjalan keluar dari Susanoo Ungu. Hashirama memulai bangunan rumah dengan mokuton untuk digunakan kedua remaja. Madara bertanya ke Sasuke, "Aromanya tercium seperti apa?"
"Seperti... aroma khas tubuh Naruto tapi 10 kali lipat lebih kuat dan ada wangi segar alam serta manis seperti vanila," jelas Sasuke. Ekor keenam tumbuh dan aromanya menyelimuti Uchiha muda dalam hasrat. Nafasnya mulai tak berarturan karena dia berusaha keras mengontrol dirinya agar tidak mengklaim Naruto detik ini juga walaupun di depan reinkarnasi yang lain. "Kau yakin tidak menciumnya?" Ia bertanya lagi dengan ragu karena aroma manis ini sangat kuat. Seolah sudah tersebar di udara sekitar. Tidak masuk akal bagi Sasuke jika tak ada orang lain yang mencium ini selain dia. Namun, jawabannya masih tak berubah. "Apa ini sebenarnya?"
"Tuan Sasuke," Susanoo Ungu meraih atensi mereka, "Dengan segala kehormatan, aroma tersebut bukan dimaksudkan untuk kepentingan Tuan Madara dan Tuan Hashirama sehingga wajar jika mereka tak bisa menciumnya."
"Apa maksudmu?" Sasuke tak mengerti.
"Aroma yang Tuan cium adalah feromon Tuan Naruto."
Sasuke terbelalak. Hashirama yang telah selesai, berjalan ke depan Sasume. "Begitu rupanya. Memang masuk akal." Ekor ketujuh sekarang telah muncul dan Naruto mulai bergetar hebat jadi Hashirama memberikan cakranya dalam jumlah banyak ke Naruto untuk meringankan demam seraya ekornya terus bertambah.
"Digunakan untuk menarik mate terpilih agar segera kawin dan hanya akan mempengaruhi mate tersebut jika telah terbentuk ikatan perasaan. Maka, yang lain tak akan sadar ataupun menciumnya, Tuan Sasuke. Kurama juga mengeluarkan feromon yang sama pada saya."
"Apa ini artinya kau akan menggauli Kyuubi juga setelah kami selesai?" Sasuke curiga.
"Saya tak melihat itu akan terjadi."
Menaikkan satu alis, Sasuke bertanya, "Kenapa?"
"Seperti yang Tuan Hashirama sebutkan, Kurama sekarang sudah menggabungkan cakra dengan Tuan Naruto jadi kurang lebih ikatan mereka hampir sama dengan kita, yaitu manifestasi cakra dan pengguna. Maka, selama Kurama di dalam tubuh Tuan Naruto, dia tak memiliki musim kawin yang terpisah. Mereka adalah satu. Di saat Tuan mengawini Tuan Naruto, musim kawin Kurama juga aman terlengkapi."
Hashirama menyuarakan pendapatnya, "Kau adalah pengguna Susanoo, Sasuke. Kurasa tidak akan banyak perbedaan dengan Susanoo menggunakan henge untuk kawin. Kyuubi bagian dari Naruto sebagaimana Susanoo pun bagian darimu. Jadi, begitu kalian bersetubuh, otomatis terhitung mereka juga."
Sasuke mengerutkan alis dalam. "Benar-benar yang kubutuhkan," komentarnya dengan sarkasme.
Tidak hanya dia akan seks dengan Naruto untuk pertama kalinya—meleaps keperjakaannya juga— ditunggui oleh reinkarnasi yang lain, tapi juga disaksikan atau dirasakan oleh Susanoo dan Kurama. "Apa tidak bisa lebih fantastis lagi?" Gumam Sasuke. "Ada hal lain yang harus kuketahui soal musim kawin ini, Susanoo?"
"Musim kawin bijuu hampir sama dengan hewan kebanyakan. Hanya saja, saat Kurama sedang dalam musim kawin, kami melakukannya selama 7 hari berturut-turut sebelum kondisinya kembali normal."
"7 HARI?!" Para manusia terkaget bukan main.
"Tanpa henti."
Sasuke merengut, "Apa maksudmu aku harus nge-seks dengan Naruto 24 jam selama 7 hari?!"
"Saya tidak pikir akan berlangsung 7 hari untuk Tuan Naruto karena dia jinchuriki dan manusia, bukan bijuu sepenuhnya. Bisa saja kurang dari satu minggu tapi saya tidak tahu berapa hari pastinya. Akan tetapi, ya, Sasuke-sama. Menurut pengalaman saya dengan Kurama serta feromonnya, Tuan akan melakukannya tanpa henti. Saya sarankan Tuan mengambil hyorogan jumlah cukup banyak dari Tuan Hashirama sebagai tindakan jaga-jaga."
Sasuke mengasumsikan bahwa feromon ini akan membuatnya terangsang selama siklus birahi Naruto berlangsung. Selama penjelasan ini, ekor kedelapan tumbuh dan Hashirama mundur. "Aku sudah melakukan sebisaku, Sasuke. Aku akan mengalirkan cakra di sekeliling rumah untuk jaga-jaga kalau ada yang darurat."
Mendapat pelototan, Hashirama mengkoreksi, "Hanya deteksi cakra, aku tak akan tahu apa yang kau lakukan. Sumpah."
"Sembilan," Madara menunjuk pada ekor kesembilan di badan Naruto dan Sasuke menelan ludah. Semua ekor sudah muncul dan feromon ini semakin... memenuhi pernafasan Sasuke...
Kedua reinkarnasi yang lebih tua melihat mata Sasuke penuh nafsu dan merasakan hasratnya makin memuncak. Cepat-cepat, Hashirama memberikan sekantong penuh hyorogan ke Sasuke dan membuka pintu rumah yang dibuatnya tadi. Sasuke masuk tanpa mengalihkan pandangannya dari Naruto. Susanoo Ungu mengecil dan melapisi Naruto serta Sasuke sebelum pintu tertutup.
Hashirama menyatukan kedua tangan seraya mengirimkan cakranya di seluruh rumah kayu yang terbentuk dari Mokuton. Lalu, Madara mengaktifkan Mangekyou Sharingan, melapisi rumah kayu itu dengan Susanoo Biru. Hashirama bisa merasakan Susanoo Ungu menyebar sesuai bentuk ruangan dalam rumah untuk memberikan runagan bagi Sasuke dan Naruto tanpa membatasi area. Selagi mereka berkonsentrasi dengan cakra, Madara merasakan Kyuubi Masa Lalu datang ke tempat mereka.
"Kyuubi," Hashirama menengadah bersama suaminya.
"Aku merasakan cakra diriku yang lain lepas kendali beberapa saat lalu," Kurama melirik ke Susanoo Biru yang melindungi rumah kayu. "Apa yang terjadi?"
Hashirama menjelaskan padanya lalu bertanya setelah selesai, "Tidakkah kau merasakan atau mencium siklus birahi Naruto?"
"Kau tidak bisa mendeteksi aroma khasmu sendiri, Bocah Hashirama. Kau terbiasa akan itu dan susah untuk menciumnya marena feromon hanya bisa disadari oleh mate terpilih. Sudah pasti aku bukan itu tapi," matanya terarah ke rumah kayu, "Bocah Naruto memang sedikit aneh saat kita bertemu."
"Apa kau punya perkiraan berapa lama ini akan terjadi sebelum kembali normal?" Tanya Madara.
"Tidak. Tapi, mengingat dia manusia dan konsep penggabungan cakra yang berujung berbagi kemampuan... menurutku hanya setengah dari siklusku. Tiga atau empat hari."
Saat pandangannya terkunci dengan Susanoo Biru, Kyuubi bisa mendeteksi cakra biru yang membentuknya menipis. Ia menoleh ke Madara yang sedang hamil. Kelihatannya Hashirama juga menyadari karena ia bertanya, "Dara, kau baik-baik saja?"
"Ya."
Hashirama menatap dengan cemas. Kehamilan Madara berkembang normal terakhir kali ia mengecek jadi dia pikir akan baik-baik saja untuk membiarkan suaminya membantu dengan rencana ini. Namun, mungkin ini bukan ide yang bagus. Ia membuka mulut untuk berkata sesuatu tapi ditutupnya lagi begitu melihat Kyuubi duduk di belakang Madara dan melingkar sebelum satu dari ujung ekornya menarik Madara pelan hingga Uchiha tersebut duduk di tumpukan ekornya dengan nyaman. Kedua reinkarnasi membeku karena tak tahu niatan bijuu tersebut, tapi ketika Madara merasakan cakra oranye membantunya memulihkan kelelahan yang ia rasakan sehingga menguatkan cakranya dan Hashirama melihat Susanoo Biru tak lagi terdiri dari cakra biru tipis... keduanya terpana.
Kurama Masa Lalu menyembukan Madara yang letih.
Hashirama menghela nafas lega dan berkata, "Terima kasih, Kyuubi."
"Ck. Diam, Bocah Hashirama."
—000—
Tiga hari kemudian...
"Uhm..." Naruto merasakan kelopak matanya berat untuk dibuka. Tak hanya itu, badannya juga sama. Dia teramat dan tak mengerti kenapa. Dia mengambil nafas dalam sebagai upaya untuk bergerak tapi tetap nihil. Namun, penciumannya yang tajam mengejutkannya. Mengerutkan alis dalam, dia mencium sesuatu yang dikenali. Seperti ketika dia mencium ini dari dua pasangan dulu. Percampuran baunya dengan milik seseorang. Sangat tebal. Mengudara bagaikan baru saja selesai.
Raksi kawin.
Safir kembar membuka cepat.
Dia melihat atap kayu yang sering dijumpainya kala mereka masih dalam perjalanan mengumpulkan cakra bijuu. Samar-samar, dia merasakan sisa kehadiran Susanoo Ungu walaupun tak ada lagi dimanapun sekarang.
"Apa yang... terjadi?" Tenggorokannya terasa kering seolah dia telah menjerit berkepanjangan tanpa henti yang belum bisa diingatnya. Dia bertanya tanpa mengharapkan jawaban tapi tak kaget mendengar Kurama menjawabnya dari dalam diri.
"Akhirnya kau bangun. Apa yang kau rasakan, Naruto?" Kurama terdengar khawatir.
"Capek... Berat... Aku tidak bisa menggerakkan badanku. Tenggorokanku seperti baru menelan pasir," bisiknya terdengar lemah. Kurama menenangkannya, "Aku akan memulihkan energimu jadi tunggu dengan sabar sampai aku selesai."
"Mmm..."
Ia tenggelam dalam keheningan selagi menunggu. Perlahan, energinya kembali. Ia mencoba menggerakkan jarinya lagi. Berhasil. Kedua tangan, kaki, juga leher. Ia melihat kedua tangannya, menemukan banyak tanda bulat merah di seluruh tubuh. Heran. Dia tak ingat bagaimana bisa punya itu. Tanda berbentuk bulatan kecil dan di beberapa tempat, ada bekas gigitan sekitarnya. Dia digigit? Oleh siapa?
"Kurama..."
"Apa? "
"Sesuatu terjadi padaku, 'kan?" Tak ada jawaban dari Kurama dan itu memberitahu Naruto ada sesuatu yang penting dari kebungkaman ini. "Apa yang terjadi, Kurama?" Masih tak ada jawaban, Naruto memohon. "Tolong. Jawab aku."
"Apa yang terakhir kali kau ingat? "
"Hmmm," Naruto menutup mata untuk menggali ingatan. "Aku ingat... badanku rasanya terbakar dari dalam... membara... Madara dan Izuna di sebelahku... dan..." Ia ingat samar-samar sensasi tumbuhnya sembilan ekor dan sepasang telinga rubah, "... Aku... ada ekor dan telinga seperti punyamu... dibadanku?" Tanya Naruto dengan ragu. Kurama pun menjelaskan apa yang terjadi. Bersamaan dengan itu, ingatan Naruto tentang malam pertamanya dengan Sasuke bermunculan menyesuaikan penjelasan Kurama.
Naruto membeku. Kurama diam memberikan waktu Naruto menerima penjelasan barusan.
Dengan amat sangat pelan, tangannya meraba tubuh bagian bawah dan menemukan konfirmasi nyata dari ingatan serta penjelasan barusan. Menelan ludah, nafasnya memburu cepat. Lalu, dia menoleh ke kanan di mana dia tahu ada seseorang disampingnya. Ia menemukan mate terpilihnya tengah tertidur tanpa sehelai benang pun seperti dirinya. Safir kembar berkedip. Jantungnya berdetak cepat. Naruto berbisik setengah kaget, "Sasuke..."
"Mmm..." Sasuke nampaknya mendengar walaupun tak membuka mata. Dia bergumam tak jelas, "Biar... aku... tidur... nanti... kita... lagi..."
Naruto memerah bak kepiting rebus dari ujung rambut sampai kaki.
Semua ingatan tentang kegiatan intim mereka selama tiga hari belakangan bermunculan tanpa ampun di kepalanya. Membuatnya malu setengah mati dan secara naluri, dia mencoba melompat menjauh dari Sasuke tapi dia hanya sanggup duduk di lantai dimana mereka berbaring dengan pakaian berserakan di sekeliling. Namun, ia terhenti karena terasa perih di bagian bawah, terutama—
"AAAAA PANTATKU!"
—lebih tepatnya.
Naruto menangis sekaligus meringis untuk meraba. Terasa seperti terbakar! Akan tetapi, secepat kilat, tiba-tiba dia sudah berada dalam dekapan seseorang yang duduk diampingnya. Safir kembar melebar menyadari Sasuke berlutut memeluknya dan melemparkan pandangan tajam ke seluruh ruangan dengan Mangekyou Sharingan seakan mendeteksi musuh di sekitar. Disaat bersamaan, pintu terbuka oleh Hashirama.
"Kalian Baik-baik sa—" Syuut!
Shuriken dilempar tepat ke arah Hashirama!
TBC
Makasih sudah baca! Jangan lupa komen ya kalau mau baca kelanjutannya! Chapter depan kebanyakan didominasi SasuNaru!
Ay03sunny: Apanya yang Tobirama?
Namikaze Ichilaw: Baguslah! Yep, mereka mating di chap ini!
Uchiuzura: Makasih!
Achan Jeevas: Uhlala... yah, gak bodoh kok, kan gak tahu. Akunya juga ga ada info jelas sih kalo Perfect Time ada versi Indo tapi kalo kamu baca Author's Note, di chap 3/4, 9 dan 12, aku ada nyebut kok kalo aku orang Indo. Lagian kalo bisa baca yang English, malah ga penasaran lagi kan? Soalnya dah tamat yang English sementara yang Indo bulan depan mungkin baru tamat (Yang Indo per-chap 2k-3k beda sama yang Englsih per-chap 5k-10k). Makasih pujiannya! Kalo mau review panjang buat yang English, mending di Perfect Time aja, soalnya kalo review di sini takut pembaca Indo kena spoiler. Kan yang ini belum tamat hehe! Pake bahasa Indo reviewnya juga gapapa kok, gak harus b. ing review di sana :) Wah, uda baca yang English masih mau baca Indonya? Uhalala~ suka banget ya sampe segitunya? hihi~ coba aja cari bedanya hahahaha
