Disclaimer dan warning: Chek chapter sebelah!
Keesokan harinya, Sasuke dan Naruto mendatangi kantor Hokage. Hashirama menyambut mereka dengan senyum tipis, "Pagi, kalian berdua."
"Kami mau memeriksa kehamilan Naruto," ucap Sasuke tanpa basa-basi. Hashirama mengangguk dan bangkit dari kursinya lalu memutari meja kerja untuk berjalan ke ruang periksa khusus miliknya yang terhubung dengan kantornya melalui pintu sebelah kiri. Ruangan yang ia gunakan untuk memeriksa kehamilan Izuna saat pertama kali dulu. Kedua remaja mengikuti. Sasuke bertanya, "Kau sudah tahu?"
"Madara memberitahuku semalam," dia masuk duluan dan tak mempertanyakan kala Sasuke tak juga meninggalkan sisi Naruto. Ia selalu melakukan itu sejak hari mereka berdua melewati musim kawin. "Kurasa, ini menjelaskan kenapa kau sangat protektif terhadap Naruto. Di alam liar, sangatlah wajar jika mate yang hamil sangat dilindungi dan sepertinya bijuu dan jinchuriki pun begitu," senyum Hashirama. Dia meminta Naruto berbaring di meja periksa.
Hashirama menatap Sasuke yang berdiri di sebelah Naruto. Ia sudah berbaring. Hokage memastikan ke Uchiha muda, "Apa kau akan baik-baik saja, Sasuke?" Uchiha remaja itu tak menjawab. "Kau tahu aku perlu menyentuhkan tanganku ke perut Naruto 'kan?" Tanya Hashirama. Sasuke menggeram berbahaya dan mengagetkan Naruto.
"Kau harus tenang, Sasuke," Hashirama mengingatkan dengan serius. "Aku hanya akan mengecek bayimu dan kesehatan Naruto di masa kehamilannya. Aku butuh melakukannya tanpa kau mengamuk, apa kau mengerti?"
"Aku tahu," Sasuke kesal.
"Ini penting. Jika Susanoo-mu menganggu di waktu aku menggunakan medi-ninjutsu, akan bahaya untuk Naruto dan bayi kalian," Hashirama tidak main-main soal ini. Sasuke membuka mulutnya untuk protes bahwa dia sudah tahu tapi terhenti saat Naruto menggenggam tangannya. Ia menoleh ke bawah, menemukan safir kembar menatapnya dengan cemas. Menutup mata, Sasuke mengambil nafas dalam dan berkata pada kedua reinkarnasi Asura. "Aku bisa menahan diri. Lakukanlah."
Walaupun badannya bergetar hebat akibat kontrol diri sendiri, Sasuke berhasil untuk tak membiarkan insting melindunginya mengambil alih. Pemeriksaan berjalan lancar. "Usia kehamilanmu 6 minggu, Naruto. Detak jantung bayimu sudah ada dan kita akan mengadakan pemeriksaan tiap dua minggu sekali," kata Hashirama di akhir pemeriksaan. Naruto duduk di kursi bersebelahan dengan Sasuke. "Aku akan memberikan vitamin kehamilan yang harus kau minum sehari sekali. Tapi, aku belum tahu apakah aku harus menaikkan dosisnya atau tidak karena kau jinchuriki. Kita lihat seminggu ini apakah ada efek atau tidak. Akan sangat membantu jika Kyuubi bisa memberitahu berapa banyak yang tubuhmu butuhkan."
"Dia bilang, ibuku minum vitamin kehamilan biasa waktu dia mengandungku," kata Naruto.
Sasuke mengingatkan, "Tapi, dia tak pernah menggabungkan cakra dengan Kyuubi dan tidak mengalami musim kawin bijuu."
"Oh, ya, benar juga," Naruto mengangguk, "Nanti kuminta Kurama mengeceknya untukku."
"Dan untuk Hari Perkiraan Lahir..." Hashirama mengambil kalender meja terbuat dari kayu, "... seharusnya April tahun depan. Normalnya, kehamilan pada laki-laki butuh 8 bulan untuk selesai semua tahapan."
"Ibuku bilang dia butuh 10 bulan mengandungku karena dia jinchuriki," ujar Naruto. Hashirama mengangguk, "Sudah kuduga. Sebagai jinchuriki, lamanya masa kehamilanmu jadi tak diketahui. Kau mungkin butuh 9 bulan karena kau jinchuriki atau 8 bulan juga seperti kehamilan laki-laki pada umumnya."
"Hanya waktu yang bisa menjawab," rangkum Sasuke. Kedua reinkarnasi Asura mengangguk.
—000—
Satu bulan lewat dalam suasana cukup damai.
Toshi kecil yang baru lahir melewati awal kehidupannya dengan menangis, tidur, minum susu dan buang air. Naruto bingung kenapa bayi tidurnya sepanjang hari dan Izuna menjelaskan bahwa bayi baru lahir butuh waktu beradaptasi dengan dunia sebab ia masih berpikir kalau masih di dalam rahim. Normal untuk bayi lebih banyak tidur sampai usia 2 bulan. Namun, Izuna nampak seperti zombi setiap kali Naruto menemukannya di kamar Madara. Seperti hari ini.
"Kau terlihat kacau sekali, Izuna," jujur Naruto. Ia duduk di zabuton samping futon Madara seperti Izuna.
"Oh? Aku tidak tahu itu, terima kasih sudah memberitahuku, Naruto. Aku memang tidak ada kaca," sindir Izuna. Kurang tidur sangat mempengaruhinya. "Kau sebaiknya bersiap terbangun siang dan malam jika bayimu lahir nanti. Tidak akan ada lagi waktu tidur cantik seperti yang kebiasaanmu sekarang."
Madara mengerutkan alis, "Apa kau mengurus Toshizo sendirian saat malam juga? Mana Tobirama? Apa dia jadi pengecut dan bersembunyi di tempat lain?"
"Ugh, Tobirama! Si Tidak Berguna," Oceh Izuna. Naruto kaget melihat tingkat kejengkelan di paras Izuna. Ia tak pernah memanggil Nidaime dengan panggilan dan muka begitu selama Naruto di masa ini. Lagipula, Nidaime merupakan jenius pencipta banyak jurus seingat Naruto. Bukan tidak berguna sama sekali, akan tetapi Izuna berkata sebaliknya.
"Aku tidak bisa tidur atau makan dengan tenang karena Toshi tidak mau digendong Tobirama!" Urat-urat kemarahan berkeluaran di pelipisnya. "Setiap aku memintanya menjaga Toshi sebentar saja, dia selalu menangis karena kehadiran Tobirama ataupun sentuhannya! Aku tidak tahu kenapa tapi dia jadi menjauh dari kami dan aku ingin sekali mengulitinya hidup-hidup!"
Bayi kecil menangis mendengar amarah sang ayah. "Ssh, tak apa-apa, Toshi, Ayah di sini," Izuna segera berdiri dan menenangkan Toshizo dengan mengayun-ayunnya pelan di gendongan.
"Kedengarannya seram punya bayi," Naruto meneguk ludah gugup, berbisik ke Madara. Uchiha senior mengangguk, "Memang su—argh!"
Izuna dan Naruto menoleh ke Madara cepat. Mereka tak pernah mendengar erangan kesakitan dari Madara. "Kakak?" Izuna cemas mendapati Madara menutup mata sekuat tenaga dan kerutan dahi mendalam di wajah yang semakin pucat. "Madara, kau tak apa-apa?" Naruto pun cemas.
Madara menggelengkan kepala, kedua tangan memeluk perutnya yang besar. "Panggil... Hashi..." Pintanya. Kesakitan terdengar di suaranya. Naruto mengangguk dan berdiri, tapi sebelum dia sampai ke shoji, Hashirama membukanya dengan tergesa.
"Dara!" Segera ke sisi Madara, Hashirama mengecek kondisi suaminya. Naruto bingung, "Kok—"
"Kalung kristal yang kubuat untuk Madara memiliki cakraku dan aku bisa merasakan kalau cakranya menurun atau tidak stabil," jawab Hashirama tanpa menoleh ke Naruto.
Dia melempar selimut dari pangkuan Madara dan menemukan darah membasahi futon dimana ia duduk. Hashirama memprediksi ini akan terjadi cepat atau lambat sejak siklus Naruto terjadi. Madara terlalu berlebihan menggunakan cakranya saat itu dan sesungguhnya dia beruntung karena tidak mengalami keguguran dua bulan lalu. Istirahat total membantu Madara namun seperti yang ditakutkan Hashirama, tidak akan cukup membantu Madara menyelesaikan masa kehamilannya. Tepat perkiraannya, Madara akan melahirkan secara prematur. Karena itulah ia membuat kalung kristal untuk suaminya yang hamil.
Dia berkata tenang, "Dara, kita harus melakukan operasi kelahiran sekarang juga."
Izuna, Naruto dan Madara terkesiap ngeri tapi Hokage mengabaikan mereka.
Hashirama memanggil sebuah kode nama, "Saru!"
Seorang Anbu dengan topeng berbentuk monyet muncul di belakang Hashirama, "Ya, Tuan Hokage."
"Kumpulkan tim medisku di sini dan bawa Ryuna Uchiha sekarang juga!" Perintahnya. Anbut tersebut membungkuk, "Siap!" Lalu, menghilang.
"Hashi..." Madara meringis kesakitan, "... apa anak kita... selamat? ... dia... masih... hidup?"
Hashirama menjawab jujur, "Tidak untuk waktu yang lama, Dara. Kau mengalami pendarahan karena tubuhmu kelelahan setelah penggunaan cakra berlebih. Pendarahan ini menganggu jalur masuknya oksigen ke janin. Oksigen jadi tidak teratur dan membuat air ketuban jadi keruh. Hal ini bisa meracuni bayi di dalam rahim." Hashirama menjelaskan prediksi dan langkah selanjutnya. "Kita tak punya banyak pilihan. Dia akan mati kalau kita tidak melakukan sesuatu. Aku tak akan membiarkan itu terjadi, Dara. Dia mungkin lahir prematur tapi aku tak akan kehilanganmu ataupun anak kita. Akan kupastikan kalian berdua sehat dan selamat," Hashirama bertekad bulat. "Apa kau percaya padaku?"
Madara mengangguk.
Hashirama mencium kening suaminya tepat sebelum tim medis khusus Hokage tiba bersama Ryuna, ninja medis pribadi Madara. Hashirama memerintah mereka dengan tegas dan mereka mematuhi dengan cekatan tanpa mempersulit. Dalam sekejap, kamar ini diubah menjadi ruang emergensi operasi. Futon telah disingkirkan dan Madara terbaring di meja operasi.
"Tuan Izuna," Ryuna mendekatinya, ia memakai pakaian medis seperti yang lain, "Tidak baik buat Tuan muda Toshizo berada di sini. Sebaiknya, Tuan menunggu di luar."
"Tapi, kakakku—!"
Hashirama memotong, "Nyawa kakakmu dipertaruhkan di sini. Aku akan menyelamatkannya dan anak kami. Aku janji."
Izuna terdiam dan perlahan keluar kamar dengan ragu. Naruto pun gak tahu harus apa. Satu dari tim medis memintanya keluar juga. Sasuke datang begitu merasakan kecemasan meroket dari Naruto, terlejut melihat semua tim medis.
"Apa yang terjadi?" Dia melihat Naruto berdiri di samping Madara yang terbaring.
"Tuan Hebisuke, apakah anda akan menemani Tuan Madara?" Tanya Ryuna sopan. "Tuan Izuna menunggu di ruangan lain karena dia punya bayi."
Permata kelam miliknya bertemu safir kembar Naruto, "Tapi, Naru—"
"Narutsune akan tinggal di sini juga,"
ujar Hashirama. Seluruh tim medis dan Ryuna tertegun melihat ke Hokage. Biasanya hanya keluarga pasien yang boleh mendampingi selama proses melahirkan. Mereka mendengar kalau Naruto dan Sasuke bertunangan tapi mereka belum menikah.
Hashirama menjelaskan, "Narutsune punya cakra spesial yang membuatnya mampu meredakan sakit dan menyembuhkan dalam tingkat tertentu. Aku butuh dia untuk menyelamatkan keluargaku." Semua tim terkejut atas pernyataan barusan. Untuk dipercaya oleh Hashirama, Hokage, bukan hal yang mudah. Sebuah kehormatan. "Maukah kau membantuku, Narutsune?" Tanya Hashirama ke Naruto. Orang pikir seorang Hokage tak perlu meminta izin seseorang. Dia bisa memerintah dan siapapun akan melakukannya tanpa ragu. Terutama demi nyawa suami dan anaknya. Namun, Hashirama memandang Naruto sebagai orang sederajat. Seorang tanpa nama atau klan di mata orang zaman ini. Mereka semakin kagum pada Hokage lebih dari sebelumnya.
Madara mungkin suami Hashirama tapi, bagi Naruto, Madara sudah seperti kakak sendiri. Pirang Uzumaki mengangguk, "Sudah pasti!"
Hashirama tersenyum, mereka mengambil posisi setelah Naruto mengenakan pakaian medis juga. Hokage mengingatkan Naruto, "Alirkan cakra spesialmu padanya. Ingat cakra yang kubilang punya kemampuan penyembuh?" Maksudnya cakra Asura. Naruto mengangguk.
"Ayo, mulai."
—000—
"Fiuh," Naruto menutup shoji dengan Sasuke di sebelahnya. Mereka baru saja keluar dari kamar Madara. Izuna yang telah menunggu mendatangi mereka. Toshizo tertidur di dekapannya.
"Bagaimana kakakku dan bayinya? Aku tak mendengar suara tangisan bayi," khawatir Izuna. Dia terlihat lebih pucat dari biasanya.
Naruto tersenyum menenangkan, "Mereka berdua selamat dan cukup terbilang sehat. Bayinya tidak menangis seperti bayi kebanyakan karena tak ada tenaga. Oksigen tinggal sedikit selagi dia masih di dalam jadi detak jantungnya pun lemah. Kakek Shodaime melakukan sesuatu terus baru bayinya menangis. Kecil sih tapi menangis."
"Dimana bayinya sekarang?"
"Salah satu medi-nin merawatnya secara khusus. Cewek yang rambutnya bob ikal pendek," jawab Naruto.
Sasuke menambahkan, "Maksudnya ninja medis pribadi Madara."
Izuna menghela nafas lega. Ia terlihat sangat lelah. Sasuke menyarankan, "Sebaiknya kau istirahat, Izuna. Kau terlihat akan pingsan kapan saja."
"Aku..."
Terdengar suara dari belakang Izuna, "Benar, istirahatlah, Izuna."
Mereka berbalik ke sumber suara dan mendapati Tobirama di belakang suaminya. "Aku akan menjaga Toshizo jadi istirahatlah."
Izuna menyatukan alis, "Tapi, dia tidak suka digendongmu."
"Akan kulakukan sesuatu," ujar Tobirama mendesak. Izuna memang sudah sangat mengantuk dan letih jadi dia tak ada tenaga berdebat atapun marah lagi. Ia memberikan putra mereka yang tertidur ke Tobirama. Bergumam, "Tapi, kakakku..."
"Madara lagi tidur. Tubuhnya akan memulihkan diri selama dia tidur jadi jangan cemas," kata Naruto pelan.
"Apa dia tidak butuh transfusi darah? Pendarahannya tadi banyak sekali. Golongan darah kami sama," bantah Izuna.
Sasuke menjawab, "Kakak iparmu sudah mempersiapkan semuanya. Termasuk transfusi darah juga."
"Pergilah," Tobirama mendorong Izuna pelan ke kamar mereka agak di ujung koridor ini. "Tidur sejenak nanti kau bisa bertemu kakakmu." Izuna menurut lalu mencium putra dan suaminya sebelum berjalan ke kamar pribadinya. Ia tertidur begitu kepalanya menyentuh bantal.
Tak lama setelah Izuna pergi ke kamar, Hashirama keluar bersama bingkisan. Ia terkejut, "Kalian masih di sini?" Dan menoleh ke adiknya, "Kau juga, Tobirama?"
"Aku meminta Izuna buat istirahat, jadi aku akan mengurus putra kami," jelasnya. Mereka berdua tahu betapa dekatnya Madara dan Izuna, tak susah melihat kegelisahan sang adik untuk keselamatan kakaknya. Tak hanya secara fisik, Hashirama dan Tobirama tahu pasti Izuna pun lelah secara mental.
"Aku mengerti," Hashirama tersenyum lalu menoleh ke Naruto. "Aku sangat bersyukur atas bantuanmu di dalam tadi. Kau menyelamatkan suami dan putraku. Terima kasih, Naruto."
"Kakek berdua kan menyelamatkanku juga dua bulan lalu, kita impas sekarang," Naruto nyengir. Hashirama tertawa kecil. Tobirama penasaran, "Kau punya putra, Kak? Selamat."
"Oh, iya, selamat!" Naruto ikutan. Hashirama sumringah, "Ya, putra. Aku sekarang jadi ayah!" Celetuknya bersamaan mengangkat bingkisan di tangannya. "Tugas pertamaku jadi ayah adalah ini!"
Tobirama tersenyum kecil, "Sudah pasti."
"Apa itu?" Naruto penasaran.
"Ini ari-ari atau plasenta bayi," jawab Hashirama. Naruto menelengkan kepala ke kanan sedikit dengan bingung, jadi Hokage menjelaskan, "Ini harus dibersihkan dan dikubur bersama beberapa barang lain yang melambangkan harapan orangtua akan anaknya. Misal, jika mau si anak rajin belajar, ini dikubur bersama gulungan, kuas, dan sebotol tinta. Jika mau anak tumbuh di dunia seni, kubur bersama alat menggambar. Beberapa orang mau anaknya selalu tampil bagus dengan baju apapun, mereka menguburnya bersama beberapa helai benang yang berbeda warna."
"Wow! Aku tidak tahu itu!" Naruto terkesima.
Tobirama menambahkan, "Biasanya dikubur di bawah pohon kelapa agar si anak menjadi orang berguna seperti pohon tersebut. Pohon pisang juga menjadi pilihan. Tak masalah kalau kau tak tahu karena yang harus menanamnya," Tobirama dan Hashirama melirik ke Sasuke penuh arti, "...adalah ayah dari anak."
Sasuke mengambil konklusi, "Maksudnya harus aku yang melakukan untuk lahiran anak kami nanti?"
"Sewajarnya, iya," senyum Hashirama. Tobirama juga mengingatkan, "Kau tak bisa mengharapkan Naruto melakukannya setelah dia melahirkan. Nyawanya dipertaruhkan untuk itu. Dia akan butuh istirahat."
"Kenapa harus si ayah? Kenapa tidak medi-nin?"
Tobirama mengangkat satu alis sambil menjawab Sasuke, "Kalian buat anak berdua, mengurusnya juga harus berdua. Naruto sudah melakukan bagiannya, yaitu hamil dan nanti melahirkan. Kau harus membantu juga. Anak merupakan tanggung jawab berdua, bukan yang melahirkannya saja."
Hashirama menambahkan, "Dipercaya bahwa yang membersihkan plasenta bayi akan menjadi teladan atau panutan dari anak. Maka, ditekankan bahwa ayahnyalah yang harus melakukan ini agar anak menuruti nasihat dan teladanmu."
"Pfft—!" Naruto terbahak, "Oh, aku bisa lihat masalah ayah-anak di kemudian hari." Hashirama tertawa kecil, Bahkan Tobirama menyembunyikan senyum. Sasuke tersinggung, "Apa maksudnya itu? Aku bisa membersihkannya."
Hashirama menawarkan pelan, "Bagaimana kalau kau ikut bersamaku? Akan kuperlihatkan tata cara melakukannya. Kau hanya perlu melihat."
Melirik kesal ke Naruto yang tertawa, Sasuke menerima tawaran tersebut. Sebelum melangkah jauh, Naruto bertanya, "Bayinya sudah ada nama belum, Kek? Aku mau tahu."
Hashirama nyengir bangga, "Hiko. Namanya Hiko Uchiha."
—000—
Dua minggu kemudian, Hashirama berkonsentrasi menyembuhkan Madara secepat mungkin. Biasanya, butuh waktu satu bulan untuk luka operasi bagian luar mengering dan sembuh sehingga pasien sudah bisa melakukan aktivitas seperti biasa. Tapi, Hashirama berhasil mempercepat prosesnya menjadi dua minggu. Hal ini diperlukan karena dia berjanji pada Sasuke dan Naruto untuk mencoba jurus melintasi waktu setelah anaknya lahir. Fakta bahwa Naruto sekarang hamil menjadi faktor penting lain. Akan bahaya bagi kehamilan Naruto untuk melakukan jurus yang mengeluarkan cakra besar bila ia sudah memasuki 16-20 minggu.
Lebih cepat, lebih baik.
Dan untuk alasan itu, mereka berenam sekarang berada di laboratorium Tobirama. Bayi-bayi dititipkan pada medi-nin pribadi Madara. Sasuke dan Naruto memakai pakaian asli dari zaman mereka sementara yang lain mengenakan kimono pendek dengan celana hitam yang biasa mereka pakai untuk latihan. Mereka membuka gulungan raksasa. Diagram jurus tergambar berdasarkan konsep Yin dan Yang terpapar di sana. Dua gulungan raksasa lainnya ada di tempat berbeda, di samping gulungan berdiagram tadi. Keduanya berisi cakra bijuu.
"Woah!" Naruto terpana takjub.
Tobirama mendekati kedua remaja, "Dengarkan baik-baik, aku akan menjelaskan beberapa poin penting sebelum kita mulai jurus imitasi ini." Sasuke dan Naruto mengangguk, Tobirama melanjutkan, "Pertama, aku menciptakan jurus ini hanya untuk digunakan satu kali untuk satu orang. Ini tak akan bisa digunakan oleh dua orang yang sama."
"Kenapa?" Naruto bertanya.
"Jika tidak kubatasi penggunaanya, bisa kau bayangkan apa yang orang lakukan kalau mereka tahu ada jurus melintasi waktu?" Balas Tobirama. "Itu akan memicu perang tanpa batas dan perburuan bijuu. Ditambah, waktu akan menjadi kacau dan sejarah berubah berulang kali. Tak ada hal bagus dari itu."
"Bagaimana kalau jurus ini gagal mengantar kami ke masa depan?" Tanya Sasuke.
"Kau akan terkirim kembali ke masa ini," jawab Tobirama.
"Dan terjebak di masa ini selamanya? Itu maksudmu?" Sasuke mengerutkan alis.
"Tidak. Jika gagal maka kau bisa mencoba lagi karena kau belum menggunakannya. Ini poinku kedua. Mengerti maksudku? Kalian mencoba jurus dari masa ini, jika tak mengirim kalian ke masa depan berarti tidak bekerja. Jurus ini kurancang hanya untuk mengantar kalian ke masa depan. Akan menjadi lain cerita jika seseorang dari zaman lain menggunakan jurus ini, mereka akan otomatis terkirim ke masa ini karena aku penciptanya. Jurus ini terhubung dengan cakraku juga. Dalam posisi ini, ya, mereka akan terperangkap di masa ini selamanya jadi tak ada yang mengacaukan waktu lagi."
Naruto penasaran, "Bagaimana Kakek yakin ini akan berhasil mengirim kami ke masa depan?"
"Kalian berdua datang ke masa ini karena cakra kalian beresonansi dengan cakra kakakku dan Madara, jadi aku membuat jurus ini bereaksi dengan cakra bijuu lain dari masa kalian yang berarti cakra Kyuubi menjadi kritikal poin setelah Izanagi. Ada 9 bijuu di dunia tapi satu diantaranya ada dengan kalian jadi dia akan beresonansi dengan 8 bijuu lain di masa kalian. Ia tidak akan bereaksi dengan bijuu di masa ini karena Kyuubi ada di masa ini jadi aku harap ini bekerja. Semua ini teori tapi aku percaya perhitunganku benar. Ini poin terakhirku atau tidak sama sekali."
Naruto mengangguk. Tobirama melangkah ke dalam diagram jutsu yang ia ciptakan. Mirip dengan diagram Ba Qua. Lambang Yin dan Yang ada di tengah dan ada 8 kotak berisi segel rumit mengelilingi yang merepresentasikan 8 bijuu di masa depan untuk menarik Sasuke dan Naruto ke sana.
Tobirama mengatur posisi, "Cakra Indra dan Asura berdasarkan Yin dan Yang. Jadi, Sasuke dan Madara harus berdiri di simbol Yin. Kakak dan Naruto berdiri di simbol Yang." Para reinkarnasi mengikuti arahan. "Sasuke, Naruto, saling berhadapan. Kalian harus berada di depan Madara dan kakakku karena harus berada di jarak dekat waktu jurus ini aktif. Berpeganganlah yang erat sampai tiba di masa depan."
Kedua remaja mengangguk dan berhadapan satu sama lain. "Izuna," Tobirama melirik ke gulungan dimana cakra bijuu tersegel. Izuna mengangguk dan mengambil posisi. Tobirama melangkah keluar dari diagram Ba Qua ke gulungan raksasa lain yang berisi cakra bijuu juga. Kedua gulungan berisi cakra bijuu dibuka. "Urutan pengaktifan jurus akan seperti ini. Pertama, aku dan Izuna akan melepas cakra-cakra bijuu yang tersegel. Kedua, kalian berempat harus mengeluarkan serta mengharmonisasikan cakra Indra dan Asura selagi membentuk segel tangan yang kuajarkan beberapa minggu lalu. Terakhir, aktifkan Izanagi untuk membuat ini berfungsi."
Tobirama membentuk segel tangan bersamaan dengan Izuna. Bertanya pada reinkarnasi, "Siap?"
"Ya," jawab para reinkarnasi.
Di saat Tobirama dan Izuna hampir melepaskan cakra bijuu, cahaya tetiba membutakan dari diagram di bawah para reinkarnasi. Mereka tak bisa melihat dan melindungi mata. "Apa yang terjadi?!" Teriak Hashirama.
"Apa jurus ini aktif sekarang?" Tebak Naruto.
"Tidak!" Tobirama menjawab dengan tegang. "Aku dan Izuna belum melepaskan cakra-cakra bijuu. Seharusnya belum aktif!"
"Kalau begitu, cahaya apa ini?! Darimana datangnya?!" Tanya Madara.
"Dari diagram di bawah kalian tapi bukan kita yang menggunakannya!" Perkataan Tobirama membuat yang lain waspada.
Sasuke menduga, "Artinya ada orang dari masa lain menggunakan ini dan akan tiba di sini?"
"Kelihatannya, ya," Tobirama berdesis emosi. Cahaya perlahan meredup dan di tengah diagram, antara Sasuke dan Naruto, berdiri seseorang yang tadinya tak ada!
"Hati-hati!" Tobirama mengeluarkan kunai, mata terpaku pada pendatang asing yang lebih pendek dari Sasuke dan Naruto. Tingginya sebahu mereka. Masih anak-anak. Kedua Pendiri Konoha dan adik mereka siap menyerang namun terhenti begitu melihat si pendatang membuka kedua matanya.
Dua rinnegan!
Akan tetapi, satunya perlahan menghilang dan terganti oleh sharingan biasa.
Pirang Uzumaki yang melihat dari dekat wajah si pendatang yang masih bocah. Pipinya memiliki garis sama seperti pipi Naruto. Rambut hitam tapi bentuk rambut juga seperti Naruto dan sharingan di mata kiri bersama rinnegan di mata kanan. Ia terkaget bukan main. Ia pernah melihat wajah ini dan menyebutkan nama yang terlintas di benak.
"MENMA?!"
Anak itu menoleh ke Naruto dan bergumam, "Ayah..."
Lalu, jatuh pingsan di tangan Naruto yang menangkapnya secara insting.
TBC
Makasih uda baca!
Tradisi mencuci dan mengubur plasenta kuambil dari tradisi kita orang Indonesia. Gak yakin sih apa semua orang melakukan itu, tapi, aku dan suamiku melakukannya waktu dua anak kami lahir. Keluarga kami dan tetangga-tetangga kami juga.
Jangan lupa review kalo mau tahu kenapa Menma muncul!
elLagark: *masih kabur*
Uchiuzuraa: yeah... akhirnya ya!
Namikaze Ichilaw: yep!
Guest: oohh
