Note: Gentei Tsukuyomi dari Movie Road to Ninja.


Mereka semua menoleh ke Naruto. Nampak tak percaya. Sasuke bertanya pada Naruto tanpa menutupi rasa terkejut, "Kau kenal dia?"

Jika penjelasan Tobirama benar, anak laki-laki yang kelihatan seeprti Naruto waktu berusia 12 tahun namun dengan warna ciri khas Uchiha ini bisa dikatakan datang dari masa depan (sebab jurus tersebut diciptakan oleh Tobirama pada masa ini), bagaimana bisa Naruto tahu soal anak ini? Apalagi mereka menyaksikan mata anak ini terdiri dari Sharingan dan Rinnegan.

"A... aku tidak yakin sih," Naruto mengerutkan alis dalam kebingungan. "Dia terlihat seperti Menma yang kutemui di Gentei Tsukuyomi tapi Menma di sana seusia denganku, bukan lebih muda seeprti dia," jawabnya jujur. Dia menambahkan dengan kepastian, "Dan aku yakin sekali Menma yang itu... tidak punya Rinnegan."

Sasuke bertanya, "Gentei Tsukuyomi?"

"Obito menggunakan Gentei Tsukuyomi untuk menjebakku supaya dia bisa mengambil Kurama dariku. Sakura-chan ikut terbawa juga waktu itu. Obito bilang itu prototipe dari Mugen Tsukuyomi tapi karena dia baru menangkap 7 bijuu jadi yang terjadi di dalamnya tak bisa diprediksi dan Obito juga tidak bisa mengatur sesuka hati. Di dunia Tsukuyomi itu... semuanya berkebalikan dari dunia kita." Suara Naruto menjadi sedih. Hening menyelubungi mereka. Hashirama memutuskan mendekati Naruto.

"Biar kuperiksa," ia berlutut di samping Pirang Uzumaki yang memeluk 'Menma' sambil duduk di lantai. Tobirama pun mendekat, begitu juga yang lain. Sasuke bertanya lagi, "Apa yang kau maksud dengan berkebalikan?"

Naruto mendongak melihat Sasuke berdiri di sampingnya. "Semuanya punya sifat yang bertolak belakangan," dia menjelaskan satu persatu apa yang diketahuinya selama berada dalam Gentei Tsukuyomi, tersenyum pada Sasuke di waktu mengakhiri dengan, "Bahkan kau juga beda."

"Apa? Beda bagai—" Sasuke tak bisa membayangkan.

"Kata Sakura-chan, kau menggoda banyak perempuan," Naruto tertawa kecil. "Hal yang tak pernah kulihat, sayang." Sasuke memucat dengan membayangkan dirinya menggoda perempuan. Jujur, dia bahkan nyaris tidak sadar tentang orang lain selain Naruto. Sangat sulit dipercaya mendengar dirinya yang lain, sekalipun dalam dunia genjutsu, menggoda banyak perempuan.

Izuna bertanya, "Kau bilang kau dipanggil dengan nama 'Menma' di dunia itu?"

"Ya," tawanya meredup, dia menghela nafas. "Seperti yang kubilang, Sasuke jadi penggoda di sana sementara di dunia nyata dia sangat cuek. Akatsuki jadi rombongan penyelamat bayaran, dan aku... jadi penjahat di Gentei Tsukuyomi dan diriku yang lain di sana dipanggil dengan nama 'Menma' oleh yang lain."

Tobirama mengingatkan, "Tapi, dia memanggilmu dengan sebutan 'Ayah' sebelum hilang kesadaran."

Kepala Naruto menoleh ke Tobirama. Dari dalamnya kerutan alis menunjukkan bahwa dia juga dengar itu walaupun tak mengkonfirmasi secara verbal. Safir kembarnya melirik ke Madara yang menambahkan, "Dia punya Rinnegan dan Sharingan seperti Uchiha." Madara dan yang lain menatap 'Menma' yang memakai pelindung kepala Konoha. "Tapi, wajahnya mirip dengan Naruto."

Sasuke menangkap arti tersirat dari penjabaran Madara, "Apa kau mau bilang kalau... anak ini adalah anak kami di masa depan?"

Mereka berenam bertukar pandang tanpa ada jawaban hadir. Semua bukti mengarah pada satu kesimpulan. Hanya seseorang yang memiliki hubungan langsung dengan reinkarnasi Indra dan Asura yang bisa membangkitkan Rinnegan. Anak yang memiliki paras seperti Naruto, Sharingan dan Rinnegan seperti punya Sasuke sebelum mereka terlempar ke masa ini dan memanggil Naruto dengan 'Ayah'... akan sangat sulit tidak mengambil konklusi bahwa anak ini adalah putra mereka.

Hashirama menyampaikan, "Cakranya menurun drastis seperti waktu kalian tiba di masa ini. Dia tidak akan bangun sampai cakranya kembali normal." Dia menatap Sasuke dan Naruto, "Aku bisa melakukan tes DNA untuk memastikan apakah dia anak kalian atau bukan tapi... kurasa ini berarti kalian mengundur keberangkatan kalian ke masa depan. Bagaimana, Sasuke? Naruto?"

Kedua remaja saling memandang sebelum sama-sama menatap anak yang hilang kesadaran.

—000—

Tiga hari sudah lewat dan 'Menma' tak menunjukkan tanda-tanda akan bangun. Sekali lagi, mereka semua berada di kamar Sasuke dan Naruto pada suatu sore. Hashirama menunjukkan bahwa hasil tes DNA menyatakan kecurigaan mereka beberapa hari lalu terbukti benar.

"Kenapa dia datang ke sini dari masa depan?" Gumam Naruto, duduk di samping futon.

"Apa mungkin terjadi sesuatu di masa depan?" Tebak Izuna.

Sasuke yang berdiri agak jauh dari futon 'Menma', menerangkan, "Kami menyegel Kaguya dan Zetsu Hitam sebelum terdampar di sini. Madara di Masa Depan tidak akan hidup lama karena sebagai Jinchuriki dari Juubi setelah semua bijuu ditarik keluar dalam sekali waktu. Lagipula, Zetsu Hitam menusuknya di daerah jantung. Aku ragu dia bisa bertahan hidup. Sekalipun bisa, Lima Kage tak akan membiarkannya hidup." Ia menambahkan inti penjelasan tadi, "Seharusnya tak ada lagi yang menjadi ancaman di masa depan kami."

"Kecuali..." Tobirama yang berdiri di belakang Sasuke, menduga, "... masa depan sudah berubah."

Semua mata fokus pada Tobirama, "Yang barusan kau bilang hanya berdasarkan asumsi bahwa masa depan dimana kalian berasal masih sama seperti saat sebelum kalian tiba di zaman ini. Tapi, bagaimana bila dengan kehadiran kalian di sini dan perubahan sejarah yang kalian lakukan... mengakibatkan masa depan juga berubah?"

Tobirama ragu Sasuke dan Naruto tidak mengingatkan anak mereka bahwa jurus melintasi waktu hanya bekerja satu kali untuk satu orang.

Hening hadir di antara mereka. Tak ada yang menjawab sebab mereka tenggelam dalam pikiran masing-masing. Madara dan Izuna bertukar pandang sambil duduk di belakang Naruto. Hashirama di sisi berseberangan dengan mereka bertiga, duduk di depan Sasuke dan Tobirama yang berdiri. Dia menatap 'Menma'. Menghela nafas, ia berkata, "Kita tak punya jawaban selama dia masih tertidur."

Hashirama menatap Sasuke, "Kurasa tidak baik menunda keberangkatan kalian lebih lama," ia melirik ke Naruto. Sasuke menangkap makna tersirat Hashirama. Sang Hokage cemas dengan kehamilan Naruto akan kena efek jurus jika dia menggunakan cakra besar. Kehamilannya memasuki 13 minggu. Ditambah, pendatang baru dari masa depan masih tak sadarkan diri. Jadi, dia bertanya, "Apa saranmu, Shodaime?"

"Aku belajar tipe penyembuhan yang berbeda dari gulungan Okuninushi. Dia menuliskan keistimewaan kakek buyutnya dalam menyembuhkan. Salah satu ciri khas kemampuan penyembuh milik Asura," dia menatap lurus ke Naruto. "Cara ini akan mempercepat penyembuhan tapi hanya cakra Asura yang bisa melakukannya tanpa membuat dirinya sendiri lelah. Aku menggunakan metode ini ke Madara untuk mempercepat penyembuhannya setelah melahirkan."

Naruto mengedip beberapa kali sebelum sadar maksud tatapan Hashirama. "Maksud Kakek, aku yang melakukan metode penyembuhan ini?"

"Aku merasa bersalah kalau hanya aku yang tahu metode ini padahal kita berdua reinkarnasi Asura," Hashirama tersenyum ramah. "Kita bisa melakukannya berdua agar tak memberatkan kehamilanmu."

"Ta-tapi, aku tidak bisa melakukan ninjutsu medis—"

Hashirama menenangkannya, "Aku bisa mengajarimu, Naruto."

"Aku tidak pintar mengontrol cakra, Kek," jelas Naruto.

"Tapi, kau bisa menguasai jurus ayahmu waktu kau 12 tahun. Rasengan, bukan? Aku ingat kau bilang kalau Rasengan adalah jurus tingkat A karena kerumitannya," Hashirama ingat cerita Naruto kala mereka mengunjungi para bijuu beberapa bulan lalu. "Kau juga menggunakan jurus ciptaan Tobirama, Tajuu Kage Bunshin no Jutsu cukup sering dan harus kuakui itu sangat mengesankan kau menguasainya di umur 12 juga. Bahkan aku belum menggunakan Mokuton di umur itu."

Naruto tersipu, "Zamannya kan beda! Kebetulan saja—"

Hashirama tersenyum, "Kau meremehkan dirimu, Naruto. Kau sendiri yang cerita kalau kau meregenarasi mata gurumu setelah diambil paksa."

"Itu kan berkat kekuatan Yang dari Kakek Rikuddou, aku tidak tahu bagaimana prosesnya," aku Naruto. "Aku sudah tidak bisa lagi memakai kemampuan itu setelah tiba di masa ini. Sama seperti Rinnegan Sasuke yang hilang pas kami sampai di sini."

"Ya, mungkin memang pemberian dari Rikuddou Sennin sendiri tapi kau lupa tiket emasmu yang memungkinkanmu untuk menggunakan kemampuan itu lagi," kata Hashirama. Safir kembar melebar. Sasuke bertanya, "Apa maksudmu, Shodaime?"

Hashirama menjelasakan, "Sewaktu aku masih kecil, aku selalu bertanya-tanya di benakku. Bagaimana bisa aku melakukan ninjutsu medis begitu alami seolah seperti bernafas? Tidak, aku bukan jenius. Aku tak memiliki kualifikasi itu. Tobirama dan Madara-lah yang pantas untuk sebutan jenius. Bukan aku." Ia melirik ke suami dan adiknya dengan tersenyum. "Waktu itu, aku pikir kebetulan saja karena Tobirama yang adikku sendiri tak mencapai tingkat ninjutsu medis yang kukuasai. Dan dia yang paling pintar.

"Ya, aku mungkin tidak setertinggal Naruto di masanya tapi kami dibesarkan dalam zaman beda. Aku lahir di masa perang dimana aku harus menguasai jurus atau aku akan mati. Sama seperti teknik Mokuton-ku. Aku hanya menyeimbangkan dua elemen, Doton dan Suiton, secara bersamaan dan aneh aku bisa melakukannya dengan mudah sementara Tobirama menguasai 5 elemen serta menggunakannya tanpa susah payah. Dia menciptakan banyak jurus. Seharusnya tidak susah untuknya menyeimbangkan 2 elemen tapi kenyataannya, dia tak bisa. Aku mengajarinya beberapa tahun lalu." Semua mata mengarah pada Tobirama yang mengangguk bahwa apa yang dikatakan kakaknya adalah benar.

Hashirama melanjutkan, "Orang pikir bahwa Mokuton adalah kekkei genkai seperti Sharingan tapi sebenarnya, hanya aku yang bisa menguasainya di keluargaku. Bahkan di antara para Senju, ada banyak shinobi yang bisa menggunakan Doton dan Suiton tapi tak ada yang bisa membuatnya menjadi Mokuton seperti yang kulakukan. Hanya aku yang bisa Mokuton." Dia menatap mata Naruto sekali lagi, "Apa kau ingat perasaan waktu berhasil menguasai Rasengan, Naruto?"

Pirang Uzumaki mengangguk.

"Kau juga cerita waktu kita mencari bijuu, kalau kau menguasai senjutsu tahun lalu, benar?" Hashirama bertanya lagi.

"Iya, tapi apa hubungannya dengan Mokuton Kakek?" Naruto bingung.

"Senjutsu dan jurus tingkat A seperti Rasengan dan Tajuu Kage Bunshin bukan sesuatu yang bisa dikuasai remaja biasa tapi kau bisa," jawab Hashirama.

"Tidak mudah untukku menguasainya," Naruto merengut. Hashirama tertawa kecil, "Maaf. Biar kuulang. Orang lain membutuhkan waktu lebih lama darimu untuk menguasai jurus-jurus tersebut. Ayahmu butuh 3 tahun untuk menciptakannya. Kau menguasainya dalam 3 hari. Tobirama butuh berbulan untuk menciptakan Tajuu Kage Bunshin tapi kau menguasainya dalam semalam."

"Tapi, Guru Kakashi bisa melakukannya dalam satu kali coba," Naruto mengingat lagi. Hashirama terbahak, "Ya, memang orang jenius beda. Yang kumaksud orang kebanyakan adalah yang biasa saja bukan yang jenius. Ini soal dirimu."

"Aku masih tidak mengerti, Kek," Naruto menaikkan satu alis dalam kebingungan.

Tobirama mencoba memperjelas, "Maksudnya, kalian berdua punya kesamaan pengalam dalam hal jurus."

"Hah? Masa'?" Naruto tidak yakin.

Sasuke ikut menambahkan, "Shodaime menguasai jurus Mokuton, senjutsu dan ninjutsu medis seolah itu hal alami. Sama seperti yang terjadi padamu. Dia yakin kalau dia bukan tipe jenius, sama sepertimu. Kalian punya kesamaan. Itu yang mau kau bilang 'kan, Shodaime?

Safir kembar terbelalak menatap Hashirama yang mengangguk. Naruto bertanya walaupun dia mulai mengerti arah pembicaraan, "Maksud Kakek...?"

"Jurus-jurus yang kita kuasai dalam waktu singkat bukan karena kebetulan atau keberuntungan atau kejeniusan," Hashirama menatap Naruto dalam. "Kemampuan itu sudah ada dalam cakra kita sejak kita lahir. Bahkan sebelum itu." Yang lain terkesiap pelan menyadari kesimpulan yang di perjelas oleh Hashirama dengan, "Sudah ada dalam jiwa kita karena kita reinkarnasi Asura Otsutsuki."

"Senjutsu, Mokuton, Futon, ninjutsu medis..." Sasuke mengecek daftar jurus keduanya. Hashirama mengangguk, "Semuanya adalah jurus Asura. Aku ingat waktu kau menceritakan pada kami soal kehidupan Indra dan Asura serta bagaimana mereka bertarung satu sama lain. Tak heran kenapa hanya aku yang bisa Mokuton dan kenapa Naruto bisa menguasai jurus Futon rumit seperti Rasengan dalam 3 hari."

"Tapi... aku tidak bisa ninjutsu medis atau Mokuton," jujur Naruto.

Hashirama bertanya lembut, "Apa pernah kau coba?"

"Ap—tidak sih, bukannya kedua jurus harus lihai dalam mengontrol cakra?" Naruto bingung.

"Yah, aku juga tidak secara instan bisa, Naruto. Sama sepertimu yang belajar dulu sebelum menggunakan Rasengan, aku juga belajar dulu. Bedanya aku mempelajarinya dengan cepat seperti kau juga. Terlepas dari cakra Asura, kita tetap harus belajar dulu. Dalam hal jurus, kita tetap reinkarnasi Asura, tak ada yang mudah," tawa Hashirama.

Sasuke mengingatkan Hashirama, "Kemampuan menyembuhkannya terletak pada kekuatan Yang dari Rikuddou Sennin dan cakra Kyuubi."

"Apa kau ingat yang diberikannya padamu, Sasuke?" Hashirama menatap Uchiha termuda. Sasuke menyipitkan mata. Tentu dia ingat kekuatan Yin dan Rinnegan pemberian Hagoromo Otsutsuki. Hashirama tahu dari tatapan jengkel Sasuke bahwa dia tak akan mendapat jawaban verbal. Ia tersenyum seraya melanjutkan, "Rinnegan adalah tingkat selanjutnya dari Sharingan. Diberikan padamu karena kau sudah punya Sharingan terlebih dahulu."

Kalimat barusan memicu kaget dari yang lain atas indikasi tersirat. "Naruto bisa mengembalikan organ tubuh yang hilang dengan mudah seperti yang dilakukannya di perang kalian karena dia ada dasar punya cakra penyembuh dari Asura. Penyembuhan seperti itu juga tingkatnya lebih dari ninjutsu medis biasa. Sama seperti Rinnegan Sasuke. Sesuatu yang asing bagi Indra maka Rikuddou Sennin tidak memberinya kemampuan itu. Jangan tersinggung, Madara, Sasuke." Hashirama melirik ke dua reinkarnasi Indra sebelum bertatapan dengan Naruto lagi. "Kau tidak pernah mencoba ninjutsu medis karena tak ada yang mendorongmu dan memotifasimu seperti mempelajari Rasengan. Kau bergantung pada cakra Kyuubi untuk menyembuhkan karena kau tidak tahu cakramu, cakra Asura, bisa melakukan itu juga. Aku mempelajari ninjutsu medis karena dalam masa perang tapi aku tak pernah mempelajari lebih dalam Futon karena terlalu terfokus pada Mokuton."

"Jadi, a-aku bisa..." Naruto terbata. Hashirama mengangguk. "Aku yakin kau bisa."

Ia diam membiarkan Naruto mencerna penjelasan Hashirama. Naruto nampak tak yakin walaupun Hashirama kebalikannya. Sangat yakin. Madara melihat keraguan Naruto dalam memutuskan dan menepuk bahunya pelan. Pirang Uzumaki menoleh ke Madara yang mendorongnya, "Cobalah, Naruto. Tidak ada ruginya belajar. Kau tidak akan pernah tahu kalau tidak mencoba."

Madara dan Naruto menatap satu sama lain dalam diam. Untuk sesaat, ada kedekatan lebih antara mereka yang disadari Hashirama dan Sasuke. Entah kenapa, mereka merasa diasingkan. Tanpa sadar, Hashirama dan Sasuke bertukar pandang dalam kebingungan sejenak sebelum kembali menoleh ke Naruto yang memutuskan, "Akan kucoba, Kek!"

Hashirama mengangguk.

Mereka melewati malam bersama. Tobirama, Madara dan Izuna kembali ke kamar mereka mengurus bayi. Hashirama mengajarkan Naruto dasar dari ninjutsu medis dan metode penyembuhan milik Asura menggunakan cakra. Benar saja, ia menguasainya dengan alami seperti belajar Rasengan dulu.

—000—

Hari berikutnya di siang hari, mereka berenam kembali berkumpul. Naruto dan Hashirama berlutut di samping kiri dan kanan futon sehingga mereka saling berhadapan, Madara duduk dibelakang Hashirama sementara Sasuke dibelakang Naruto. Tobirama dan Izuna di bagian kaki 'Menma'. Hashirama dan Naruto membentuk segel tangan yang sama secara serentak selagi cakra mereka terkumpul di tangan. Para Uchiha mampu melihat cakra tersebut melalui Sharingan mereka. Walaupun berbeda dari warnanya (cakra Naruto biru muda dengan jingga yang berasal dari cakra Kurama sementara cakra Hashirama warna hijau muda), kedua cakra bekerja sama dengan baik seolah mereka adalah satu. Madara dan Sasuke merasakan setitik rasa nostalgia dari jiwa Indra untuk keberadaan cakra adiknya, Asura. Membawa perasaan manis dan pahit pada kedua Uchiha yang membuat mereka bertukar pandang.

Naruto dan Hashirama bisa merasakan cakra mereka saling kenal satu sama lain. Kedua reinkarnasi bahkan merasakan kehadiran Asura. Seolah Asura hadir secara nyata. Naruto merasakan hal yang sama kala mendapat kekuatan dari Rikuddou Sennin. Dia mengira-ngira apakah karena ada dua cakra Asura beresonansi jadi metode penyembuhannya meningkat? Hashirama yakin begitu. Metode ini mengembalikan cakra dan kerusakan lain dalam tubuh diperbaiki. Mereka menyatukan kedua telapak tangan mereka yang bersinar dengan cakra lalu menyentuh dahi 'Menma' perlahan mengarah ke jantung dan menekan pelan di sana sebelum menarik tangan mereka.

Mereka semua menahan nafas begitu melihat mata yang tadinya terpejam, berkedip pelan lalu membuka. Menatap langit-langit. Naruto terkesiap pelan kala melihat mata kanan adalah Rinnegan sementara mata kiri yang sebelumnya Sharingan kini berwarna biru seperti milik Naruto dan Minato.

Anak itu menoleh ke Naruto dan bergumam, "Ayah..."

TBC


Makasih uda baca! Yak, jangan lupa komen ya karena chap depan mulai dijelaskan inti ceritanya. Kuncinya ada di Menma jadi jangan lewatkan!

Uchiuzuraa: fufu~ ga ketebak~?

Namikaze Ichilaw: mikir gitu ya hihi~

elLagark: oke *conteng daftar absen* hoho seru kan~?

Guest: makasih!

Kirei Hana593: terharu kenapa?