Disclaimer: I do not own Naruto. I own nothing except the OCs and the plot.


Hashirama dan Tobirama bertukar pandang sebelum Hokage menjawab, "Akan lebih baik kalau kita bicarakan ini dengan Kyuubi juga jadi tak perlu khawatir ada yang menguping."

Sasuke menautkan alis.

Kesehatan Izuna sudah kembali ke semula jadi dia bisa menggunakan Mangekyou Sharingan ke Hokage dan Tobirama untuk membawa mereka ke dalam alam pikiran Naruto seperti sebelumnya. Tapi, sekarang Naruto hamil... nampak lelah. Sasuke tak suka ide membuat Naruto lebih letih dari ini. Suara tak menyembunyikan ancaman, "Aku asumsikan Shodaime akan menyembuhkannya?"

Hashirama nyengir, "Tentu saja."

Pria tertua di ruangan ini pindah ke dekat futon Naruto sebelum menyembuhkannya. Pirang Uzumaki tak lagi terlihat pucat dan lebih baik tapi Sasuke meminta Naruto tetap di posisi berbaring seperti sekarang. Menma sedikit bingung, "Apa yang kalian bicarakan? Apa yang akan kalian lakukan pada ayah?"

Sasuke menjelaskan bagaimana mereka memasuki dimensi dalam Jinchuriki menggunakan Sharingan untuk menghindari siapapun dari luar mendengar diskusi mereka. Menma tahu maksud mereka adalah Zetsu Hitam. Matanya melebar kala satu per-satu leluhurnya mulai mendemonstrasikan. Sasuke yang masih belum memulai berkata pada Menma, "Kau hanya harus menggunakan Sharingan dan melihat ke mata Naruto."

Berkedip, Menma melakukan yang diinstruksikan dan kaget saat membuka mata. Ia menemukan yang lain telah duduk membentuk lingkaran bersama Naruto di ruang tak dikenal. Gelap tapi sekitar Naruto bersinar. Begitu mendekat, terlihat jelas rubah raksasa di belakang Naruto dan membeku. Sasuke yang datang setelahnya menyadari Menma nampak ketakutan melihat Kyuubi. Rubah raksasa dengan mata merah dan berekor sembilan.

"Ini pertama kalinya kau bertemu Kyuubi di dalam Naruto?" Tanya Sasuke.

"Aku.."

Naruto melihat mereka dan mengajak, "Menma! Sasuke! Ayo, ke sini!"

Sasuke melirik ke Naruto sebelum menyandarkan telapak tangannya di punggung Menma dan mendorongnya pelan seraya mereka berjalan. Menma terkejut sebentar tapi merasa tenang. Diniatkan atau tidak, ia merasa tenang dengan tangan Sasuke dibelakangnya. Seolah Sasuke memberi dukungan mental tanpa kata setelah tahu bagaimana reaksi anak ini melihat Kyuubi. Bagaikan telepati, ia tahu perasaan anak 12 tahun bertemu Kyuubi pertama kalinya. Tak diketahui Menma, Sasuke pertama kali melihat bijuu waktu seumurannya juga walaupun itu Shukaku yang dibiarkan Gaara kehilangan kontrol. Sesekali, Menma melirik ke Sasuke sebelum duduk bersama yang lain. Ia duduk diantara Naruto dan Sasuke. Tanpa sadar, ia menggeser ke Sasuke dengan tatapan waspada ke Kyuubi yang melingkarkan tubuhnya di belakang Naruto.

Yang lain melihat itu, bahkan Naruto pun sadar, "Kenapa, Menma?"

Menma memustuskan kontes adu tatapan dengan Kurama dan menoleh ke Naruto. "Tidak kenapa-kenapa."

Sasuke berspekulasi, "Kelihatannya ini pertama kalinya dia melihat Kyuubi."

Kurama mendengus, "Naruto di masamu tak membiarkanmu bertemu aku, Bocah?"

"Daripada tak membiarkanku, lebih tepatnya ayahku juga tak pernah bertemu denganmu," ucap Menma pelan. Yang lain terbelalak setelah menangkap makna tersirat dari ucapan Menma. Naruto memiringkan kepala, "Aku di masamu tak pernah bertemu Kurama?"

"Yang kumaksud... ayahku, dirimu yang lain, Naruto Namikaze bukan Jinchuriki."

Safir kembar nyaris keluar saat ia menyuarakan ketidakpercayaannya, "HAH?!"

Menma mengangguk, "Bahkan, setahuku tak ada Jinchuriki di masaku. Semua bijuu masih bebas di habitatnya. Tidak tersegel." Ia menjelaskan bahwa bijuu tak menyerang manusia sesuka hati dan hanya membela diri dari para manusia serakah yang mau menangkap mereka. Di zaman pemerintahan Hashirama, ia melarang siapapun untuk menyakiti bijuu dan melindungi beberapa diantaranya dari serangan manusia yang mencoba menangkap bijuu. Sandaime Hokage mengikuti ajaran Shodaime Hokage soal ini. Maka, terkadang dia mengirim orang terbaiknya untuk mencegah penangkapan bijuu.

"Ta-tapi, pipi kita sama. Ada bentuk seperti kumis rubah. Pertapa genit dan Guru Kakashi bilang pipiku beginu karena aku terkena efek cakra Kurama sewaktu ibuku hamil."

"Ayahku juga ada pipi bergaris seperti kumis rubah karena Nenek Kushina pernah bersentuhan dengan cakra Kyuubi sewaktu ada misi," cerita Menma. Dia bilang bahwa Kushina menceritakan bagaimana dia bertemu Minato di misi pencegahan penangkapan Kyuubi. Misi tersebut merupakan misi gabungan Konohagakure dan Uzushiogakure. Misi sukses tapi Kushina tak sengaja menyegel sebagian cakra Kyuubu ke tubuhnya sewaktu terjadi pertarungan. Itulah pertemuan pertamanya dengan Minato yang berujung keduanya menikah setahun kemudian.

Naruto terkesima, "Woah... sejarah pertemuan mereka berubah juga." Ia lalu menceritakan ke Menma bahwa ayah dan ibunya adalah teman sejak kecil dari Akademi Ninja sebelum menikah.

"Tak ada yang menangkap bijuu?" Tanya Hashirama. Menma menjawab, "Sepanjang sepengetahuanku, tidak ada."

Sasuke ikut bertanya, "Jadi, tak ada Akatsuki di zamanmu? Mereka adalah organisasi beranggotakan nukenin dan misi mereka adalah menangkap bijuu di tempat asalku."

"Akatsuki? Ya, mereka ada di zamanku tapi tujuan organisasi itu bukan menangkap bijuu," Menma sedikit kaget. "Organisasi tersebut jadi panutan karena anggotanya adalah yang terbaik dari berbagai desa. Mereka menolong desa yang kesulitan. Keseringan, mereka bergerak sebagai polisi ninja tapi untuk seluruh desa ninja. Pamanku, Itachi, pernah menjadi anggota Akatsuki di masa mudanya."

Naruto nyengir, "Sama dengan Akatsuki di Gentei Tsukuyomi dong!" Menma berwajah bingung jadi Naruto menceritakan tentang Gentei Tsukuyomi.

Hashirama dan Madara bertukar pandangan penuh arti. Dalam perjalanan mereka mencari bijuu, mereka bersumpah untuk tak menangkap bijuu dan kelihatannya hal tersebut diwarisi oleh generasi selanjutnya meski mereka tak tahu. Tobirama bertanya ke Menma, "Bagaimana dengan Shiki Uchiha? Apa dia tak menangkap bijuu?"

Menma diam sesaat sebelum bersuara, "Aku tak tahu lebih detail apa yang terjadi di masanya tapi apa yang kudengar dari Paman Shisui, Shiki Uchiha tak membuat gerakan gegabah sebelum Kakek Buyut Izuna Senju meninggal. Dia menjadi lebih agresif setelah Kakek Buyut meninggal. Sebelum itu, dia tak menimbulkan kecurigaan dan sangat hati-hati."

"Apa kau tahu siapa reinkarnasi Asura di generasi Shiki Uchiha?" Tanya Madara.

"Tak ada yang tahu pasti tapi kalau aku pikir... kurasa, reinkarnasi Asura adalah kakak dari Nenek Tsunade, Nawaki Senju. Putra pertama dari Toshizo dan Koto Senju."

Izuna terkesiap, "Putra dari Toshi?"

"Koto?" Hashirama berkedip. Nama itu terdengar tak asing. Menma mengangguk, "Nama gadisnya adalah Koto Uzumaki. Putri dari Mito dan Hiro Uzumaki."

Kedua Pendiri Konoha dan adik mereka terkejut. Mito menginformasikan kalau putrinya lahir beberapa bukan lalu. Naruto sedikit kaget juga karena di zamannya, Nawaki adalah adik dari Tsunade. Bukan kakak. Namun, karena sejarah berubah, beberapa hal juga berubah. Sasuke bertanya, "Kenapa kau berpikir itu dia?"

Menma kemudian menceritakan bahwa Shisui pernah bilang kalau Shiki kerap mengutuk ketiga putranya karena mereka tak berguna walaupun ketiganya sangat berbakat bahkan di usia muda. Shisui, yang paling muda saja, masuk ANBU ketika berusia 10 tahun. Shiki mengaku jika Nawaki masih hidup, maka anaknya dengan Nawaki akan punya doujutsu terkuat. "Aku asumsikan maksudnya kuat adalah jika dia punya anak dengan Nawaki maka anak mereka bisa punya Rinnegan seperti Hiko yang berarti anak mereka adalah anak dari reinkarnasi Indra dan Asura. Lagipula... mereka pacaran sebelum Nawaki gugur dalam satu misi dengan Kakek Kagami."

Sasuke dan empat lelaki dewasa membatu. Naruto berkedip, "Kakek Kagami?"

"Dia kakek buyutku dari pihak Kakek Fugaku. Namanya Kagami Uchiha."

Naruto menaikkan satu alis dengan berpikir dalam dan berkata, "Ah! Anak sopan dengan rambut ikal di pernikahan, bukan?" Kurama mendengus tapi mengkonfirmasi bahwa Naruto benar. Izuna dan Tobirama kehilangan kata-kata. Cucu mereka akan menikah dengan cucu Kagami. Tak terdeskripsikan perasaan keduanya mengetahui ini.

"Menma, apa kau tahu kalau Zetsu Hitam mendekati Shiki? Biasanya dia mendatangi reinkarnasi Indra," ujar Hashirama. Menma menggelengkan kepala. Shiki jarang kelepasan bicara. Bahkan, indikasi kalau dia membuka gulungan keramat saja hanya berdasarkan kata-kata terakhirnya di akhir hayat. 18 tahun dari kematiannya, akan ada yang melanjutkan balas dendamnya. Tanpa diketahui orang, Zetsu Hitam tak pernah mendekati Shiki dan hanya mengamatinya dari jauh. Setelah Nawaki meninggal, Shiki kehilangan kesempatan membangkitkan Rinnegan. Apalagi, dia despresi selama dua tahun dan jadi tidak stabil secara mental setelah membaca gulungan keramat.

Para pendiri bertukar pandang dengan adik mereka. Sasuke melihat itu, curiga, ia menyipitkan mata, "Apa?"

"Kami berdiskusi semalam dan kelihatannya tragedi di keluarga ini atau tiap reinkarnasi Otsutsuki bersaudara selalu berhubungan dengan Zetsu Hitam," mulai Hashirama. "Sebagai ayah Hiko, aku mau melindungi putraku sebaik mungkin."

Sasuke memotong, "Langsung ke poinmu, Shodaime."

"Kami bermaksud untuk membunuh Zetsu Hitam," kata Tobirama terang-terangan.

Sasuke, Naruto dan Menma terkesiap. Naruto protes, "Mustahil menemukannya! Bahkan aku tak bisa mendeteksi keberadaannya. Kakek Rikudou juga tak bisa! Bagaimana kalian mencarinya?"

"Mungkin memang mustahil mencarinya tapi kita punya sesuatu yang dia inginkan sejak ribuan tahun lalu," jelas Tobirama. Mata mereka jatuh ke Menma yang bergidik. Naruto mengikuti arah pandang mereka dan terbelalak.

"Menma?" Naruto ternganga.

Uchiha tertua menekankan, "Rinnegan miliknya."

"Tak perlu mencarinya, dia akan mendatangi mereka yang membangkitkan Rinnegan. Dia datang ke Hiko dan Madara di dua masa depan berbeda. Dia mungkin belum ada kesempatan mendekati Menma karena dia baru punya Rinnegan seminggu dan selagi menunggu kesempatan, Menma justru tiba di zaman ini," prediksi Hashirama.

Naruto bertanya ngeri, "Kalian mau menggunakannya sebagai umpan menarik Zetsu Hitam keluar?"

"Ya," tegas Madara.

"Dia masih anak-anak!" Naruto marah.

Tobirama berkata, "Bukan anak-anak biasa, dia jenius dan seorang Jonin."

"Kau tidak bisa membuatnya melakukan itu!" Protesnya berapi-api.

Tobirama menjelasakan alasannya, "Bisa saja. Pertama, dia terjebak di masa ini dan tak bisa kembali ke masa depan. Kedua, hidupnya akan lebih berguna jika dia membantu menciptakan masa depan lebih baik. Ketiga, sejujurnya, ini bukan urusanmu karena kau akan kembali ke masa depanmu, Naruto."

"Tobirama!" Hashirama menghardik adiknya. Naruto mengerutkan alis dalam. Ia menegaskan, "Aku tidak akan kembali ke masaku kalau Menma masih di sini."

Tak menyangka, Izuna bertanya, "Kau akan tinggal di sini selamanya?"

"Tidak," bantah Sasuke. Yang lain menoleh kepadanya seraya ia mengutarakan, "Kami bertiga akan kembali ke masa depan kami masing-masing."

Tobirama mengingatkan, "Kau tahu kalau jurus itu hanya kuciptakan untuk digunakan satu kali oleh satu orang."

"Akan kubuatkan satu jurus lagi untuknya," balas Sasuke dingin. "Jangan lupa aku dilatih juga oleh Mito Uzumaki dan aku melihat bagaimana kau membuat jurus ini, Nidaime. Apa kau pikir aku tak bisa membuatnya dan mengirim Menma kembali ke masa depan?" Dia melotot ke Tobirama seperti Madara yang sedang marah.

Tidak. Tobirama tidak dalam ilusi bahwa Uchiha ini tak akan bisa membuat jurus juga. Sejenius Sasuke dan akses kekuatannya... itu perkara mudah. Ya, jurus itu akan berkerja jika orang dengan cakra khas berbeda dari Tobirama membuatnya. "Tetap akan butuh waktu dan selagi menunggu, dia punya waktu bebas untuk membantu kami."

"APA?!" Naruto berdiri tiba-tiba dengan amarah memuncak hingga cakra jingga menyelimutinya. "Aku tak menduga kau akan setega ini, Kek!"

Sasuke merengut, ikut berdiri dan menantang, "Jangan kira kalian bisa berlaku seenaknya. Sentuh putra kami dan kupastikan kalian menyesal." Dia percaya diri dia bisa mengalahkan Tobirama. Dia tahu cara bertarung Nidaime dan Madara dari sosok edo-tensei mereka. Madara dan Izuna, sebagai Uchiha memiliki toleransi tinggi terhadap genjutsu. Akan tetapi, Uchiha hanya bisa dikalahkan oleh Uchiha. Hashirama agak sulit. Karena sebagai reinkarnasi Asura, dia tak terpengaruh oleh doujutsu seperti Naruto. Doujutsu Indra tak memiliki efek ke Asura. Begitu pula yang terjadi pada reinkarnasi mereka. Namun, Sasuke adalah satu-satunya reinkarnasi Indra yang diberikan kekuatan langsung oleh Rikudou Sennin.

Menma terpana oleh pasangan ini. Betapa protektifnya mereka walaupun baru bertemu beberapa hari saja. Yah, dia sudah memprediksi Naruto akan menjadi begini walaupun dari lintasan waktu yang berbeda. Naruto tetap Naruto. Namun, dia tak menyangka perlakuan protektif dari Sasuke. Memang, dia tak pernah bertemu Sasuke Uchiha di masanya jadi dia tak ada ekspektasi apapun. Tapi... Jika Naruto Uzumaki dan Naruto Namikaze punya sifat sama persis... dan kedua Naruto ini menyatakan kalau Sasuke di masa mereka pergi untuk melindungi orang terkasih... berarti... Sasuke yang ini pun mau melindunginya.

Kedua mata terasa panas dan air mata mulai menggenang, Menma menutup matanya erat-erat supaya mencegah ada yang menetes dari pelupuk mata.

Kurama mengkritik, "Kalian salah strategi, Bocah. Naruto hamil, instingnya sebagai orangtua, terutama sebagai ibu sedang dalam tingkatan yang tinggi. Dia tak akan bisa berpikir rasional. Sasuke adalah pasangannya lahir dan batin hingga terpengaruh perasaan Naruto."

Hashirama membujuk, "Tenang dulu, Naruto, Sasuke. Aku tak akan membiarkan apapun terjadi pada Menma. Kami akan melindunginya sekuat tenaga begitu Zetsu Hitam muncul."

Naruto menggeram ke Hokage bak seekor binatang tapi berhenti setelah Menma menggenggam jemarinya. Secara insting, Naruto tahu ini anaknya dan berbalik ke Menma yang berdiri di belakangnya. Safir kembar melihat satu lagi tangan Menma menggenggam pinggiran kimono bagian lengan milik Sasuke. Anak itu menenangkan Naruto dengan suara dan tatapan lembut, "Ayah, tidak apa-apa. Aku mau membantu mereka."

"Menma?!" Naruto terbelalak. Sasuke menoleh ke Menma juga.

Pemilik mata Rinnegan ini menatap leluhurnya, "Aku mau membantu para Kakek."

"Ini berbahaya, Menma! Kau tidak tahu apa yang bisa dilakukan Zetsu Hitam!" Protes Naruto. Menma menjawab tenang, "Kalau begitu, kasih tahu aku biar aku mempersiapkan diri."

Naruto terpana. Menma melanjutkan, "Masa depan tempatku berasal jadi tak seburuk milik kalian karena kalian datang ke zaman ini dan mengubah sejarah. Untuk itu, aku berterimakasih, Ayah." Ia mengucapkan juga ke Sasuke.

"Aku tahu yang kuubah di zaman ini tak akan mempengaruhi masa depanku dan akan membentuk masa depan baru seperti yang kalian lakukan tapi... tetap saja mereka keluargaku juga," Menma tersenyum pada Naruto. "Sebagai keluarga, bukankah kita harus saling membantu?"

Naruto bungkam. Menma mengatakan hal yang tepat. Naruto yang tak memiliki keluarga, sangat menghargai teman-temannya sebab ia menganggap mereka keluarga. Tentu, dia akan membantu mereka. Terutama, setelah Menma mengakhiri dengan, "Aku mengerti rasa ingin melindungi itu karena instingmu sebagai orang tua tapi bukankah mereka juga sama? Mereka mau melindungi anak mereka juga."

Bertukar pandang dengan Sasuke, Naruto memutuskan, "Aku mengerti. Tapi, aku akan pergi denganmu juga."

"Tidak. Tidak bisa," tegas Sasuke. Naruto cemberut dan mau protes lagi tapi Sasuke tak membiarkan itu. Ia mengingatkan, "Kau hamil."

"Tapi—!"

Sasuke memotong protesnya dengan, "Aku yang akan mendampingi Menma." Ia menatap ke empat lelaki lainnya, "Atau aku tak akan membiarkannya. Jelas?"

Hashirama menghela nafas dan mengangguk. Senyum lembut terukir, "Sangat jelas. Akan sangat baik kalau kau ikut, Sasuke. Jujur, aku pikir kalian akan kembali ke tempat asal kalian besok dan Menma akan tinggal di sini selamanya. Karena itu, kami datang pagi-pagi kemari."

"Tidak mungkin aku meninggalkan anakku," sergah Naruto. Hashirama mengangguk dan tersenyum, "Ya, bisa kulihat sekarang. Tolong, duduklah, Naruto. Marah-marah tak baik untuk kondisimu."

Naruto menghela napas lalu duduk kembali bersama Sasuke dan Menma. Kurama terkekeh tapi tak berkomentar. Sasuke bertanya ke empat pria dewasa, "Aku asumsikan kalian punya strategi untuk menarik keluar Zetsu Hitam?"

"Ya," kata Tobirama. "Tapi, benar yang dikatakan Menma. Kalian berdua bertem Zetsu Hitam. Akan sangat baik kalau kalian bisa memberitahu soalnya lebih detail."

Sasuke menjawab, "Kami bertemu dengannya. Zetsu Hitam tercipta dari kekuatan Kaguya. Dia bahkan memanggil Kaguya dengan sebutan 'Ibu' dan secara fisik, dia makhluk hitam dengan dua mata putih tanpa pupil. Dia bisa mengubah bentuk tubuhnya jadi apapun bahkan dia bisa melumerkan dirinya dan bersembunyi di benda padat seperti tanah."

"Apa dia kuat?" Tanya Hashirama.

"Secara fisik, kelihatannya tidak," tukas Kurama. "Setengah diriku yang tersegel di Minato mendengarnya mengaku pada Minato dan Kakashi kalau dia bisa dibunuh. Keduanya tergolong jenius dalam strategi tapi dari segi kekuatan bukan tandinganmu."

Naruto membela, "Ayahku kuat!"

"Memang dia tergolong kuat. Tapi, kau tahu kalau kau sudah melebihi ayahmu. Minato tidak bisa menahan bentuk senjutsu-nya lebih dari 3 menit," tutur Kurama dengan jujur. Naruto cemberut. Menma menyentuh lengan Pirang Uzumaki untuk menghiburnya.

Sasuke berpendapat lain, "Kematian tidak akan menghentikan Zetsu Hitam."

"Apa maksudmu?" Tanya Madara.

"Zetsu Hitam di masa kami sudah tersegel bersama Kaguya sebelum kami terlempar ke zaman ini. Seperti yang kukatakan tadi, Zetsu Hitam berasal dari Kaguya. Hampir sama seperti bijuu karena mereka intinya berasal dari cakra Juubi juga tapi terbagi 9. Mungkin dia memang tak memiliki cakra besar tapi dia bisa menghisap cakra dan menempel pada target saat melakukannya. Dia bisa membatasi gerakan targetnya sewaktu menempel. Ditambah, dia bisa merasakan cakra dengan detail karena dia selalu tahu reinkarnasi Indra dan Asura tiap generasi."

Naruto menambahkan, "Setahuku, pas dia menempel di badanku dan Sasuke, dia tak punya darah, tulang ataupun jantung. Aku tidak tahu pasti bagaimana membunuhnya."

"Diluar dugaan rupanya," komentar Madara. "Bagaimana kalau dibakar dengan api Amaterasu?

"Aku belum pernah menggunakannya ke Zetsu Hitam tapi ada probabilitas kalau itu akan efektif," setuju Sasuke. Amaterasu, Api Hitam, tak akan padam sampai target terbakar habis. Semuanya bisa jadi target yang diatur si pengguna. Bahkan bisa melahap sesama api seperti katon milik Sasuke dilahap Amaterasu milik Itachi saat mereka bertarung dulu. "Tapi, menurutku kematiannya tak akan berarti apa-apa."

"Kenapa?" Izuna bertanyaa.

Sasuke menengadah menatap Kurama, "Coba pikir lagi, Zetsu Hitam hampir sama umurnya dengan para bijuu. Ribuan tahun sejak zaman Rikudou Sennin. Intisari penciptaan mereka berasal dari Kaguya atau cakra Juubi. Para bijuu bisa dibunuh dan mati. Seperti, jika Jinchuriki mereka mati maka mereka akan mati juga. Tapi, mereka punya siklus reinkarnasi tersendiri. Mereka bisa bangkit lagi setelah kematian." Kerutan alis dalam terlihat di kedua pasangan Uchiha dan Senju. Implikasi yang tersirat dari kalimat Sasuke diperjelas saat mata mereka bertemu, "Berdasarkan ini, kurasa Zetsu hitam akan kembali bangkit bahkan jika dia dibunuh. Kematiannya tak akan menyelesaikan apapun."

Izuna berkata, "Maksudmu kita tak bisa melakukan apapun untuk menghentikannya dan masa depan Menma tak bisa dirubah?"

Hening mencekam menyelimuti mereka dan Sasuke tetap diam untuk waktu lama sebelum menutup mata. "Aku tak berkata begitu. Aku hanya mengingatkan kalau kematiannya tak akan menyelesaikan apapun." Ia membuka mata dan menatap dua pasang kakak beradik Senju dan Uchiha. Makna tersirat itu masih di sana. Sasuke meminta, "Aku mau dengar rencana kalian memancingnya keluar dengan menggunakan Menma."

Tobirama pun menjelaskan dengan detail strategi yang tersusun.

—000—

Keesokan harinya di jam yang sama, persiapan mereka selesai. Berkumpul lagi di kamar Sasuke dan Naruto, mereka berpakaian siap tempur. Sasuke dan Menma menggunakan pakaian asal mereka dari masa depan. Karena Sasuke pergi, Izuna diminta tinggal untuk melindungi Naruto dan kedua bayi.

Naruto memeluk Menma erat, "Hati-hati dan ingat strateginya."

Menma memeluknya balik, "Tenang, Ayah. Aku ingat strateginya. Aku bukan jadi Jonin karena masih keluarga dengan Hokage di masaku."

Pirang Uzumaki tertawa kecil, "Aku tahu. Pilih kasih itu tak berlaku. Tidak ada perlakuan istimewa sekalipun anggota keluarga dari pemimpin tertinggi. Aku anak Yondaime Hokage dan masih saja Genin."

"Masih Genin?" Menma serius kaget. Didera malu, Naruto mengungkapkan dengan muka merah, "Sasuke juga masih Genin seperti aku!"

Anak itu menoleh ke Sasuke yang berkomentar ringan, "Kami meninggalkan Konoha sewaktu masih Genin. Naruto dilatih Jiraiya dan aku ke desa lain dimana Orochimaru tinggal."

Tobirama menginterupsi, "Sebaiknya kita pergi sekarang."

Mengangguk, Sasuke menatap datar yang lain dengan permintaan dalam diam. Para pria membalikkan badan mereka sementara Menma juga begitu setelah melihat leluhurnya memunggungi pasangan Uchiha dan Uzumaki.

Sasuke memeluk Naruto setelah Menma tak melihat lagi. Karena mereka tak tahu dimana posisi Zetsu Hitam, mereka tak ada pilihan selain menunggu makhluk itu keluar mendatangi umpan. Maka, mereka harus mulai sepagi mungkin karena bisa jadi seharian atau beberapa hari diperlukan. Naruto memeluk erat Sasuke. "Kalau kau tidak kembali, aku akan menjemputmu," bisik Naruto.

Sasuke tersenyum tipis, "Kau sudah cerewet seperti seorang ibu saja. Aku anakmu atau pasanganmu, Dobe?" Ia mencium surai keemasan dengan kasih sayang. Naruto bermuka merah, "Teme." Lalu mereka berciuman untuk sesaat. Sasuke mengingatkan, "Jangan melakukan tindakan berbahaya, Naruto. Kau hamil."

"Aku tahu," Naruto berkata serius. "Aku tak akan membahayakan Menma kita yang belum lahir."

Sasuke mengangguk, mundur dan berhenti samping Menma yang telah membalikkan badan lagi menghadap Naruto bersama yang lain setelah mendengar langkah kaki Sasuke barusan. "Jangan cemaskan Menma yang ini," Sasuke menaruh telapak tangan di bahu anak itu, "aku akan menjaganya."

Mata Menma melebar sesaat dan merasa hangat di bahunya. Ia memasang wajah tanpa reaksi tapi Naruto dan Izuna melihat setitik semu merah di pipi anak itu. Menma tak pernah bertemu ayahnya satu lagi ataupun mendapat perlindungan langsung dari Sasuke Uchiha. Ia merasa senang dalam tingkatan beda.

Naruto tersenyum lembut lalu mengangguk. Kemudian mereka pergi, meninggalkan Pirang Uzumaki dan Izuna di kamar ini.

TBC

Makasih uda baca dan review! Ketebak gak chap depan isinya apa? Wkwkwkwk jangan lupa review ya!

Uchiuzuraa: Nah~ bisa balik gak ya~? Menurutmu gimana?

Namikaze Ichilaw: Baguslah! Agak belibet emang hehe

Ichadray: Oh ya? Bagus bagian mananya nih menurutmu? Kasih tahu dooong!

elLagark: Ya kan tetep dari dua zaman beda hehe

Nana: Bagus apanya nih? Kasih tahu dong!

Enkaimaji: dibayangkanku sih ya, Mereka kan sesama animasi jadinya Inuyasha di sini itu kayak movie gitu lho, movie life action jadi actor yg meranin bukan animasi LOL

Ya, bakal ada 3 masa depan karena aku gak ngubah dunia canon dimana SasuNaru berasal, cuma bakal endingnya aja yg kuubah jika mereka kembali ke sana. Itachi tetep mati, Uchiha punah tinggal Sasuke dan Naruto tetep Uzumaki cuma dia bisa hamil, itu yg kuubah. Iya, yang versi English uda kutamatin Agustus lalu.

Yg susanoo itu, cara ngomong mereka kan uda kupisahin, ditelitiin aja sih pas bacanya.

Yg silsilah itu: TobiIzu punya putra kan? Toshizo (OC) ini bakal nikah dengan Koto Uzumaki (OC,anaknya Mito Uzumaki) terus jadi ayahnya Tsunade dan Nawaki. Di cerita ini Nawaki lahir duluan dibanding Tsunade, Nawaki di sini adalah reinkarnasi Asura sebelum Naruto Namikaze dan setelah Hashirama. Nawaki pacaran sama Shiki (reinkarnasi Indra sebelum Sasuke dan setelah Madara). Nawaki meninggal di usia 15 jadi ga sempet nyentuh gulungan keramat. Shiki adalah cucu dari Takumi Uchiha (OC yg muncul di pernikahan HashiMada dan TobiIzu). Dia dah agak kurang normal sejak Nawaki meninggal, tipikal Uchiha yang kehilangan orang dicintalah.

TobIzu punya anak kedua, putri, namanya Tsubaki Senju (OC). Nah, Tsubaki ini nanti nikah sama cowok Uchiha dan melahirkan Mikoto Uchiha. Dia meninggal sudah melahirkan jadi Mikoto dibesarkan Izuna. Mikoto Uchiha di sini ya tetep ibunya Itachi sama Sasuke. Karena Toshizo Senju dan Tsubaki Senju ini kakak adik, otomatis di fanfik ini Tsunade dan Mikoto jadi sepupu.

HashiMada punya 1 putra, Hiko. Ketiganya mati dan ga ada keturunan lagi.

Soal penyusunan itu, kuakui cuma sesukaku aja nulis ya. Aku uda ga inget samsek tata cara penulisan bahasa Indonesia yg baik dan benar. Ini juga uda 3 tahun ga nulis bahasa Indo. Dan gak ada waktu juga buat belajar lagi jadi harap maklum aja. Buat yg heat-nya Naruto, emang mpreg ato a/b/o kebanyakan gak bakal sampe mati ya, tapi aku buat agak ekstrem gitu karena di cerita ini Kurama kan merger gitu sama Naruto. Ya semua juga tahu Kurama tuh cakranya gak main2, di canon aja dia bisa menghentikan 5 bijuu sekaligus hanya dengan versi Yang doang a.k.a Kurama di dalam Naruto aja tanpa yg di dalam Minato. Jadi, emang kayak katamu cakra Kurama bisa memicu kematian Naruto kalo dia gak mating sama pasangan pilihannya. Bayanganku sih cakra Kurama tuh tingkatnya uhlala deh.

Rikudou Sennin tuh sejenis legenda di dunia Naruto pas zamannya si Naruto, imo. Gak harus ada Perang Dunia Keempat Ninja untuk tahu soal Rikudou Sennin. Itu kayak pengetahuan aja di dunia Ninja Naruto jadi buatku wajar aja sih kalo Menma tahu soal Rikudou. Dia tahu tingkat kekuatan Rikudou itu kan karena dia nguping bapaknya, Naruto Namikaze, waktu nyeritain isi gulungan keramat ke ItachiMinatoFugaku. Yg dia maksud Sasuke melawan musuh setingkat Rikudou itu Sasuke yg canon ya bukan yg pacarnya Naruto Namikaze. Isi gulungan itu pokoknya kurang lebih menceritakan chap 1-27 fanfik ini. Jadi, Menma tahu apa yg terjadi di canon sekaligus di fanfik ya.

Kuharap bisa dimengerti ya! Makasih buat dukungannya. Ini pertama kalinya aku nulis time-travel dengan 3 OTP sekaligus dalam 1 cerita jadi bagiku ini juga gak mudah kayakmana menyampaikan ceritanya sama kalian. Seneng banget ada yg menyadari detail2 yg kupikirkan setengah hidup LOL Suka banget sama review-mu! *unyel2* Gini nih review yg kutunggu-tunggu! Hahahaha

Yg versi Indo ini tamat 6 chapter lagi deh, review lagi ya!