Disclaimer: I do not own Naruto. Its belong to Masashi Kishimoto. I own the OCs and the plots.
Madara mengenali Indra dari ingatan Susanoo. Ketiga lainnya tak ada bayangan sama sekali mengenai sosok Indra dan Asura sehingga terkejut bukan main. Sosok sama-samar tersebut melayang di belakang empat reinkarnasi sehingga keempatnya berbalik badan lalu bersama dua adik Pendiri Konoha yang berdiri di luar diagram, menghadap ke kedua sosok itu. Otsutsuki bersaudara mengunci pandangan dengan reinkarnasi mereka. Jurus yang tengah mereka mulai memang terhenti tapi masih aktif.
"Apa yang terjadi?" Naruto tak bisa memahami situasi.
Asura saling melirik dengan Indra yang di sebelahnya, "Ani-ue..."
Indra kembali menatap para reinkarnasi dan menjelaskan, "Disaat dua cakra yang sama dikeluarkan pada saat bersamaan dan lokasi berdekatan, maka kedua cakra akan beresonansi. Dalam kasus ini, karena ada dua orang dari reinkarnasi kami masing-masing yang cakranya beresonansi, kami bisa hadir secara visual meski tanpa fisik yang nyata."
"Apa ini sudah sering terjadi?" Tanya Hashirama.
Asura menjawab, "Tidak. Ini pertama kalinya kami berbicara langsung pada reinkarnasi kami. Aku yakin penyebabnya adalah keberadaan dua reinkarnasiku dan dua reinkarnasi Ani-ue mengeluarkan cakra hingga terjadi resonansi antaranya."
"Ah!" Naruto teringat sesuatu, "Apa karena itu pas aku latihan ninjutsu medis dengan Kakek Shodaime, aku merasakan keberadaanmu nyaris terasa nyata?!"
"Ya, di saat itu, kalian berdua menggunakan cakra cukup banyak secara bersamaan. Sekarang, lebih banyak lagi cakra yang kalian keluarkan sehingga aku bisa hadir dan berkomunikasi dengan kalian," tutur Asura dengan senyum.
Naruto terpana, "Wow... Jadi, benar ya? Kau dan kakakmu betulan ada di dalam kami berempat? Maksudku, yeah, kadang aku merasakan keberadaanmu tapi bisa bicara langsung seeprti ini, hebat sekali!
"Ya. Ani-ue dan aku selalu bersama kalian berempat sejak kalian lahir," angguk Asura.
Sasuke bertanya Indra, "Apa tujuan kemunculan kalian berdua?"
"Ini efek dari resonansi cakramu dan Madara di waktu bersamaan dan lokasi berdekatan. Kami tak bisa muncul di hadapan kalian kapan saja seperti yang ayah kami lakukan kepada kalian berdua. Hanya resonansi cakra ini yang membuat kami bisa muncul. Tapi," Indra melirik Asura sebelum melanjutkan, "dengan kami di sini, bisa dikatakan ini kesempatanmu untuk membangkitkan Rinnegan-mu, Sasuke."
Sepasang pertama gelap melebar, "Rinnegan-ku?"
"Keduanya," Indra memastikan.
Naruto terkaget, "Bagaimana?"
Indra menerangkan, "Secara teknis, Sasuke mendapat cakra Asura sebanyak 3 kali. Pertama, darimu, Naruto. Kau membagi cakramu padanya di perang. Kedua, Hashirama Senju yang dibangkitkan dengan edo-tensei memberinya cakra juga di perang. Terakhir, saat dia sekarat ditusuk Madara, seorang pengguna Senjutsu memberikan Sasuke sebagian sel Hashirama Senju. Ayah kami hanya mempercepat kebangkitan Rinnegan Sasuke. Cepat atau lambat, dengan cakra dan DNA dari reinkarnasi Asura telah ditubuhnya, Sasuke memang akan membangkitkan Rinnegan."
"Dia kehilangan Rinnegan saat tiba di zaman ini sebab jurus nenek mengakibatkan hal tersebut. Tapi, Rinnegan tak seperti Sharingan yang setelah menggunakan jurus tertentu, seperti Izanagi, akan mengakibatkan kebutaan. Dia bisa memiliki Rinnegan lagi dan saat kalian berdua kembali ke zaman kalian, dia tidak akan buta serta masih memiliki satu Rinnegan dan satu Sharingan," tambah Asura.
Indra menegaskan, "Dengan syarat harus dilakukan sekarang. Kami tak bisa membantu membangkitkan Rinnegan di lain waktu."
"Karena kalian hanya bisa muncul bila ada resonansi cakra dari reinkarnasi kalian?" Tebak Sasuke. Indra tak mengiyakan ataupun membantah.
"Sasuke!" Naruto sumringah, menoleh ke Sasuke, "Kau tidak akan buta!"
Sebelum Sasuke bereaksi, Asura membawakan kabar lain, "Walaupun begitu, Izanagi masih dibutuhkan."
"Apa?" Pirang Uzumaki menoleh ke Asura. Madara bertanya, "Apa maksudmu?"
"Perjalanan melintasi waktu mengakibatkan Rinnegan turun tingkat. Kita juga melihat itu terjadi pada Menma," Hashirama mencoba berspekulasi. "Sasuke pun kehilangan miliknya dan ia hanya punya satu. Izanagi bisa jadi bantuan untuk jurus ini."
"Tidak, Izanagi bukan untuk mengaktifkan jurus melintasi waktu. Rinnegan sudah cukup untuk itu. Akan tetapi, " Asura menatap langsung safir kembar lalu melirik ke perut Naruto, "kau butuh perlindungan untuk mereka."
"Mereka?" Sasuke bertanya. Ia menoleh ke Naruto yang nampak pucat. "Naruto?"
Asura menjawab, "Kembar. Dia sedang mengandung anak kembar."
Mata Sasuke melebar, "Kembar?"
Hashirama tahu dan berkata pelan, "Kau belum memberitahunya, Naruto?"
Sasuke melotot ke Hashirama, "Kau tahu?!"
"Kami baru tahu tadi malam setelah aku memeriksa lebih dalam berdasarkan keluhan Naruto," ungkapnya mengenai kemarin. "Aku pikir kau sudah diberitahunya. Aku sudah melakukan semampuku untuk memberi perlindungan pada kedua janin. Ternyata, tidak cukup."
Mengerutkan alis dalam, Sasuke memerhatikan lagi Naruto dan perutnya. Dengan suara lembut, ia bertanya, "Naruto, kenapa kau tidak memberitahuku?"
Naruto terlihat gugup, "Aku... Tadi malam, kita bersama Menma. Aku tidak mau dia merasa terbeban karena kita menunda kepulangan setelah dia sampai di sini."
Safir dan permata gelap kembar saling mengunci. Ia maju mendekati Naruto dan menaruh telapak tangan di perut yang bisa dirasakan lebih menonjol dari sebelum-sebelumnya. Tidak rata seperti yang diingat. Pandangannya melembut seraya berbisik, "Kembar?"
"Kembar," Naruto menjawab dengan bisikan juga.
Melalui ikatan batin mereka, ia merasakan kebahagiaan Sasuke atas pemikiran mempunyai dua anak bercampur kecemasan akibat konsekuensi perjalanan melintasi waktu. Sasuke melihat kejujuran Naruto dan menghela napas. Sudah terjadi, tak bisa diulang lagi. Hanya akan buang waktu kalau dia marah sementara detik terus berjalan. Mereka tak punya banyak waktu. Ia menatap Asura, "Kenapa harus Izanagi? Apa Rinnegan tak bisa memberi perlindungan?"
Asura menggelengkan kepala, "Rinnegan bisa melakukan banyak hal tapi bukan di bagian itu. Rinnegan memang bisa membangkitkan orang yang sudah mati dengan menukar kehidupan si pengguna jurus tapi berbeda dengan menuliskan relita seperti Izanagi dan juga sebaliknya."
"Perjalanan melintasi waktu bukan sesuatu tanpa resiko. Bahkan satu Rinnegan akan turun tingkat menjadi Sharingan ketika si pengguna mengalami perpindahan waktu. Bisa dibayangkan apa yang akan terjadi bila janin tanpa perlindungan ikut melakukannya. Sekalipun masih dalam kandungan tapi perpindahan waktu bukan sekedar goncangan biasa seperti dalam pertarungan. Bahkan kehamilan normal pun melarang orang hamil terlibat pertarungan," terang Indra.
Dengan kata lain, Indra menjelaskan bahwa perpindahan waktu bagi orang hamil sangat berbahaya jika dibandingkan dengan goncangan pertarungan yang bisa menyebabkan keguguran bagi kehamilan biasa. Seperti yang dikatakan pula oleh Itachi dalam pertemuan terakhirnya dengan Sasuke di perang, setiap jurus memiliki kelemahan. Bahkan yang terkuat sekalipun. Sasuke seharusnya menyadari ini. Tak ada yang berkomentar sebab penjelasan Indra menegaskan bahwa mereka kurang teliti sewaktu menciptakan jurus ini. Mereka tak memperkirakan si pengguna jurus akan hamil. "Apa yang harus dilakukan?" Tanya Sasuke pada Otsutsuki bersaudara.
Asura dan Indra bertukar pandang sebelum sulung di antara mereka berkata, "Dibutuhkan 2 Izanagi. Satu untuk tiap janin."
Yang lain terkesiap kaget. Ia melanjutkan, "Izanagi merupakan jurus yang kuat tapi terbatas. Butuh target yang tepat dan dari caranya bekerja, yaitu hanya bisa satu kali digunakan, satu Izanagi hanya mampu melindungi satu janin."
Hening mencekam mengikuti penjelasan Indra. Dua Izanagi berarti kedua mata akan buta selamanya. Jelas bukan pilihan mudah bagi seorang Uchiha yang harga dirinya terletak di doujutsu lebih dari apapun. Memang, ada masanya klan Uchiha terlalu mengeksploitasi penggunaan Izanagi sehingga Izanami diciptakan untuk menyeimbangkannya. Sasuke memikirkan semua pilihan yang dia punya. Seandainya dia menggunakan kedua mata untuk Izanagi dan menjadi buta, ketika Rinnegan-nya bangkit, penglihatannya akan kembali ke meski tanpa Sharingan. Madara di zamannya mengalami ini sesudah menggunakan 1 Izanagi untuk menulis ulang realita kematiannya.
Namun, Madara di zaman ini bertanya ke Indra, "Apa harus Sasuke yang menggunakannya? Bagaimana kalau orang lain yang menggunakan Izanagi untuk janinnya?"
Sasuke mengerutkan alis ke arahnya, "Madara."
"Tidak. Tidak harus Sasuke," Indra mengkonfirmasi jalan pikiran Madara.
"Biar aku yang menggunakan Izanagi," umum Madara.
Sasuke menolak tawaran dari Uchiha lebih tua tersebut, "Aku bisa mlakukannya sendiri dan penglihatanku akan kembali setelah Rinnegan-ku bangkit. Madara di masaku pernah mengalaminya."
Naruto bertanya ke Madara, "Apa kau berencana membangkitan Rinnegan dan mengembalikan penglihatanmu?"
"Tidak," jawab Madara. Alis Naruto mengerut dalam.
"Madara, kau akan kehilangan daya lihatmu selamanya jika menggunakan Izanagi dengan kedua mata," ungkap Naruto dengan cemas.
Madara hanya merespons dengan, "Aku tahu itu." Namun, dia tak ada niatan membangkitkan Rinnegan. Madara sangat sadar resiko dari pengguna Rinnegan dan itu adalah sesuatu yang bisa relakan seumur hidupnya. Saat dia melirik Sasuke, pertanyaan bisu jelas mengudara sehingga Madara menjelaskan.
"Aku minta maaf... Atas apa yang sudah diperbuat diriku yang lain di masa depan kalian, Naruto, Sasuke," aku Madara.
Safir kembar Naruto melebar dan kembali tergenang air mata. Ia tak pernah mengharapkan permintaan maaf orang atas hidupnya. Terlebih, dari Madara. Yang ia temui pertama kali di perang adalah seorang penjahat jenius sombong. Namun, Madara di masa ini hidup dengan realita lebih baik dari Madara di masa Naruto. Pirang Uzumaki tak pernah tahu Madara di masanya secara pribadi karena mereka dalam perang. Tapi, Madara yang ini... Menikah dengan Shodaime dan ia baik hati. Seperti yang edo-tensei Shodaime katakan, Madara merupakan orang yang baik dan perhatian sebelum kematian adiknya.
Sasuke juga tidak mengira akan mendengar ucapan itu dari Kepala Klan Uchiha. Ia menyatukan alis tapi tak berkata apapun. Benar, penyebab tragedi masa kecilnya dan Naruto disebabkan secara tidak langsung oleh Madara. Walaupun kenyataannya, Madara dan Obito dimanipulasi oleh Zetsu Hitam, mereka memang penyebabnya.
Tobirama, sebagai yang terakhir tak memperkirakan hal tersebut, menoleh ke suami dan kakaknya dengan prediksi bahwa mereka akan protes atas keputusan Madara menggunakan Izanagi untuk melindungi bayi kembar Naruto. Namun, yang didapatinya justru kebalikan. Air mata tertahan Izuna... Mengejutkan dan membungkam Tobirama. Rubi kembar beralih ke arah kakaknya dan menemukan hal yang sama. Mata berkaca-kaca mereka memancarkan pengertian nan simpati. Maka, sadarlah Tobirama bahwa Izuna dan Hashirama tahu soal ini. Tobirama ragu Madara memberitahu mereka secara lisan tapi keduanya tahu perangai Kepala Klan Uchiha tersebut dan melihat ini akan terjadi.
"Sudah kubilang, aku tidak apa-apa," tutur Naruto tak bisa menahan air matanya lagi dan membiarkannya menjejak di pipi.
Madara tersenyum ke Naruto, "Aku tahu. Hanya saja... Aku di masa kalian menyebabkanmu sendirian dengan merengut nyawa kedua orangtuamu, setidaknya aku ingin melakukan sesuatu untuk melindungi keluarga barumu. Anak-anakmu."
"Tapi, Sasuke bisa se—!"
"Naruto," Madara memotong, "Jika kau tak bisa melihat ini sebagai penebusan dosaku, biarkan aku melakukan ini sebagai kakakmu."
Pirang Uzumaki terpana dan tersentuh. Memang, dia menganggap Madara di masa ini sebagai kakak. Naruto jarang mempunyai orang menganggapnya keluarga jadi ia sangat lemah untuk hal seperti ini. Membuatnya kehilangan kata-kata dan Madara menganggapnya sebagai persetujuan.
Asura menoleh ke Sulung Otsutsuki, tersenyum hangat, "Kelihatannya walapun mengalami reinkarnasi tidak mengubahmu, Ani-ue."
"Kau juga, Asura," Indra tersenyum tipis.
Madara bertanya ke Indra, "Apa yang harus kulakukan? Haruskah aku menyentuh langsung Naruto atau Hashirama selama menggunakan Izanagi?"
"Kau masih memliki sisa DNA Senju setelah melahirkan tiga minggu lalu jadi kau hanya butuh menanamkan Izanagi ke Naruto dari menatapnya."
Indra memintanya mengatur waktu pengaktifan Izanagi sebab ketika jurus perjalanan melintasi waktu membawa Sasuke dan Naruto ke masa depan, Izanagi akan aktif sendiri dan menulis ulang realita agar kedua bayi di kandungan tak terluka atau sebagainya. Tujuannya melindungi tubuh fisik kedua bayi agar tetap sehat dan tidak terkena efek samping jurus perjalanan melintasi waktu.
Di waktu bersamaan Madara menanamkan Izanagi ke Naruto, Asura dan Indra membantu membangkitan Rinnegan Sasuke. Uchiha muda itu menutup mata. Salah satu syarat penting mendapatkan Rinnegan atau meningkatkan doujutsu seorang Uchiha adalah perasaan kehilangan orang yang terdekat atau disayangi. Semua Uchiha dan pasangan mereka tahu itu. Indra mengatakan bahwa kesempatan Sasuke memiliki kembali Rinnegan hanyalah saat ini, bukan cuma dikarenakan Indra dan Asura bisa muncul sebab ada resonansi cakra antar reinkarnasi. Tapi juga, disebabkan oleh perasaan sedih Sasuke mengantar kepergian Menma barusan. Jika Sasuke tak mengalami ini, walaupun Otsutsuki bersaudara hadir, mereka tak bisa membantu membangkitkan Rinnegan. Indra dan Asura memang kuat bila bersama tapi tetap saja ada hal-hal hanya Hagoromo Otsutsuki yang bisa melakukan.
Itu alasannya juga, Indra tak menawarkan bantuan ini ke Madara yang juga reinkarnasinya. Selain tahu akibat Madara memiliki Rinnegan (berdasarkan masa depan Sasuke dan Naruto), Madara saat ini tak merasakan kesedihan lebih dalam dari Sasuke yang baru berpisah dengan Menma, yang secara teknis adalah anaknya.
"Buka matamu," pinta Asura.
Sasuke membuka mata dan memperlihatkan Rinnegan menggantikan Sharingan di kedua tempat. Tak lama dari itu, Madara pun selesai dengan penanaman Izanagi. Indra memberikan aba-aba ke Asura dengan anggukan, kemudian keduanya membentuk segel tangan yang sama secara serentak.
"Kami akan membuat adaptasi waktu di jurus ini sehingga saat kalian tiba di masa depan, kalian akan tiba di waktu yang sama dengan sekarang dan bukan sesaat setelah penyegelan nenek kami. Dengan begitu, kerusakan fisik atau efek samping apapun bisa dikurangi seminimal mungkin jika jumlah waktu yang kalian habiskan di masa ini dan waktu kalian menghilang dari masa depan adalah sama," jelas Asura.
"Jadi, kami akan tiba di musim panas setahun kemudian setelah perang?" Tanya Naruto. "Pertengahan Agustus?"
"Benar."
"Kami akan mulai seka—" Indra terhenti sebab Naruto memintanya.
"Tunggu, aku mau mengucapkan selamat tinggal," said Naruto. Indra diam selagi Naruto mengambil bingkisan furashiki yang tadi ditaruhnya di kaki dan menoleh ke Pendiri Konoha serta adik mereka. Ia tersenyum tulus, "Terima kasih... untuk kalian semua yang sudah merubah sejarah dan menciptakan masa depan seperti punya Menma... Aku tidak menyalahkan siapapun dari kalian atas hidupku. Aku tak bisa menyalahkan apapun atau siapapun. Bukan begitu proses kehidupan. Pokoknya, datang ke sini adalah pengalaman tak terlupakan! Sangat menyenangkan! Ah, Kurama juga bilang selamat tinggal. 'Jaga diri kalian, Bocah-bocah!' katanya!
Keempat lelaki penghuni masa ini tersenyum. Madara membalas, "Kalian juga, Naruto, Kyuubi."
"Pastikan hidup kalian bahagia, Naruto, Sasuke. Aku mendoakan kebahagiaan kalian," ucap Hashirama. Tobirama menambahkan, "Selamat atas anak kembar yang dikandung."
"Jangan memaksakan dirimu, Naruto. Banyak istirahat dan jangan stres," Izuna mengingatkan. "Awasi dia, Sasuke. Kau tahu sendiri Naruto sering memaksakan diri tanpa sadar."
Sasuke mengangguk. Ia menggenggam tangan Naruto dan keduanya berdiri berdampingan. Sasuke mengucapkan singkat mewakili Naruto, "Selamat tinggal."
"Selamat tinggal," balas Madara mewakili yang lain. Lalu, Sasuke melirik ke Indra yang mengerti bahwa dia bisa memulai sekarang. Detik berikutnya, diagram di bawah kaki kedua remaja bersinar terang membutakan selama beberapa saat. Begitu cahaya meredup, Sasuke, Naruto, Asura dan Indra telah menghilang. Di waktu bersamaan kedua remaja tiba di masa depan, Madara kehilangan penglihatannya.
"Kakak," Izuna melangkah ke arah Sulung Uchiha. "Matamu..."
Matanya berwarna putih tanpa merefleksikan cahaya apapun, "Ya... ini berarti... Mereka sampai dengan selamat di masa depan..."
Hashirama yang berdiri di samping Madara bertukar pandang penuh arti dengan Izuna. Termuda di antara mereka mengangguk sebelum berkata, "Kak, aku mau kau menerima satu mataku."
Tobirama dan Madara terkejut. Sulung Uchiha mencoba menolak, "Izuna, ap—!"
"Aku tak bisa membiarkanmu buta seumur hidupmu dan aku tahu kau tak berniat membangkitan Rinnegan ataupun menerima kedua mataku jika kuberikan keduanya. Jadi, satu saja. Tolong terimalah. Hokage yang akan melakukan transplantasinya," mohon Izuna. "Tolonglah, Kak."
Hashirama pun buka suara, "Aku juga memohon padamu, Madara. Kami hormati keputusanmu mengorbankan penglihatanmu untuk kedua bayi Naruto tapi coba pikirkan Hiko. Siapa yang akan mengajarinya Sharingan? Biasanya diajarkan oleh anghota keluarga 'kan, terutama orangtua?"
Madara terdiam. Izuna memohon sekali lagi, "Satu saja, Kak. Hanya satu mata."
"Tobirama tidak akan setuj—"
"Aku tak keberatan," tutur Tobirama tenang. "Jika Izuna memutuskan itu yang terbaik, aku hormati keputusannya seperti yang kakakku lakukan atas keputusanmu tadi."
Memang khas Tobirama, dia tak menghaluskan kata-kata sama sekali. Bahkan, menyinggung kembali tindakan Hashirama menghormati keputusan Madara menggunakan Izanagi dan sebagai pasangannya, Madara seharusnya melakukan hal yang sama atas permintaan Hashirama. Sulung Uchiha menghela napas dan setuju.
XXXXXX
"Uhm!"
Angin dan sensasi mual berhenti secepat kedatangannya tadi. Sasuke memeluk Naruto erat sampai proses transisi selesai. Dengan waspada, ia membuka mata. Satu Rinnegan perlahan menghilang digantikan Eternal Mangekyou Sharingan. Ia melirik ke sekitar dan menemukan bahwa mereka berada di atas Menara Hokage. Tempat yang sama dengan di era Pendiri Hokage. Namun, saat ia menengadah memandang gunung batu tempat terpahatnya wajah para Hokage, alih-alih satu, sebagaimana mereka berangkat tadi dari masa lalu, sekarang justru ada 6 wajah terpahat di sana. Yang keenam adalah Kakashi Hatake.
"Apa kita sudah sampai sekarang?" Naruto perlahan membuka mata dan mendapati Sasuke tertegun melihat sesuatu. Mengikuti arah pandangan Uchiha tersebut, ia terkaget, "Guru Kakashi jadi Hokage sekarang?"
"Kelihatannya begitu," jawab Sasuke. "Kecuali, kita ada di lintasan waktu yang lain."
Naruto tertegun sesaat, "Tidak, kita ada di zaman yang benar. Aku bisa merasakan bijuu yang lain dan Kurama bisa bicara pada mereka seperti biasa. Dia tak bisa berkomunikasi dengan bijuu dari zaman Kakek Shodaime."
"Apa kau letih?" Tanya Sasuke seraya membingkai wajah Naruto yang menggeleng singkat. "Tidak. Aku baik-baik saja. Aku juga tidak merasakan ada yang berbeda dengan badanku atau bayi kita."
Sasuke memindahkan telapak tangan ke perut Naruto dan bernapas lega. "Kelihatannya dengan bantuan Indra dan Asura melakukan sesuatu pada jurus melintasi waktu, kita jadi tak terlalu kehabisan cakra seperti sebelumnya."
"Kurasa juga begit—" Safir kembar melebar, "Ada yang datang!"
Segera dengan waspada tinggi, Sasuke membelakangi Naruto supaya melindungi dan mengeluarkan pedang Kusanagi di waktu bersamaan dua sosok teleportasi di hadapan mereka. Edo tensei dari Tobirama Senju dan Minato Namikaze menyambut mereka dengan penampilan persis seperti terakhir kalinya mereka bertemu di peperangan. Kedua remaja terbelalak kaget.
"Naruto!" Minato nampak sangat lega. "Kau masih hidup!"
"Ayah!" Naruto mendekat, Sasuke mengikuti dari belakang. "Kau masih di sini?! Kupikir Orochimaru sudah melepaskan kalian dari Edo-Tensei selesai perang." Ia terkesiap, "Perang sudah usai 'kan?"
"Perang sudah selesai," jawab Tobirama. "Kami masih di sini bukan untuk bertarung."
Naruto bingung, "Jadi, untuk apa?"
Sebelum penjelasan lain diberikan, (edo-tensei) Shodaime dan Sandaime bersama Kakashi yang berpakaian Hokage datang. Diikuti Tsunade, Orochimaru, Sakura, Iruka dan Shikamaru juga.
"Sasuke! Naruto!" Sakura memeluk mereka berdua dan menangis lega. "Kalian hidup! Kalian masih hidup!"
"Whoa! Sakura, santai, santai, kami masih hidup. Tidak di sini memang, tapi masih hidup kok," Naruto menenangkan temannya.
"Tidak di sini?" Tsunade bertanya. Iruka penasaran, "Sebenarnya dari mana kalian berdua selama ini?"
"Kami mencari kalian ke seluruh pelosok tiap negara," celetuk Shikamaru. Kakashi memperhatikan ada yang beda dengan murid-muridnya dan menyarankan, "Lebih baik kita bicarakan di dalam saja."
Hari hampir siang, mereka pun menuju kantor Hokage. Kakashi duduk di belakang meja kerjanya sementara yang lain berdiri. Sasuke menyuruh Kakashi, "Bawakan kursi untuk Naruto. Dia harus duduk."
"Sasuke!" Naruto protes sedikit malu. "Aku bisa berdiri."
Uchiha terakhir di zaman ini menyipitkan mata ke Kakashi tanpa berkata apa-apa lagi. Kakashi tahu pasti ada alasan di balik permintaan Sasuke jadi ia mengikuti saja. Melirik ke Shikamaru, Nara satu itu agak bingung tapi membawakan kursi buat Naruto. Putra Yondaime Hokage itu menolak tapi Sasuke menaikkan alis menantang dan akhirnya duduk dengan menggerutu.
"Jadi, dari mana kalian berdua selama ini, Naruto?" Tanya Kakashi. Rokudaime Hokage ini menjelaskan bahwa setelah Kaguya disegel, ke-8 bijuu terlepas dari Juubi dan Mugen Tsukuyomi pun secara otomatis berhenti lalu menghilang. Sebelum kematiannya, Obito sekali lagi menggunakan kemampuannya membantu Kakashi dan Sakura keluar dari dimensi Kaguya untuk kembali ke sini. Para bijuu turut membantu Obito hingga mereka pun bisa keluar dari sana.
"Gaara bertanya ke para bijuu dan mereka mengatakan kalau mereka tak bisa menghubungi Kyuubi di tubuhmu, Naruto. Karena Kaguya tersegel, mereka ragu Kyuubi ikut tersegel bersamanya," tutur Tsunade.
Minato menambahkan, "Berdasarkan pengakuan mereka, tak peduli seberapa jauh jarak memisahkan, sesama bijuu bisa saling berkomunikasi. Akan tetapi, mereka berdelapan tak bisa menghubungi Kyuubi-mu."
Sandime pun buka suara, "Walaupun bijuu bisa mati dalam Jinchuriki yang kehilangan nyawa, bijuu bisa bangkit kembali dan setelah hampir setahun, tak ada tanda-tanda Kyuubi dimanapun di dunia ini."
"Itu karena Kurama dan aku belum mati," Naruto jujur.
"Kalau begitu, dimana kalian?" Iruka asked. "Kami semua khawatir dan seluruh negara mencari kalian berdua."
Tobirama menerangkan, "Yondaime cemas pada putranya. Sehingga, kami ikut mencari. Karena itu, Orochimaru belum membatalkan jurus edo tensei."
Sasuke dan Naruto menoleh ke Orochimaru. "Kau membantu mereka, Orochimaru?" Naruto bertanya dengan kentara ragu.
"Kami tak bisa menemukan kalian. Bahkan setelah mengerahkan shinobi tipe sensor. Ada pemikiran bahwa kalian ada di dimensi lain dan hendak dibuat cara melakukan perpindahan dimensi. Tapi, tanpa Sharingan di dunia ini, usaha itu berujung gagal," aku Orochimaru. Bagaimana mungkin dia tak membantu mencari? Sasuke adalah penemuan terbesarnya dan dia tak akan mau melepas pengawasan begitu saja.
Sasuke menatap mereka bergantian, "Apa kalian mencari untuk memasukkanku ke penjara?" Mendengar itu, Naruto menjadi pucat.
"Kami sudah mendiskusikan hukumanmu dengan para Daimyo dan Kage," mulai Kakashi, "Atas keterlibatanmu menyegel Kaguya, kau sudah dimaafkan. Tapi, hanya satu kali ini saja, Sasuke. Jika kau membuat masalah lagi, aku sendiri tak bisa menjamin pengampunanmu."
Sasuke mengangguk, Naruto tersenyum lega pada Kakashi. Uchiha terakhir ini mengatakan, "Aku akan menceritakan apa yang terjadi pada kami tapi jangan menginterupsi dan apa yang kalian dengar di sini, berakhir di sini."
Semua menyetujui untuk merahasiakan informasi tersebut lalu Sasuke menceritakan perjalanannya melintasi waktu ke masa lalu tapi tidak secara detail. Hanya poin penting bahwa mereka pergi ke masa lalu, pembuatan jurus kembali ke masa ini, musim kawin bijuu yang dialami Naruto serta kehamilannya juga tentang Menma, penyegelan Zetsu Hitam serta kemunculan Indra dan Asura. Ia tidak menceritakan pernikahan Senju dan Uchiha. Menma hanya dideskripsikan sebagai anaknya dan Naruto yang hidup di lintasan waktu lain. Diakhirinya dengan, "Kami baru saja tiba di masa ini beberapa menit lalu."
"Naruto hamil?" Sakura kaget. Begitupun yang lain. Terkecuali para Hokage.
Semua Hokage tahu tentang kehamilan pada laki-laki sekalipun sejak zaman kepemimpinan Sandaime, hal tersebut sudah tak dilakukan lagi. Ada gulungan yang diturunkan khusus untuk dibaca Hokage mengenai informasi-informasi tertentu. Termasuk kehamilan pada laki-laki. Minato mendekat ke Naruto yang menengadah menatapnya, "Apa benar kau hamil, Naruto?"
Ia mengangguk, "Ayah... Aku...aku—"
"Tinggalkan kami. Ini masalah keluarga," perintah Sasuke ke Sakura, Shikamaru dan Orochimaru. Sakura sedikit protes tapi Shikamaru mengatakan kalau ini memang hal sensitif dan terlalu pribadi. Sebagai teman, seharusnya mereka memberikan waktu untuk Minato dan Naruto bicara. Orochimaru keluar diikuti Shikamaru, Sakura dan Iruka yang juga nampak ragu tapi tahu batasannya.
"Ada yang perlu kalian tahu," kata Sasuke pada para Hokage setelah yang lain keluar. Ia pun menceritakan keseluruhan perjalanan melintasi waktu yang ditutupinya. Mengenai pernikahan Senju dan Uchiha, perbedaan antara masa depan Menma berada dengan masa ini, ucapan selamat tinggal Para Pendiri Konoha bersama adik mereka. Para Senju terkejut mengetahui Tsunade lahir sebagai cucu Tobirama dan bukan Hashirama.
"Izuna... tetap hidup?" Tobirama nampak terguncang sesaat. Sasuke mengangguk, "Dia mengatakan kalau dia memaafkanmu."
Tobirama kehilangan kata-kata. Tsunade pun tak kalah kaget, "Aku cucu Paman Tobirama di masa depan lain?" Sasuke menjawab dengan anggukan. Ketiga Senju saling bertukar pandang. Hashirama terkesima, "Madara dan aku menikah di masa depan lain..."
Tsunade berkomentar dengan senyum, "Tapi, biarpun kejadiannya berbeda di realita lain, aku masih memiliki darahmu Kek, Paman, bahkan tetap cucu dari Nenek Mito juga. Meski ada seperempat darah Uchiha dalam aku yang lahir di masa depan lain." Ketiganya tertawa kecil sebelum Tsunade menoleh ke Naruto yang tengah bertatapan dengan ayahnya.
"Yondaime Hokage," semua atensi beralih ke Sasuke yang berdiri samping Naruto. Uchiha terakhir di masa ini mendekati Minato dan pandangan mereka saling mengunci beberapa saat. Tetiba, Sasuke membungkuk dalam posisi dogeza (duduk di lantai lalu membungkuk hingga dahi menyentuh lantai). Semuanya terbelalak.
"Sasuke!" Naruto terkaget.
"Aku, Sasuke Uchiha, putra dari Fugaku Uchiha and Mikoto Uchiha, meminta izinmu untuk memberikan putramu padaku," ucapnya tanpa keraguan. "Beribu maaf dan penyesalanku atas kehamilan Naruto terjadi di luar pernikahan dan aku akan bertanggung jawab penuh untuk itu. Aku tak akan meninggalkan sisinya seperti yang kulakukan dulu dan berjanji akan selalu melindunginya serta anak-anak kami sampai akhir kemampuanku."
"Sasuke..." Naruto menjadi merah padam.
"Dengan segala hormat, aku memohon restumu," Sasuke terdengar jujur sekaligus bermartabat. Para mantan Hokage serta Hokage yang sekarang diam menunggu keputusan Minato. Keheningan canggung meraja. Naruto menatap ayahnya dengan khawatir.
Minato menatap Sasuke yang masih di posisi dogeza. Dia bertanya serius, "Apa kau mencintai Naruto?"
Sang putra tambah merah padam, "Ayah! Harus nanya soal itu ya? Tak bisa pertanyaan lain?" Protesnya, diabaikan.
"Dengan seluruh jiwaku," tegas Sasuke tanpa celah. Naruto, walaupun tahu itu dari ikatan batin mereka, hatinya tetap berbunga mendengar pernyataan itu secara lisan. Ia terpana sekaligus tersipu. Minato menoleh ke putranya dan bertanya, "Naruto, apa kau mencintai Sasuke?"
"Hah? Ap—apa?! Ayah... Itu..." Sangat memalukan mendengar ayahmu bertanya soal cinta seperti ini. Naruto tak pernah terbayang akan berada di posisi ini dan tak tahu harus menjawab apa. Akhirnya, dia cuma bisa menghela napas dan menjawab malu-malu, "...ya..."
Minato tersenyum, dia berkata ke Sasuke, "Tolong berdirilah, Sasuke."
Perlahan, Sasuke meluruskan badan sebelum tegak kembali. Ia menatap Minato dengan tenang. Yondaime Hokage berkata, "Semua orang pernah berbuat kesalahan. Masa lalumu bukan patokan untuk menghukum masa depanmu, Sasuke. Aku baru bertemu putaku beberapa hari di perang tapi aku percaya padanya. Dia memilihmu, mencintaimu dan begitupun kau padanya. Aku tak akan di sini untuk melihat kelanjutan hidup kalian berdua membangun keluarga tapi aku bersyukur aku bisa menyaksikan putraku didampingi seseorang yang akan menjadi keluarga mulai sekarang."
Ia tersenyum dan kejujuran kentara di suara, "Aku percayakan putraku padamu, Sasuke. Tolong jaga Naruto."
Sasuke membungkuk sopan dan menerima kepercayaan tersebut.
xxxx
4 tahun kemudian
"Ayah pulang 'kan! Kapan ayah pulang dari Rumah Sakit, Kek?" Menma kecil dengan safir kembar bertanya pada Iruka.
Lelaki yang sudah menjadi kakek angkat itu menjawab, "Sebentar lagi. Nanti akan datang bersama adik kecil." Ia bertanya, "Mainanmu sudah dibereskan ke dalam kotaknya, Menma?"
"Tapi, aku mau main itu semua sama adik bayi," kata Menma.
"Kenapa tidak bermain dengan adik kembarmu?" Tanya Iruka. Menma cemberut, "Aku tidak mau main boneka. Suma tidak asik."
Anak perempuan dengan rambut panjang merah seperti rambut Kushina masuk ke ruangan tengah dengan boneka di tangannya. Wajahnya dan Menma diwarisi dari wajah ayah serta nenek mereka berdarah Uzumaki. Pipi mereka memiliki goresan bak kumis Kyuubi seperti pipi Naruto. Keduanya memakai pakaian rumah khas Uchiha dengan lambang keluarga itu dibelakang. Hanya berbeda warna. Menma memakai warna biru muda, saudari kembarnya memakai warna jingga.
"Kakak juga tidak asik," balas anak perempuan itu.
"Tidak. Suma!" Menma bersikeras. The sister frowned, "Tidak, kakak!"
"Suma!"
"Kakak!"
"Cukup, cukup, kalian berdua, bagaimana kalau berbaikan?" Iruka berlutut, menengahi pertengkaran anak kembar. Mereka memiliki pendirian masing-masing sekalipun wajah bak pinang dibelah dua.
"Tapi, Kakek Iruka—!" Protes Suma terhenti mendengar suara orangtuanya di pintu depan.
"Kami pulang," umum Sasuke. Kedua anak kembar itu senyum lebar dan lari ke pintu depan untuk menyambut ayah mereka. Keduanya berteriak kegirangan bersamaan, "Selamat Datang, Papa, Ayah!
Naruto, tersenyum kepada anak-anaknya, "Kami pulang, Menma, Suma." Kedua mata anak itu berbinar menatap sesuatu dibungkus kain digendongan ayahnya. "Apa itu adik bayi?" Tanya Menma.
Naruto dan Sasuke bertukar senyum. Safir kembar Menma dan sepasang mata ungu Suma tambah bersinar mendengar jawaban Sasuke, "Ya."
"Adik bayi laki-laki atau perempuan?" Suma penasaran.
Naruto hati-hati menunduk lalu berlutut di depan si kembar dan menunjukkan bayi yang digendongnya ke mereka, "Adik bayi kalian laki-laki." Wajah bayi yang tertidur memiliki rambut pirang dengan paras wajah mirip Sasuke dan Mikoto namun ada garis di pipi bak kumis Kurama juga seperti si kembar dan Naruto.
"Menma, Suma, jaga adik bayi ya, namanya Yuma."
TAMAT
