Akrab
Presented by Raniascence
.
Bleach belongs to Tite Kubo
.
Warning : OOC maybe
"Divisi 4 dan 11 itu akrab kok, memang ada bukti bahwa kami tidak akrab?" Isane Kotetsu, letnan divisi 4 akhirnya buka suara ditengah rapat asosiasi shinigami wanita.
"Kupikir juga begitu, justru kalian sering sekali berinteraksi ya Isane-san" perempuan bernama Nanao Ise tersebut tersenyum, ternyata sama saja dengan kapten Shunsui mereka suka sekali meledek orang lain.
Isane terbatuk, wajahnya memerah "sudah-sudah kasihan letanan Kotetsu, wajahnya memerah" Perkataan Rangiku Matsumoto sebenarnya juga sama saja terlebih dengan wajah mengejeknya itu.
"Woahh benar aku sering melihat Isane-chan bersama botak cemerlang " Yachiru dengan suara anak-anaknya membuat seisi ruangan tidak bisa menahan tawanya bahkan kapten Unohana sekalipun.
Isane terjungkal dari tempatnya duduk "H-hey itu tidak seperti kelihatannya, aku memang bertugas merawat luka Madarame-san bukan yang tidak-tidak"
Memalukan sekali pikir Isane, sepertinya ia harus mengurangi acara kunjung mengunjungi dengan Ikkaku.
"Ano, tidak apa-apa kok kalau belum mau mengakui" Nande! Rukia Kuchiki sekarang juga meledeknya.
Oh Kamisama, beruntung pembahasan mengenai dirinya segera selesai sekaligus mengakhiri rapat mereka hari itu.
Isane bergegas kembali ke divisinya, bersama kapten Unohana. Tentu saja mereka masih banyak sekali pekerjaan.
"Kau?" Isane memicingkan matanya yang lurus menatap laki-laki berkepala plontos dihadapannya. Sepertinya darahnya mendidih sampai wajahnya memerah.
"Bisa-bisanya terluka lagi Madarame-san" Isane mengencangkan bebatan di lengan Ikkaku.
"Ahh sakit, kau kejam sekali letnan" Ikkaku meringis karena lukanya dibebat terlalu kencang.
"Tidak bisa ya sehari saja tidak ada goresan di tubuhmu?"
"Kalau itu sih memang tidak bisa"
"Yare yare aku sudah tahu jawabannya" Isane melanjutkan untuk membersihkan luka Ikkaku yang ada di bahu.
"Hmm sebenarnya aku ingin bilang sesuatu"
Ada jeda hening sebentar di tengah percakapan tersebut "Aku sepertinya tidak bisa sering-sering mengunjungimu lagi Madarame-san"
"Kau marah?"
"Tidak, hanya saja sepertinya banyak sekali yang diam-diam mengawasi kita"
"Siapa yang peduli, kau peduli Isane?"
"Tidak juga" Bebatan terakhir selesai, Isane mengecup bahu Ikkaku "cepatlah sembuh dan jangan terluka lagi, lalu biar kau yang mengunjungiku"
"Madarame-san" Isane memekik, lengan laki-laki tersebut sudah melingar sempurna di pinggangnya membuatnya jatuh tepat di atas tubuh laki-laki Madarame tersebut.
"Jangan terlalu memikirkan yang lain, pikirkan aku saja" Ikkaku menghilangkan jarak antara keduanya, mencium Isane adalah hal yang amat sangat ia sukai jadi tolong jangan bilang dia ini mesum ya meskipun ada benarnya.
Ikkaku melepaskan pagutannya sehingga mereka berdua bisa memperoleh oksigen. Setidaknya ciuman tersebut bisa membuat wajah sang letnan divisi 4 memerah.
"M-maaf mengganggu waktu kalian letnan Kotetsu dan Madarame-San" suara Hanataro datang dari balik pintu. Isane cepat-cepat merapihkan dirinya sedang Ikkaku terlihat cuek saja, mungkin sedang berusaha merencakan ingin mencekik atau menendang Hanataro karena sudah mengganggu waktu panasnya dengan Isane.
"Aku kembali dulu, lanjut nanti malam saja" Ikkaku menghadiahi Isane senyum smirk khas miliknya "di tempatmu"
Lagi-lagi maaf ya para pembaca dan fans Bleach garis keras, sejujurnya aku gatau ini tulisan macam apa juga T_T
