kupon (c) reverieve

kuroodai [ kuroo tetsuroo x sawamura daichi ]

romance / rate-T / lowercase-semi baku


tetsuroo menyiapkan hadiah khusus untuk ulang tahun daichi. setumpuk kupon yang penuh kejutan.


masih pukul setengah lima pagi saat daichi membuka mata. di hadapannya ada tetsuroo yang memasang senyum lebar hingga telinga. si lelaki sawamura menggosok mata dan berusaha duduk di ranjangnya. rasanya asing akan presensi tetsuroo yang sudah segar sebelum matahari bangun dari peraduannya.

"pagi, dai! happy birthday!"

oh, hari ini ulang tahun daichi. pantas saja.

"hm pagi." daichi menjawab singkat dengan sersenyum simpul, matanya berkedip-kedip sebelum terasa kembali memberat. tangannya menyambar selimut yang turun hingga pinggang lantas berencana kembali tidur. ini akhir tahun, bahkan hari terakhir dalam satu tahun, esok hari—tak sampai dua puluh jam lagi—tahun akan berganti. ia dan kekasihnya sudah mendapat libur dari masing-masing kantor, lalu apalagi yang bisa dilakukan selain beristirahat di flat kecil mereka?

"jangan tidur lagi, masa birthday boy gak ada semangatnya gini?" tapi, mungkin pria muda kuroo itu punya rencana sendiri.

"aduh, tet, mau ngapain lagi sih? gue ngantuk."

"rayain ulang tahun lo lah!" daichi mengerang malas saat berhasil di dudukkan kembali. "mandi, nanti pasti gak ngantuk lagi."

daichi mengerti, mendebat tetsuroo hanya akan membuatnya kehabisan energi lebih cepat. karenanya lelaki yang baru menginjak usia dua puluh enam itu akhirnya mengangguk dan turun dari ranjang. hampir saja keduanya kembali ribut sebab ide mau mandi sendiri apa gue mandiin dari tetsuroo—tentu daichi segera kabur ke kamar mandi setelah memberi pukulan ringan di kepala kekasihnya.

wangi masakan menyambut daichi yang sudah berganti pakaian. ia melihat tetsuroo menyiapkan sarapan di meja makan. pria dengan rambut hitam yang setengah menutup mata kanannya itu menoleh, kembali memberi senyum lebar pada sang kekasih.

"masih kepagian buat sarapan."

tetsuroo mencebik. "bisa gak sih sekali aja lo gak terpaku sama jadwal lo itu? kecepetan beberapa menit gak bikin mati, dai."

suara tawa daichi tertimbun derit kaki-kaki kursi yang bergesekan dengan lantai kayu. "lo yang masak?"

"pesen, gue panasin doang," si pria kuroo menggeleng saat duduk tepat di hadapan daichi. "gue gak mau bikin lo sakit perut di hari ulang tahun lo sendiri." lagi, daichi tertawa. ia menangkupkan tangan, berdoa untuk makan paginya—yang terlalu awal. tapi, sebelum tangannya memegang sumpit, tetsuroo terlebih dahulu menyentuh jemarinya.

"sebelum makan, gue kasih hadiah dulu." daichi hendak bersuara, mengatakan bahwa ia tak butuh apa-apa lagi, tapi tatap tajam kekasihnya membuat daichi menelan kembali kalimatnya. tetsuroo mengeluarkan satu kotak plastik, kecil, hanya seukuran kartu nama. saat pria itu membukanya, daichi bisa melihat tumpukan kertas tebal.

kupon ulang tahun sawamura daichi.

oh.

mata daichi bergerak dari mengamati hadiah untuknya, kini menatap wajah cerah sang kekasih. tangan pria yang tengah bertambah usia itu terulur mengambil satu kartu. kekeh meluncur dari bibirnya kala membaca isi kupon pertama yang masih tertelungkup.

makan disuapin. kupon berlaku sebanyak tiga kali.

"buset, lo bahkan kasih kotak buat centang sarapan, makan siang, sama makan malem ya," tetsuroo memasang wajah bangga saat daichi meletakkan kartu itu di meja. "langsung boleh dipake apa liat yang lain dulu?"

"terserah, kalo lo udah laper, langsung pake aja."

daichi menimbang. ia belum terlalu lapar, sebab memang belum waktunya ia sarapan. tapi, rasanya akan menyenangkan melihat isi kupon itu satu-persatu. seperti membuka setumpuk kado seharian.

"nanti aja deh, sekarang suapin gue dulu." tetsuroo bersorak sebelum menutup kotak plastiknya. ia berpindah, menarik kursi hingga tepat di sisi sang kekasih dan mulai menyendokkan makanan untuk daichi.

butuh waktu lebih lama untuk mereka menghabiskan sarapan, sebab tetsuroo harus menyuapi daichi, juga dirinya sendiri secara bergantian. sepuluh menit sebelum pukul tujuh, meja makan akhirnya bersih.

tetsuroo menyodorkan kembali kotak plastik di tangannya pada daichi. wajahnya masih sama berseri dengan saat ia mencontreng satu kotak asimetris di kupon pertama.

"kenapa lo kayaknya seneng banget?"

"indirect kiss. masa lo gak nyadar sih?" daichi terkekeh. bagaimana ia bisa tak sadar jika air muka bahagia tetsuroo yang muncul setiap pria itu menyendokkan makanan untuk dirinya sendiri setelah menyuapi daichi.

tak ingin mengganggu sang kekasih yang tampaknya masih memikirkan ciuman mereka, daichi mengambil satu lagi kupon di dalam kotak. dan ia mendengus saat membaca isinya.

morning kiss from kuroo tetsuroo.

dasar.

"lo tuh ya, masih kurang aja indirect kiss tadi."

"lho, ini kado lho. buat lo. bukan buat gue." daichi mencibir, tapi kemudian meletakkan kupon kedua di meja dan menangkup wajah tetsuroo. "kuponnya gue pake sekarang."

dan tanpa menunggu jawaban dari yang lebih tua, daichi menciumnya.

ciuman mereka tak jauh berbeda dari morning kiss yang selalu diberi setelah menyikat gigi setiap hari. tapi, ciuman kali ini entah mengapa terasa lebih lembut dan hangat dibanding sebelumnya. mungkin sebab tetsuroo yang mengeratkan dekap setelah ujung bibirnya bertemu dengan milik daichi, atau bisa juga karena senyum dan tawa pelan si ulang tahun di tiap sela kecupan keduanya.

"kupon ketiga!" begitu napas mereka kembali tenang, tetsuroo membuka lagi kotak plastiknya.

nemenin nonton apapun yang mau daichi tonton di tv.

daichi bisa mendengar napas berat diberikan tetsuroo kala kupon itu selesai dibuka. ia tertawa. biasanya pria kucing itu akan pergi ke beranda, atau mendadak menjadi rajin dan berbelanja saat daichi menyalakan teve di pagi hari. berita pagi adalah acara kesukaan daichi, tapi begitu dibenci tetsuroo.

"ngapain sih nonton orang bertindak kriminal?" gerutu tetsuroo hanya akan dibalas ajakan oleh daichi. dan hari ini, ia tak perlu mengajak, sebab kekasihnya sendiri yang memberi penawaran.

"ini gue pake di lain waktu aja deh kup—"

"eits, gak bisa," tetsuroo berseru dengan wajah pongah. "liat dulu syarat dan ketentuan berlakunya."

daichi kembali mengamati kertas di tangannya. tawanya mengudara begitu kencang saat berhasil menemukan tulisan kecil di sudut kertas: hanya dapat digunakan satu hari, di hari ulang tahun ke-26 sawamura daichi. berlaku selama satu jam.

mengalah, daichi hanya menganggukkan kepala. ia mengambil remote teve dan menyalakan stasiun teve kesukaannya. tangannya tersampir di belakang pinggang tetsuroo, memastikan sang kekasih duduk tenang di sisinya hingga satu jam ke depan. sungguh, melihat wajah mencebik tetsuroo dan gerutuan ringannya adalah hiburan tersendiri bagi daichi.

waktu berlalu, pun dengan kupon di kotak milik tetsuroo. hari ini daichi mendapat begitu banyak kejutan dan hiburan dari kupon-kupon kekasihnya. ia bisa menyuruh tetsuroo membersihkan flat murah mereka, memintanya mengurus cucian di laundry, membelikannya makanan ringan yang biasanya dilarang tetsuroo, hingga mendapat kupon pijat di sore hari.

pukul delapan lewat lima belas keduanya kembali duduk di meja makan. meja kecil itu sudah bersih dari bekas makan malam mereka—akhirnya kupon pertama selesai digunakan. kini hanya ada satu kotak keik yang baru tiba satu jam lalu.

tetsuroo sibuk menata lilin, sementara daichi lebih tertarik mengamati kekasihnya yang masih girang bukan kepalang. rasanya seperti tetsuroo yang berulang tahun hari ini.

"nah, sekarang tiup lilinnya." lampu di sekitar sudah dimatikan—tersisa kamar dan kamar mandi yang cahayanya mengintip dari celah pintu. daichi menggenggam erat tangannya, berdoa untuk kebahagiaannya, juga orang-orang di sekitarnya. khususnya pria yang kini duduk tepat di hadapan daichi.

fyuuuh

lilin mati dan tersisa sinar rembulan menyusup melalui pintu beranda yang terbuka lebar. tetsuroo bertepuk tangan seraya mengusir asap agar cepat menghilang. ia lantas menyodorkan kotak plastiknya.

"satu kupon lagi." ujarnya dan daichi segera menarik kertas itu. tapi, ada dua cincin yang mengkilap di bawah kupon terakhir.

"tet—"

"baca dulu isi kuponnya." daichi terdiam sejenak, ia membuang napas panjang dan membalik kertas di tangannya. tulisan di kupon itu lebih panjang dari isi kupon lainnya. dan saat daichi selesai membacanya, tulisan dengan tinta hitam sederhana itu mengabur dari pandangan matanya.

dicintai sepenuhnya oleh kuroo tetsuroo. kupon berlaku selamanya hanya untuk sawamura daichi. silakan redeem kupon kapanpun dengan cara mengambil cincin di kotak.

tetsuroo menunggu dengan degub jantung bertalu. pembahasan tentang pernikahan sudah sering mereka bawa di keseharian sejak satu tahun lalu dan ia memikirkan cara melamar daichi sudah lebih dari setengah tahun lamanya. tetsuroo tak ingin memaksa kekasihnya, ia hanya ingin menunjukkan bahwa dirinya ingin lebih dari sekedar sepasang kekasih dengan daichi.

"gak perlu jawab sekarang, kupon itu bisa diredeem kapan aj—"

"gue mau," daichi menyambar isi kotak, mengambil satu cincin dan menggenggamnya bersama dengan tangan tetsuroo. daichi bicara dengan wajah menelungkup, dahinya menyentuh punggung tangan tetsuroo. "kupon terakhir ini, gue redeem sekarang," ia mendongak dengan mata berair dan senyum di bibir.

"kuroo tetsuroo, gue mau nikah sama lo."

butuh jeda beberapa detik agar tetsuroo bisa mencerna kalimat daichi. butuh lebih dari sekadar genggaman erat di tangannya agar ia tahu ucapan daichi bukan hanya mimpi. dan saat ia mengerti, tetsuroo segera bangkit dari kursi dan memeluk kekasihnya.

"makasih, makasih, makasih banyak." daichi bangkit dan membalas rengkuh tetsuroo. erat sekali.

cahaya rembulan menghilang di balik awan. mungkin malu sebab wajah sepasang anak adam itu tampak lebih cerah daripada cahayanya. di ruangan yang samar oleh sinar, daichi dan tetsuroo terus mengungkap cinta melalui kecup di seluruh muka.

daichi tak pernah berpikir bahwa ulang tahunnya kali ini akan begitu membahagiakan. dan tetsuroo berjanji dalam hati, bahwa setiap hari ia akan membawa kejutan baru untuk yang terkasih.

[ fin ]