AUTHOR: D'Kyungiesooie

TITLE : Accident Love

Main Cast: Do Kyungsoo (Girl)

Kim Jong In (Boy)

Rated: T

Genre: Romance.

"it's just Fiction Story"

Maaf banyak Typo dan Tidak sesuai dengan EYD. Semoga Bisa Menghibur

HAPPY READING GUYS

.|.

.|.

.|.

===Prolog===

Pagi hari yang cerah menyambut kehidupan di bumi. Matahari perlahan naik ke atas permukaan dan menjalankan tugasnya. Burung-burung meninggalkan tempat peristirahatannya demi memulai sebuah petualangan. Sama halnya dengan manusia yang mulai beraktivitas untuk memenuhi tanggung jawabnya.

Sebuah jalan raya daerah Busan mulai dipadati oleh kendaraan beroda dua dan empat serta pejalan kaki yang berlalu lalang. Di antara banyaknya kendaraan ada sebuah mobil sedan BMW silver melaju dengan tenang. Seorang lelaki dewasa, mapan dan tampan terlihat duduk dengan penuh kharisma di kursi belakang, bagian penumpang. Lelaki itu nampak tenang dengan sebuat tablet PC ditangannya, di layar LCD terpampang sebuah grafik saham yang fluktuatif sebelum kemudian berganti dengan file berisi proyek besar.

~Dush...

Tiba-tiba sebuah bunyi letusan kecil terdengar membuat ketenangan sang lelaki terusik. Mobil yang ditumpangi melaju dengan tidak seimbang

"Apa yang terjadi, supir Han?!" lelaki itu bertanya pada pemegang kendali kemudi.

"Maaf Tuan, sepertinya ban mobil ini meletus." Supir Han berkata seraya mengarahkan mobil ke bahu jalan.

"Saya akan memeriksanya terlebih dahulu." Sopir Han membuka sabuk pengaman dan keluar dari mobil.

Sementara lelaki yang masih berada dalam mobil menghela nafas dan kembali fokus pada tabletnya. Sekitar 5 menit kemudian lelaki itu menonaktifkan tab dan mengangkat kepala. Iris tajam menemukan supir Han berada di tepi jalan dengan tangan melambai. Lelaki itu membuka pintu mobil dan dengan slow motion effect, lelaki itu berdiri tegak dengan kepala menoleh ke samping dan kedua tangan yang memegang kancing jas. Sejenak para pejalan kaki menghentikan langkah demi melihat pemandangan penuh pesona di pagi hari tersebut.

Paras lelaki itu mampu mengalihkan dunia para khalayak, dengan tubuh tegap terbalut jas hitam mewah, kulit tanned sexy, rahang tegas, onyx yang tajam, bibir kissable menggoda yang membuat ludah tertelan susah payah, hidung minimalis namun it's really cute. Perawakan itu benar-benar mendekati sempurna.

"Tuan, kenapa anda keluar?!" suara supir Han menghilangkan dramatis effect yang sedang berlangsung.

"Apa yang terjadi?!" suara lelaki itu terdengar dingin dan arogan.

"Maaf tuan, ban belakang mobil meletus, jadi sepertinya-" supir Han menelan saliva susah payah.

"Anda harus naik bus." lanjut supir Han.

"Apa? Are you jokes me?!"

Tubuh supir Han menggigil mendengar nada dingin sarat kemarahan terlontar dari bibir sang atasan.

"Ma-maaf, Tuan. Sa-saya su-dah berusaha mendapatkan ta-taxi tapi tidak berhasil. Sebentar lagi jam meeting akan datang dan ji-ka ingin menunggu mobil ini membaik, Tu-tuan akan terlambat." supir Han menjelaskan dengan nada gugup.

Lelaki tan menatap jam rolex dipergelangan tangannya dan menghembuskan nafas kasar, tidak ada pilihan lain.

Di sinilah sekarang lelaki arogan itu berada. Berakhir duduk di kursi bus dekat jendela. Duduk dengan layaknya seorang penguasa yang angkuh dan tidak peduli pada sekitar yang memperhatikannya. Hanya dengan tatapan intimidasi berhasil mengalihkan tatapan-tatapan orang dalam bus.

"Sampah!" umpatnya kasar dengan wajah dingin, kemudian kembali fokus pada pekerjaan yang ada di tablet PC.

Selang beberapa menit, bus berhenti di halte. Beberapa penumpang keluar dan masuk mengisi kekosongan. Namun saat itu ada seorang gadis yang masuk paling terakhir dan tidak menemukan kursi kosong. Mata bulatnya mengedar..

~Tring...

Senyum sumringah terbit saat menemukan kursi kosong dibarisan kursi ke dua dari belakang, hanya saja ada sebuah tas hitam yang tergeletak di kursi itu. Gadis itu mengalihkan tatapan pada lelaki yang duduk dikursi sebelahnya.

"Hei, nona! Apa yang kau lakukan di situ! Cepat masuk!" teguran sang supir bus membuat gadis yang sebelumnya berada di samping supir berjalan menuju kursi yang kosong.

Buspun akhirnya melaju.

"Hei, Tuan! Apa ini milikmu?!" tanyanya saat sampai di samping sang lelaki.

"Bisa kau singkirkan!"

~Twich

Kerutan halus muncul dikeningnya melihat lelaki itu mengabaikannya. Gadis itu mulai kesal, namun masih mencoba menahannya.

"Hei, Tuan! Tolong ambil tasmu, aku ingin duduk!" Gadis itu kembali berujar.

"Yak! Kau tuli! Singkirkan tasmu, aku ingin duduk!" akhirnya pekikan kesal keluar mengundang atensi para penumpang lain.

~Twich..

"Hell! Menjengkelkan sekali!" gadis itu meniup pony yang tertutupi topi dengan kesal saat melihat lelaki itu memasang headset ditelinganya.

Akhirnya dengan kaki terhentak, gadis itu terpaksa berdiri dan memegang handle grip yang ada di langit bus. Sepanjang perjalanan, gadis itu memberikan tatapan membunuh pada sang lelaki arogan. Oh, jangan lupa dengan salah satu tangannya yang terkepal kuat di saku jaket kulitnya.

"Brengsek!"

"Arogan busuk!"

"Lelaki sialan!"

"Menyebalkan! Menyebalkan!"

"Aaaarrrghh... bedebah!"

"Huh, lihat saja nanti, akan ku buat kau malu!"

Dewi batin gadis itu terus mengumpati sang lelaki yang nampaknya tidak berpengaruh sedikitpun dengan tatapan membunuh yang dilayangkan padanya.

Setelah 25 menit perjalanan, bus berhenti melaju. Penumpang yang rata-rata pekerja kantoran berdesak-desakan ingin keluar. Melihat tingkah manusia-manusia itu membuat decakan kesal keluar dari bibir sang lelaki arogan. Saat dirinya hendak bangkit, tiba-tiba seorang gadis menubruk bahunya dengan kuat, menghasilkan lelaki itu jatuh, kembali terduduk dengan tidak elitnya di kursi bus.

"Sialan!" umpatnya kasar

"Dasar lemah!" sang pelaku memberikan cibiran dan tatapan mencemoh membuat sang korban melayangkan tatapan membunuh yang sama sekali tidak mempengaruhi gadis itu. Terbukti dengan tenangnya dirinya melenggang keluar dari bus dengan seringai licik.

"Bitch!" desisan kasar keluar dari mulut lelaki arogan yang akhirnya bangkit dari posisinya.

"Hei, tuan! Kau ingin kemana?!"

Lelaki itu menoleh, menatap supir bus dengan intimidasi, membuat sang supir meneguk ludah kasar.

"Bayar dulu, Tuan!"

Lelaki arogan berdecak dan merogoh saku dada jasnya. Lelaki itu mengerutkan kening, karena benda yang disebut dompet tidak ada di sana. Tangannya pun kemudian meraba saku belakang celana, saku depan, tas tangannya, namun tetap benda itu tidak ditemukan.

Sang supir yang melihat tingkah aneh penumpang terakhirnya itu menegur

"Hei, tuan, cepatlah!"

Lelaki menghentikan gerak tangan dan mengangkat wajahnya, saat itu irisnya menemukan seorang gadis yang menyeringai jahil ke arahnya.

"Brengsek!" umpatnya ketika melihat dompet miliknya berada di tangan gadis itu.

"Hei, Tuan! Bayar dulu!" Saat lelaki itu hendak turun, sang supir menahan lengannya. Akhirnya dengan sekali sentakan, jam rolex mewah yang tadinya melingkari pergelangan tangannya terlepas dan kini berada di tangan sang supir.

Dengan penuh emosi, lelaki arogan berlari turun menghampiri gadis yang mencuri dompetnya.

"Hei, pencuri! Kembalikan dompetku, brengsek!" Lelaki itu berteriak seraya mengejar langkah gadis itu. Namun gadis itu berlari dengan gesit.

~Tuk...

Sebuah kaleng minuman menghantam kening mulus sang lelaki.

"Yak!"

"Huh, rasakan itu lelaki arogan!" Gadis itu menoleh ke belakang, tersenyum miring pada lelaki yang mengejarnya.

~Srak...

Pada akhirnya gadis itu berhasil ditangkap. Dengan sekali sentakan, gadis itu menoleh dengan cepat. Gerakan itu membuat topi yang bersemayam di kepala sang gadis terlepas. Slow motion effect kembali terjadi, rambut panjang gadis itu berkibar dengan indah membuat sang lelaki terpesona. Apalagi wajah gadis itu terlihat sangat bersinar ketika diterpa cahaya matahari. Tanpa sadar lelaki itu tertegun, menatap detail paras sang gadis. Alis cantik yang menukik tajam, iris kecoklatan yang mirip burung hantu, bulu lentik yang menggantung kokoh, hidung bangir yang menggemaskan, kedua pipi chubby kemerahan, dan

OH!

Jakun lelaki itu bergerak susah payah melihat lekukan daging tak bertulang, heartshape dan kissable dengan warna red peach.

"Cheonsal!"

~Dugh...

Lamunan lelaki itu buyar dan digantikan rasa nyeri pada area pangkal hidung. Lelaki itu memegang hidungnya dan merasakan lengket dan bau amis, ketika melihat matanya langsung membulat.

Darah...

"YAK!" Lelaki itu refleks meneriaki sang gadis yang memberikan pukulan padanya.

"RASAKAN ITU, AHJUSSI MESUM!"

~Bughh...

Lelaki itu jatuh bersimpuh di trotoar dan memegang perutnya yang terkena hantaman kuat.

"Yak, ukhukk.. ukhukk.. gadis ukhh... tengik!" sang lelaki menatap sayu kepergian gadis yang telah melukainya.

T.B.C

Hai, guys! Aku kembali dengan ff baru! Maaf nih ya, kalau aq post ff ini padahal aq masih punya utang ff yang lain. Tapi, aq ngk akan abaikan ff yang belum selesai itu, ff ini aq buat hanya selingan krn ide untk ff yang belum selsai lagi blank. Lagipula, ff ini ngak panjang kok, palingan 4 atau 5 chapter doang. So, semoga suka.