Akatsuki adalah sebutan untuk angota inti OSIS Konoha International High School (KIS) yang terdiri dari ketua umum serta wakilnya, sekretaris serta wakilnya, bendahara serta wakilnya, dan kepala-kepala bidang. Sakura yang dianggap pantas menjadi satu dari sedikit siswa baru yang bergabung dengan Akatsuki dan menjadi wakil Sasori. Bagaimana kah kisah keseharian mereka?

.

.

Akatsuki, The Student Council

.

.

Disclaimer: Naruto milik Masashi Kishimoyo

Happy Reading!

.

.

Akatsuki adalah sebutan untuk angota inti OSIS Konoha International High School (KIS) yang terdiri dari ketua umum serta wakilnya, sekretaris serta wakilnya, bendahara serta wakilnya, dan kepala-kepala bidang yang terdiri dari bidang Umum, Pengembangan Akademik, Kreasi Seni, Olahraga, Kewirausahaan, Informasi dan Komunikasi, dan Advokasi. Pagi ini, saat jam masih menunjukkan pukul 6 pagi, Akatsuki dan Anggota Osis lainnya tengah mempersiapkan kegiatan orientasi sekolah untuk siswa baru KIS yang akan dimulai sebentar lagi. Setelah 45 menit, seorang siswa bersurai jingga memberi aba-aba untuk berkumpul. Para siswa yang berjumlah lebih dari 20 itu pun berkumpul melingkari siswa jingga tadi.

"15 menit lagi para siswa baru akan tiba. Pemandu kelompok setelah ini langsung masuk ke kelas masing-masing. Zetsu, sebagai koordinator lapangan, pastikan agar kegiatan tepat waktu sesuai jadwal yang telah disusun. Aku sebagai ketua panitia akan berkeliling memantau kegiatan dan Konan bersama beberapa perwakilan penanggung jawab tiap bidang akan stand by di ruang panitia. Dan sisanya, stand by di pos masing-masing. Jika ada masalah, ingat rantai komunikasi kita. Ada yang kurang jelas?" tanya siswa tersebut.

"Pein, aku ingin menambahkan sedikit." Balas seorang siswa bersurai merah.

"Ya, Sasori?" jawab Pein.

"Jangan ada satu pun yang berani memerintahkan hal-hal aneh dan tidak ada kontak fisik sama sekali. Siapa yang melanggar akan langsung berurusan dengan kepala sekolah" Ujar Sasori dengan nada tegas yang dibalas dengan anggukan dari yang lain.

"Terima kasih, Sasori. Ada lagi?" pertanyaan Pein dibalas dengan gelengan kepala.

"Baiklah. Kalau sudah jelas, kita sudahi briefing ini." Setelah itu semua berkumpul mendekati Pein dan mengeluarkan yel-yel sekolah. kemudian semua membubarkan diri kembali ke posisi masing-masing. Setelah semua bubar, Sasori mendatangi Pein dengan beberapa kertas di tangannya.

"Pein." Panggilnya kalem.

"Ya? Oh, sudah kau siapkan?" Sasori mengangguk membalas pertanyaan Pein dan menyerahkan kertas di tangannya kepada Pein.

"Terima kasih, kita bicarakan ini sesudah kegiatan orientasi siswa baru. Sekarang kau bisa kembali ke tugasmu" titah Pein yang dibalas dengan anggukan oleh Sasori. Sasori pun berbalik menuju kelas yang akan dipandunya selama masa orientasi siswa baru KIS. Sesampainya di kelas, Sasori duduk di kursi guru. Tidak lama setelah dia duduk, di dengarnya para siswa baru tengah diatur di lapangan oleh Zetsu. Kemudian terdengar musik senam pagi. Setelah selesai, Zetsu membubarkan siswa baru menuju kelas yang telah ditentukan

"Permisi, apakah ini ruangan untuk kelompok 4?" Sasori mengalihkan perhatiannya ke seorang siswi bersurai merah muda di pintu.

"Ya benar, silahkan masuk."

"Terima kasih, senpai" balas siswi tersebut memasuki kelas diikuti beberapa siswa lainnya. Setelah semua duduk, Sasori memperkenalkan diri dan menyampaikan materi-materi terkait KIS, kehidupan sekolah di SMA, ekstrakulikuler, dan lainnya. Setelah 2 jam, terdengar suara bel. Para pemateri pun menyudahi kegiatan mereka dan mempersilahkan siswa-siswi baru untuk beristirahat. Setelah semua adik kelasnya keluar, Sasori juga ikut keluar menuju kantin. Setibanya di kantin, Sasori malah mendapati kerumunan siswa-siswi baru yang saling berbisik. Penasaran, Sasori pun menuju ke tengah lingkaran mendapati salah satu temannya, Karin, tengah bertengkar dengan seorang siswa baru.

"Dasar kau anak sialan" teriak Karin dengan telunjuk menunjuk muka gadis bersurai merah muda di depannya yang terlihat tenang.

"Senpai, aku sudah minta maaf, apa lagi yang kau harapkan?" ujar gadis itu dengan tenang.

"Berlututlah memohon maaf padaku." Perintah Karin dengan marah. Sementara Sakura hanya tertawa.

"Senpai, yang pertama, aku tidak sengaja dan aku sudah meminta maaf berulang kali. Yang kedua, seberapa mahal harga seragam KIS? Apa perlu kubelikan yang baru agar senpai tidak marah-marah lagi?" balas Sakura santai dan ringan yang memancing beberapa tawa kecil dai kerumunan siswa-siswi baru dan juga Sasori yang menaikkan alisnya menonton perkelahian di depannya.

"K-Kau, kouhai kurang ajar!" Karin melayangkan tangannya sementara siswi baru tersebut menutup matanya. Namun sudah beberapa detik ia tidak merasakan sakit di pipinya. Ia pun membuka perlahan matanya dan melihat sebuah tangan menangkap tangan Karin. Di sampingnya berdiri siswa yang menjadi pemandu kelompoknya.

"Sa-Sasori? A-aku, anak ini yang mencari per-"

"Sudah Karin, aku tidak perlu mendengar pembelaanmu, anak ini sudah minta maaf."

"T-Tapi aku-" cicit Karin yang dibalas dengan tatapan dingin Sasori. Sasori pun mengedarkan pandangannya ke arah kerumunan.

"Sebentar lagi waktu istirahat habis, silahkan bubar." Karin dan siswa-siswi baru pun membubarkan diri. Sasori mengarahkan pandangannya ke gadis merah muda di sampingnya.

"Haruno, 'kan?"

"Ya, Akasuna-Senpai. Terima kasih atas bantuannya"

"Hn, tidak masalah." Sasori pun pergi meninggalkan gadis tadi dan dari arah berlawanan seorang siswi bersurai pirang berjalan dengan panik.

"SAKURAAA, kau baik-baik saja?" siswi pirang tadi menghampiri siswi bersurai merah muda tadi dengan suara yang dapat didengar hingga ke tiga ruangan di sebelah kantin.

"Ugh, aku baik-baik saja, Ino." Balas siswi tadi yang bernama Sakura. Sementara gadis pirang yang dipanggil Ino tadi memperhatikan Sakura dari kepala hingga ujung kaki.

"Kudengar kau bertengkar dengan Uzumaki-senpai, apa yang terjadi?" tanya Ino dengan penuh khawatir.

"Aku tidak sengaja menumpahkan jus ke baju Uzumaki-senpai Ketika kami tabrakan. Dan, ternyata Uzumaki-senpai benar-benar seorang drama queen. Setelah marah-marah, dia hampir menamparku." Sakura menceritakan kejadian barusan.

"Lalu? Dia menamparmu? Sakit? Haruskah kubalas?" Ino dengan penuh ketidaksabaran bertanya sementara Sakura hanya menghela nafas pelan.

"Hampir, tapi Akasuna-senpai menghentikannya."

"Wah, senpai rambut merah yang tadi bicara denganmu ya? Wah, dia tampan sekali" Sakura hanya memutar bola matanya malas menanggapi Ino yang pantang lihat laki-laki tampan.

"Aku mau membeli jus lagi, kau ikut?" tanya Sakura pada Ino.

"Tentu, semoga kali ini kau tidak menumpahkannya pada senpai lain, hahaha" Sakura hanya tertawa kecil mendengarnya. Setelah membeli minuman keduanya duduk di bangku kosong dan meminum jus sekalian berbincang. 10 menit setelah itu, bel pun berbunyi. Sakura dan Ino berdiri, membuang kotak jus dan berjalan menuju lapangan yang telah dipenuhi siswa-siswi baru. Keduanya pun berpisah karena mereka berada di kelompok yang berbeda.

Zetsu selaku koordinator lapangan untuk kegiatan orientasi mengumumkan mereka akan bermain beberapa permainan yang disambut sorakan gembira dari para siswa baru. Zetsu pun mengintruksikan para siswa baru untuk kembali ke setiap pemandu. Para siswa baru berjalan menuju pemandu mereka yang telah tersebar di lapangan, begitu juga dengan Sakura dan teman-temannya.

Mereka pun bermain beberapa permainan yang melatih kepemimpinan, kerja sama, dan kemampuan memecahkan masalah. Namun, ditengah keseruan bermain, salah seorang siswi di kelompok Sakura tiba-tiba jatuh pingsan. Beberapa siswi di kelompok Sakura mulai panik dan mengerubungi siswi yang pingsan. Di tengah kepanikan, Sakura dengan cepat menghampiri siswi yang pingsan tersebut dan memberi intruksi dengan tegas.

"Beri ruang, mundur." Perintah Sakura yang langsung dijalankan teman-temannya. Setelah itu Sakura memeriksa pernafasan siswi tersebut dan kemudian mencoba membangunkan siswi yang pingsan tadi.

"Hyuuga-san? Bisa kau dengar aku, Hyuuga-san?" Panggil Sakura. Perlahan siswi tersebut membuka matanya. Tidak lama kemudian panitia menghampiri mereka dengan tandu. Setelah itu kegiatan dilanjutkan kembali hingga pukul 12 siang. Setelah itu Zetsu mengumpulkan semua siswa-siswi baru di lapangan. Setelah mengucapkan terima kasih dan permohonan maaf, kegiatan orientasi KIS pun diakhiri dengan tepuk tangan yang meriah. Setelah itu seluruh murid baru kembali ke kelas untuk mengambil barang-barang mereka. Setelah mengambil tasnya, Sakura menghampiri Sasori yang berdiri di dekat pintu.

"Ano, senpai, kalau boleh tau Hyuuga-san sekarang dimana?"

"Dia masih di ruang UKS, ada apa?" Sasori mengarahkan manik hazelnya dengan malas ke Sakura.

"Aku ingin mengantar tasnya sekalian melihat keadaannya, apakah boleh, senpai?" tanya Sakura yang dibalas dengan anggukan dari Sasori. Sakura pun melangkahkan kakinya menjauh, namun setelah beberapa langkah, Sakura kembali mendatangi Sasori. Sasori yang melihatnya hanya menaikkan alisnya seakan bertanya mengapa Sakura kembali.

"Etto senpai, ruang UKS dimana ya?" tanya Sakura pelan. Sasori hanya menghela nafas pelan.

"Ikuti aku." Balas Sasori singkat dan langsung berjalan diikuti Sakura yang mengekorinya dengan membawa tas milih siswi tadi. Keduanya berjalan dalam diam menyusuri lorong-lorong gedung sekolah. keduanya pun tiba di ruang UKS. Sakura masuk ke dalam sementara Sasori menyandarkan badannya ke bingkai pintu, menyaksikan kedua adik kelasnya dalam diam.

"Hyuuga-san, bagaimana keadaanmu?" Tanya Sakura setelah berada di sisi siswi tersebut.

"E-etto, aku sudah baikan. A-arigatou Haruno-san." Balas siswi tadi.

"Tidak masalah, Hyuuga-san, panggil saja aku Sakura, Hyuuga-san" balas Sakura dengan senyum ramah.

"B-baik, Sakura, kalau begitu panggil aku Hinata."

"Baik, Hinata. Kau sanggup berdiri?" tanya Sakura yang dibalas dengan anggukan oleh Hinata.

"Kalau begitu ayo, kutemani kau pulang. Aku juga sudah membawakan tasmu" Sakura mengulurkan tangannya membantu Hinata berdiri.

"A-ano Sakura, aku tidak mau merepotkanmu."

"Tidak, aku tidak kerepotan sama sekali. Kita kan teman"

"B-baiklah kalau begitu, te-terima kasih banyak Sakura." Ujar Hinata yang dibalas dengan anggukan oleh Sakura. Keduanya berjalan beriringan pelan dan mendapati Sasori yang masih berada di sana memainkan ponselnya.

"Eh, kukira Akasuna-senpai telah pulang." Ujar Sakura mengalihkan perhatian Sasori dari ponselnya.

"Kutemani kalian pulang" balas Sasori singkat dan mulai berjalan. Namun, mendapati Sakura dan Hinata hanya terdiam, Sasori kembali memanggil keduanya. Mereka bertiga pun berjalan beriringan meninggalkan sekolah dalam keheningan.

"Ano senpai, kalau boleh tau kenapa kau ikut kami?" Tanya Sakura pelan memecah keheningan.

"Kalau dia pingsan lagi, bisa-bisa pihak sekolah disalahkan karena siswa barunya pingsan di jalan sepulang dari orientasi sekolah" balas Sasori melihat Sakura dari ujung matanya.

"Ooh. Ah, kita sudah tiba di rumah Hinata. Senpai pulang lah, Hinata sudah sampai di rumah dengan aman." Ujar Sakura yang dibalas dengan anggukan Sasori. Setelah mengantar Hinata ke dalam, Sakura pun melanjutkan perjalanan ke rumahnya. Sementara itu Sasori sudah berjalan kembali ke arah sekolah. masih ada hal yang perlu ia diskusikan dengan Pein. Tiba-tiba ponselnya berbunyi menampilkan nama Pein.

"Ya?" Sasori mengangkat panggilan dari Pein.

"Orientasi sudah berakhir sejak tadi, kau dimana?" Tanya Pein sedikit kesal.

"Ah itu, aku mengantar Hyuuga yang pingsan tadi," balas Sasori santai.

"Begitu, segera kembali ke sekolah." Perintah Pein.

"Hn." Sasori memasukkan ponselnya kembali ke saku celananya. Setelah berjalan beberapa menit, Sasori tiba kembali di sekolah. Ia melangkahkan kakinya menuju ruang OSIS KIS. Setibanya di ruang OSIS, di dalamnya telah dipenuhi oleh anggota inti OSIS KIS yang bernama Akatsuki. Ruangan telah diatur untuk rapat. Di bagian ujung tampak Pein duduk. Sasori duduk di kursi kosong. Setelah Sasori duduk, Pein buka suara.

"Baik, karena Akatsuki sudah lengkap, sekarang kita lanjut membahas kaderisasi OSIS untuk periode ini. Jabatan yang masih kosong adalah wakil sekretaris, kepala bidang advokasi, dan kepala bidang pengembangan akademik. Berhubung pada saat pergantian sebelum semester ini dimulai kita belum menemukan kandidat yang tepat, sebagaimana yang terjadi setiap tahunnya, kita merekrut pemegang jabatan tersebut dari siswa-siswi kelas 1. Untuk itu aku sudah meminta Sasori mencari kandidat yang cocok dan Sasori telah menemukannya. Data siswa yang dipilihnya ada di kertas di hadapan kalian. Selanjutnya kuserahkan pada Sasori untuk memaparkan hasilnya.

"Ada beberapa siswa baru yang memiliki potensi, namun tiga ini yang paling menonjol." Pein dan anggota lainnya membolak-balikan beberapa kertas di tangannya. Kemudian menatap Sasori menuntut penjelasan lebih.

"Yang pertama, Sakura Haruno. Salah satu siswa terpintar di SMP Swasta Sunagakure dan juga pemegang nilai tertinggi di tes KIS dan penerima beasiswa eksklusif KIS. Selama di SMP, ia menjabat sebagai Sekretaris OSIS di tahun kedua dan dipilih sebagai Ketua Osis di tahun ketiganya. Dikenal dengan sifat yang ramah, rajin, dan pemberani. Namun, ceroboh, sangat keras kepala, dan beberapa gosip mengatakan sedikit pembangkang. Ia juga memiliki kemampuan problem solving dan kepemimpinan yang baik serta mampu bertindak dengan baik di bawah tekanan"

"AH, anak ini, yang tadi bertengkar dengan Karin, bukan?" tanya salah seorang anggota yang bersurai putih.

"Ya, Hidan. Anak ini tadi bertengkar dengan Karin." Jawab Sasori yang dibalas dengan tawa Hidan.

"Hahahahaha, aku suka anak ini" ujar Hidan yang disetujui beberapa anggota lain.

"Potensi menjadi pembangkang, apa tidak apa?" tanya seorang siswa yang memiliki garis di wajahnya.

"Aku sengaja menjadi pemandunya untuk mengobservasi langsung. Dia respek terhadapku juga terhadap temannya. Kurasa dia akan baik-baik saja jika tidak ada yang mencari masalah padanya, Itachi. Bagaimana menurutmu Pein?" tanya Sasori ke ketuanya.

"Kurasa tak masalah, aku percaya pada Sasori. Lagipula sifat pembangkang menunjukkan bahwa dia kritis terhadap perintah, hal yang cukup baik. Dan pertanyaannya sekarang adalah, di posisi mana aku harus tempatkan dia?"

"Hm, kurasa kita bisa menempatkan dia menjadi wakilmu, Sasori. Pengalamannya sebagai sekretaris cukup baginya untuk menjadi wakil sekretaris umum yang baik," usul satu-satunya perempuan di ruangan itu yang dibalas dengan anggukan yang lain.

"Ide bagus, Konan. Bagaimana Sasori? Kau setuju?" tanya Pein mengarahkan atensi ke Sasori.

"Tidak masalah bagiku." Balas Sasori singkat.

"Baik, kalau begitu kita putuskan Sakura Haruno akan menjadi wakil sekretaris umum. Sekarang kita bahas dua kandidat lain. Sasori, silahkan"

"Ya, Pein. Berikutnya adalah Sasuke Uchiha." Mendengar Uchiha, semua menatap Itachi yang juga bermarga Uchiha.

"Sebelum kalian tanya, ya itu adikku. Dan tidak, aku tidak tau dia masuk kandidat Akatsuki" ujar Itachi.

"Sasuke Uchiha, saingan akademik Haruno Sakura di tes masuk KIS. Sasuke menduduki peringkat dua. Berasal dari SMP Internasional Konoha. Memiliki kemampuan problem solving yang cukup baik. Semasa SMP pernah menjabat sebagai kepala bidang akademik dan menjadi wakil ketua di tahun ketiga. Dia orang yang perfeksionis namun sangat tertutup. Kurasa dia tidak akan cocok di advokasi, bagaimana menurut kalian?" tanya Sasori.

"Aku setuju dengan Sasori, advokasi harus memiliki kemampuan sosial yang tinggi. Baiknya tempatkan di pengembangan akademik, dia juga punya pengalaman di sana." Balas siswa bersurai pirang.

"Aku setuju dengan Deidara, baiklah kita tempatkan ia di pengembangan akademik, ada sanggahan?" tanya Pein yang dibalas dengan gelengan.

"Dan terakhir, Naruto Uzumaki, berasal dari sekolah yang sama dengan Sasuke, bahkan partner Sasuke di OSIS. Ya, dia menjabat sebagai ketua OSIS. Anak yang ceria, ramah, namun teledor, kadang terlalu goofy. Namun cukup bertanggung jawab dan sangat pintar bersosial. Jadi kurasa ia tepat di advokasi." Jelas Sasori yang dibalas dengan anggukan.

"Baik, terima kasih, Sasori dan juga yang lain atas waktunya. Kita akan melaksanakan perekrutannya besok saat pengenalan organisasi. Sekarang silahkan bubar." Pein membubarkan rapat saat itu. Sasori ikut berdiri membereskan kertas di mejanya. Diangkatnya kertas berisikan data Sakura. Setelah memperhatikan sebentar, Sasori tersenyum tipis dan menyimpan kertas-kertas tadi ke dalam tasnya.

.

.

.

TBC

.

.

.

Yo Minna!

Balik lagi nih dengan fanfic yang dibintangi oleh Saku-chan dan organisasi kriminal favorit kita semua, AKATSUKEHHH! *peluk Sasori*

Ide ini muncul setelah saya publish fanfic Sakura bareng Akatsuki juga, bedanya yang itu cannon dan yang ini AU. Chapter pembuka ini rasanya cepat banget ya. Saya habis ide soalnya, hehehe.

Yosh, review dan sarannya ditunggu ya, biar semangat nulis lanjutannya, hoho.