Disclaimer: Naruto Milik Masashi Kishimoto

.

.

.

Black, Red, and Pink

Main Chara: (Sakura Haruno X Sasori) and Akatsuki

.

.

.

"Aku ingin kau menjadi anggota Akatsuki"

"A-APA?" Sakura tanpa sadar meneriaki pria di hadapannya yang hanya memasang ekspresi datar.

"Ma-maaf, maksudku, kau serius?" tanya Sakura pelan dan ragu.

"Ya." balas pria tadi singkat.

"T-tapi, aku hanya ninja lemah." Ujar Sakura.

"Ya, aku tau itu."

"Kalau begitu kenapa kau ingin aku yang lemah ini bergabung dengan organisasi yang beranggotakan para ninja rank-S?" Pria tadi menatap Sakura dengan intens.

"Kau murid Tsunade, bukan?" tanya pria tadi yang dibalas dengan anggukan dari Sakura.

"Kami sudah memperhatikanmu beberapa minggu ini. Kau memiliki potensi. Pengendalian chakra yang baik, bakat sebagai medic-nin, dan kemampuan taijutsu yang mumpuni" ujar pria tadi dengan tetap memperhatikan Sakura yang terlihat bimbang.

"Apa yang terjadi kalau aku menolak?"

"Terpaksa kami bunuh." Jawab pria tadi dengan tegas dan dingin. Sakura terlihat menunduk dan berpikir cukup lama. Ia mempertimbangkan banyak hal. Haruskah dia menerima tawaran dari pria di depannya dan mengkhianati desanya atau menolaknya dan terbunuh. Setelah mempertimbangkan berbagai hal, Sakura mengangkat kepalanya menatap pria tadi.

"Baik, kuterima tawaranmu" balas Sakura yakin.

"Pilihan bagus. Baiklah, kau boleh keluar." Sakura pun berdiri, membungkuk singkat dan berjalan menuju pintu keluar. Setelah keluar, didapatinya wanita tadi masih berdiri di dekat pintu melipat beberapa origami. Setelah melihat Sakura, kegiatannya pun berhenti.

"Melihat kau masih utuh, kuasumsikan kau telah menerima tawaran Pein. Sebentar lagi sarapan, bisa bantu aku?" tanya wanita tadi sedikit lebih hangat ketimbang tadi walaupun masih terasa dingin dan datar.

"Ah, tentu" balas Sakura.

"Konan." Ujar wanita tersebut pelan. Sakura yang mendengarnya hanya menatap wanita tadi dengan bingung.

"Maaf?" tanya Sakura.

"Namaku Konan" jawab wanita tadi.

"Oh, aku Sakura. Senang berkenalan, Konan-san" balas Sakura yang dibalas dengan anggukan dari Konan. Mereka berdua pun tiba di dapur. Di sana telah berdiri seorang pria bersurai hitam Panjang yang menggunakan celemek dan tengah mempersiapkan makanan.

"Kau sudah mulai masak, Itachi?" tanya Konan yang dibalas dengan anggukan Itachi yang tidak memalingkan pandangannya. Konan dan Sakura mengambil dan menggunakan celemek yang tergantung. Setelah itu, ketiganya tenggelam dalam kegiatan masak-memasak tanpa ada pembicaraan. Setelah 45 menit memasak, ketiganya mulai menyajikan makanan di meja makan Akatsuki. Tidak lama anggota-anggota lain berdatangan ke ruang makan dan mengambil tempat di kursi kosong di sekeliling meja.

"Sasori, ini perempuan yang kau bawa pulang semalam?" tanya seorang pria bersurai putih dengan nada sedikit mesum menunjukkan jarinya ke Sakura yang dibalas dengan tatapan tajam dari orang yang dipanggilnya.

"Jangan berkata seolah aku pergi ke tempat remang-remang dan menyewa wanita di sana" balas pria yang dipanggil Sasori tadi dengan datar. Sementara pria bersurai putih itu hanya terkekeh pelan dan tawa kecil dari beberapa orang di sana. Tidak lama kemudian, pria bersurai jingga tiba dan menduduki kursi paling ujung.

"Ohayou, Leader-sama" ujar beberapa orang yang dibalas dengan anggukan dari pria tadi. setelah ia duduk, mereka pun mulai makan dalam hening hingga selesai.

"Setelah ini, segera berkumpul di ruang rapat." Perintah pria jingga teersebut meninggalkan meja makan. Beberapa orang termasuk Sakura langsung berdiri menuju ruang rapat, sementara dua di antaranya tinggal untuk membereskan meja makan dan dapur. Tidak lama keduanya pun menyusul ke ruangan rapat yang hanya menyisakan dua kursi kosong. Setelah semua duduk, pria yang dipanggil "leader" tadi pun berdiri.

"Aku mengumpulkan kalian semua di sini untuk mengumumkan bahwa kita memiliki anggota baru. Silahkan perkenalkan dirimu, Sakura." Sakura dengan tanggap berdiri untuk memperkenalkan dirinya.

"Ano, perkenalkan, namaku Sakura Haruno dari Konoha." Sakura membungkukkan badannya setelah berbicara dan kembali duduk. Namun hal itu dihentikan oleh Konan.

"Coret hitai-ate sebagai simbolis kau bergabung dengan Akatsuki." Perintahnya kalem yang diiyakan oleh yang lainnya dengan mengangguk perlahan. Sakura pun kembali berdiri, mengambil hitai-ate miliknya yang sedari tadi berada di saku celananya. Dipandanginya hitai-ate miliknya dengan ragu. Namun ia telah memilih jalannya dan takada jalan kembali. Dengan yakin Sakura mengangkat kunai dan mencoret hitai-ate miliknya.

"Selamat, kau resmi bergabung dengan Akatsuki. Sekarang saatnya kami yang memperkenalkan diri. Aku Pein, ketua Akatsuki." Ujar Pein yang disusul yang lainnya.

"Aku Konan, kau sudah tahu, bukan?" ujar satu-satunya wanita selain Sakura di sana yang dibalas dengan anggukan Sakura.

"Kami Zetsu" ujar pria dengan badan hitam putih dan sebuah tudung venus flytrap.

"Kisame, Kisame Hoshigaki. Senang melihat Konan akhirnya mendapat teman wanita" ujar pria bewarna biru sambil tersenyum memamerkan gigi-giginya yang runcing.

"Uchiha Itachi." Ujar pria bersurai hitam panjang tersebut singkat dan dingin yang mengingatkan Sakura pada adik Itachi yang merupakan teman setimnya, Sasuke.

"Aku Deidara, un." Ujar pria bersurai blonde dengan poni menutup matanya. Pria ini mengingatkan Sakura pada sahabat, atau orang yang dianggapnya sahabatnya, Ino.

"Sasori." Ujar singkat seorang pria bersurai merah dengan singkat dan malas.

"Hai Sakura-chan, aku Tobi, Tobi adalah anak yang baik." ujar seorang pria bertopeng lollipop dengan riang.

"Aku Kakuzu, selalu bayar uang kasmu tepat waktu" pria bercadar tersebut kembali menghitung uangnya setelah berbicara.

"Dan aku Hidan, salam kenal, pinky bitch" ujar pria bersurai putih dengan cengiran kecil. Sakura kembali berdiri dan membungkukkan badannya.

"Salam kenal semuanya." Ujar Sakura. Setelah Sakura duduk, Pein kembali buka suara.

"Baiklah Sakura, kau akan menjadi partner Sasori." Putus Pein sepihak. Deidara terlihat ingin protes namun diurungkan niatnya.

"Sasori akan bertanggung jawab dengan pelatihanmu, patuhi perintahnya. Dan Sasori, latih dia sebaik mungkin" Perintah Pein kepada Sakura dan Sasori.

"Ha'i, Leader-sama." ujar keduanya serentak. Setelah itu Pein membubarkan anggotanya dan berdiri meninggalkan ruangan yang diikuti anggota-anggotanya. Ketika sudah berada di luar, Sasori dicegat oleh Sakura.

"Sasori-san, kapan kita bisa mulai Latihan?" tanya Sakura.

"Hn, terserah padamu" balas Sasori malas.

"Kalau begitu, bagaimana kalau sekarang?"

"Istirahatlah dulu dan biasakan dirimu di sini" ujar Sasori yang kemudian meninggalkan Sakura.

"Hei anak baru, berani-beraninya kau merebut Sasori-danna, un." Deidara dengan marah menghampiri Sakura.

"A-ano, maaf Deidara-san, aku tidak bermaksud begitu" Sakura sedikit membungkukkan badannya yang membuat Deidara gelagapan.

"H-huh, awas saja kalau kau menyusahkan Sasori-danna, un." Deidara langsung meninggalkan Sakura disusul Tobi yang berdadah ria ke Sakura sebelum berlari menyusul Deidara.

"Ah, Sakura-san" Sakura berbalik mendapati Kisame yang tengah berdiri di belakangnya.

"Ya, Kisame-san?"

"Aku dan Itachi berencana akan berjalan-jalan sebentar di kota kecil dekat sini, kau mau ikut?" tanya Kisame yang dibalas dengan anggukan antusias dari Sakura.

"Bersiap-siaplah kalau begitu, gunakan jubahmu, kita berangkat 5 menit lagi" balas Kisame memamerkan gigi runcingnya. Sakura langsung berlari menuju kamarnya. Sesampainya di sana, disimpannya hitai-ate nya di laci meja di samping kasurnya. Ia menyisir rambut merahnya dengan semangat merapikan kaos putih dan celana selututnya. Diambilnya dan dikenakannya jubah miliknya yang digantung dibalik pintu kamarnya. Setelah itu ia keluar menuju pintu gua mendapati Kisame dan Itachi yang sudah menunggunya dengan jubah abu-abu yang menutupi tubuh dan kepala mereka. Sakura pun mendekati mereka kemudian menggunakan sepatu ninjanya.

"Terima kasih sudah menunggu, Kisame-san, Itachi-san. Aku sudah siap" Itachi menggumam dan mulai berjalan setelah mendengar Sakura, diikuti oleh Kisame dan Sakura.

"Itachi tidak banyak bicara, jadi kuharap kau mengerti dan tak menganggapnya tak sopan, Sakura-san" ujar Kisame.

"Ah, tidak usah dipikirkan Kisame-san, salah satu anggota timku dulu juga dingin seperti Itachi-san, hehe" Sakura menyengir sementara bahu Itachi menegang. Ketiganya mulai melompati dahan-dahan pohon hutan yang sangat lebat. Jubah bertudung yang menutupi tubuh dan kepala ketiganya berkibar mengikuti angin dan pergerakan mereka.

"Sakura-san, kudengar kau belajar dari hokage kelima, apa kau mempelajari ilmu medis darinya? Kata orang-orang dia yang terbaik" Tanya Kisame.

"Etto, begitulah, Tsunade-sen-, maksudku Hokage Kelima sangat ahli sebagai ninja medis." Jawab Sakura dengan raut dan nada sedikit sedih yang disadari oleh Kisame.

"Ah, maaf Sakura-san" ujar Kisame mengalihkan pandangan ke Sakura.

"Eh, maaf untuk apa Kisame-san?" tanya Sakura pelan.

"Itu, ah, tidak ada, lupakan saja, Sakura-san" Sakura memilih tidak menjawab Kisame lagi dan kembali fokus melompati dahan pohon. Beberapa menit kemudian, pohon-pohon di hutan mulai jarang. Mereka bertiga kemudian tiba di sebuah tanah lapang. Tak jauh dari sana, terlihat sebuah pasar di sebuah desa yang kecil.

"Kita sudah sampai" Kisame merentangkan tangannya di udara yang dibalas tawa kecil dari Sakura.

"Apa yang biasa kalian lakukan di sini?" tanya Sakura pada Kisame.

"Hm, apa ya. Terkadang kami cuma duduk makan dango, mochi, atau cemilan lain sambil memperhatikan orang-orang. Mari kutunjukkan warung dango langganan kami." Kisame berjalan diikuti Sakura dan Itachi. Mereka bertiga tiba di sebuah warung kecil dengan beberapa bangku di depannya. Tidak lama pemilik warung datang membawa tiga piring dango. Setelah mengucapkan terima kasih, Sakura menerima piring dango yang diberikan padanya dan mulai menikmati cemilan manis tersebut.

"Jadi, Sakura-san," Kisame buka suara. "Kau akan tetap menggunakan margamu?" tanyanya.

"Sepertinya begitu." Jawab Sakura.

"Kenapa?" tanya Kisame lagi sementara Itachi hanya diam mengamati percakapan dua rekannya.

"Etto, entahlah, aku belum terlalu memikirkannya." Balas Sakura setelah berpikir sebentar.

"Pilihan menggunakan nama keluarga adalah pilihan yang besar ketika kau menjadi seorang kriminal, Sakura-san. Kau lihat, di Akatsuki hanya aku dan Itachi-san yang masih menggunakan nama keluarga kami." Ujar Kisame yang membuat Sakura mengernyitkan dahi.

"Kalau begitu, kenapa kau menggunakan margamu, Kisame-san?" Sakura balik bertanya pada Kisame.

"Ejekan bagi keluargaku. Seorang Hoshigaki menjadi anggota Akatsuki, bukankah itu ejekan yang hebat." Jawab Kisame dengan senyum miring.

"Begitu. Kalau boleh tau, bagaimana denganmu, I…Itachi-san" Sakura mengalihkan pandangannya ke Itachi yang berhenti dari kegiatannya menikmati dango.

"Akan kujawab kalau juga punya jawabanmu." Jawab Itachi singkat dan datar. Setelahnya mereka bertiga kembali menikmati dango sambil berbincang-bincang. Atau lebih tepatnya Sakura dan Kisame berbincang sementara Itachi hanya diam dan sesekali memberi respon berupa anggukan dan gelengan. Kemudian Sakura mengarahkan perhatiannya ke jalanan dan menegang melihat tiga orang yang sangat dikenalinya.

"Cepat sedikit, Ino!" telinga Sakura seakan berdiri mendengar nama yang sangat familiar baginya. Ia meletakkan piring dango di tangannya ke sebelah kirinya yang kosong. Setelah itu diturunkannya tudung jubahnya hingga benar-benar menutupi seluruh kepala dan rambutnya. Kisame yang awalnya ingin bertanya mengurungkan niatnya ketika Itachi memberi isyarat menunjuk kepada tiga ninja yang terlihat menggunakan hitai-ate Konoha.

"Mereka tidak akan mengenalimu." Itachi sedikit berbisik ke Sakura.

"Kau yakin Itachi-san?" tanya Sakura sedikit mengangkat kepalanya yang dibalas dengan anggukan pelan dari Itachi yang kembali menikmati dango miliknya yang diikuti oleh Sakura dan Kisame. Setelah piring ketiganya habis, Kisame membayar dan mengajak kedua rekannya pulang. Mereka bertiga berjalan kembali ke arah hutan. Berjaga-jaga, Sakura menundukkan pandangannya hingga tudunya menutupi wajahnya dengan sempurna. Setelah agak dalam memasuki hutan, baru Sakura menaikkan sedikit tudungnya agar dapat melihat dengan baik.

"Kau baik-baik saja, Sakura-san?" Tanya Kisame dengan khawatir.

"Tenang saja, Kisame-san, aku baik-baik saja" balas Sakura dengan sedikit senyum yang agak dipaksa. Saat ini pikiran Sakura bercabang ke sana dan ke sini. Ia mulai mempertanyakan keputusannya, masa lalunya, dan semua hal yang terjadi belakangan ini. Apakah bergabung dengan Akatsuki adalah pilihan yang benar? Sakura pun sesungguhnya tidak yakin namun ia rasa ini pilihan terbaik untuk saat ini, biarkanlah waktu berjalan menjawab semua keraguannya.

.

.

.

TBC

.

.

.

Yo minna!

Akhirnya update lagi. Makasih banyak buat feedback positifnya, saya senang sekali. Saya tidak tau ini alurnya kecepatan atau lamban banget, yang penting semoga mudah dipahami ya. Maaf juga kalo ada kesalahan di sana sini, saya masih amatiran sih, hehe. Kemarin saya lupa cantumin, pairing utamanya Sasori x Sakura ya, pairing favorit saya, hoho. Btw ngeh ga sih kalo maksud Black dan Red itu Akatsuki dan Pink nya itu Sakura?

Oh iya, saya juga punya satu fanfic lagi dengan pairing SasoSaku dan Akatsuki. Bedannya yang itu setting nya AU. Silahkan dicek ya, judulnya "Akatsuki, The Student Council".

Okeh itu aja, sekali lagi makasih dan semoga kalian suka. Tinggalin jejak dan feedback nya ya. Doakan bisa update lagi dalam waktu dekat!

With Love,
Sorachi Na-Chan