"Kau lama sekali Tobi-!"
Obito yang baru saja kembali untuk meminjamkan kekuatan terakhirnya pada Kakashi terdiam ketika suara cempreng Deidara terdengar. Ia menatap sepuluh orang yang dikenalnya semasa hidup, dan yang lebih membuat Obito bingung mereka merupakan mantan anggota Akatsuki.
"Jadi wajahmu memang jelek... pantesan ditutupi dengan topeng," Deidara kembali bersuara, hasilnya Obito menggaruk kepala karena bingung. Tidak mungkinkan kami-sama tega menempatkan ia bersama orang-orang zalim ini di neraka?
Tadi perasaan Obito bertemu dengan Rin, yang ia yakini di surga tapi. Kenapa dia tersesat ke neraka dan bertemu cecunguk-cecunguk ini.
"Kau tahu si bangsat maniak bom, aku tidak berakting menjadi Kohai yang baik lagi saat ini-! Sekali lagi kau mengataiku, aku akan membakarmu sampai mati!" Ujar Obito yang membuat seluruh anggotanya menahan tawa.
"Jadi ini bocah polos yang konyol bernama Tobi itu-?" Timpal Kakuzu, belakangan ia tahu orang bernama Tobi tersebut merupakan pencetus perang dunia shinobi.
"Tch... jangan panggil aku dengan sebutan bocah maniak uang!" Teriak Obito yang disambut gelak tawa dari yang lainnya. Obito terdiam sekali lagi, telat menyadari bahwa pria bernama Pain juga hadir, padahal dulu ia hanyalah sebuah boneka yang dikendalikan dengan Rinnegan.
"Kau memiliki anggota yang lucu Nagato... Yang ini dipanggil maniak bom, dan yang bermasker maniak uang... terus apa nggak ada maniak perempuan gitu?"
"Tidak-tidak... belum ada yang kek gitu. Biar ku perkenalkan anggota baru kita Yahiko-!" Nagato mulai menunjuk satu persatu anggota Akatsuki. "Si maniak bom, Deidara. Maniak boneka, Sasori. Kakuzu maniak duit, Hidan maniak ...??"
Nagato berpikir sejenak, untuk si Hidan gelar apa yang pantas diberikan padanya.
"Panggil aja dia Psikopat-!" Timpal Itachi yang membuat emosi Hidan meledak.
"Psikopat? Dasar tembok sialan-! Datar se datar tembok..." Hidan ingin sekali mencerca Itachi, tapi hawa pembunuh datang dari Konan tanpa sebab sehingga nyalinya Hidan pun ciut.
"Siapa yang kau panggil datar? Aku yakin susuku cukup berisi dibandingin kebanyakan wanita... asalkan jangan bandingin sama si sapi hokage-!"
Mereka terdiam setelah Konan mendengus marah, serentak tatapan semua orang beralih ke dada Konan yang bisa dibilang sedikit... flat.
"Kwahaha... datar sedatar tembok-?" Serentak mereka pun tergelak, tak terkecuali Obito yang masih belum ngeh dengan keadaan.
"Hei Konan jangan ngambek dong... nanti aku bantu remas tiap hari biar cepat besar-!" Yahiko yang paling keras suara tawanya, membuat Konan memasang raut merajuk ala pacar bucin, jadi Yahiko merangkul kekasihnya itu sambil mencolek-colek dada Konan.
"...dan si sinting ini maniak oppai!" Suara tawa kembali pecah saat Itachi kembali menimpali dengan nada khas datarnya.
"Hahaha... bung jangan memasang ekspresi gitu dong saat kita lagi hepi-hepian..." Kisame memukul-mukul punggung Itachi di sela tertawanya, membuat pemuda berwajah serius itu terbatuk sesekali.
"Hohoho... aku suka panggilan itu-!" Yahiko bukanlah orang munafik jadi ia dengan bangga mengungkapkan hobi terpendamnya, ia bahkan mengatakan andai dia tidak terlahir di Amegakure di situasi perang, mungkin ia akan hidup di kelilingi wanita beropai besar. "... sayang aku malah bertemu dengan wanita datar sedatar tembok-!" Ia mendesah dengan raut penyesalan yang disambut kembali dengan suara tawa, Hidan bahkan sampai memukul lantai karena saking puasnya.
"... Dan yang satu ini siapa namanya?" Puas ketawa sampai terjengkal-jengkal, dan bahkan kupingnya pun memerah karena ditarik Konan, Yahiko pun menunjuk Obito yang kebetulan baru datang, jadi belum sempat berkenalan.
"...pahlawan yang tersakiti-!" Dan sekali lagi Itachi kembali bersuara dengan nada sarkatis, anggota Akatsuki kembali tertawa meskipun sudah mencoba menahannya.
"Bukankah sudah kukatakan, kelompok ini cukup hangat diantara sesama mereka-!"
"Kau benar, pada dasarnya mereka berasal dari si baik yang tertindas."
Suara dua orang asing terdengar yang membuat semua anggota Akatsuki terdiam, dua orang nenek tua kemudian muncul dari kehampaan. "Halo anak-anak nakal-!"
"Yo..." Selain Obito, yang lainnya menyahut sapaan nenek tersebut.
"Baiklah karena anggota kalian sudah lengkap, maka mari kita mulai-!" Obito yang tidak tahu apa-apa menoleh ke kanan kiri, menuntut penjelasan dari mereka. Tetapi sebelum itu sebuah sinar menyilaukan muncul di tengah-tengah, sebelum menyinari seluruh anggota Akatsuki.
Disclaimer: Masashi Kishimoto
Warning: Gaje, Comediless, Ooc!
"Hallo Senpaitachi-!" Obito yang berpenampilan seperti Tobi mengumpat dalam hati ketika suara cempreng khas aktingnya keluar begitu saja. Ia sontak menggaruk kepala heran dengan situasinya.
"Oh Tobi... aku kangen dengan suara cemprengmu-!" Di sebelahnya Deidara langsung memeluk Obito, dengan konyolnya Deidara mencium-cium topeng bercorak spiral Obito.
"Jadi kalian sebenarnya memiliki hubungan seperti ini ya~ Naruhodo!" Itachi mencubit dagu sambil mengangguk pelan.
"Aku kembali Jashin-sama!"
"Aku harus memastikan jumlah uang yang kusimpan..."
"Haih... lebih baik tidak menggunakan boneka bungkuk ini-!" Sasori muncul dari boneka samaran yang selama ini ia kenakan.
"Syukurlah, tubuhku sekarang tidak selemah dulu lagi..." Nagato senang saat mengintip postur tubuhnya, ia juga menyeringai ketika melihat ukuran junior yang tidak seperti ranting kayak kehidupan dulu.
"Sayang... aku kangen, kita langsung cari kamar yuk-!"
"Ba...baka!"
Diantara anggota Akatsuki lainnya, Obito lah yang masih belum paham apa yang terjadi. Tetapi satu yang dia pahami setelah Yahiko berkata, "Baiklah Akatsuki kembali ke masa lalu. Karena kita sudah tahu apa yang terjadi di masa depan, geng ini akan mengubah tujuannya. Mari kita menangkap Biju untuk diri kita sendiri-!"
... Mereka kembali hidup di masa lalu, 5 tahun sebelum terjadinya perang dunia shinobi.
"Kita menangkap Biju lagi?"
"Bukankah kita sepakat untuk tidak berbuat onar pada dewi?"
"Menjadikan Biju eksperimen bonekaku sepertinya menarik..."
"Aku tidak takut sama si jalang itu-! Cuman Jashin-sama yang berhak mengatur hidupku..."
"Ehehehe... jika aku menjual Biju yang telah kutangkap, laku berapa tuh kira-kira-?"
Anggota Akatsuki, si pembuat onar legendaris diberi kesempatan kedua oleh dewi kematian, dan hidup kembali di masa lalu. Apakah mereka akan kembali membuat kekacauan di dunia shinobi?
