Finding My secret lover

By Satennejyp

Disclaimer : Naruto by Masashi Kishimoto

Warning :

AU

OOC

Non-canon pair

.

OoO

Gaara pov

Seperti biasa, hari ini pun ada bekal lagi di kolong mejaku. Oh, tempat bekalnya berbeda dari yang kemarin. Tapi yang membuatku terkejut adalah catatan yang ada di atasnya. Itu adalah catatan yang ia buat kemarin, bedanya ada tulisan-tulisan kecil di bawah pertanyaan yang aku tulis.

Cepat sebutkan namamu,

- Kelas 3

Makanan kesukaanmu,

- mmm makanan manis! :D

Warna kesukaanmu,

- entahlah :(

Dan apapun yang kau suka.

- Aku suka Gaara! XD

Aku ingin bertemu.

- aku tidak mau hmph!

Apa? Dia tidak mau bertemu denganku? Dan kenapa dia tidak mau menyebutkan namanya? Kelas 3? Maksudnya? Kenapa perempuan ini suka sekali membuatku bingung. Tetapi jawaban keempat membuatku puas.

"Kiba, kau punya kenalan perempuan di kelas 3 tidak?" Tanyaku pada Kiba yang duduk di sampingku.

"Tentu saja ada! Kelas 3 itu kan banyak," Ucapnya dengan nada yang tinggi. Hah, membuat telingaku sakit saja.

"Kiba kau sangat bersemangat sekali! Aku pun tidak mau kalah!" Ucap Lee yang baru datang menghampiri kami. Kepala mangkuk ini pun sama saja, membuat telingaku sakit.

"Tapi Gaara, kenapa kau tiba-tiba menanyakan itu?" Tanya Kiba tiba-tiba.

"Sepertinya orang yang selalu membuatkanku bekal itu siswi kelas 3."

Kiba tiba-tiba menggebrak meja yang membuat aku dan Lee terkejut. Dengan kekuatan penuh aku memukul kepalanya. Dia itu bodoh atau bagaimana? Hobinya membuatku terkejut saja.

"Wow! Gaara-kun yang biasanya tenang pun bisa marah! Yosh! Aku pun mau dipukul olehmu! Tolong pukul aku!"

Dengan senang hati aku memukul kepala Lee dengan keras. Aku ini sedang membicarakan hal yang sangat serius, bisa-bisanya dia memintaku untuk memukul kepalanya.

"Siswi kelas 3 angkatan sekarang itu terkenal cantik-cantik! Mana mungkin salah satu dari mereka suka padamu," Ucap Kiba histeris. Ah, sepertinya dia iri.

"Hmm tapi menurutku Sakura-chan dari angkatan kita itu yang paling cantik, Kiba!" Ucap Lee tiba-tiba.

"Kalau di angkatan kita, aku lebih suka Hinata," Jawab Kiba.

Aku hanya bisa memberikan tatapan tidak tertarik kepada mereka. Kenapa pembicaraan mereka selalu tidak konsisten sih? Padahal kita kan sedang membicarakan siswa kelas 3. Benar, yang bodoh itu aku. Aku bodoh karena menanyakan sesuatu pada mereka.

OoO

"Gaara, kau mau ke mana?"

Aku menghiraukan panggilan Kiba. Setelah bel makan siang berbunyi, aku segera pergi ke lingkungan kelas 3. Tentu saja banyak beberapa pasang mata yang menatapku bingung. Tetapi aku tidak peduli, karena yang hanya aku pikirkan hanya bagaimana caraku menemukan orang yang selalu membuatkanku bekal.

"Gaara? Kenapa kau ada di sini?"

Aku menoleh ke arah suara. Ah, itu Shikamaru. Dia adalah pacar Temari, kakak perempuanku. Dia menatapku dengan tatapan penuh tanya.

"Aku mencari Temari," Ucapku singkat dan berniat langsung melangkahkan kaki ku. Namun, ucapan Shikamaru menghentikanku.

"Temari baru saja pergi ke ruang guru."

"Aku akan menunggu di kelasnya," Ucapku seolah-olah tidak peduli dengan ucapannya.

Aku pun langsung masuk ke kelas Temari. Sial! Tadinya aku tidak berniat pergi ke kelas kakak perempuanku itu. Aku hanya berniat untuk memperhatikan satu persatu siswi kelas 3. Walaupun itu kelihatannya agak creepy.

Semua siswa dan siswi yang masih ada di kelas memperhatikanku yang duduk di bangku Temari dengan nyaman. Sial! Sebenarnya ini memalukan sekali. Kenapa murid-murid ini tidak ke luar kelas saja sih? Ini kan waktunya makan siang.

"Ah, adiknya Temari!"

Aku pun menoleh ke suara yang menyebut namaku. Oh, temannya Temari yang kemarin. Siapa namanya? Tintin? Tonton? Tenen? Ah, Tenten. Aku hanya melihatnya sekilas lalu mengembalikan pandanganku ke semula.

"Boleh aku duduk di sini?" Tanyanya sambil menunjuk bangkunya sendiri.

"Silahkan saja, itu kan bangkumu sendiri."

"Oh~ dingin sekali," Ucapnya sambil tertawa kecil. Kenapa perempuan ini sok akrab sekali?

Aku melirik ke arahnya. Aku melihatnya sedang membuka bekalnya, lalu mengambil buku dari tas. Dia makan sambil membaca buku pelajaran? Aku segera mengalihkan pandanganku.

"Gaara, kau sudah makan?" Tanyanya tiba-tiba.

Ah! Bekal yang dibuat oleh calon pacarku belum ku makan. Aku berdiri dengan satu hentakan, membuat orang yang di sampingku tersentak. Aku segera keluar dari kelas Temari.

OoO

Aku harus menghabiskan bekalku dengan cepat, sebelum bel masuk berbunyi. Lee dan Kiba yang ada di hadapanku menatap lapar ke arah bekalku. Maaf teman-teman, tapi aku tidak ada niatan untuk membaginya dengan kalian. Selanjutnya, terdengarlah suara bel masuk. Aku segera memasukan kotak bekal yang sudah kosong ke kolong meja. Kiba pun sudah duduk manis di sampingku.

Hari ini sama sekali tidak ada kemajuan. Misi mencari tahu siapa yang membuatkanku bekal pun gagal. Tapi hanya memperhatikan satu persatu siswi kelas 3 pun sepertinya tidak akan membuahkan hasil. Lalu aku harus bagaimana? Sudah, sekarang aku harus fokus ke pelajarn terlebih dahulu.

Aku menatap datar ke tulisan yang ada di papan tulis. 'BELAJAR MANDIRI' wah, luar biasa sekali. Sepertinya semesta memang menginginkanku untuk terus memikirkan sang pembuat bekal itu.

"Gaara-kun, wajahmu kusut sekali," Ucap Lee yang membalikan bangkunya ke belakang.

"Masih memikirkan siswi kelas 3 itu?" Tanya Kiba. Aku hanya menganggukan kepala.

Kiba tertawa dengan keras. Kenapa dengan dia? Dan kenapa juga Lee ikut tertawa? Apa ada yang lucu? Kenapa hanya aku yang kebingungan.

"TOLONG JANGAN BERISIK! YANG LAIN SEDANG BELAJAR!" Ucap ketua kelas.

"Wah aku tidak menyangka akan ada saat di mana Gaara kita yang seperti tidak punya tujuan hidup itu frustasi," Ucap Kiba di sela-sela tawanya.

"Gaara-kun, memangnya kau tidak ada mencurigai seseorang?" Tanya Lee yang sudah berhenti tertawa.

"Temari?" Ucapku tiba-tiba.

"Dia kan kakak mu!" Bentak Kiba. "Dia tidak mungkin seniat itu jika memang ingin mengerjaimu."

Lalu keheningan menyelimuti kita bertiga. Kita tenggelam dalam pikiran masing-masing. Aku sama sekali tidak mencurigai seseorang. Siswi kelas 3 yang ku kenal hanya Temari, Shikamaru, dan Tenten? Ah, Tenten. Mungkin dia?

"Tenten."

"Ha?" Lee dan Kiba menatapku dengan heran.

"Aku kenal kelas 3 bernama Tenten."

"Oh, aku kenal Tenten senpai!" Ucap Lee semangat.

"Dia seniorku di klub karate, tapi sepertinya dia sudah punya pacar. Saat kegiatan klub dia sering mengobrol dengan Neji senpai."

"Oh senior yang kelihatan dingin itu? Aku memang sering melihatnya dengan siswi yang rambutnya dicepol dua," Timpal Kiba.

Oh, bukan dia ternyata. Tentu saja perempuan dengan kepribadian seperti dia pasti sudah punya pacar. Dia juga kelihatannya pintar. Yah, kalau boleh jujur dia juga cantik dan manis. Hah? Kenapa aku jadi memujinya?

"Tenang saja, Gaara! Kita pasti akan membantumu mencari kakak kelas itu!" Ucap Lee, dan Kiba juga mengangguk setuju.

Walaupun teman-temanku ini bodoh dan berisik, tetapi mereka sangat peduli denganku. Aku sama sekali tidak pernah merasa menyesal berteman dengan mereka.

"Terima kasih," Ucapku yang dijawab oleh senyuman 3 jari mereka.

OoO

Sudah waktunya pulang sekolah. Aku menatap ke arah kotak bekal yang ada di tanganku. Lalu, menyimpannya ke kolong mejaku.

Kenapa kau tidak ingin bertemu denganku?

Tolong sebutkan namamu.

Tbc.


MawarIndah : iya ini ff GaaTen XD tapi jangan berharap banyak uwu-uwu antara mereka di ff ini XD Terima kasih atas dukungannya :D Terima kasih juga sudah baca :D

Nana Rindang : ahaha terima kasih XD terima kasih juga sudah baca :D

Sebenarnya aku udah lama gak ngetik di ffn dan banyak fitur yang bikin aku bingung :( jadi mohon maaf bila ada keanehan atau hal-hal yang mengganjal :( jika ada kritik dan saran tolong tuliskan di kolom komentar~ Terima kasih~

Salam keren~