Setelah peperangan yang melanda dunia Shinobi, Naruto akhrinya menemukan kedamaian baginya. Dia saat ini tengah pergi mengembara meninggalkan Konoha seperti yang dilakukan oleh gurunya terdahulu, Naruto memang sudah merencanakan hal ini jauh-jauh hari setelah Konoha diperbaiki. Dia tak berangkat bersama Sasuke karena dia memang ingin pergi sendiri, serta menghindari para fans yang semakin membuatnya tak betah di satu tempat.
Naruto memang dulu mendambakan para gadis menjadi fansnya, itu hanya untuk membuat Sasuke kesal. Itu dulu, bukan sekarang.
Perjalanan Naruto ini diselingi dengan sebuah tulisan, yah mungkin dia akan menjadi seorang penulis seperti Jiraiya serta mempublikasikan karyanya. Naruto menganggap bahwa hobi menulisnya saat ini adalah iseng belaka, namun di setiap persinggahannya itu dia selalu menyempatkan diri untuk menulis sesuatu, tentang perjalanan serta cerita lain yang akan di antarkan oleh Ninja Pos. Naruto cukup beruntung karena editor tempat dia memberikan naskah ceritanya itu mengetahui jikalau dirinya adalah murid dari Jiraiya.
Editor tersebut bertanya sekali lagi, apa Naruto akan menulis cerita dewasa seperti yang dilakukan Jiraiya. Naruto sendiri menjawab tidak, karena dia tak tahu bagaimana caranya menulis sebuah cerita dewasa seperti apa yang dilakukan Jiraiya. Terlebih, dengan pengetahuannya yang minim, dia tak akan bisa menyamai gurunya.
Editor itu sendiri memakluminya karena Naruto adalah penulis baru yang mungkin saja akan menyamai gurunya, editor itu sendiri menerima naskah yang diberikan Naruto saat itu.
Di perjalanan Naruto, dia bertemu dengan beberapa kenalannya serta beberapa orang yang mungkin mengenalnya sebagai pahlawan dunia Shinobi. Orang-orang itu hanya berbicara sebentar dengan Naruto, tak seperti para fans dadakannya di Konoha yang beringas.
Mengingat hal tersebut membuat Naruto meringis.
Langkah kaki Naruto terhenti, dia melihat sosok gadis kecil berkulit pucat dengan rambut putih yang sedang terbaring di atas rumput, Naruto mengedipkan kedua matanya melihat gadis kecil itu, dia merasa familiar akan gadis tersebut. Tak ada aura negatif yang keluar darinya, seolah gadis itu masih sangat polos.
Naruto berjalan mendekati gadis itu, dia berjongkok untuk menatap intens sosok yang sedang tertidur itu. "Rasanya..."
[Sial dia Kaguya!]
Naruto langsung melompat mundur, dia mendengar suara Kurama yang memanggil gadis kecil itu dengan nama Kaguya, Dewi yang menginginkan Chakra manusia.
Naruto menatap tajam gadis kecil itu, tapi dia tak merasakan aura negatif darinya. "Tidak, dia seperti gadis kecil yang polos, dia seolah tak punya dosa."
[Tapi dia tetap saja Kaguya, orang yang akan mengambil Chakra manusia di bumi.]
Naruto memang setuju dengan Kurama akan kejahatan Kaguya yang ingin menyerap Chakra manusia, tapi di depannya ini hanyalah seorang gadis kecil yang tak punya dosa sama sekali, hatinya berkata untuk mengajak gadis itu pergi berkelana bersamanya.
Tiba-tiba gadis itu membuka kedua matanya, memperlihatkan kedua mata lavender indah. "Uhhh, aku dimana?"
"..." Naruto terdiam menatap gerak-gerik yang di keluarkan Kaguya.
"Uh? Pa...pa?"
"Eh?!"
"Papa!" Kaguya berlari mendekati Naruto, dan memeluknya erat.
...
Naruto by Masashi Kishimoto.
Warning: Loli!Kaguya, Smut, Lemon, OOC, typo, and many More.
...
..
.
Kaguya jadi Loli.
Enjoy it!
Seperti yang diketahui, Kaguya menjadi anak kecil yang berumur sembilan atau sepuluh tahun, tapi Naruto tahu jika Kaguya adalah seorang nenek-nenek yang dihidupkan kembali, serta mempunyai dua orang anak, serta cucu. Memikirkannya membuat Naruto merinding. Rencananya, Naruto membawa Kaguya untuk ikut berkelana bersamanya, dan itu langsung disetujui Kaguya yang menganggap Naruto sebagai Ayahnya.
Naruto tak keberatan juga, soalnya dia ingin merawat seseorang. Namun, dia tak tahu bagaimana caranya menjadi seorang Ayah.
"Kaguya! Kenapa kau malah kemari?!"
Naruto dibuat terkejut saat Kaguya tiba-tiba datang ke Naruto yang sedang melakukan kegiatannya mandi di sungai, dan yang lebih membuat Naruto terbelalak adalah, dia meluhat Kaguya yang telanjang bulat berdiri tepat di depannya.
Adiknya bangun.
Darah mulai mengalir keluar dari lubang hidungnya. "Papa kenapa ada darah?" Naruto segera mengusap hidungnya untuk menghilangkan darah itu.
"Ke-kenapa kau kemari? Se-seharusnya kau ada di tenda!"
"Kaguya hanya ingin ikut mandi bersama Papa, apa tak boleh?" Kaguya menggunakan tatapan memelas miliknya, dan Naruto tak bisa menolaknya. "Bolehkah Kaguya mandi bersama papa?"
"Bo-boleh."
[Pedo kau!]
"Diam kau Kurama!"
Kaguya pun menceburkan dirinya ke dalam sungai serta mendekati Naruto, gadis kecil itu lalu duduk di pangkuan pemuda pirang tersebut. "Papa gosok punggung Kaguya dong."
Naruto meneguk ludahnya kasar, dia melihat punggung putih mulus berwarna putih yang membuat setan di dalam pikirannya keluar. Naruto dengan terpaksa menggosok punggung Kaguya, kebetulan juga Naruto membawa sabun untuknya mandi, dan dia segera menggosok punggung Kaguya dengan lembut menggunakan kedua tangannya.
"Uhhh, enak sekali Papa..."
"..." Adik Naruto semakin berdiri.
"Papa, dibawah ada sesuatu yang menyentuh punggung Kaguya. Itu apa?"
Naruto terkejut dengan perkataan polos Kaguya, dia berusaha mencari alasan lain untuk memberitahu apa yang ada di bawah sana. "I-itu hanyalah batu atau ikan," ujarnya disertai tawa kakunya. Kaguya terlihat bingung dengan apa yang Naruto katakan, Naruto sendiri melanjutkan acara menggosok punggung putih Kaguya. "Kaguya, coba angkat kedua tanganmu!"
"Baik!" Kaguya menuruti apa yang Naruto katakan, Kaguya bersenandung senang saat Naruto menggosoknya. "Ahh..." Desahan kecil lolos dari bibir Kaguya. Naruto mengerjapkan kedua matanya beberapa kali saat mendengarnya, apa yang baru saja dia dengar itu tak salah, ya desahan imut dari seorang Dewi Loli.
"..."
"Papa, geli. Ahh..."
Naruto memang tak sadar, dia tengah menyentuh dada datar Kaguya.
"Pa-papa... Ka-kaguya... Merasakan enak..."
"E-enak?!" Dengan cepat, Naruto menarik kedua tangannya. Dia menatap horror pada Kaguya, terlihat di depannya itu saat ini. Kaguya tengah menundukkan kepalanya dengan kedua telinganya yang sudah memerah, serta kedua tangannya yang menutupi area dadanya. "Ka-kaguya, maafkan papa!"
"Um, tak apa, Kaguya tak keberatan jika Papa yang menyentuhnya." Kaguya membuka kedua tangannya untuk memperlihatkan dada datarnya. Naruto melotot melihatnya, kedua tangannya bergetar saat itu juga. "Kaguya akan senang jika Papa menyentuhnya."
"Ka-kaguya kau tak seharusnya-"
"Tak apa Papa."
"Ba-baiklah... I-itadakimasu!"
Kedua tangan Naruto merayap ke depan, tepat pada dada datar Kaguya, pemuda itu menyentuhnya. Naruto mulai mengusap dada Kaguya dengan lembut, gadis itu menggigit bibir bawahnya serta tubuhnya mulai bergerak tak karuan saat merasakan dadanya di elus Naruto.
Pemuda itu merasakan puting susu Kaguya yang menegang, Naruto tahu jika gadis itu mulai terangsang, dan dia sendiri juga mulai terangsang saat pantat kecil Kaguya menggesek penisnya. Dengan reflek, Naruto menjilati leher Kaguya, membuat gadis kecil itu memekik pelan, kedua tangannya masih mengelus dada Kaguya.
"Kaguya, angkat tangan kananmu!"
"U-um!"
Kaguya mengikuti perintah Naruto, dia mengangkat sebelah tangannya dan Naruto mulai menjilati ketiak Kaguya. "Hyahh!" Pekikan kecil nan imut kembali keluar dari mulut Kaguya. "Pa-papa, geli... Uhh..." Naruto seolah tak mendengarkan pekikak Kaguya, dia terus melanjutkan kegiatannya.
Kedua tangan Naruto mencubit puting susu Kaguya, membuat tubuh Kaguya melengkung kedepan. Puting susunya adalah bagian sensitif milik Kaguya, dan Naruto baru tahu akan hal tersebut.
Dia sendiri menghentikan kegiatannya, dan melihat Kaguya yang mengambil napas sebanyak mungkin disertai dengan tubuhnya yang sudah panas. Ada perasaan bersalah pada diri Naruto disamping itu juga ada libido yang ingin sekali dia keluarkan. Namun Naruto harus menahan semuanya, dan dia tak mau jika Kaguya ternoda.
Mana mungkin dia menodai seorang Loli imut seperti Kaguya?
Tiba-tiba Kaguya menggerakkan pantatnya naik turun, Naruto gelagapan merasakan penisnya yang terselip di antara pantat Kaguya. "A-apa yang kau lakukan?"
Kaguya tertawa mesum. "Kaguya hanya ingin membuat Papa enak." Gadis itu lalu beranjak, namun kembali duduk di atas tubuh Naruto, penis tegang Naruto terselip di antara dua paha putih nan lezat milik Kaguya. "I-ini..."
"..." Naruto menatap horror pada Kaguya. Dia juga terkejut saat ujung penisnya disentuh oleh Kaguya, kedua paha Kaguya sendiri bergerak mengurut penis Naruto. "Ka-kaguya."
"Papa? Enak?"
"E-enak..."
Naruto tanpa sadar mengucapkan enak saat penisnya di apit paha Kaguya. Kedua tangan mungil Kaguya ikut bergerak disekitar penis Naruto, dia menyentuh kecil penis yang seolah sedang marah itu, lalu tertawa kecil saat mendengar desahan nikmat dari Naruto.
"Kaguya akan mengizinkab Papa memuaskan diri dengan tubuh Kaguya."
"A-apa?! Ugh!" Cairan sperma keluar dari penis Naruto, membasahi paha putih Kaguya. "Si-sial..."
Kaguya tertawa lalu mencolek cairan yang menempel di pahanya, dia menjilatinya dengan senang hati. "Asin, dan enak Papa! Nanti jika Kaguya ingin, tolong berikan ya?"
Naruto menatap Horror Kaguya.
...
..
...
Naruto dan Kaguya sampai disebuah penginapan, mereka saat ini sedang singgah disebuah desa yang tak jauh dari tempat mereka berkemah, Naruto sendiri membereskan semua dokumen dia dan Kaguya untuk menginal di sana. Kebetulan juga di dalam kamar penginapan ada ssbuah pemandian air panas untuk orang yang menginap.
"Uhh, beruntung kita dapat bonus setelah mereka melihat wajahku."
"Memangnya ada apa dengan bonus?"
Naruto memberitahu pada Kaguya, jika bonus ataupun diskon itu bisa membuat dia bisa berhemat untuk kebutuhannya yang lain, dan Kaguya menjawabnya dengan gumaman saja.
Di saat Naruto sedang bersantai di belakang meja, dia tak sadar jika Kaguya sudah merangkak tepat disamping Naruto, lalu gadis itu mulai membuka resleting celana Naruto, membuat pemuda itu terkejut setengah mati melihat kelakuan Kaguya saat ini.
Gadis itu mengambil penis Naruto, lalu menggenggamnya. Tangan mungilnya seolah tak muat untuk menggenggam penis Naruto. Kaguya membuka mulutnya, dia mengarahkan penis Naruto ke mulutnya lalu melahap benda besar yang tak muat di dalam mulutnya. Kaguya sendiri hanya menjilatinya dari ujung atas hingga ke bawah, Naruto membelalakkan kedua matanya terkejut dengan apa yang dilakukan Kaguya.
"A-apa yang kau lakukan?!"
"Hm? Kaguya hanya ingin membuat papa merasa enak."
Naruto dengan reflek memegang kepala putih Kaguya. "ta-tapi ja-ahh..." Namun dia malah menikmati tiap jilatan yang diberikan Kaguya terhadapnya.
Kaguya terus menjilati penis Naruto, disertai dengan kedua tangan kecilnya yang mengurut benda besar itu. Naruto memenjamkan kedua matanya menikmati tiap senti dari lidah Kaguya, Naruto masih cukup kuat untuk menahan klimaksnya ini, dia menghentikan kegiatan Kaguya, lalu mengangkatnya untuk duduk di atas pahanya.
"Kau belajar cepat Kaguya."
Kaguya tersenyum manis pada Naruto. "Kaguya tak akan mengecewakan Papa." Naruto mengangguk kecil, dia lalu melepas seluruh pakaian yang dikenakan Kaguya hingga gadis itu telanjang bulat, Naruto menciumi leher putih Kaguya membuat yang empunya mendesah, wajahnya yang imut mulai merona saat lidah Naruto yang basah itu mulai menjelajahi lehernya. "Pa-papa... Kaguya... Enak..."
Kedua tangan Naruto yang menganggur pun mulai mengusap dada datar Kaguya, dia memilin puting susu Kaguya dengan lembut serta mencubit kecil puting itu. Tubuh mungil Kaguya menggelinjang tak karuan saat Naruto memainkan dadanya.
"Papah..."
Naruto mengangkat salah satu tangan Kaguya, lalu menjilati ketiak yang sudah dibasahi oleh keringat. Tangannya yang lain masih memainkan dada datar Kaguya. Penisnya yang tegang berdiri mengacung di antara kedua paha putih Kaguya, salah satu tangan Kaguya meraihnya dan memainkan ujung penis Naruto. Kaguya dengan pelan mengangkat dirinya sendiri, dia mengarahkan penis Naruto untuk masuk ke dalam liang senggamanya.
Naruto yang tahu akan hal itu membantu Kaguya mengarahkan penisnya, dia juga mendorong pinggul Kaguya untuk turun kebawah membuat penisnya masuk ke dalam tubuh mungil Kaguya.
Naruto meringis merasakan sempitnya vagina Kaguya, dia memeluk perut datar Kaguya sembari mencium leher gadis itu. "Sial, kenapa kau sempit sekali?"
"Kaguya senang, karena penis Papa masuk ke dalam tubuh Kaguya... Ahhh..."
Naruto mengangkat tubuh Kaguya, lalu meletakkan tubuh mungil gadis itu di atas meja. Naruto mendorong keras penisnya agar masuk ke dalam tubuh Kaguya, dia seolah tak memikirkan bagaimana nasib Kaguya selanjutnya.
"Ahhh, Papa!"
"Kaguya ugh!"
Naruto bertumpu menggunakan kedua tangannya di atas meja, dia menggerakkan pinggulnya maju mundur, membuat penis itu keluar masuk di dalam tubuh Kaguya. "Papa... Papa... Papa..."
Kaguya mendesah memanggil Naruto dengan sebutan papa, sementara itu sang pemuda memegang pantat Kaguya dan menahan agar tubuh gadis itu tak bergerak kemana-mana. "Sial, Kaguya... Enak sekali..."
"Ahhh, penis Papa juga enak, Kaguya senang..."
"Papa akan keluar!"
"Keluarkan di dalam Papa! Ahhh! Berikan sperma papa pada Kaguya!"
Naruto mendorong pinggulnya dalam-dalam, dia mengeluarkan seluruh spermanya ke dalam vagina Kaguya, ada cairan yang meluber keluar dari vagina Kaguya karena tak muat untuk menampung semua sperma Naruto.
...
..
...
Keduanya saat ini berada di onsen yang tersedia di dalam penginapan tersebut, Kaguya menyandarkan tubuhnya pada dada bidang Naruto, sementsra itu sang pemilik dada itu malah mengeluar dada datar serta vagina Kaguya, dia baru saja tahu apa itu seks, dan sekarang Naruto ketagihan dengan hal tersebut.
"Apa papa akan terus begini? Ahh..."
"Yah, mungkin beberapa saat lagi. Papa ingin mengelus benda milik papa ini."
"Terserah Papa, Kaguya harap Papa senang."
"Ohhh, tentu saja Papa senang sekali."
...
..
.
.
END!
Ini Dare dari Brengzeck ID, karena dia udah update. Jadi moga kalian tak jadi Pedo kek dia woakwoak
Okay, Shinn Out! Adios
