Para anggota Akatsuki baru saja selesai menyegel biju yang telah mereka dapatkan. Dan sesuai peraturan yang berlaku, setelah menyegel satu biju mereka akan mendapatkan libur untuk beberapa waktu sambil merancang strategi untuk menangkap biju yang lainnya.
" Cukup untuk hari ini, kalian bisa kembali ke markas " tegas Pain sang leader Akatsuki yang di balas anggukan oleh para anggota lainnya
Tak berselang lama mereka membubarkan diri masing-masing
" Ara senpai bagaimana kalau kita mampir ke kedai dango dulu, Tobi sangat lapar senpai " teriak Tobi dengan menari tidak jelas di depan Deidara
" Urusai Tobi, pergilah sendiri " jawab Deidara dengan jengkel
" Ayolah senpai apa senpai tak peduli pada Tobi bagaimana bila ada hantu yang ingin menyerang Tobi " Tobi memasang muka memelas
" Ahh itu bagus aku harap hantu itu membawamu pergi ke alam baka un "
" Tobi tidak mau pergi ke alam baka sendiri senpai.. nanti Tobi kesepian, tapi kalau Tobi ke alam baka bersama senpai Tobi tidak keberatan " balas Tobi dengan polosnya
* Bught *
" Ittee te te te kenapa senpai memukulku ? Tobi kan anak baik " ucap Tobi sambil mengelus kepalanya yang di pukul Deidara
" Aku hanya mencoba memperbaiki otakmu un kan tv di markas juga kalau error harus di pukul un siapa tahu otakmu juga bisa normal lagi setelah ku pukul un " balas Deidara sambil berlalu meninggalkan Tobi
" E.. e..ee sen- sen - senpai jangan tinggalkan Tobi disini " ucap Tobi sambil berlari menyusul Deidara
Merekapun melanjutkan perjalanan menuju markas. Di Sana bisa mereka lihat anggota Akatsuki yang lain sudah sampai terlebih dahulu dan sedang sibuk dengan aktivitasnya masing-masing
* Zetsu sedang tertidur di ruang tengah
* Kisame sedang memperhatikan ikan cupang di akuarium di ruang tengah
* Pain sedang di perpustakaan membaca buku yang bisa menjadi referensi strategi untuk misi selanjutnya
* Konan sedang memasak untuk makan malam
* Kakuzu sedang menghitung uang di kamarnya
* Hidan sedang duduk di teras menunggu ada orang yang lewat untuk dia persembahkan pada Jashin-sama
* Sasori sedang membersihkan kugutsu-kugutsunya di ruang penyimpanan
* Itachi sedang duduk di depan jendela kamarnya di lantai dua memandang matahari terbenam
Disela-sela kegiatan mereka yang menyenangkan, terdengarlah suara cempreng berteriak dari depan markas mereka
" Senpaitachi Tobi pulang " ucap Tobi dengan riang
" Tak perlu berteriak berlebihan baka Tobi kau bisa membuat para persembahan ku tak jadi lewat sini " ucap hidan
" Ahahaha gomen gomen Tobi sangat bersemangat karena akhirnya kita berlibur aheheh" balas Tobi dengan cengiran sambil menggaruk belakang kepalanya yang tidak gatal
" Hufhh aku sudah lelah un " ucap dei
" Ehh kalau begitu Deidara senpai harus segera beristirahat " ucap Tobi sambil menarik tangan Deidara untuk masuk
" aaghhhh lepaskan un yang membuatku lelah adalah ocehanmu un "
" Ehh apa Tobi menyakiti senpai ? " Tanya Tobi merasa bersalah
" Ya un kau menyakiti telingaku un lebih baik kau tutup mulutmu Tobi " balas Deidara
" Ano tapi Tobi sudah menutup mulut Tobi bahkan hidung dan satu mata Tobi juga sudah tertutup topeng kesayangan Tobi"
" Bukan itu maksudku baka, maksudku adalah berhentilah bicara Tobi" sentak Deidara kepada Tobi
" Baiklah kalian bertiga segeralah masuk dan bersihkan diri kalian sebelum makan malam " ucap Konan yang muncul dari dalam rumah
" Ah baiklah aku sudah lapar juga ayo Deidara, Tobi " ucap Hidan mengajak meraka masuk
Merekapun segera pergi ke kamar masing-masing dengan Tobi yang belum mengucapkan sepatah katapun sejak tadi
Dan disinilah mereka sekarang berkumpul yaitu di meja makan
Disela-sela waktu makan mereka merekapun berbincang satu sama lain
"Aku mendengar ada yg berteriak tadi " ucap Pain
"Ahh itu Tobi dia bilang dia terlalu bersemangat karena mendapat waktu libur " jelas Hidan
"Ah souka" balas Pain
" Teriakan Mu hampir saja membuatku menjatuhkan kugutsu berhargaku Tobi " ucap Sasori dingin
"Dan membuat ikan ku stress " ucap Kisame
" Aneh ya padahal aku tidak sama sekali mendengar apapun " ucap Zetsu
" Itu karena tidurmu sama seperti orang mati " balas Kakuzu
" Ee ...ehh benarkah begitu ? Hehe " cengir Zetsu menyembunyikan rasa malunya
" Kau memang tidak sadar diri " balas Kakuzu
" Ngomong- ngomong kenapa jendela kamar kita pecah Itachi - san ?" Tanya Kisame
" Jangan bilang itu karena kau terkejut dengan suara Tobi dan kau .." penuturan Konan dipotong oleh Itachi
" Aku tidak ingin membahas itu " potong Itachi
" Kau menimbulkan cukup banyak masalah hari ini Tobi " ucap Deidara
" Sudahlah ku rasa dia sudah menyesali perbuatannya, dari tadi kita mulai makan sampai sekarang dia terus menunduk bahkan tak memakan se suap pun makanannya dan bahkan tak mengeluarkan sepatah kata pun " tutur Kisame panjang lebar
" Ahh mungkin kau benar " balas Kakuzu yang di ikuti anggukan dari anggota lainnya
" Tak kusangka Tobi bisa berubah ehh " ucap Zetsu
" Ahh itu bagus un Tobi harus bisa menjaga image Akatsuki un Anggota Akatsuki memang harus bisa terlihat cool ( Dei tiba-tiba berdiri di kursinya dan begaya so cool ) apalagi di depan musuh kita harus membuat musuh gentar ketakutan hanya dengan sekali tatap un ( mempraktekan membuat tatapan sinis kepada teman-temannya) dan yang terpenting kita harus mengajarkan pada dunia seni yang sesungguhnya hahaha"
Dei tertawa jahat sampai tak sadar ia kehilangan keseimbangan dan ...
Dubrakk !!*'$# Gdebuk !¿($ Prang ...!*‽#
kursi yang ia pijak terjungkal kebelakang membuat dirinya ikut terjungkal pula yang membuat suasana menjadi hening akibat syok dengan apa yang terjadi dan ...
Satu ...
Dua ...
Ti "ghahahahah " semua anggota Akatsuki tertawa terbahak bahak
" Kau bahkan terlihat lebih bodoh daripada Tobi bhahahaha " ucap Hidan sambil memuluk mukul meja makan sangking tak kuat menahan tawa
" Mulut besar mu itu malah menjatuhkan karisma mu bocah " ucap Kisame
" Tapi menurutku kau sangat keren Dei " ucap Zetsu
" Eh... Aku tahu aku memang keren un " ucap Dei masih dengan laga so cool
" Apakah kau sudah tertular tolol olehnya Zetsu apanya yang keren dari apa yang dia lakukan " ucap Sasori
" Tidak aku tidak tertular, namun bisakah kalian bayangkan hanya dengan tertawa Deidara bisa menjungkalkan kursi yang ia naiki bahkan tanpa ia mendorongnya ... Kurasa Deidara bisa melakukan telekinesis " balas Zetsu
Anggota Akatsuki yang lain otomatis di buat makin terbahak-bahak dengan penuturan Zetsu
" Aghhhh cukup kalian memang bajingan tak punya hati un " ucap Dei dengan kesal
" Bukankan hal itu wajar untuk para pembunuh seperti kita ?" Balas Konan
" Tidak juga " balas Sasori
"Deidara bahkan menciptakan lagu spesial bagi lawannya sebelum dia menyerangnya iya kan Dei "
" Itu sebagai ledekan danna " balas Dei
" Ah kukira kau sungguh tertarik pada kazekage jincuriki itu Deidara " balas Sasori
" Ehh aku baru tahu Deidara menyukai pria, apakah itu alasan kenapa kau berpenampilan seperti perempuan ? " Ujar Zetsu
" Hentikalah omong kosong kalian aku bukan gay camkan itu baik baik kalian mahluk mengerikan " balas Deidara
" Sudahlah ini tak akan ada akhirnya, lebih baik kalian selesaikan makan kalian dan kau cepatlah bangkit dan lanjutkan makan Deidara " lerai Konan
" Itu benar rasanya dengan melihat wajahmu saja perutku sudah tergelitik Deidara " ucap Hidan
" Sudahlah Hidan jangan diperpanjang"
