16.34, 7 Juni
Pertama kali Naruto berkunjung ke kafe ini, Sasuke dan Sakura lah alasannya.
kedua kali, Naruto akan bilang karena kopinya.
Ketiga kali, Naruto akan menjadikan donat sebagai alasan.
Keempat kali, Naruto bisa bilang bahwa kafe tersebut merupakan tempat yang nyaman untuk belajar.
Kelima kali, Naruto menghabiskan 3 jam dengan alasan no. 4.
Keenam kali, Naruto kehabisan alasan tapi tetap menghabiskan waktu 1 jam di kafe.
"Seperti biasa?" Alasan utama Naruto kembali berkali-kali ke kafe sekarang berdiri di sampingnya. Dengan senyum ramah seperti biasa, walau dengan posisi Naruto yang terduduk, tinggi wanita disampingnya tidak berbeda terlalu jauh, Naruto masih bisa menatap matanya tanpa menaikkan kepala.
"Um.. ya"
"Baik, ditunggu pesanannya" Naruto mentapa Hinata (pelayan kafe tempatnya berada sekarang) menjauh untuk membuatkan pesanannya. Sambil berpikir bagaimana caranya mengajak seseorang berkecan?.
Naruto akan mengakui sekarang bahwa semua alasan yang dia sebutkan diatas tidak benar, well tidak sepenuhnya salah pula, tapi bukan juga alasan utama. Karena alasan utamanya adalah seorang Hinata, yang akhirnya dia ketahui adalah seorang mahasiswi perguruan tinggi, berusia 19 tahun yang berarti 2 tahun lebih tua dari dirinya yang masih anak sekolah menengah.
Selasa - Jum'at, itulah hari dimana Naruto akan mengunjungi kafe ini tanpa terkecuali dan kalian pasti tau karena apa atau dalam hal ini, siapa.
sayangnya hanya itulah yang Naruto ketahui tentang Hinata, selain bahwa Hinata sangat manis ketika sedang tersenyum, atau tertawa kecil.
Bola matanya yang indah, hidung kecilnya yang lucu, dan bibirnya yang tidak terlalu menyehatkan jika dilihat terlalu lama karena pikiran lelaki seusianya yang sedang aktif tak sanggup membayangkan.
Hinata kembali dengan membawa pesanannya, setelah mengucapkan beberapa kata kembali berjalan menjauh, Naruto hanya bisa mengutuki kegugupannya. Another day, another opportunity goes away.
Naruto tau dia harus mulai bergerak, atau tak akan ada lagi kesempatan. Naruto memerhatikan bagaimana beberapa pengunjung kafe memperhatikan Hinata dan tau jelas apa yang mereka pikirkan, mereka sama-sama lelaki dan Naruto tak bisa menyalahkan mereka sepenuhnya karena dia sama saja seperti mereka.
Setelah kunjungan yang entah keberapa, Naruto mencoba memberanikan diri. Tidak ingin keraguannya hanya akan memberikan penyesalan.
'At least I took my shoot,' Itulah pikir Naruto. Memang kenapa kalau dia lebih muda? Toh dia yakin kalau mereka kencan, Hinata malah akan terlihat seumuran, atau bahkan terlihat muda darinya (seperti yang Naruto kira awalnya).
Atau mungkin Hinata akan keberatan? Mungkin lelaki lebih muda bukan tipenya? mungkin lelaki blonde dengan mata biru bukan tipenya? pertanyaan yang lebih penting adalah bagaimana jika Hinata sebenarnya sudah memiliki pacar?
'Damn, kenapa gak kepikiran dari awal? kalau dia udah pacar gimana? bodoh banget berbulan-bulan nge-crush pertanyaan macam ini lolos dari kepala lo Nar.. Nar..
Bodoh kebangetan, Hinata cakep gitu pasti lah udah punya pacar. Makanya dia diem aja walau sering dikecengin sama temen yang lain, ada hati yang harus dijaga. SH*T!
Eh tapi ini baru asumsi kita gak tau kebenarannya kalau gak cari tau sendiri, yosh!"
Waktu berpikirnya sudah habis, dilihatnya Hinata mulai berjalan kearahnya untuk menanyakan pesanan seperti biasa.
Setelah memesan Naruto akhirnya memberanikan diri bertanya "Eh kak, saya mau tanya personal boleh?" Masih dengan senyuman Hinata mengangguk kearahnya.
"Itu.. Kakak punya pacar? atau mungkin lagi deket sama seseorang?"
"Eh?.." Hinata dengan mata bulat yang membesar, pipir tembam yang memerah terlihat menggemaskan, tapi dia belum menjawab pertanyaan penting Naruto.
"Saya.. lagi sendiri" Jawabnya dengan suara yang hampir tidak terdengar Naruto sebelum akhirnya berjalan cepat untuk membuatkan pesanan Naruto.
Ketika pesanannya datang, bukan Hinata yang membawakan kepadanya tapi tidak membuat Naruto berubah pikiran untuk menulis no teleponnya di sebuah kertas dan memberi beberapa tip
6.57 27 Desember
"Hey.."
"Ada rekomendasi?"
"Cokelat hangat populer saat ini"
"Dua cokelat hangat kalau begitu"
"Oke"
Tak berapa lama Hinata membawakan dua pesanan cokelat hangat Naruto dengan senyum manis di bibirnya.
"Kamu masih lama?"
"Sebentar, aku cuma tinggal baju"
"Okee aku tunggu disini"
Setelah berbagi senyum Hinata kembali untuk mengganti baju karena shift kerjanya sudah hampir selesai saat itu, untuk kembali bertemu Naruto.
Naruto yakin kalau dia terlalu banyak pikir saat itu maka saat ini tidak akan terjadi hal seperti ini, Naruto dengan dress cantik duduk didepannya.
Naruto mengeluarkan sebuah kotak kecil dari dalam tas, yang sudah dia simpan dari seminggu yang lalu "Selamat ulang tahun Hinata"
END
This is for Hinata's Birthday.
