Setelah menempuh waktu yang cukup panjang, akhirnya Baekhyun telah sampai di Busan. Sesampainya ia disana, hari sudah menjelang malam. Dan ia langsung memutuskan untuk langsung masuk ke rumahnya.

Sebegitu ia membuka pintu rumahnya, ia mulai merasakan kehangatan dari orangtuanya, seluruh kenangan yang ia alami dahulu masih tersimpan jelas di memorinya, sejenak Baekhyun terduduk di sofa yang berada di ruang tamu, ia menatapi seluruh bingkaian-bingkaian foto ia bersama orangtuanya, jujur ia rindu mereka, disaat Baekhyun seperti ini, disaat inipula lah ia sangat membutuhkan pelukan dari kedua orangtuanya, tak sadar setitik bulir air mata jatuh mengenai pipi gembilnya.

Namun ia tak mau terpuruk dengan segala kenangan itu, ia sadar. Ia harus bangkit, ia harus membuat orangtuanya bangga, walaupun mereka tak ada disini, Baekhyun yakin mereka pasti sedang melihat Baekhyun dari atas sana, dan tersenyum bangga kepada anaknya ini.

.

.

.

Setelah selesai menenangkan hatinya, Baekhyun langsung membawa beberapa barangnya untuk ia bawa ke dalam kamarnya. Ia cukup lelah sekarang, ia memutuskan untuk merapikan seluruh barang bawaannya esok hari saja. Yang sangat Baekhyun butuhkan saat ini adalah mandi, tubuhnya sudah sangat lengket dan ia sungguh sangat lelah.

Ia membuka Kamarnya, kamar Baekhyun berada di lantai dua rumahnya, ia melihat sekeliling, masih sama tak ada yang berubah, dan juga cukup rapi. Mengingat Baekhyun menyewa seseorang untuk membersihkan dan merawat rumah peninggalan orangtuanya tiap minggunya.

Biar ku ceritakan, sebetulnya kamar Baekhyun terlalu Soft untuk ukuran seorang pria, tapi ia tidak masalah akan itu, ia nyaman berada disini,kamarnya bewarna baby blue, di kamarnya terdiri atas satu ranjang berukuran kingsize, sebuah walk in closet, dan berbagai macam boneka rilakumma dan puppy yang berada di atas ranjangnya.

"Ahh aku sangat merindukan kalian" kata Baekhyun sambil merebakan dirinya dan memeluk seluruh boneka yang berada disana

"Baiklah, aku mandi dulu ya, kalian jangan kemana-mana, tunggu Baekkie" kata Baekhyun seolah-olah berbicara dengan boneka-bonekanya.

Tak membutuhkan waktu lama untuk mandi, ia hanya menyiram tubuhnya dengan air dingin di bawah shower mengingat hari juga sudah malam, ia tak mau jatuh sakit karna mandi berlama-lama di tengah malam hari.

Setelah selesai mandi, Baekhyun memutuskan untuk berpakaian, ia hanya memakai celana boxer, dan T-shirt oversize-nya yang bewarna putih. Jujur, jika dilihat sekilas memang terlihat biasa saja, tetapi karena seorang Baekhyun yang memakainya, pakaian sederhana itu terlihat sangat serasi di tubuhnya, dan jangan lupakan T-shirt Oversize itu semakin menambah kesana imut Baekhyun, mengingat tubuh kecilnya yang tenggelam saat memakai pakaian itu.

Setelah selesai merapikan dirinya, Baekhyun memutuskan untuk pergi ke arah balkon kamarnya. Dari balkon Baekhyun dapat melihat hamparan birunya lautan, jangan heran kenapa disini ada lautan, karena rumah Baekhyun tepat berada di pesisir pantai makanya sangat mudah untuk menjumpai lautan disini.

"Oh sedang purnama ternyata, pantas kau semakin begitu indah" Baekhyun seolah bicara dengan lautan, benar saja terangnya rembulan, terpancar ke birunya air laut, membuat susasana semakin tenang dan nyaman bagi Baekhyun.

Tapi Baekhyun merasakan keanehan pada dirinya, semakin lama Baekhyun menatap kearah lautan, semakin ia merasa kesadarannya menghilang perlahan.

"Baekhyunee…"

Baekhyun mendengar itu, ia merasa seperti ada yang memanggilnya dari dalam lautan, begitu juga deburan ombak yang seperti ingin menjemput Baekhyun dan membawanya masuk ke dalam lautan.

Baekhyun memutuskan, segera masuk kedalam kamarnya, dan mengunci pintu balkonnya rapat-rapat, ia merasa aneh, ia merasa di panggil, entah oleh siapa. Tapi, Baekhyun mencoba berpikir positif mungkin itu perasaannya saja, mungkin ia lelah karena menyetir seharian.

Tetapi, semakin Baekhyun berusaha melupakan kejadian yang terjadi padanya barusan, ia semakin merasa gelisah, ia yakin itu bukan khayalannya, itu nyata, ada yang memanggilnya.

Baekhyun berlari kearah ranjangnya, ia memutuskan untuk tidur, dan menenggelamkan dirinya kedalam selimut hangatnya, ia benar-benar takut sekarang.

"Ahh tenanglah Baek, bisa saja itu suara angin, mari kita tidur, mungkin kau sudah sangat lelah hari ini, jangan pikirkan apa-apa Baekhyun" Baekhyun berusaha menenangkan dirinya sendiri.

.

.

.

Dimana Baekhyun sekarang ini? Ia merasa tadi masih berada di kamarnya, mencoba untuk tidur.

Tapi apa ini, kenapa sekarang ini ia tengah berada di bibir pantai, ia merasa kakinya dingin terkena deburan air ombak.

"Apa ini? Kenapa aku bisa berada disini? Ini nyata? Sumpah demi apapun, aku masih berada didalam kamar, aku tak merasa keluar kemanapun, kenapa aku berada disini" Tanya Baekhyun kepada dirinya.

"Ini gila, ya ini gila, seseorang tolong aku!, tolong aku! Mama, Papa, Baekhyunee takut, tolong Baekhyun…" jerit Baekhyun mencoba meminta pertolongan kepada seseoranga.

Tapi nihil, tak ada satupun orang disini, dan pantai ini, ia tak tahu ini dimana, ini bukan pantai yang berada di dekat rumahnya, oh tuhan dimana Baekhyun sekarang.

"Tenang saja Baekhyunee…kau aman, jangan takut sayang~~" suara bass seorang laki-laki, terkesan sangat sexy dan menggoda untuk di dengar, tapi persetan itu! Yang menjadi pertanyaan Baekhyun siapa itu.

"Siapa kau? Dan dimana kau? Tolong aku tuan, aku mohon, aku takut, aku tak tahu ini dimana" ucap Baekhyun terisak memohon bantuan kepada suara itu.

"Tak usah takut, kau sekarang berasama ku, aku Mate mu, jangan cemas aku akan menjaga mu sayang.." ucap suara itu.

Tunggu apa katanya, Mate. Ah! Baekhyun ingat, laki-laki yang dimimpinya itu.

"Siapa kau? Tunjukan wujud mu, jangan bersembunyi, jangan semakin membuat ku takut. Aku mohon.." ucap Baekhyun berteriak.

"Aku disini sayang, aku selalu disini, di belakang mu." Ucap pria itu.

Sesaat pria itu mengucapkan kata itu, ia merasa seperti ada seseorang memeluknya dari belakang, seperti ingin menenangkannya.

Namun belum sempat Baekhyun menoleh ke belakang, ia langsung tertarik dan terbangun dari tidurnya, ternyata dia bermimpi, dan mimpi itu semakin terasa nyata.

Saat Baekhyun melihat kekiri, seluruh pintu balkon sudah terbuka, seluruh angin pantai masuk kedalam kamarnya, semakin membuat kamar ini semakin dingin.

Baekhyun melangkang ke arah balkonnya, mencoba untuk menutup pintu kembali.

"Kenapa kau bisa terbuka, seingat ku, aku tadi sudah mengunci pintu dengan benar, apa yang terjadi ini?" ucap Baekhyun

Sebelum menutup pintunya, Baekhyun mengarahkan pandangannya ke lautan, ia merasa aneh dan merasa ada yang berbeda, tapi ntahlah, Baekhyun sudah pusing dengan kejadian-kejadian yang baru di alaminya.

Setelah selesai menutup pintu kamarnya, Baekhyun kembali ke ranjangnya, ia termenung dan memikirkan tentang mimpinya tadi. Ia merasa mimpi itu seperti nyata, karena ia merasakan semuanya, ia merasakan dingin-nya air laut di kakinya, ia juga merasakan pelukan seseorang dari belakang tubuhnya, dan ia juga mendengar suara pria itu dengan jelas, dan suara itu masih terngiang-ngiang di pikirannya. jantungnya berdegup kencang mengingat suara bass yang dimiliki pria itu.

Demi apapun, Baekhyun merasa ini semua semakin tak masuk akal, ada apa dengannya.

Siapa pria itu, kenapa ia selalu datang di mimpi Baekhyun.

.

.

.

Hari sudah semakin pagi, matahari mulai bersinar di arah timur. Tapi Baekhyun belum ada tertidur, setelah ia bermimpi semalam, ia terus memikirkan segala kejadian yang ia alami.

"Apa aku sudah gila? Kenapa bisa aku mengalami seperti ini. Ini tidak masuk di akal" ucap Baekhyun.

.

.

.

Setelah selesai dengan seluruh pemikirannya tadi, ia memutuskan untuk mandi dan sarapan, dan baekhyun berencana untuk berkeliling pantai untuk menenangkan seluruh pemikirannya.

Hari sudah menunjuk pukul 7 pagi, Baekhyun telah selesai dengan acara mandinya.

Ia membutuhkan sarapan, mengingat semalam ia tidak ada makan sama sekali.

Baekhyun berjalan kelantai bawah, ia mengarah ke dapur dan membuka kulkasnya. Syukur saja ia menyewa seseorang untuk mengurusi rumah ini, jadi saat Baekhyun mengatakan akan berkunjung, sang penjaga akan merapikan rumah dan menyiapkan seluruh kebutuhan Baekhyun untuk berada disini.

Ia berencana untuk membuat sarapan sederhana, ia menginginkan sandwich dan segelas susu.

Tak memerlukan waktu yang lama untuk sarapan, Baekhyun langsung membawa dirinya keluar dari rumah, ia melalui pintu belakang rumahnya, dan langsung disuguhkan dengan pemandang pantai dan lautan yang sangat indah.

Jujur saja Baekhyun masih terngiang-ngiang dengan mimpinya, tapi Baekhyun lebih penasaran dengan apa maksud dari mimpi itu, dan siapa pria yang selalu ada di mimpinya itu. Ia sama sekali tidak takut, tapi lebih kepada penasaran dan ingin tahu.

Sudah sekitar 10 menit Baekhyun berjalan-jalan di pantai, ia juga menyempatkan untuk bermain-main dengan anak-anak disana, dan ini cukup ampuh untuk Baekhyun melupakan kegelisahannya untuk sementara.

Saat ia tengah bermain-main, ia dikejutkan dengan tepukan di bahunya. Saat ia menoleh kebelakang ia melihat seorang wanita paruh baya disana.

"Byun Baekhyun, kau Baekhyun kan? Anaknya Byun Yunho dan Hwang Tifanny kan?" Tanya bibi itu. Ya itu nama kedua orangtuanya. Dan jelas saja ia kenal bibi ini, dia adalah tetangga Baekhyun, dan ia sudah menganggap bibi ini seperti keluarganya sendiri. Dan ia adalah bibi Im Yoona, walaupun sudah memliki garis-garis keriput di dahi dan wajahnya, namun ia masih saja terlihat cantik. Baekhyun jadi teringat, ibunya dan bibi Im dahulu bersahabat, mereka selalu saling mengunjungi rumah masing-masing di tiap sore hari.

"Iya bibi, bibi lupa ya dengan Baekhyun" Tanya Baekhyun dengan wajah pura-pura sedih.

"Tak mungkin aku lupa dengan mu nak, aku bahkan langsung mengenali mu sekilas tadi, kau semakin cantik saja baekhyun, sama seperti ibu mu, ahhh aku jadi semakin merindukannya" ucap bibi Im

"Hahha, bibi ini bisa saja" Baekhyun dan bibi Im tertawa bersama sambil berjalan di bibir pantai

"Bagaimana kabar mu nak? Kenapa kau tak mengabari ku kalau kau kesini,?" Tanya bibi Im

"Ahhh Baekhyun tidak bermaksud begitu bi, hanya saja saat Baekhyun sampai, hari sudah sangat malam jadi Baekhyun tidak sempat berkunjung. Baekhyun minta maaf bi tidak sempat berkunjung" ucap Baekhyun

"Hahah tidak masalah sayang, melihat senyuman manis mu saja bibi sudah merasa senang, jadi tak perlu untuk minta maaf segala" ucap bibi Im

Tiba-tiba bibi Im menghentikan langkahnya, spontan Baekhyun juga ikut berhenti dan menatap bibi-nya

"Baekhyun kau masih ingat tempat yang ada disana" ucap bibi Im, ia menunjuk bibir pantai yang berada di paling ujung pantai ini, disana banyak bebatuan karang yang tinggi dan terjal, dan ombak yang ada disana cukup kencang, sudah dapat dipastikan disana juga sangat dalam.

Dan, yah, tentu saja Baekhyun ingat, ia pernah tenggelam disana pada saat usia 6 tahun, dan sampai sekarang ia tidak tahu apa yang menyebabkan ia tenggelam, dahulu ia hanya merasa ada yang menariknya untuk masuk kedalam sana, dan selain itu tak ada lagi yang baekhyun ingat.

"Tentu bi.. Baekhyun tak pernah melupakan itu, karna itu papa mama menangisi Baekhyun dan menyuruh Baekhyun untuk tidak kesana" ucap Baekhyun sambil tersenyum

"Hmmm bibi kira kau melupakannya, dan bibi hanya mengingatkan mu lagi nak, bibi mohon jangan pernah kau kesana, bibi takut kau kenapa-kenapa" ucap bibi, baekhyun melihat bibi seperti benar-benar khawatir akan itu, seperti ada monster yang menakutkan di sana.

"Kenapa bi?" Tanya Baekhyun polos

"Yak… apa kelinci manis bibi ini ingin tenggelam lagi, pokoknya jangan kesana, seberapa penasaranpun kau akan tempat itu, jangan sekali-sekali menginjakkan kaki mu kesan" ucap bibi tegas.

"Hahaha iya bi, baekkie mengerti" ucap Baekhyun

Dan mereka kembali berjalan kearah rumah mereka berada. Dan mata Baekhyun tak henti-hentinya menatap bibir pantai yang di ceritakan bibi tadi, disana cukup indah, tapi ntah mengapa tempat itu seperti memiliki rahasia yang menakutkan dan begitu juga bibi, ia melarang tegas baekhyun untuk kesana, seakan ada monster yang hidup disana.

Tapi yasudahlah, lagian Baekhyun juga tak berminat untuk kesana.

Tapi ia merasa aneh, ia merasa hatinya seperti menjerit untuk mengajak pergi kesana, ia seperti merasakan ada sesuatu disana.

Mungkin ia harus banyak bertanya nanti kepada bibi Im…


Hai semua..

Gimana ceritanya? Makin gaje kan.

Sumpah gua merasa ini tu belum maksimal banget.

Tapi gue janji bakal buat cerita ini, nyambung dan enak untuk kalian baca.

Jadi please review ya guys

Sorry kalok ada kata-kata yang belibet atau typo

I'm still a newbiee

Thank you guys, ditunggu ya kelanjutanan ceritanya

See yaa…

Salam Chanbaek is real!