Flashback
Pagi yang cerah di musim panas adalah saat-saat yang menyenangkan bagi seluruh anak-anak. Apalagi pada saat itu juga seluruh kegiatan sekolah mereka di liburkan, agar seluruh anak-anak tersebut dapat menikmati awal musim panasnya untuk berlibur dan bermain-main bersama teman maupun keluarga mereka.
Tak terkecuali Baekhyun, bocah manis itu tengah berada di halaman belakang rumahnya, ia tengah bermain-main dengan anak seumurannya, saat ini mereka tengah bermain pasir, ada yang sedang membangun istana pasir, rumah-rumahan atau apa saja yang mereka sukai. Anak-anak memang memiliki imajinasi mereka sendiri, begitu juga Baekhyun ia tengah membuat istana pasir bersama dengan temannya Lee Taeyong. Taeyong merupakan anak dari bibi Im Yoona dan paman Lee Donghae.
Mereka sudah akrab sejak kecil, selain itu Taeyong juga teman Baekhyun di Taman kanak-kanak. Baekhyun sedang asik bermain dengan Taeyong.
"Baekkie, kita harus buat istana yang besarrrrrr cekalii" ucap Taeyong dengan gaya bicara layaknya anak usia 6 tahun
"Pasti Taeyong!, kita hayus buat istana yang bagus, tsupaya teman-teman yang lain iyi dengan kita. Kitakan jagonya membuat istana pasir, lalu kalau tsudah selesai, Baekie mau nunjukkin ke mamah, biar mamah tau kalok Baekkie bisa buat istana yang cantik buat mamah" ucap Baekhyun kecil dengan aksen cadel, khas anak kecil. Oh dan jangan lupakan senyuman manis yang di tunjukkan Baekhyun, menampilkam gigi kecilnya. Ahh suguh sangat imut bagi siapa saja yang melihatnya.
Setelah mengatakan itu Baekhyun dan Taeyong mulai membuat apa yang mereka inginkan, saat sedang asik-asiknya membuat istana pasir, ternyata ada anak nakal yang ingin menjahili mereka. Ia Bang Yongguk, anak itu memang terkenal nakal, dan sangat senang sekali menjahili Baekhyun dan teman-teman yang lainnya. Anak itu membawa lari semua mainan ember-emberan Baekhyun dan Taeyong, reflek Baekhyun mengejar temannya itu, tentu saja ia sangat kesal atas perlakuan Yongguk.
"Yaaakkk… Bang Yongguk! balikin ember Baekkie, atau Baekki aduin sama mamah" teriak Baekhyun sambil mengejar Yongguk temannya yang nakal itu.
"Adukan saja, weekkk" ejek Yongguk ke Baekhyun.
"Dasar Baekkie anak mamah, cengeng, tukang pengadu, mana ada anak laki-laki seperti mu" teriak Yongguk berlari semakin cepat
Tak disangka mereka sudah berlari terlalu jauh dari rumah mereka berada. Karena sudah lelah berlari, tanpa pikir panjang Yongguk melemparkan mainan Baekhyun tadi ke balik karang, dan hanyut ke dalam laut. Baekhyun berupaya menyelamatkan mainannya itu, ia menaiki batu-batu karang yang ada disana, Baekhyun sedih ternyata mainannya sudah terbawa ombak cukup jauh, Baekhyun menangis, ia takut mengadu ke ibunya, ia tak mau diejek sebagai anak tukang pengadu oleh Yongguk.
Baekhyun terduduk di batuan karang, dengan memeluk kedua kakinya, ia menangis disana, terisak.
"Hikss..Yongguk kenapa jaat cekali cama Baekkie huhuhu, padahal Baekkie tak pernah mengganggu Yongguk hiks..hikss mamaah" isak Baekhyun, ia menangis sejadi-jadinya disana, ia tak berani pulang, ia tak mau mama-nya tau kalau ia sehabis menangis, ia takut mama-nya bertanya dan malah mendatangi Yongguk. Yang ada nantinya ia semakin di ejek oleh Yongguk.
Jadi Baekhyun memutuskan duduk disana, sampai ia merasa cukup tenang dan tak menangis lagi.
Ia mengamati sekitarnya, Baekhyun sadar ia sudah terlalu jauh dari rumahnya, dan Baekhyun ingat tempat ini, ini pantai terlarang. Orangtuanya selalu mengatakan pada Baekhyun untuk jangan pernah menginjakkan kaki disini, tapi sepertinya Baekhyun telah melanggar larangan orangtuanya ia semakin takut, kalau ia pulang pasti mama-nya memarahinya karena bermain sampai kesini.
Baekhyun mulai menangis lagi, "Huweee mama maafin Baekkie, Baekkie enggak patuh sama mama huhuhu, ini semua salahnya Yongguk hiks, kalau tidak karena dia, Baekkie gak bakalan kecini hiks..hiks..hiks.." isak Baekhyun.
Tanpa Baekhyun sadari ada sosok lain yang menatap dari dalam lautan, sosok itu menatap Baekhyun sambil tersenyum, bukan senyuman yang ramah melainkan seperti seringaian yang benar-benar yang sangat menyeramkan.
"Hmmhh ada bocah manusia rupanya, berani sekali kau nak untuk kemari, baiklah aku akan memberi mu hadiah atas keberanian mu itu, hadiah yang akan membawa mu terbang keatas dan tidak akan pernah kembali lagi, pasti sangat menyenangkan" ucap sosok itu.
Sosok itu mulai berenang ke arah Baekhyun dengan ekor yang sangat besar berwarna merah terang, ternyata sosok tersebut bukan manusia biasa, ia adalah seorang Mermaid, ia memang memiliki tubuh atas layaknya seorang wanita, iya juga memiliki wajah yang cantik bak seorang putri di negeri dongeng, tetapi tubuh atasnya sama saja sepeti seekor ikan, bersisik layaknya ikan.
Sosok itu mulai menampakkan wujudnya dihadapan Baekhyun, ia menyembulkan tubuh bagian atasnya.
Baekhyun yang melihat itu merasa terkejut, tapi Baekhyun tak memiliki pemikiran yang aneh tentang wanita itu, malah Baekhyun memanggil wanita itu dengan rasa khawatir.
"Bibi..! bibi kenapa ada disana, naik bi! Ombak disini sangat kencang, bibi akan terbawa arus ombak nanti, bibi tidak taku tenggelam apa? Naik bi" ucap Baekhyun ke wanita itu dengan segala pemikiran polosnya
Wanita yang di panggil bibi oleh Baekhyun tadi diam saja, dengan senyum yang tak pernah lepas dari wajahnya. Malah wanita itu mulai bernyanyi di hadapan Baekhyun.
Tahukah kalian, nyanyian seorang mermaid itu sangat memikat dan mematikan, dibalik dari lantunannya yang indah, ada tersisip sedikit mantra disana untuk menghipnotis dan menggoda manusia masuk ke dalam laut dan berakhir dengan tenggelam secara mengenaskan, memang terlihat tidak masuk akal, tetapi begitulah kenyatannya.
Banyak dari sebagaian mermaid menggunakan suaranya yang indah untuk menggoda para pelaut dan membunuh para pelaut itu saat mereka sudah terlena dan menceburkan dirinya sendiri ke dalamnya lautan.
"La..lala .." mermaid itu mulai melantunkan syairnya dengan merdu
"Wahaiii kau anak manusia, kemarilah bersama ku, ikut lah bersama ku" nyayian mermaid itu semakin lantang, tak hanya bernyanyi mermaid itu mulai menggerakan tangannya gemulai seakan memanggil Baekhyun untuk ikut bersamanya.
Baekhyun awal sama sekali tak terpengaruh ia malah berteriak kepada wanita itu.
"Bibi kok malah bernyanyi, nyanyinya nanti saja, naik bi!" ucap Baekhyun yang benar-benar lugu
Melihat itu mermaid itu semakin bernyanyi semakin kuat
"La.. " nyanyian sang mermaid
Lambat laun, Baekhyun mendapatkan efek dari nyanyian mermaid tadi, kesadarannya semakin menghilang, ia seperti terhipnotis. Dan tanpa sadar kakinya berjalan sendiri menuruni batu yang ia duduki tadi, ia melangkah untuk memasuki lautan, sesaat satu kakinya sudah berada di dalam air. Tiba-tiba saja datang ombak yang sangat keras menghantam tubuh mungil Baekhyun otomatis ia terbanting dan menabrak batu karang sangat kencang. Ia mulai tak sadarkan diri, darah sudah mulai bercucuran keluar dari pelipisnya, Baekhyun yang masih memiliki sedikit kesadarannya, tak bisa berbuat apa-apa. Tapi ia mencoba berenang ke permukaan, tapi tak bisa.
Tak disangka ia menangis, ia berteriak di dalam hatinya.
"Ya tuhan tolong Baekhyun, Baekhyun masih ingin melihat mama papa, Tolong Baekki…Siapa saja tolong Baekhyunee" teriak Baekhyun memohon di dalam hatinya.
Tanpa di sadari mermaid tadi dan juga Baekhyun, ada sosok lain di sekitar mereka. Sosok itu adalah seekor duyung jantan, atau bisa kita katakan sebagai merman.
Ia melihat semuanya, ia melihat apa yang telah dilakukan mermaid tadi kepada bocah itu. Awalnya ia sama sekali tidak mau ikut campur dalam kejadian itu, karena menurutnya itu semua hukum alam yang harus tetap dijalankan. Tetapi sesaat dia akan mulai berenang menggerakkan ekor indahnya masuk ke dalam lautan. Ia mendengar teriakan seseorang, teriakan yang lebih kepada permohonan, yang sangat lirih dan sangat menyayat hatinya ketika ia mendengarkannya.
Ia menoleh ke arah bocah yang tenggelam tadi, benar saja suara itu berasalah dari teriakan hati bocah itu yang tulus, dan benar-benar sangat pilu.
Tanpa pikir panjang, merman itu mulai mengikuti kata hatinya untuk menyelamatkan bocah itu, tak pernah-pernah ia seperti ini, ia biasanya sangat acuh dan tidak mau perduli akan apa yang terjadi terhadap manusia.
Tapi kali ini berbeda, hatinya seakan tersayat ketika mendengar suara itu, ia tak sanggup mendengar isakan pilu itu.
Ia berenang sekencang-kencangnya, ia sama sekali tak berpaling kearah mermaid yang menjebak bocah itu tadi, dia hanya berpikir untuk dapat memeluk bocah itu, membawanya ke permukaan dan menyelamatkannya.
Ia mendapatkannya, ia berhasil menyelamatkan bocah itu yang telah kehilangan seluruh kesadarannya.
Ia menatap wajah itu di dalam air, ia seperti merasakan hatinya tercubit menatap wajah polos itu dengan keadaan mengenaskan seperti ini. Ia membawa tubuh bocah itu kepermukaan, ia tak berpikir apa-apa lagi, persetan jika ada manusia yang melihatnya, ia sama sekali tak perduli. Yang terpenting ia bisa meyelamatkan bocah ini, itu saja yang ia pikirkan.
Saat sudah berada di permukaan, ia berusaha berenang ke arah bibir pantai, yang memiliki dataran tak berbatu. Ia menggeser tubuh besarnya sekuat tenaga. Tak mudah bagi merman ataupun mermaid untuk berjalan di daratan bila mereka masih menggunakan ekor mereka.
Saat telah sampai di bibir pantai ia menatapi wajah itu lekat-lekat, satu yang terlintas dipikrannya saat menatap wajah itu "Mate" ucap merman itu parau, entah mengapa hatinya begitu sakit saat menatap wajah damai ini. Ia mulai menepuk wajah lembut itu, berusaha untuk menyadarkan bocah itu, dan entah insting darimana, ia mencium bocah itu. Tidak ada nafsu di dalamnya. Ia mencium bocah itu meniupkan udara ke dalam paru-paru bocah itu. Berusaha untuk menyelamatkan bocah yang baru ia sadari bahwa bocah itulah Mate-nya.
Beberapa menit mencium bocah itu, mencoba untuk memberikan pertolongan kepadanya. Merman itu melihat mata itu berkedip, pertanda bahwa anak itu sudah mulai sadar, ia senang.
Tapi ia sadar tak mungkin ia menunjukkan dirinya dihadapan bocah ini, dengan keadaan dirinya berekor, ia khawatir bocah itu takut kepadanya. Tidak! Ia tidak mau menakuti mate-nya lebih baik ia pergi saja dari sini pikirnya.
Tanpa pikir panjang ia mulai menyeret tubuhnya untuk masuk lagi kedalam air, akan lebih baik kalau ia memantau keadaan mate-nya dari dalam air saja.
Saat ia sudah masuk ke dalam air, ia melihat bocah itu sudah sadar, ia terduduk disana, meringis kesakitan. Ia tak tega melihatnya, tapi tak mungkin juga baginya untuk menghampiri bocah itu lagi. Ia mengedarkan penglihatannya mencari seseorang agar dapat menolong bocah itu.
Ya.. sangat beruntung ia. Saat ia melihat ke arah lain, ada seorang pria paruh baya yang mengarah ke lautan, sepertinya itu nelayan. Dengan segala kekuatannya, ia mengirim sebuah mantra ke arah pria itu, agar melihat kearah bocah itu berada dan dapat menolongnya dengan lekas.
Benar saja, setelah merman itu meniupkan entah apalah itu, pria itu seperti langsung mengarahkan kakinya ke arah Baekhyun berada, pria itu mulanya bingung mengapa dia mengambil arah kesana. Tetapi seperti ada bisikan yang menyuruhnya untuk kesana.
Saat nelayan ini berjalan ia mendengar sebuah ringisan, ia merasa asing. Ia langsung berlari ke arah sana. Benar saja, ia melihat bocah kecil disana, sepertinya bocah itu terdampar. Mungkin ia tenggelam oleh ombak dan membawanya kesini.
Tanpa pikir panjang ia berlari ke arah anak itu.
"Ya tuhan nak, kau kenapa? Kenapa kau bisa berada disini?" Tanya pria itu
"Baekkie tidak tau paman, tolong baekkie paman hiks..hiksss" ucap Baekhyun sambil menangis terisak
"Oh tuhan malangnya nasib mu nak, tapi kenapa kau sampai ke pantai ini, ini sangat terlarang untuk di masuki, apalagi untuk bocah seperti mu" ucap pria itu
"Baekkie tadi mengejar Bang Yongguk sampai kesini" ucap Baekhyun
"Tunggu, kau kenal Yongguk, aku ayah-nya Yongguk nak, kau anak siapa? Biar ku antar kau ke orangtua mu" ucap pria itu, jujur ia kesal dengan anaknya itu. tapi ia harus tenang, dan menyelamatkan bocah ini
"Aku anak Byun Yunho dan Hwang Tifanny paman, rumah ku berada disana" ucap Baekhyun menunjuk arah rumahnya
"Ya tuhan nak, baiklah mari paman bantu kau pulang" ucap pria itu
Baekhyun merasa beruntung ada yang menemukannya, walaupun itu ayah-nya Yongguk, bocah laki-laki yang sudah menyebabkannnya seperti ini.
Sepeninggal Baekhyun dan pria itu, mereka tak menyadari ada sesosok merman yang terus memperhatikan dan mengkitui kemana arah mereka pergi.
.
.
.
Berkat pria itu, baekhyun berhasil sampai ke rumah orangtuanya.
Hwang Tifanny yang melihat anaknya di bopong seseorang sudah menjerit sejadi-jadinya, ia tak sanggup melihat anaknya seperti ini pelipisnya berdarah, tubuhnya lecet, badannya basah dan ia menggigil kedinginan. Kulit dan bibir Baekhyun sudah pucat sejadi-jadinya.
Melihat anaknya seperti itu Tiffany tak henti-hentinya menangis, suaminya yang sedang berada di lantai atas merasa bertanya-tanya kenapa istrinya itu bisa menangis, saat ia melihat anaknya, reflek ia langsung memeluk Baekhyun.
"Tiffany, siapkan mobil, kita harus ke rumah sakit secepatnya, jangan menangis!, menangis tak pernah membuat ini menjadi lebih baik" ucap Yunho tegas, ia terkejut dengan keadaan anaknya, ia pun ingin menangis, tapi tak mungkin pria itu menangis, yang ada keadaan akan semakin kacau nantinya.
Kedua orangtua Baekhyun benar-benar kacau melihat keadaan anak semata wayang mereka, seingat mereka Baekhyun tadi masih bermain-main dengan temannya, tapi kenapa bisa jadi seperti ini.
.
.
.
Setelah di larikan ke rumah sakit keadaan Baekhyun berangsur-angsur membaik, dokter mengatakan keadaannya hanya sedikit terguncang, ia juga mengalami sedikit benturan yang menyebabkan pelipisnya berdarah, tapi itu tak terlalu berat.
Kedua orangtua Baekhyun tak henti-hentinya mengucapkan rasa syukur.
Disaat ini Baekhyun telah sadar, tubuhnya masih lemah, di lengannya telah tertancap jarum infus. Kedua orangtua baekhyun berada di sampingnya, dan juga disana ada pama Lee, bibi Im dan temannya Taeyong.
"Baekhyunee kenapa kamu bisa seperti ini nak?" Tanya tiffany dengan suara yang masih terisak.
"Maafin Baekkie mah hiks, baekkie melanggar hiks larangan mama papa, Baekkie tadi pergi ke arah pantai yang terlarang,lalu tiba-tiba Baekkie jatuh dan tenggelam disana" ucap Baekhyun tersedu-sedu
"Kenapa Baekhyunee pergi kesana, kan mama dan papa sudah bilang, jangan sekali-sekali kesana" ucap Yunho tegas, ia cukup kesal dengan anaknya. Ahh bukan kesal, dia hanya saja khawatir ke Baekhyunee-nya.
Baekhyun sama sekali tak berani menjawab pertanyaan papanya,ia masih teringat ejekan Yongguk, yang mengatakan ia anak tukang pengadu, ia tak mau semakin di ejek Yongguk jika ia mengatakan alasan mengapa ia pergi kesana kepada papanya.
"Tadi Baekkie mengejar Yongguk paman, Yongguk benar-benar nakal, di melarikan mainan Baekkie, dan Baekkie mengejarnya" itu bukan suara Baekhyun melainkan Taeyong
"Oh jadi begitu" ucap Yunho, sekarang ia benar-benar marah, ia rasanya ingin mendatangi orangtua dari anak yang bernama Yongguk tadi.
"Papa.. papah jangan marahin Yongguk yaa.. dia gak salah kok Baekkie yang salah" ucap Baekhyun, ia takut papa-nya datang ke rumah Yongguk dan memarahi anak itu.
"Tidak bisa seperti itu Baekkie, setidaknya orangtua-nya harus tau seberapa nakal-nya anak mereka" ucap paman Donghae yang masih ada disana
"Tidak jangan paman, ya, pah… jangan marahin Yongguk, lagian tadi yang menolong Baekkie juga ayah-nya Yongguk, paman itu sudah baik mau menolong Baekkie" ucap Baekhyun tersedu-sedu
Sebenarnya Yunho heran mengapa Baekhyun begitu melarangnya untuk menemui anak yang bernama Yongguk tadi, tapi sudahlah. Malaikat-nya sudah memohon kepadanya, ia bisa apa kalau sudah melihat wajah puppy lucunya ini.
"Oke, tapi harus janji sama papa dan mama, jangan pernah pergi kesana lagi, walaupun di ajak teman, jangan pernah mau, janji?" ucap Yunho
"Iya pah Baekkie berjanji" ucap Baekhyun bersemangat
"Ya ampun lihat Yunho, Tiff, puppy kecil kalian sudah kembali" ucap bibi Im gemas kepada Baekhyun
Semua orang disana benar-benar mengkhawatirkan Baekhyun, begitu juga dengan sosok merman yang tadi menolong Baekhyun. Ia sangat gelisah, sampai rasanya ia ingin menombak jantung mermaid yang membuat mate-nya itu celaka dengan tongkat Trisula-nya.
Dia benar sangat khawatir, ia terus memikirkan keadaan mate-nya itu. Saking khawatirnya, rasanya ia ingin naik ke permukaan, dan berubah wujudnya menjadi manusia.
.
.
.
Flashback end
Tbc
Hai…
I'm back…
Gua cuman mau bilang terimakasih sebanyak-banyaknya buat kalian, yang sempetin buat ngreview cerita abal-abal ku ini
Thank you so much guys *bow*
Gue bakalan berusaha buat cerita ini nyaman untuk kalian baca..
Dan maaf mungkin di cerita ini banyak typo, soalnya gue gak sempat ng-edit ulang, sebab gue terlalu bersemangat buat post cerita ini, karena banyak dari kalian juga yang nyemangatin gue buat nulis cerita ini. Thanks guys, I just can say that for you!
Hmm mungkin itu aja kali yaa
Please review ya..
Gue butuh pendapat kalian, biar gue makin semangat nglanjutin cerita ini.
Oke deh.. bhayy see yaa in the next chapter….
Chanbaek is Real!
