Hari sudah mulai malam, bulan sudah menampakkan keindahannya.

Namun, Baekhyun belum juga mau untuk tidur, ia sudah berusaha untuk tidur, sudah 2 gelas susu yang ia minum untuk pergi menjemput mimpinya. Tapi nihil, ia masih saja berbaring di atas ranjang tanpa bisa menutup matanya.

Sebenarnya ia sudah cukup lelah hari ini, setelah berjumpa dengan bibi Im, banyak yang ia lakukan bersama dengan bibi-nya itu. Mereka selalu berbincang, bercerita tentang apa saja, selain itu Baekhyun juga membantu bibi Im mengurus taman kecilnya yang penuh dengan bunga anggrek, jujur bersama dengan bibi Im ia merasa nyaman, selama bersama dengan bibi Im ia melupakan masalahnya, ia merasa senang dekat dengan bibi Im, ia bisa merasakan kehangatan dari ibu-nya sama bersama bibi Im.

Tetapi, saat ini Baekhyun kembali ke dirinya sebelumnya, ia terus saja gelisah, ia terus membalikan badannya ke kanan dan ke kiri untuk mencari posisi yang nyaman untuk ia bisa tidur. Tapi semua sia-sia, ia benar-benar gusar sekarang, Baekhyun terduduk di atas ranjangnya.

"Apa aku keluar saja sebentar, mungkin dengan sejuknya udara di luar dapat membuat ku lebih tenang." Ujar Baekhyun

Saat ini Baekhyun tengah memakai cardigan-nya, ia membutuhkan ketenangan sekarang. Ia mulai menurunin tangga rumahnya dan berjalan keluar ke arah pantai.

.

.

.

Sesampainnya ia di bibir pantai, ia terduduk disana. Sedari tadi banyak hal yang ia pikirkan, ya, kalian tahukan apa yang membuat Baekhyun frustasi akhir-akhir ini. Ya mimpinya, mungkin jika ia Kyungsoo atau Luhan. Ia akan mudah saja mengabaikan mimpi itu dan menganggap itu sebagai bunga tidur saja. Tapi ia tak bisa melakukan itu, semakin hari, mimpi itu semakin terasa nyata. Baekhyun yakin itu.

Baekhyun mengedarkan pandangannya ke penjuru pantai, tidak ada orang disana, ia sendirian. Mungkin orang-orang sudah kembali ke rumah mereka masing-masing dan pergi menjemput mimpi indah mereka. Baekhyun sedikit merasa iri memikirkan tentang itu, ia bahkan tak tahu kapan terakhir ia bisa tidur dengan nyenyak tanpa harus takut terbangun di malam hari karena di sebabkan mimpi aneh yang terus hadir di tiap tidurnya.

Lama Baekhyun terduduk disana, bahkan ia sudah mulai merasa kedinginan karena angin malam dan juga kaki Baekhyun sudah mulai basah kuyup disebabkan deburan ombak. Sampai pada akhirnya Baekhyun mendengar suara aneh lagi, bukan suara orang yang sedang memanggil namanya. Tetapi lebih seperti seseorang yang tengah bersenandung, dan irama yang ia senandungkan Baekhyun dapat tahu orang itu mungkin tengah bersedih, melihat begitu lirih irama yang ia keluarkan.

Baekhyun semakin penasaran dengan suara itu, ia ingin mendatangi orang itu, ia berpikir mungkin ia bisa berbagi cerita dengan orang ini, mengingat sepertinya pemilik suara ini juga sedang sama sedihnya seperti yang Baekhyun rasakan.

Baekhyun mulai bangkit dari duduknya, ia mulai berjalan mengikuti darimana arah suara itu berasal. Semakin Baekhyun berjalan, semakin jelas suara itu terdengar. Tapi tunggu, Baekhyun seperti tak asing dengan suara ini. Iya, dia yakin. Sungguh Baekhyun sangat mengenali suara berjenis bass yang terdengar sangat sexy dan begitu menghanyutkan ini.

Ia langsung teringat dengan suara pria yang selalu datang ke dalam mimpinya. Tanpa pikir panjang Baekhyun semakin mempercepat jalannya. Lama ia berjalan, ia tersadar ia sudah jauh dari tempatnya tadi. Ia melihat ke sekeliling, sungguh ia terkejut. Ia sudah sampai kesisi pantai terlarang, beberapa langkah lagi ia mungkin sudah memasuki kawasan pantai itu.

Jujur Baekhyun bimbang, apa ia kembali saja ke rumahnya, atau melanjutkan langkahnnya dan menemukan pria itu, pria yang sudah memporak-porandakan pikirannya akhir-akhir rasa penasaran Baekhyun lebih besar daripada rasa takutnya, ia merasa yakin.

Jujur saja saat ia tengah berdiri disana memikirkan ke bimbangannya, ia terus mendengar senandung pria itu, semakin terasa pilu. Bukannya takut ia malah merasa nyaman mendengarnya. Seperti ada ikatan dengan dirinya dan pemilik suara itu yang membuatnya tidak merasa khawatir sama sekali.

Dengan mantap, Baekhyun melangkahkan kakinya. Tak ada rasa takut yang ia rasakan sekarang ini. Yang ada hanya rasa nyaman dan senang yang datang entah darimana saat ia mendengar suara laki-laki itu.

Ia sudah sampai di pantai ini, pantai ini benar-benar gelap, tak ada penerangan disekitaran sini hanya cahaya rembulan yang menerangi pantai ini, sungguh menambah kesan kelam di pantai ini.

.

.

.

Baekhyun mulai mendengar suara itu, sepertinya suara itu berasal dari balik batu karang yang ada di depannya, ia memberanikan diri untuk menaiki batu karang itu. Saat ia hampir berada di atas batu itu, betapa terkejutnya ia dengan apa yang ada di depan matanya sekarang. Ia melihat seorang lelaki tengah bersandar di samping batu karang, tubuh atasnya tak menggunakan apa-apa, ia topless, oh tuhan! Baekhyun benar-benar terkesima dengan bentuk dari tubuh lelaki itu, tubuhnya benar-benar layaknya seorang model, ahh tidak-tidak mungkin lebih tepat di ibaratkan bagai seorang raja ataupun pangeran, benar-benar mengagumkan. Lihat otot-otot biseps di lengannya semakin menambah kesan maskulin bagi lelaki itu.

"Kenapa dia ada disini, di tengah malam begini? Apa dia tidak takut dingin atau terkena ombak?" ucap Baekhyun berbisik, ia tak berani terlalu berisik, ia takut mengganggu pria itu.

Saat Baekhyun mulai naik ke atas batu karang itu, betapa terkejutnya Baekhyun dengan apa yang ia lihat.

"HUAAAA!" teriak Baekhyun kencang, ia reflek membekap mulutnya dan merundukkan tubuhnya kembali, berniat untuk berlari sekencang-kencangannya. Ia terkejut dengan apa yang ia lihat.

Baekhyun melihat ekor yang menyatu dengan pria itu, ekor itu layaknya seperti ekor ikan, ekor itu sangat besar dan sangat indah dengan warna biru kehijauan. Dan sekarang Baekhyun sangat merutuki akan kebodohannya, kenapa ia harus berteriak sekencang itu, ia takut pria itu, ahh tidak bukan pria tapi lebihnya tepatnya mahkluk itu terganggu dan menghabisinya disini, Baekhyun sudah mulai hampir menangis akan kebodohannya itu.

"Mahkluk apa itu?" ucap Baekhyun dalam hati, posisinya masih berada di balik batu itu merunduk, ia benar-benar tidak berani untuk bergerak sedikit pun.

"Kalau kau penasaran akan diriku, kemarilah Baekhyunee, aku telah lama menunggu mu." Itu bukan suara Baekhyun, melainkan suara dari lelaki ikan itu.

"Dia tahu nama ku? Tidakk..tidak! ini gilak, aku harus kembali ke rumah" Baekhyun berlari terbirit-birit dari sana, ia berlari sambil merapalkan segala doa, berharap itu dapat melindunginnya dari mahkluk itu.

Sedangkan mahkluk yang di maksud Baekhyun, hanya terdiam disana dengan senyuman yang sangat sulit untuk ditebak apa maksud dari senyuman itu.

"Kenapa kau harus berlari dariku Baekhyunee?" Ucap pria itu, sangat mudah ditebak kalau ia sekarang tengah bersedih mengingat mate-nya berlari ketakutan saat melihatnya.

Tanpa pikir panjang ia mulai pergi dari sana. Ia mulai berenang berniat pergi ke arah bibir pantai di mana rumah mate-nya berada, ia ingin melihat mate-nya itu lagi, ia ingin memperbaiki semuanya.

.

.

.

Baekhyun membanting pintu rumahnya, ia langsung mengunci semua pintu dan jendela yang ada di rumahnya. Ia benar-benar takut sekarang.

Setelah itu, ia berlari menaiki tangga memasuki kamarnya, sesudah memastikan semuannya terkunci dengan rapat. Ia menaiki ranjangnya dan memasukkan tubuhnya ke dalam selimut tebalnya itu.

Baekhyun berusaha untuk memejamkan matanya, tapi ia tak bisa. Sekarang kegelisahannya semakin menjadi-jadi. Ia menyesali perbuatannya sekarang. Entah mengapa ia harus mengikuti suara itu.

"Mama, papa Baekkie takut, entah mahkluk apa yang Baekkie lihat tadi, mah, pah, mungkin Baekkie akan menyusul kalian, bisa saja mahkluk itu marah kepada ku dan datang untuk membunuh ku" ucap Baekhyun dengan buliran air mata yang terus jatuh dan mengenai bantalnya.

.

.

.

"Tak usah menangis Baekhyunee, aku tak mungkin membunuh mu" ucap suara yang berasal dari belakang tubuh Baekhyun.

Baekhyun membalikkan tubuhnya, dan ia benar-benar terkejut dan hampir pingsan dengan apa yang ia jumpai sekarang, seorang lelaki berada di kamarnya, dan yang lebih parahnya lagi. Laki-laki itu sedang TELANJANG di hadapannya. Ahh Baekhyun ingat lelaki ini, ia adalah lelaki yang baru saja ia jumpai, tapi mengapa sekarang ia sudah memiliki kaki, seingat Baekhyun pria tadi tidak memiliki kaki dan hanya memiliki ekor layaknya ikan.

"Siapa kau? Mengapa kau bisa berada disini!" Baekhyun sudah hampir gila dengan apa yang terjadi padanya sekarang.

"Tenanglah Baekhyunee" ucap lelaki itu, sambil menaiki tubuhnya ke ranjangnya Baekhyun berusaha untuk mendekati Baekhyun.

Baekhyun yang sedang dalam terkejutannya, reflek memundurkan tubuhnya sampai membentur kepala tempat tidur.

"Aku mohon tuan, ampuni aku, maafkan kesalahan ku, aku tak berniat mengganggu mu tuan. Ku mohon maafkan aku" ucap Baekhyun pilu sambil menangis tersedu-sedu.

Lelaki itu sekarang sudah berhasil menaiki tempat tidur Baekhyun, dan sekarang disinilah ia berada tepat di hadapan Baekhyun, ia mengurung Baekhyun, ke dua tangan kekar pria itu sudah berada disamping kanan-kiri tubuh Baekhyun. Menatap lekat-lekat wajah mate-nya itu. Sedangkan Baekhyun ia masih terduduk disana, memeluk selimutnya dan memejamkan kedua matanya rapat-rapat.

Lelaki itu tak sanggup melihat wajah sedih Baekhyun, "Jangan menangis, ku mohon.." ucap lelaki itu. Ibu jari lelaki itu mulai menghapus air mata mate-nya. Baekhyun terkejut dengan sentuhan dari lelaki itu, benar-benar lembut, seperti benar-benar berusaha untuk menenangkan dirinya.

CUP

Baekhyun membuka matanya, ia melihat sekilas apa yang dilakukan lelaki itu, dan sesaat kemudian ia langsung menutup matanya rapat-rapat. Ia tak berani menatap lelaki itu.

Baekhyun benar-benar terkejut dengan apa yang di alaminya sekarang ini, pria itu mengecup bibirnya, lembut, sangat lembut. Baekhyun yang tadinya ingin berteriak dan menendang pria itu, mengurungkan niatnya untuk melakukan itu.

Entah perasaan apa ini, sungguh perasaannya benar-benar seperti di permainkan, tadinya ia benar-benar merasa takut dengan lelaki ini, tetapi saat laki-laki ini tengah mencium bibirnya lembut, ia hanya bisa diam menikmati semuanya, ia seakan nyaman dengan apa yang di lakukan lelaki ini.

.

.

.

Ciumannya semakin ia perdalam, mendorong tengkuk Baekhyun untuk lebih memperdalam ciuaman mereka. Baekhyun hanya bisa terdiam. Lama kelamaan ciuaman lelaki ini semakin panas, hingga tanpa sadar Baekhyun ikut bereaksi atas ciuman lelaki ini. Reflek Baekhyun membuka mulutnya membalas segala aksi pria itu. Lama mereka beradu mulut, Baekhyun sudah merasakan pusing di kepalanya, ia memerlukan oksigen sekarang. Ia menepuk dada pria itu. Dan saat itu juga, pria itu melepaskan ciuman mereka.

Saat ciuman itu terlepas, terjuntai benang saliva di antara mereka berdua, entah saliva dari siapa itu, tetapi itu benar-benar semakin membuat kesan semakin intim di antara Baekhyun dan pria itu.

"Jangan takut dengan ku, ku mohon…" ucap pria itu sambil menempelkan kedua dahi mereka.

Baekhyun menatap mata pria itu, jujur ia seperti akan tenggelam atas tatapan tajam pria ini, sungguh sangat menggoda dan memikat.

"Siapa kau?" ucap Baekhyun lirih

"Aku Mate mu, jangan takut. Aku CHANYEOL kekasih mu…" ucap pria itu sambil menatap mata Baekhyun dalam

Setelah pria itu menyebutkan namanya, perasaan Baekhyun mulai tak karuan, ia mulai kehilangan kesadarannya

Yang terakhir Baekhyun lihat hanyalah kegelapan, dan yang terakhir ia dengar, hanyalah suara pria itu yang terus mengucapkan kata "mate" kepada dirinya.

.

.

.

Tbc


Hai semua gua balik lagi…

Ehh btw kalian udah pada liat postan Ig si bapak PiCiWay? Asli gua kobam ya allah!

Serasa tak bernyawa acu lagi, serius ya,, betek gue ma Chanbaek. Kyknya senang banget gitu buat Chanbaek shipper pada menggelepar, menggelinjang atas perbuatan mereka. Hhahh entahlah… biarkan sajalah ya si papih mamih menikmati malming mereka, kita cukup prepare2 jantung aja.. mana tau ada yang lebih mengejutkan lgi…

Ehh btw gimana ceritanya, asli gaje bgt kan.. hahah

Sorry for many typo

Please di review ya guys, don't be a silent reader.

Ohya gue juga gak lupa buat ucapin Terima kasih buat kalian yang udh berbaik hati untuk mereview cerita abal-abal acu ini. Aku saying kalian guys *pelukatu-atu*

Udh deh gitu aja bacotan aing,, bhayyy

Chanbaek is real!