Setelah apa yang ia lakukan kepada Baekhyun.
Ya… Disinilah Chanyeol berada, ia masih menatapi wajah cantik mate-nya itu, ia tak henti-hentinya membelai wajah mulus Baekhyun, ada rasa bahagia disana. Bahagia karna ia dapat berdekatan dan berciuman dengan mate-nya. Tetapi masih saja ada rasa khawatir disana. Khawatir kalau saja mate-nya tak menerima dengan keadaanya dan pergi menjauhinya. Ada rasa egois muncul di hati Chanyeol, rasa yang mengatakan bahwa Baekhyunee adalah mutlak miliknya, sejauh apapun Baekhyun ingin larinya. Chanyeol akan bertekad mencari dimanapun lelaki manis ini berada sekalipun ia harus meninggalkan kerajaanya demi mate-nya ini.
Sudah cukup ia merasa sakit karena berpisah dari lelaki ini, ia tak mau berpisah dengan lelaki ini.
"Aku bersumpah Baekhyunee, aku tak akan menginjinkan mu pergi dariku lagi, sudah cukup semuanya, sudah cukup segala penantian ku. Aku membutuhkan mu Baekhyunee" ucap Chanyeol sambil mengecup bibir merah merekah milik mate-nya itu.
"Kau adalah separuh jiwa ku, kau mate ku, tak akan ada yang dapat memisahkan kita lagi" ucap Chanyeol lirih di hadapan Baekhyun, sambil membelai wajah lelaki manis itu.
Semalaman Chanyeol berada di kamar Baekhyun, memeluknya erat sepanjang malam, seperti akan menjaga, melindungi Baekhyun-nya dari segala macam bahaya.
Hari sudah mulai menjelang pagi, tak mungkin Chanyeol berada disni. Para kaumnya mungkin akan mencarinya dan akan berbuat hal aneh jika tak menemukannya. Sebelum hal itu terjadi, dia harus kembali ke kerajaanya.
Sebelum pergi meninggalkan Baekhyun, ia menyempatkan untuk mengecup kening dan bibir pemuda manis itu.
"Aku pergi dulu, nanti aku akan menjumpai mu lagi. Dan aku sangat berharap kau tidak akan takut lagi padaku. Aku mencintaimu sayang.." setelah itu Chanyeol mengarahkan langkahnya ke arah balkon kamar Baekhyun dan meloncat dari sana untuk pergi kearah lautan.
Tanpa Chanyeol sadari, sebenarnya Baekhyun sudah terbangun sedari tadi, ia mendengar segalanya. Ia juga mendengar ungkapan cinta Chanyeol yang begitu sangat tulus baginya.
"Ntah kenapa, aku merasa nyaman bersama mu, tapi aku belum bisa menerima mu. Aku masih bimbang dengan keadaan dirimu" ucap Baekhyun lirih, sambil berbaring dan menghadap ke arah balkonya, dimana Chanyeol baru saja pergi dari sana.
"Hati ku rasanya berteriak senang melihat dan memikirkan mu. Tetapi logika ku tidak, aku masih memikirkan kalau kau itu tak nyata, kau tak dapat ku cerna dengan akal sehat ku" ucap Baekhyun, tak sadar setitik bulir air mata turun mengenai pipinya.
"Ahh ku rasa, aku harus membersihkan diriku, seluruh tubuh ku terasa begitu amis haha" ucap Baekhyun sambil mengusap air matanya dan tersenyum melupakan segala pikirannya.
"Oh lihatlah, ku pikir aku juga harus mengganti sprei ku, ini tercium seperti Chanyeol.." ucap Baekhyun tersipu malu saat menyebutkan nama laki-laki itu. Ia tidak bisa membohongi hatinya, hatinya terus saja menuntutnya untuk menerima keadaan Chanyeol, dan sangat bertolak belakang dengan logikanya.
"Ahh tapi ku rasa itu tidak perlu, biarkan saja bau sprei ku seperti bau mu, mungkin saja dengan begini, aku bisa mengenal mu dan menerima mu dengan baik" ucap Baekhyun
Baekhyun seperti terkena mantra, ia begitu terbuai dengan perlakukan laki-laki itu, tak ada yang memperlakukannya seperti itu. Bahkan para lelaki yang ingin mendekatinya tidak pernah memiliki ketulusan seperti yang Chanyeol miliki.
Baekhyun cukup terkesima dan terbuai akan ketulusan lelaki itu.
"Aku ingin mengenal mu dengan baik Chanyeol-ssi" ucap Baekhyun terduduk di atas ranjangnya dengan rona merah dipipinya. Ia benar-benar terlihat seperti remaja yang sedang jatuh cinta.
.
.
.
Disinilah Baekhyun berada, ia tengah berada di kamar mandinya, ia ingin membersihkan tubuhnya. Saat telah melucuti bajunya. Tak henti-hentinya Baekhyun menciumi bajunya itu, ia begitu menyukai bau yang tertinggal disana.
Bau laki-laki yang selalu mengatakan bahwa dirinya lah mate-nya, dan laki-laki yang mengatakan cinta kepadanya. Sungguh Baekhyun seperti akan gila karna laki-laki itu.
.
.
.
Setelah selesai dengan acara mandinya, Baekhyun tengah berada di atas ranjangnya. Ia mengambil Macbook-nya. Ada satu hal yang ingin ia cari di internet.
Baekhyun membuka situs pencarian disana, jari-jari lentiknya mengetikkan kata kuncinya. Ia mengetikkan ciri-ciri yang di miliki Chanyeol disana.
"Mahkluk apa yang memiliki tubuh atas layaknya seorang manusia, dan juga memiliki tubuh bawah layaknya seekor ikan"
Satu kata kunci yang ia dapatkan disana, sesaat jarinya menekan kursos find.
"Merman atau Mermaid" ucap Baekhyun
Baekhyun mulai membuka segala blog yang membahas mengenai merman dan mermaid.
Ia paham sekarang. Jujur, sebelum melihat Chanyeol. Ia sama sekali tak percaya akan adanya mahkluk seperti ini.
"Ini tak masuk di akal, tapi inilah kenyataanya Baek, kau sudah melihatnya" ucap Baekhyun berbisik
Jujur saja, Baekhyun ingin berjumpa dengan laki-laki itu lagi, banyak hal yang ingin ia tanyakan. Ia sudah berjanji kepada dirinya, disaat berjumpa dengan lelaki itu lagi. Baekhyun tak akan bereaksi seperti yang ia lakukan semalam, ia akan lebih tenang. Akan ia tanyakan semuanya kepada lelaki itu.
.
.
.
Baekhyun masih berada di kamarnya, ia sama sekali tak ada niatan untuk pergi keluar rumah, ia ingin berada di kamar dan menunggu malam menjelang untuk menemui Chanyeol. Baekhyun sungguu-sungguh terlihat seperti seorang istri yang tengah menunggui suaminya untuk pulang ke rumah.
*Drrttt..Drtt*
Baekhyun terkejut dengan suara dering ponsel miliknya. Ia menatap layar ponselnya dan mendapatkan nama Kyungsoo disana. Ahh, sepertinya sahabatnya itu begitu mengkhawatirkannya. Reflek Baekhyun tersenyum dan menyentuh tanda hijau disana untuk menjawab sambungan dari sahabatnya itu.
"Ada apa soo?" ucap Baekhyun
"Bagaimana kau baek, kau tidak apa-apakan? Jujur aku sangat mencemaskan mu, rasanya aku ingin menyusul mu saking cemasnya" Ucap Kyungsoo di seberang sana
"Hahaha tenanglah soo, aku baik-baik saja… bahkan aku merasa mulai sedikit nyaman disini. Rasanya aku ingin berlama-lama disini" Ucap Baekhyun, yaa jujur saja, setelah kejadian kemarin. Rasanya seluruh beban yang ada di pundaknya terasanya seperti terangkat, dan ia mulai meraskan kenyamanan berada disini, ya tentu saja berkat lelaki itu.
"Apa-apan kau ini, tidak-tidak sesuai dengan perjanjian. Kau harus kembali ke Seoul senin depan tak ada lebih dan kurang tuan Byun" terdengar Kyungsoo sedikit kesal disana
"Aku usahakan" ucap Baekhyun
"Harus! Kau tau, besok si lelaki cerewet itu kembali dari Paris, aku tak mau menghadapinya sendirian, pasti akan banyak pertanyaan yang akan ia tanyakan padaku tentang dirimu, memikirkanya saja sudah cukup membuat ku ingin muntah" ucap Kyungsoo
"Ahhaha ayolah soo, bagaimanapun Luhan itu sahabat kita, ia juga keluarga kita. Apa kau lupa saat kau menangis seusai mengantar Luhan ke bandara untuk pergi ke Paris, kau bahkan menangisinya, mengatakan kau merindukannya, padahal baru beberapa menit setelah kepergianya" Ucap Baekhyun menjahili temannya itu
"Aku tidak" ucap Kyungsoo kesal
"Kau iya, Kyungsoo. Bahkan aku memiliki video-nya saat kau menangis merindukan Luhan hehehe apa perlu aku mengirimkannya kepada mu, ahh tidak. Apa ke Luhan saja yaa,," ucap Baekhyun tertawa karna berhasil menjahili Kyungsoo
"Yakk! Baekhyunee aku membenci mu. Akan ku bunuh kau jika kau sampai di rumah" teriak Kyungsoo menggelegar dan langsung mematikan sambungannya
"Hahaha Kyungsoo, selalu saja seperti itu. Susah sekali mengakaui perasaan mu" ucap Baekhyun tertawa.
.
.
.
Malam sudah tiba, sinar matahari sudah tergantikan dengan indahnya rembulan.
Entah mengapa Baekhyun terduduk di sisi ranjangnya, seperti menunggu seseorang yang akan datang. Ia sudah mempersiapkan dirinya. Ia juga sudah membersihkan dirinya, entah apa yang terjadi pada Baekhyun, biar ku beri tahu, ia bahkan memberikan sedikit polesan lip tint di bibirnya, dan membubuhkan eye-liner di matanya. Ini benar-benar tak masuk akal, bahkan ia baru saja bertemua dengan sosok yang di tunggu itu. Tapi ia berdanda layaknya seorang istri yang menunggu kepulangan suaminya.
Wajah Baekhyun merona, ia bahkan bolak-balik melihat ke luar, ia benar-benar sudah tidak waras pikirnya sekarang ini.
Saat Baekhyun tengah menunggu lelaki itu, ia merasakan ponselnya berdering, saat ia melihat layar ponselnya itu berasal dari sahabatnya yang satu lagi, Luhan.
"Ya lu.. ada apa" jawab Baekhyun saat berhasil mengangkat panggilan dari temannya itu.
"Baekkie, besok aku kembali, apa kau tak ingin menitip sesuatu dari sini, sebutkan buah tangan apa yang kau inginkan, aku akan membelikannya untuk sahabat ku yang manis ini" ucap Luhan di seberang
"Ah! Sepertinya itu tak perlu lu.. nanti kau kerepotan, aku tau kau lelah, kau tak perlu membawakan apa-apa, cukup kau kembali dengan selamat aku sudah senang" ucap Baekhyun lembut.
"Yakk..! mana bisa seperti itu, cepat sebutkan apa, apa kau ingin lip tint dengan warna baru, eye-liner limited edition, atau kau ingin ku belikan lingerie keluaran terbaru" ucap Luhan terkekeh disana
"Yakk, kau gila lu" ucap Baekhyun, saat ia tengah menjawab panggilan sahabatnya itu, ia seperti merasakan pelukan dari belakang tubuhnya, ia tau pelukan dari siapa ini, dari baunya saja Baekhyun sudah dapat langsung mengenalinya.
"Ah, Lu. Sudah dulu ya, terserah kau belikan aku apa, aku ada urusan lain, byee.." ucap Baekhyun tergesa-gesa, ia tak mau lelaki itu pergi lagi jadi ia langsung mematikan ponselnya, tanpa tau sahabatnya tadi sudah berteriak kesal karna ulahnya.
"Hai.." ucap pria itu, mendengar suaranya saja sudah bisa membuat Baekhyun menggila. Yak, seorang uke atau wanita mana yang bisa sanggup dengan suara bass sexy seperti ini.
"H-hai.." ucap Baekhyun tergagap
"Kau sungguh terlihat cantik Baek, aku menyukai warna bibir mu itu sayang" ucap pria itu
Baekhyun hanya bisa terdiam dengan rona merah di pipinya
"Aku merindukan mu, rasanya aku tak bisa menahan perasaan ku untuk menemui mu, aku benar-benar tergila-gila karena mu Baekhyunee" ucap pria itu berbisik di telingan Baekhyun.
"Yak! Kau pikir, kau saja yang gila, aku juga." Ucap Baekhyun dalam hati.
"Kau tahu baek, aku bahkan hampir saja menombak jantung penasihat Oh, sebab ia menghalang-halangi ku untuk menemui mate-ku yang paling ku cintai ini" ucap pria itu dengan wajah yang ia tumpukkan di bahu Baekhyun
Dengan posisi seperti ini, sudah cukup membuat jantung Baekhyun berdegup sekencang-kencangnya.
"Aku cinta dirimu Baek, aku benar-benar berharap kau bisa menerima ku sayang" ucap lelaki itu bersungguh-sungguh, oh lihatlah sekarang, bahkan ia mengeratkan tangannya untuk semakin memeluk Baekhyun, seakan tak menginginkan Baekhyun pergi darinya.
Baekhyun hanya bisa terdiam, ia membalikkan tubuhnya, menatap wajah pria itu, ia menatap ke dalam mata pria itu. Sungguh Baekhyun sangat terpesona, tak ada kebohongan disana, yang ada hanya kesungguhan disana. Jujur Baekhyun dapat merasakannya. Dengan kehidupannya selama ini, jujur ia dapat merasakan orang yang tulus padanya atau hanya bermain-main saja.
Reflek Baekhyun memeluk tubuh pria itu, membaui tubuh itu, ia sangat menyukai bau tubuh dari pria ini, lalu ia menenggelamkan wajahnya ke dalam dada bidang pria itu. Namun saat ia melihat ke arah bawah tubuh pria itu.
"HUWAAA! BISAKAH KAU MEMAKAI PAKAIAN SAAT KESINI" ucap Baekhyun berteriak
Pria tadi sudah terkejut dengan reaksi Baekhyun, ia takut mate-nya itu masih sama seperti kemarin. Ternyata hanya karena itu, ia hanya tersenyum menyeringai.
Ia melihat Baekhyun tengah menangkupkan kedua tangannya di wajahnya untuk menutup kedua matanya.
Pria itu menyeringai, lalu mendekatkan bibirnya di telinga Baekhyun dan membisikkan..
"Kenapa kau harus malu kekasih ku, aku mate-mu. Tubuh ku milik mu, kau berhak melihat apa yang ada pada diriku" bisik pria itu sensual
Jujur Baekhyun semakin merona dengan perlakuan pria itu. Jujur ia sangat terkejut dengan keadaan pria itu, bukan ekor yang ia dapatkan, melainkan tubuh pria itu yang tak terbalut benang sehelaipun, pria itu Telanjang, sudah dua kali Baekhyun melihat pria ini bertelanjang di depannya, Baekhyun benar-benar malu sekarang.
"Sudahlah sayang, jangan kau tutup mata mu" ucap pria itu terkekeh
Ia menurunkan ke dua tangan Baekhyun, "Bukalah mata mu, tak perlu malu kepada mate-mu sayang" Ucap pria itu.
Baekhyun akhirnya membuka kedua matanya, ahh jangan lupakan wajahnya sudah memerah sejadi-jadinya.
"Aku merindukan mu sayang" Ucap pria itu sensual di depan wajah Baekhyun, Baekhyun hanya bisa terdiam dibuatnya, Baekhyun benar-benar malu, gugup dan juga bahagia, semuanya campur aduk karna pria ini.
Tanpa Baekhyun sadari, pria itu tengah berusaha mencium bibir Baekhyun. Pria itu mengecup bibirnya begitu sensual, lebih sensual dari yang kemarin ia dapatkan. Baekhyun hanya bisa pasrah dibuatnya.
Tak hanya mencium pria itu juga menggigit bibir bawah Baekhyun karna ulah pria itu reflek Baekhyun membuka bibirnya, pria itu tak membuang kesempatan ia langsung melesakkan lidahnya ke dalam baekhyun. Menginvasi di dalam sana, lidah pria itu menggeliat nakal di dalam mulutnya.
Baekhyun hanya terdiam merasakan semuanya, sesekali ia juga berusaha untuk mengimbangi ciuman pria ini dengan mengemut bibir tebal pria ini.
Lalu tanpa Baekhyun sadari, pria itu sudah merebahkan tubuhnya di atas ranjangnya, begitu juga pria itu. Ia tengah berada di atas Baekhyun mengurung Baekhyun, kedua lengannya berada di samping kanan dan kiri tubuh Baekhyun.
Lalu pria itu mulai mencium bibirnya kembali, tanpa henti. Saat merasakan semuanya, jujur Baekhyun sudah kepayahan karena ia juga sudah mulai kehabisan oksigen karena kecupan, pria itu langsung menurunkan kecupannya. Ia mulai mengecupi leher Baekhyun. Menjilatnya, mengemutnya dan menggigitnya. Sudah terlihat bercak merah disana atas perbuatannya, pria itu tersenyum bangga dengan hasil yang ia lakukan di leher baekhyun, ia melanjutkan ciumannya.
Menciumin leher Baekhyun dan tulang selangka Baekhyun, sangat sensual. Jujur Baekhyun sudah menggila karna pria ini, ia sudah benar-benar pasrah sekarang ini.
Setelah puas menciumi leher Baekhyun dan memberikan beberapa bercak merah disana, ia melanjutkan ke bagian tubuh Baekhyun yang lainnya.
Tak lupa ia melucuti semua pakaian Baekhyun.
"Aku membenci kain yang menutupi tubuh sexy mate-ku" ucap pria itu dengan sedikit menggeram. Jangan Tanyakan keadaan Baekhyun, ia sudah terbang karena pria ini, dan benar-benar sudah pasrah apa saja yang akan dilakukan pria ini
Ia mulai mengecupi kedua nipple Baekhyun, mengemutnya. Saat mulutnya tengah sibuk mengemut nipple baekhyun, tangannya juga tak lupa memainkan nipple Baekhyun yang satunya dan meremas dada montok Baekhyun. Baekhyun benar-benar dimanjakan oleh pria ini.
Bibir pria ini turun ke arah tubuh bawah Baekhyun yang lainnya, ia menjilati seluruh tubuh Baekhyun, saat pria itu sudah benar-benar berada di bawah Baekhyun. Pria itu menatap penis imut milik Baekhyun, terlihat kilatan nafsu di mata pria itu.
Sebelum menyentuh bagian intim Baekhyun tak lupa ia mengecapi setiap inchi kaki Baekhyun, bahkan ia mengemut jari-jari kaki Baekhyun dengan sensual. Lalu naik ke atas, melihat Hole pink Baekhyun yang sudah berkedut-kedut, yang mungkin sebentar lagi akan menjadi surganya. Tak lupa ia menjilati hole itu dengan semangat. Baekhyun mengelinjang karna pria itu, ia sudah tak sanggup dengan segala sentuhan ini, Baekhyun melengkungkan tubuhnya ke atas seperti busur panah, saat jari tengah pria itu memasuki hole-nya. Baekhyun sudah gila sekarang, jari besar pria itu mengobrak-abrik holenya.
Lalu pria itu memasukan satu jari telunjukknya, dan melakukan gaya seperti menggunting disana. Baekhyun sudah tak sanggup, ia menggapai penisnya berusaha memuaskan dirinya disana. Tapi pria itu tak mengijinkannya, ia menepis tangan Baekhyun.
"Cukup nikmati saja sayang, biarkan aku yang memuaskan mu" lalu mulut pria itu mengarah ke penisnya dan mengemut penis Baekhyun dan jangan lupakan kedua jari tangan pria itu masih berada di dalam Baekhyun melecehkan holenya
Dahsyat, pikir Baekhyun. Ia sudah tak bisa menahan ini semua. Jari-jari kakinya sudah melengkuk menahan semua kenikmatan ini.
"Ahhh.. Chanyeoliee, aku sudah tidak sanggup, aku membutuhkan mu yeollie"
"Chanyeolll" teriak Baekhyun menjadi-jadi
"Ya sayang, sebutlah nama ku, desahkan nama ku, datanglah untuk ku sayang" ucap Chanyeol sambil mengocok penis Baekhyun dan mengemutnya kembali
Dan setelah itu
*Crot..crot*
Baekhyun memuntahkan seluruh cairan cintanya ke dalam mulut pria itu, ia seperti benar-benar terbang sekarang ini.
Dan Chanyeol sangat menikmati cairan dari mate-nya itu. Ia langsung meraup bibi mate-nya, membagi cairan itu untuk menikmatinya bersama.
.
.
.
Setelah itu Chanyeol menatapi wajah Baekhyun dengan seringaian yang sangat menggoda bagi Baekhyun. Chanyeol mulai menciumi dahi, kedua mata, hidung, pipi gembil, dagu dan terakhir bibir merah merekah milik mate-nya itu, ia benar-benar sangat gila karna lelaki manisnya ini.
Ia ingin langsung memasukkan miliknya ke dalam Baekhyun, tapi ia mengurungkan niatnya. Ia ingin Baekhyun sendiri yang memintanya, ia tak mau ada unsur paksaan saat mating pertama mereka, ia sangat memikirkan perasaan Baekhyun. Ia ingin mendengar kalau bahwa Baekhyun sendirilah yang menginginkannya, dan ia juga menginginkan bahwa Baekhyun juga mencintainya.
Ia mulai menciumi bibir mate-nya itu, bibir lelaki manis ini benar-benar sudah membuat ia gila, ia menyukai rasa manis yang ada didalamnya. Baekhyun sungguh luar biasa pikirnya.
Lalu ia kembali mencumbui leher dan dada lelaki manisnya.
Dan saat ini Baekhyun langsung menelusukkan jarinya ke helai rambut Chanyeol, menjambaknya, melampiaskan segala rasa nikmat yang ia rasakan disana.
"Chanyeollie, aku mohon, aku membutuhkan mu, aku sudah tidak sanggup lagi" ucap Baekhyun di depan wajah Chanyeol, ia menarik wajah Chanyeol dan menatap wajah itu dengan sangat memohon.
"Apa maksud mu Baek?" Tanya Chanyeol, sejujurnya, ia sudah tahu kemana arah yang Baekhyun maksud, hanya saja ia ingin memastikannya saja
"Arghhh…Chanyeollie, aku mohon jangan menyiksa ku begini, aku butuh kau, aku ingin kau berada di dalam ku, aku tak sanggup" ucap Chanyeol
"Aku tidak bisa melakukannya sayang, aku tak ingin melakukannya tanpa ada cinta di antara kita. Aku sangat mencintai mu baek, tapi aku tak tahu dengan mu sayang, aku tak mau melakukannya tanpa ada rasa cinta di diri mu dan aku tak mau melakukannya hanya karena nafsu sesaat" Ucap Chanyeol, jujur ia juga sangat ingin melakukannya, tapi ia tak mau melakukannya hanya karena nafsu, ingat. Kegiatan mating bagi kaumnya adalah suatu hal yang sangat sakral. Ia tak mau memainkan itu.
Baekhyun yang mendengar segala penjelasan Chanyeol kembali ke kesadarannya, benar yang Chanyeol katakan, ia masih bimbang akan perasaannya, kenapa ia begitu murahan langsung meminta Chanyeol untuk memasukinya Baekhyun sangat malu sekarang.
"Maafkan aku Chanyeol" ucap Baekhyun, "Aku sungguh murahan, aku meminta pada mu tanpa memikirkan segalanya, bahkan kau masih saja memikirkan perasaan ku" Baekhyun benar-benar semakin terkesima dengan Chanyeol, ia benar-benar berbeda dengan laki-laki di luaran sana, jika dia manusia mungkin saja dia sudah melakukan semuanya kepada Baekhyun, tanpa memikirkan perasaan Baekhyun, tapi disini ia benar-benar menghormati Baekhyun sebagai mate-nya.
Jujur saja saat Chanyeol menyentuhnya, rasa terpesonannya semakin bertambah kepada Chanyeol, tapi ia belum pasti apakah itu rasa cinta atau bukan. Benar kata Chanyeol, ia pun tak mau melakukannya hanya karena nafsu belaka, ia benar-benar malu di hadapan Chanyeol sekarang.
"Ahh sudahlah sayang… aku yakin suatu saat nanti kau pasti akan mencintai ku, dan aku akan memberikan segalanya untuk mu jika waktu itu sudah datang, kita hanya perlu menjalaninnya saja. Kita hanya memerlukan waktu, agar kau dapat meyakinkan perasaan mu terhadap diriku" ucap Chanyeol kepada Baekhyun.
"Jujur Chanyeollie, aku benar-benar sangat berharap sekarang, kalau kau mau menunggu ku. Sampai aku yakin kalau aku juga mencintai mu" ucap Baekhyun merona
"Tentu sayang, aku akan dengan senang hati menunggunya" ucap Chanyeol dengan senyuman menawan yang ia tunjukkan kepada Baekhyun
Baekhyun langsung berusaha memeluk Chanyeol, ia benar-benar terbuai dengan perilaku Chanyeol kepadanya, ia sangat senang sekarang. Tak ada rasa penyesalan lagi di hatinya.
Yang ada hanya rasa yang membuncah untuk memiliki Chanyeol-nya.
"Sudahlah sayang, lebih baik kau tidur. Mungkin kau lelah" Ucap Chanyeol membaringkan tubuhnya disamping Chanyeol
"Kemari, aku akan memeluk mu selama kau tidur" ucap Chanyeol
Baekhyun masuk ke dalam dekapan Chanyeol menciumi dada bidang laki-laki itu.
"Aku berjanji Chanyeollie, aku akan segera mencintai mu. Secepatnya" ucap Baekhyun
"Aku menunggunya sayang" jujur Chanyeol benar-benar senang sekarang, ia merasa seluruh dunia sudah menjadi miliknya karna ucapan Baekhyun.
Chanyeol berjanji, esok akan menjadi hari yang cerah di lautan, tak akan ada badai, yang ada hanya ketenangan. Ia benar-benar bahagia dan memeluk mate-nya itu erat-erat
Sedangkan Baekhyun mulai tertidur di pelukan Chanyeol
Mungkin Baekhyun akhirnya akan mendapatkan tidur lelapnya, karena pelukan dari Chanyeol-nya.
.
.
.
Tbc
Anyeong..
Diriku kembali..
Enaenanya kita pending dulu yaw,, hahaha
Gimana-gimana? Aneh atau makin gimana ni menurut kalian?
Jujur gua kagak ahli2 banget bikin cerita anuan, makanya aing pending dulu wkwk
Maafkan acu man teman *Bow*
Semoga kalian masih pada mau baca cerita abal-abal ku ini ya…
Dan sorry juga kalua masih banyak typo dan kata-kata yang aneh yaa...
Please di review ya, jan diem2 aja
Gue butuh pendapat dan support kalian…
Dah deh segitu saja, bacotan saya.. byee..
Chanbaek is Real…
