NC just for 18++ (I need your self-awareness for read this Chap)


Setelah mengungkapkan perasaannya kepada Chanyeol, hal yang sedari tadi yang Baekhyun lakukan hanya terdiam dengan menenggelamkan wajahnya di ceruk leher Chanyeol. Jujur, Baekhyun benar-benar malu sekarang. Sampai-sampai ia tak mau melepaskan pelukannya dengan Chanyeol. Dan lagipula ia juga merasa nyaman berada di pelukan pria tingginya ini.

Jujur, dengan segala kisah yang bibi Im ceritakan, bukannya membuat Baekhyun takut ataupun ragu akan perasaannya terhadap Chanyeol, malahan ia merasakan rasa ingin memiliki Chanyeol semakin meluap, ia merasa tak terima di hatinya dengan perkataan orang lain tentang pria kecintaannya ini.

Hei, ia yang tahu tentang Chanyeol, iya benar. Walaupun baru beberapa hari ini berjumpa dan bertatap muka langsung dengan Chanyeol. Jujur, Baekhyun tak munafik kalau ia benar-benar sudah jatuh akan pesona yang pria ini miliki.

Baekhyun berani bertaruh, tak ada pria yang memiliki sikap yang sama seperti Chanyeol miliki. Lelaki itu sempurna, kadang Baekhyun masih tidak menyangka bahwa sang pencipta telah menjodohkan mereka jauh sebelum mereka berdua di lahirkan.

Baekhyun benar-benar merasa beruntung, ia tak memilki kata-kata lagi untuk mengutarakan segala kebahagiannya.

Tapi Baekhyun masih saja tak mengerti, mengapa orang-orang di luar sana selalu menganggap Chanyeol adalah pembawa sial, bagaikan Chanyeol itu seperti monster yang menakutkan yang harus benar-benar di hindari.

Rasanya Baekhyun ingin berteriak kepada siapa saja, yang selalu menilai sesuatu dari "katanya" bukan dari "kebenarannya". Sebenarnya siapa disini yang harus di hindari. Mereka yang selalu menyebarkan fitnah tanpa ada kebenaran, atau Chanyeol yang jelas-jelas lebih memiliki sifat yang lebih menghargai sesama di bandingkan mereka di luar sana.

Baekhyun tak munafik, memang ia berasal dari kaum orang-orang itu. Tapi rasanya Baekhyun cukup malu dengan kenyataan yang ada.

Ntah kenapa rasa cintanya akan semakin bertambah kepada Chanyeol dengan cerita-cerita aneh yang selalu kaumnya buat tentang Chanyeol, rasanya ia ingin melindungi kekasihnya ini dari perkataan-perkataan busuk dari orang-orang di luar sana

Baekhyun tak tahu darimana keyakinannya ini datang, ia begitu sangat percaya terhadap Chanyeol, dan ia juga semakin mengaggumi sosok yang ada di pelukannya ini, sangat.

Dan ia berharap di dalam hatinya, bahwa Chanyeol akan bisa menjaga kepercayaannya ini.

Dan sebab itulah, tanpa ragu Baekhyun mengatakan cinta kepada Chanyeol.

Kepercayaan, sebab itu tak ada lagi rasa takut, khawatir, gelisah saat memikirkan Chanyeol lagi, yang ada hanya rasa cinta yang akan selalu tubuh di hati Baekhyun saat memikirkan pria yang baru saja ia cintai ini.

.

.

.

"Baekhyunee kau kenapa sayang?" Tanya Chanyeol. Baekhyun hanya terdiam tak ada kata-kata yang keluar dari bibirnya, yang ada ia hanya semakin menenggelamkan tubuhnya di pelukan Chanyeol.

"Apa kau menyesal karena telah mengatakan cinta mu kepada ku?" Tanya chanyeol sambil mencoba menatap wajah pria mungil itu.

"Tidak Chanyeol, tak ada rasa penyesalan di hatiku saat aku mengatakan cinta pada mu, aku hanya ingin memeluk kekasih ku, merasakan pelukan dari pasangan jiwa ku. Aku beruntung Chanyeol karena memiliki mu, tak mungkin aku menyesal, Jangan pernah berpikiran seperti itu Chanyeol. Kau segalanya bagi ku sekarang, kau lah satu-satunya yang ingin terus ku perjuangkan"

"Sayang, rasanya aku ingin terus menjaga mu selamanya, aku merasa jauh lebih beruntung mendapatkan mu, terima kasih sudah hadir di dunia ini, terima kasih kau sudah sudi menjadi kekasih untuk mahkluk yang aneh ini" Chanyeol semakin mengeratkan pelukannya kepada Baekhyun, ia sungguh semakin bahagia sekarang, tak ada yang ia inginkan lagi sekarang, apa yang selalu menjadi permohonannya telah hadir di depannya, dan sudah menjadi miliknya, walaupun belum seutuhnya, tapi Chanyeol sangat bersyukur akan hal itu.

Mereka mulai menatap wajah masing-masing, tak ada keraguan disana. Yang ada hanya satu kata yang selalu mereka ucapkan, yaitu cinta.

Berharap saja dengan cinta itu, mereka bisa menghadapi segala kesulitan yang akan menghadang cinta mereka kelak.

Baekhyun mulai melepaskan pelukannya dengan Chanyeol, ia mulai menatap wajah pria itu, membelainya lembut. "Aku mohon Chanyeol, jangan pernah kecewakan aku, aku sangat membutuhkan mu" Chanyeol yang mendengar ucapan Baekhyun, hanya tersenyum tulus dan mulai mengecup bibir tipis kegemarannya itu sekarang.

.

.

.

Dan disinilah Baekhyun dan Chanyeol berada, mereka tengah berbaring di atas ranjang milik Baekhyun. Mata Chanyeol tak pernah lepas untuk terus menatap wajah manis mate-nya itu, dan sebab itulah mengapa pipi gembil Baekhyun sudah terlihat bersemu merah sejadi-jadinya, Baekhyun benar-benar tak bisa menahan rona merah itu, ia benar-benar sangat tenggelam akan pesona yang Chanyeol miliki.

Chanyeol mulai melucuti baju kemeja tipis milik Baekhyun itu, ia mulai melempar baju itu ke segala arah, ia sudah tak memperdulikan apapun sekarang ini, ia telah dibutakan oleh pesona yang dimiliki Baekhyun, dan kata-kata cinta yang terus di ucapkan Baekhyun, membuat semangatnya mulai terbakar untuk semakin berbuat sensual kepada Baekhyun.

Lelaki tinggi itu mulai, menatap tubuh Baekhyun dari atas sampai bawah.

"Ohh Baekhyunee your body is so fucking sexy, I can't resist this! Baekhyunee I really want you. Please say you want me too babe" bisik Chanyeol begitu sensual di hadapan Baekhyun. Dan tolong, jangan tanyakan keadaan Baekhyun sekarang, ia merasa seluruh nyawanya sudah lolos dari tubuhnya karna Chanyeol, ia sudah tak sanggup menahan segala gejolak gairah yang Chanyeol buat.

Chanyeol mulai mengecupi bibir merah Baekhyun penuh dengan gairah, ia menjilat dan juga mengecapi setiap inchi bibir tipis milik Baekhyun, tak lupa juga ia mulai mencoba untuk menggigit dan mengemut bibir itu atas dan bawah. Baekhyun terus berusaha untuk mengimbangi kekasihnya itu, ia sudah gila akan Chanyeol.

Setelah puas dengan bibir kekasihnya itu, ia mulai berinisiatif untuk mengecapi leher sexy kesukaannya itu, Chanyeol mulai mengemuti dan menggit di bagian sana sampai bercak merah muncul di sekitar sana berkat ulahnya.

"Ahh Chanyeollie,, please I want you, My hole is so fucking need you … Pleasee Chanyeollie help me ughh!" Desah Baekhyune frustasi, ia sudah benar gila sekarang.

"With my pleasure Baekhyunee, I will give you everything tonight" Desah Chanyeol tak kalah sexy di sekitaran telingan Baekhyun

"From now, you will be mine forever, no one can steal you from me, Baekhyunee" setelah mengatakan kata-kata itu, Chanyeol langsung menunjukkan gigi taringnya dan langsung menancapkan gigi taring itu di sekitaran leher Baekhyun

Seperti itulah yang dilakukan para kaum merman dan mermaid saat akan melakukan mating untuk pertama kali sama seperti yang dilakukan oleh mahkluk immortal lainnya, mereka akan mengigit leher pasangan mereka dengan taring tajam mereka untuk bermaksud memberikan sebuah tanda, bahwa orang yang telah ditandai sudah sah menjadi milik sang merman dan mermaid, dan karena itulah Chanyeol melakukan hal yang sama terhadap Baekhyun. Dengan begini tak akan ada sosok lain yang berani mendekati atau mengambil Baekhyun darinya, tak lupa ia juga membaui tubuh Baekhyun dengan bau tubuhnya, dan itu benar-benar menambah kesan panas ke dalam kegiatan yang tengah mereka lakukan sekarang ini.

Baekhyun sudah merasa gelisah di tubuhnya, namun saat itu juga ia mulai merasakan hal aneh di sekitaran leher dan juga tubuhnya.

"Agggghhh Chanyeollie, apa yang sedang kau lakukan, kenapa kau mengigit ku ahhh?" teriak Baekhyun beriringan dengan desahan yang terus keluar dari bibir ranumnya itu

"Tenang saja sayang, aku baru saja menandai mu, mulai sekarang kau sepenuhnya milik ku, kau mate ku, tak ada yang dapat memisahkan kita lagi" Chanyeol menatap Baekhyun penuh dengan kesungguhannya, hatinya sungguh sangat bahagia sekarang. Baekhyun, Lelaki manis ini sudah sepenuhnya miliknya, memikirkannya saja Chanyeol masih tidak percaya.

Tak ingin menyia-nyiakan waktu, Chanyeol melancarkan kembali kegiatannya. Ia sudah mulai terbakar nafus sekarang, begitu juga Baekhyun. Kesadaran lelaki manis itu sudah entah kemana perginya, yang ada hanya gairah yang membuncah meminta untuk di sentuh oleh mate-nya itu.

Chanyeol mulai menuruni leher Baekhyun dengan gerakan yang sensual, lidah besarnya itu tak pernah terlepas dari kulit mulus milik Baekhyun sampai ia berada di dada montok milik lelaki manis itu. Ia langsung mengemut kedua nipple pink Baekhyun dengan rakus, seperti tak ada lagi hari esok, bergantian bibir tebalnya itu mengecapi kedua nipple Baekhyun, tak lupa tangan nakal-nakalnya itu juga ikut bermain disana, meremas dan memelintir. Cukup dapat membuat Baekhyun semakin kepayahan.

"Oughh Chanyeollie, aku benar-benar gila karna mu, aku mohon yeollie hmmmhhh" Baekhyun benar-benar kewalahan di buat bayi raksasanya yang sedang menyusu di kedua nipplenya, ia mulai meremas rambut Chanyeol, ia sudah bingung mau melakukan apalagi, Chanyeol seakan sudah merampas segala kewarasannya sebab ulah nakal Chanyeol yang tiada henti membuat Baekhyun terus mendesah.

Chanyeol mulai menjilat dari perut Baekhyun sampai ke jari-jari kaki lentik milik Baekhyun, entah mengapa ia sangat suka untuk menjilati setian inchi kaki ramping milik Baekhyun, Chanyeol bisa sangat bergairah karna itu. Lelaki tinggi itu mulai mengemuti satu per satu jari-jari kaki Baekhyun, tak ada rasa jijik disana yang ada hanya rasa ingin memuaskan pasangannya itu sejadi-jadinya.

"Oughh Chhannyeollie,,, kau benar-benar sudah membuat ku gila ahh,, emhhhh" Baekhyun tidak henti-hentinya mendesah

Chanyeol sudah berhasil berada di daerah selangkangan Baekhyun, ia mulai menatapi junior kecil dan hole pink milik Baekhyun, keduanya sudah sama-sama berkedut-kedut, seakan meminta untuk segerah di sentuh dan di manjakan oleh Chanyeol.

"Sayang, I'm so in love with your sexy pink hole" mata Chanyeol tak henti-hentinya menatap lubang yang akan menjadi surganya itu.

Tanpa pikir panjang ia langsung mengangkat tubuh Baekhyun untuk berada di atas tubuhnya, Chanyeol memposisikan kepalanya tepat berada di selangkangan milik Baekhyun, Begitu juga dengan Baekhyun wajahnya sudah tepat berada di hadapan junior tegap milik Chanyeol.

Baekhyun benar-benar terkesima dengan bentuk dan ukuran yang dimilik Chanyeol's Junior, sangat besar dan jangan lupakan urat-urat yang berada di sekelilingnya. Baekhyun tak henti-hentinya menelan ludahnya kasar dengan pemandangan yang ada di depannya.

"Please, suck it babe, I want to feel your mouth" setelah mengatakan itu, Chanyeol pun langsung memasukkan junior Baekhyun ke dalam mulutnya, dan juga ia tidak lupa dengan surganya. Ia tak ingin menyia-nyiakan lubang sempit itu. Dua jari tangan besar Chanyeol langsung melesak ke dalam lubang pink Baekhyun

"Aghhh Chanyeollie emhhhh" sang empunya hanya bisa mendesah dengan segala kenikmatan yang di berikan oleh sang kekasih.

Baekhyun tak ingin menjadi pihak yang terlalu pasif, ia berusaha menuruti apa yang di perintahkan Chanyeol kepadanya. Ia mulai memegang Chanyeol junior dengan ke dua tangannya, ia reflek mulai mengocok benda itu.

"hmmhh mulut mu sayang" racau Chanyeol dari bawah sana

Sesuai dengan apa yang di inginkan Chanyeol, ia langsung memasukkan benda itu ke dalam mulutnya, hal yang pertama Baekhyun rasakan adalah penuh dan linu di bibirnya, tanpa pikir panjang ia mulai mencoba untuk memaju mundurkan kepalanya, sama seperti yang Chanyeol lakukan kepada dirinya. Jujur ini pengalaman pertama bagi Baekhyun, ia masih gugup dan tak tahu apa yang harus ia lakukan, ia hanya menuruti segala perintah Chanyeol. Ia hanya tak mau membuat lelaki itu kecewa di malam pertama mereka.

Ckh,, Malam pertama, memikirkan kata itu saja sudah berhasil membuat seluruh wajah Baekhyun merah padam.

"Ahh hmm ya begitu sayang, kau sungguh hebat Baekhyunee, aku menyukai bibir mungil mu itu." Kata Chanyeol sambil tak lupa untuk memberi sedikit tamparan di kedua pipi bokong Baekhyun

*plak* sungguh Chanyeol sangat menyukai rasa empuk yang ia rasakan saat memegang kedua bongkahan itu.

"Aghh Chanyeolli, itu sakkitth aghh jangan menampar itu" Baekhyun sangat kesakitan dengan tamparan keras yang ia rasakan di kedua bongkahan bokongnya, tapi jujur dia tak dapat membohongi rasa nikmat setelahnya, Baekhyun benar-benar terbuai karna ulah dari Chanyeol

"Enough babe, aku tak bisa menahan lebih lama lagi, sekarang menungging lah di depan ku" Perintah Chanyeol kepada Baekhyun

Tanpa banyak bicara Baekhyun langsung menunggingkan tubuhnya di hadapan Chanyeol, entah mengapa jantungnya sekarang mulai berdegup begitu kencang, jujur Baekhyun sangat gugup.

"Aku akan memasuki mu sayang, berteriaklah jika kau merasakan kesakitan, tapi aku berjanji kau akan mendapatkan kenikmatan yang sangat luar biasa, relax babe. I will play so gentle.." Ucap Chanyeol berbisik sensual di telinga Baekhyun, tak lupa ia juga membelai kedua lengan mate-nya itu, memberikan kehangatan disana. Berusaha membuat Baekhyun lebih rileks dan tenang.

*Jlebb*

Chanyeol junior sudah berhasil memasuki sarangnya, Chanyeol merasa akan gila dengan jepitan dan remasan yang ia dapatkan di dalam sana, tapi ia berusaha untuk mengkontrol nafsunya, ia tak mau menyakiti Baekhyunee-nya dan membuat lelaki manis itu trauma karnanya.

Jadi Chanyeol memutuskan untuk, berdiam sejenak. Memberikan jeda untuk Baekhyun agar bisa terbiasa dengan keberadaan juniornya di dalam sana. Ia memperhatikan Baekhyun, tak lupa ia juga mengelus punggung mulus mate-nya itu.

Sedangkan Baekhyun, lelaki itu tak henti-hentinya merintih dan mendesah saat milik Chanyeol memasukinya, ia merasa benar-benar itu sangat sakit, tapi ada sensasi lain yang ia rasakan dan Baekhyun menyukainya, Baekhyun terus berusaha menenangkan dirinya dengan meremas sprei ranjangnya dan juga menggigit sprei itu sekencang-kencangnya untuk mengalihkan rasa perih yang ia rasakan. Baekhyun juga dapat merasakan telapak tangan Chanyeol yang begitu hangat terus-terusan mengelus punggungnya, berusaha untuk menenangkannya. Baekhyun benar-benar akan gila karna lelaki ini.

Lama Chanyeol terdiam, reflek Baekhyun menggerakkan bokongnya, memaju mundurkannya, ia ingin merasakan yang lain, ia sudah tak merasakan rasa sakit yang begitu hebat seperti tadi, ia malah merasa lubangnya begitu gatal, dan ia berusaha memaju mundurkannya dengan milik Chanyeol, berusahan untuk menghilangkan rasa gatal itu.

Chanyeol yang melihat aksi mate-nya, reflek menampilkan smirk menggodanya, ia langsung memegang pinggul Baekhyun ia mulai membantu Baekhyun menggerakkan juniornya.

"Ahh Chanyeoll tolong Baekkie, ini gatal sekali, aku tak tahan. Channhyeolllhh aughhh emh" desahan Baekhyun semakin menjadi-jadi sebab gerakan Chanyeol

"Tenanglah sayang, gatal mu itu sebentar lagi akan hilang. Yang ada hanya kenikmatan saja yang akan kau rasakan, aku berjanji"

"Ahhh Baek, kau begitu sempit sayang, aku bisa gilah karna lubang mu ini sayang"

Lama mereka bermain, Baekhyun merasa sesuatu ingin keluar dari juniornyan

"Aghh Yeollie, aku mohon lebih dalam, lebihh kuathh, aku akan keluar. Aku sudah tak sanggup lagihh" Baekhyun meraung sejadi-jadinya, ia ingin segera menjemput pelepasan pertamanya

"As your wish babe" Chanyeol semakin menunjukkan seringaian yang begitu menggoda, tak hentinya tangan nakal Chanyeol menampar kedua bongkahan yang tengah bergoyang indah di depannya sekarang ini.

"Aghh Chanhh, kau hebat sayanghh.. please more Chanh"

"Emhhh erggghhhh" Chanyeol menggeram nikmat

"Yeolli, Chanyeollie, aku keluar , aku ingin keluar!" teriak Baekhyun

"Keluarkan saja sayang, lepaskan semuanya" Ucap Chanyeol mulai merunduk untuk memeluk tubuh Baekhyun

"Ahhh Chanyeollieehh" Setelah mendesahkan nama kekasihnya, Baekhyun langsung mendapatkan pelepasannya, ia benar-benar tak sanggup. Chanyeol sungguh sangat hebat. Dia begitu mengagumkan pikir baekhyun

*Crot crott* "ahhh Chanyeolliehhh mhhh nyahhh" Baekhyun terkulai di atas ranjang, ia sudah tak sanggup menahan segalanya, ia merasakan kenikmatan yang sungguh sangat gila, ia sangat kepayahan sebab kenikmatan itu.

Saat Baekhyun sudah selesai dengan pelepasan pertamanya, Chanyeol langsung menggerkan miliknya lagi di milik Baekhyun, ingat ia belum mendapatkan pelepasannya, ia masih bertenaga untuk terus menggenjot Baekhyun.

Chanyeol mengubah posisi mereka, sekarang Baekhyun tengah telentang di atas ranjang, dengan paha yang ia buka lebar-lebar di hadapan Chanyeol, kilatan nafsu di mata Chanyeol semakin terpancar, ia sudah sangat bernafsu dengan pemandangan yang di sajikan Baekhyun untuknya

Chanyeol mulai menggerakkan lagi miliknya di dalam Baekhyun, ia tak henti-hentinya berusaha untuk mencumbui nipple Baekhyun. Sambil bergerak di bawah sana, ia terus berusaha untuk memuaskan dada montok milik mate-nya itu.

"Ahhh Chanyeol, kau begitu hebathh sayanghh,, enghhh aku benar-benar gila karna mu"

"Ayohh Chanyeolhh lebih dalam lagi, lebih keras lagi, aku milik mu" Baekhyun terus-terusan mendesahkan kata-kata penyemangat untuk Chanyeol

Jujur, Baekhyun sudah sangat lelah, ia sangat kewalahan mengimbangi Chanyeol. Chanyeol begitu hebat, ia seperti raja seks, yang sudah sangat kelaparan.

Baekhyun hanya bisa pasrah, dan tak henti-hentinya terus mendesahkan nama lelaki itu.

"Chanyeollhhh enghhh aku sudah tak sanggup Chanyeoll"

*Crott..crot.* lagi Baekhyun sudah mendapatkan pelepasan keduanya, sedangkan Chanyeol ia masih tegak berdiri untuk terus mengobrak-abrik di dalam hole Baekhyun

Lama saling mendesah nama masing-masing

Akhirnya Chanyeol hampir merasakan ia akan keluar, dengan sangat focus ia langsung menumbukkan miliknya ke dalam Baekhyun, menghujam prostat Baekhyun dengan big Chanyeol's junior tak henti-hentinya

"aghhh Baekk,, aku akan keluar sayangghh,, kau sangat nikamat baekkhh" ucap Chanyeol mendesah sejadi-jadinya

"ahh nyahh ayo Chanyeolhh,, aku juga akan keluar,, kau hebat sayanghhh" sepertinya Baekhyun akan mendapatkan pelepasannya yang ketiga

*crot..crot* itu pelepasan milik Baekhyun, dia sudah gila dibuat Chanyeol, baru berselang beberapa menit ia sudah mendapatkan pelepasannya untuk yang ketiga kalinya, sedangkan lelaki yang ada di depannya, masih terus berusaha menjemput kepuasannya, ia sangat luar biasa pikir Baekhyun, tak terkalahkan. Sangat jantan!

"auhhh Chanyeolhh aku lelahhh, lekaslah aku tak tahan lagihhh aghhh ahhh" jeritan Baekhyun

"Sebentar, sayanghhh.. aghh Baekk aku datang sayanghh arrggghhhhh" Chanyeol menggeram sejadi-jadinya, dan menumbukkan miliknya sedalam-dalamnya ke dalam Baekhyun

*Crott..crott..crot*

"Aghhh" desahan Chanyeol saat akhirnya mendapatkan pelepasannya

"uhh Chanyeolhh" Baekhyun merasakan hangat di dalamnya, ia juga merasa penuh, cairan Chanyeol begitu banyak, sampai-sampai banyak yang mengalir keluar, karna tak dapat tertampung oleh milik Baekhyun

"Kau hebat Baekhyun, aku semakin mencintai mu" Chanyeol langsung berbaring di samping Baekhyun, merebahkan tubuh lelahnya.

"hmhh kau juga Chanyeol, kau hebatthh" setelah mengucapkan kata-katanya, Baekhyun benar-benar sudah kehilangan kesadarannya, gelap yang ia lihat. Dan akhirnya ia benar-benar pingsan, kewalahan mengimbangi segala permainan Chanyeol yang begitu gila

"Baek apa kau ingin lagi? Apa kita bisa melanjutkan ke sesi selanjutnya?" Tanya Chanyeol, lama Chanyeol menunggu. Namun tak ada jawaban dari baekhyun yang ia dapatkan, reflek ia memandang ke samping dimana Baekhyun berada.

Dia begitu terkejut, mendapati kekasihnya sudah pingsan kewalahan karna dirinya. Jujur, Chanyeol merasa sangat bersalah dengan keadaan Baekhyun sekarang, ia merasa tak dapat mengontrol segalanya, sehingga menyebabkan Baekhyun pingsan seperti ini.

"Baek! Maafkan aku sayang, aku sungguh sangat kasar padamu, aku tak memikirkan keadaan mu" tutur Chanyeol, ia sangat khawatir sekarang. Ia berusaha memeluk Baekhyun dan mencium dahi Baekhyun, menyalurkan kehangatan di tubuh Baekhyun.

Tak lupa ia juga terus mengucapkan kata maaf untuk Baekhyun

Sepertinya Chanyeol benar-benar menyesal karena nafsu gilanya, mate-nya yang ia kasihi menjadi seperti ini.

.

.

.

Di lain tempat, di kota seoul. Lebih tepatnya di sebuah bandara.

Terlihat seorang lelaki imut dengan mata bulat tengah berdiri di depan pintu kedatangan penerbangan dari luar negeri.

Ya itu Kyungsoo, ia tengah menunggu seseorang, kekasih? Bukan, bukan.. Ia tengah menunggu kedatangan temannya, dari jauh hari temannya itu sudah berpesan agar ia menjemputnya saat tiba di bandara

"Ck…Kemana lagi laki-laki kelebihan pita suara itu, lama sekali!" Tak henti-hentinya Kyungsoo menatap ke dalam pintu kedatangan itu.

Hari sudah semakin malam, waktu sudah menunjukkan pukul 11 malam, namun sahabat yang ia tunggu belum juga keluar, padahal para penumpang lain yang menggunakan penerbangan yang sama dengannya sudah mulai keluar dengan bawaan mereka masing-masing.

Lama ia menunggu, tanpa ia sadar. Ada seorang lelaki manis dengan blonde hair tengah memperhatikannya dari depan.

"Mana Baekhyunee" teriak lelaki manis itu tanpa menanyakan keadaan temannya yang ada di depan matanya.

"Huwooo" Kyungsoo terkejut, mulutnya tak henti-henti berkomat-kamit, merapalkan segala sumpah serapah kepada manusia yang ada di depannya itu

Jujur ia sangat kesal dengan lelaki ini, rasanya Kyungsoo ingin membawa lelaki manis ini ke landasan pacu, dan langsung menggilaskan kepalanya dengan roda-roda pesawat itu.

"Yak! Manusia gilak! Apa kau tak ada tata krama, huh? Kenapa harus berteriak-teriak seperti itu, dan oh ya, apa kau tak ingin mengucap kata terima kasih kepada ku, yang sudah menunggu mu berjam-jam disini, huuh?" Kyungsoo sudah benar-benar murka sekarang

"Kenapa sih kau soo, aku kan hanya bertanya, dan kau tinggal menjawabnya, kau selalu saja mendramatisir!" Ucap Luhan tak kalah kesalnya. Ya, lelaki manis itu adalah Luhan. Sahabat Baekhyun dan Kyungsoo, namun sepertinya kali ini Kyungsoo tak ingin mengakui lelaki ini sebagai sahabatnya. Lihat saja dengan wajah bengiss yang ia tunjukkan kepada Luhan.

"Terserah kau saja nenek lampir, aku sudah lelah, ayo ke mobil aku ingin tidur, atau lebih baik ku tinggalkan saja kau disini yaa?" ucap Kyungsoo dengan wajahnya yang penuh dengan akal picik untuk mengerjai Luhan

"Yakk, Kyungsoo jawab pertanyaan ku dulu, dimana Baekhyunee? Kalau kau tidak menjawab aku akan meneriaki mu sebagai pencuri, biarkan saja orang-orang memukuli mu nantinya" Kini Luhan tak kalah piciknya dari Kyungsoo

"Fine! Dia di busan, di rumahnya, ada lagi yang anda tanyakan tuan putri?" Kyungsoo benar-benar sangat bersabar dengan sahabatnya ini

"Yakk, Kenapa kau ijinkan bayi manis ku itu pergi kesana sendirian,, hikss dia pasti sedang ada masalah, kenapa bayi ku ini begitu nakal, dan kenapa dia tak bercerita pada ku, padahal tiap jam aku menelponnya huhuhu" sekarang Luhan benar-benar sangat berlebihan pikir Kyungsoo, pria gila mana yang menangis kencang di depan umum, dengan alasan yang tidak jelas.

Kyungsoo benar-benar sudah malu sekarang, ia langsung melangkahkan kakinya ke arah parkiran, ia tak mau mengurusi si drama queen itu, ia sudah lelah dan ingin tidur.

"Yakk… Do Kyungsoo, kejamnya kau meninggalkan teman mu yang sedang bersedih ini" teriak Luhan sambil melangkahkan kakinya, berusaha menyeimbangi langkah Kyungsoo

"Memangnya kau siapa?" Kyungsoo benar-benar berusaha untuk acuh sekarang.

"Yak Kyungsoo berhenti dulu, kita terlihat seperti sepasang kekasih yang sedang bertengkar, kau tak malu apa.." teriak Luhan pada Kyungsoo

"Apa?! Bukannya kau yang mempermalukan kita sejak tadi" sekarang Kyungsoo telah menghentikan langkahnya, dan memposisikan dirinya di hadapan Luhan.

"Kyungsoo, aku merasa Baekhyunee kita pasti memiliki masalah yang besar, kita tak bisa diam saja begini, sebagai sahabat dan juga keluarga Baekhyunee kita harus melakukan sesuatu" Ucap Luhan menggebu-gebu di hadapan Kyungsoo

"Ya,, aku juga merasakannya lu, tapi apa yang bisa kita lakukan?" sepertinya Kyungsoo sudah mulai melunak sekarang

"Kenapa kau harus bertanya?! Kita harus menyusulnya sekarang. Kita harus pergi ke Busan. SEKARANG!" Luhan berucap final

"Yak apa kau gila? Busan? Butuh waktu 5 jam untuk kesana. Dan kau meminta ku untuk pergi kesana di malam hari begini, kau benar-benar ingin mati lu?" Tanya Kyungsoo sarkas

"Siapa juga yang ingin mati, Ayolah soo, apa kau tak khawatir, kau ini sahabat seperti apa sihh?" Tanya Luhan berusaha untuk mencemooh Kyungsoo

"Tidak, Lagian, Baekhyunee pasti tidak mengijinkan kita kesana, dan lagian kita tak memiliki persiapan apa-apa? Pakaian saja tidak ada" Kyungsoo berusaha menjelaskan pada Luhan, tapi sepertinya akan sia-sia

"Kau tak perlu memikirkan pakaian, kau bisa memakai punya ku, dan juga kita bisa mengambil pakaian yang ada di boutique ku yang ada di busan, kau tak usah khawatir" Luhan mulai bernegosiasi dengan Kyungsoo

"Tidak Lu, sekali tidak. Ya tidak!" Ucap Kyungsoo final, Kyungsoo mulai melanjutkan langkahnya untuk pergi ke area parkir

Luhan pun mengikutinya, saat tubuhnya sudah tepat berada di samping Kyungsoo, ia mengucapkan kata kramat bagi Kyungsoo, yang menyebabkan Kyungsoo terdiam di tempat.

"Ahh sayang sekali yah, padahal aku sudah mendapatkan nomor ponsel Jo In Sung Oppa, kau tau kan kyung, dia actor yang sangat keren, aku berencana memberikan nomornya kepada mu kalau saja kau mau ku ajak pergi ke Busan menyusul Baekhyunee, sayangnya kau seperti tidak tertarik, tapi ya sudahlah lebih baik ku kasih ke yang lain saja" Luhan benar-benar sang penggoda yang ulung, dengan menyebutkan satu nama ia langsung dapat mengendalikan seorang Do Kyungsoo

"Cepat kau naik ke mobil" Ucap Kyungsoo datar

"Huhhh.." Luhan kesal sekarang, ia terkejut kenapa Kyungsoo tidak tertarik dengan penawarannya, padahal ia tahu bahwa Kyungsoo sangat menyukai actor tampan itu.

Dengan kesal Luhan menaikkan seluruh barang bawaannya ke bagasi mobil, lalu masuk ke dalam mobil, duduk di bangku penumpang di samping Kyungsoo yang akan menyetir.

"AYO KITA KE BUSAN! GO..GO..GOO" teriak Kyungsoo sejadi-jadinya

Luhan kaget dibuatnya, ia senang rencananya termakan oleh Kyungsoo, dengan di iming-imingi nomor ponsel actor tampan itu Kyungsoo langsung bersedia untuk pergi ke Busan, sungguh luar biasa pikir Luhan

"Huwaaa… Ayoo! Mari kita susul bayi manis kita itu.. Baekhyunee mami datang nakkk" Teriak Luhan tak kalah gilanya

"Jangan lupakan Nomor ponsel Oppa ku" Teriak Kyungsoo

"Pasti, begitu sampai aku akan memberikannya pada mu."

Dan pada akhirnya kedua sahabat gila itu langsung memutuskan untuk pergi ke Busan untuk menyusul Baekhyunee mereka. Tak sadarkah mereka itu suatu tindakan yang salah, mereka pasti akan terkejut dengan apa yang akan mereka dapati disana.

Ohya, dan Baekhyun, ia masih pingsan, salah kan saja sosok merman bernama Chanyeol yang terlalu bersemangat pada mating pertama mereka.

.

.

.

Tbc


Haii.. apakabs semuanya?

Sumpah gue malu baca ni part, aku merasak jijiquee dengan ini semua..

Semakin gaje teman-teman

Ohya, aku gak henti-hentinya buat ngucapin banyak terima kasih yang udah berbaik hati memberikan aku banyak saran untuk keberlangsungan hidup FF ini, acu terharuuu huhu :")

Oh ya, seperti biasa juga, acu minta maaf kalau kalian menjumpai kata-kata yang typo(s) atau belibet(s) di part ini.

Aku hanya manusia biasa, yang tak sempurna dan kadang salahh ~~ *ReflekGamparDiriSendiri

Ohya, please jangan jadi silent reader, tolong di review

Dengan review kalian bisa buat gua semangat buat lanjutin cerita ala kadarnya ini

Udah deh begitu saja, kalok kepanjangan juga mubazir ntar, dah dehh

Bye….~~~

Muachh..muachhh:*

See ya in the next Chap

Chanbaek is so fucking real!