NC just for 18++ (I need your self-awareness for read this Chap)


4 jam Baekhyun tak sadarkan diri, dan selama itu pula Chanyeol tak pernah berhenti untuk terus memeluk tubuh Baekhyun, lelaki itu begitu khawatir dengan keadaan kekasihnya itu, mungkin Chanyeol merasa bersalah dengan apa yang ia lakukan terhadap Baekhyun.

Mata Baekhyun mulai berkedip menandakan ia sudah mulai mendapatkan kesadarannya, saat ia mulai menyesuaikan penglihatan di sekililingnya, ia merasa pelukan yang begitu hangat yang ia rasakan dari samping tubuhnya, saat ia membalikkan kepalanya ke arah itu ia mendapati sang kekasih yang memeluknya erat dan tak henti-hentinya merapalkan kata maaf.

Baekhyun yang melihat itu merasa hatinya begitu menghangat, ia merasa begitu berharga dengan perlakuan yang Chanyeol curahkan kepadanya.

"Heii sayang, kau kenapa, hum?" Baekhyun mulai membalas pelukan dari kekasih tingginya itu, tangannya ia arahkan ke kepala Chanyeol, berniat untuk membelai lembut rambut lebat dan hitam milik kekasihnya itu.

Chanyeol memfokuskan penglihatannya ke wajah damai kekasihnya itu, ia begitu bahagia saat ia melihat kekasih mungilnya itu akhirnya sudah sadar, ia tak menyadari saat Baekhyun terbangun, karena ia begitu sibuk mengkhawatirkan keadaan Baekhyun.

"Kau sudah sadar sayang, Baekhyunee maafkan aku sayang, aku berhak mendapatkan hukuman karena menyebabkan kau pingsan? Maaf sayang, aku begitu tolol, aku tak bisa mengontrol nafsu ku, sehingga kau begini" Chanyeol mengucapkan segala rasa bersalahnya kepada Baekhyun, tak lupa Chanyeol juga memegang kedua tangan Baekhyun dan mencium ke dua punggung tangan Baekhyun penuh dengan rasa penyesalan.

"Hei,, sudahlah yeollie, dengar! Aku tidak pingsan, aku hanya tertidur saja tadi, mungkin karena aku sedikit kelelahan melayani bayi besar ku ini, sungguh kau tak perlu merasa bersalah karna itu" Suara lembut Baekhyun menyapa telinga Chanyeol, berusaha menenangkan kekasih merman-nya itu.

"Tapi, tadi. Tidak sayang, aku memang bersalah, andai saja tadi aku tak mementingkan ego ku" Chanyeol menatap Baekhyun dengan ekspresi yang menyiratkan penyesalannya, Baekhyun yang melihat itu sangat tidak tega. Iya, dia benar kehilangan kesadarannya tadi, tetapi Chanyeol tak perlu merasa bersalah seperti ini.

Jujur, ia malah begitu senang dengan apa yang Chanyeol lakukan dan berikan kepadanya.

"Hei sayang, dengarkan aku. Aku baik-baik saja. Sungguh Chanyeollie hmmm, aku begitu bahagia dapat memiliki mu sayang. Aku tak mau melihat raja tampan ku ini merasa begitu bersalah, kau tidak salah sayang, tidak ada yang perlu di persalahkan disini. Dan sungguh aku begitu merasa bangga dapat melakukan itu bersama mu" Setelah mengucapkan itu Baekhyun mulai menenggelamkan kepalanya ke dada bidang milik Chanyeol dan menciumi dada bidang pria kesukaannya itu.

"Aku menyayangi mu Chanyeol, tak ada kata penyesalan yang terlintas di benak ku saat kita melakukannya" Sekarang Baekhyun mulai menatap mata kekasihnya dengan menunjukkan senyum terindah yang ia miliki.

Chanyeol yang melihat itu semua, merasa sangat bahagia, dan juga hatinya terasa menghangat dengan perkataan lelaki cantiknya ini. Ia merasa beruntung memiliki kekasih seperti Baekhyunee-nya. Dan setelah itu, Chanyeol mulai menyatukan ke dua bibir mereka, ia mengecup bibir Baekhyun dengan lembut, tak lupa tangannya juga mulai membelai punggung telanjang Baekhyun yang begitu mulus bagaikan sebuah porselen.

"Cantik" Chanyeol menatap wajah Baekhyun, dan menyebabkan sang empu-nya tersenyum dengan rona merah di pipinya.

"Kau ada-ada saja Chanyeollie, aku ini pria, aku tidak cantik"Baekhyun memukul lembut dada pria itu, jujur saja, ia begitu malu dengan kata yang baru saja di ucapkan Chanyeol padanya.

"Aku serius baek, beratus tahun aku hidup. Tak pernah sekalipun aku melihat sosok yang begitu cantik seperti mu. Senyum mu begitu indah, mata mu sangat memikat. Kau sempurna sayang. Mungkin aku adalah satu-satunya mahkluk aneh yang paling beruntung yang dapat memiliki mu" Chanyeol sangat bersungguh-sungguh dengan perkataanya, ia begitu terbuai dengan pesona yang Baekhyun miliki. Banyak cerita yang mengatkan bahwa mermaid memiliki wajah yang cantik dan sempurna, tapi sungguh Chanyeol sangat tidak memiliki minat dengan mereka.

Saat menatap Baekhyun, di saat itulah ia baru dapat mendefinisikan dari kata cantik yang sesungguhnya. Walaupun Baekhyun adalah seorang lelaki, kecantikannya tidak kalah dengan mermaid maupun peri yang pernah Chanyeol temui.

"Masih pagi buta begini kau sudah membual" Baekhyun memeluk ceruk leher Chanyeol menyembunyikan rasa malunya.

"Aku tak sedang membual Baekhyunee, memang seperti itulah kenyataannya kau sempurna, kau canti" dan sekarang Baekhyun sudah sepenuhnya tersipu malu dengan perkataan yang di katakana oleh kekasihnya ini.

.

.

"Ahh, Chanyeollie, apa kau tak menginginkan jatah Morning sex mu, masih ada waktu sebelum matahari benar-benar terbit. Dan kita bisa memanfaatkannya untuk bersenang-senag." Baekhyun tersenyum nakal di hadapan Chanyeol, berniat untuk menggoda pria-nya itu. Oh lihat lah, kucing pemalu tadi sekarang sudah berubah wujud menjadi kucing yang sangat nakal sekarang.

Chanyeol yang mendengar perkataan Baekhyun barusan cukup terkejut, baru saja ia melihat Baekhyun yang tersipu-sipu malu karenannya, dan tiba-tiba Baekhyun sudah dengan beraninya mengajaknya untuk melakukan Morning sex.

Jujur, Chanyeol cukup tertarik dengan tawaran Baekhyun tadi, hei! Lelaki mana yang bisa menolak pesona dari Baekhyun. Tetapi ada satu sisinya yang tak yakin dengan tawaran Baekhyun tadi. Ia takut lelaki manisnya itu kesakitan lagi, ia tak sanggup melihatnya.

"Kau yakin, tapi kita baru saja melakukannya, kau yakin tak apa?Apa lubang mu sudah tak sakit lagi" Chanyeol benar-benar khawatir dengan keadaan Baekhyun, ia tak mau bertindak bodoh lagi.

Dan tak tau kah Chanyeol, Baekhyun merasa malu dengan pertanyaan Chanyeol tadi, hei. Siapa yang tak malu saat di Tanya tentang keadaan lubangnya. Dan reflek Baekhyun mulai memeluk tubuh kekar milik kekasihnya itu dan memukul-mukul dada bidang itu dengan lembut.

"Ihhh Chanyeolli, Sudah ku bilang aku baik-baik saja, kau tak usah berlebihan begitu. Aku sudah bilang pada mu, aku bangga dapat melayani kekasih ku di malam pertama kita" Baekhyun masih mempertahankan posisinya memeluk tubuh kesukaannya itu.

"Kalau kau yang memaksa aku tak bisa menolak, ayo kita lakukan" Chanyeol benar-benar bersemangat sekarang. Jujur, ia masih menginginkan kehangatan lubang milik Baekhyun seakan itu sudah menjadi candu baginya.

"Tapi dengan satu syarat" Baekhyun mulai melepaskan pelukannya dari Chanyeol dan terduduk di atas ranjang dan menatap wajah Chanyeol yang masih terbaring di atas ranjangnya

"Apa itu, sebutkan saja sayang" Ucap Chanyeol sambil menatap wajah cantik milik kekasihnya itu

"Aku yang di atas, aku ingin memuaskan mu Chanyeol, kau cukup berbaring saja dan menikmati segalanya. Aku yang akan bergerak untuk mu" Jujur Chanyeol benar-benar terkejut dengan perkataan Baekhyun, lelaki itu terlihat sangat nakal sekarang, dengan jari-jari lentiknya yang begitu nakal membelai Chanyeol junior

"Lakukan apa yang kau inginkan sayang" Chanyeol menyetujui permintaan Baekhyun, ia mulai melipat ke dua lengannya di belakang kepalanya. Ia mulai merilekskan tubuhnya, dari bawah sini ia dapat dengan mudah menonton segala aksi yang akan Baekhyun lakukan.

Baekhyun memulai aksinya dengan memanjakan milik Chanyeol, ia memulai mengocok Chanyeol junior, ia lebih santai sekarang. Tidak seperti saat pertama tadi, ia lebih berinisiatif untuk melakukan segalanya sekarang, ia benar-benar ingin memuaskan kekasihnya itu.

Setelah puas memanjakan Chanyeol junior dengan tangannya, ia mulai memasukkan batang tegap milik Chanyeol ke dalam bibir mungilnya, ia mulai terbiasa dengan ukuran milik kekasihnya itu. Dan Chanyeol, ia hanya bisa mendesis dan menggeram disana. Sesuai perjanjian, ia tak akan bergerak, Baekhyun lah yang akan melakukan segalanya untuk dirinya.

Chanyeol junior begitu besar dan panjang, mulut Baekhyun tak begitu muat untuk melesakkan seluruh batang milik Chanyeol, hanya sebagian yang bisa ia masukkan, dan Baekhyun pun berinisiatif untuk membelai bagian yang tidak masuk itu dengan jari-jari lentiknya dan mengurut dan memijat bagian itu dengan sensual.

Baekhyun mulai melanjutkan kegiatannya, pertama ia mulai menggoda milik Chanyeol itu dengan menjilati lubang kencing milik pria itu, dan sontak Chanyeol menggeram dengan apa yang dilakukan Chanyeol. Jujur Baekhyun begitu bangga dengan melihat ekspresi Chanyeol.

Tak lupa ia juga mengitari lidah nakalnya di kepala milik Chanyeol junior yang memiliki bentuk seperti jamur itu. Ia benar-benar sudah sangat berani menggoda kekasihnya saat ini. Baekhyun mulai mengemuti milik Chanyeol, melesakkan seluruh batang Chanyeol sampai ke dalam ke tenggorokkannya. Tak lupa tangannya juga memanjakan bagian milik Chanyeol yang tak bisa masuk tadi.

Dan Chanyeol begitu menggilai atas apa yang di lakukan kekasihnya itu.

Baekhyun tak henti-hentinya mengemuti, mengecup dan mengigiti batang kebanggan Chanyeol itu, ia terlihat mulai bisa beradaptasi dibandingkan dengan saat pertama tadi. Dan Chanyeol, jangan tanyakan keadaannya, ia sudah mulai menggeram dan menekan kepala Baekhyun untuk melesakkan miliknya semakin dalam ke tenggorokan Baekhyun.

Puas memanjakan milik Chanyeol dengan mulut mungilnya, Baekhyun mulai berjongkok di atas batang Chanyeol yang sudah tegap berdiri dengan gagahnya.

"Kau sudah siap sayang? Aku akan memasukkan milik mu ke dalam lubang gatal ku ini" Baekhyun terlihat sangat nakal sekarang, mata nakalnya tak henti-hentinya menggoda Chanyeol.

Baekhyun ulurkan jari-jari lentiknya itu kearah mulut Chanyeol, ia meminta Chanyeol untuk mengemut jari lentiknya. Chanyeol yang melihat itu dengan senang hati melakukannya. Chanyeol mulai menjilati dan mengulum jari-jari lentik itu.

Merasa jari-jarinya sudah cukup basah dengan ludah milik Chanyeol, Baekhyun mengeluarkan jarinya itu dari mulut Chanyeol dan mengarahkan jarinya untuk masuk ke dalam Pink hole-nya yang sudah berkedut-kedut sedari tadi. Ia ingin semakin menggoda kekasihnya itu dengan mempertontonkan aksi mastrubasi-nya di hadapan Chanyeol langsung.

Dengan posisi masih berjongkok di atas selangkangan Chanyeol, Baekhyun mulai mengangkat selangkanganya agar Chanyeol dapat dengan leluasa melihat segala aksinya. Jujur Baekhyun benar-benar sangat nakal sekarang ini.

Di masukkannya dua jari lentik miliknya ke dalam lubangnya itu, di maju-mundurkannya jarinya di dalam sana, lalu di gerakkan kedua jarinya untuk lebih masuk lebih dalam. Dengan gaya seperti menggunting Baekhyun dengan semangat melecehkan lubangnya sendiri di hadapan kekasihnya itu.

Chanyeol, ia hanya bisa menelan ludahnya kasar, berulang kali ia ingin ikut memuaskan Baekhyun dengan menyentuh junior milik Baekhyun, dan seketika itu juga lelaki manis itu menepis tangannya. Ia benar-benar tak di ijinkan untuk melakukan apapun, dan dengan pasrah ia hanya bisa menonton dengan gairah yang semakin menggila di dalam dirinya.

.

.

.

Merasa sudah cukup dengan lubangnya, dan Baekhyun juga sudah tidak tega dengan tatapan lapar yang Chanyeol tunjukkan kepadanya, ia merasa puas dengan apa yang ia lakukan, ia berhasil menggoda kekasih merman-nya itu, dan juga bangga karna berhasil menaikkan libido milik Chanyeol.

Lalu tanpa aba-aba, Baekhyun memasukkan Chanyeol junior ke dalam lubangnya, dengan posisi 'uke on top' ia dapat dengan leluasa bergerak untuk memuaskan milik Chanyeol.

Dengan sekali hentakan, ujung dari batang milik Chanyeol sudah dapat mengenai sweet spot milik Baekhyun, sebelum melanjutkan kegiatannya. Baekhyun mulai membiasakan lubangnya terlebih dulu dengan milik Chanyeol. Beberapa detik kemudian ia mulai menggerakan badannya, seperti melakukan gerakan seseorang yang akan menunggangi kuda, ia goyangkan bokongnya memutar dengan gaya yang begitu sensual.

Dan Chanyeol hanya bisa menggeram dengan apa yang di lakukan Baekhyun

"Arghh Baek, kau ketat sekali sayang, ahh lagi goyangkan bokong indah mu itu,, manjakan ia baek" Chanyeol benar-benar sudah gila sekarang, ia tak menyangkan lelaki manisnya yang pemalu ini dapat melakukan hal yang gila seperti ini.

Baekhyun semakin menambah kecepatan goyangannya, tidak hanya melakukan gerakan up and down. Baekhyun juga mulai menggesekkan bokongnya maju mundur ke selangkangan Chanyeol, dan menyebabkan Chanyeol junior semakin masuk ke dalam sarangnya.

Dengan penuh gairah, Baekhyun mulai menjepit milik Chanyeol, ia mengeratkan lubangnya, membuat Chanyeol semakin menggila karenannya.

Chanyeol, ia sudah tak tahan hanya berdiam diri saja, dengan inisiatif ia memegang pinggul Baekhyun, membantu Baekhyun untuk semakin bergoyang lebih cepat.

"Arggh Chanyeollie, kenapa milik mu ini semakin membengkak, aku tak tahan lagi… ahhhh" Baekhyun semakin bersemangat melakukan gerakan up and down dan juga maju mundur secara bergantian.

"Ahhh Chanyeoll,,, Chanyeoll,, aku sudah tak sanggup, aku ingin keluarhhh oghhh"

"Sebentar Baekhyunee, tunggu aku. Kita akan keluar bersama" Chanyeol mulai ikut memaju mundur kan pinggulnya, membantu Baekhyun untuk bergerak lebih cepat, dan melesakkan miliknya semakin dalam.

"Oghhh Chanyeollie,,, hmmmhh aku keluar Chanyeollie, aku sudah tak tahan" desahan Baekhyun tak henti-hentinya keluar, dari bibir mungilnya itu.

*Crott..crot* Baekhyun berhasil mendapatkan pelepasanya, sadar Chanyeol belum mendapatkan miliknya, dengan segala tenaga yang masih ia milik. Baekhyun semakin menggoyangkan bokongnya mengeluar-masukkan milik Chanyeol.

"Arghh! Yeahh,,, seperti itu sayang, kau pintar sekali…" geraman Chanyeol semakin menjadi-jadi dengan lincahnya gerakan Baekhyun memanjakan miliknya.

"arghh oughh aku datang sayang" Chanyeol menatap Baekhyun dengan peluh di dahinya semakin menambah kesan sexy dirinya di mata Baekhyun

*Crott..crott..crot* Chanyeol memuntahkan seluruhnya ke dalam lubang surganya itu, Baekhyun masih menggoyangkan pinggulnya dengan sensual dan menerima seluruh tembakan Chanyeol di dalam lubangnya.

Dan setelah merasa puas, Baekhyun mulai menggerayangi tubuh jantan milik kekasihnya, ia baringkan tubuhnya di atas tubuh kekar milik Chanyeol tanpa melepaskan penyatuan mereka tadi. Dengan nakal Baekhyun tersenyum menatap wajah tampan milik Chanyeol, di usapnya dengan lembut buliran keringat di dahi Chanyeol.

Dengan berani Baekhyun mulai mengecup dan mengemuti bibir tebal kesukaannya itu. Dan Chanyeol, ia hanya bisa menikmati segala servis yang Baekhyun berikan kepadanya. Ia merasa senang dengan perlakuan Baekhyun kepadanya, walaupun pada awalnya tadi ia masih terkejut dengan sisi binal yang Baekhyun miliki.

Saat tengah asik menginvasi mulut Chanyeol, dengan nakal Baekhyun juga mulai menggoyangkan bokongnya menggoda Chanyeol junior di dalam sana, dan menyebabkan kesan mengelitik bagi Chanyeol junior.

"Kau sangat nakal sayang ku" dengan kekehan Chanyeol mulai mengambil alih ciuman mereka, ia mulai menekan tengkuk Baekhyun, agar dengan leluasa ia bisa mencumbui bibir kesukaanya itu. Merasa sudah sulit untuk bernafas Baekhyun mulai melepaskan ciuman mereka.

"emhhh, kau tahu Chanyeol aku hanya nakal kepada mu sayang" dengan kerlinangan yang ia berikan kepada Chanyeol lalu jari-jari lentiknya itu tak henti-hentinya untuk menggoda otot-otot kekar milik Chanyeol.

Baekhyun mulai mengarahkan wajahnya ke leher Chanyeol, memberikan kecupan, gigitan dan lumatan disana. Dan Baekhyun cukup bangga dapat membuat beberapa bercak merah di leher milik Chanyeol

Ia benar-benar akan gila sekarang, yang ada di pikiran Baekhyun sekarang adalah agar dapat memuaskan kekasihnya itu, ia bahkan tak mau melepaskan Chanyeol junior dari sarangnya. Ia menyukai sensasi yang ia dapatkan dengan adanya Chanyeol junior di dalam dirinya.

"Hmmmhhh… Apa kau ingin melakukan ronde selanjutnya sayang" Dengan senyuman dan kerlingan nakal Baekhyun bertanya kepada Chanyeol

"Tentu sayang, aku tak bisa menolak segala kenikmatan yang ada pada dirimu"

Dan dengan sekali gerakan, Chanyeol mengubah posisinya tanpa melepaskan penyatuan mereka tadi, sekarang Chanyeol yang berada di atas Baekhyun, dan ia mulai melakukan beberapa gerakan untuk memulai ronde ke dua mereka.

.

.

.

Di lain tempat..

Terlihat dua orang lelaki manis tengah berada di dalam mobil mereka, lelaki dengan rambut blonde sedang focus menyetir mobil mereka, ia sudah berganti posisi beberap jam yang lewat dengan Kyungsoo, mengingat keadaan Kyungsoo yang sudah mulai terkantuk-kantuk, dan ia tak ingin mengambil resiko dengan Kyungsoo yang menyetir dalam keadaan mengantuk.

Dan Kyungsoo, ia sudah terlelap menyelami mimpinya di bangku penumpang sedari tadi.

"Kyung, Bangunlah.. kita sudah sampai" Luhan berusaha membangunkan Kyungsoo, saat mobil mereka sudah memasuki perkarangan rumah Baekhyun sahabat mereka, dari pukul 11 malam mereka menyetir untuk sampai ke Busan, dan sekarang mereka telah tiba pada pukul 4 pagi, tidak usah di tanyakan lagi bagaimana keadaan dua lelaki manis itu, mereka seakan ingin pingsan dengan lama perjalanan yang mereka tempuh.

"Kyung,, ayolah. Aku sudah lelah. Ayo masuk ke dalam, aku ingin tidur, badan ku sudah lelah" Luhan masih berusaha membangunkan temannya itu

"Hmmhhh nghhh! kau fikir kau saja yang lelah lu, arghh aku lebih daripada lelah, ini semua karena mu, andai saja kau tidak memaksa, aku menyesal sudah menuruti permintaan mu itu"Kyungsoo langsung berteriak kesal saat tidurnya terganggu, ia menghujani Luhan dengan sumpah serapah yang keluar dari bibir berbentuk hati miliknya itu.

Sedangkan Luhan, ia masih berusaha bersabar. Kalau tidak ingat ini masih pagi buta dan orang-orang masih banyak tertidur, ia pasti sudah membalas teriakan dan sumpah serapah sahabatnya itu lebih kencang lagi. Tapi ia masih berlapang dada, mengingat ini semua juga ide gila dia.

"Ahhh sudahlah soo, kita sudah sampai tak ada yang perlu di sesali lagi, sekarang kita harus keluar dari dalam mobil, masuk ke rumah, pergi masuk ke kamar, lalu pergi tidur dengan sepuas-puasnya, cahh, ayoo" Luhan mulai menepuk-nepuk lengan sahabatnya itu, tidak pernah-pernah ia sesabar ini, mungkin ia juga merasa bersalah dengan Kyungsoo

.

.

.

Dan sekarang kedua lelaki manis itu sudah berada di dalam rumah milik Baekhyun, jangan tanyakan kenapa mereka bisa begitu mudah masuk ke dalam rumah orang di pagi buta ini. Hey! Ini rumah sahabat mereka, dan mereka sudah hafal mati kata sandi pintu rumah Baekhyun.

"Kyung.. coba kau lihat Baekhyun di kamarnya, bagaimanapun kita juga harus membangunkannya, aku ingin ke kamar mandi dahulu" Luhan sudah melangkahkan kakinya ke arah kamar mandi yang berada disana.

Dan Kyungsoo, dalam keadaan mengantuk ia sudah melangkahkan kakinya menaiki tangga untuk dan berjalan ke arah kamar Baekhyun, sahabatnya.

Saat sudah sampai di depan pintu kamar sahabatnya itu, ia sangat terkejut dengan suara yang terdengar dari dalam kamar sahabatnya itu, matanya yang tadi sudah hampir tertutup karena mengantuk, dan sekarang membulat sempurna karna suara aneh yang ia dengar.

Ia mendengar suara Baekhyun disana mendesah sejadi-jadinya, dan ia juga mendengar suara lelaki lain yang tengah menggeram sexy, ia cukup asing dengan suara lelaki itu.

Dengan hati-hati ia menempelkan telinganya, di daun pintu kamar sahabatnya itu. Ia ingin memastikan apa yang ia dengar barusan, ia mendengar seperti orang yang sedang bercinta hebat di dalam sana. Dan itu Baekhyun sahabatnya dengan lelaki entah siapa itu.

Dengan keberanian yang ia miliki, Kyungsoo mulai menggenggam gagang pintu kamar Baekhyun, ia mengenal sahabatnya itu. Saat tertidur, Baekhyun tak pernah mengunci pintu kamarnya.

Dan dengan mantap Kyungsoo membuka pintu kamar Baekhyun Lebar-lebar, dan ia seakan ingin mati dengan pemandangan yang ia lihat.

"YAAAKKK! OH TUHAAANNNNN TOLONG! LUHANNNN,, BAEKHYUNEE" Kyungsoo menjerit sejadi-jadinya dengan apa yang terpampang di hadapannya sekarang.

Luhan yang masih di lantai bawah, terpontang-panting berlari menaiki anak tangga, ia terkejut dengan teriakan Kyungsoo

"YAKKK,, HEII KENAPA KAU BERTERIAK" Luhan pun reflek meneriaki Kyungsoo saat ia sudah hampir sampai di depan pintu kamar Baekhyun, ia melihat Kyungsoo sudah pucat, dengan cepat ia menggerakkan kakinya, dan menatap ke dalam kamar Baekhyun

Sama seperti Kyungsoo, ia juga terkejut dengan apa yang ia lihat, jantungnya seakan ingin melompat.

Tahu kah kalian, ia sekarang melihat Baekhyun sahabatnya tengah di gagahi oleh lelaki yang tidak mereka kenal.

"Ohh God! Baekhyunee,,, YAKK APA YANG KALIAN LAKUKAN…!" Reflek Luhan meneriaki sahabatnya itu.

"Pakai baju kalian, jumpai kami di bawah! Kami ingin penjelasan kalian" Luhan langsung menutup pintu kamar Baekhyun dengan kencang. Matanya sudah tak suci lagi pikirnya.

Lalu ia melihat di sampingnya, Kyungsoo sudah terdiam dengan wajah yang pucat pasih, ia tahu temannya ini pasti sangat terkejut dengan hal yang tidak senonoh yang baru saja ia lihat.

Jujur Luhan ingin tertawa sekencang-kencangnya saat ini, dengan senyum geli ia menyentuh punggung Kyungsoo, mengajak Kyungsoo untuk turun ke bawah, menunggu Baekhyun dan pria-nya disana.

.

.

.

Baekhyun dan Chanyeol, sudah berdiri disana, mereka terkejut dengan apa yang terjadi barusan. Mereka reflek menyudahi kegiatan mereka saat mendapati dua orang lelaki manis yang berteriak-teriak di depan pintu kamar Baekhyun.

"Baek,, itu tadi siapa?" Tanya Chanyeol ke Baekhyun

"Gawat.. gawat! Chanyeollie, mereka teman-teman ku, mati aku. Apa yang harus ku katakan pada mereka" wajah Baekhyun sudah terlihat pucat sekarang, ia takut teman-temannya itu akan marah kepadanya. Chanyeol yang melihat Baekhyun mulai gelisah, reflek menarik tubuh Baekhyun ke dalam pelukannya guna untuk menenangkan kekasihnya itu.

"Ssstt… tenanglah sayang, aku ada di samping mu, aku akan menemani mu menghadapi mereka, kau tak perlu takut" Chanyeol mengusap punggung Baekhyun lembut, mencoba memberikan ketenangan dan kenyamanan untuk Baekhyun.

"Sekarang, mari kita jumpai teman-teman mu itu, aku akan menjelaskan segalanya kepada mereka. Kau tak usah takut sayang, aku mate-mu, aku yang bertanggung jawab atas dirimu" Baekhyun reflex tersenyum saat mendengar segala ucapan Chanyeol, ia benar-benar luar biasa fikir Baekhyun.

"Hmmh Baiklah Chanyeollie, tapi sekarang. Mari kita berpakaian terlebih dahulu, aku tak mau mereka melihat tubuh kekar dan sexy milik kekasih ku ini, aku tak rela, tadi saja aku sudah kesal saat mereka menatapi tubuh berotot milik kekasih ku ini" Baekhyun menempuk wajah Chanyeol pelan, dan menampilkan ekspresi imutnya kepada Chanyeol

Chanyeol yang mendengar dan melihat itu semua reflex menampilkan senyumnya, ia tak menyangka Baekhyun begitu posesif kepadanya.

Baekhyun mulai mencari kemeja miliknya yang sudah di campakkan oleh Chanyeol entah kemana, dan ia menemukan kemeja itu sudah tergeletak di atas karpet kamarnya dan langsung ia memakainya kembali, dan untuk Chanyeol. Baekhyun mengingat bahwa kekasihnya ini tak pernah memakai sehelai benangpun saat naik ke daratan.

Ia langsung melangkahkan kakinya menuju walk in closet miliknya.

"Chanyeol kemari, mari kita cari pakaian yang bisa kau pakai" Baekhyun memanggil Chanyeol, dan Chanyeol langsung mengikuti kemana langkah Baekhyun pergi.

Lama ia mencari, tapi tak ada satupun pakaian miliknya yang bisa Chanyeol pakai. Tubuh kekasihnya ini benar-benar sangat kekar dan berotot, sehingga taka da satupun baju yang muat untuk Chanyeol.

"Bagaimana ini sayang,, tak ada yang muat, aku tak mungkin mengijinkan mu menjumpai mereka dengan bertelanjang seperti ini" Baekhyun mulai berfikir, dan Chanyeol hanya bisa terdiam disana, ia memang tak pernah memaki baju, ingat. Dia itu seorang merman, ia tak pernah membutuhkan baju asal kau tahu.

"Ahhh Papa, baju papa!" Reflex Baekhyun berteriak dan melangkahkan kakinya keluar kamar menuju kamar orangtuanya yang berada di samping kamarnya.

"Chanyeollie, kau disini dulu ya. Jangan keluar kemanapun. Aku akan mengambilkan baju papa ku dulu untuk mu" setelah mendengar perkataan Baekhyun, Chanyeol hanya mengangguk dan menunggu kekasihnya itu sampai datang kembali.

Beberapa menit Chanyeol menunggu disana. Baekhyun telah datang dengan membawa beberapa tumpuk pakaian untuk Chanyeol.

"Nahh.. mari kita lihat mana yang cocok dan pas untuk kau kenakan" Baekhyun mulai memilah-milah pakaian itu, dan mencocokannya di tubuh Chanyeol

"Nahh coba pakai ini saja, ini terlihat pas untuk mu" Baekhyun memberikan kaos hitam tanpa lengan dan juga celana pendek selutut untuk Chanyeol. Ia merasa Chanyeol akan terlihat keren memakai itu, mengingat tubuh pria itu yang juga sangat menunjang penampilannya itu.

Chanyeol menerima pakaian yang Baekhyun berikan, dan langsung memakainya di hadapan Baekhyun, dan Baekhyun terlihat malu-malu saat melihat kekasihnya itu berpakaian tepat di hadapannya.

"Nahh,, kau terlihat semakin tampan sayang" Baekhyun merapikan pakaian Chanyeol, dan juga merapikan tatanan rambut Chanyeol, ia menyisir rambut Chanyeol ke belakang dengan jarinya, memperlihatkan dahi pria itu, dan menambah kesan semakin sexy bagi Chanyeol.

Rasanya Baekhyun tak rela menunjukkan ketampanan kekasihnya kepada sahabat-sahabatnya itu.

"Kau tampan Chanyeollie" dengan senyuman ia menatap wajah kekasihnya itu.

"Kau juga sangat cantik Baekhyunee" Chanyeol-pun ikut tersenyum, ia mensejajarkan wajahnya dengan Baekhyun, dan langsung mengkecup bibir merah kekasihnya itu.

"Cah! Ayo, daripada kita semakin terhanyut dan melakukannya lagi. Mari kita keluar dan menjumpai dua hama pengganggu itu" Baekhyun mulai menggenggam tangan kekasihnya itu, untuk menjumpai kedua sahabatnya itu, jujur ia sangat gugup sekarang, ia merasa seperti akan meminta restu kepada orangtuanya untuk menikah.

.

.

.

"What?! Kekasih!" Itu Luhan, setelah sampai di lantai bawah, Baekhyun mulai mendekati kedua sahabatnya itu yang tengah duduk di meja makan, dan ia ikut bergabung disana dan mengajak Chanyeol untuk ikut duduk disana juga. Setelah itu ia mengatakan pada sahabatnya kalau Chanyeol itu kekasihnya, dan sebab itu Luhan berteriak kencang seperti itu. Sedangkan Chanyeol cukup terkejut dengan teriakan Luhan, ia merasa aneh, karena di kerjaannya tidak pernah ada yang suka berteriak-teriak seperti lelaki yang berada di depannya ini.

"Maaf, mungkin pertemuan kita tadi tidak mengenakkan, tapi saya ingin mengulangi ini dengan baik. Perkenalkan nama saya Park Chanyeol, kalian bisa memanggil saya Chanyeol, dan benar apa yang Baekhyunee katakan, saya adalah kekasih sahabat kalian. Senang berjumpa dengan kalian" Chanyeol mulai memperkenalkan dirinya di hadapan sahabat kekasihnya itu, tak lupa senyum tampan milik Chanyeol tak pernah luntur dari wajahnya.

Luhan dan Kyungsoo hanya bisa terdiam setelah mendengar suara dan melihat ketampanan Chanyeol, mereka yang tadi ingin berteriak dan melakukan protes, reflex terdiam mendengar suara bass dan tubuh sexy milik kekasih sahabat mereka ini.

Persetan dengan apa yang ia lakukan kepada Baekhyunee mereka, tetapi kedua lelaki imut ini sepakat mengatakan bahwa, kekasih sahabat mereka ini sangat,sangat tampan. Mereka terdiam dan terpesona melihat ketampanan lelaki ini. Entah kemana perginya rasa kesal mereka tadi.

"Ahh tidak masalah Chanyeol, aku juga minta maaf karna berteriak tadi kepadamu, ahh perkenalkan nama ku Luhan, aku seorang designer terkenal. Dan jujur Chanyeol aku cukup tertarik dengan dirimu, mungkin bisa saja nanti kita bekerja sama, kau bisa menjadi salah satu model untuk pakaian ku, itupun jika kau berkenan" Luhan tersenyum kepada Chanyeol, Chanyeol yang melihat itu hanya bisa ikut tersenyum membalas senyuman Luhan dan reflex ia melihat ke arah kekasihnya berada, ia melihat kekasihnya itu berulang kali mendengus ke arah Luhan, menandakan ia tak suka.

"Ahh, dan aku. Hai Chanyeol nama ku Do Kyungsoo, maaf tadi membuat mu terkejut saat menggebrak pintu kamar tadi. Jujur aku tadi tidak sengaja, aku tidak enak dengan mu Chanyeol-ssi" Melihat sesi perkenalan yang di lakukan kedua sahabatnya itu membuat Baekhyun sedikit jengah, kekasih mana yang bisa berlapang dada melihat kekasihnya di goda oleh sahabatnya sendiri.

*Brakk* karena kesal, Baekhyun menggebrak meja makan yang ada di depannya, rasa takut kepada temannya sudah hilang dalam sekejap di gantikan rasa kesal yang luar biasa.

"Maaf mengganggu, apa kalian sudah selesai berkenalanan dengan KEKASIH KU" Baekhyun memang sengaja menekankan kata kekasih kepada temannya, agar ke dua sahabatnya itu sadar dan mengerti siapa yang sedang mereka ajak bicara ini.

"Yakk! Byun Baekhyun, bisakah kau tenang sedikit, kau membuat Chanyeollie terkejeut" Luhan berteriak kepada Baekhyun, saat mendengar panggilan Luhan kepada Chanyeol, api kekesalan di dalam dirinya semakin membara, darahnya seakan mendidih, dia tidak suka melihat Luhan bermanja-manja memanggil kekasihnya 'Chanyeollie', dia tidak suka. Cukup ia saja yang memanggil Chanyeol dengan sebutan itu pikirnya, biarkan saja dia di bilang egois ataupun posesif, karena Baekhyun merasa harus melakukan hal itu untuk melindungi kekasihnya dari dua mahkluk genit yang sedang ada di depannya ini.

"Hei Lu, sadarkah kau siapa orang yang kau panggil Chanyeollie ini, dia kekasih ku Luhan, kenapa kalian menjadi genit seperti ini, dan satu hal. Siapa yang menyuruh kalian untuk datang kesini, Kyungsoo! aku sudah mengatakan padamu kalau aku ingin sendiri, kenapa kalian mendatangi ku?" Baekhyun sudah sangat kesal sekarang, tanpa sadar ia sudah berbuat salah dengan membentak dua sahabatnya itu.

"I itu baek" Kyungsoo sudah tergagap, ia takut Baekhyun semakin marah kepadanya, sedangkan Luhan sudah terlihat kesal dengan Baekhyun karna baru saja ia di bentak oleh Baekhyun

"Ahh sudahlah, ayo sayang kita masuk ke kamar kau pasti masih mengantuk, dan untuk kalian beristirahatlah dahulu di kamar. Kalian pasti sangat lelah. Besok aku akan menjelaskan segalanya untuk kalian dan aku juga akan meminta penjelasan dari kalian, dan maaf Lu, Kyung" Baekhyun mengenggam tangan Chanyeol untuk masuk ke dalam kamarnya, setelah menatap wajah kedua sahabatnya itu dengan tatapan bersalah, ia tidak enak setelah membentak sahabatnya itu.

"Tenanglah Baekhyunee" Itu suara Chanyeol mencoba menenangkan kekasihnya, ia tahu kekasihnya itu sedang marah dengan ke dua sahabatnya itu.

Setelah sampai di kamar, Chanyeol langsung mendudukan Baekhyun di pangkuannya, memeluk Baekhyun memberikan kehangatan, dan setelahnya Baekhyun langsung menangis di pelukan Chanyeol. Ia benar-benar merasa bersalah dengan kedua sahabatnya itu, kenapa ia harus membentak mereka, entah mengapa ia tadi begitu marah saat kedua sahabat berdekatan dengan Chanyeol-nya, jujur ia cemburu. Walaupun Baekhyun yakin tadi itu mereka hanya bercanda saat mencoba menggoda Chanyeol, Baekhyun saja yang sangat sensitive sampai meluapkan emosinya kepada sahabatnya itu.

"Aku jahat kepada mereka yeollie" Baekhyun masih menenggelamkan wajahnya di ceruk leher Chanyeol, dan Chanyeol tak henti-hentinya mengusap punggung kekasihnya itu lembut memberikan ketenangan untuk Baekhyun

"Sudah sayang, jangan menangis lagi. Aku tidak suka melihat Ratu ku ini menangis, aku yakin sahabat mu juga paham, mereka pasti mengerti dirimu, kau tak perlu merasa bersalah seperti ini" Chanyeol membaringkan tubuh Baekhyun di atas ranjang, di ikuti dirinya yang ikut terbaring disamping Baekhyun

"Sudahlah mari tidur, kau pasti lelah. Aku akan menemani kau tidur" Chanyeol memberikan Baekhyun pelukan hangat mengantarkan kekasihnya itu ke alam mimpi.

Baekhyun benar-benar semakin terpesona dengan sikap kekasihnya ini

"Aku mencintaimu Chanyeollie, jangan mencoba-coba pergi saat aku tertidur, kau harus membangunkan ku saat akan pergi"

"Aku jauh lebih mencintaimu, haha siap Ratu ku" setelahnya Baekhyun benar-benar terlelap di pelukan Chanyeol, dan Chanyeol tiada henti membelai kepala dan punggung kekasihnya itu dengan lembut.

.

.

.

Tbc


Haii I'm back…

Gimana? Kalian gak bosen kan sama ceritanya. Gue harap kalian masih enjoy buat baca cerita ala-kadarnya ini.

Ohya, sorry. Gue gak bisa up tiap hari lagi, karena ada satu pekerjaan yang gak mungkin gue tinggalin, tapi gue tetap usahain buat up 2 hari sekali, gue gak mau bikin kalian nunggu lama-lama. Gue harap kalian masih mau nunggu kelanjutan dari ff ini juga

As always, aku tuh pengen ucapin terima kasih sama kalian yang udah baik ngasih sarannya ke aku, jujur itu ngebantu banget. Thank you so much guys, aku sayang sama kalian *Bow*

Dan as always juga, sorry for many Typo(s) dan kata-kata belibet(s) yang kalian jumpai di chap ini.

Please di review ya guys, I need your suggestions. Don't be a silent reader.

Udah deh gitu aja, bacotan acu…

Byee

See ya in the next chap..

Salam Chanbaek is real!