Pagi menjelang, matahari sudah memancarkan sinarnya ke segala arah.

Samar-samar sinar matahari mulai menulusuk dari arah jendela kamar Baekhyun, membuat si pria manis itu terusik dari tidurnya, sungguh ia sangat lelah, badannya seakan ingin remuk bila di gerakkan se-inchi saja.

Baekhyun mulai membuka kedua mata lentiknya itu, matanya mulai mengedarkan penglihatannya ke arah balkon kamarnya, hari sepertinya sudah pagi dan Baekhyun masih betah berada di atas ranjangnya, ia begitu menyukai sensasi dari kehangatan yang di berikan kekasihnya saat memeluknya begitu erat.

Ternyata Chanyeol menepati janjinya, ia belum beranjak dari kamar Baekhyun, lelaki itu masih menunggui sampai Baekhyun terbangun, padahal biasanya di jam segini. Lelaki itu sudah beranjak untuk kembali ke dalam lautan. Ia benar-benar tipe seorang lelaki yang memegang teguh janjinya, dan Baekhyun semakin terpesona dengan segala sifat yang ia miliki.

Lama Baekhyun terdiam di atas ranjang, rasanya hari ini ia tak mau bangkit dari ranjang. Ia ingin terus bersama Chanyeol, berpelukan sepanjang hari. Tapi sepertinya itu tak mungkin mengingat Ke dua sahabat Baekhyun sedang berada di rumahnya.

Baekhyun mulai membalikkan tubuhnya kearah dimana Chanyeol yang sedang berbaring, ia mulai menatapi wajah tampan itu, sempurna. Ya, Baekhyun rasanya ingin bersujud syukur dengan kenyataan yang sedang di hadapannya sekarang. Baekhyun telah resmi menjadi kekasih dari Chanyeol, ahh tidak hanya kekasih lebih dari itu. Ia sekarang adalah Mate dari seorang lelaki yang sangat sempurna, ya siapa lagi. Tentu saja dia adalah Chanyeol

Teringat Baekhyun dengan apa yang telah ia lakukan tadi malam berasama dengan kekasih merman-nya. Spontan ke dua pipinya menjadi merah merona, sungguh memikirkannya saja ia sudah malu. Apalagi mengingat saat ia begitu nakal menggoda Chanyeol dengan meminta dirinya sendiri untuk menunggangi Chanyeol junior. Ahh rasanya Baekhyun ingin menenggelamkan wajahnya ke dalam bantal

"Ahh Luhan Kyungsoo" Baekhyun menyebutkan nama dari kedua sahabatnya itu. Entah kemana rasanya akan ia taruh wajahnya saat menjumpai kedua sahabatnya itu, jujur ia sangat malu. Hei, siapa yang tidak malu, saat ke dua sahabat mu menangkap basah dirimu sedang bercinta dengan pria asing, yang mereka saja tak tahu pria itu siapa.

Mengingat itu rasanya Baekhyun ingin meminta kepada Chanyeol untuk membawanya masuk ke dalam lautan sedalam-dalamnya. Tidak hanya malu, ia juga bingung apa yang harus ia katakan kepada sahabatnya itu. Dan juga kesalahan yang telah ia lakukan kepada ke dua sahabatnya itu, dengan tidak tau dirinya ia membentak sahabatnya karena cemburu melihat kedua sahabatnya bercengkrama dengan Chanyeol, sungguh ia merasa begitu berlebihan, tak sepantasnya ia melakukan itu.

Tapi sekarang, nasi sudah berubah menjadi bubur, bagaimanapun ia harus menghadapi sahabatnya itu, ia harus menjelaskan segalanya dan meminta maaf kepada mereka, dan setelahnya ia juga akan meminta penjelasan dari ke dua sahabatnya itu, mengapa mereka mendatangi Baekhyun sampai ke Busan, padahal sudah jelas ia menitip pesan agar tak perlu khawatir dengannya, benar-benar ke dua sahabatnya itu tidak pernah bisa menepati janjinya.

.

.

.

"Chanyeollie" Baekhyun memanggil nama dari kekasihnya itu, tangannya juga sudah mulai membelai wajah pria kecintaannya itu.

"Hmmh Baek, kau sudah bangun?" Chanyeol sudah membuka matanya, dan seperti biasa lelaki itu tak pernah lupa memberikan Baekhyun kecupan di dahi saat mereka telah terbangun di pagi hari.

"Hmmmh, apa kau akan langsung pergi?" Baekhyun mulai menyandarkan kepalanya di dada bidang milik Chanyeol

"Begitulah baek, dan sepertinya hari sudah semakin terang, dan aku harus segera kembali ke dalam lautan, kalau tidak. Penasihat dan jendral ku akan mulai menyisir lautan mencari ku segala arah, aku tak mau mereka sampai kesini" Chanyeol mulai menjelaskan kepada Baekhyun

"Apa kau tak ingin menyapa mereka? Mereka pasti bertanya-tanya jika kau pergi begitu saja" Baekhyun mulai bangkit dari tidurnya, ia berjalan ke arah kamar mandi untuk membasuh wajahnya. Dan Chanyeol, ia mulai mengikuti kemana arah Baekhyun pergi.

Baekhyun mulai membuka keran air di wastafel dan ia mulai membasuh wajahnya dengan air untuk menghilangkan wajah bangun tidurnya, begitu juga dengan Chanyeol, Baekhyun dengan telaten membasuh wajah kekasihnya itu.

"Bagaimanapun, kau tak mungkin melopat lagi dari balkon saat akan pergi. Kau harus membiasakan diri untuk menggunakan pintu. Ingat ke dua sahabat ku sedang ada disini, mereka akan bingung dengan mu, saat mereka tak melihat diri mu masuk ataupun keluar tidak melalui pintu, mereka akan beranggapan kalau kau aneh, dan aku tidak terima dengan itu. Kekasih ku tidak aneh, ya kan?" Baekhyun mulai membicarakan segala pemikirannya kepada Chanyeol, dengan lembut ke dua tangan Baekhyun juga membelai wajah dari kekasihnya itu.

Chanyeol hanya tersenyum mendengar perkataan Baekhyun, ia merasa bahagia saat menyebut dirinya kekasih dari pria manis itu. Dan juga, ia setuju dengan perkataan Baekhyun, yang mengetahui identitasnya yang sebenarnya disini hanya Baekhyun, tak mungkin ia berbuat seenaknya jika ada orang lain di rumah ini, mereka pasti akan curiga dengannya.

"Baiklah sayang, ayo kita turun ke bawah menemui mereka" Chanyeol meraih tangan Baekhyun, mengajak untuk keluar dari kamar, turun ke lantai bawah untuk menemui ke dua sahabat Baekhyun.

.

.

.

Baekhyun dan Chanyeol sekarang ini telah berada di lantai bawah.

Baekhyun mengedarkan pandangannya untuk mencari keberadaan ke dua sahabatnya itu.

Samar-samar telinga Baekhyun mendengar suara dentingan piring dari arah ruang makan, ia yakin ke dua sahabatnya itu tengah menyantap sarapan pagi.

Dengan lekas, ia mulai melangkahkan kakinya ke arah ruang makan, tak lupa tangannya yang terus berpegangan dengan tangan kekasihnya itu.

"H hai… guys"Baekhyun berusaha menyapa ke dua sahabatnya itu, walau ia benar-benar merasa gugup sekarang, jujur ia masih merasa bersalah dengan ke dua sahabatnya itu.

"Ah Baekhyunee, Chanyeol-ssi, kalian sudah bangun. Mari bergabung! Kyungsoo memasak banyak makanan, dan ini enak semua" Luhan menyapa mereka dengan hangat, sepertinya sahabatnya yang satu ini, berusaha untuk melupakan kejadian tadi malam, dan itu semakin membuat Baekhyun tak enak hati.

Baekhyun dan Chanyeol mendudukan diri mereka, di depan ke dua lelaki itu.

Baekhyun mulai mempersiapkan alat makannya, saat ia melihat ke arah Chanyeol, sepertinya lelaki itu masih bingung harus berbuat apa, terlihat dengan wajah bingung yang ia tunjukkan.

"Ahh Chanyeollie, mari ku ambilkan makanan mu" Baekhyun berinisiatif untuk mengambil makanan untuk Chanyeol. Ia menyendokkan pasta yang sudah di buatkan oleh Kyungsoo ke dalam piring Chanyeol.

"Nahh ayo di makan" Chanyeol melihat ke sekelilingnya, ia melihat Kyungsoo dan Luhan menggunakan sebuah alat untuk memasukkan makanan mereka ke dalam mulut mereka. Tak mau membuat mereka curiga, Chanyeol mulai mengangkat benda itu, dan menggunakannya seperti bagaimana Kyungsoo dan Luhan perbuat, awalnya ia sangat gugup menggunakannya, namun perlahan ia mulai terbiasa menggunakan benda itu, dan mulai memasukkan benda aneh lagi baginya ke dalam mulutnya, awalnya ia mengernyit, ia merasa aneh dengan rasanya, rasanya ia ingin memuntahkan makanan itu, tapi saat ia melihat ke arah Baekhyun, yang terlihat khawatir dengannya, ia mengurungkan niatnya. Ia tak mau membuat Baekhyun semakin khawatir, dan juga dengan sahabat Baekhyun, ia tak mau mereka curiga dengannya.

Dengan terpaksa Chanyeol menelan, benda aneh yang di anggap manusia sebagai makanan itu.

Saat makanan itu, sudah melewati tenggorokkannya, ia merasa seperti ada yang lain, yang ia rasakan. Ia merasa benda ini tak seburuk di awal. Ia mulai menyuapkannya lagi, dan ia beranggapan ini cukup enak.

"Hmm apa ini, kenapa begitu enak" reflex Chanyeol mengutarakan apa yang ada di dalam pikirannya tentang makanan itu.

"Ahh itu pasta Chanyeol-ssi, pasti itu enak, itu di buat oleh koki yang paling hebat. Do Kyungsoo" Luhan menanggapi ucapan Chanyeol dengan semangat, dan Baekhyun. Jujur awalnya ia khawatir memberikan pasta itu kepada Chanyeol, karena ia tahu betul, Chanyeol akan merasa aneh dengan rasanya, sebab itu ia tak henti-hentinya menatap kekasihnya saat akan memasukkan pasta itu ke dalam mulutnya.

Tetapi saat melihat Chanyeol yang merasa senang dengan makananya, segala rasa kekhawatiran Baekhyun lenyap, ia senang melihat Chanyeol begitu lahap memakan pasta yang ada di piringnya, bahkan sekarang kekasihnya itu sudah hampir melahap habis pasta yang ada di piringnya.

"Kau ingin tambah lagi sayang" Baekhyun menawarkan kepada Chanyeol, ia sangat senang melihat pria itu begitu menyukai makanannya.

"Boleh" dengan singkat Chanyeol menjawab pertanyaan Baekhyun

Dan setelahnya, ke tiga lelaki manis itu dengan tenang menyantap sarapan pagi mereka, begitupun dengan Chanyeol, pria merman itu sepertinya sangat menyukai acara sarapan paginya kali ini.

.

.

.

Setelah selesai sarapan pagi, Chanyeol mulai membuka suara. Mengingat hari sudah begitu siang, tak mungkin ia berlama-lama disana, bisa-bisa akan terjadi hal aneh di lautan bila ia tak segera kembali.

"Ahh Kyungsoo-ssi, Luhan-ssi, sepertinya hari sudah semakin siang, aku ingin berpamitan untuk kembali, ada banyak pekerjaan yang harus ku selesaikan" Dengan penuh sopan Chanyeol berpamitan dengan sahabat Baekhyun itu.

"Ahh begitu, sayang sekali. Padahal kami ingin mengajak mu untuk bermain playstation, tapi jika kau mengatakan masih banyak pekerjaan, tentu. Tak mungkin kami menghalangi, tidak tau dengan Baekhyun" dengan masih terduduk di kursi ruang makan, Luhan menanggapi perkataan Chanyeol, ia juga sempat menyinggung tentang Baekhyun di akhir perkataannya.

"Oh, kau sudah ingin pulang Chanyeol-ssi, ahh tentu tak apa, apa perlu kami antarkan sampai ke depan?" itu kyungsoo, yang masih berada di dapur, ia tengah sibuk membereskan beberap alat makan yang baru saja digunakan.

"Ahh tidak perlu repot Kyungsoo-ssi, aku dengan Baekhyun saja, kalau begitu aku permisi dahulu, senang berjumpa dengan kalian" Chanyeol mulai meraih tangan Baekhyun, mengajaknya untuk keluar dari rumah Baekhyun. Dan Baekhyun ia langsung menuntun jalan mereka, ia membawa Chanyeol keluar dari pintu belakang, yang langsung mengarah ke lautan.

"Aku pergi dahulu, kau baik-baik disini. Aku akan menemui mu seperti biasa" Chanyeol mulai menangkupkan ke dua telapak tangannya ke wajah Baekhyun dan mengusap lembut wajah kekasih manisnya itu.

"Hmm jangan terlalu lama Chanyeollie, kau tau kan aku begitu sangat merindukan mu, dan ahh saat kau datang kemari, kau harus masuk melalui pintu ini. Dan saat pintu ini tertutup kau harus mengetuk terlebih dahulu, dan aku akan langsung membukakan pintunya untuk mu" Baekhyun memberikan beberapa petuah kepada Chanyeol, agar tak masuk melalui balkon lagi. Dan Chanyeol menanggapinya hanya dengan kekehan, ia begitu gemas dengan kekasihnya itu, sebab Baekhyun terus mempoutkan bibirnya saat bicara kepada Chanyeol, terlihat sangat lucu. Dan rasanya ingin Chanyeol mengecupi bibir mungil yang menggemaskan itu.

*Cup*

Chanyeol mulai mengecup bibir Baekhyun, awalnya hanya kecupan biasa, dan mulai berlanjutan ke acara saling mengemut dan menggigit disana.

Chanyeol mulai menekankan tengkuk Baekhyun, untuk memperdalam ciuman mereka. Chanyeol merasa begitu rakus saat sedang berciuman dengan kekasihnya itu, dan Baekhyun ia mulai mengalungkan ke dua lengannya ke leher Chanyeol, Baekhyun mulai membuka bibirnya, mengijinkan Chanyeol untuk menginvasi mulutnya, lidah Chanyeol mulai masuk ke dalam mulut Baekhyun, ia mulai menggelitiki langit-langit mulut kekasihnya itu, dan tak lupa ia juga membelitkan ke dua lidah mereka.

Mereka benar-benar tak peduli dengan tatapan orang-orang yang melihat dan menonton aksi mereka, sekarang ini banyak orang-orang yang terdiam karena terkejut saat melihat Baekhyun dan Chanyeol yang tengah berciuman begitu dahsyatnya.

Begitu juga Kyungsoo dan Luhan diam-diam mereka mengikuti arah Chanyeol dan Baekhyun pergi, dan betapa terkejutnya mereka dengan apa yang mereka lihat sekarang ini, pasangan itu dengan gilanya beradu mulut di depan umum.

"Mereka benar-benar sudah gila Lu, ciuman mereka begitu panas, tiada hentinya" Itu Kyungsoo, ia benar-benar merasa heran dengan ke dua lelaki itu. Sedangkan Luhan, ia hanya menatap apa yang Chanyeol dan Baekhyun lakukan dengan begitu fokus, seakan ia tak ingin melewatkan momen sedetik pun dari Chanyeol dan Baekhyun.

"Huwaaa mereka sangat, sangat Hottttthh Kyung, aku jadi ingin melakukannya" ucap Luhan

"Ciuman saja sana dengan kucing peliharaan mu, sungguh tidak tahu diri, kau saja tidak memiliki kekasih" Kyungsoo mulai mengumpat sahabatnya itu

"Hei,, seperti yang bilang tidak saja" Luhan mulai membalas umpatan yang Kyungsoo berikan

"Ada, Jo in sung Oppa, di kekasih ku. Tenang saja sebentar lagi aku akan berciuman dengannya" Kyungsoo mengatakannya kepada Luhan dengan santai tanpa tau Luhan sudah ingin muntah mendengarnya

"Jo in sung pantat ku" Luhan berteriak di depan wajah Kyungsoo, ia tak terima dengan apa yang Kyungsoo ucapkan barusan

"Heiii,,, lelaki bujang lapuk, enak saja kau menghina Oppa ku" Kyungsoo mulai tak terima dengan ucapan Luhan

Dan berakhir dengan ke dua sahabat itu, saling mengumpat dan berteriak satu sama lain, mari kita tinggalkan ke dua sahabat itu, dan kembali kepada Chanyeol dan Baekhyun

.

.

.

Lama Chanyeol dan Baekhyun berciuman, dan berakhir dengan Baekhyun yang menepuk dada Chanyeol halus sebab ia sudah kehabisan nafasnya, dan Chanyeol langsung melepaskan ciuman dahsyat mereka

"Ahh Chanyeollie, aku malu. Aku tidak sadar banyak orang disini" Baekhyun mulai menutup wajahnya karena ia begitu malu, ia merasa bodoh Karena begitu terbuai dengan ciuman Chanyeol sampai ia tak ingat tempat.

"Hahaha sudahlah sayang, tak perlu malu. Hei jangan tutup wajah manis mu saat aku akan pergi"Chanyeol tersenyum kepada Baekhyun, dan ia mulai memeluk tubuh lelaki mungil kecintaanya itu

"Aku pergi ya, tunggu aku! Baekhyunee jangan nakal-nakal" Ucap Chanyeol sambil menempelkan hidungnya dengan hidung milik Baekhyun

"Hmmmh, aku akan menunggu mu" Baekhyun menyahuti ucapan dari Chanyeol

*Cup* sekarang Chanyeol mengecup dahi Baekhyun dalam dan begitu mesra, seakan ia tak rela meninggalkan kekasihnya ini.

"Rasa aku ingin membawa mu kemanapun aku pergi, aku tak real meninggalkan mu disini" Chanyeol menatap wajah Baekhyun dan membelai pipi Baekhyun yang sudah memerah karena ulah Chanyeol

"Akan tiba saatnya sayang, saat dimana aku akan selalu berada di samping mu. Kau harus sedikit bersabar" ucap Baekhyun sambil menatap mata Chanyeol

Chanyeol tersenyum mendengar ucapan kekasihnya itu. Dan setelahnya, ia mulai melangkahkan kakinya ke arah daerah pantai terlarang, hanya disana tempat yang aman bagi Chanyeol untuk merubah wujudnya dan masuk ke dalam lautan. Tak lupa tangannya terus melambai ke arah Baekhyun, dan ia juga tak henti-hentinya melihat ke belakang, melihat ke tempat Baekhyun berada.

Chanyeol cukup menikmati suasana yang ia dapatkan saat berjalan di pinggir pantai untuk menuju ke daerah pantai terlarang yang aman baginya, mengingat baru pertama kali ia berjalan di pinggir pantai ini, biasanya ia hanya perlu menggunakan kekuatan teleportasinya sesaat setelah melompat dari balkon kamar Baekhyun, sebab itu ia tak perlu khawatir saat bertelanjang bulat, karena tak akan ada manusia yang melihatnya juga.

Tapi sekarang Chanyeol harus membiasakan dirinya, untuk berjalan di pinggir pantai, tanpa menggunakan kekuatannya, agar manusia-manusia lain tak curiga kepadanya.

Mungkin Chanyeol harus mulai terbiasa dengan hal-hal lain, agar ia bisa terus bersama dengan Baekhyun

.

.

.

Setelah Chanyeol sudah berjalan cukup jauh darinya dan tak terlihat lagi. Baekhyun langsung memutuskan untuk masuk ke dalam rumahnya, ia harus bertemu dengan ke dua sahabatnya dan menyelesaikan segalanya.

Saat Baekhyun baru saja membuka pintunya, ia melihat ke dua sahabatnya berlari pontang-panting saat menyadari Baekhyun membuka pintu, ahh Baekhyun sadar, ternyata ke dua sahabatnya itu sejak tadi berada di depan jendela untuk mengintip dirinya dan Chanyeol, Baekhyun hanya bisa tersenyum dengan tingkah aneh ke dua sahabatnya itu.

Ia melangkahkan kakinya untuk masuk lagi ke dalam rumahnya, ia melihat Luhan dan Kyungsoo tengah duduk di depan Tv, terlihat seperti tidak terjadi apa-apa, mereka sangat pandai bersandiwara pikir Baekhyun.

"Hei apa kalian ingin camilan dan beberapa minuman dingin" Baekhyun menawarkan beberapa makanan untuk kedua temannya itu, mungkin dengan itu ia dapat mencairkan suasana dan bisa berbicara dengan nyaman bersama dengan mereka.

"Hmm boleh, kau Lu?" itu Kyungsoo, ia juga menanyakannya pada Luhan

"Hmmhh" Luhan, menjawab dengan seadanya. Baekhyun benar-benar harus bersabar dengan sahabatnya itu. Sepertinya saat sarapan tadi ia baik-baik saja, tapi sekarang ia kelihatan jutek. Dan Baekhyun benar-benar mencoba untuk berfikir positif, ia menghembuskan nafasnya, dan mendekatkan langkahnya untuk sampai di depan kulkas miliknya, ia mengambil beberapa snack, minuman dingin dan beberapa cup ice cream.

.

.

.

Baekhyun telah bergabung berasama sahabat-sahabatnya itu, setelah meletakkan makanan yang ia bawa tadi di atas meja yang ada di depan mereka, Baekhyun memutuskan untuk duduk di samping teman-temannya.

"Luhan, Kyungsoo" Baekhyun nama dari ke dua sahabatnya itu, lantas ke dua lelaki itupun mengarahkan atensi mereka ke tempat Baekhyun berada.

"Lu, Kyung maafkan aku, aku tahu aku salah, tidak pantas aku membentak kalian seperti tadi malam, ku mohon jangan marah kepada ku"Baekhyun memulai pembicaraan di anatara mereka, ia langsung to the point untuk meminta maaf kepada sahabatnya itu, tak sadar setetes air mata jatuh dari matanya saat mengucapkan kata-kata itu

Awalnya Kyungsoo dan Luhan berusaha untuk cuek saat Baekhyun berbicara, tapi mereka langsung terkejut saat mendengar isakan yang keluar dari Baekhyun, reflek mereka langsung menatap Baekhyun.

Jujur Luhan dan Kyungsoo mana tahan untuk tak berbicara dengan Baekhyun, mereka sangat menyayangi Baekhyunee mereka, jujur saat melihat Baekhyun terisak dan menangis, hati mereka benar-benar tak tega melihatnya.

Sebab itu mereka langsung mendekati tubuh Baekhyun yang sedang tertunduk disana dan langsung memeluk Baekhyunee mereka

"Sudahlah Baek, jangan di pikirkan tentang yang sudah berlalu, sungguh kami tidak marah tentang itu, kau tak perlu meminta maaf Baek, kami sangat sayang padamu" Kyungsoo mengucapkan kata penenang untuk Baekhyun dan mencoba untuk memeluk Baekhyun

"Huwaa hiks,, maafkan aku juga Baek, aku sadar kau membentak kami kemarin itu juga karna salah ku, aku yang terlalu genit kepada Chanyeol kan? Kau patut marah kepada ku Baek, aku benar-benar bersalah, aku tak memikirkan perasaan mu, Maaf kan aku hiks"Luhan, sama saja seperti Baekhyun, ia mengucapkan penyesalannya kepada Baekhyun dan memeluk Baekhyun lebih erat lagi sambil menangis sejadi-jadinya.

"Ahh sudahlah, jangan menangis. Kalian terlihat seperti seorang gadis yang akan dijodohkan jika menangis seperti itu" Kyungsoo menengahi keadaan, ia membelai punggung sahabatnya

"Ayo, kita harus saling memaafkan dan melupakan semua hal buruk itu, ingat tak ada satu hal pun yang dapat meruntuhkan persahabatan kita" Kyungsoo menatap kedua sahabatnya

"Hmm iyaa, mari berpelukannn lagiii,aku sayang kalian" Luhan berteriak kekanakan dan mencairkan suasana yang haru biru

Lama mereka berpelukan, lalu Luhan mulai melepaskan pelukan mereka, ada satu hal yang dari kemarin ia dan Kyungsoo pikirkan, apalagi kalau bukan tentang Chanyeol. Sungguh mereka benar-benar tak pernah melihat Chanyeol sebelumnya.

"Ehmm, Baek.. aku ingin menanyakan sesuatu padamu.." Luhan mulai membuka suara setelah melepaskan pelukan mereka

"Aku tahu, Chanyeol kan?" Baekhyun menebak apa yang ingin sahabatnya itu tanyakan

"Iya, Chanyeol itu siapa Baek, setau ku aku tak pernah melihat dia sebelumnya, dan kenapa kau tiba-tiba sudah menjalin hubungan dengannya" Luhan benar-benar sangat penasaran, hingga ia mengeluarkan segala yang ada di pemikirannya

"Ya baek, seingat ku. Kau tak pernah ingin menjalin hubungan dengan seseorang. Dan kenapa saat ini kau tiba-tiba memutuskan untuk menjalin hubungan dengan Chanyeol. Aku tau kau seperti apa Baek, kau tak mau terikat dengan seseorang, tapi kenapa seperti ini?" itu Kyungsoo, benar yang Kyungsoo katakan, sebelumnya Baekhyun tak pernah mau menjalin hubungan dengan siapapun, ia menganggap semua itu hanya membuang-buang waktunya saja.

Tetapi ini berbeda, ini Chanyeol, ia tak bisa menolak pria itu. Karena Chanyeol lah pasangan hidupnya.

"Begini teman-teman, soal Chanyeol itu siapa mungkin kalian akan mengetahuinya lambat-laun, aku tak bisa menceritakan segalanya, Karena ini begitu rumit, dan aku juga bingung ingin menceritakannya bagaimana. Tapi satu hal yang harus kalian tahu Chanyeol itu berbeda" Baekhyun mulai menjelaskan hal yang di tanyakan temannya, ia menatap bergantian wajah dari ke dua sahabatnya itu

"Berbeda? Maksud mu Baek?" Luhan merasa aneh dengan kata terakhir yang Baekhyun ucapkan

"Iya, kekasih ku itu berbeda. Ia sangat baik, ia penyayang, bertanggung jawab, dan sangat dapat di percaya, dan juga.. Kekasih ku itu sangat tampan dan juga sexy hehehe" Baekhyun mulai sedikit bercanda dengan teman-temannya

"Hmm ayolah Baek, kau tak perlu memamerkan tentang kekasih mu, kepada pria-pria lajang ini" Luhan mengajukan protesnya pada Baekhyun

"Siapa bilang aku lajang, aku memiliki Jo in sung Oppa, dan ia sama saja seperti Chanyeol, sempurnaa" Kyungsoo mengatakan tentang kekasih khayalannya kepada Baekhyun dan Luhan dan hampir membuat dua lelaki manis itu muntah karnanya.

"Stop dreaming Kyung" Luhan mulai mengingatkan sahabatnya itu

"I'm not" Kyungsoo bereteriak kepada Luhan

"Hei, dari gossip-gosip yang ku dengar, sepertinya Oppa mu itu sedang menjalin hubungan dengan artis wanita lain Kyung, kau harus berhenti mengharapkannnya. Aku tak mau melihat mu jatuh karena terlalu tinggi berkhayal" Baekhyun mulai menjahili sahabatnya itu, ia benar-benar suka memancing amarah Kyungsoo, dan setelah Kyungsoo akan berteriak karena tak terima dengan ucapannya

"Ohya, aku juga ingin bertanya kepada kalian, kenapa kalian bisa ada disini,tanpa ada mengabari ku sama sekali, oh Kyung, bukannya sudah ku ingatkan untuk tak perlu datang kesini" Baekhyun bertanya dengan sedikit kesal kepada teman-temannya itu, sedang dua orang lelaki lainnya hanya terdiam sambil menggaruk tengkuk mereka yang tidak gatal

"Ini salah Luhan Baek, kalau saja dia tak menjanjikan nomor ponsel Oppa Jo in sung aku juga tak akan mau datang kesini, sunggu Baek" Kyungsoo dengan semangat mengutarakan alasannya dan langsung memojokkan lelaki blonde itu.

Luhan seakan ingin mencekik leher teman pendeknya itu, apa mulutnya tak bisa di saring tanya Luhan dalam hatinya, jujur dia bingung ingin mengatakan apa kepada Baekhyun, satu alasan yang ia miliki hanya Khawatir, dan ia tau itu tak cukup kuat untuk di jadikan sebuah alasan, dengan lesu Luhan akhirnya membuka suaranya.

"Jujur Baek, aku begitu khawatir dengan mu, aku tahu watak mu seperti apa. Kau akan pergi kesini jika kau memiliki beban pikiran yang berat, aku tak tega membiarkan mu sendirian disini bayi kecil ku, jujur aku takut kau melakukan hal-hal aneh seperti menenggelamkan diri mu ke laut, sebab itu aku merasa aku dan Kyungsoo harus datang kesini, kami harus ada di samping mu untuk membantu mu"Luhan dengan serius mengatakan seluruh alasannya, matanya sudah berkaca-kaca menjelaskan segalanya kepada Baekhyun

Dan Baekhyun ia terdiam dengan alasan sahabatnya itu, jujur ia taka da niatan gila seperti yang di katakana sahabatnya itu, ia hanya ketenangan, tapi mendengar alasan dari sahabatnya itu hatinya sungguh menghangat, ia semakin merasa di cintai karna sahabatnya itu.

"Hmmhh karena aku sedikit terharu dengan alasan kalian itu, aku juga akan memaafkan kalian, tapi kalian harus mengabari ku jika ingin menyusul ku, aku tak kalian melihat ku dan Chanyeol seperti kemarin, aku malu" Baekhyun mulai menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya

Sedangkan ke dua sahabatnya sudah tertawa dan tersenyum nakal di hadapannya.

"Baek ayo ceritakan bagaimana perasaan mu di gagahi pria sekekar Chanyeol, mengingatnya saja jujur aku sedikit tergiur wkwkwk" Itu Kyungsoo, dan Baekhyun hanya melotot melihat pertanyaan sahabatnya yang terkenal polo situ.

"Ahh dan juga, bisa kau beritahu kepada kami, seberapa besar dan panjang milik itu" Mendengar pertanyaan Luhan rasanya Baekhyun ingin langsung pingsan di tempat saja

"Tapi aku yakin sih Lu, punya Chanyeol pasti sangat besar dan panjang, mengingat bagaimana kekarnya tubuh lelaki itu, dan juga mengingat bagaimana ekspresi keenakan Baekhyun saat di gagahi oleh Chanyeol" Kyungsoo membicarakan itu kepada Luhan seperti itu hal yang biasa saja, dan Luhan ia hanya sedikit mengernyit dan tersenyum nakal dengan perkataan Kyungsoo barusan

"Yakkk.. kalian gila! Berhenti membicarakan Chanyeol, dasar laki-laki mesum kalian ini" Baekhyun mulai melempari ke dua sahabatnya itu dengan bantal dan benda-benda yang berada di sekitarnya

"Yakk kau lebih mesum laki-laki gila, kau sudah tak suci lagi iyuuh" Luhan mengumpat di depan Baekhyun

Dan mereka mulai saling melepar, dan setelah itu mereka mulai bercanda-canda kembali benar-benar persahabatan yang sangat aneh.

Dan setelah bermaafan, ketiga sahabat itu benar-benar melupakan masalah mereka, yang ada sekarang mereka saling bercanda, menjahili satu sama lain dan saling bergosip menceritakan orang-orang yang mereka kenal

Begitulah mereka, mereka sangat mudah untuk berbaikan, mereka seakan tak bisa untuk di jauhkan. Mana tahan mereka tidak saling bertegur sapa semenit saja.

.

.

.

Di lain tempat

Chanyeol sudah memasuki area pantai terlarang, ia mulai melangkahkan kakinya untuk masuk lebih dalam ke dalam air.

Saat sebagian tubuhnya sudah terendam dengan air laut, kakinya tadi sudah berubah menjadi ekor yang sangat besar dan sangat indah dengan warna biru kehijauan yang sangat berkilauan. Begitu cantik dan indah bila di pandang.

Chanyeol mulai berenang, menyisir dalamnya lautan. Ia ingin cepat sampai ke istananya, menyelesaikan segala pekerjaannya dan kembali ke daratan untuk bertemu Mate cantiknya itu, baru saja ia berpamitan dengan Baekhyun, tapi Chanyeol sudah mulai merasa rindu dengan lelaki manis itu.

Chanyeol mulai memasuki sebuah gua ia berenang menyusuri gua tersebut. Ya, saat kalian ingin pergi ke istana bawah laut milik Chanyeol, kalian harus melalui gua ini terlebih dahulu.

Gua ini seperti pemisah, antara kehidupan manusia dan mahkluknya, beberapa menit Chanyeol berenang di dalam gua gelap tersebut, ia sudah mulai melihat titik cahaya dari ujung gua tersebut, dan itulah dunianya, dunia merman dan mermaid.

Saat ia keluar dari gua, ia sudah dapat melihat istananya yang tegak berdiri begitu agung dan indah. Jangan kalian fikir istana-istana indah itu hanya ada di permukaan saja, di lautan juga ada, bahkan jauh lebih indah dan megah.

Chanyeol mulai berenang ke arah pintu gerbang istananya, saat ia berenang ia dapat melihat para merman dan mermaid yang tunduk saat melewatinya, tentu saja mereka tunduk hormat kepada Chanyeol, bagaimanapun Chanyeol itu raja mereka, pemimpin mereka. Chanyeol yang melihat itu hanya memberikan senyumannya kepada para kaumnnya.

Saat sudah memasuki pintu gerbang istana, ia sudah di halang oleh jenderal kerajaanya, jenderal itu bernama Kim jongin, dan para merman dan mermaid lebih sering memanggilnya dengan sebutan Kai.

"Ada apa ini jenderal Kai?" Chanyeol bertanya kepada jenderalnya itu

"Maafkan saya yang mulia, bukan bermaksud lancang, hanya saja saya tadi baru saja mencari anda dan ibunda ratu ingin bertemu dengan anda, beliau berpesan kepada saya untuk membawa yang mulia raja langsung kepadanya, maafkan saya yang mulia" Kai menjelaskan semuanya kepada Chanyeol penuh dengan sopan. Ia harus hati-hati saat berbicara dengan rajanya ini, beliau terkenal begitu tempramen dengan hal-hal yang tidak ia sukai.

"Ahh, selalu saja. Yasudah ayo masuk" Chanyeol mulai menggerakkan ekor indahnya untuk berenang masuk ke dalam istana kerajaannya.

.

.

"Yang mulia raja Chanyeol telah kembali" itu suara dari prajuritnya, yang mengumumkan kepada para anggota istana perihal kedatangannya.

Saat ia memasuki istananya, dapat ia lihat ibunya sedang menatap dari ujung ruangan.

Chanyeol langsung pergi ke arah dimana ibunya berada.

"Dari mana saja kau Yang mulia?" ibu Chanyeol bertanya kepadanya, Nampak wanita ini sedikit kesal kepada Chanyeol

"Maaf ibunda, aku baru saja dari daratan, untuk menemui mate ku" Chanyeol menjawab pertanyaan ibunya, benar ibu Chanyeol sudah tau tentang Baekhyun dan dari kaum apa dia. Dari lama Chanyeol sudah menceritakan segalanya kepada ibunya, ia merasa ibunya berhak tahu tentang mate-nya itu. Ibu Chanyeol terlihat senang awalnya saat mengetahui bahwa anaknya sudah menemukan pasangan hidupnya.

Tetapi saat mengetahui dari mana mate Chanyeol berasal, ibu Chanyeol langsung merasa khawatir, ia sadar seperti apa kaum dari mate Chanyeol, tapi bisa apa ia, ibu Chanyeol tahu ia tak bisa melarang atau melanggar ini semua ini sudah takdir dari pencipta, ia tak bisa memungkirinya walau sekeras apapun ia meminta Chanyeol untuk tak menemui mate-nya. Ia benar-benar tak bisa melawan takdir dan rencana pencipta.

"Chanyeol, ibu tahu kau begitu senang. Saat mate-mu sudah mau menerima mu. Ibu juga tahu kau sangat mencintainya. Tapi bisakah kau tidak menemuinya setiap hari. Ibu khawatir pada mu nak, ibu takut kau tertangkap manusia, ibu tak mau kau bernasib malang nak" Ibu Chanyeol benar-benar merasa khawatir, ia tak mau anaknya menjadi tangkapan para manusia.

"Ibu, aku sudah dewasa, dan aku raja. Aku bisa menjaga diriku sendiri, ibu tak perlu khawatir" Chanyeol mulai menenangkan ibunya, ia mulai memegang erat ke dua tangan ibunya.

"SEBAB KAU RAJA IBU SANGAT KHAWATIR PADAMU" Ibu Chanyeol membentak anaknya itu dan menghempaskan genggaman hangat anaknya

"Kau tak memikirkan perihal bagaimana nasib kaum mu saat bisa saja kau tertangkap oleh manusia, mereka bisa saja membunuh mu seketika itu juga. Lalu bagaimana dengan nasib kami, bagaimana nasib kerajaan kita, dan bagaimana dengan nasib lautan ini. Kau seorang tumpuan nak, tidak hanya kami, lautan pun membutuhkan mu, ibu sangat berharap kau tidak bertindak gegabah, pikirkan apapun itu Chanyeol, kau harus bisa seperti ayah mu, bahkan harus lebih bijaksana dari beliau" Ibu Chanyeol menasihati anaknya, ia benar-benar takut dengan bayangan yang selalu datang saat ia tahu Chanyeol sedang berada di daratan

"Ibuuu" Chanyeol benar-benar merasa sedih dengan perkataan ibunya, ia bingung harus mengatakan apa. Ia tak mungkin meninggalkan Baekhyun begitu saja, Baekhyun itu separuh dari jiwanya, Chanyeol bisa saja mati jika tanpa Baekhyun. Dan sekarang ibunya berusaha melarangnya untuk menjumpai tambatan hatinya itu. Chanyeol merasa sakit dengan ucapan ibunya, ia seperti di paksa mundur dari medan perang tanpa harus memulai peperangan itu.

"Sudahlah Chan, ibu lelah. Ibu ingin ke kamar, ibu harap kau berpikir bijaksana layaknya seorang raja, bukan layaknya seorang manusia yang tengah jatuh cinta" Ibu chanyeol menggerakkan ekornya menjauh dari Chanyeol

Chanyeol benar-benar merasa kalut, ia tak bisa memilih antara Baekhyun dan kerajaannya, keduanya sama berartinya bagi Chanyeol.

Ia mencintai Baekhyun mate-nya, kekasihnya, ia sangat membutuhkan lelaki manis itu.

Tetapi kerajaanya, ia juga sangat menyayangi kerajaannya ini, sudah banyak cerita yang ia lalui disini dan disini pula kaumnya yang sangat membutuhkan kehadirannya. Begitu juga lautan, sang lautan pun sangat membutuhkan sang pemimpinnya

Namun ia sadar, pada akhirnya nanti dia harus dan berhadapan langsung dengan pilihan itu. Dan Chanyeol benar-benar belum siap akan hal itu.

.

.

.

Tbc


Hai apa kabar…

Bagaimana ceritanya? Aku sadar ini tu belum ok banget, maafkan acu ya guys. Aku masih berharap kalian masih mau menunggu kelanjutan dari cerita ini sampai end

Dan disini aku mau masukin sedikit konflik, biar kalian pada gak bosen sama ceritanya yang menurut ku mulai agak monoton, dan aku harap kalian senang, tenang aja kok konfliknya gak berat-berat amat kok, standartlahh.

Mana sanggup acu melihat Chanbaek berpisah gitu aja

Ohya, seperti biasa juga. Aku gak pernah berhenti buat ucapin banyak terima kasih untuk kalian yang udah baik mau meReview ff ala-kadarnya ini.

Dan pleasee, di review ya guys, jangan jadi silent reader, I really need your suggestions buat bisa ngelanjutin cerita ini

Dan sorry juga kalau masih ada Kata-kata yang typo(s) dan belibet(s) yang kalian jumpai di part ini

Udah deh begitu saja, mubazir juga banyak-banyak

Bye…

See ya in the next chap

Salam ChanBaek is Real…