Lama Chanyeol duduk di kursi singgah sananya, disana tak hanya ada ia.

Disana juga ada, penasihat kerajaannya yang tak henti-henti memberikannya petuah agar tak muncul ke daratan lagi, rasanya ingin sekali Chanyeol mengoyak-ngoyak mulut dari penasihatnya itu.

Di istana ini yang berani berbicara seenaknya padanya hanya mendiang ayahnya, ibunya, dan juga sang penasihat kerajaan mereka Oh Sehun. Tentu saja lelaki itu memiliki keberanian untuk memberinya nasihat atau menentang apa yang ingin Chanyeol lakukan jika hal itu ia anggap berdampak buruk pada kerajaan dan diri Chanyeol sendiri.

Sebenarnya penasihat Oh itu adalah anak dari adik ibunya Chanyeol, ya bisa di katakan kalau mereka itu sepupu. Dan tentu ia memiliki segala keberanian itu , sebab ibu Chanyeol sendiri yang memberi titah kepada Sehun untuk menjadi penasihat bagi Chanyeol.

Ibu Chanyeol merasa hanya Sehun yang dapat mengendalikan ego seorang Chanyeol. Memang penasihat Sehun adalah sepupunya, usia Sehun sudah memasuki angka 250 tahun begitupun Chanyeol usianya sudah memasuki angka 270 tahun, memang sudah sangat-sangat tua. Tapi jangan sekali-sekali kalian beranggapan bahwa Sehun dan Chanyeol memiliki wajah yang tua, keriput dan berperut buncit layaknya seorang lelaki paruh baya. Hei, apa perlu ku ingatkan lagi, mereka adalah mahkluk immortal, waktu tak dapat mengikis wajah yang mereka miliki, mereka sama sekali tak merasakan yang namanya penuaan . Mereka akan awet muda bahkan wajah mereka akan semakin tampan seiring berjalannya waktu dan juga tubuh mereka tidak akan menandakan penuaan sama sekali. Mereka akan berhenti tumbuh saat mereka sudah merasa cukup dengan apa yang mereka miliki.

Begitupun dengan penasihat Oh Sehun, jujur ia adalah merman tertampan yang ada di kerajaan ini tetapi setelah Chanyeol.

Chanyeol lah yang berada di puncak, di ikuti Penasihat Oh Sehun, lalu adiknya Guanlin dan terakhir adalah jenderal di kerjaannya Kai. Mereka mampu membuat para mermaid berteriak histeris saat mereka bersama. Di bandingkan dengan manusia, sungguh ketampanan manusia tidak ada apa-apanya dengan mereka. Aku jamin itu!

Dan tentang sepupu-nya yang merangkap menjadi penasihat kerajaan, biar ku beri tahu dia masih melajang. Chanyeol heran kepada Sehun, dengan wajah tampan dan tubuh yang sempurna ia tak pernah memikirkan untung mencari pasangan. Bahkan pernah sekali Chanyeol berpikir apa penasihat Oh tak merasa kesepian dan juga apa dia tak ingin melakukan hal "itu".

Chanyeol pernah sekali bertanya padanya, dia hanya akan mengatakan "itu sangat tidak penting yang mulia"tentu dengan menampilkan wajah datar yang ia miliki.

Sedangkan Chanyeol, ia tak terlalu khawatir akan itu dia sudah memiliki mate-nya sekarang ini, ia tak perlu takut kesepian dan jika ia menginginkan "itu" ia dapat dengan mudah memintanya pada Baekhyun

.

.

.

.

Dan sekarang ini ia benar-benar merasa bosan dengan segala ocehan yang keluar dari mulut penasihatnya itu. Ingin rasanya ia pergi dari sini lalu naik ke permukaan untuk bertemu dengan mate-nya.

"Yang mulia, yang mulia apa anda mendengarkan saya yang mulia" penasihat Oh memanggil Chanyeol, dan ia dapati sekarang Chanyeol hanya terdiam, oh dan jangan lupakan senyumannya yang sedikit mengerikan bagi Sehun

"Apa yang sedang ia pikirkan" batin Sehun

"Yang mulia Chanyeol, Park Chanyeol!" Sehun terlihat gusar sekarang sampai ia berteriak di depan Chanyeol, jujur itu bukanlah sikap yang benar di tujukan pada raja mu, tapi Sehun merasa bahwa ia harus melakukan hal itu sedari tadi Chanyeol hanya termenung dengan satu tangan menumpu wajahnya, jujur Sehun merasa kesal denganya sudah berjam-jam Sehun berbicara pada lelaki itu dan sekarang ia yakin tak ada satupun yang di cerna oleh pria yang sayangnya adalah raja di kerajaan ini.

"Yak! Penasihat Oh apa-apaan kau! Kenapa kau berteriak-teriak pada ku!" Chanyeol sedikit kesal dengan sikap yang baru di tunjukkan penasihatnya itu

"Maafkan saya yang mulia, saya benar-benar tak berniat melakukannya, hanya saja sedari tadi anda terdiam dan termenung saat saya memberikan saran kepada anda, hamba benar-benar memohon ampunan mu atas kelancangan hamba yang mulia" Sehun mulai berlutut di hadapan Chanyeol, jujur di hatinya ada sedikit rasa takut melihat Chanyeol yang begitu kesal karenanya, sebab Chanyeol begitu terkenal sangat tempramen kepada siapa saja dan hal apa saja yang tidak ia sukai. Ia bisa saja menghunus jantung mu dengan Trisula-nya di saat ia sudah merasa benar-benar muak kepada mu. Sungguh memikirkannya saja sudah dapat membuat seorang Oh sehun yang terkenal dingin menjadi ketakutan karenanya.

"Sungguh aku sangat gusar dengan perkataan mu, beratus kalipun kau menahan ku untuk menemui mate-ku kau tak akan pernah berhasil, ingat Sehun. Ini sudah menjadi takdir ku, takdir bagi kami, tak ada satupun mahkluk yang dapat menahannya, termasuk dirimu, aku tau kau khawatir pada ku, tapi kau hanya perlu percaya pada ku, cukup yakin kalau aku bisa menangani ini semua, apa kau masih percaya kepada raja mu ini Penasihat Oh Sehun?" suara Chanyeol terdengar tegas, dan penuh dengan kesan seperti seorang dictator, dan itu cukup membuat Sehun takut kepadanya.

"Hamba sangat percaya kepada anda yang mulia, maafkan hamba yang mulia, hamba sudah lancang. Sebab itu hamba sangat memohon ampunan mu. Tetapi hamba bingung harus mengatakan apa, hamba di tugaskan oleh ibu ratu untuk menjaga anda yang mulia, ibu ratu yang meminta kepada hamba untuk melarang hamba tidak muncul ke permukaan, ia tak meminta anda untuk memutuskan hubungan anda dengan Mate anda, ia hanya meminta kepada anda untuk tak setiap hari naik ke permukaan" Sehun masih dalam posisi berlututnya di hadapan Chanyeol, sungguh ia tak bisa menolak permintaan dari seorang ibu ratu, kalau perintah raja adalah mutlak baginya begitupun juga permintaan dari ibu seorang raja yang ia rasa lebih dari kata mutlak, sebab ia tahu ada niat baik terselip di balik permintaan itu.

"Penasihat Oh, apa kau tahu artinya seorang mate bagi mahkluk immortal seperti kita?" Ucap Chanyeol datar dan menibulkan kesan tegang disana

"Maaf yang mulia hamba tak tahu, sebab hamba belum memiliki seorang mate" Ucap Sehun lembut terselip rasa gelisah di setiap perkataannya, ia takut sang raja tak puas akan jawabannya.

"Aku tau kau tak memiliki mate, ahh bukan tak memiliki. Kau hanya belum menemukannya. Aku yakin di saat nanti kau akan segera menemukannya, kau akan tahu apa yang aku rasakan sekarang ini, kau akan merasakan hati mu sangat berat saat meninggalkan mate yang begitu kau cintai, dan perasaan mu akan gelisah dan kacau bila tak bersama dengan mate mu, aku harap kau akan segera menemukannya agar kau tahu rasanya!" Chanyeol berbicara penuh dengan tegas dan bijaksana di depan Sehun, sedangkan Sehun hanya bisa terdiam mendengar ucapan dari rajanya itu.

"Terima kasih atas permohonan anda itu yang mulia, tetapi hamba disini penuh dengan segala kerendahan hamba tanpa ada maksud menentang anda. Menginginkan anda untuk mengurangi intensitas ada muncul ke permukaan, sungguh itu sangat berbahaya untuk anda yang mulia, sudah banyak dari kita yang terbunuh karena manusia begitupun dengan mendiang raja terdahulu, ayah anda. Dan hamba benar-benar tak ingin anda menjadi salah satunya" Ternyata Sehun masih berpegang teguh dengan ucapan, terlihat Chanyeol mengeratkan sedikit raut wajahnya menandakan ketidak sukaanya dengan apa yang di katakan penasihatnya itu.

"Terserah kau ingin mengatakan apa, dan sungguh itu tak akan mengurungkan niat ku untuk bertemu dengan Baekhyun penasihat Oh, lakukan saja yang ingin kau lakukan" Chanyeol benar-benar merasa sangat muak sekarang ini, lantas ia menggerakkan ekor indahnya, meninggalkan singgah sananya dan berniat untuk masuk ke dalam kamar miliknya.

.

.

.

Di lain tempat

Ibu Chanyeol sedari tadi mendengarkan segala ucapan anaknya kepada penasihat Oh, ia sedikit kecewa dengan segala ucapan Chanyeol, tetapi ada satu sisi dari wanita itu mengatakan padanya untuk tak berdiam diri saja ia merasa harus melakukan sesuatu, ia tak ingin anaknya untuk selalu naik ke daratan, ia tahu seberapa besar resiko yang harus di tanggung anaknya itu, ia tak mau anaknya tertangkap oleh manusia dan terbunuh begitu saja dan ia tak mau kejadian malang itu terulang kembali.

Ia berpikir bahwa ia harus menemui mate dari Chanyeol, jika ia tak bisa memisahkannya. Maka ia harus bisa membawa mate Chanyeol ke dalam lautan dan tinggal bersama dengan kaum mereka, hanya itu jalan yang terbaik menurutnya. Sungguh ibu Chanyeol juga tak ingin anaknya berpisah dengan mate-nya itu, tetapi perbedaan lah yang memisahkan mereka.

"Iya, tidak boleh hanya satu sisi yang berjuang, satu sisinya pun harus mau ikut berjuang jika mereka benar-benar saling mencintai, itu baru di namakan cinta" Ibu Chanyeol berbicara pada dirinya sendiri, dengan tekad yang bulat. Wanita itu memutuskan untuk naik ke daratan bertujuan untuk menemui mate dari anaknya, ia akan menunggu di sana dan memohon kepada sang pencipta agar mau berwelas-asih kepadanya untuk mempertemukan mereka nantinya.

.

.

.

Di daratan, dimana terdapat tiga orang sahabat yang sedang bersenang-senang di pesisir pantai, mereka sedang asik berlari dan bermain dengan ombak, mereka benar-benar merasa seperti kembali saat masa kanak-kanak.

Iya, setelah melewati sesi pertengkaran, saling menangis dan berbincang-bincang tadi, mereka langsung memutuskan untuk keluar mencari udara segar, mereka ingin bernostalgia saat mereka anak-anak dulu, dan juga sangat tidak sah kau pergi ke Busan jika tak bersenang-senang di pantainya yang terkenal begitu indah dan dapat menyejukkan pikiran mu

"Hei Baek, ayo berenang kemari, jangan hanya berdiam diri saja disana, ini sangat sejuk, rasanya aku ingin berlama-lama disini" Luhan berteriak kencang kepada Baekhyun, ya lelaki itu dan satu sahabatnya lagi sekarang ini tengah asyik berenang di sepanjang pantai, tidak berenang sih, bahkan mereka terlihat seperti anak bebek yang baru belajar berenang, Baekhyun mendengus dengan perkataan Luhan tadi

"Ahh tidak, kau saja hati-hati disana, jangan sampai tenggelam. Perhatikan cara berenang mu itu kalian bahkan terlihat seperti anak bebek disana" Baekhyun membalas teriakan sahabatnya itu, Luhan dan Kyungsoo hanya tertawa saja disana, mereka tak perduli dengan perkataan Baekhyun barusan, malahan sekarang mereka saling berlomba untuk menahan nafas terlama di dalam air, sungguh kekanakan pikir Baekhyun.

Baekhyun hanya bisa mendecih melihat kelakuan teman-temannya itu, saat ia mengedarkan penglihatannya ke arah luasnya lautan, Baekhyun menjadi teringat dengan kekasih merman-nya itu, sungguh ia sangat merindukannya sekarang ini

"Ahh aku ingat, Chanyeol pernah mengatakan untuk pergi ke tempat dimana pertama kali kami berjumpa jika aku merindukannya, baiklah sepertinya aku ingin kesana. Aku benar-benar merindukan pria tampan itu" Baekhyun berbicara pada dirinya, lalu dengan lekas ia bangkit dari duduknya.

"Lu, Kyung aku ingin pergi ke suatu tempat, kalian disini saja ya, kalau sudah selesai masuk saja ke dalam rumah, tak perlu menunggu ku, tak perlu mengikuti ku dan yang terpenting jangan terlalu khawatir" Teriak Baekhyun sekencang-kencangnya ke arah ke dua temannya itu.

"Memangnya kau mau kemana?" Kyungsoo membalas teriakan Baekhyun

"Aku hanya emmm aku hanya ingin bertemu Chanyeol, kalia disini saja. Aku akan marah jika kalian terlalu berlebihan kepada ku. Lanjutkan saja kegiatan bersantai kalian, dan tunggu aku di rumah" Baekhyun sedikit khawatir menjawab pertanyaan Kyungsoo tadi, ia takut ke dua temannya itu diam-diam akan mengikutinya

"Uhhh merindukan pujaannya ternyata Kyung… Yaa sudah pergi saja sana, siapa juga yang mau mengikuti mu, yang ada nantinya kami hanya akan menjadi pajangan saja" Luhan awalnya menggoda Baekhyun, tapi ia membiarkan Baekhyun juga pergi.

"Yasudah dahhh" Teriak Baekhyun yang mulai melangkahkan kakinya

"Aku khawatir padanya" Kyungsoo menatap kepergian Baekhyun dengan rasa khawatirnya

"Sudahlah, lagian dia ingin menemui kekasihnya, dia pasti aman" Luhan menenangkan Kyungsoo

"Tapi aku khawatir Lu, perasaan ku tak enak. Kau lihat arah yang di ambil Baekhyun. Itu jalan yang mengarahkan ke daerah pantai terlarang Lu" Kyungsoo mengatakan kegelisahaannya kepada Luhan

"Ahh sudahlah tenang saja, mungkin rumah Park Chanyeol itu melalui jalan itu, sudahlah. Lebih baik kita ke arah sana Kyung, disana banyak laki-laki tampan yang memiliki roti sobek cokelat. Aku sedari tadi menahan nafsu ku untuk tak menyobek-nyobek mereka. Ya ampun Kyung lihat lah yang tinggi itu, tampannya ia dengan papan surfing-nya itu, kita harus kesana. Ayo!" Luhan menarik-narik lengan Kyungsoo untuk mengajaknya ke arah sekumpulan pria yang tengah beristirahat di tepi pantai, sepertinya mereka adalah seorang peselancar terlihat dengan papa selancar yang mereka bawa.

"Dasar laki-laki genit" Kyungsoo mengumpat temannya itu

"Lebih baik genit daripada orang yang suka berkhayal mengharapkan yang tak pasti" Luhan membalas umpatan Kyungsoo tadi

"WHAT, itu kenyataan dan akan benar-benar terjadi" Kyungsoo berteriak di hadapan wajah cantik milik Luhan

"Yakk! Yasudahlah, ayo kesana, mana tahu disana ada salah satu jodoh kita Kyung, apa kau tak iri dengan Baekhyun yang sudah memiliki kekasih, bahkan dia baru disini dan ia sudah mendapatkannya. Jadi, kalau Baekhyun saja bisa, kenapa kita tidak? Ayoo " Luhan mulai menarik lengan Kyungsoo dan mempercepat langkahnya ke arah para peselancar-peselancar itu.

Jadi mari kita biarkan saja apa yang dilakukan Luhan si pria genit dan Kyungsoo yang terlihat pasrah saja dengan apa yang akan di lakukan orang yang sayangnya temannya itu

Sungguh Kyungsoo ingin sekali menenggelamkan teman genitnya itu.

.

.

.

.

Ibu Chanyeol sudah lama sampai di lautan yang jenderal Kai katakan sering di datangi oleh Chanyeol, ia benar-benar sangat berharap dapat berjumpa dengan mate dari Chanyeol itu. Bahkan ia sudah bertekad jika mate Chanyeol tak kunjung datang ke tempat itu, ia akan naik ke daratan mencari pasangan dari anaknya itu, sangat mudah menemuka mate dari mahkluk immortal seperti mereka, cukup mencium baunya dan kau akan tahu siapa pemiliknya, apalagi ini manusia, tentu saja itu jauh sangat mudah. Sebab manusia tak mempunyai kekuatan yang dapat memanipulasi bau dari pemilik mereka.

Lama ibu Chanyeol menunggu dan memperhatikan dari dalam air, tapi ia sama sekali tak menjumpai satupun orang yang melintas di tempat itu.

"Apa benar ini tempat yang di katakana Kai?" Ucap ibu Chanyeol

Sempat terlintas di pikiran ibu Chanyeol untuk langsung naik saja ke daratan, ia merasa akan sia-sia jika menunggu dari dalam lautan, begitu ia mulai menggerakkan ekornya untuk mendekati bibir pantai itu, namun ia menemukan seorang manusia yang memasuki kawasan pantai itu, ia langsung mengurungkan niatnya tadi dan memutuskan untuk memperhatikan manusia itu.

Ibu Chanyeol berenang ke arah batu karang yang di tuju lelaki itu. Ia menyembunyikan dirinya di dalam air di dekat batuan karang itu. Ia memperhatikan lelaki itu dan mulai menajamkan indra penciumannya, ia membaui anak itu dan betapa beruntungnya ia. Benar, itu adalah Mate dari anaknya, ibu Chanyeol rasanya ingin mengatakan banyak terima kasih pada sang pencipta yang telah sudi mendengarkan segala permintaannya tadi.

"Chanyeollie, Chanyeol.. ini aku Baekhyunee. Aku merindukan mu, bergegaslah kemari, aku mohon" Ucap anak laki-laki itu lembut

Tentu saja dengan jelas ibu Chanyeol dapat mendengar lelaki itu memanggil nama anaknya, ibu Chanyeol tersenyum disana penantiannya benar-benar sudah datang di hadapannya, tak sia-sia ia untuk naik ke permukaan pikirnya.

Ibu Chanyeol merasa sudah cukup ia bersembunyi di bawah air, sudah waktunya ia memunculkan dirinya di hadapan mate anaknya itu

"Chanyeollie" Baekhyun masih berusaha memanggil nama Chanyeol

"Hai sayang…" Sapa ibu Chanyeol kepada Baekhyun

Baekhyun terkejut dengan apa yang ia lihat sekarang ini, ke dua kakinya reflex mundur dari arah batu karang itu

"Heii,, jangan takut pada ku, kemarilah aku ibu dari kekasih mu kalau kau ingin tahu, kemarilah nak jangan takut. Aku tak mungkin menyakiti mu" Ibu Chanyeol memanggil Baekhyun, ia membujuk lelaki itu untuk datang padanya, sedangkan ia sudah mulai mendudukkan dirinya di atas batu karang dengan ekornya yang menjuntai ke dalam lautan.

Baekhyun merasa takjub seketika dengan apa yang ia lihat, itu begitu indah sungguh, ia masih tak percaya jika wanita itu adalah ibu dari Chanyeol. Ia benar-benar terlihat sangat cantik, wajahnya tidak menunjukkan kalau ia adalah seorang ibu. Dan juga badannya begitu langsing tidak terlihat seperti seorang ibu-ibu, ahh dan dadanya. Astaga, walaupun Baekhyun seorang bottom, ia juga mampu membedakan dada berkualitas tinggi dan tidak, dia tidak menyukainya juga, hanya ia bisa membedakan mana yang terbaik dan mana tidak itu saja.

Ibu Chanyeol tidak terlihat seperti ibu pada umumnya, ia sangat cantik dan sempurna, ia malah seperti model remaja yang sedang memeragakan untuk model pakaian renang.

"Ayo nak, kau tak perlu takut padaku, dan aku yakin ini bukan kali pertama mu melihat kaum merman dan mermaid, kemari" Ibu Chanyeol mulai memanggil Baekhyun ia melambai ke arah Baekhyun dan juga senyuman indah yang terus di tunjukkan kepada Baekhyun, ia benar-benar terlihat seperti wanita yang berkelas dan juga terlihat sangat anggun.

Ragu-ragu Baekhyun mulai melangkahkan kakinya, ia mulai menuruni satu persatu batu karang yang ada disana, untuk bisa sampai di tempat wanita yang mengatakan dirinya ibu dari Chanyeol itu tengah terduduk santai.

"Haii!" sapa ibu Chanyeol ceria kepada Baekhyun, jujur mermaid itu sangat terpukau dengan kecantikan yang di miliki Baekhyun, ia tak menyangka lelaki itu memiliki kecantikan lebih cantik dari para kaum mermaid, tapi ia harus bersikap biasa saja kali ini, ia harus bisa berdekatan dengan Baekhyun, mengambil hati anak itu agar ia mau mendengarkan perkataannya.

"Duduklah nak jangan berdiri disitu, santai saja lalu masukkan kaki-kaki mu, aku akan membuat mu nyaman dengan gelitikan ombak-ombak ini" Ibu Chanyeol memegang tangan Baekhyun dengan lembut ia menuntun Baekhyun untuk duduk di sampingnya

"Bagaiman nyaman kan?" tanya ibu Chanyeol

"hihihi ia, sangat geli dan juga nyaman" Baekhyun mengutarakan apa yang ia rasakan kepada ibu Chanyeol

"Apa ku bilang, sekarang kau jauh lebih rileks, dan jika kau seperti ini kau jauh terlihat lebih cantik daripada saat kau terkejut dan menampilkan wajah seperti ikan fugu, memang kau sedikit imut, tapi akan jauh lebih cantik jika kau seperti ini anak ku" Ibu Chanyeol membelai pipi Baekhyun sama lembutnya saat ia membelai anak-anaknya.

"Mari kita berkenalan, hai nama ku Sandara Park, aku ibu dari Chanyeol Park. Mate mu" Ibu Chanyeol mengulurkan tangan lentiknya yang berhiaskan kerang-kerang cantik di kukunya untuk bersalaman dengan Baekhyun

"A aku B Byun Baekhyun nyonya" Baekhyun sedikit gugup saat akan berbicara dengan wanita yang ada di depannya, lalu ia meneriman uluran tangan dari ibu Chanyeol dan tak lupa ia melemparkan senyuman termanisnya di hadapan ibu Chanyeol itu

"Yampun kau sangat manis sekali" Ibu Chanyeol benar terlihat gemas dengan Baekhyun, ia langsung menyentuh ke dua pipi Baekhyun dan mencubitnya gemas, Baekhyun hanya terkekeh dengan perlakuan dari ibu Chanyeol, ia merasa wanita ini sama baiknya seperti Chanyeol dan ia benar-benar merasa nyaman saat bersama wanita ini, rasanya sama saat ia merasakan kenyaman bersama dengan ibu kandungnya sendiri, Baekhyun benar-benar aneh dengan perasaannya ini.

"Ohya, jangan panggil aku nyonya, panggil saja aku IBU, kau itu mate dari anak ku, dan secara langsung kau juga akan menjadi anak ku, ahh betapa menyenangkan memiliki anak yang cantik seperti mu Baekhyun, kau tahu Chanyeol dan adiknya itu memliki wajah yang ketat bahkan ibu ingin sekali menukarkan mereka dengan anak yang imut dan cantik seperti diri mu ini, ahh betapa bahagianya orang tua mu memiliki mu nak" Ibu Chanyeol mulai bercanda-canda dengan Baekhyun, tak henti-hentinya tangan lembutnya itu selalu membelai lembut rambut-rambut Baekhyun, dan Baekhyun benar-benar nyaman dengan itu.

"Ahh sepertinya begitu nyony maaf maksud ku bu, tetapi mereka tak dapat merasakan kebahagian itu lama, ke dua orang tua ku telah meninggal, dan aku yakin mereka sekarang bahagia di atas sana dan sekarang ini mungkin mereka sedang memperhatikan ku" Baekhyun merasa nyaman dengan ibu Chanyeol, sebab itu ia mau menceritakan hal pribadinya dengan wanita itu.

"Uhh sayang, jangan bersedih. Ibu juga yakin mereka sedang tersenyum bahagia saat melihat dirimu ini, kau kan sekarang sudah punya ibu, kau bisa menganggap ku seperti ibu kandung mu sendiri" Ibu Chanyeol mulai memeluk baekhyun, kedua tangan menepuk-nepuk pundak milik Baekhyun menyalurkan ketenangan disana.

Dan Baekhyun, ia benar-benar merasa nyaman di dalam pelukan hangat ibu Chanyeol. Ia benar-benar merasakan pelukan dari ibu kandungnya sendiri, tanpa sadar setitik bulir air mata jatuh dan mengenai pundak mulus ibu Chanyeol yang Baekhyun jadikan sebagai sandarannya.

Dan ibu Chanyeol semakin mengeratkan pelukannya kepada Baekhyun

"Menangislah sayang, jika menangis dapat membuat mu lega, ibu akan menunggu dan memeluk mu disini" bisik ibu Chanyeol di telinga Baekhyun, lalu ia memberikan sedikit kecupan di pucuk kepala Baekhyun

"Maafkan aku bu, ibu baru pertama kali berjumpa dengan ku, tetapi aku malah menangis di pelukan ibu, maafkan aku bu. Aku hanya merasa rindu dengan mama, pelukan ibu, belaian ibu sama hangatnya seperti yang mama lakukan" Baekhyun mulai menenangkan dirinya dengan posisi masih di dalam pelukan ibu Chanyeol

"Ahh tidak apa-apa sayang, kalau begitu peluk saja ibu jika kau merindukan mama mu, okey" Ucap ibu Chanyeol dengan senyuman riang yang ia berikan kepada Baekhyun.

Baekhyun hanya mengangguk mendengar perkataan ibu Chanyeol tadi

.

.

.

.

Lama ibu Chanyeol memeluk tubuh Baekhyun sampai anak itu benar-benar tenang, sekarang ini ia menjadi tidak tega untuk memisahkan anaknya dengan Baekhyun, tetapi tekadnya sudah bulat, ia harus bisa membujuk Baekhyun untuk ikut dengan mereka, menjadi merman, dan menjadi bagian dari kaum mereka.

"Sudah jauh lebih tenang sekarang?" Tanya ibu Chanyeol kepada Baekhyun

"Iya, terima kasih atas pelukannya bu" ucap Baekhyun

"Hei! Kau tak perlu berterima kasih akan itu, kau sekarang anak ibu dan ibu akan dengan senang hati memberikan mu pelukan kapan saja" jelas ibu Chanyeol kepada Baekhyun, tak lupa dengan senyuman hangat yang tak henti-hentinya ia berikan kepada Baekhyun

"Baekhyun, Baekhyun ingin mendengar cerita ibu tentang keluarga ibu dan juga tentang kekasih mu Chanyeol" Ibu Chanyeol mengatakan hal itu kepada Baekhyun, dan tentu saja Baekhyun dengan antusias menganggukkan kepalanya. Ia ingin lebih mengenal Chanyeol dan keluarganya lebi dekat

"Baiklah kalau begitu" Ibu Chanyeol mulai menatap Baekhyun dan Baekhyun dengan antusias mendengarkan apa yang akan ibu Chanyeol katakan

"Sebenarnya nasib mu dengan Chanyeol sama saja nak, namun Chanyeol sedikit lebih beruntung ia masih memiliki ibu. Sedangkan baekhyunee.. hmmhh tapi ibu berani bersumpah rasa sakit yang Chanyeol rasakan sama seperti yang Baekhyun rasakan bahkan mungkin jauh lebih sakit" ibu Chanyeol menatap wajah Baekhyun dengan serius

"Kenapa bu?" tanya Baekhyun

"Ayah Chanyeol telah tiada sayang, dan sayangnya ayah Chanyeol meninggal disebabkan oleh manusia, saat itu Chanyeol kecil sangat penasaran dengan segalanya, ia memberanikan dirinya untuk naik ke daratan tanpa sepengetahuan kami, ia benar-benar anak yang nakal. Sampai suatu ketika Chanyeol tertangkap oleh manusia, Chanyeol hampir terbunuh saat itu, tubuh Chanyeol memar membiru sebab ditendang dan di pukuli oleh manusia-manusia yang menemukan dirinya, anak itu benar-benar akan mati kalau saja ayah Chanyeol tidak tepat waktu datang untuk menolongnya" Ibu Chanyeol mulai bercerita kepada Baekhyun terdengar getaran saat ia bercerita sepertinya wanita itu masih merasa kesakitannya jika mengenang kejadian itu.

Baekhyun reflek menggenggam tangah ibu Chanyeol, ia berusaha menguatkan ibu Chanyeol, padahal sudah jelas-jelas sedari tadi ia mulai menangis saat mendengar cerita ibu Chanyeol, jujur Baekhyun tak sanggup membayangkan sakit yang Chanyeol rasakan saat itu.

"Saat itu ayah Chanyeol berhasil menolong anak itu, namun naas Baek. Untuk menyelamatkan Chanyeol nyawa ayah Chanyeol lah yang menjadi tumbalnya, saat itu beberapa manusia langsung mengelilingi ayah Chanyeol, saat itu suami ku berusaha ingin masuk ke dalam air namun sayang sudah banyak orang yang mengepung dirinya, jantungnya di tombak oleh manusia-manusia itu, tanpa belah kasihan manusia itu menggotong tubuh terluka ayah Chanyeol lalu membakarnya hidup-hidup di tepi pantai dan Chanyeol, ia melihat itu semua dengan mata telanjangnya. Ia memperhatikan itu semua, saat itu ia tak bisa berbuat apa-apa, ia hanya memperhatikan tubuh ayahnya yang hangus di makan api karna kekejaman manusia. Dan setelah kejadian itu, Chanyeol tak pernah lagi memunculkan dirinya ke permukaan, ia benar-benar merasa bersalah dengan ayahnya, ia berfikir jika ialah yang menyebabkan kematian ayahnya, ia mengurung dirinya di dalam kamar, dan beberapa kali juga Chanyeol berusaha melakukan percobaan untuk membunuh dirinya sendiri, syukur keberuntungan selalu berpihak padanya, ia selalu lolos dari percobaan bunuh diri itu, jujur Baek. Ibu dan Chanyeol juga sangat membenci kaum mu itu, dengan teganya mereka membunuh ayah Chanyeol, suami ibu tanpa ada sebab. Padahal saat itu kaum kami tak pernah menyentuh kaum manusia seujung kukupun, tapi selalu saja ada kesalahan kaum kami di mata para manusia, dan sebab itu Baek ibu mendatangi mu saat ini ada hal yang ingin ibu sampaikan" Ibu Chanyeol menatap mata Baekhyun dalam.

Sungguh Baekhyun merasa sangat murka dengan manusia-manusia itu, terbersit di hatinya rasa benci dengan keegoisan dan sikap gelap mata yang di miliki manusia. Para kaumnya tak pernah memikirkan dampak atas apa yang mereka lakukan karena lebih mementingkan ego mereka sendiri. Jujur, Baekhyun sungguh malu di hadapan ibu Chanyeol, mereka sangat baik dan lembut, lihat saja sikap yang di miliki Chanyeol dan ibunya sama sekali tak ada menunjukkan sisi gelap mereka, mereka hanya ingin bersahabat tetapi manusia dengan munafiknya menolak itu mentah-mentah.

"Ibu hikss maaf bu, karena kebodohan kaum ku, ibu kehilangan suami ibu, begitu juga Chanyeol ia pasti mengalami trauma yang sangat berat" Baekhyun mulai menangis di hadapan ibu Chanyeol, ia tak sanggup mendengar cerita tragis yang baru saja di ceritakan oleh ibu Chanyeol, itu benar-benar mengerikan bagi Baekhyun.

"Dan asal Baekhyun tahu, tak sepantasnya bagi kaum merman atau mermaid untuk naik lagi ke daratan, yang ada itu hanya akan membawa petaka bagi mereka, begitupun dengan Chanyeol ia sudah menanggung resiko yang berat saat akan menemui mu Baekhyunee, bukan maksud ibu untuk melarang kalian berjumpa, hanya ibu merasa ini sedikit tidak adil bagi Chanyeol" ibu Chanyeol mulai menatap dalam ke dalam mata Baekhyun, ia mengeratkan pegangannya di tangan Baekhyun

"Hiks Mengapa tidak adil bu hiks?" Baekhyun masih terisak disana

"Iya Baekhyun, begini Baekhyun tahu bagaimana rasa sakitnya saat tulang-tulang di tubuh Baekhyun di retakkan begitu saja, sakit bukan?" Tanya ibu Chanyeol

"Hmmhh sangat bu, mungkin Baekhyun akan mati karena itu" Jawab Baekhyun

"Seperti itulah yang kaum kami rasakan saat berjalan di daratan dengan ke dua kaki kami, memang kami dengan mudah dapat mengganti ekor kami menjadi kaki, tapi kami juga harus menanggung sakitnya, dan itu bahkan seribu kali lebih sakit saat kau merasakan tulang-tulang mu di retakkan begitu saja" Ibu Chanyeol mulai menjelaskan kepada Baekhyun dengan lembut, ia tak mau menyakiti perasaan mahkluk manis itu, ibu Chanyeol yakin Baekhyun sangat berbeda dengan kaumnya.

Baekhyun sedikit terkejut dengan fakta yang diberitahu oleh ibu Chanyeol, ternyata Chanyeol sudah sangat menderita saat ingin menjumpainya tapi dengan bodohnya Baekhyun selalu menyuruh Chanyeol untuk selalu berlama-lama di daratan dengannya, sama saja ia sendirilah memberikan pesakitan itu kepada Chanyeol, dan juga resiko yang di tanggung Chanyeol, ia khawatir jika nanti Chanyeol tertangkap lagi oleh manusia, ia tak bisa membayangkan bagaimana nasibnya, jika Chanyeol terbunuh begitu saja disebabkan oleh manusia, mungkin detik itu juga Baekhyun akan menenggelamkan dirinya ke dalam lautan untuk langsung menjemput ajalnya.

Untuk apa ia berada di dunia fikirnya, jika orang-orang yang ia sayangi tak ada lagi di dunia ini, sudah cukup rasanya ia tersiksa kehilangan orangtuanya, ia tak mau kehilangan kekasihnya itu lagi, Chanyeol lah kecintaannya satu-satunya yang ia miliki

Ibu Chanyeol menatap keterdiaman Baekhyun, ia yakin pasti sekarang Baekhyun tengah memikirkan apa yang ia ceritakan barusan, ia benar-benar berharap anak itu mau mendengarkannya.

"Sekarang Baekhyun paham kan kedatangan ibu kemari?" tanya ibu Chanyeol kepada Baekhyun

"Iya bu, Baekhyun sangat paham, dan Baekhyun sangat mengerti dengan apa yang ibu lakukan. Ibu pasti tak mau kan kehilangan Chanyeol, ibu tak mau Chanyeol tertangkap oleh manusia dan terbunuh hanya berusaha untuk menemui Baekhyun di daratan, dan sungguh bu Baekhyun tak sanggup menanggung beban itu jikalau itu benar terjadi" Baekhyun mulai menatap ibu Chanyeol, air matanya sudah tak bisa terbendung lagi, ia merasa sakit membayangkan itu saja.

"Kau memang anak yang pandai sayang, pantas sang pencipta menjodohkan dirimu dengan Chanyeol, kau akan sangat sempurna jika bersanding dengannya" ibu Chanyeol tersenyum kepada Baekhyun

"Tapi apa yang harus Baekhyun lakukan bu. Jujur, Baekhyun lebih tak sanggup untuk tak melihat Chanyeol barang sedetikpun, kenapa perbedaan ini sangat menyulitkan" Baekhyun menggertakkan kakinya, memecah deburan air di bawah kakinya.

"Hahah, Baekhyun tidak perlu kesal begitu ada jalan keluar bagi permasalahan itu" ucap ibu Chanyeol tersenyum dan mengelus pipi gembil milik Baekhyun

"Apa itu bu?" tanya Baekhyun semangat

"Ingat kata-kata ibu baik-baik Baekhyun, di dalam hubungan tidak baik hanya satu pihak yang berjuang demi cinta mereka, jika mereka benar-benar mencintai. Pihak yang lain harus ikut berjuang demi cinta mereka. Maka itu baru di namakan cinta sejati"

"Bukan cinta namanya jika hanya satu pihak yang terus menerus berjuang, itu namanya ketidak adilan, dan akan sangat sakit bagi pihak yang benar-benar berjuang jika hubungan itu terus dilanjutkan. Dan itu tak baik dalam hubungan percintaan, ibu harap Baekhyun dapat memahami maksud ibu, Baekhyun anak ibu kan, Baekhyun sayang pada ibu dan Chanyeol kan?" tanya wanita itu lembut kepada Baekhyun

"Tentu bu, Baekhyun sangat menyayangi ibu dan Chanyeol, Baekhyun tak rela berpisah dari kalian hiks hiks" Ucap Baekhyun dengan isakan

"Nah sebab itu, ibu mau Baekhyun memahami perkataan ibu tadi, dan jika Baekhyun sudah paham. Datanglah kepada ibu, ibu yang akan membimbing Baekhyun, bagaimana nak?" tanya ibu Chanyeol dengan memeluk Baekhyun erat di pelukannya

"Baik Bu" jawab Baekhyun

"Kau memang anak yang baik, kau benar-benar sangat pantas menjadi menantu ibu" ucap ibu Chanyeol sambil mencium pipi gembil Baekhyun

"Cah, sekarang hapus air mata mu, hari sudah semakin sore. Tak baik bagi mu terlalu lam disini, kembalilah ke rumah mu nak, dan ibu akan selalu menunggu jawaban mu" Ibu Chanyeol mulai menenangkan Baekhyun dengan menepuk-nepuk punggung anak itu

Benar yang ibu Chanyeol katakan, hari sudah semakin sore. Tak baik bagi Baekhyun untuk berlama-lama di pantai terlarang ini, Baekhyun mulai bangkit dari duduknya, kulit-kulit kakinya sudah mengeriput karna terlalu lama terendam air laut.

"Baekhyun pulang dulu bu, Baekhyun janji kepada ibu akan segera menemui ibu dan memberikan jawabannya" Ucap Baekhyun semangat, ia mulai tersenyum ceria kepada ibu Chanyeol, lalu ia mulai melangkahkan kakinya untuk berjalan pulang, belum beberapa jauh Baekhyun melangkah, ibu Chanyeol sudah memanggilnya kembali

"Baekhyunee anak ibu apa tak mau memberikan ciuman perpisahan untuk ibunya?" tanya ibu Chanyeol dengan suara yang di imut-imutkan

Sontak yang di panggil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal dan terkekeh disana, ia mulai berlari ke arah ibu Chanyeol berada. Baekhyun langsung memberi ciuman di pipi kanan dan kiri ibu Chanyeol tak lupa ia juga memberikan pelukan hangat kepada ibu Chanyeol, ia benar-benar tak rela meninggalkan ibu Chanyeol, ia sudah merasa nyaman dengan wanita itu.

Begitu pula denga ibu Chanyeol, wanita itu dengan senang hati menerima ciuman Baekhyun di pipinya dan juga pelukan dari Baekhyun, mereka terlihat seperti ibu dan anak. Dimana sang ibu seperti sedang mengantarkan anaknya untuk pergi bersekolah dengan salam perpisahan yang mereka lakukan, mereka benar-benar sudah terlihat sangat cocok.

"Yasudah, Baekhyunee bisa pergi sekarang, terimakasih atas salam perpisahannya yang hangat. Ahh tidak ini bukan perpisahan, kita akan berjumpa lagi kan dalam waktu dekat ini, yasudah hati-hati sayang, ibu akan memperhatikan mu dari sini, agar kau aman" Ucap ibu Chanyeol di balas dengan anggukan oleh Baekhyun. Baekhyun mulai melangkahkan kakinya untuk pergi darisana, kembali ke rumahnya

"Ahh aku tak rela melihatnya jalan sendirian seperti itu, humhh lumba-lumba manis ku. Aku sangat berharap kau memberikan jawaban seperti yang aku inginkan Baekhyunee" Ibu Chanyeol berbicara pada dirinya, tak lupa ke dua matanya yang tak pernah lepas dari Baekhyun, ia benar-benar sangat memperhatikan anak itu.

"Hati-hati Baekhyunee, jika ada sesuatu berteriaklah yang kencang, ibu akan langsung naik ke permukaan dan menolong mu" Teriak ibu Chanyeol sekuat-kuatnya

Baekhyun hanya tertawa mendengarnya, ibu Chanyeol sangat khawatir padanya, ia sangat peduli kepada Baekhyun sama seperti ibu kandungnya.

"Baik bu, Baekhyun akan hati-hati, ibupun juga harus hati-hati, jangan sampai berjumpa dengan manusia" Baekhyun membalikkan tubuhnya ke tempat ibu Chanyeol berada lalu Baekhyun membalas teriakan ibu Chanyeol dan dengan imutnya ia memelankan kata manusia saat menyebutkannya kepada ibu Chanyeol

Ibu Chanyeol dengan jelas mendengar ucapan Baekhyun, ia hanya bisa tertawa dengan keluguan calon menantunya itu.

"Ahh kau benar-benar imut Baekhyunee"

Lalu dengan lekas ibu Chanyeol memasukkan dirinya ke dalam lautan, sangat tidak baik jika ia terus-terusan berada di daratan, tak lupa ia juga selalu memperhatikan Baekhyun, sampai pada saat Baekhyun masuk ke sebuah bangunan yang ia yakini bahwa itulah rumah Baekhyun. Dan merasa jika Baekhyun sudah selamat sampai ke rumahnya, ibu Chanyeol langsung menggerakkan ekor indahnya untuk kembali ke istananya.

Ia benar-benar bahagai bisa berjumpa dengan mate dari anaknya itu.

Dan ia benar-benar berharap jika Baekhyun dapat memahami segalanya, dan akan meminta padanya untuk bergabung menjadi kaum mereka, akan dengan senang hati ia membantu Baekhyun untuk berubah nantinya.

.

.

.

Tbc


Wuhuuu.. apa kabar semuanya

I'm back again…

Aku harap kalian suka sama jalan cerita yang aku buat kali ini, kalok Chanbaek lovey dovey mulu ntar malahan monoton dan pastinya kalian juga bakalan bosan.

Jadi aku udah nyiapin part ini, aku sengaja ceritain latar belakang Chanyeol juga, biar semuanya clear

Oh dan as always aku selalu ngucapin banyak terimakasih buat kalian yang udah ngasih saran buat aku, bener saran dari kalian itu sangat membantu buat aku untuk ngelanjutin cerita ini

Dan aku juga mau bilang terimakasih buat kalian yang udah mau meReview cerita ku ini, terus buat yang udah ngFav dan Ngfollow cerita ini juga. Terima kasih banyak, aku harap kalian gak akan bosan nunggu kelanjutannya sampai end

Buat yang lain, Please don't be a silent reader

Sorry for many typo(s) dan banyak kata-kata belibet(s) yang kalian jumpain di part ini.

Oke deh mungkin itu aja

Byee

See yaa in the next chap…

Salam Chanbaek is real!