Hari mulai menggelap

Sang rembulan mulai menampakkan keindahannya.

Dan disinilah Chanyeol berada, ia masih berusaha untuk bisa keluar dari istananya. Sungguh ia sangat kesal dengan apa yang di alaminnya saat ini, seluruh prajurit kerajaannya melakukan penjagaan ekstra ketat di depan kamarnya,sungguh Chanyeol tak habis pikir sekarang ini.

"YAK! Sebenarnya aku ini seorang Raja atau seorang tahanan hah?!" Chanyeol berteriak kencang dari dalam kamarnya. Setelah ia berteriak terlihat pintu kamarnya terbuka dan menampilkan sosok ibunya, penasihat Oh dan jenderal kerajaannya Kai. Chanyeol menatap sinis kepada ketiga orang itu, ia sangat kesal kepada mereka yang menghalang-halangi Chanyeol untuk bertemu dengan matenya itu.

"Anak ku, maafkan ibu. Ibu merasa berhak untuk melakukan ini semua kepada mu, ibu khawatir dengan mu sayang, laut tengah pasang dan pastinya sekarang ini telah banyak pelaut yang berada di permukaan, itu sangat berbahaya bagi mu Chanyeol, ibu mohon dengarkanlah ibu kali ini. Kau bisa menemui Baekhyun, tapi tidak malam ini Chanyeol. Ibu memohon kepada mu, apa perlu ibu bersujud di hadapan mu agar kau mau mendengarkan ibu?" tangis ibu Chanyeol sudah pecah sedari tadi, ia tampak sedih dengan keadaan anaknya, ia hanya ingin melindungi anak itu saja,tetapi mengapa semua terlihat sangat rumit dengan sikap yang Chanyeol tunjukkan.

Dan Chanyeol ia hanya terdiam menatap ibunya yang tengah memohon padanya, ia merasa bersalah menyebabkan ibunya seperti ini. Tapi ia merasa tetap harus memperjuangkan haknya.

"Baiklah, begini saja. Jika kau masih bersikukuh untuk menemui Baekhyun pergilah Chanyeol. Tapi dengan satu syarat, bawalah penasihat Oh dan jenderal Kim bersama mu, dengan begitu ibu akan merasa jauh lebih tenang saat kau akan naik ke permukaan, ibu benar-benar memohon padamu Chanyeol, jadilah anak yang penurut untuk ibu jika kau ingin ini semua menjadi mudah" ucap final ibu Chanyeol, wanita itu merasa hanya itulah jalan satu-satunya yang harus ia lakukan agar Chanyeol tetap bisa berjumpa dengan matenya dengan jaminan ia akan tetap aman selama perjalanannya ke daratan.

"Apa ibu tak percaya pada ku bu? Demi apapun bu, aku bisa melindungi diri ku sendiri, aku ini seorang raja. Jika aku mampu melindungi para kaum ku, mengapa aku tak bisa melindungi diri ku sendiri,mereka itu hanya manusia bu! Mereka tak memiliki kekuatan seperti kita. Tak ada yang perlu di takutkan dari mereka bu" Chanyeol mulai menggapai ke dua tangan milik ibunya menyalurkan ketenangan untuk ibunya, dan reaksi yang di berikan ibu Chanyeol sangat berbeda, ia tersenyum ke pada Chanyeol, bukan senyum riang yang biasa ia tunjukkan. Melainkan senyuman yang syarat akan makna lain di dalamnya.

"Kau memang telah dewasa nak, maafkan ibu sebelumnya. Tapi ibu rasa, ibu harus mengatakan semuanya, agar kau paham jalan cerita yang sedang kita jalani ini anak" ibu Chanyeol mengelus rahang anaknya itu dan Chanyeol hanya menatap wanita itu dengan kebingungan yang hinggap di pikirannya saat ini.

"Kau memang seorang raja Chanyeol, kau memang bisa melindungi kaum mu. Kau itu sangat hebat anak ku, kau berkuasa, kau memiliki segalanya sehingga kau tak memiliki rasa takut di dalam hati mu seujung kuku pun, tapi apa kau ingat dengan kejadian ayah mu. Ia sama berkuasanya seperti diri mu, ia juga seorang raja dulu sama seperti dirimu, dia juga memiliki kekuatan bahkan ia jauh lebih kuat dari diri mu, tapi karena kesombongannya ia hancur dengan sendirinya, dengan gegabah ayah mu naik ke permukaan tanpa membawa prajurit yang ia milik, saat ia mendengar anak tersayangnya dan nakal ini tertangkap oleh manusia. Tanpa pikir panjang ayah mu naik ke permukaan, ia menyelamatkan mu, ia berhasil menyelamatkan anaknya ini. Tapi apa kau lupa Chanyeol hal yang di alami ayah mu saat ia berhasil menolong mu? Ia akhirnya tertangkap oleh manusia, saat itu tak ada bala bantuan yang dapat menolongnya. Ia sendirian berjuang karena egonya, anak yang ia selamatkan pun tak dapat menolongnya saat itu. Kekuatan dan kekuasan menjadi sia-sia saat ia dengan mudahnya di bunuh dan di bakar hidup-hidup oleh manusia, Apa kau paham dengan kondisi yang sedang kita alami sekarang ini nak?" Ibu Chanyeol menatap iris biru terang milik anaknya itu, meyampaikan segalanya kepada anak tersayangnya itu. Tak ada niatan menyakiti di balik perkataannya itu, hanya ada satu niat suci seorang ibu yang hanya ingin melindungi anaknya dari segala bahaya, itu saja.

"Haaahhh! Kenapa ibu menceritakan itu semua? Aku tahu itu salah ku karena kebodohan ku ayah pergi meninggalkan kita" Chanyeol menjerit di depan ibunya, sungguh hatinya sangat terluka dengan kejadian yang dahulu ia alami.

"Chanyeol maafkan ibu, ibu tak ada niatan membuat mu mengenang kenangan buruk mu, tapi ibu terpaksa melakukan ini semua demi keselamatan mu. Ibu berharap kau dapat bercermin dengan apa yang ayah mu lakukan dulu, ibu tak mau hal itu terulang kembali" ibu Chanyeol mulai berusaha untuk memeluk anak sulungnya itu.

"Dan Chanyeol, ibu juga sudah bertemu dengan mate mu itu, banyak yang sudah ibu bicarakan padanya" Chanyeol cukup terkejut dengan apa yang ibunya katakan, ia khawatir ibunya menyakiti mate-nya itu dan Chanyeol langsung mencengkram erat ke dua lengan ibunya dan menatap iris cantik ibunya itu tajam.

"Apa yang ibu lakukan kepada kekasih ku? Apa yang ibu bicarakan padanya?" Terlihat Chanyeol sangat marah sekarang pada ibunya itu. Jujur, ibu Chanyeol cukup terkejut dengan apa yang di lakukan anaknya itu, tak pernah sekalipun anaknya itu membentaknya,dan ini kali pertamanya ia melihat anak kandungnya sendiri membentak dirinya dan mencengkram ke dua lengannya kuat. Sungguh ia ingin menangis saat ini, tapi ia harus kuat, ia harus bisa meruntuhkan tembok tirani yang berada di dalam hati Chanyeol, ia tak mau ini menjadi sia-sia.

"Ibu hanya menyapa menantu ibu, kami berbincang tentang masa lalunya dan juga tentang masa lalu dirimu, Baekhyun sudah tahu semuanya sekarang. Ia pasti akan sangat khawatit bilamana melihat mu muncul ke permukaan sendirian, ia terlihat sangat sedih dengan kisah masa lalu mu" ibu Chanyeol mengatakan segalanya kepada anaknya itu, dengan senyum manis dan santai ia menghadapi kerasnya hati Chanyeol.

"Kenapa ibu melakukan ini semua, apa ibu sangat begitu benci kepada ku? Apa menurut ibu aku ini tak pantas untuk bahagia? Dan apa menurut ibu aku tak pantas mendapatkan pasangan hidup ku? Jawab bu!" Chanyeol sudah mencapai batasnya kali ini, ia akan melawan semua orang yang berani menyentuh mate-nya sekalipun itu ibunya.

"Ibu sayang padamu, karena sangat besarnya rasa sayang dan cinta ku pada mu, aku melakukan ini semua. Aku tak mau anak ku terluka, aku ingin menjamin ke selamatan anak ku. Aku ingin melihatnya bahagia, bersatu dengan mate-nya dan memiliki keluarga kecil yang bahagia. Aku melakukan ini karena aku peduli kepada anak ku, aku tak akan berhenti untuk melindungi anak ku, hanya bila aku mati mungkin saat itulah aku juga akan berhenti melindungi anak ku" sekarang buliran air mata ibu Chanyeol sudah tak dapat terbendung, ia menangis sejadi-jadinya. Ia benar-benar merasa sakit dengan bentakan dan ucapan tajam yang di tujukan anaknya itu kepada dirinya sendiri.

Melihat itu, hati Chanyeol benar-benar merasa tercubit, ia tak bermaksud untuk melukai perasaan ibunya, sebab itu ia langsung memeluk ibunya itu, mengucapkan segala penyesalannya. Ia paham sekarang mengapa ibunya bersikeras melakukan semua ini kepadanya,tidak ada niatan lain di dalamnya hanya naluri seorang ibu yang tak ingin melihat anaknya dalam keadaan bahaya.

"Maafkan aku bu. Baiklah aku akan menerima syarat yang ibu berikan. Tapi aku tak dapat berjanji untuk tak menemui Baekhyun, aku merasa sakit bilamana tak berjumpa dengannya, aku sangat mencintainya bu, Chanyeol tak bisa berpisah dengannya" Chanyeol memuluk ibunya itu erat mengutarakan seluruh pemikiran yang ada di dalam benaknya.

"Ibu tau Chanyeol. Kau sangat menyayangi dan mencintai Baekhyun. Begitu juga dengan ibu, dengan pandangan pertama kekasih mu itu sudah berhasil mengambil hati ibu. Ibu juga menginginkan ia terus bersama dengan mu nak. Tapi perbedaan ini yang menyulitkan kisah cinta kalian, ibu sudah memintanya untuk mau berjuang bersama mu untuk memperjuangkan cinta kalian, ibu yakin sebentar lagi Baekhyun akan terus bersama mu, tidak akan ada lagi dinding pemisah antara kalian" ibu Chanyeol mengelus wajah anaknya itu lembut dengan senyum tulus seorang ibu yang ia tujukan kepada putra sulungnya itu.

"Maksud ibu?" Dan sekarang Chanyeol benar-benar sangat bingung dari maksud perkataan ibunya itu.

"Kau akan segera mengerti nak, nah sekarang pergilah temui dia, tapi bawalah penasihat Oh dan jenderal Kim, buat ibu mu ini tenang saat membiarkan mu naik ke permukaan. Jangan buat ibu khawatir lagi!" Ucap ibu Chanyeol.

"Baiklah bu, Kalau begitu. Apa ibu sudah memaafkan anak mu ini?" Chanyeol bertanya kepada ibunya, dan wanita itu tersenyum tulus kepada anaknya.

"Seorang ibu akan selalu memaafkan anaknya, sekalipun anaknya itu belum memintanya, ibu mengharapkan keselamatan dan kebahagiaan bagimu nak, tak ada yang ingin ibu lihat. Selain kebahagian untuk dirimu, adik mu dan juga rakyat kita, itu saja yang ingin ibu inginkan" sekarang ibu Chanyeol sudah bisa bernafas lega, ia melihat anaknya sudah mau menuruti keinginannya itu, melihat itu saja hati ibu Chanyeol merasa tentram apalagi saat akhirnya melihat Chanyeol bahagia bersanding dengan mate-nya.

"Kalau begitu aku ijin pamit dahulu, aku ingin ibu mengiringi langkah kami dengan doa ibu, agar kami dapat selamat, dan dapat kembali kesini lagi" Chanyeol mulai meraih tangan ibunya, ia mencium lembut ke dua punggung tangan halus milik ibunya itu

"Tentu sayang, doa ku akan selalu menyertai perjalanan kalian" Ibu Chanyeol mengusap kepala putra sulungnya itu, dan tak lupa ia juga memeluk hangat tubuh anaknya itu.

"Kalau begitu kami ijin pamit juga yang mulia, kami akan berjanji dengan jiwa dan raga kami akan mengemban tugas dari anda untuk melindungi yang mulia raja dari segala macam bahaya" Jenderal Kai mulai menundukkan tubuhnya di hadapan ibu ratunya itu.

"Aku mempercayakannya kepada mu jenderal Kai" Ucap ibu Chanyeol kepada Kai

"Tentu yang mulia ratu" Kai membalas dengan tegas di depan ibu Chanyeol

"Kalau begitu, saya juga pamit undur diri, yang mulia. Hamba akan mengabarkan semuanya kepada anda, percayakan saja semuanya kepada ku dan dan jenderal Kai, kami akan memenuhi titah anda" Sehun mulai berpamita juga dengan ibu Chanyeol

"Hmmh tentu penasihat Oh, Baiklah sebaiknya kalian pergi sekarang sebelum laut benar-benar semakin pasang. Hati-hati dengan kapal para pelaut, berusahalah untuk tak berdekatan dengan mereka" Ibu Chanyeol memberikan nasihatnya kepada ketiga lelaki tampan yang sedang berada di hadapannya sekarang ini.

"Baiklah bu, aku pergi" pamit Chanyeol kepada ibunya.

.

.

.

.

Sekarang ini Chanyeol, Sehun dan Kai tengah berenang menyusuri lautan untuk sampai ke permukaan, mereka hanya terdiam sedari tadi. Tak ada yang berniat untuk memulai pembicaraan, posisi mereka saat ini dengan Kai yang berada di depan menuntut arah, Chanyeol yang berada di tengah dan terakhir Sehun yang berada di belakang Chanyeol untuk berjaga-jaga.

Chanyeol cukup bosan dengan keterdiaman ini. Dan ia memutuskan untuk membuka pembicaraan di antara mereka.

"Sesaat sampai di rumah Mate-ku, aku harap kalian tak melakukan hal apapun, jangan berbicara sembarangan, berbicaralah seperlunya saja. Dan ohya, di dalam rumah Baekhyun ada dua orang manusia lain, mereka benar-benar tidak tahu siapa identitas ku sebenarnya, yang mereka tahu aku hanya manusia biasa dan juga kekasih dari Baekhyun itu saja. Aku harap kalian tak menggunakan kekuatan kalian saat berada di dalam rumah itu, jangan mengundang kecurigaan bagi ke dua orang itu" Chanyeol mulai menjelaskan keadaan yang ada di daratan, ia tak mau ke dua sahabat Baekhyun curiga karena tindakan aneh yang di lakukan penasihat dan jenderalnya ini.

Dan ke dua lelaki lain mereka hanya mendengar dan menyimak apa yang di katakan Chanyeol, mereka mulai cukup paham dengan situasi yang di ceritakan Chanyeol barusan.

Lama mereka menyusuri lautan, sekarang mereka telah sampai di kawasan daerah pantai terlarang, ketiga lelaki itu sekarang sudah merubah wujud mereka, tak ada lagi ekor yang mereka miliki hanya ada ke dua kaki jenjang dan berotot yang ada pada mereka.

Sehun dan Kai mulai membiasakan diri mereka untuk berjalan dengan ke dua kaki baru mereka, jujur awalnya mereka merasa aneh dan sangat sakit saat menggerakkan kaki mereka. Tapi mereka berusaha menahan itu semua demi mengemban tugas yang telah di berikan kepada mereka.

Lama Chanyeol mengamati keadaan di daerah pantai terlarang itu, sampai ia terkejut dengan keadaan Sehun, Kai dan juga dirinya. Mereka bertelanjang bulat sekarang. Dan akan sangat gawat bagi Chanyeol bila membiarkan Sehun dan Kai masuk ke dalam rumah Baekhyun tanpa menggunakan sehelai benangpun.

Ia teringat dengan pakaian yang ia gunakan tadi pagi saat berada di rumah Baekhyun, tapi Chanyeol benar-benar sangat bingung harus melakukan apa sekarang ini, baju itu sudah entah kemana ia campakkan dan lagi baju itu hanya ada satu, ia harus menyiapkan dua pakaian lagi untuk Sehun dan Kai.

"Haruskah aku menggunakan kekuatan ku untuk membungkus tubuh dua cecunguk itu? Tapi sepertinya aku memang harus melakukannya. Penasihat Oh, jenderal Kai, kemarilah" Chanyeol memanggil dua pria itu, sontak mereka langsung mendekat ke arah Chanyeol.

"Ya yang mulia" jawab Sehun dan Kai kompak

"Aku akan memberikan kalian pakaian, tak mungkin kalian dengan santai bertelanjang bulat seperti itu ke rumah mate ku" Chanyeol menjelaskan segalanya kepada ke dua pria itu, Sehun dan Kai hanya mengangguk saja, mereka masih pemula dengan ini semua.

Chanyeol mulai menggunakan kekuatan yang ia miliki untuk mendapatkan beberapa potong pakaian untuk dirinya, Sehun dan juga Kai, sekelebat cahaya muncul di antara mereka. Dan akhirnya, Chanyeol berhasil mendapatkan pakaian sesuai dengan keinginannya, jangan tanyakan kenapa itu bisa terjadi, tentu saja itu sangat mudah baginya mengingat ia adalah seorang mahkluk immortal yang memiliki kekuatan untuk dapat melakukan apapun, sebenarnya Sehun dan Kai juga bisa melakukan itu, tetapi mereka berdua belum paham dengan apa yang harus mereka lakukan.

Chanyeol memberikan satu potong celana denim hitam dengan panjang selutut dan satu buah kemeja hitam kepada Sehun, tak lupa ia juga memberikan Kai pakaian yang sama dan warna yang berbeda, ia di berikan celana denim warna biru dan kemeja berwarna putih dengan motif garis-garis berwarna coklat menghiasi kemejanya itu.

Sedangkan Chanyeol, ia memilih menggunakan celana denim panjang berwarna hitam berpadu dengan kaos biru tanpa lengan yang dapat menunjukkan otot-otot biseps dan triseps lengannya.

"Cah! Pakailah. Kalian harus terbiasa menggunakan pakaian saat berada di daratan, bersikaplah layaknya seorang manusia biasa" jelas Chanyeol kepada dua pria yang sedang berada di hadapannya itu.

"Baiklah yang mulia" kompak Sehun dan Kai menjawab ucapan Chanyeol

"Ahh dan satu lagi, saat berada dengan manusia lain, panggil aku Chanyeol saja. Jangan pernah sekali-sekali meyebutkan yang mulia kepada ku, manusia akan merasa aneh bila kalian memanggil ku yang mulia, termasuk juga dengan kalian jangan saling memanggil dengan embel-embel kerajaan, cukup dengan nama kalian saja, mengerti!" Chanyeol mengingatkan kepada Sehun dan Kai untuk bersikap layaknya seorang manusia biasa.

"Yasudah pakailah, pakaian kalian!" perintah Chanyeol kepada Sehun dan juga Kai.

Beberapa menit yang di perlukan ketiga lelaki itu untuk berpakaian layaknya seorang manusia biasa.

Dan sekarang ketiga lelaki itu benar-benar terlihat sangat tampan, para manusia pasti dengan mudah berteriak histeris dengan penampilan dan ketampanan yang Chanyeol, Sehun dan Kai miliki.

"Sudah? Ayo kita mulai jalan ke arah rumah Baekhyun!" ajak Chanyeol kepada Sehun dan Kai

"Kenapa harus bersaki-sakitan berjalan Chanyeol, kita bisa melakukan teleportasi saja" Kai mengemukakan pemikiran polosnya.

"Hei! Apa kau tak ingat tentang apa yang Chanyeol katakan, kita tak boleh menggunakan kekuatan kita sembarangan" Sehun mengingatkan temannya itu

"Kau sudah paham rupanya Sehun baguslah, ayo!" Ucap Chanyeol

.

.

.

.

Dan sekarang ini, Chanyeol, Sehun dan Kai. Mereka sudah keluar dari kawasan pantai terlarang yang sunyi dan gelap, sekarang ini mereka tengah berada di pesisir pantai yang banyak terdapat disana orang-orang yang tengah menikmati suasana malam tenang mereka di pinggir pantai.

Dan benar saja, sekarang ini Chanyeol, Sehun dan Kai tengah menjadi pusat perhatian para manusia yang tengah berada di sekitar mereka. Banyak para wanita yang histeris melihat ketampanan mereka, dan mereka hanya tersenyum menanggapi semua itu. Mereka ingin berbaur dengan para manusia dengan begitu para manusia tak akan menaruh curiga kepada mereka.

Lama mereka berjalan, sekarang mereka sudah berada di depan pintu rumah milik Baekhyun, Chanyeol mulai mengetuk pintu itu dan memanggil-manggil nama dari mate-nya itu.

*tok..tokk* "Baekhyunee, ini aku Baek" Chanyeol berusaha memanggil mate-nya itu, dan akhirnya pintu itu terbuka namun bukan Baekhyun yang membukanya, namun kedua sahabat dari kekasihnya itu yang membukakan pintu untuk mereka.

Sedangkan Luhan dan Kyungsoo seakan ingin pingsan dengan pemandangan yang ada di depan mata mereka, mereka merasa malam ini tuhan tengah berbaik hati menurunkan semua malaikatnya, mengingat begitu tampannya ke tiga lelaki yang ada di hadapan mereka.

Pria satunya mereka sangat mengenal itu siapa, tentu saj itu Chanyeol kekasih dari Baekhyun sahabat mereka, tapi mereka merasa asing dengan dua lelaki tampan lainnya, mereka seakan ingin mimisan bersitatap dengan dua lelaki yang memliki warna kulit berbeda itu.

"Ahh Kyungsoo, Luhan, dimana Baekhyun?" Chanyeol memecah keterdiaman mereka

"A-ahh dia ada di kamar, seharian dia hanya berdiam diri di kamarnya, dan ngomong-ngomong siapa dua pria tampan ini Chanyeol-ssi?" Luhan terlihat tergagap-gagap di awalnya, namun ia cukup penasaran dan bertanya langsung kepada Chanyeol.

"Ahh, yang berkulit putih dan bermuka datar ini sepupu ku Sehun" Ucap Chanyeol

"Hai, senang berjumpa dengan kalian, nama ku Sehun. Aku sepupu dari Chanyeol" Sehun menyapa ke dua lelaki manis itu dengan santai, di benar-benar terlihat sangat keren, dengan ke dua tangan yang ia masukkan ke dalam saku celananya, benar-benar terlihat seperti model, sedangkan Kyungsoo dan Luhan hanya ternganga melihatnya.

"Dan satu lagi yang berkulit tan ini Kai, ia teman dekat ku. Ia sudah seperti saudara kandung ku"

"Hai nona-nona nama ku Kai, senang berjumpa dengan wanita-wanita cantik seperti kalian" Kai menunjukkan smirk menggodanya, memang ia tak bisa meninggalkan sifat genitnya, baru berjumpa saja ia sudah menggoda Kyungsoo dan Luhan

"Sangat Sexyyhh" Gumam Luhan

"Ngomong-ngomong mereka ini laki-laki Kai" Ucap Chanyeol dingin, ia sangat kesal dengan kegenitan Kai saat ini yang tidak henti-hentinya memelet-meletkan lidahnya sensual di depan Kyungsoo dan Luhan, sedangkan Sehun ia hanya diam saja disana, mengingat ia sudah lelah dengan pesakitan yang ia dapati saat berjalan panjang sedari tadi.

"Ahh tak apa Chanyeol-ssi, ia baru pertama berjumpa dengan kami, orang-orang juga sering salah kaprah dengan kami, tak masalah" Kyungsoo menenangkan Chanyeol disana, sebab ia cukup tertarik dengan lelaki tan itu.

"A-ahh yasudah Chanyeol-ssi, kau masuk saja ke kamar Baekhyun, mungkin ia sekarang sangat membutuhkan mu, jangan khawatirkan Sehun dan Kai, kami akan menjaga mereka dengan jiwa dan raga kami" Luhan sangat bersemangat saat menyuruh Chanyeol masuk ke dalam kamar Baekhyun, ia sudah tak sabar untuk berbincang dengan lelaki berwajah pucat yang sedang ada di depannya itu.

"Yasudah kalau begitu aku masuk dahulu. Sehun, Kai aku harap kalian bisa akrab dengan Luhan dan Kyungsoo" Setelah mengatakan hal itu Chanyeol mulai melangkahkan kakinya ke arah kamar Baekhyun dan menemui kekasih tercintanya itu.

"Tentu saja, aku akan dengan senang hati mengakrabkan diri dengan dua lelaki manis ini" Kai mulai mengeluarkan jurus rayuan mautannya. Sedangkan Sehun menjawab perkataan Chanyeol dengan anggukan seadanya.

"Mari Sehun, Kai masuk. Angin malam sangat tidak bagus untuk lelaki tampan seperti kalian" Luhan mengajak ke dua pria itu masuk, tak lupa ia memberikan senyuman genit ke arah Sehun, sedari tadi ia tak bisa mengalihkan pandangannya dari lelaki berwajah datar itu.

.

.

.

.

Chanyeol sekarang tengah berada di dalam kamar Baekhyun, dia dapat melihat laki-laki itu tengah duduk disisi ranjangnya menghadap ke arah balkon kamarnya. Dapat Chanyeol rasakan bahwa lelaki manisnya itu sedang bersedih, Baekhyun hanya terdiam dan termenung sejak tadi. Bahkan ia tak menyadari kalau Chanyeol sedang berada di belakangnya.

Tanpa pikir panjang Chanyeol duduk di samping Baekhyun, ke dua lengannya terulur untuk merengkuh lelaki manisnya itu, sontak Baekhyun terlihat kaget dengan apa yang ia dapati sekarang ini.

"C Chanyeollie kenapa kau ada disini?" tanya Baekhyun sedikit gugup

"Mengapa bertanya seperti itu, kan sudah semestinya aku setiap malam datang menemui mate cantik ku ini" Chanyeol mencium gemas ke dua pipi gembil Baekhyun

"Maksud, kenapa kau harus datang kesini, kau pasti membahayakan diri mu lagi, aku mohon Chanyeollie jangan membahayakan diri mu karna ingin menjumpai ku. Aku tak mau terjadi apa-apa dengan mu, aku sangat mencintai mu. Aku tak bisa membayangkan jika diri mu tertangkap oleh manusia, aku tak mau kehilangan mu Chanyeollie. Kau tak seharusnya naik ke daratan, banyak pesakitan yang kau dapatkan karena diri ku" Baekhyun menangis di pelukan Chanyeol, ia benar-benar khawatir dengan Chanyeol.

Sedangkan Chanyeol, ia hanya terdiam mendengar setiap perkataan Baekhyun, hatinya terasa tercubit mendengar tangisan Baekhyun karna dirinya, dan hatinya juga sangat menghangat kala mendengar setiap kekhawatiran Baekhyun kepada dirinya, Chanyeol benar-benar merasa di cintai oleh Baekhyun sekarang ini, sampai-sampai mate-nya itu membayangkan hal-hal buruk karna itu.

"Ssstt tenanglah sayang. Kau bisa melihat aku baik-baik saja, dan juga sekarang ini aku tidak lagi sendirian saat akan menjumpai mu, ibu ku menyuruh penasihat Oh dan jenderal Kai untuk menemani dan menjaga diri ku, kau tak perlu terlalu khawatir sekarang ini, bahkan tadi ibu ku mengijinkan diri ku untuk menemui mu, sepertinya ibu ku sudah jatuh hati kepada mu Baekhyunee" Chanyeol mengelus lembut rambut-rambut Baekhyun, ia berusaha menenangkan mate-nya itu.

"Benarkah? Kau sedang tidak berbohong? Kau tidak diam-diam datang kemari kan?" Tanya Baekhyun memastikan segala kegundahannya.

"Benar sayang, ahh apa kau ingin berjumpa dan berkenalan dengan penasihat Oh dan jenderal Kai. Mungkin dengan berjumpa dengan mereka rasa khawatir mu terhadap ku bisa sedikit berkurang"

"Memangnya, mereka ada dimana Chanyeollie?" Baekhyun bertanya dengan suara imut yang ia keluarkan

"Mereka sedang bersama dengan Luhan dan Kyungsoo di bawah" Ucap Chanyeol santai

"What?! Kau meninggalkan mereka dengan Luhan dan Kyungsoo, gawat Chanyeollie. Kau taukan ke dua lelaki mungil itu sangat ganas dengan namanya pria, apalagi jika mereka tampan, ayo kita selamatkan hidup ke dua teman mu itu" Baekhyun dengan menggebu-gebu menarik Chanyeol untuk turun ke bawah untuk menjumpai teman-teman mereka. Sedangkan Chanyeol ia hanya bisa tertawa dengan tingkah menggemaskan yang Baekhyun tunjukkan.

.

.

.

.

"Hei, Sehunnie. Perkenalkan nama ku Luhan, senang bertemu dengan mu" Luhan mulai berusaha mendekati lelaki dingin itu, sungguh menurut Luhan, Sehun itu sangat berbeda dengan laki-laki lain, ia tak banyak bicara, cool dan juga tampan. Sangat berbeda dengan lelaki yang biasa ia dekati, biasanya mereka akan heboh menanggapi Luhan, tetapi Sehun sangat berbeda dan Luhan suka akan itu.

"Hmmh aku juga" Sehun menjawab sapaan Luhan dengan seadaanya, tapi Luhan bukan orang yang mudah menyerah, ia semakin gencar mulai mendekati Sehun dengan pertanyaan basa-basi yang ia tanyakan

"Sehunnie, kau sangat tampan. Pasti pasangan mu sangat bahagia bisa memiliki kekasih seperti mu, ahh aku tak dapat membayangkan bagaimana perasaan senang yang di rasakan pasangan mu itu" Lihat sangat klise bukan, itu adalah jenis pertanyaan yang sangat menjebak, dengan pertaanyaan itu kalian dapat tahu status seseorang tanpa harus bertanya dengan langsung, bisa di bilang itu sebuh tak-tik yang sangat halus dalam hal pendekatan dengan orang yang baru kau kenal

"Ahh.. aku tak memiliki pasangan, dan terima kasih atas pujian mu" Mendengar jawaban dari Sehun, rasanya Luhan ingin berteriak dan memeluk laki-laki itu sekencang-kencangnya, ia senang sekali dengan jawab Sehun, jikapun Sehun mengatkan ia sudah memiliki pasangan Luhan tak akan gentar untuk mendekati Sehun. Bisa dikatakan Luhan itu penganutan semboyan "Sebelum janur kuning melengkung, masih milik bersama" lelaki blonde itu memang terkesan sangat agresif dan sedikit gila.

Beda Luhan, beda juga dengan Kyungsoo.

Dia hanya bisa terdiam terpaku di depan counter dapur, ia sekarang tengah membuatkan minuman untuk teman-teman Chanyeol, tapi ia sudah mati kutu dengan lelaki tan yang tak henti-hentinya menatap dirinya sedari tadi.

"Kai-ssi, apa kau bisa duduk di ruang tamu dengan Luhan dan Sehun aku sedang ingin fokus membuat minuman untuk kalian" Kyungsoo benar-benar terlihat sangat gugup sekarang, mata Kai seakan ingin menelanjanginya sedari tadi.

Lelaki tan itu, tetap pada posisi awalnya, ia tak terlalu menanggapi dengan perkataan Kyungsoo barusan, ntah mengapa ia merasa sudah sangat betah di daratan padahal awalnya ia sangat membenci hal itu.

Tetapi saat ia melihat kedua mata bulat indah milik lelaki mungil yang tengah berada di depannya ini, seluruh kebenciannya kepada umat manusia seakan hilang entah kemana, ia cukup nyaman menatap lelaki manis itu

"Aku malas dengan mereka, akan lebih baik aku bersama mu saja. Kau sangat manis dan cantik Kyungsoo aku tak bosan memandangi wajah indah mu itu, sangat imut" Kai menampilkan smirk menggodanya di hadapan Kyungsoo, tak lupa ia juga menjulurkan lidahnya untuk menyapu bibir keringnya itu, dan hal itu meninggalkan kesan berbeda bagi Kyungsoo, Kyungsoo seakan ingin pingsan dengan keseksian yang Kai tunjukkan, benar-benar sangat menggoda.

Kyungsoo bersumpah, ia dapat dengan mudah melupakan Jo in sung oppa yang sangat ia dambakan itu dengan menatap wajah sexy milik Kai saja, laki-laki ini sangat tampan, bahkan di atas rata-rata kata tampan, Kyungsoo heran darimana asalnya Kai, Sehun dan Chanyeol. Mereka sangat berbeda, ketampanan mereka sangat di luar nalar.

Kyungsoo mulai memfokuskan dirinya untuk membuat beberapa cangkir teh yang akan ia sajikan kepada Sehun dan Kai.

"Cantik sekali" Gumam Kai

Terlihat Kyungsoo semakin memerah dengan ucapan Kai, ia ingin menyiram wajah pria tampan itu dengan air panas yang sedang ia pegang. Sungguh, ia sudah tak sanggup menahan godaan dari wajah tampan itu.

.

.

.

.

"Yak! Kyungsoo, Luhan apa yang kalian lakukan dengan teman-temannya Chanyeol, jangan mencoba-coba mengganggu sahabat kekasih ku" Terlihat Baekhyun tengah melangkahkan kakinya sambil berteriak-teriak dari atas tangga.

"Hei! Lelaki yang sudah tidak suci lagi!, apa maksud mu? Aku hanya sedang menemani Sehunnie ku, ia terlihat sangat lelah, aduhh kasian, lihat wajah tampannya ini, sangat tidak pantas merasakan kelelahan yang menyiksa dirinya. Apa Sehunnie ingin tidur? Mari masuk ke kamar biar Lulu tidurin, ehh maksudnya biar Lulu temani" Luhan benar sangat gila sekarang ini, Baekhyun terlihat sangat kesal dengan temannya itu, apa lagi saat ia berteriak kencang tentang ia yang tidak suci lagi di hadapan Sehun, Baekhyun menjadi malu sekarang di hadapan teman Chanyeol itu. Sedangkan Sehun ia hanya mengernyit ngeri dengan perkataan Luhan barusan, walaupun ia seorang merman ia dapat menangkap maksud dari perkataan Luhan barusan. Sedangkan Chanyeol ia hanya bisa tertawa melihat Luhan dan Baekhyun yang sedang beradu mulut(bertengkar) mungkin Chanyeol akan terbiasa dengan tingkah ke dua sahabat ini.

"Mana lagi Kyungsoo?" teriak Baekhyun sambil bertanya tentang keberadaan temannya itu kepada Luhan

"Ia sedang membuat minuman dan ia sedang di temani oleh Kai, jangan ganggu mereka" Ucap Luhan santai dengan pandangan masih menatap wajah tampan Sehun

Baekhyun mengarahkan pandangannya kepada Chanyeol, meminta penjelasan.

Dan Chanyeol hanya tersenyum ke arahnya sambil melangkah menuruni anak tangga itu.

Chanyeol menggenggam tangan Baekhyun dan mengajakkanya untuk duduk di sofa dekat Luhan dan Sehun berada, tak lama setelah itu muncul Kyungsoo dan Kai yang membawa minuman untuk tamu mereka.

"Oke Baekhyunee, yang sedang berasam Luhan itu Sehun, dan yang berada di samping Kyungsoo itu Kai, mereka sepupu dan juga sahabat ku" Jelas Chanyeol kepada Baekhyun.

"Ahh begitu, senang berjumpa dengan kalian Kai, Sehun. Aku harap kalian nyaman berada di rumah ku ini" Sapa Baekhyun ramah kepada dua orang laki-laki yang sedang di hadapannya itu, tak lupa ia memberikan senyuman kepada mereka.

Begitupun Kai dan Sehun dengan sopan membalas senyum dari Baekhyun, mereka harus bersikap sopan dan hormat kepada Baekhyun, bagaimanapun lelaki imut itu adalah mate dari raja mereka, otomatis Baekhyun adalah seorang calon ratu untuk kerajaan mereka.

"Hei jangan genit-genit, ingat di samping mu ada Chanyeol kekasih mu" Luhan terlihat sangat jutek sekarang ini kepada Baekhyun

"Siapa yang genit, aku hanya ingin menyapa. Yang ada kau yang genit Lu!" Baekhyun mulai berteriak kepada sahabat rusanya itu.

"Sudahlah apa kalian tidak malu dengan mereka, ini kali pertama mereka berkunjung dan kalian sudah berteriak-teriak di hadapan mereka, tunjukkanlah sopan santun kalian jangan kekanakan, tolong jangan pertontonkan sikap bar-bar kalian itu" Kyungsoo mencoba menengahi pertikaian antara Luhan dan Baekhyun, dan setelahnya Baekhyun dan Luhan hanya bisa terdiam, terlihat Kai tersenyum takjub dengan perkataan Kyungsoo tadi.

"Selain cantik kau juga sangat bijaksana, kau akan sangat cocok nantinya jika menjadi ibu dari anak-anak ku kelak" Ucap Kai, spontan orang-orang yang ada disana terkejut dengan perkataannya, terlihat Sehun yang sudah berjengit ngeri dengan ucapan Kai, Baekhyun dan Luhan hanya bisa terdiam dan membuka ke dua mulut mereka lebar sedangkan Chanyeol ia hanya bisa menggeleng-gelang mendengar perkataan Kai tadi.

"Ahh terima kasih atas pujian anda, tetapi perlu saya ingatkan lagi saya ini seorang pria, yang tak mungkin menjadi seorang ibu untuk anak-anak anda" terlihat Kyungsoo sekarang agak sedikit kesal dengan Kai

"Kenapa tak mungkin? Banyak rahasia yang tersimpan di dunia ini. Membuat mu menjadi pendamping ku dan juga ibu dari anak-anak ku akan sangat mudah oleh sang pencipta jika ia sudah berkehendak. Jika sang pencipta sudah memutuskan kita untuk bersama kau tak dapat lari dari ku Kyungsoo-ssi" Ucap Kai mantap di hadapan Kyungsoo, yang hanya di hadiahi gelengan kepala oleh teman-temannya yang lain yang sedang mendengar rayuan mautnya itu.

"Wahh Kai-ssi kau benar-benar sangat hebat dalam hal merayu lihat Kyungsoo saja sudah memerah karena mu huwahhh" Luhan benar-benar terlihat takjub sekarang, jujur ia sedikit iri dengan Kai dan Kyungsoo yang terlihat semakin dekat, ia mengarahkan pandangannya ke arah Sehun, dan ia dapat melihat lelaki itu merespon dirinya dengan tatapan datar yang di miliki pria dingin itu, rasanya Luhan ingin menangis, kenapa ia tak pernah beruntung di dalam percintaan.

"Hahh sudahlah Kai berhenti menganggu Kyungsoo!" Chanyeol sudah sangat kesal dengan jenderalnya itu, jika tidak mengingat sekarang ia berada di rumah Baekhyun mungkin ia akan melemparkan lelaki itu ke dalam pusaran air laut, biar ia tenggelam dan hilang disana.

"Ahh Kai, Sehun pasti kalian sangat lelah bukan? Mari ku antarkan ke kamar agar kalian bisa langsung beristirahat" ucap Baekhyun

"Terima kasih Baekhyun, tapi tunjukkan saja kepada Sehun, aku masih ingin bersama dengan Kyungsoo" Mata Kai tak pernah lepas menatap wajah Kyungsoo, lelaki Do itu hanya bisa terdiam disana.

"Oh baiklah, kalau begitu mari Sehun" ajak Baekhyun, Chanyeol dan Baekhyun mulai bangkit dari sofa untuk mengantar Sehun yang sudah terlihat sangat lelah ke dalam kamar.

"TIDAK Baekhyun, aku tahu kau masih ingin bersama dengan Chanyeol, sebagai sahabat yang baik, aku tak ingin menganggu kemesraan kalian, biarkan diriku saja yang mengantar lelaki tampan nan dingin ini ke dalam kamarnya. Kamar tamu yang di samping kamar ku dan Kyungsoo kan?" ucap Luhan berteriak dengan gaya bicara yang sangat berlebihan

Kini Chanyeol, Baekhyun, Kai, Kyungsoo dan Sehun yang terperangah dengan tingkah lelaki blonde itu, Baekhyun hanya dapat menganggukkan kepalanya sebagai jawaban untuk Luhan.

"Mari Sehun" Luhan menarik lengan pria itu, mengantarkannya ke kamar yang Baekhyun katakan tadi.

"Teman mu akan selamatkan?" Tanya Baekhyun kepada Chanyeol

"Entahlah teman mu benar-benar sangat aneh Baekhyunee" Chanyeol mulai mengikuti arah langkah Luhan yang sedang menarik Sehun untuk ikut bersamanya, terlihat penasihatnya itu sedikit risih dengan kelakuan Luhan kepadannya.

"Bagaimana kalau kita juga ikut masuk ke kamar, aku sangat merindukan mu?" Chanyeol terlihat manja sambil memeluk punggung Baekhyun dan memberikan kecupan disitu.

"Ihh apa sih Chanyeollie, kenapa tiba-tiba jadi manja begini?" tanya Baekhyun sambil berusaha melepaskan pelukan Chanyeol.

"Sepertinya Chanyeol's Junior sangat merindukan kehangatan sarangnya, ayolah sayang. Lagian tidak baik kita disini, biarkan Kai dan Kyungsoo mengakrabkan diri disini, sepertinya kita tak berhak mengganggu momen mereka" Chanyeol semakin mengeratkan pelukannya ke tubuh Baekhyun, sedangkan Baekhyun hanya bisa tercengang dengan perkataan kekasih tampannya itu.

"Isss, yasudah ayo!" Baekhyun bangkit dari sofa dan melangkahkan kakinya ke arah kamarnya, di ikuti Chanyeol yang terlihat sangat kesenangan saat ini.

Kai dan Kyungsoo, Kai masih terus berusaha merayu Kyungsoo sedangkan Kyungsoo tak henti-hentinya merona karena ulah Kai

"Mereka sudah ke kamar masing-masing. Apa kau tak ingin ke kamar dengan ku juga?" Tanya kai kepada Kyungsoo

Lantas Kyungsoo menghadiahi pria itu dengan tatapan tajamnya, ia seakan tercekik dengan perkataan Kai tadi. Sedangkan Kai masih menggoda Kyungsoo dengan smirk sexynya oh dan jangan lupa kan ke dua alis yang ia naik-turunkan untuk menggoda Kyungsoo

Ketiga pasangan itu memang terlihat sangat aneh, sungguh. Lebih baik kita tinggalkan saja mereka, dan berharap esok akan terjadi keajaiban untuk mereka.

.

.

.

.

Tbc


Haiii..

Ku ingin muntah, sumpah ini gaje bat, ya allah… wkwkwk

Yasudahlah ya, memang ide acu lagi bobrok-bobroknya banget sekarang

Ditunggu ya kelanjutan cerita yang gaje ini, gue harap kalian gak bosan sama cerita ku ini..

Dan thanks juga buat yang udh ngReview, Ngfav dan ngFollow juga, thank you so much guys…

Dan sorry buat kata-kata Typo dan belibet yang kalian jumpai di part ini

Dah deh segitu ajaa

Byee..

Salam Chanbaek is so fucking real