NC just for 18++ (I need your self-awareness for read this Chap)


Malam semakin larut, sang rembulan sudah berada di tempatnya, Menerangi gelap dan sunyinya malam hari. Begitu indah dan elok saat di pandang.

Begitupula dengan tiga pasang laki-laki yang sedang tenggelam dengan perasaan mereka, ahh sepertinya hal itu hanya bisa menggambarkan keadaan pasangan Chanyeol, Baekhyun dan juga Kai, Kyungsoo. Tidak dengan Sehun,Luhan.

"Silahkan berbaring Sehunnie, sudah ku siapkan ranjang mu" ujar Luhan, matanya tak henti-hentinya menatap Lelaki dingin itu, ia merasakan hal yang aneh dengan Sehun, bukan hal aneh yang bagaimana. Hanya saja sedari tadi jantungnya tak mau berkompromi dengan dirinya, tak pernah ia merasakan hal ini sebelumnya, tetapi dengan melihat ekspresi wajah pria albino itu seketika perasaan nyaman itu muncul, walaupun lelaki itu hanya diam membisu kepadanya. Sungguh, Luhan rasa ia telah jatuh ke dalam pesona yang di miliki lelaki dingin itu.

"Ehemm maaf Luhan-ssi, aku ingin mengistirahatkan badan ku, apa kau bisa keluar" Sehun terlihat sangat risih dengan kehadiran Luhan, jujur awalnya ia sedikit terpesona dengan wajah imut yang di miliki lelaki itu, tetapi setelah mengingat ia adalah seorang manusia, Sehun langsung membuang jauh-jauh perasaannya itu, ia bersumpah ia tak ingin bermain-main dengan manusia, ia tak ingin terjebak ke dalam perasaan yang rumit seperti yang di rasakan sang raja nya saat ini. Sebab itu ia hanya bersikap acuh kepada Luhan.

"Apa kau tak menginginkan yang lain Sehunnie, aku akan membawakannya untuk, mintalah!" tawar Luhan kepada Sehun, sungguh lelaki rusa itu tak rela meninggalkan lelaki dingin yang sudah berhasil memporak-porandakan hatinya itu.

"Terimakasih atas tawaran mu itu, tetapi maaf aku tak membutuhkan apapun. Aku hanya ingin istirahat, jadi jika kau keberatan. Aku mohon keluar dari kamar ini, aku sedikit tidak nyaman dengan adanya orang di dalam kamar ku saat aku sedang tertidur" dengan ekspresi datar yang Sehun tunjukkan kepada Luhan, sekarang ini Sehun benar-benar bisa di bilang keterlaluan kepada Luhan, sungguh Sehun sangat sadar dengan apa yang ia lakukan, tapi ia rasa hanya ini yang dapat ia lakukan sekarang. Sedangkan Luhan, ia merasa seperti di jatuhkan dari puncak gedung yang sangat-sangat tinggi, ia tak menyangka Sehun benar-benar tak suka dengannya.

"Ahh maaf mengganggu anda, kalau begitu selamat malam" Luhan merasa seakan ia baru saja di putuskan oleh kekasihnya, sangat sakit tapi ia sadar kalau ialah yang dengan tidak tahu dirinya berharap kepada Sehun yang sama sekali tak menanggapinya sedikitpun, dengan langkah gontai Luhan melangkahkan kakinya untuk keluar dari kamar itu, batinnya tak terima di perlakukan seperti itu, rasanya ingin ia membanting pintu kamar itu sekuat-kuatnya, agar Sehun tahu rasa kesalnya kepada lelaki albino itu.

Setelah Luhan keluar dari kamar itu, Sehun langsung memposisikan tubuh jangkungnya untuk berbaring di atas ranjang empuk itu, sungguh ia merasa tak enak hati dengan lelaki cantik itu.

"Apa aku sudah sangat keterlaluan ya, ahh tak usah di pikirkan Oh Sehun, dia seorang manusia. Dia akan sangat merepotkan untuk mu nantinya, lebih baik kau mempulihkan keadaan mu sekarang! Ahhh kenapa kaki ini sangat sakit, kalau bukan karena ibu ratu aku tak akan mau naik kedaratan dan menggunakan kaki-kaki ini" ujar Sehun pada dirinya sendiri, Sehun merasa tidak nyaman dengan kaki barunya itu. Sebab itu, sedari tadi ia mulai merenggangkan otot-otot kakinya itu. Yah, seperti itulah keadaa seorang Merman saat merubah wujudnya menjadi layaknya seorang manusia. Mereka harus menanggung banyak pesakitan untuk perubahan itu.

"Ahh kenapa juga ranjang ini sangat tidak nyaman, aku merindukan kamar ku, aku juga merindukan vivi lumba-lumba kecil ku itu, apa dia baik-baik saja disana?" belum lama meninggalkan lautan sepertinya penasihat kerajaan Oh yang tampan itu sudah mulai merasakan Homesick-nya

Di lain tempat, Luhan langsung membantingkan tubuhnya ke atas ranjang, ia benar-benar merasa kesal dengan lelaki albino yang baru saja ia temui itu, ingin rasanya Luhan mencabik-cabik mulut pedas laki-laki itu.

"Kenapa perkataannya itu sangat pedas, ia benar-benar tak memiliki hati. Tapi kenapa aku malah tertarik padanya, ahh Luhan banyak lelaki tampan dan wanita manis yang menginginkan mu, tapi kenapa dia yang kau inginkan,, ah lupakan-lupakan!" Luhan mulai memukul-mukul kepalanya itu, ia benar-benar merasa sangat sedih dan juga kesal dengan sikap yang di tunjukkan Sehun padanya, ia hanya ia mengakrabkan diri dengan lelaki itu, tapi dengan sarkasnya lelaki itu mengusirnya tanpa perasaan.

"Hahh, kenapa pula dengan jantung ini, hei diamlah! Dia tak akan melihat kepada mu! Aku tau kau sangat mengingkinnya, akupun begitu. Tapi ia seakan sangat sulit untuk di gapai." Luhan mulai berbicara dengan dirinya sendiri, ia berusaha menenangkan dirinya

"Tapi aku tak bisa… huaa ibu, dia yang dingin itu. Aku sangat menyukainya, dia sudah bisa merebut hati ku hanya dengan sekali tatap, dia berbeda, tapi kenapa dia sangat dingin. Aku benci dia, tapi aku juga menyukainya huhuhu apa yang harus ku lakukan?" Luhan benar-benar sangat frustasi dengan perasaannya saat ini, rasanya baru kali ini ia merasakan suka dengan seseorang seserius ini.

"Baiklah perasaan ku, jika kau terus berteriak-teriak pada ku, baiklah. Aku akan berusaha untuk terus menggapainya. Bulan yang tinggi saja bisa di gapai, apa sulitnya untuk mengapai hati pria dingin itu, jangan bersedih ini bukan Style mu" Luhan mengelap air matanya, ia sudah bertekad untuk memperjuangkan perasaannya, walaupun masih terlalu dini, tapi hati Luhan seakan menjerit tak mau kehilangan laki-laki dingin itu.

.

.

.

.

Sekarang ini Chanyeol juga Baekhyun sudah berada di dalam kamar mereka. Kedua lelaki itu sudah mulai mencari posisi nyaman mereka untuk berbaring di atas ranjang empuk itu. Sedari tadi Chanyeol terus saja menatap wajah cantik milik mate-nya itu, ia merasa khawatir dengan kekasihnya, sangat jelas terpampang di wajah lelaki itu bahwa sekarang ini ia sangat gelisah.

"Ada apa Baek?" Chanyeol tak bisa menahan rasa penasarannya tanpa pikir panjang ia langsung bertanya kepada mate-nya itu perihal keadaannya sekarang ini.

"Ada apa kenapa?" Bukannya memberi jawaban Baekhyun malah berbalik bertanya kepada Chanyeol

"Baek ayolah, aku ini mate mu. Jangan sembunyikan apapun. Aku dapat merasakan kegelisahan mu sedari tadi. Apa ada masalah? Ku mohon berbagilah dengan ku, mungkin setelah itu kau akan merasa jauh lebih lega" Chanyeol benar-benar meminta kepada Baekhyun untuk bercerita kepadanya, sekarang telapak tangan lebar nanhangat milik Chanyeol mulai membelai wajah cantik milik kekasihnya itu.

"Chanyeollie, sungguh aku tidak apa-apa. Hanya saja aku tengah memikirkan perkataan ibu mu kepada ku, aku merasa harus mencari jawaban dari perkataan ibu mu itu" Baekhyun mengatakan apa yang menjadi kegelisahannya kepada Chanyeol, sedangkan Chanyeol sedikit paham dengan apa yang di maksud Baekhyun.

"Lantas, apa kau telah mendapatkan jawabannya? Kalau belum, apa ingin aku bantu untuk memecahkan maksud dari ibu ku" Chanyeol menatap wajah manis milik Baekhyun, menawarkan bantuan pada kekasihnya itu, dengan cepat Baekhyun menggelengkan kepalanya di hadapan Chanyeol.

"Tidak Chanyeol, aku sendirilah yang harus memecahkan ini. Sungguh tadinya aku sudah mengerti maksud dari perkataan ibu mu tadi, tapi semakin aku memikirkannya. Jujur, aku merasa khawatir dengan jawaban itu. Tapi hati kecil ku berkata jawaban itulah satu-satunya kunci agar kita bisa selalu bersama tanpa ada dinding pembatas lagi di antara kita" ujar Baekhyun dengan mantap kepada kekasihnya itu, yang tadinya ia berbaring dengan beralaskan lengan berotot milik Chanyeol, sekarang ini ia langsung menyenderkan kepalanya sekarang di kepala tempat tidur, dia terlihat sangat serius sekarang ini.

"Maksud mu?" Chanyeol sedikit bingung dengan perkataan Baekhyun tadi

"Begini Chanyeol, ibu berkata dalam hubungan sebaiknya kedua belah pihak harus saling berjuang untuk mempertahankan cinta mereka. Sedangkan di hubungan kita ini, hanya dirimu saja yang selalu berjuang keras untuk kebersamaan kita. Aku paham sekarang, maafkan aku Chanyeol. Selama ini aku sangat egois, aku sama sekali tak memikirkan dirimu. Aku mengatakan cinta kepada mu, tapi tak ada perbuatan yang dapat aku lakukan untuk menunjukkan kesungguhan cinta ku padamu, aku benar-benar tak berguna, aku egois Chanyeol, maafkan aku" kedua mata indah milik Baekhyun mulai berkaca-kaca, lelaki manis itu sungguh merasa sangat kecewa dengan dirinya sendiri, ia selalu ingin bersama dengan Chanyeol tapi ia tak pernah berjuang untuk kebersamaan mereka, disini hanya Chanyeol lah yang menunjukkan kesungguhannnya itu, sebab itu Baekhyun merasa benci dan juga kecewa kepada dirinya sendiri

"Hei, kau tak perlu berkata seperti itu, aku sangat senang dapat berjuang untuk dirimu dan juga cinta kita kau tak perlu merasa bersalah begini" Chanyeol mencoba menenangkan kekasihnya itu

"Chanyeol apa kau merasakan pesakitan itu, pasti itu sangat menyiksa dirimu, kau tak perlu merubah wujud mu lagi ke depannya. Chanyeol aku ingin berjuang juga untuk diri mu, untuk cinta kita, tekad ku sudah bulat. Aku mencintai mu, aku tak ingin berpisah dengan mu, jika tembok besar ini yang menghalangi cinta kita, aku dengan sangat rela menyerahkan diri ku untuk meruntuhkan tembok besar itu" Baekhyun menggenggam kedua tangan Chanyeol, air matanya mulai turun membasahi ke dua pipinya.

"Chanyeol, aku ingin menjadi seperti dirimu, bawa aku ke dunia mu. Aku yakin dengan cara ini tak akan ada lagi yang dapat memisahkan kita" Baekhyun mengelus rahang tegas milik kekasihnya itu, senyuman manisnya pun tak lupa ia tunjukkan kepada Chanyeol

"Baek, apa kau bersungguh-sungguh dengan permintaan mu itu?" Chanyeol benar-benar terkejut dengan perkataan Baekhyun kepadanya

"Di dalam hidup ku, aku tak pernah seserius ini Chanyeol, aku tak mau melihat mu mempertaruhkan nyawa mu hanya untuk bertemu dengan ku. Jadi, bawalah aku bersama mu, ubahlah aku menjadi seperti dirimu, dengan ini tak adalagi rasa khawatir di antara kita" Baekhyun benar-benar sudah bertekad bulat dengan perkataannya itu, terlihat dari sudut wajahnya yang sama sekali tak menunjukan keraguan sedikitpun

"Lalu jika kau ikut dengan ku, bagaimana dengan kehidupan mu disini. Bagaimana dengan keluarga mu? Bagaimana dengan ke dua sahabat mu, mereka pasti tak setuju dengan pilihan mu ini" Chanyeol mencoba memastikan kepada Baekhyun, banyak hal yang perlu Baekhyun pertimbangkan sebelum memilih untuk menjadi sepertinya. Jujur, Chanyeol sangat senang dengan permintaan Baekhyun tadi, tapi ia tak mau membuat Baekhyun menyesal nanti sebab tanpa pikir panjang memutuskan sesuatu yang penting seperti ini, banyak hal yang benar-benar harus Baekhyun fikirkan.

"Aku sudah memikirkan semuanya, kau tak perlu khawatir. Untuk keluarga, sedari kecil aku sudah tak memiliki keluarga. Keluarga yang ku tahu hanya ayah dan ibu ku, tetapi mereka sudah tak ada di dunia ini lagi, sudah tak ada alasan ku untuk tetap tinggal disini lagi. Sedangkan Luhan dan Kyungsoo, aku yakin mereka akan paham dengan situasi ini nanti. Mereka sahabat ku, mereka pasti sangat mengerti dengan pilihan ku ini, jadi tidak adalagi yang harus di khawatirkan Chanyeol." Ujar Baekhyun, ia berusaha memastikan kekasihnya itu agar tak mengkhawatirkan kehidupannya yang ada di dunia ini.

"Apa kau sudah yakin, ini sangat berat untuk mu nantinya Baek. Aku tak mau ada penyesalan kelak. Begini saja, aku akan memberikan mu waktu berpikir dengan sebaik-baiknya. Jika kau telah siap dan sanggup menanggung semuanya, aku sendiri yang akan merubah dirimu layaknya seperti bangsa ku" Chanyeol tak mau Baekhyun melakukan ini semua hanya karna pemikiran sesaatnya, ia tak mau kelak Baekhyun akan menyesali segala perbuatannya.

"Sungguh Chanyeol, aku sudah sangat yakin. Aku berjanji tak akan ada kelak yang akan ku sesali atas pilihan ku ini, aku hanya tinggal membicarakan hal ini saja kepada Luhan dan juga Kyungsoo, dan jika mereka sudah mau memahami semuanya. Aku akan langsung meminta mu membawa ku ke dunia mu. Tak ada lagi yang ku tunggu disini, orang yang ku cintai di dunia ini hanya tinggal diri mu aku tak mau kehilangan mu, aku tak mau berpisah dengan mu" Baekhyun sedikit menitikkan air matanya, ia sudah sangat bersungguh-sungguh dengan pilihannya itu, tak ada lagi yang dapat mengusik pilihannya itu.

"Hei, sudahlah tak perlu bersedih. Tapi tolong dipikirkan lagi, sekali saja. Agar aku dapat dengan tenang mengubah mu menjadi seperti diriku" Chanyeol mulai memeluk tubuh mungil kekasihnya itu

*cup*

Chanyeol mengecup lembut mate-nya itu, ia tak mau melihat kekasihnya itu bersedih. Dengan lembut ia menciumi setiap inchi dari bibir Baekhyun

"Kau sangat manis Baekhyun, aku semakin mabuk karna mu"Bisik Chanyeol di hadapan wajah Baekhyun, dan Baekhyun hanya bisa tersenyum malu dengan perlakuan Chanyeol kepadanya

"Baek, aku menginginkan mu"

"Lakukanlah Chanyeollie, tak perlu bertanya. Aku milik mu" Ujar Baekhyun dengan suara mendayunya

Chanyeol mulai mengecapi segala yang ada di bibir dan di dalam rongga mulut Baekhyun, lelaki itu selalu seperti itu. Ia seakan tak pernah puas, ia seakan sangat rakus dengan manis dari bibir dan tubuh kekasihnya itu. Tak ingin berdiam diri, Baekhyun pun membantu kekasihnya itu, ia berusaha mengimbangi ciuman yang diberikan kekasihnya itu.

Puas dengan bibir ranum milik Baekhyun, Chanyeol mulai menciumi leher jenjang milik kekasihnya itu, tak lupa ia juga menjilat sensual tulang selangka milik Baekhyun yang terlihat sangat menggoda, Chanyeol seakan sudah mabuk dengan bibir dan leher milik Baekhyun saja. Sungguh, Baekhyun benar-benar mampu membuat seorang Chanyeol menjadi gila dengan segala keindahan yang ia miliki di tubuhnya itu.

Asik mengecapi leher milik Baekhyun, tak lupa Chanyeol juga memberi sedikit maha karyanya di atas leher sexy milik kekasihnya itu, selagi ia mengemuti dan juga menjilati leher Baekhyun. Tangan Chanyeol rupanya tak mau berdiam diri, tangan-tangan nakal itu sedari tadi sudah bergeriliya menggerayangi setiap inchi kulit tubuh milik Baekhyun.

"Awhh Chanyeollie emhhh" desahan-desahan yang menggoda sudah keluar dari bibir tipis milik Baekhyun, ia sekan tak kuat menahan segala kenikmatan yang tiada henti Chanyeol berikan padanya.

Sekarang tangan nakal Chanyeol tengah asik memeras kedua dada milik Baekhyun, jari-jari besar milik Chanyeol juga tak lupa mencubit lembut kedua nipple pink milik Baekhyun, sontak sang empunya menggeliat tak karuan karnanya. Melihat reaksi baekhyun, Chanyeol memutuskan turun ke dada milik baekhyun, ia ingin menyusu di dada milik kekasihnya itu.

"Ouhhh nyah, yeahh Chanyeollie" Kedua tangan lentik Baekhyun mendorong kepala kekasihnya itu agar lebih dalam mengemut nipple nakal miliknya itu. Beberapa menit bermain-main dan menyusu dengan dada milik Baekhyun, Chanyeol memutuskan untuk menyapa Baekhyun junior's dibawah sana, yang sedari tadi sudah menegang seakan berteriak meminta perlakuan manja dari Chanyeol.

Tanpa pikir panjang Chanyeol langsung memasukkan seluruh batang mungil milik kekasihnya itu, di emutnya dan di jilatinya milik Baekhyun. Seakan ia tengah mengemut sebuah es loli.

"Awhh Chanyeollhhh yeahhh enghhh" Tak kuat, Baekhyun menjambak helaian rambut milik kekasihnya itu.

"Umhh Chanyeollie kumohon janganhh digigit seperti itu" Baekhyun mengajukan protes kepada kekasih merman-nya itu, sepertinya ia tak suka saat Chanyeol menggigit-gigit batang mungilnya itu.

Dan kini Chanyeol hanya memfokuskan dirinya untuk mengulum batang milik Baekhyun, di naik turunkannya kepalanya seperti seseorang yang sedang memompa, tak butuh waktu lama Baekhyun sudah mulai menggeliat-geliat karnanya. Sepertinya mate-nya itu akan mendapatkan orgasme pertamanya, dengan semangat Chanyeol mempercepat pergerakannnya, ia ingin merasakan manis dari susu milik kekasihnya itu.

"Oughh Chan, aku sudah tak sangguphh lagih aghhh" Baekhyun semakin menggeliat, tubuhnya membusung keatas karena kenikmatan yang terus-terusan ia dapatkan dari kekasihnya itu

*Crott..crot*

"Aghhhh hahh"Baekhyun mendesah sekuat-kuatnya ia sudah tak perduli lagi jika teman-temannya mendengarkan suara desahan itu, akhirnya ia mendapatkan pelepasan pertamanya. Seluruh cairan itu langsung di telan oleh Chanyeol tanpa ada sisa sedikitpun, bahkan juniornya sudah kembali bersih berkat jilatan dari lidah besar milik kekasihnya itu.

"Selalu saja manis, aku suka dengan rasa yang kau miliki Baek" Bisik Chanyeol sensual di hadapan Baekhyun

"Ayo Baek, puaskan juga adik ku. Ia sudah tak sabar menunggu kehangatan dari bibir mungil mu itu" Chanyeol mendudukan Baekhyun di hadapannya. Posisi mereka duduk saling berhadapan, dan sekarang Baekhyun sudah menundukkan tubuhnya untuk mendekati adik Chanyeol.

Tanpa aba-aba, Baekhyun langsung memasukkan batang besar dan berurat milik kekasihnya itu langsung ke dalam mulutnya, ia sudah tak perduli dengan rasa linu di bibirnya. Ia hanya ingin merasakan dan memanjakan milik kekasihnya itu.

Baekhyun terlihat semakin lihai dalam memanjakan adik Chanyeol, dengan sensual ia membelai batang besar itu dengan lidahnya, tak lupa ia juga memberikan sedikit kecupan-kecupan hangat disana. Saat berada dipuncak milik Baekhyun, ia membelai lubang kencing milik kekasihnya itu dengan lidah basahnya, Chanyeol reflex menggeram karena ulahnya itu.

Baekhyun mulai memompa batang milik kekasihnya itu, membuat batang itu keluar-masuk ke dalam mulutnya, mengemutnya sekencang-kencangnya.

"arghh kau sudah semakin pintar sayang, yaa lebih cepat lagi" Chanyeol mulai mengeluarkan suara geramannya karena perbuatan kekasih mungilnya itu.

Lama Baekhyun bekerja di selangkangan milik Chanyeol, dan akhirnya Chanyeol menggeram hebat karenanya, tangan Chanyeol tak henti-hentinya mendorong kepala Baekhyun untuk menenggelamkan miliknya ke tenggorokan milik Baekhyun.

"argghh aku datang Baek" ucap Chanyeol

*Crott.. crot..crott*

Selalu saja, cairan yang di keluarkan oleh batang kekar milik Chanyeol sangat banyak, sampai-sampai Baekhyun sedikit tersedak karena cairan itu tak berhenti untuk menyemprot tenggorokannya.

Chanyeol mengangkat tubuh Baekhyun untuk berhadapan dengannya, diraihnya bibir tipis itu. Dikecapinya sisa cairan miliknya yang tersisa di mulut Baekhyun.

"Mari kita langsung ke intinya baek" ucap chanyeol sensual kepada Baekhyun

Lelaki merman itu mulai merebahkan tubuh mungil Baekhyun di atas ranjang, di tatapnya tubuh indah itu. Tak lupa ia juga memberikan beberapa kecupan di wajah manis milik Baekhyun, posisi mereka saat ini Baekhyun yang berada di bawah dan Chanyeol yang berada di atas tubuh Baekhyun.

"ahh ku mohon lekas masukkan milik mu yeollie, aku sudah tidak tahan lagihh" Baekhyun memohon kepada Chanyeol untuk segera memasukinya

"Kau sudah tidak sabaran rupanya, baiklah aku akan dengan senang hati mengabulkan permintaan dari kekasih ku ini" ujar Chanyeol

Perlahan Chanyeol buka paha Baekhyun lebar-lebar, kedua bokong sintal milik Baekhyun sedikit ia remas, ia mendekatkan bibirnya ke lubang pink milik kekasihnya itu yang sudah semakin berkedut-kedut,terlihat sangat sexy.

Perlahan Chanyeol belai lubang itu dengan lidahnya, ia masukkan lidahnya ke dalam lubang itu memberikan sedikit pelumas di dalam sana, agar batang Chanyeol dapat dengan mudah melesak ke dalam lubang surganya itu.

"ahhh Chanyeol ku mohon, jangan menggoda ku lagi. Masukkan!" Baekhyun terlihat sudah tidak tahan dengan kenikmatannya, tangan lentiknya tiada hentinya menjambak rambut-rambut milik Chanyeol

"Baiklah sayangku, aku datang" bisik Chanyeol sensual kepada Baekhyun

*jleb*

Kini batang besar milik Chanyeol sudah berhasil memasuki lubang milik kekasihnya itu, dengan beberapa kali hentakan ia sudah berhasil membobol lubang itu kembali

"Ougghhh Chanyeollhhh kau sangat besar sekali" teriak baekhyun dengan sedikit desahan disana

"Kau juga semakin ketat dan sempith Baek, argghh" geraman Chanyeolpun sudah lolos dari bibir tebal milik pria merman itu

Chanyeol melakukan gerakan in-out, tangannya tak pernah absen untuk menggerayangi kulit tubuh milik kekasihnya itu.

Sedangkan Baekhyun, ia hanya bisa menganga dan memejamkan kedua matanya dan merasakan kenimktan yang akan terus di berikan oleh Chanyeol

"Ahh yeollie, lebih cepathh ku mohon lubang ku sangat gatallhh" Sekarang Baekhyun benar-benar terlihat semakin binal, peluhnya mulai bercucuran, dan itu semakin terlihat sangat sexy bagi Chanyeol

Tak mau hanya berdiam diri, Baekhyun berusaha mengetatkan lubangnya. Ia juga ingin memanjakan kekasihnya di dalam sana.

"Argghh Baek, jangan menggoda ku. Kalau kau begini terus, aku menjamin kau takkan bisa bangkit dari ranjang ini esok hari" Chanyeol semakin memperdalam tumbukkannya, ia perkencang kecepatannya, sampai-sampai ranjang itu berderit karena sangking hebat pergerakan yang Chanyeol lakukan.

"Ahhh yahhh disana Chanyeol ughhh" Chanyeol mendesah sejadi-jadinya saat Chanyeol menghajar sweet spotnya di dalam sana

"Ahh Yeolli, aku tak sangguphhh ahhh nyahhh" Desahan Baekhyun semakin terdengar sensual, jari-jari kaki milik lelaki manis itu melengkung sebab kenikmatan yang sudah tak dapat ia bendung lagi, Baekhyun berusaha memeluk erat kekasihnya itu, ia benar-benar ingin keluar sekarang, sampai pada akhirnya

*crott,,crott* lelaki mungil itu memuncratkan pelepasannya, cairannya jatuh mengenai perutnya dan berceceran sedikit di atas sprei miliknya.

Baekhyun sudah tak kuat lagi, ia sudah terkulai lemas setelah pelepasannya, tapi Chanyeol belum juga menandakan bahwa ia juga akan keluar.

Beberapa menit yang Chanyeol butuhkan untuk mendapatkan pelepasannya, ia semakin menambah tempo in-outnya, Baekhyun sudah mulai menunjukkan kalau ia akan mendapatkan pelepasannya kembali untuk ke dua kalinya, padahal baru saja ia mendapatkannya, tetapi karena liarnya seorang Chanyeol, ia sudah tak tahan menahan kenikmatannya itu.

"Ahhh yeollie,, aku mau lagi! Kau sangat hebat sayanghh" desah Baekhyun

"Bersama Baek aarggh" geram Chanyeol dengan suara rendahnya, benar-benar sangat jantan

*Crot..crot*

Dan akhirnya, Baekhyun dan Chanyeol mendapatkan pelepasan mereka bersamaan, Chanyeol menumpahkan seluruh cairannya ke dalam lubang Baekhyun, berharap cairan itu nanti akan tumbuh di dalam sana.

Chanyeol membanting tubuhnya disamping Baekhyun, ia memeluk kekasihnya itu, dia ingin melakukannya lagi. Ingat Chanyeol itu tak pernah puas jika itu berurusan dengan Baekhyun

"Baek ingin melanjutkan ronde berikutnya?" Tanya Chanyeol kepada kekasihnya itu

"Lakukanlah apa yang kau inginkan sayang ku, kau tak pelu bertanya. Aku akan dengan senang hati melayani mu dan menampung semua cairan mu di dalam tubuh ku" ujar Baekhyun dengan sedikit kepayahan sebab pelepasan yang baru saja ia dapatkan

Mendengar ucapan Baekhyun tadi Chanyeol seakan mendapatkan tenaganya kembali, dengan semangat ia bangkit untuk melanjutkan hal yang ia sukai itu.

Ia mulai memposisikan tubuh Baekhyun menungging di hadapannya dan tanpa basa-basi Chanyeol langsung memulai pergerakannya di dalam Baekhyun

Mungkin Chanyeol akan memanfaatkan malam ini untuk bermain sepuas-puasnya dengan matenya itu, Chanyeol berencana tidak akan berhenti sampai matahari terbit esok hari.

Sedangkan Baekhyun seakan pasrah dengan luapan-luapan nafsu Chanyeol, ia berusaha untuk mengimbangi segala pergerakan Chanyeol. Sejujurnya ia sudah mulai lelah tetapi ia tak mau mengecewakan kekasihnya itu.

.

.

.

.

Pagi mulai menjelang, mentaripun mulai menampakkan sinarnya dari ufuk timur, dan karena itu. Luhan sedikit terusik dari tidurnya karena secercah cahaya mentari yang mengenai iris cantiknya itu. Luhan teringat kembali kejadian yang terjadi padanya, ia heran mengapa ia begitu bodohnya menangisi lelaki yang baru saja ia temui, sungguh Luhan sangat malu sekarang ini.

"Aihh Luhann kau benar-benar bodoh, mengapa kau menangisinya! Ckh tenang saja, suatu saat nanti aku akan membuat lelaki dingin itu yang menangis karna diriku, tunggu saja sehun keparat" masih pagi mood Luhan benar-benar sudah hancur karena ulah seorang lelaki albino yang sayang lelaki itupula lah yang telah berhasil mencuri hatinya.

"Pagi-pagi begini pasti udara masih sangat segar, akan sangat bagus untuk membersihkan pemikiran runyam ku ini" Luhan melihat kesisi kirinya, disana pula ada Kyungsoo yang sedang asyik menyelami mimpinya, tanpa belas kasih sedikitpun kepada temannya itu, Luhan mulai membangunkan lelaki Do itu ia meneriaki lelaki itu sampai Kyungsoo terjerembab ke lantai karena kaget dengan teriakan yang berasal dari Luhan

"Yakk! Apa maksud mu! Kenapa kau senang sekali mengganggu ku!" Kyungsoo terlihat sangat kesal dengan Luhan sekarang

"Maaf, aku hanya ingin mengajak mu untuk jalan santai di pagi hari ini, aku ingin mengajak sahabat ku ini untuk hidup sehat, ayo Kyung pasti sangat segar di luar sana" ajak Luhan kepada Kyungsoo, tapi bukan itu alasan sebenarnya ia mengajak Kyungsoo keluar di pagi hari ini, luhan butuh teman yang dapat mendengarkan keluh kesahnya dan ia sangat membutuhkan Kyungsoo sekarang ini.

"Hei, aku kenal dirimu Lu, kau bukan seseorang yang rela bangun di pagi hari hanya untuk berjalan santai, katakan yang sebenarnya!" Kyungsoo benar-benar sangat ahli menebak perasaan yang di rasakan sahabatnya itu.

"Hmmhh fine! Aku sangat sedih sekarang ini Kyung, aku butuh teman untuk mendengarkan kesedihan ku ini, aku mohon ayolah Kyung. Aku ingin menenangkan perasaan ku ini" Luhan mengatakan hal yang sebenarnya kepada Kyungsoo, dengan wajah memelas ia meminta Kyungsoo untuk mau menemaninya.

"Hmm sudah jangan tunjukkan wajah jelek mu itu lagi, yasudah bersiaplah. Setelah itu kita langsung turun ke bawah untuk mencari udara segar, mau ajak Baekhyun? Biar aku membangunkannya?" Tanya Kyungsoo

"Yeayy kau memang yang terbaik Kyung, ahh tidak perlu. Kau taukan pasti dia sekarang tengah bercuddling manja dengan Chanyeol, sebaiknya kita jangan mengganggunya" Luhan melangkahkan kakinya ke arah kamar mandi untuk membasuh wajahnya begitupun juga dengan Kyungsoo. Tak butuh waktu yang lama, sekarang ini mereka telah selesai merapikan diri mereka untuk langsung turun ke bawah.

.

.

.

.

Sekarang mereka telah berada di pesisir pantai, mereka memutuskan mengistirahatkan diri mereka untuk duduk di atas pasir pantai yang lembut setelah lelah berlari.

"Huhh kalau begini terus, aku yakin bisa menurunkan berat badan ku!" Itu Kyungsoo, Luhan sangat heran lelaki itu selalu melakukan diet padahal tubuhnya sudah mungil begini entah bagian apalagi yang mau ia kecilkan. Kalau Luhan ia lebih tidak ingin memikirkan tubuhnya, asalkan ia sehat ia sudah puas akan itu.

"Hei, kau bilang kau ingin bercerita. Apa yang ingin kau ceritakan, lekaslah" Kyungsoo mulai menanyakan hal yang ingin Luhan katakan sebelumnya.

"Ahh begini, aku suka sama Sehun" luhan terlihat sangat blak-blakan sekarang ini

"Lalu?" Tanya Kyungsoo, ia masih memperhatikan temannya itu.

"Tapi ia terlihat begitu sulit di gapai Kyung. Seperti tadi malam, ia benar-benar sangat dingin dengan ku. Dia terlihat sangat tidak perduli dengan ku, bahkan sepertinya ia tak melihat diriku" Luhan sedikit bergetar saat mengatakan pemikirannya kepada Kyungsoo

"Aku ingin jauh lebih dekat dengannya, tetapi ia seperti memabungun tembok tinggi dengan ku. Aku merasa sangat tak di inginkan. Tak pernah aku merasakan hal yang seperti ini. Hanya pria albino keparat itu yang pertama kalinya berani membuat ku seperti ini. Tetapi sudut hati ku yang lain seakan berkata untuk tetap memperjuangkannya bagaimana pun sikapnya kepada ku nantinya" Mata rusa lelaki manis itu sudah mulai tergenang dengan air matanya, Luhan berusaha mati-matian untuk tak menangis. Ia tak mau terlihat cengeng hanya karna perlakuan dingin Sehun kepadanya.

"Kau sudah menemukan jawaban dari kegelisahan mu Lu" ucap Kyungsoo sambil menepuk-nepuk punggung temannya itu halus.

"Jawaban? Apa Kyung?" Luhan sedikit bingung dengan perkataan temannya itu.

"Kau bilang hati mu seakan berteriak meminta untuk memperjuangkan perasaan mu kepada Sehun, jadi dengarkan lah kata hatimu. Setiap hal yang keluar dari hati yang tulus, akan menghasilkan ketulusan pula nantinya. Jangan pernah takut, jika ia menolak mu kali ini jangan berkecil hati mungkin saja ada alasan lain yang menyebabkan ia seperti ini. Sebaiknya dirimu harus semakin menunjukkan ketulusan mu padanya. Jangan takut di tolak, tapi lakukanlah sebuah usah untuk mendapatkan hati dinginnya itu" Kyungsoo benar-benar sangat bijaksana pikir Luhan, mendengarkan perkataan temannya itu semakin membuat hatinya menghangat. Ia semakin bersemangat untuk memperjuangkan perasaannya. Spontan Luhan langsung memeluk sahabatnya itu

"Terimakasih Kyung, kau memang sahabat terbaik yang pernah ada di dunia ini. Aku sayang padamu" tak henti-henti Luhan menampilkan senyumannya, seluruh beban seakan berangsur-angsur mulai terangkat sekarang.

"Ya aku tahu, aku juga!" Jawab Kyungsoo seadaanya. Lelaki do itu selalu seperti itu, sangat susah mengungkapkan perasaannya.

"Hmmhh ingin berjalan-jalan lagi?" Tanya Luhan

"Ayo, kau mau ke arah mana sekarang?" Tanya Kyungsoo balik kepada Luhan

"Disana saja, sepertinya daerah itu cukup sepi dan tenang. Mungkin pemandangan disana sangat jauh lebih indah" tunjuk Luhan ke daerah pantai paling ujung

"Yasudah, ayo jalan" seperinya Kyungsoo seakan lupa ingatan dengan daerah yang baru saja di tunjuk Luhan itu.

.

.

.

.

"Apa kalian yakin langsung ingin kembali?" Itu Baekhyun ia memastikan kepada tiga orang lelaki yang sedang bersiap-siap untuk pergi itu.

"Apa kalian tak mau sarapan pagi dulu? Biar aku masakan sesuatu, aduh Luhan Kyungsoo kemana lagi" terlihat Baekhyun mencoba menawarkan untuk makan pagi bersama kepada ketiga lelaki tampan itu, ia juga tengah kebingungan sedari tadi ia bangun ia sama sekali tak melihat batang hidung ke dua temannya itu, tega-teganya mereka meninggalkan Baekhyun seperti ini.

"Ku rasa itu tak perlu sayang. Lagian Kai dan Sehun, ku yakin masih belum terbiasa berlama-lama di daratan mereka pasti sudah merasa tak enak sedari tadi. Kami harus segera kembali ke lautan" ucap Chanyeol sambil memeluk tubuh mungil matenya itu.

"Ehem yang mulia kami masih disini" kai merasa sakit mata melihat kemesran pasangan ini pagi-pagi, sedangkan Sehun ia hanya menggeleng-gelengkan kepalanya saja sedari tadi memperhatikan rajanya itu.

"Ahh maaf Kai-ssi, Sehun-sii. Ahh benar kata mu tadi Chanyeollie. Maaf aku melupakannya, kekasih macam apa aku ini. Yasudah bergegaslah masuk ke lautan, aku khawatir terjadi sesuatu nantinya kepada kalian jika kalian berlama-lama disini" Baekhyun merasa bodoh dengan permintaannya kepada ketiga lelaki ini. Bisa-bisanya ia meminta mereka tinggal lebih lama, tanpa memikirkan keadaan mereka.

"Baiklah Baekhyun-ssi kami pamit undur diri" Sehun mulai berpamitan kepada Baekhyun

"Ahh iya berhati-hatilah selama perjalanan, jangan mendekati perahu para pelaut, jangan berenang di atas permukaan. Terlalu berbahaya!" Baekhyun terlihat seperti seorang ibu sekarang yang sedang mengkhawatirkan keadaan suami dan anak-anaknya.

"Ahh kau sudah seperti ibu ratu, tapi akan ku ingat pesan mu. Aku akan menjamin keselamatan dari kekasih mu ini. Dan aku juga yang akan mengantarkannya kembali bersama mu nanti" ujar Kai

"Hmmm yasudah, aku pergi! Jangan terlalu khawatir! Ahh dan aku mohon pikirkan kembali perkataan mu kemari, yakinkanlah dirimu. Aku tak mau ada penyesalan dari mu nantinya" ujar Chanyeol, sambil mengelus surai lembut milik Baekhyun

"Hmmh baik Chanyeollie" jawab Baekhyun

"Yasudah aku pergi. Beristirahatlah aku tahu kau lelah setelah pergulatan kita tadi malam. Kau semakin menakjubkan Baekhyun" ujar Chanyeol berbisik di Telinga milik kekasihnya itu. Sontak kedua pipi gembil milik lelaki cantik itu bersemu merah sejadi-jadinya.

Setelah berpamitan, ketiga lelaki jangkung itu mulai melangkahkan kaki mereka ke arah pantai yang semalam mereka datangi. Mereka akan merubah wujud mereka disana, tanpa takut ketahuan oleh manusia.

.

.

.

.

Sedangkan Kyungsoo dan Luhan mereka merasa tak asing dengan tempat yang mereka datangi kali ini, merasa ada yang aneh sontak Luhan langsung menggenggam lengan sahabatnya itu.

"Soo sepertinya aku tahu kita ada dimana, hal gila apa yang membawa kita ke tempat ini" Luhan sudah mulai ketakutan, dan itu dapat Kyungsoo rasakan dari telapak tangan Luhan yang sedang menggenggam lengannya sudah mulai dingin sejadi-jadinya.

"Tenanglah, jika kau tenang aku jamin semua akan baik-baik saja. Dan asal kau tahu hal gila yang membawa kita kemari itu dirimu, kenapa aku tak mengingat tempat ini saat berjalan kesini" sungguh sekarang Kyungsoo benar-benar tidak memgerti dengan dirinya, lama ia tinggal di daerah ini. Mengapa dia jadi seperti akan lupa dengan arah jalannya tadi.

Ia sangat mengenali tempat apa yang sedang ia dan Luhan masuki ini, tempat ini sangat berbahaya. Yang terpenting pantai ini sangat terlarang untuk di masuki, yahh bisa di katakan jika kau ingin nyawa mu selamat jangan pernah memasuki daerah ini.

Dahulu banyak mitos mengerikan tentang pantai ini, dan entah mengapa para penduduk sekitar percaya saja dengan mitos itu seakan mitos itu sudah terbukti kebenarannya.

"Kyung kau dengar itu?" Luhan sudah mendekap tubuh Kyungsoo karna saking takutnya.

"Ada yang berjalan kemari Lu" tanpa pikir panjang Kyungsoo membawa dirinya dan Luhan untuk bersembunyi dari apa saja yang sedang berjalan ke arah mereka itu.

"Ayo yang mulia, ibu ratu mungkin sudah mulai khawatir dengan kita" demi apapun Kyungsoo kenal dengan suara itu. Itu suara milik lelaki tan yang semalam tak henti-hentinya merayu Kyungsoo, kyungsoo tak mungkin salah dengar. Dan tunggu apa tadi, yang mulia? Ibu ratu? Detik itu juga Kyungsoo mengedarkan penglihatannya ke arah dimana suara milik Kai berasal.
Ternyata benar dugan Kyungsoo, itu benar Kai.

Dan ia sedang tak sendirian ia bersama dengan Chanyeol dan juga Sehun. Dan tunggu, jadi ternyata orang yang di panggil Yang mulia itu Chanyeol. Kyungsoo mulai bingung dengan keadaan yang di alaminya ini? Siapa Chanyeol itu sebenarnya dan siapa mereka? Sungguh sedari kemarin bukannya sudah Kyungsoo bilang ia mulai agak curiga dengan ketiga laki-laki itu mereka sangat berbeda dengan manusia biasa. Apalagi wajah mereka ketampanan mereka sudah diluar batas nalar seorang manusia.

Lama Kyungsoo mengamati mereka yang sedang melangkang untuk masuk ke dalam laut, ia mulai menyentuh pundak Luhan sahabatnya itu. Ia mengajak Luhan untuk melihat apa yang terjadi sekarang ini.

"Lu kemari, coba kau lihat itu Chanyeol, Kai dan Sehun kan?" Tanya Kyungsoo memastikan kepada sahabatnya itu

"Iya soo, yakk! Kenapa mereka memasuki lautan itu! Ombak disini sangat ganas bisa-bisa mereka tenggelam!" Luhan sedikit panik, Kyungsoo langsung mengisyaratkan kepada laki-laki itu untuk tak bicara terlalu kencang.

"Ayo kesana, mari kita perhatikan apa yang sedang mereka lakukan sekarang" Kyungsoo menuntun jalan Luhan untuk bersembunyi di batu karang yang cukup dekat dengan bibir pantai sehingga mereka akan sangat mudah melihat apa yang ketiga lelaki itu lakukan.

Dan alangkah terkejutnya mereka, setelah memperhatikan beberap detik. Mereka melihat ketiga lelaki itu berubah wujud menjadi manusia setengah ikan. Sontak Kyungsoo langsung membekap mulut Luhan yang ingin berteriak saat melihat perubahan ketiga lelaki yang mereka kenal itu.

Ternyata benar dugaan Kyungsoo, ada yang tidak beres dengan ketiga laki-laki itu. Dan sekarang sudah sangat jelas, ketiga lelaki itu bukanlah seorang manusia biasa, mereka adalah seorang duyung atau merman. Pantas mereka memiliki rupa yang sangat sempurna, ternyata mereka bukanlah berasal dari kaumnya.

"Kyungsoo S sehunn E Ekorr" Luhan sudah tak sanggup lagi berkata-kata, air matanya sudah menggelinang, ia tak sanggup menanggung perasaannya yang sangat campur aduk sekarang ini, dan ia juga tak paham Bagaimana harus menanggapi ini semua. Ini gila, ini tak nyata. Tetapi inilah yang terjadi, inilah kenyataannya.

"Iya Lu, ternyata mereka bukan dari kaum kita, kau ingat kata-kata Baekhyun yang mengatakan jika Chanyeol itu berbeda. Aku paham sekarang makna dari kata 'berbeda' yang Baekhyun katakan pada kita! Yaa ku rasa Baekhyun sudah tau dengan ini semua, ayo kita kembali Lu. Tak perlu kau menangisi lelaki itu, lupakan kata-kata ku tadi yang menyuruh mu untuk memperjuangkan perasaan mu. Lebih baik kau lupakan saja itu semua!" Kyungsoo benar-benar sangat marah dengan kenyataan yang menampar dirinya sekarang ini, lelaki tan itu. Tak Kyungsoo sangka, ia begitu kejam. Ia membohongi Kyungsoo, dan ia sekarang sudah berhasil membohongi perasaan Kyungsoo.

Kyungsoo menggenggam lengan Luhan erat-erat ditariknya lelaki itu dari daerah pantai terlarang itu. Pantas saja pantai ini sangat terlarang, ternyata begitu banyak monster yang tinggal di pantai ini.

Di langkahkannya kakinya untuk berjalan sekencang-kencangnya ke arah rumah Baekhyun. Ia sudah bersumpah akan meminta segala penjelasan Baekhyun tentang segala hal gila ini. Kalau bisa ia ingin langsung membawa teman-temannya untuk pergi dari daerah ini. Ia tak mau sahabat masuk ke dalam jurang yang sangat berbahaya ini. Kalau bisa ia ingin mengajak teman-temannya itu pindah ke negara lain dan meninggalkan hal-hal gila ini.

.

.

.

.

Tbc


Haii..

Happy EXO-L day guys..

Gak nyangka ya udah 4 tahun aja huhuhu, gue harap kalian akan terus ngedukung uri EXO hari ini, besok dan juga selamanya.

Dan pada intinya I always wish the best for us. Chukkae EXO-L!

And now…

Diriku kembali again..

Apa kabar semuanya?

Gimana nih cerita ini? Makin bosenin yaa? Gaje ya? Huhu maafkan aku guys.

Tapi gue bakal usahain buat cerita ini gak terlalu monoton, dan moga2 kalian gak ngerasa bosen sama cerita ini

Terimakasih juga buat Review, fav dan follownya.

Dan sorry juga kalau ada kata-kata yang aneh, rancu, belibet dan juga typo

Mungkin itu aja deh, mubajir ntaran kalok banyak2

Yausudah byeee

Salam Chanbaek is real!

Eehh wait! Aku mau nanyak nih, kalian setuju gak kalok entaran si baek gue buat hamil anaknya si Chanyeol, ntar jadi mpreg gitchuu wkwkwk