*BRAK*
Mendengar kegaduhan dari arah pintu belakang rumahnya, Baekhyun yang tadi sedang bersantai di ruang keluarganya, bergegas berlari kearah suara bantingan pintu itu. Dapat ia lihat disana kedua sahabatnya, Baekhyun tak paham dengan keadaan dua temannya itu.
Saat ia melihat Luhan, dapat Bekhyun lihat lelaki pemilik mata rusa itu tengah menangis sejadi-jadinya, air mata lelaki itu terus-terusan mengalir mengenai pipi mulusnya itu, sedangkan satu temannya lagi. Kyungsoo, ia hanya terdiam dan menatap nyalang ke arah Baekhyun. Sungguh Baekhyun bingung dengan apa yang tengah terjadi sekarang ini.
"K Kalian kenapa, Luhan kau mengapa menangis?" tanya Baekhyun gugup
"Masuk Baek! Aku butuh penjelasan mu atas semua kegilaan ini!" Terlihat Kyungsoo sedang sangat marah, intonasi suaranya sangat tegas saat ini. Tak pernah lelaki Do itu berbicara sedingin ini kepada Baekhyun
"Kegilaan apa? Hei Kyung" Baekhyun mencoba bertanya kepada temannya itu, namun Kyungsoo sudah terlebih dahulu menarik lengan Baekhyun, cukup kencang ia menarik lengan Baekhyun, tak sadar Baekhyun sedikit meringis karna tarikan dari sahabatnya itu.
.
.
.
.
Setelah berada di ruang keluarga, Kyungsoo langsung menuntun Baekhyun untuk duduk di atas karpet tebal yang ada disana, di ikuti dirinya dan juga Luhan.
"O okay, bisa kalian ceritakan pada ku, ada apa ini?" Tanya Baekhyun cukup ragu, ia sangat takut sekarang menatap wajah dingin yang di tunjukkan sahabat Do-nya itu.
"Aku mau kau jujur kepada kami! Tak ada yang perlu kau tutup-tutupi lagi kepada kami. Jika kau mau semua ini berjalan dengan mudah, ceritakan segalanya" Kyungsoo benar-benar sangat marah sekarang ini, suara yang ia keluarkan benar-benar sangat dingin dan mencekam.
"Tentang apa?" tanya Baekhyun sambil menatap ke dua sahabatnya itu
"S Sehun Baek hikss ekor" Luhan meringis mengucapkan kata Sehun dan juga kata ekor, Baekhyun sangat terperanjat dengan apa yang di ucapkan Luhan, ke dua matanya berkedip acak, bibir mungilnya terbuka karena ucapan sahabatnya itu, ia mengerti jalan ceritanya ini sekarang, dan Baekhyun berusaha untuk menetralkan segala kegugupannya, ia berusaha untuk tenang disana.
"Kau terlihat sudah paham saat Luhan mengatakan kata-kata itu, jadi sepertinya tak perlu lagi aku bertele-tele, ayo jelaskan" Kyungsoo benar-benar tak menampilkan ekspresi apapun kepada Baekhyun, jujur Baekhyun sangat-sangat takut sekarang berhadapan dengan sahabatnya itu.
"D darimana kalian tahu soal itu?" Baekhyun mulai bertanya kepada ke dua sahabatnya, Luhan tak memiliki niat untuk menjawab pertanyaan Baekhyun dia hanya terdiam dengan tangisan yang sedari tadi tak bisa ia hentikan.
"Pantai terlarang! Kami tak sengaja kesana, tanpa kami sadari seperti ada yang menuntun kami ke sana, dan sepertinya ada hal yang hendak di tunjukkan kepada kami dan benar saja kami sangat berterimakasih akan hal itu, kami dapat mengetahui kegilaan yang ternyata selama ini sudah lama kau tutup-tutupi" ujar Kyungsoo dingin kepada Baekhyun
"Tak ada niatan ku untuk menutup-nutupinya kepada kalian" Ucap Baekhyun, ke dua matanya sudah berkaca-kaca sedari tadi.
"Lalu bagaimana kau menjelaskan ini semua, apa ini Baekhyun? Jika kau masih menganggap kami sahabat mu, jelaskanlah semua ini" Kyungsoo benar-benar berusaha membuat Baekhyun mau membuka mulut dan menjelaskan hal yang terus mengganggu pikirannya itu.
"Chanyeol dan juga ke dua temannya, mereka bukanlah manusia biasa. Mereka adalah mahkluk lain yang sering di anggap mengerikan oleh manusia. Mereka adalah seorang duyung atau sering kita sebut merman. Tapi kalian tak perlu takut kepada mereka, mereka sama sekali tak berbahaya. Aku percaya kepada kekasih ku itu" dengan lembut Baekhyun menjelaskan siapa sebenarnya Chanyeol itu kepada Kyungsoo dan Luhan
"Tak berbahaya! What, Baek? Apa kau gila! Mereka itu mahkluk lain Baek, tak ada yang dapat menjamin kalau kita akan selamat saat berdekatan dengan mereka. Apa kau tak ingat cerita yang beredar. Mereka itu mahkluk pembawa sial Baek, tak seharusnya kita membiarkan mereka berdekatan dengan kita manusia. Bisa saja kau akan terbunuh olehnya Baek, mereka tak dapat kita prediksi. Mereka mahkluk buas, mereka liar, dan mereka adalah mahkluk yang tidak pernah sungkan untuk membunuh kaum kita" Kyungsoo berteriak di hadapan Baekhyun, ia sudah tidak mampu mengontrol amarahnya saat ini, ia tak menyangka Baekhyun begitu tega membohongi soal hal yang mengerikan seperti ini.
"Kau salah Kyung, kau tak seharunya menilai sesuatu dari 'katanya' ataupun 'ceritanya'. Kau harus melihat dari kebenarannya. Kaum kitalah yang sebenarnya banyak bersalah kepada mereka. Mereka tak akan pernah menyerang kalau saja manusia tidak mengganggu mereka"
"Dan Chanyeol, kau tak perlu khawatir! Aku adalah mate-nya, ia tak mungkin menyakiti ku. Aku adalah pasangan hidupnya. Jauh sebelum kami lahir, sang pencipta sudah terlebih dulu menyatukan takdir cinta kami. Dan aku mohon jangan pernah menghina dia Kyung, dia sudah banyak menderita karna manusia" Ucar Baekhyun nanar kepada Kyungsoo, ia tak mau tersulut emosi kepada sahabatnya itu, tapi hatinya tak terima saat Kyungsoo menghina kekasihnya sekeji itu.
"Wow sepertinya mahkluk-mahkluk itu sudah terlebih dahulu mencuci otak mu. Lalu apa mau mu sekarang? Jadi kalau ia mate mu, kalu ia pasangan jiwa mu, kau mau apa Baek? Apa kau ingin pergi bersamanya dan menjadi kaumnya?" Tanya Kyungsoo sarkas kepada Baekhyun
"Jika itu yang terbaik, aku rela menyerahkan kehidupan ku ini dan menukarnya agar aku bisa selalu bersama dengannnya. Aku sangat mencintainya, kalian tak bisa memisahkan kami begitu saja, aku mohon cobalah mengerti dengan keadaan ini. Janganlah kalian pentingkan ego itu, cobalah buka pikiran kalian, mereka hanya ingin berteman dengan manusia, tak ada niatan untuk menyakiti pada awalnya namun manusia sendiri yang menutup kedua mata mereka dan malah menyerang mereka membabi-buta" Ujar Baekhyun, tangisannya sudah tak mampu ia tahan lagi, ia tak sanggup menahan semuanya, ia tak mau bertengkar dengan sahabatnya tapi ia juga tak mau ketika sahabatnya mencaci-maki kekasihnya tanpa ada alasan yang jelas, hanya karna sebuah mitos mereka tak berhak membenci sesuatu tanpa tau kebenarannya terlebih dahulu.
"Kau gila Baek! Kau telah dibutakan oleh cinta mu, sampai kau tak sadar dengan apa kau berurusan sekarang" Kyungsoo sudah tak tahan menahan emosinya, ia ingin berteriak sejadi-jadinya kepada sahabatnya ini.
"Aku mohon Kyung cobalah mengerti kali ini, cobalah untuk menerima mereka" Mohon Baekhyun kepada sahabatnya itu.
"Untuk apa aku harus menerima mahkluk pembawa sial seperti mereka. Kita ini manusia Baek, kita tak pantas berhubungan dengan mahkluk seperti mereka. Banyak pembatas yang tak seharusnya kau lewati hanya karna perasaan mu semata-mata" Kyungsoo berusaha untuk menasihati sahabatnya itu.
"Baiklah sebelum ini semakin parah, sebaiknya kita pergi saja dari sini. Aku tak ingin membahayakan nyawa kalian dan nyawa ku hanya karena mahkluk itu. Ayolah berisiaplah, kita harus bergegas sekarang juga" Kyungsoo berusaha untuk mengajak sahabatnya itu pergi darisana, namun Baekhyun sama sekali tak bergeming dari tempatnya begitu juga dengan Luhan mereka hanya terdiam tanpa berniat menyahuti Kyungsoo
"Ayolah Baek, Lu! Jangan diam saja! Kita harus pergi sebelum mereka kembali kesini. Kita harus pergi sejauh-jauhnya agar mereka tak dapat menemukan kita lagi" Ujar Kyungsoo tegas kepada sahabatnya itu.
"Tidak Kyung. Kau tak bisa memaksa ku! Ini tentang cinta ku, inilah takdir ku. Seberapa jauhpun kau memisahkan kami, itu tak akan pernah berhasil. Kau tak akan pernah bisa menghalangi takdir yang sudah disusun rapih oleh sang pencipta" Ujar Baekhyun dingin tanpa ekspresi kepada sahabatnya itu, sedangkan Kyungsoo cukup terkejut dengan penolakan yang diberikan Baekhyun kepadanya.
"Terserah kalian mau pergi atau tidak, aku akan tetap berada disini. Dia mate ku, aku tak bisa berjauhan dengannya. Dialah hidup dan mati ku" setelah mengucapkan kata-kata itu Baekhyun dengan emosi melangkahkan kakinya kearah kamarnya, membanting pintu itu dan mengunci rapat-rapat pintu itu, ia tak mau kedua sahabatnya itu masuk dan berkata-kata seenak mereka tentang Chanyeol, sungguh Baekhyun tak terima akan hal itu!
"Oh bagus, bagus sekali. Kau lihat Lu! Mungkin aku akan bertepuk tangan saat melihat mahkluk-mahkluk mengerikan itu, Lihat! Mereka sudah berhasil mencuci otak Baekhyun kita. Aku tak mengerti harus berbuat apa sekarang. Aku tak mau ia tersakiti, tapi kenapa ini balasan yang ia berikan kepada ku! Apa salah jika aku ingin melindungi kalian! Kalian keluarga ku! Tak pantas mahkluk seperti mereka menghancurkan persahabatan yang sudah lama kita rajut bertahun-tahun" Kyungsoo berteriak frustasi, ia terduduk di lantai sambil menekan pelipisnya, kepalanya serasa akan pecah saat itu juga.
"K kau tidak salah Kyung, hanya cara mu saja yang tidak benar" Luhan mulai membuka suaranya, sedari tadi ia hanya terdiam dan menangis mendengar ocehan dari kedua sahabatnya, ia tak hanya terdiam saja disana, tapi ia juga berfikir mencerna semua perkataan yang di katakan oleh Baekhyun, ia tak mau ini semua hancur hanya karena keegoisan mereka, harus ada salah satu yang menjadi air jika kedua sahabatnya itu adalah apinya.
"Apa maksud mu?" Tanya Kyungsoo sarkas
"Jika kau ingin melindungi Baekhyun dan persahabatan kita, aku mendukung mu. Dan apabila kau ingin menjauhkan Baekhyun dengan mate-nya maaf Kyung aku tak bisa mendukung mu" Luhan menatap Kyungsoo dalam, tak ada sisi ceria yang Luhan tunjukkan sekarang ini, ia menatap wajah sahabatnya itu dengan linangan air mata yang tiada hentinya ia keluarkan.
"Apa maksud mu, apa otak mu juga sudah di cuci juga?" Tanya Kyungsoo pada Luhan
"Tidak, aku hanya mencoba mengerti dengan keadaan yang Baekhyun alami, apa kau tak dengar yang Baekhyun katakan tadi? Ia Mate dari Chanyeol. Dan jika benar Chanyeol seorang merman berarti ia bisa di katakan sama seperti mahkluk immortal lainnya. Dari apa yang sering ku baca, jika seorang mahkluk immortal telah bersatu dengan mate-nya. Mereka tak akan pernah bisa di pisahkan dengan cara apapun, hanya kematian yang dapat memisahkan mereka. Dan jika salah satu dari pasangan itu mati, yang satunya pun tak akan lama menyusul kematian mate-nya itu. Jadi kumohon demi Baekhyun, aku tak mau ia semakin tersiksa. Ia membutuhkan Chanyeol, cobalah mengerti, jangan pernah mau kau di kuasai oleh ego mu sendiri" Luhan berusaha membuat Kyungsoo paham dengan semua itu, ia berharap agar Kyungsoo mau mendengar ini semua dan tidak mementingkan emosinya.
"Wahh, kau terlalu banyak membaca karangan fiksi Lu" Ucap Kyungsoo remeh
"Dan kau juga terlalu percaya akan mitos, yang belum tentu kebenaranya. Cobalah mengerti kali ini saja, kita tak bisa memutuskan sesuatu hanya sepihak. Kita juga harus mendengarkan penjelasan dari pihak Chanyeol juga. Ingat Kyung ini bukan takdir mu, ini takdir Baekhyun, kau tidak memiliki hak untuk mengatur takdirnya begitupun aku, sekalipun kita ini keluarga satu-satunya yang Baekhyun milik" Luhan dengan mudah membungkam Kyungsoo, dan disana Kyungsoo hanya bisa terdiam dengan perkataan Luhan tadi kepadanya, ia mulai berfikir dan mencoba untuk mengerti seperti apa yang Luhan katakan tadi.
"Terserah kalian saja,memang ini bukan hak ku untuk mencampuri takdirnya, tapi ini adalah hak ku untuk melindunginya dan juga kau Lu" Kyungsoo mulai menahan emosinya, ia tak mau semakin tersulut akan emosinya, ia tak mau masalah ini semakin runyam kedepannya.
"Terserah kau saja, tapi ku mohon. Jangan bertindak gegabah. Pikirkan perasaan Baekhyun" Luhan berusaha mengingati sahabatnya itu
"Sehun, apa kau bertindak seperti ini karna kau juga telah jatuh hati dengan duyung itu?" Tanya Kyungsoo dengan senyuman miring yang ia tunjukkan kepada Luhan
"Aku tak ingin membohongi perasaan ku, dan benar selain karna Baekhyun alasan lain juga karna dia" ucap Luhan, ia tak berniat untuk menatap wajah sahabatnya itu, ia hanya melihat kearah lantai atas dimana disana kamar Baekhyun berada, terlihat kamar itu terkunci rapat.
Setelah mengucapkan kata-kata itu, kedua tungkai Luhan mulai melangkah untuk menaiki anak tangga yang ada di rumah itu, ia ingin memasuki kamarnya. Kepalanya seakan ingin pecah dan juga ia sudah lelah karna sedari tadi menangisi kisahnya yang menyedihkan ini.
Hari masih pagi, namun masalah tak pernah pandang bulu untuk datang di waktu kapan saja.
Begitupun Kyungsoo, lelaki Do itu berusaha menenangkan hati dan pikirannya, ia baringkan tubuhnya di atas karpet tebal yang ada disana.
"Dan jika ini untuk Baekhyun, baiklah aku akan mencoba mengerti.." Ucap Kyungsoo pada dirinya sendiri.
.
.
.
.
Di kamarnya, terlihat Baekhyun hanya terlungkup di atas ranjang empuknya, ia berusaha menenggelamkan wajahnya di ranjang itu, meredam suara tangisannya agar tak di dengar oleh para sahabatnya.
"Hikss,, kenapa ini semakin sulit dan kenapa Kyungsoo begitu tega menghina seseorang tanpa memikirkan kebenarannya. Aku tak sanggup menghadapi ini semua. Mama papa… apa keputusan yang Baekhyun pilih sudah benar? Baekhyun menyayangi Kyungsoo Luhan, tapi dilain sisi Baekhyun jauh lebih menyayangi Chanyeol. Chanyeol kekasih Baekhyun mah pah… Ntah bagaiman hidup ku jika tanpa dia, aku hanya ingin selalu bersamanya, apa itu salah?" Baekhyun terisak disana, ia tak paham harus bagaimana sekarang ini.
* * Ponsel Baekhyun bergetar, saat ia melihat disana telah ada notifikasi chat dari Luhan. Jujur, Baekhyun sangat malas untuk menanggapinya, ia tak sanggup mendengar caci maki mereka tentang Chanyeol, tetapi ketika ponselnya tak henti-henti bergetar dengan terpaksa Baekhyun membuka aplikasi Chat-nya dan melihat pesan yang di kirimkan oleh Luhan.
Luhan : Baek apa aku boleh masuk?
Baek, aku mohon, aku mengerti dengan perasaan mu. Karna akupun juga merasakannya
Ada hal yang ingin ku bicarakan, aku bersumpah aku tak akan marah kepada mu
Jika kau mengijinkan, tolong bukalah pintu mu, aku ingin bersama dengan bayi ku.
Hanya aku, tidak ada Kyungsoo
Baekhyun membaca pesan yang dikirimkan oleh Luhan, jujur ia bingung dengan maksud dari pesan Luhan barusan. Tapi tanpa pikir panjang, Baekhyun mulai beranjak dari ranjangnya dan membukakan pintu kamarnya untuk Luhan, dan benar saja disana sudah ada Luhan yang menunggu Baehyun untuk membukakan pintunya
"Terimakasih Baek" Ucap Luhan tulus
"Yasudah ayolah masuk" Ujar Baekhyun, setelah ia dan Luhan masuk ke dalam kamarnya, tak lupa ia langsung mengunci pintu kamarnya itu lagi. Ia masih tak ingin berjumpa dengan Kyungsoo.
"Bagaimana keadaan mu?" Tanya Luhan
"Yah begitulah" Jawab Baekhyun seadanya.
"Baek, jujur. Awalnya aku merasa semua ini tak masuk di akal. Tapi setelah mendengar seluruh penjelasan mu tadi kepada kami, aku mencoba mengerti dengan hal ini semua. Aku sadar Baek, aku dan Kyungsoo tak dapat memisahkan kau dan Chanyeol, kami tak bisa melanggar takdir yang sudah dibuat oleh tuhan, jadi ku mohon. Jika kau memilih untuk pergi bersama Chanyeol, pergilah Baek. Jangan pernah membohongi perasaan mu, aku tahu bagaimana rasa sakitnya saat berpisah dengan orang yang kau cintai. Jika kau merasa ialah mate mu pergilah bersamanya Baek, disini aku akan menjadi Luhan sahabat mu yang selalu mendukung semua pilihan yang kau buat, dan berdoa agar kau selalu bahagia dengan pilihan mu itu. Aku pernah membaca sebuah buku, pasangan seperti kalian tidak akan pernah bisa tahan berpisah lama seperti ini. Jadi ku mohon jangan menyiksa dirimu, dan jangan terlalu dengarkan perkataan Kyungsoo tadi, dia hanya belum paham dengan kisah cinta seperti ini. Perjuangkanlah cinta mu Baek, jangan pernah takut" ujar Luhan berusaha untuk menenangkan sahabatnya itu
"Terimakasih Lu, aku tak menyangka kau bisa memahami semua ini. Makasih Lu" Baekhyun terlihat sangat bahagia dengan perkataan Luhan tadi, spontan saja ia langsung memeluk tubuh Luhan hangat, ia terharu dengan perkataan Luhan tadi, sampai ke dua matanya sudah berkaca-kaca sekarang ini.
"Hahaha sudahlah orang seperti kita tak pantas untuk menangis dan bersedih-sedih seperti ini, ingat ini bukan style kita" Ujar Luhan yang masih memeluk tubuh Baekhyun hangat
"Kau benar Lu, tapi terimakasih atas semuanya. Aku berharap kelak kau akan menemukan kekasih mu juga, aku harap ia juga akan menyayangi dan mau menjaga sahabat rusa ku ini" Baekhyun berusaha untuk melupakan semua pernasalahannya, ia mulai bercanda dengan sahabatnya itu
"Tapi Lu, Bagaimana Kyungsoo" Tiba-tiba mood Baekhyun seakan turun lagi, ketika mengingat nama sahabatnya itu
"Ia sangat sulit untuk di nasihati, kita tunggu saja sampai Chanyeol, Sehun dan Kai kembali. Ku rasa dengan Kai yang menjelaskan segalanya pada dirinya, ia akan mau mendengarkan sedikit.." Ucap Luhan dengan senyuman manis yang ia tunjukkan kepada Baekhyun
Dan sekarang, Luhan dan Baekhyun hanya saling menenangkan satu sama lain, tak ada niatan mereka untuk mengungkit-ungkit permasalahan tadi.
"Lu, apa kau menyukai Sehun?" Tanya Baekhyun ragu-ragu
"Kalau aku jawab ia, kenapa?" Luhan bertanya kembali pada Baekhyun
"Ah tidak apa-apa, aku hanya senang jika mendengar kau juga menyukai Sehun. Aku merasa tidak sendirian untuk memperjuangkan cinta rumit ini, ternyata ada juga sahabat manis ku ini yang juga ikut memperjuangkan cintanya sama seperti ku" Ujar Baekhyun semangat di hadapan Luhan
"Dan seperti yang kau katakan tadi Baek, sepertinya kau tak akan sendirian kali ini. Karna aku juga mencintai lelaki dingin itu, sepertinya Sehun sudah berhasil mengambil seluruh perasaan ku. Dan sepertinya kita akan berjuang bersama-sama untuk cinta kita" Luhan menatap Baekhyun dengan senyuman manisnya yang tak henti-henti ia tunjukkan, Baekhyun terkejut dengan ucapan Luhan, tapi setelah mendengar perkataan Luhan tadi, tak ada alasan lagi yang ia minta. Ia senang, senang karna ia tak sendirian menghadapi ini semua dan juga senang karna Luhan akhirnya bertemu dengan takdir cintanya.
"Mari berjuang bersama Lu" Baekhyun terlihat sangat bersemangat sekarang ini
"Tentu Baek, tak ada yang dapat menghalangi kita, sekalipun itu si menyebalkan Kyungsoo" tak mau kalah dengan Baekhyun, Luhan jauh lebih semangat. Bagaimanapun hasilnya nanti di pikiran Luhan saat ini ia hanya perlu berusaha untuk memperjuangkan cintanya kepada Sehun.
.
.
.
.
Hari sudah semakin siang, tak mereka sadari ke tiga lelaki mungil itu sudah lama terlelap dan menyelami mimpi mereka masing-masing.
Dan pada akhirnya Luhan terbangun, perutnya seperti sedang berdemo di dalam sana mengingat tak ada sesuappun yang ia makan saat makan pagi tadi, karena terlalu heboh dengan wujud dari Chanyeol dan kawan-kawan membuat mereka lupa untuk menyantap sarapan pagi mereka.
Luhan berusaha untuk membangunkan Baekhyun yang sekarang ini masih terlelap disana, Luhan menatapi sahabatnya itu, dapat Luhan tebak sahabatnya itu pasti sekarang ini sangat lelah, tidak hanya lelah fisik, hatinya pun juga jauh lebih lelah. Hei, siapa yang sanggup menghadapai masalah rumit seperti ini coba.
"Baekk.. bangun baek. Sudah siang. Mari kita turun kebawah dan makan" Luhan berusaha membangunkan sahabatnya itu
Merasa terusik Baekhyun mulai mengedipkan kedua kelopak matanya yang lentik itu.
"Hnghh sudah jam berapa memangnya Lu?" Tanya Baekhyun
"Sekarang sudah pukul 2 siang, jika kau tak ingin melewatkan lagi makan siang mu sebaiknya bangunlah, sedari tadi pagi kita tak ada makan apapun, ayo Baek" Ajak Luhan ke Baekhyun
Dengan masih terhuyung-huyung Baekhyun berusaha untuk mengikuti Luhan keluar dari kamarnya lalu menuju dapur untuk memakan apapun yang bisa di makan.
Saat mereka sudah berhasil membuka pintu kamar Baekhyun, samar-samar Luhan dan Baekhyun mencium bau masakan, sangat wangi. Dan sepertinya mereka tahu yang sedang memasak itu. Siapa lagi yang bisa memasak seenak ini, sudah pasti Kyungsoo, dengan ragu-ragu Luhan dan Baekhyun melangkahkan kaki mereka untuk turun ke bawah. Jujur saja, mereka masih takut untuk bertemu Kyungsoo.
Sekarang ini ke dua lelaki manis itu sudah berada di dekat meja makan, mereka tak berani untuk langsung duduk disana, terutama Baekhyun. Padahal ini rumahnya, tapi ia masih takut untuk bertindak sesuka hatinya mengingat suasana mencekam yang masih melingkupi rumahnya.
Lama mereka berdiri disana, muncul lah Kyungsoo dengan membawa beberapa makanan yang telah selesai ia masak.
"Duduklah, aku tahu kalian lapar. Makan lah, aku sengaja memasak untuk kalian" Ucap Kyungsoo datar
Dengan ragu-ragu Luhan dan Baekhyun duduk disana, mereka mulai menyendoki makanan dengan gugup, tak ada yang berani untuk bersuara disana. Saat makanpun tak ada yang berniat untuk membuka suaranya, tak biasanya mereka seperti ini. Biasanya ketiga sahabat ini akan sangat heboh saat berada di meja makan, mereka akan membahas apa saja. Tapi sepertinya tidak untuk sekarang ini. Mereka hanya diam, layaknya seperti orang asing.
Setelah selesai menyantap makan siang mereka.
Seperti biasanya mereka akan berkumpul di ruang keluarga untuk menonton Tv ataupun bermain Playstation. Tapi tidak juga untuk saat ini. Ketiga lelaki itu hanya terdiam disana. Sampai pada akhirnya.
"Ekhemmm aku rasa ini sedikit aneh" Ucap Kyungsoo memecah keheningan
"Ahh iya iya" Kompak Luhan dan Baekhyun
"Hmmhh tak ku sangka kita jadi seperti ini, kita terlihat seperti orang asing. Aku tak mau kita seperti ini. Jadi ku mohon Lu Baek maafkan aku jika tadi aku terlalu kasar kepada kalian" Ucap Kyungsoo tulus meminta maaf kepada kedua temannya itu. Sedangkan Luhan dan Baekhyun cukup kaget awalnya mendengar perkataan Kyungsoo tadi, sontak sekarang ini mereka menatap wajah Kyungsoo dengan ekspresi bingung yang mereka tampilkan
"Iya, jika hanya karna ego dan emosi bisa menghancurkan persahabatan kita, aku tak mau itu terjadi. Aku sadar, aku salah. Aku terlalu egois tanpa pikir panjang aku meluapkan emosi ku pada kalian. Benar kata mu Baek sebaiknya aku mendengarkan seluruh kebenarannya baru aku bisa menilai baik atau buruknya. Dan Lu kau juga benar, aku hanya termakan akan mitos-mitos mengerikan sampai aku tak memikirkan perasaan sahabat ku, maafkan aku, ku mohon" Kyungsoo terlihat sangat menyesal saat ini, ia benar-benar merasa bersalah kepada Baekhyun maupun Luhan
Mendengar perkataan Kyungsoo, sontak Baekhyun dan Luhan menangis sejadi-jadinya dan menghampiri tubuh sahabat mereka itu dan saling memeluk disana.
Mereka benar-benar sahabat yang tak bisa dipisahkan oleh apapun, mau itu masalah besar dan kecil. Hal itu tak akan pernah bisa meruntuhkan tali persahabatan mereka yang jauh lebih kuat.
Mereka hanya khawatir, tak ada niatan apapun. Mereka hanya tak mau melihat saudara dan juga sahabat mereka tersakiti, hanya itu saja.
"Maafkan aku juga Soo, aku tahu kau khawatir kepada ku, maafkan aku" Baekhyun benar-benar menyesal sekarang ini
"Kenapa kau yang meminta maaf, akulah yang bersalah disini. Aku terlalu protektif kepada kalian tanpa memikirkan bagaimana perasaan kalian. Aku kecewa pada diriku sendiri. Tidak begini namannya persahabatan. Persahabatan itu saling mendukung dengan apapun pilihan yang di pilih sahabatnya bukan saling menghujat dan menyalahkan sahabatnya. Ku mohon maafkan aku Baek Lu aku sangat gelap mata tadi, hingga tanpa pikir panjang aku meneriaki dan memarahi kalian" tangisan Kyungsoo pecah, bulir air mata mulai mengalir disana mengenai kedua pipi gembilnya.
Sedangkan Luhan, ia sudah terlebih dahulu menangis disana. Ia tak pernah bisa menahan tangisannya saat menghadapi hal seperti ini. Jujur, di balik keceriaannya sebenarnya Luhan adalah orang yang sangat rapuh apalagi menyangkut tentang persahabatannya ini. Ia bisa saja berubah menjadi Luhan yang cengeng.
"Baiklah Baek, seperti yang kau mau. Aku akan mencoba mengerti dengan keadaan ini semua. Aku tak mau kau tersakiti. Dan jika memang Chanyeol lah kebahagian mu, aku dengan sangat rela kau pergi bersamanya. Tapi aku mohon sebelum kau benar-benar pergi, aku meminta padamu untuk menjelaskan ini semua. Jujur Baek aku masih bingung otak ku seakan tak mampu mencerna ini semua, tapi sungguh Baek aku sudah berusaha merelakan dengan lapang dada bagaimanapun pilihan mu nantinya"
"Dari dulu hidupmu selalu di rundung kesedihan, dan sekarang sangat egois jika aku mehalangi mu untuk menggapai kebahagian yang sudah lama kau nanti-nanti. Demi apapun Baek, aku minta maaf kepada mu, maafkan perkataan ku tadi. Jika memang Chanyeol kebahagian mu gapailah ia. Aku akan selalu mendukung mu disini" Kyungsoo menatap wajah sahabatnya itu tak ada lagi amarah disana, yang ada hanya ketulusan untuk kebahagiaan sahabatnya itu.
"Hehehe tak ku sangka Kyungsoo ku benar-benar sangat-sangat bijaksana, kau memiliki hati yang baik Soo, aku semakin menyayangi sahabat ku ini. Terimakasih Soo karna mau mencoba untuk mengerti akan semua hal ini" Luhan mulai bersuara disana, kedua tangannya tak henti-henti mengusap lembuat kedua punggung temannya itu
"Jika kau menginginkan penjelasan lain, alangkah lebih baik jika kita bertanya pada Chanyeol dan juga teman-temannya, merekalah kuncian dari semua pertanyaan mu. Tapi ku mohon lupakanlah emosi mu kepada mereka. Ingat soo ego dan emosi selalu membawa petaka pada akhirnya, cobalah untuk berlapang dada dan menerima semuanya demi Baekhyun demi persahabatan kita" Luhan terlihat semakin dewasa, tak pernah-pernah ia berbicara seperti ini, jujur, Kyungsso dan Baekhyun cukup terkejut dengan pekataan Luhan.
"Tentu Lu, aku berjanji tak ada lagi emosi dan juga amarah disini. Aku akan mencoba berlapang dada menerima semua ini" Kyungsoo tersenyum tulus kepada kedua sahabatnya itu.
Dan Baekhyun, ia tak henti-hentinya memeluk sahabatnya itu. Air matanya seakan tidak ingin mengering. Air matanya tiada henti mengalir dan mengenai ke dua pipi mulusnya itu. Jujur ia merasa benar-benar sangat beruntung sekarang ini.
Ya, ia sangat beruntung karena memilik sahabat seperti Kyungsoo dan Luhan.
Memang pada awalnya Kyungsoo sangat marah padanya, tapi seiring berjalannya waktu sahabat Do-nya itu mencoba untuk menerima pilihannya dan perasaannya. Begitupun Luhan, Lelaki rusa itu tiada hentinya mengucapkan kata-kata semangat untuk Baekhyun agar tak lelah memperjuangkan kisah cinta rumitnya ini.
Dan sekarang, seluruh beban di pundaknya itu seakan benar-benar sudah menghilang begitu saja. Rasa sesak yang ia rasakan tadi pagi saat Kyungsoo memarahinya, sekarang itu tidak ada lagi. Yang ada sekarang hanya rasa bahagia dan haru ke duanya tercampur aduk di dalam hatinya.
Baekhyun tak menyangka secepat ini Kyungsoo dapat memahaminya dan menerima segalanya, ia benar-benar berterimakasih kepada sang pencipta atas segala kebaikan yang ia berika kepada Baekhyun. Tak hanya Chanyeol, sang pencipta juga dengan sangat berbaik hati juga memberikan Baekhyun kedua sahabat yang sangat baik dan pengertian kepadanya. Ahh tidak hanya itu, kedua sahabatnya itu juga sangat menyayanginya, dan Baekhyun benar-benar sangat bersyukur akan hal itu.
"Hahaha, kita seperti anak-anak ya, tadi bertengkat sekarang berpelukan dan saling menangis bersama. Tapi tak aku suka sifat kekanakan kita ini. Tapi ku harap tak ada lagi yang dapat memecahkan tali persahabatan kita, sudah cukup ini semua. Dan tugas kita sekarang. Kita harus saling berjuang untuk kebahagian manis yang akan datang kepada kita nantinya, ayo tersenyum jangan menangis lagi, Baek Lu hahaha. Kalian tahu betapa jeleknya kalian saat menangis" Kyungsoo terlihat benar-benar sudah melupakan segalanya, ia terlihat sudah sangat baikan sekarang ini.
.
.
.
.
Di lain tempat
Terlihat tiga orang lelaki tampan yang tengah sibuk dengan pekerjaan mereka masing-masing.
Sampai pada akhirnya, seorang lelaki berwajah dingin memutuskan untuk mengatakan hal yang sejak tadi pagi mengganggu pikirannya
"Yang mulia, jenderal Kai ada yang ingin ku bicarakan pada kalian" Ucap lelaki albino itu
"Ada apa penasihat Oh?" Tanya Kai
Sedangkan Chanyeol, ia hanya memilih diam dan langsung mendengarkan apa yang ingin di katakan oleh penasihat kerajaaannya itu
"Tadi saat kita berada di pantai, aku melihat sosok Kyungsoo dan Luhan berada disana. Aku tak tahu itu benar atau tidak, karena aku hanya melihat sekilas" Dengan ekspresi datarnya lelaki itu mengatakannya kepada Kai dan Chanyeol. Sedangkan dua lelaki lain, mereka sudah terkejut dengan apa yang di katakan oleh Sehun tadi.
"Penasihat Oh itu tidak mungkin, pantai itu sangat terpencil dan sangat jarang di datangi oleh manusia hahha kau ini ada saja, mungkin karena kau terlalu lelah jadinya kau banyak berhalusinasi Sehun" Kai terkekeh dengan perkataan Sehun tadi, ia benar-benar tidak menganggap serius perkataan Sehun tadi.
"Tapi sepertinya apa yang kau lihat sepertinya benar penasihat Oh, entah mengapa aku juga merasakan kehadiran mereka disana, dan mungkin itu benar adanya" Ujar Chanyeol santai, sontak Kai yang mendengar itu mulai terkejut, ia yang awalnya menganggap itu hanya halusinasi Sehun mendadak membeku di tempatnya setelah Chanyeol mengatakan hal yang sama.
"L lalu apa yang harus kita lakukan sekarang ini. Oh yampun! Mengapa aku begitu ceroboh! Jenderal macam apa akau in!" Kai benar-benar merasa sangat kecewa dengan sikap cerobohnya tadi, bisa-bisanya ia tak merasakan apapun saat berada di pantai tadi.
"Tenanglah Kai, jika ke dua lelaki itu sudah mengetahui siapa kita sebenarnya bukannya itu bagus, kita hanya perlu memberikan mereka penjelasan tentang siapa kita sebenarnya dan mencoba membuat mereka mengerti dan menerima keadaan kita" Chanyeol mentap wajah penasihat dan jenderalnya itu serius, tak ada garis wajah tanda sedang bercanda disana.
"Lalu jika mereka tidak terima, lalu mengusir dan menjauhi kita, bagaimana?" Tanya Kai, ia sedikit gugup sekarang ini
"Hei Kai kau ini seorang merman" Ucap Chanyeol sambil menepuk pundak jenderalnya itu
"Maksudnya?" Kai benar-benar bingung dengan situasi saat ini
"Kai, kai.. kau memang benar-benar bodoh atau apa! Jika mereka tak bisa menerima segala penjelasan mu. Jalan terbaik yang dapat kau lakukan hanyalah gunakan kekuatan mu, berikan mereka kiasan. Sugesti mereka agar bisa menerima dan memahami keadaan kita" Ucap Sehun santai
Dan sekarang Kai sudah mengerti, dan ia cukup lega. Jujur ia takut lelaki mungil bermata bulat yang baru saja ia temui tadi malam pergi menjauhinya hanya karna ia seorang merman. Benar kata Sehun, hanya cara itu yang bisa membuat Kyungsoo tetap berada disisinya.
"Begini saja, ketika kita datang ke rumah Baekhyun nanti malam. Aku akan mencoba menceritakan segalanya kepada mereka. Dan setelah itu akan ku serahkan kepada kalian sisanya. Aku mau Sehun mengurus lelaki bermata rusa itu, dan kau Kai urusi lelaki bermata bulat mu itu"
Setelah mengatakan hal itu, Chanyeol berniat untuk masuk ke beranda istananya, disana ia menemui ibunya yang bersantai disana, ahh ternyata ibunya tidak sendirian disana. Adiknya Guanlian juga ada disana.
"Hei bu sedang apa?" Sapa Chanyeol, tak lupa ia juga memberikan sebuah kecupan hangat di dahi ibunya itu
"Heii anak ibu, seperti yang kau lihat ibu sedang bersantai dengan adik mu, bagaimana pekerjaan mu dan bagaimana Baekhyun mu?" Tanya ibu Chanyeol, mata berwarna hijau zamrud itu tak henti-hentinya menatap wajah tampan anak sulungnya itu
"Eii maaf apa boleh aku menyela, Baekhyun? Siapa dia? Aku tak pernah mendengar nama itu di kerajaan kita sebelumnya, apa aku terlalu lama berkelana sehingga aku melewatkan sesuatu?" Itu Guanlian, ia sedikit penasaran dengan nama yang baru saja ibunya sebutkan
"Ya sayang, kau banyak sekali ketinggalan berita. Maka dari itu menetaplah disini temani ibu mu yang tua ini disini" ujar ibu Chanyeol dengan sedikit bercanda dengan anaknya
"Oh bu, ayolah.. jawab pertanyaan ku siapa Baekhyun!" Ternyata Guanlin masih bersikukuh menanyakan siapa pemilik nama itu
"Dia kekasih kakak mu, ahhh bukan hanya kekasih. Di mate kakak mu" Jawab ibu Chanyeol santai, dan setelah mendengar jawaban ibunya itu, Guanlian langsung terdiam dan menatap kakaknya itu dengan ekspresi yang menunjukkan jika ia sangat sulit mempercayai apa yang baru saja ibunya katakan.
"Kak?" Guanlin memanggil kakaknya itu
"Hahh kau sama saja , tak pernah berubah, selalu ingin tahu. Ya Baekhyun mate ku. Dan tentang kau yang tak pernah mendengar namanya, tentu saja karna ia seorang manusia" Ucap Chanyeol menjawab seluruh keingin tahuan adiknya itu
"Apa? Manusia?!" Guanlin benar-benar seakan tersedak setelah mendengar asal dari kaum mate kakaknya itu, reflex ia menatap wajah ibunya, dan dapat ia lihat ibunya sekarang tengah tersenyum menjawab tatapannya.
"Wahh ini benar-benar gila" gumam Guanlin, ia benar-benar tak percaya dengan apa yang terjadi sekarang ini, Guanlin sangat paham betul dengan sikap kakaknya itu, Chanyeol itu sangat anti dengan namannya manusia, setelah ayah mereka mati disebabkan oleh manusia. Chanyeol seakan menutup diri dengan segala hal bahkan ia sangat membenci dengan mahkluk yang bernama manusia.
Tapi apa yang terjadi sekarang, si pria pembenci itu malah jatuh cinta dengan seorang anak manusia. Wah, ternyata sang pencipta sangat hebat membolak-balikkan hati dan perasaan mahkluknya, pikir Guanlin
"Bagaimana Baekhyun, apa dia ada mengatakan sesuatu kepada mu?" Tanya ibu Chanyeol
"Ahh itu, ia sudah memutuskannya. Ia mengatakan bahwa ia ingin ikut dengan ku dan merubah wujudnya seperti kaum kita, tapi aku menyuruhnya untuk memikirkan hal itu kembali. Aku tak mau ia menyesal di kemudian hari karna pilihannya, dan lagi banyak hal yang harus ia selesaikan di kehidupannya saat ini sebelum akhirnya merubah wujudnya seperti kita" Ujar Chanyeol kepada ibunya, sungguh ibu Chanyeol merasa senang dengan apa yang Chanyeol katakan. Ia merasa pilihannya untuk menemui anak itu tak berakhir sia-sia, dia sangat bahagai, sebentar lagi anak sulungnya akan dapat bersatu dengan mate-nya tanpa ada lagi dinding yang menghalangi mereka.
"Jujur, bu aku sangat senang saat ia mengatakan jika ia ingin seperti kita. Aku tak sabar menunggu saat ia benar-benar merubah wujudnya seperti kita" Chanyeol terlihat sangat bahagia dengan apa yang ia ceritakan kepada ibunya itu. Termasuk juga dengan ibu Chanyeol wanita itu juga dapat merasakan kebahagian yang di rasakan anaknya, senyuman tiada henti ia tunjukkan kepada anak sulungnya itu.
"Wahh kau benar-benar sangat beruntung kak mendapatkan mate yang begitu perhatian seperti Baekhyun mu itu, aku jadi iri padamu" ujar Guanlian kepada kakaknya itu, Ibu Chanyeol dan juga Chanyeol yang mendengarkan perkataan Guanlian tadi hanya bisa tersenyum dan tertawa melihat ekspresi iri yang di tunjukkan anak itu
"Makanya, jangan hanya pergi berkelana tanpa membawa hasil, sekali-kali pergilah dan carilah mate-mu. Jujur, ibu ingin melihat kedua anak ibu bahagia dapat bertemu dengan mate-nya. Ibu akan jauh lebih sangat bahagia jika ibu bisa menikahkan anak ibu dengan mate kalian nantinya, jika ayah kalian masih ada, ia pasti akan jauh lebih bahagia mendengar ini semua" Senyum ibu Chanyeol terlihat sedikit memudar saat ia teringat tentang suaminya itu, sebenarnya, wanita mermaid itu sama sekali tak bisa melupakan suaminya itu, jika tak ada Chanyeol dan Guanlin mungkin bisa saja ia menyusul suaminya itu, tapi ia masih memiliki alasan disini untuk hidup dan melihat kedua anaknya itu hidup bahagia dengan pasangan mereka masing-masing, ia sudah berjanji dengan suaminya, dan jika tugasnya sudah selesai. Mungkin dengan itu ia dapat tenang menyusul sang suami.
"Bu, ku mohon jangan bersedih" Ucap Chanyeol sambil mengelus lembut wajah ibunya, sedangkan Sandara ia tersenyum bahagia ketika mendapatkan perhatian dari kedua putra tampannya itu.
"Ibu sangat sayang pada kalian, alasan ibu bertahan hidup sampai saat ini hanya untuk melihat kalian bahagia, dan jika nanti kalian sudah bahagia, mungkin saja ibu juga akan pergi menyusul ayah kalian" Ucap Sandara sendu kepada kedua putranya itu
"Ibu, jangan mengatkan itu, kalau begitu Guanlin tak ingin mencari mate ku. Untuk apa aku mendapatkan mate ku, jika aku harus kehilangan ibu ku yang cantik ini. Jadi ku mohon bu tetaplah disini, tetaplah selalu ada bersama kami, jangan tinggalkan kami bu" Guanlin mulai memeluk ibunya itu, mendengar perkataan anaknya itu. Reflek Sandara memukul pelan kepala anak bungsunya itu
"Jangan bodoh Guanlin! Kau tetap harus mencari mate mu seperti kakak mu, jangan mencari-cari alasan bocah nakal!" Terlihat Sandara begitu kesal kepada anak bungsunya itu, tetapi senyuman indahnya tak pernah luntur saat memeluk anak bungsunya itu
"Chanyeol kemari, peluk ibu" Sandara mengulurkan tangannya kepada Chanyeol, dan detik itu juga Chanyeol menggapai tangan itu dan memeluk ibu cantiknya itu
"Uhhh bayi ku, tak ku sangka kalian akan tumbuh begitu cepat, dan bahkan sekarang kalian akan memulai kehidupan baru kalian, dan membina keluarga kalian sendiri, harus kalian ingat doa ibu akan selalu menyertai kebahagiaan kalian" Terlihat bulir air mata jatuh dan mengenai pipi wanita mermaid itu, kedua tangannya tak henti-henti mengelus ke dua putra tampannya itu, Sandara benar-benar bahagia dengan kehidupannya ini.
"Terkadang kita yang menentukan takdir kita sendiri, namun terkadang takdir itu sendirilah yang mengendalikan kita."
Sama seperti Chanyeol, awalnya ia yang memutuskan pilihan hidupnya sendiri, takdir hidupnya. Ia menolak untuk berdekatan dengan apapun, menutup dirinya tanpa mau melihat apa yang akan terjadi ke depannya. Tapi entah mengapa yang terjadi saat ini, ia merasa sekarang bahwa takdir itu sendirilah yang sedang bermain di kehidupannya.
Tanpa Chanyeol sadari, ia telah jatuh ke dalam pesona seorang anak manusia, padahal jauh di dalam relung hatinya ia sangat membenci kaum itu, untuk menyebutkan nama kaum itu saja ia tak sudi.
Namun apa yang terjadi sekarang ini, ia seakan terseret ke dalam permainnya. Dan mulai sekarang Chanyeol akan dengan senang hati bermain dengan takdirnya itu.
.
.
.
.
Tbc
Apa ini woyy….
Apa ini saudara-saudara sekhalianhhh
Sumpah otak gua ngstuck banget beberapa minggu ini, sebab itu acu belum bisa up2 beberapa hari ini.
Saya mencium bau-bau kebobrokan disini robby…
Ya ampun tolong, sumpah ni karna kebanyakan kobam moment Chanbaek. Jadi otak gue susah berfungsinya sekarang ini, kebanyakan kejang-kejang gue di pojokan.
Maaf ya manteman kalok cerita ini bikin kalian enek, tapi tenang. Esok daku akan bertapa mencari ilmu untuk memerangi kebobrokan kuh ini. Halah sudahlahh..
As always thanks for review, fav and follow-nya. *Bow*
Dan maafkan atas kebodohan ku yang lainnya as typo, belibet, kata2 rancu. Aku sadar akan hal itu
Aku harap kalian bakal terus mau baca dan support cerita ini sampai end nanti
Pokoknya itu aja dehh
See yaa in the next chap…
Dan selamat berkobam ria, Elyxion cukkk!
Bhayyy
Salam Chanbaek is real!
