Seperti pada malam biasanya.
Chanyeol beranjak pergi naik ke daratan untuk bertemu dengan kekasihnya. Ya, siapa lagi. Tentu saja Byun Baekhyun. Ia dengan penasihat dan jenderalnya mulai berenang mengarungi lautan untuk mencapai permukaan. Ketiga lelaki tampan itu hanya memilih diam seperti pada biasanya. Namun perjalanan kali ini Chanyeol lebih mempersiapkan dirinya untuk menjumpai mate-nya itu, karena ia tahu akan ada masalah yang akan ia temui nantinya. Tentu saja Kyungsoo dan Luhan, ke dua lelaki itu sepertinya sudah mengetahui siapa jati diri Chanyeol, Sehun dan juga Kai.
Tetapi Chanyeol tak ingin terlalu memikirkan hal itu, karena fokus utamanya bukanlah mereka. Baekhyun-lah fokus utamanya. Dan untuk sekarang ini ia tak perlu lagi untuk menjelaskan secara rinci kepada lelaki itu, ya tentu saja. Karena Baekhyun sudah mengetahui segalanya. Ia hanya ingin memfokuskan fikirannya untuk membawa Baekhyun segera kepelukannya tapi tentu saja Chanyeol harus sabar menunggu sampai waktu itu datang kepadanya.
Dan tentang Kyungsoo dan Luhan, ia sudah mempercayai hal itu kepada penasihat dan jenderalnya. Ia yakin, Kai dan Sehun mampu membuat ke dua lelaki itu mengerti dengan keadaan mereka, misalpun kedua lelaki itu memberontak dan menolak kehadiran mereka. Chanyeol sudah memberikan izin kepada Kai dan Sehun untuk menggunakan kekuatan mereka agar Kyungsoo dan juga Luhan mau mendengarkan mereka.
Sungguh, Chanyeol tak ingin masalah ini menghambat tujuannya untuk memiliki Baekhyun sepenuhnya. Sudah cukup lama ia menunggu untuk berjumpa dengan kekasihnya itu, ia tak ingin segala penantiannya itu menjadi sia-sia hanya karena penolakan dari kedua sahabat kekasihnya itu.
Sungguh, Chanyeol akan melakukan apa saja kali ini untuk mendapatkan kekasihnya itu, ia ingin menjadi egois untuk Baekhyun, ia tak mau kekasihnya itu pergi lagi darinya, sudah cukup segala penantian dan penderitaannya. Tekadnya sudah bulat, tak ada yang bisa menghalanginya untuk mendapatkan Baekhyun dan membawa kekasihnya itu ke istananya.
Lain Chanyeol, lain juga dengan penasihat dan jenderalnya, ke dua lelaki tampan itu juga tengah bergelut dengan pemikiran mereka masing-masing.
Kai, ia tengah memikirkan bagaimana respon yang akan di berikan Kyungsoo kepadanya jika ia sudah tau siapa jati diri Kai sebenarnya. Jujur, Kai sangat tertarik dengan lelaki itu. Tetapi dengan sikapnya yang sulit di tebak membuat seorang jenderal kerajaan besar seperti Kai dibuat bimbang dan gelisah karena lelaki Do itu.
"Aihhh apa yang harus ku katakan padanya nanti" batin Kai, sedari tadi ia tak henti-henti mengusak rambut kepalanya dan itu tak lepas dari pandangan Chanyeol yang sekarang ini sedang menatapnya dari belakang.
"Cobalah untuk tenangkan dirimu, tak ada yang di perlu khawatirkan. Aku yakin ia akan mendengarkan mu nantinya. Dulu Baekhyunpun begitu pada ku, namun aku berusaha dengan lembut mendekatinya dan menjelaskan segalanya pada Baekhyun. Dan hasilnya sekarang Baekhyun dengan senang hati menerima segala kekurangan ku, intinya kita tetap harus tenang dan cobalah berfikir positif, dengan begitu segala masalah akan mudah di lalui nantinya" Chanyeol memberikan sedikit petuahnya kepada Kai, sontak Kai yang mendengarnya sedikit terkejut dan memelankan kibasan ekornya guna untuk berenang beriringan dengan raja-nya itu.
"Ahh terimakasih yang mulia atas saran anda, tetapi entah mengapa pikiran ku tetap saja gelisah. Yang mulia tahu sendiri bagaimana sikap lelaki bermata bulat itu, sikapnya sangat sulit untuk di tebak, kadang ia hangat dan kadang ia bisa saja dingin kepada ku. Jujur, aku sedikit takut kepadanya" dengan sayu Kai menatap Chanyeol, ia benar-benar terlihat frustasi kali ini.
"Oh ayolah, kau ini seorang jenderal. Segala jenis mahkluk yang ada di dunia atas dan bawah telah banyak kau jumpai dan juga kau lawan. Mengapa hanya karena seorang manusia kau bersikap pengecut seperti ini Kim Jongin, bersikaplah layaknya seorang jenderal. Dan dengarkan kata-kata ku, kunci dari segala kegelisahan mu ini hanya tenang itu saja" Chanyeol menepuk punggung dari jenderalnya itu berusaha untuk membuat jenderalnya itu sedikit tenang.
"Ahh anda benar yang mulia, saya sangat berterimakasih atas nasihat anda tadi, baiklah saya tak ingin bersikap pengecut hanya karna hal ini, itu sangat bukan gaya saya yang tampan ini hahahaaa" Kai sedikit merasa tenang dengan perkataan Chanyeol tadi, ia sudah mulai bercanda kepada Chanyeol walaupun harus di akhiri dengan tawa hambarnya karena melihat ekspresi dingin yang di tunjukkan Chanyeol
"Rasanya aku benar-benar ingin menenggelamkan mu ke dalam pusaran air lautan, ckh tampan kata mu" Chanyeol terlihat sedikit kesal dengan perkataan Kai, yang mengatakan jika dirinya itu tampan. Sepertinya raja kita ini sedikit tidak terima dengan perkataan jenderalnya itu
"Aa-ahaha maafkan saya yang mulia, tentu saja saya tampan. Namun anda jauh lebih tampan di atas saya" Sebenarnya Kai sedikit bersandiwara dengan perkataannya tadi, ia hanya tak ingin Chanyeol merubah dirinya menjadi buih lautan nantinya
"HAH! Terserah mu saja" dengan wajah dinginnya Chanyeol mulai mengibaskan ekornya, berenang mendahului Kai dan juga Sehun.
"Yang mulia, maafkan saya… yang muliaa. Sungguh anda jauh lebih tampan dari saya. Itu sudah sangat terjamin kebenarannya" Kai masih berusaha untuk membujuk raja-nya itu, ia mulai berenang dengan cepat untuk dapat mendekat dengan Chanyeol.
"Huhh tidak raja, tidak jenderal. Benar-benar sangat kekanakan. Aku heran kenapa aku harus ada disini" Ketus Sehun, sedari tadi merman albino itu hanya menatapi interaksi antara Chanyeol dan juga Kai dari belakang dia enggan untuk bergabung bersama kedua lelaki itu, sungguh ia sudah tahu topik apa yang sedari tadi mereka perbincangkan. Demi apapun, Sehun benar-benar tidak perduli, dia hanya ingin menjalankan tugasnya saat ini. Tentang dua anak manusia lain yang sudah mengetahui siapa mereka sebenarnya, sungguh ia sama sekali tak terusik akan itu.
Tapi sepertinya tidak juga, sebenarnya. Sang penasihat Oh pada awalnya sedikit khawatir apalagi disaat ia melihat lelaki bermata rusa itu disana, ia sedikit penasaran bagaimana reaksi lelaki cantik itu kepadanya. Ya tapi ini Sehun, ia terkenal dengan sikap dinginnya, lelaki itu tak pernah ambil pusing dengan segala hal yang terjadi di sekitarnya.
.
.
.
.
Setelah membutuhkan beberapa jam untuk dapat naik ke daratan.
Kini ketiga lelaki tampan itu sudah berada di pesisir kawasan pantai terlarang lengkap dengan pakaian mereka masing-masing. Tidak ada yang spesial dari pakaian yang mereka kenakan, hanya celana denim pendek dengan T-shirt. Chanyeol dan Sehun menggunakan warna hitam sedangkan Kai lelaki itu memilih warna putih untuk ia kenakan. Tetapi pakaian sederhana itu bisa berubah menjadi sangat mengagumkan saat mereka yang memakainya, ketampanan dan kesempurnaan mereka sudah tidak patut untuk kita pertanyaakan lagi sepertinya.
"Bagaimana? Apa kalian sudah siap? Kalau sudah, mari kita jalan aku tak mau kita sampai terlalu lama disana" Chanyeol sepertinya tak ingin membuang-buang waktu, ia ingin segera berjumpa dengan mate-nya itu
"Ah kami sudah selesai yang mulia, silahkan" Kai mempersilahkan Chanyeol untuk berjalan terlebih dahulu.
Ketiga lelaki tampan itu mulai menyusuri pesisir pantai itu, disana sangat gelap tidak ada penerangan sama sekali yang dapat menerangi jalan, jika kalian seorang manusia biasa mungkin akan merasa takut untuk berjalan di malam hari di pantai itu, mungkin saja kalian enggan untuk berjalan-jalan disana.
Tapi tidak dengan ketiga lelaki itu, mereka sama sekali tak terusik sama sekali, tak ada rasa takut yang mereka rasaka di setiap langkahnya.
Beberapa menit mereka berjalan, ketiga lelaki itu tak ada yang menyadari jika ada sesosok lain yang sedang memperhatikan mereka, itu bukanlah sosok aneh lain. Ia hanya seorang manusia.
"Hei, kalian" Panggil manusia itu kepada Chanyeol, Sehun dan juga Kai
Sontak mereka terkejut mendengar panggilan itu, mereka sedikit khawatir ada manusia lain yang menangkap basah mereka saat berubah di bibir pantai tadi. Dengan tenang Chanyeol mulai mengedarkan penglihatannya ke arah suara yang memanggil mereka tadi.
Dapat Chanyeol liat disana ada seorang lelaki paruh baya yang sedang berjalan kearah mereka.
"Apa yang kalian lakukan disini? Aku melihat kalian baru keluar dari daerah pantai itu, apa kalian tak tahu pantai itu sangat berbahaya! Dasar anak muda kalian benar-benar sangat cerobah, tidak pernah perduli dengan keadaan" ujar pria paruh baya itu, lelaki itu sepertinya tidak tahu jati diri mereka, dengan begitu Chanyeol sedikit lega, kekhawatirannya tadi ternyata salah
"Ahh maafkan kami paman, kami baru disini. Jadi kami tidak tahu bagaimana keadaan pantai disana, kami hanya berniat untuk bermain-main saja disana tidak ada yang lain" jawab Chanyeol dengan sedikit bersandiwara disana
"Yasudahlah mari jalan lagi, tidak sebaiknya kita berlama-lama disini. Apa kalian tidak tahu disana itu sangat berbahaya, bisa-bisa kalian mati jika sembarangan masuk kesana, ngomong-ngomong. Kalian ini siapa dan darimana?" Tanya lelaki itu, sepertinya ia sedikit penasaran dengan Chanyeol, Sehun dan juga Kai.
"Ahh saya Chanyeol saya baru saja berkunjung disini, dan dua orang lelaki ini Sehun dan Kai sepupu dan juga sahabatnya, ahh maafkan kami paman sungguh kami tidak mengetahui tentang itu sebelumnya" Chanyeol memperkenalkan kedua temannya kepada lelaki paruh baya itu tak lupa ia juga sedikit bersandiwara disana agar tak menimbulkan rasa curiga dari lelaki paruh baya itu.
"Yasudah tidak apa kalian juga masih baru disini, tapi paman mohon setelah ini jangan pernah sekali-kali kalian menginjakkan kaki disana lagi. Ohya, perkenalkan nama paman Lee Donghae, kalian bisa memanggil ku paman Lee. Hari sudah semakin malam, kalau boleh tahu kalian akan menginap dimana? Jika kalian belum menemukan penginapan, aku akan dengan senang hati memberikan kalian tumpang di rumah ku" Ujar paman Lee ramah kepada ketiga lelaki itu
"Ahh terimakasih sebelumnya paman, tapi malam ini kami akan menginap di rumah teman kami" Jawab Chanyeol, ia sedikit terkesima dengan kebaikan yang diberikan paman Lee itu kepada mereka, padahal ia baru saja beberapa menit yang lalu bertemu dengan mereka. Tetapi ia tidak sungkan untuk memberikan mereka tempat untuk menginap di rumahnya.
"Ahh sayang sekali, padahal aku akan senang jika kalian mau menginap di rumah ku. Jujur, melihat kalian aku jadi rindu dengan anak ku, kalau boleh tahu siapa teman kalian itu mana tau paman mengenalinya?" tanya Paman Lee
"Namanya Baekhyun paman, Byun Baekhyun" Ucap Chanyeol
"Yakk! Kenapa tidak bilang dari tadi! Baekhyun itu keponakan ku, rumahnya bersebelahan dengan ku, wahh. Jadi kalian ini teman Baekhyun dari kota ya?"
"Ahh begitulah paman, sebenarnya saya ini kekasih dari Baekhyun paman"
"Apa?! Wahh tidak ku sangka Baekhyun pasti sangat bahagia memiliki mu nak, kau tampan dan sepertinya kau juga baik. Kalau begitu apa paman boleh meminta sesuatu hal padamu Chanyeol?" suara ceria milik paman Lee berubah menjadi begitu serius saat ia ingin meminta sesuatu kepada Chanyeol.
"Apa itu paman Lee?" tanya Chanyeol
"Jika kau memang benar kekasih dari keponakan ku itu, aku mohon pada mu untuk menjaga keponakan kami itu, setelah kepergian orangtuanya ia banyak berubah dari Baekhyun yang periang menjadi anak yang pemurung. Ia menutup dirinya dari segalanya, ia benar-benar sangat terpuruk saat itu. Mengingat tidak ada satupun dari kerabatnya yang perduli dengannya seluruh keluarganya hanya perduli dengan harta yang di miliki ayah dan ibu Baekhyun, mereka tidak ada yang perduli dengan anak itu, dan semenjak itupula ia menjadi anak yang tertutup dan sangat sulit untuk percaya dan dekat dengan orang lain, tetapi sekarang mendengar jika ia sudah menjalin hubungan dengan mu, jujur aku bahagia. Aku sangat senang Chanyeol, aku mohon jaga ia, jangan buat ia terpuruk lagi, sudah cukup segala penderitaan yang ia alami selama ini. Dan jika nanti kau sudah tidak mencintai atau tak menginginkannya lagi, jangan kau katakan padanya dan menyakitinya. Temui aku, bawalah ia kepada ku, aku tak ingin melihat anak ku itu terluka lagi" tanpa paman Lee sadari kedua matanya sudah banjir dengan air matanya, ia benar-benar sangat tulus mengungkapkan segala permohonannya kepada Chanyeol untuk menjaga dan tidak menyakiti keponakannya itu.
Chanyeol yang melihat itu sedikit terkejut awalnya, ia tak menyangka jika paman Lee juga sangat menyayangi Baekhyun-nya
"Aku berjanji paman, aku akan menjaga Baekhyun dengan seluruh jiwa dan raga ku, tak akan ku biarkan ia terluka lagi dan tak akan ku biarkan setitik air matapun jatuh dari kedua iris matanya. Aku benar-benar mencintainya, anda tidak perlu khawatir, aku akan mencintainya selama-lamanya karna ia lah jiwa ku" Chanyeol terlihat sangat bersungguh-sungguh dengan janjinya itu, tak ada sedikitpun keraguan disana. Melihat itu Donghae hanya bisa tersenyum ia lega akhirnya Baekhyunnya sudah mendapatkan pasangan yang benar-benar menyayangi dan mencintai dirinya
"Aku memegang janji mu, jika kau mengingkarinya aku sendiri yang kan memberikan perihitungan padamu" Ujar Donghae
"Pasti paman" Senyum Chanyeol tak pernah luntur sedari tadi, ia sudah bersumpah untuk memegang janjinya itu, dan demi apapun ia tidak akan mengingkari janji dan sumpahnya itu.
Lama mereka berbincang-bincang. Tanpa mereka sadari, ke empat lelaki itu telah sampai di tempat tujuannya.
"Nah, kita sudah sampai. Dan itu rumah ku berkunjunglah nanti. Akan ku perkenalkan kalian dengan istri ku. Ia sangat ahli memasak, akan ku minta nanti agar ia memasakkan kalian makanan yang special. Kalau begitu, paman jalan dahulu, sampaikan salam ku kepada Baekhyun" ujar Donghae, tak lupa ia juga memberikan tepukan lembut di pundak ketiga lelaki itu terutama Chanyeol ia memberikan beberapa tepukan di pipi tegas lelaki itu.
"Baik paman, hati-hati paman" Ujar Chanyeol Sehun dan juga Kai kompak
"Hmm selamat malam anak-anak" Donghae melangkahkan kakinya kearah rumahnya tak lupa ia juga meberikan salam kepada ketiga pemuda yang tengah berdiri di belakangnya
"Aku tak menyangka, ternyata masih ada manusia yang memiliki kebaikan sepertinya. Aku bisa merasakan semuanya, dia benar-benar tulus. Tidak ada kebohongan saat ia bercerita tentang Baekhyun" Sehun sepertinya terkesima dengan kebaikan yang di miliki Donghae, sedari tadi ia tak memutuskan pandangannya dari Donghae
"Kau benar Sehun, memang benar apa kata pepatah. Jangan pernah menilai sesuatu hanya dari satu sisi, dia orang yang baik" Kai pun begitu, segala pemikiran buruknya tentang manusia seketika itu hilang ketika melihat Donghae
"Kalian benar, aku benar-benar mengharapkan kebahagiaan untuk dirinya dan keluarganya. Aku sangat senang mengetahui jika masih ada orang baik seperti dirinya di sekeliling Baekhyun ku" Ujar Chanyeol
"Yasudah, mari kita masuk. Aku sedikit tidak nyaman dengan tatapan manusia-manusia ini" Bisik Sehun kepada Chanyeol, sedari tadi saat mereka tengah mengagumi kebaikan hati Donghae telah banyak manusia lain yang menatap dan berbisik-bisik tentang mereka, telihat orang-orang itu terpesona dengan ketampanan dari tiga sekawan itu, dan tenyata itu membuat Sehun risih karnanya.
Dan setelah itu, Chanyeol , Sehun dan juga Kai memutuskan untuk melangkahkan kaki mereka kearah pintu rumah Baekhyun, dan kali ini Kai lah yang kebagian tugas untuk mengetuk pintu itu
*tok..tokk* Kai mengetuk daun pintu itu, tak menunggu waktu lama, pintu kayu berwarna coklat mengkilat itu terbuka, terlihat disana Baekhyun yang membukakan pintu itu. Dan Baekhyun, ia langsung tersenyum menyambut ketiga tamunya itu. Pandangan lelaki mungil itu langsung terarah ke wajah tampan mate-nya, siapa lagi kalau bukan Chanyeol.
"Kalian, masuklah" ucap Baekhyun, setelah itu tanpa sungkan Kai dan Sehun langsung masuk ke dalam rumah itu sedangkan Chanyeol ia masih betah berdiri disana memandang wajah cantik milik kekasihnya itu
"Haii" sapa Baekhyun dengan suara imutnya, mendengar itu membuat Chanyeol sedikit tertawa karnanya
"Aku heran kau ini sebetulnya siapa?" Tanya Chanyeol dengan mata yang sedikit mendelik ke arah Baekhyun
"Aku Byun Baekhyun, dan aku mate dari merman tampan bernama Chanyeol, memang kenapa?" Tanya Baekhyun, kedua tangannya ia lipat di dadanya, kedua mata puppynya juga ia delikkan ke arah Chanyeol, melihat dan mendengar itu senyuman Chanyeol semakin mengembang. Ia sangat gemas dengan kekasihnya itu.
"Hahaha kau pintar sekali dalam hal menjawab sesuatu, oh tapi sepertinya tidak juga. Kau melupakan satu hal yang paling penting" Ujar Chanyeol, sepertinya lelaki tampan itu sedikit ingin menjahili kekasih manisnya itu
"Apa?" Tanya Baekhyun langsung
"Kau Baekhyun, kau kekasih dari merman tampan bernama Chanyeol, dan satu hal lagi kau ada seorang calon ratu untuk ku dan kaum ku" setelah mengucapkan hal itu, Chanyeol langsung memeluk tubuh mungil milik kekasihnya itu
"Yakk! Apa-apan itu. Aku lelaki Chanyeol, aku tak akan menjadi ratu" kesal Baekhyun kepada Chanyeol, sebenarnya kesalnya itu hanya sandiwara. Mana bisa seorang Byun Baekhyun kesal dengan mate-nya itu
"Ya terserah apa katamu tuan, yang terpenting secepatnya nanti kau akan menjadi ratu ku. Dan aku jamin kau tidak bisa menolak itu" Kedua telapak tangan hangat Chanyeol menangkup pipi gembil milik Baekhyun, dengan jahil ia menekan pipi itu dan membuat bibir ranum kekasihnya itu menjadi sedikit maju, dan setelahnya Chanyeol tak melewatkan kesempatan untuk mencuri beberapa kecupan di bibir manis milik Baekhyun itu. Mendapatkan perlakuan jahil Chanyeol, jujur Baekhyun tak mampu untuk menolak atau menghindarinya, ia sudah terlanjur terbuai karena kekasihnya itu.
Setelah puas dengan aksi saling kecup mengecup, Chanyeol dan Baekhyun memutuskan untuk langsung masuk ke dalam rumah itu
"Bagaimana teman mu?" Tanya Chanyeol tak lupa ia juga mengenggam hangat tangan milik mate-nya itu
"Kau lihat saja nanti sayang, mari" Ajak Baekhyun kepada Chanyeol
.
.
.
.
Ketika Kai dan Sehun masuk ke dalam rumah itu, mereka dapat melihat dua lelaki lain di dalam rumah itu yang sedang duduk santai di atas sofa ruang tv.
Tanpa pikir panjang, Kai langsung berinsiatif untuk menemui salah satu lelaki yang tengah duduk bersantai disana, lain Kai lain juga Sehun. Sehun memilih untuk duduk di sofa yang berada di ruang tengah rumah itu, ia tidak berniat untuk menemui ke dua lelaki itu.
.
.
.
.
"Hai Lu, Kyung" Sapa Kai kepada dua lelaki itu
"Oh hai Kai, kalian baru sampai, kemari duduklah dulu" Sapa Luhan riang, terlihat Luhan sudah melupakan hal yang di jumpainya tadi pagi tentang ketiga lelaki itu, lebih tepatnya Luhan hanya tak mau memikirkan masalah itu, ia ingin semuanya baik-baik saja tanpa ada yang tersakiti di antara mereka.
"Terimakasih Lu, Kyungsoo ada yang ingin aku sampaikan kepada mu" Kai langsung mengutarakan niatnya kepada Kyungsoo, sepertinya Kai tak ingin membuat Kyungsoo salah paham kepadanya dan juga ke dua temannya yang lain.
"Katakanlah, aku akan mendengarkan" ujar Kyungsoo tanpa menatap wajah lelaki tan itu, terlihat ia masih sedikit kesal dengan Kai dan juga ke dua temannya itu, tetapi Kyungsoo lebih memilih untuk meredam emosinya, ia tak ingin menimbulkan masalah baru nantinya
"Ahh aku haus sekali, aku ke dapur dahulu ya, ohya Kai, apa kau ingin minum juga, kau sepertinya sedikit lelah karna perjalanan jauh mu" Sebetulnya Luhan tidak bersungguh-sungguh dengan perkataannya, ia hanya ingin memberikan ruang untuk Kai dan Kyungsoo berbicara, ia ingin membiarkan Kai mengatakan segalanya kepada Kyungsoo dan membuat temannya itu mengerti dan mau menerima keadaan Kai dan juga teman-temannya
"Ahh tidak perlu Lu, terimakasih" Ucap Kai
Mendengar perkataan Kai, Luhan hanya menganggukkan kepalanya dan memberikan senyumannya kepada lelaki tan itu, tak lupa ia juga menepuk pundak lelaki itu memberikan semangat kepada Kai untuk meluluhkan hati temannya itu
Dengan sedikit gontai Luhan melangkahkan kakinya keluar dari ruangan itu, dapat ia lihat Sehun ada di ruang tengah. Lelaki itu terlihat sedang duduk disana, jujur Luhan masih tidak percaya dengan kenyataan yang ada, tetapi mau tidak mau ia harus menerima ini semua. Karena kenyataannya inilah yang ada, termasuk Sehun, dengan meneguhkan hatinya, ia berusaha untuk menerima segala keadaan lelaki albino itu tanpa memperdulikan bagaimana perasaan Sehun kepadanya, ia hanya mengikuti kata hatinya untuk memperjuangkan cintanya kepada Sehun.
Sehun melihat lelaki rusa itu melangkah kearahnya, saat langkah Luhan semakin dekat dengannya, Sehunpun membuka suaranya
"Kau sudah mengetahui segalanya kan?" Tanya Sehun to the point, sepertinya lelaki albino itu enggan untuk berbasa-basi.
"Maksud mu?" tanya Luhan, mendengar perkataan Sehun reflex Luhan menghentikkan langkah kakinya di hadapan lelaki itu.
"Tentang siapa diriku, Chanyeol dan juga Kai. Perlu kau tahu bahwa semua yang kau lihat tadi pagi saat di pantai itu benar. Aku akan menceritakan semuanya kepada mu, karena Chanyeol sudah menugaskan ku untuk menjelaskan segalanya kepadamu. Dan aku juga tahu, kau pasti sangat penasaran dengan kami, duduklah" Dengan dingin Sehun memerintahkan Luhan untuk duduk di sampingnya, dengan hati yang sabar Luhan pun menuruti perintah lelaki dingin itu.
"Baiklah aku tak mau berbasa-basi, terserah kau mau menanggapi ini seperti apa. Yang terpenting aku akan menceritakan segalanya pada mu tak ada yang akan ku tutupi kali ini"
"Kami adalah kaum duyung, atau bisa dibilang merman ataupun mermaid. Chanyeol, dia adalah raja lautan, raja dari kaum kami dan Baekhyun ia adalah mate dari Chanyeol, Baekhyun pasangan jiwa raja kami, tanpa Baekhyun hidup Chanyeol bisa saja mati karena kehampaan di hatinya, begitu juga dengan Baekhyun. Tanpa Chanyeol, Baekhyun tidak akan pernah bisa bertahan di hidupnya, mereka adalah sebuah takdir yang tidak akan pernah bisa terpisah, sekeras apapun kau dan juga teman mu memisahkan mereka. Kalian tidak akan berhasil! Kalian tidak akan pernah bisa memisahkan takdir yang sudah di buat oleh sang pencipta" tanpa ragu Sehun menceritakan segalanya kepada Luhan
"Sedangkan aku, aku adalah seorang penasihat di kerajaan, Chanyeol itu sepupu ku dan Kai ia adalah seorang jenderal di kerajaan kami, dan tentang Chanyeol dan Baekhyun. Aku harap kau mau mempersiapkan hati mu, karena tidak akan lama lagi ia akan pergi dengan kami, ia adalah pasangan dari raja kami. Itu artinya ia akan selalu bersama dengan raja kami, aku harap kau bisa mengerti dengan segala ini" Sehun mulai menatap wajah cantik lelaki rusa itu, dapat ia lihat tak ada penolakan disana, malahan ia masih dapat melihat sedikit senyuman disana
"Hmm baiklah, jika itu yang kau katakan, kau tak perlu khawatir Sehun aku akan mendukung segalanya yang dapat membuat sahabat ku Baekhyun bahagia, jikapun kebahagiannya ada di dalam lautan sana, aku akan dengan ikhlas merelakan sahabat ku itu. Aku tak ingin melihatnya besedih. Tapi apa aku bisa memohon kepada mu, jika nanti waktunya akan tiba, jika nanti ia akan segera pergi aku mohon jaga ia Sehun, aku mau kau menggantikan posisi ku untuk menjaganya, karena jika disana aku sudah tidak mampu lagi untuk menjaga sahabat ku itu, aku mohon. Aku tahu hati mu dingin layaknya batu es, tapi aku mohon dengarkan permintaan ku ini, jaga ia Sehun untuk ku" Bulir air mata Luhan akhirnya jatuh, ia tak mampu membendung rasa sedih di hatinya, ia tak tau bagaimana harus melewati hidupnya jika Baekhyun benar-benar akan pergi bersama dengan takdir cintanya itu.
Melihat hal itu, jujur Sehun sangat terkejut. Walaupun ia besikap tidak perduli dengan segalanya, sebenarnya ia tak bisa melihat seseorang menangis di hadapannya, apalagi tangisan tulus yang di tunjukkan Luhan kepadanya, hati kecil Sehun seakan tergerak untuk merengkuh tubuh mungil itu
Ia peluk tubuh Luhan, entah kemana Sehun yang dingin. Sekarang yang ada hanya Sehun yang berusaha menenangkan rusa kecil itu, ia belai punggung Luhan lembut.
"Tak perlu menangis, kau bisa mempercayai ku" Ucap Sehun
Melihat apa yang Sehun lakukan kepadanya, jujur awalnya Luhan merasa terkejut, tapi ia sedikit senang, akhirnya Sehunnya mau untuk melihat kepadanya bahkan sekarang Sehun mau memberikannya pelukan penenang untuknya
"Terimakasih Sehun dan juga terimakasih untuk pelukan hangat mu, aku menyukainya" ucap Luhan, reflex Sehun ingin melepaskan pelukannya itu dari Luhan, namun Luhan langsung menahannya.
"Aku mohon sebentar lagi saja, aku butuh seseorang untuk menenangkan perasaan ku ini Sehun" Ucap Luhan nanar kepada Sehun, mendengarkan perkataan lelaki rusa itu. Sehun langsung kembali ke posisi awalnya, memeluk Luhan memberikan ia pelukan hangat sepertinya yang ia inginkan. Jujur, sehun juga menyukai sensasi yang ia rasakan saat memeluk lelaki mungil itu, ke dua telapak tangannya ia gunakan untuk membelai punggung dan rambut lembut milik Luhan. Sepertinya, hati dingin sekeras batu itu akan segera runtuh hanya karena kehangat dari ketulusan hati yang di miliki Lelaki rusa itu.
Dilain tempat, Kai juga berusaha untuk meyakinkan hati Kyungsoo, membuat Kyungsoo mau menerimanya dan kedua temannya, ia menceritakan hal yang sama sepertinya yang Sehun ceritakan pada Luhan, mendengar hal itu semua awalnya Kyungsoo sedikit kesal, ia tidak suka di bohongi, apalagi tentang hal sensitive seperti ini.
"Jadi jika seperti itu, mengapa tidak kau ceritakan semuanya sejak awal. Kenapa baru sekarang kau berusaha untuk menceritakannya kepada ku. Jujur, awalnya aku merasa terkesima dengan sikap yang kau miliki, tapi aku tidak suka di bohongi seperti ini. Aku ini sahabat Baekhyun, aku sudah seperti keluarga untuknya, apa aku tak berhak untuk mengetahui semua ini?" Tanya Kyungsoo, terlihat sedikit amarah disana, Kai yang mendengar itu hanya bisa terdiam. Ia tahu ialah yang salah sekarang ini
"Tidak ada yang ingin menutup-nutupinya, aku tidak ada niatan untuk membohongi mu Kyung. Hanya saja kami masih menunggu waktu yang tepat untuk menceritakan segalanya kepada kau dan juga Luhan. Aku mohon Kyung percayalah pada ku. Tak ada niatan buruk kali ini, kami hanya berusaha untuk menjalankan takdir yang sudah di rancang oleh sang pencipta, aku mohon kepada mu Kyung, maafkan aku, jika kau marah kepada ku, kau bisa memukul ku, tapi jagan menjauhi ku, aku sudah terlanjur jatuh hati padamu sejak awal kita berjumpa, aku tak tahu harus bagaimana jika kau menjauhi ku"
Mendengar pengakuan Kai, Kyungsoo merasa terkejut. Ia tak menyangka laki-laki itu mengatakan cinta kepadanya. Jujur, ia bingung harus memberi respon seperti apa kali ini, hatinya bimbang. Logikanya mengatakan untuk menjauh dari lelaki itu, tetapi mendengar pengakuan dari lelaki tan itu. Hatinya seakan berteriak riang dan meminta untuk menerima segala keadaan lelaki itu. Kyungsoo mengedarkan arah pandangannya ke arah lain, ia tak ingin melihat wajah lelaki tan itu, sebenarnya ia hanya merasa gugup kali ini. Kai mulai berlutut di hadapan Kyungsoo, di genggamnya kedua tangan milik lelaki itu.
"Aku mohon Kyung, maafkan aku dan juga kedua sahabat ku. Dan aku juga sangat bersungguh-sungguh. Aku mencintai mu Kyungsoo. Jangan membuang muka dengan ku, jika kau marah. Pukul aku, tapi jangan menghindari ku" Kai terlihat sangat bersungguh-sungguh kali ini, ia genggam kedua tangan itu erat seakan ia tak ingin kedua tangan itu terlepas dan menjauh darinya, melihat perlakuan Kai. Sebenarnya hati Kyungsoo merasa hangat, ia semakin jatuh hati dengan lelaki itu. Sebenarnyapun, Kyungsoo juga merasakan hal yang sama dengan apa yang Kai rasakan, hanya saja entah mengapa karena egonya membuatnya menjadi diam di tempat tanpa menjawab segala pengaku Kai, sepertinya lelaki Do itu masih merasakan kesal di dalam dirinya.
.
.
.
.
"Aku pulang" Ujar Donghae, setelah mengantarkan ketiga lelaki muda tadi ke rumah Baekhyun. Ia langsung memutuskan kembali ke rumahnya, entah mengapa ia merasa ada yang janggal dengan ketiga lelaki itu, tetapi ia tetap berusaha untuk berfikir positif. Apalagi salah satu dari ketiga lelaki itu adalah kekasih dari Baekhyun anak dari sahabatnya yang sudah ia anggap seperti anaknya sendiri. Donghae harus percaya dengan segala pilihan Baekhyun, jika pilihan itu yang membuat keponakannya itu bahagia.
"Oh kau sudah pulang, kemarilah aku sudah membuatkan mu teh hangat. Bagaimana jalan-jalan sore mu? Kenapa larut sekali baru pulang? kemana saja pak tua ini hmm?" Itu bibi Im, ia sedang berada di dapur sekarang, terlihat ia sangat khawatir dengan suaminnya itu dengan banyaknya pertanyaan yang ia berikan kepada suaminnya itu.
"Hei satu-satu sayang hehehe. Dan, yak! Enak saja kau bilang aku tua, ya meskipun umur ku sudah masuk kepala lima tetapi ketampanan ku ini masih bisa bersaing dengan pemuda-pemuda lain" sepertinya paman Lee sedang dalam mode manjannya kali ini, sekarang ini ia sedang memeluk tubuh istrinya itu dari belakang dan tak lupa memberikan beberap kecupan di pipi istrinya itu
"Hahaha terserah mu, ohya bagaimana kegiatan mu kali ini. Tak ingin berbagi dengan ku hmm?" tanya Yoona kepada suaminnya itu
"Ah iya, semua baik-baik saja. Aku sangat menikmati jalan-jalan sore ku. Ahh sayang, ada yang ingin ku tanyakan pada mu" Donghae melepaskan pelukannya dari istrinya, dan memilih untuk berdiri di samping istrinya itu
"Apa yang ingin kau tanyakan?"
"Apa kau percaya jika ada mahkluk lain yang hidup di dunia ini selain manusia?" tanya Donghae dengan wajah serius yang ia tunjukkan
"Hah? Apa ? hantu?" Yoona menghentikan kegiatannya sejenak, dan menatap wajah suaminya itu bingung
"Bukan, bukan hantu. Ahh apa kau percaya dengan mahkluk yang berwujud seperti manusia namun memilik ekor layaknya ikan?" Donghae mulai menjelaskan inti dari pertanyaannya itu kepada Yoona
"Hah? Duyung maksud mu?" Kini Yoona benar-benar menghentikan kegiatannya dan terfokus pada suaminya itu
"Ya seperti itu" ujar Donghae sambil mengangkat bahunya
"Ada apa ini sebenarnya? Aku penasaran sekarang, kenapa kau bertanya tentang mahkluk itu pada ku, kemarin kalau tidak salah Baekhyun juga menanyakan ku tentang hal ini. Ada apa ini?" Tanya Yoona, kedua tangannya ia lipat di dadanya, matanya ia tajamkan ke arah dimana suaminnya itu berada
"Baekhyun menanyakan hal itu padamu? Lalu apa yang kau katakan padanya?" Tanya Donghae
"Yaa aku bilang saja apa yang selama ini beredar, aku bilang mahkluk itu pembawa sial, dan aku juga mengatakan jika mahkluk itu benar-benar ada. Aku berharap agar Baekhyun dan juga keluarga kita di jauhkan dari mahkluk mengerikan itu. Memangnya kenapa ini?" Jelas Yoona kepada Donghae, ia pun juga menyelipkan sedikit pertanyaan disana menandakan jika ia penasaran dengan apa yang suaminnya itu tanyakan
"Ahh tidak, tidak ada apa-apa. Aku hanya terfikir saja. Ahh sayang, bisakan kau berjanji pada ku?" pinta Donghae kepada Yoona
"Apa?"
"Jika nanti sebuah kebenaran terungkap, aku harap kau tidak menyikapinya terlalu berlebihan. Aku mohon, cobalah cari tahu sisi positif dari kebenaran itu. Jangan terlalu kau bawa emosi, aku mau kau tetap tenang menghadapi itu semua, tetap gunakanlah hati dan perasaan mu dalam menilai sesuatu" Setelah mengatakan hal itu, Donghae memutuskan untuk naik ke lantai atas dan masuk ke dalam kamarnya, sedangkan Yoona ia masih bingung dengan perkataan suaminya itu
"Dia kenapa? Apa suami ku itu di rasuki roh jahat dari lautan? Aihh tak sebaiknya aku biarkan ia pergi sendirian seperti ini" Yoona menatap kepergian suaminya itu dengan rasa bingung, ia benar-benar tak paham maksud dari suaminya itu.
Tbc
Hai.. haii kalian semua..
Apa kabar? Sorry ya karna udah lama gak update2, beneran entah kenapa akhir-akhirnya ini kerjaan aku tu padat banget, dan imbasnya aku jadi sama sekali gak ada ide buat ngelanjutin cerita ini, tapi kali ini sebagai permintaan maaf aku bakalan up 2x deh.. aku harap kalian suka yaa
Kalau kalian pada nanyak kenapa momen Chanbaek di chap kali ini dikit banget, aku emang sengaja. Tapi di next-an udah aku banyakin kok Chanbaeknya.
Jadi slide aja yak…
Ohya makasih juga buat review kalian, fav dan juga follow nya *Bow* thanks a lot guys…
As always sorry for many typos dan kata-kata belibet yang kalian jumpai di chap ini.
Aku rasa gitu aja deh dulu, langsung slide ke samping ya,, aku udah up buat Chap selanjutnya
Salam Chanbaek is real!
