NC just for 18++ (I need your self-awareness for read this Chap)
Chanyeol dan juga Baekhyun masuk ke dalam pelataran rumah itu
Kedua lelaki yang berbeda tinggi badan itu, tak hentinya saling bersitatap. Saling mengagumi indah paras mereka masing-masing
Mereka benar-benar sedang di mabuk akan cinta kali ini, terlihat dari betapa eratnya pegangan tangan mereka dan juga senyum-senyum malu yang saling mereka tampilkan saat saling bersitatap.
Tak ada yang mereka fikirkan kali ini, tentang masalah yang terjadi pagi tadi seakan tak pernah terjadi bagi mereka.
Setelah memasuki rumah itu, dapat Chanyeol dan Baekhyun lihat jika Sehun dan juga Luhan saling berpelukan disana, Baekhyun sangat terkejut dengan apa yang ia lihat kali ini. Ia tahu jika Sehun itu dingin kepada Luhan, tapi ia begitu bahagia melihat interaksi yang mereka lakukan kali ini. Sepertinya Luhan sudah benar-benar menerima keadaan Sehun, Chanyeol dan juga Kai. Terlihat dengan tanpa ragu ia memeluk lelaki albino itu
"Tak ku sangaka penasihat Oh bisa melakukan ini" beda dengan Baekhyun, Chanyeol hanya tersenyum miring dengan apa yang Sehun dan Luhan lakukan. Dapat ia prediksi sepertinya tidak lama lagi, penasihatnya yang dingin itu akan segera mendapatkan cintanya sendiri.
"Chanyeollie" Baekhyun benar-benar terharu kali ini
"Mari jalan lagi, sebaiknya kita jangan mengganggu mereka dulu" Chanyeol menarik kekasihnya itu ke dalam pelukannya dan menuntun jalannya ke arah ruangan lain yang ia tahu disana ada Kai dan juga Kyungsoo yang sedang berbicara, Chanyeol hanya ingin melihat kerja dari jenderalnya itu, untuk Sehun. Chanyeol cukup senang dengan hasil kerja dari penasihatnya itu.
"Tapi yeollie, kita sebaiknya tidak kesana juga. Aku yakin Kai sedang berusaha meluluhkan Kyungsoo. Ada baiknya jika kita langsung ke kamar saja" Langkah mereka Baekhyun hentikan, sedangkan Chanyeol, ia menganggukkan kepalanya tanda ia menyetujui perkataan dari kekasihnya itu.
"Baiklah, lagipun aku sangat merindukan kekasih ku ini" ujar Chanyeol dengan menampilkan senyuman menggoda kepada Baekhyun. Mendengar perkataan Chanyeol tadi reflex membuat ke dua pipi gembil milik Baekhyun berubah memerah seketika. Baekhyun sudah tahu maksud dari kata 'rindu' yang Chanyeol sebutkan tadi.
"Kau menginginkannya? Bukannya kemarin kau sudah mendapatkannya?" Tanya Baekhyun
"Apa kau lupa Baek, aku bisa saja menjadi orang yang paling rakus jika itu tentang mu" bisik Chanyeol sensual, mendengar itu semua Baekhyun benar-benar seakan ingin meleleh oleh ulah Chanyeol. Lelaki itu sepertinya sudah tahu cara terbaik membuat Baekhyun bertekuk lutut kepadanya.
.
.
.
.
Ketika langkah mereka sudah berada di dalam kamar Baekhyun, Chanyeol langsung berinisiatif untuk menggendong kekasihnya itu dan meletakkannya di atas ranjang yang ada di kamar itu dengan lembut, seakan tak ingin menyakiti kekasihnya itu barang sedikitpun.
"Kau tahu Baek, kau seperti candu di hidup ku, aku tak pernah merasa puas, aku selalu menginginkan lebih dari mu, kau sungguh luar biasa Baekhyun dan aku benar-benar semakin jatuh kedalam pesona dan rasa cinta ku pada mu" Chanyeol kembali menggoda kekasihnya itu, ia bisikkan kata-kata itu dengan suara rendahnya di telinga Baekhyun, dan Baekhyunpun merasa sangat terbuai dengan perlakuan yang Chanyeol berikan kepadannya.
"Hmmhh Chanyeollie, akupun begitu kau begitu mempesona. Aku sangat sangat mencintaimu, aku berjanji padamu apapun akan ku lakukan agar bisa selalu bersama mu, aku sangat menyayangi mu Chanyeollie. Aku harap kau jangan pernah berubah selalu lah berasama ku Chanyeollie" Baekhyun belai rambut hitam legam milik kekasihnya itu, menyalurkan rasa sayangnya kepada Chanyeol melalui sentuhan lembutnya itu.
"Baek, aku menginginkan mu.." Ucap Chanyeol dengan suaranya yang sedikit menggeram disana, karena luapan nafsu yang sudah tidak dapat ia bendung lagi. Baekhyun begitu indah baginya, ia tak mampu menolak keindahan yang telah Baekhyun suguhkan untuknya.
"Hmmhh lakukan saja yeollie" Kini leher jenjang nan putih milik Baekhyun mulai di jamah oleh kekasihnya mermannya itu.
Chanyeol mulai melakukan invasi di leher itu, bibirnya tak henti-henti mengecup dan membelai leher kekasihnya itu menggunakan lidah besarnya. Chanyeol sepertinya tak ingin berbasa-basi kali ini. Kilatan nafsu di matanya sudah tak dapat di bendung lagi, Baekhyun dapat melihat itu dengan jelas. Jujur, Baekhyun sedikit bergidik ngeri dengan tatapan tajam yang Chanyeol tujukan kepada dirinya, tapi entah mengapa hatinya merasa senang dengan tatapan tajam yang Chanyeol berikan kepadanya, ia merasa benar-benar di inginkan oleh Chanyeol, ia merasa sangat berharga untuk Chanyeol
Chanyeol mulai melucuti segala pakaian yang Baekhyun kenakan, ia merasa tak suka dengan kain yang menutupi tubuh indah milik mate-nya itu.
"Bukakan baju ku Baek" perintah Chanyeol, suaranya sangat berat dan itu semakin menambah kesan sexy di diri Chanyeol
Dengan sensual jari-jemari Baekhyun bergeriliya di lengan berotot milik Chanyeol, ia tak ingin langsung membuka pakaian milik kekasihnya itu, Baekhyun berniat menggoda Chanyeol kali ini. Setelah puas menggoda tubuh kekar milik Chanyeol, bibir mungil nan ranum itu mendekatkan dirinya ke arah leher jenjang milik Chanyeol. Leher itu benar-benar sangat sexy, jakun milik Chanyeol tidak henti bergerak naik turun dan Baekhyun sangat menyukai itu.
Baekhyun mulai menjilat dan mengemut leher milik Chanyeol, ia berikan sedikit kecupan disana dan berhasil memberi sedikit tanda kemerahan di permukaan kulit leher milik Chanyeol. Dengan posisi yang masih setengah berdiri di atas ranjang miliknya sedangkan Chanyeol lelaki itu hanya terdiam di dalam duduknya, kedua lengan berurat milik Chanyeol sudah bertengger nyaman di pinggul milik Baekhyun memeluk kekasihnya itu dengan sensual.
Tidak hanya menjilat dan mengemut leher milik Chanyeol, lidah Baekhyunpun ikut bergerak dengan lincahnya untuk menggoda jakun milik kekasihnya itu, Baekhyun emut tonjolan itu sekuat-kuatnya ia seakan terlena dengan apa yang Chanyeol miliki di tubuh kekarnya itu, Baekhyun sangat menyukainya. Setelah mengemut jakun itu, Baekhyun mulai menaikkan bibirnya ke arah wajah Chanyeol.
Tak puas hanya dengan leher milik Chanyeol, Baekhyunpun menyambar bibir tebal milik kekasihnya itu, di jilat dan di kulumnya bibir tebal itu, sedangkan Chanyeol ia tak mau hanya tinggal diam, ia rengkuh tengkuk milik Baekhyun dan langsung melesakkan lidah besarnya ke dalam rongga mulut milik Baekhyun. Di dalam sana kedua lidah milik mereka saling bertautan berlomba-lomba saling memberikan kepuasan satu sama lain.
Tidak tahan dengan serangan yang Chanyeol berika di mulutnya, Baekhyun meraih rambut milik kekasihnya itu, ia salurkan kenikmatannya dengan menjambak-jambak rambut milik Chanyeol. Terlihat ciuman yang mereka lakukan saat ini benar-benar sangat luar biasa, pergerakan mereka seakan menggambarkan kenikmatan yang dahsyat yang mereka rasakan.
Tak mau membuat Baekhyun kepayahan karna kehabisan nafas, Chanyeol menyudahi cumbuan hebat mereka itu, ia dongakan wajah kekasihnya itu dan langsung menyambar leher sexy Baekhyun dan memberikan gigitan-gigitan kecil di setiap inchi permukaan kulit leher Baekhyun
"Ahhh emhhh Chanyeolliehh" Baekhyun hanya bisa mendesah, jemari-jemari lentiknya tak terlepas hanya untuk menarik-narik rambut hitam milik Chanyeol
"Bukakan baju ku sayang, jangan menggoda lagi. Apa kau ingin ku hukum?" Tanya Chanyeol dengan berbisik sensual di depan telinga milik Baekhyun
"Kalau begitu aku tak mau melepas baju mu, hukum saja aku Chanyeollieh" Sepertinya Baekhyun yang lugu sudah tidak ada lagi, yang ada hanya Baekhyun sang penggoda, terlihat ia menantang kekasihnya itu ke dua matanya menatap tajam ke iris biru milik Chanyeol
"Kau yang meminta,jangan menjerit dan minta berhenti karna aku tak akan berhenti sampai aku puas dan kau terkulai lemas di bawah ku" bisik Chanyeol di hadapan Baekhyun.
Chanyeol mulai merebahkan kembali tubuh milik Baekhyun di atas ranjang, dan selagi itu ia mulai melucuti seluruh pakaian dengan tergesa-gesa terlihat lelaki itu sudah berada di puncaknya saat ini. Baekhyun yang melihat itu hanya berusaha untuk menetralkan jantungnya, ia tahu ia tak akan bisa selamat kali ini Chanyeol benar-benar akan 'menghabisinya' kali ini.
"Sepertinya aku tak perlu menanyakan kau siap atau tidak kan?" Tanya Chanyeol dengan menyunggingkan bibirnya di hadapan Baekhyun
Tanpa aba-aba, Chanyeol langsung melesakkan dua jari besarnya ke dalam hole milik Baekhyun, sontak itu membuat Baekhyun menjerit karenanya. Chanyeol belum pernah seperti ini, dengan tiba-tiba ia melakukannya kepada Baekhyun.
"Ahhh! Sakitt" teriak Baekhyun, memang itu terasa sakit. Apalagi Chanyeol tak ada melakukan pemanasan sebelumnya. Hole kering Baekhyun di paksa untuk menerima dua jari besar milik Chanyeol tanpa ada persiapan sebelumnya. Salahkan saja diri Baekhyun, ia sendiri yang menantang Chanyeol untuk melakukan ini semua. Jadi, ia harus dengan pasrah menerima segala hukuman yang akan Chanyeol berikan padanya.
"Sakit? Tapi kita belum masuk ke hukuman mu sayang?" ujar Chanyeol, smirk di bibir tak pernah luntur sedari tadi.
"Aku masih bisa menahannya Chanyeollieh,, emhhh jangan meremehkan ku sayang" Tantang Baekhyun kepada Chanyeol.
Chanyeol yang mendengar itu hanya tersenyum kepada Baekhyun, lelaki tinggi itu langsung membuka kedua paha Baekhyun selebar-lebarnya lalu mengarahkan batang panjang nan berurat miliknya itu ke dalam hole pink milik Baekhyun, Baekhyun sedikit berdebar karna melihat apa yang sedang Chanyeol lakukan padanya.
"Apa kau yakin melakukan itu tanpa menggunakan pelicin Chanyeollie?" Tanya Baekhyun was-was, wajah penuh menantangnya tadi hilang seketika, ia terlihat sedikit gelisah kali ini. Hei, asal kalian tahu milik Chanyeol itu sangat besar, diameter miliknya bisa dikatakan jumbo. Bisa kalian bayangkan betapa menyakitkannya jika benda itu masuk ke dalam hole sempit dan kering milik Baekhyun tanpa ada cairan pelicin atau apalah itu namanya.
"Kenapa? Kau bisa menahannya kan?" Sekarang Chanyeol benar-benar tengah meggoda kekasihnya itu, ia tersenyum remeh di depan mate-nya itu.
*jlebb*
"Arggghh Chanyeol itu sakitt sekaliiihh.. apa kau sudah gila?" Tangan Baekhyun menggengam sprei ranjangnya sekuat tenaga, ia benar-benar merasa sangat sakit. Chanyeol tidak bermain-main dengan perkataannya yang ingin menghukum Baekhyun. Baekhyun hanya bisa pasrah kali ini. Ia sadar dengan apa yang telah ia lakukan, tak ada kata penyesalan kali yang ada hanya pasrah dan menerima apa yang akan Chanyeol lakukan padanya.
"Nikmati saja sayang, kau sendiri yang memintanya, hmm? Ternyata jika begini, kau berkali-kali terasa jauh lebih sempit sayang" Kedua kelopak mata Chanyeol berkali-kali berkedip hanya karna kenikmatan yang ia rasakan di selangkanya. Hole milik Baekhyun memang benar yang terhebat pikirnya. Milik Chanyeol seakan di pijat dan di urut oleh lubang milik Baekhyun.
"Ahh eungghh Yeolliehhh" Desahan milik Baekhyun benar-benar tak bisa terbendung kali ini, Chanyeol mulai bergerak di dalam sana. Tangan-tangan nakalnya tak mau hanya berdiam saja, tangan-tangan itu mulai bergriliya di daerah selangkangan milik Baekhyun membelai dan mengurut junior milik Baekhyun, mencoba memberikan kenikmatan yang lebih untuk Baekhyun.
Sedangkan Baekhyun lelaki itu tidak hentinya mendesahkan nama dari mate-nya itu, kedua jemari Baekhyun terangkat untuk menggapai lengan berotot milik Chanyeol, sedari tadi Baekhyun tak bisa menahan nafus untuk tidak menggenggam otot-otot sexy di lengan milik kekasihnya itu.
"Kau menyukainya hmm?" Tanya Chanyeol dengan suara seraknya, sedangkan tubuh bawahnya masih bergerak mengeksplorasi hole Baekhyun
"Ahhh k kauhh sangat menggoda dengan otothh inihh, awhh kau terlalu bersemangat sayanghh" Desahan Baekhyun terus mengalun saat ia mengatakan seluruh pemikirannya tentang otot lengan milik Chanyeol
Lama Chanyeol menggenjot hole milik Baekhyun, sampai Baekhyun merasakan bahwa ia akan segera mendapatkan pelepasan pertamanya, ia bergerak gelisah. Berupaya untuk mengimbangi pergerakan Chanyeol
"Chanhh aku mohonn eunghhh.. aku ingin keluar" desah Baekhyun
"Keluarkan saja sayang, keluarkan sebanyak-banyaknya untuk ku" Ujar Chanyeol
Baekhyun menggerakkan lengan berupaya untuk memeluk kekasihnya itu, lebih tepatnya berusaha untuk lebih merapatkan tubuhnya dengan tubuh Chanyeol, ia seakan menggila dengan genjotan tiada henti yang Chanyeol lakukan kepadanya.
Sedari tadi ia sudah merasakan jika hole-nya sudah sangat perih dan panas. Chanyeol benar-benar menghukumnya kali ini, tak ada Chanyeol yang lembut seperti kemarin-kemarin.
"Anghhh Chanyeoliehh aku sudah tak tahan,,, ahh fasterhhh unghhh" desahan Baekhyun semakin menjadi-jadi, kuku-kuku cantiknya ia tancapkan ke permukaan kulit punggung Chanyeol dan menghasilkan sedikit luka disana.
"Kau semakin sexy seperti ini Baek, aku semakin menggilai mu" Ucap Chanyeol dengan suara beratnya, Sedangkan Baekhyun, ia sudah tak memperdulikan lagi perkataan Chanyeol. Ia hanya terfokus dengan rasa nikmat dan sakit yang ia rasakan berbaur menjadi satu di bawah sana.
"Ahhh Aku keluar Chanyeoliihhh"
*Crott.. crottt* setelah berteriak, benar saja. akhirnya Baekhyun berhasil mendapatkan pelepasan pertamanya. Sedangkan Chanyeol, lelaki itu seakan tak ingin memberikan jeda bagi Baekhyun untuk menikmati pelepasannya, lelaki itu malah semakin bersemangat untuk membuat Baekhyun mendapatkan pelepasan keduanya. Chanyeol benar-benar sudah menggila sekarang, tak biasanya lelaki merman itu berbuat seperti ini. Ia seakan di rasuki suatu roh yang membuatnya semakin menggencarkan genjotannya di hole milik Baekhyun
Baekhyun yang menerima itu hanya bisa pasrah, ia hanya berusaha menggenggam punggung milik Chanyeol, berharap dengan cara itu rasa sakit yang ia rasakan dapat menghilang walaupun hanya sedikit.
Chanyeol mulai mengangkat tubuh kekasihnya itu ke dalam gendongannya, sedangkan juniornya masih ia tancapkan di lubang Baekhyun, rupanya Chanyeol tengah mengganti gaya baru yang dapat memberikannya kenikmatan lebih. Di sandarkannya punggung telanjang milik Baekhyun di dinding kamar itu, sedangkan Chanyeol ia masih terfokus untuk menusuk lubang Baekhyun lagi dan lagi.
"Ahh Chanyeol ini dinginhh" ringis Baekhyun ia merasakan kedinginan di punggungnya karena di sandarkan di dinding kamar yang begitu dingin, sekarang ini Baekhyun benar-benar sudah tak bertenaga kali ini, Chanyeol tak memberikannya waktu untuk beristirahat selepas ia mendapatkan pelepasannya.
"Kau tahu Baekhyun, aku tak akan berhenti melakukan ini. Karena kau sendirilah yang terlebih dahulu menantang ku. Akan ku tunjukkan kepada mu seberapa hebat aku sebenarnya" Chanyeol terlihat tak main-main dengan ucapannya, matanya seakan mengintimidasi Baekhyun kali ini. Tak ada lagi tatapan lembut penuh cinta.
Baekhyun merasa gelisah dengan perkataan Chanyeol, tetapi ia berusah untuk tenang. Ia tak ingin berfikiran buruk. Ia percaya walaupun Chanyeol sedang menghukumnya, lelaki merman itu tak mungkin bertindak lebih jauh untuk menyakitinya. Ia mate-nya, Chanyeol tak mungkin bertindak gila kepadanya.
"Anghh Chanyeollhh, nyahh disanahh. Kau mendapatkannya lagi" Baekhyun mendesah kuat kala ujung junior Chanyeol berhasil menumbukan titik sweet spot miliknya berulang kali, jemari tangannya ia telusupkan ke dalam helai rambut milik Chanyeol. Kala kenikmatan itu datang tanpa segan Baekhyun-pun menjambak rambut hitam legam milik kekasihnya itu.
"Kau sangat nikmat Baek, kau benar-benar layaknya candu" ujar Chanyeol dengan geraman beratnya, peluh lelaki itu sudah mengalir di sekitaran dahinya, ia seakan mengeluarkan segala kemampuannya dalam kegiatan bercinta mereka kali ini.
Melihat keringat yang sudah membasahi dahi milik kekasihnya itu, reflex Baekhyun membawa telapak tangannya dan mengelap dahi Chanyeol lembut penuh dengan rasa sayang. Setelah itu Baekhyun mulai meraih punggung lebar milik Chanyeol dan memeluknya erat, Chanyeol masih berusaha bergerak dengan sedikit hati-hati agar mate-nya itu tidak terjatuh dari gendongannya.
"Aahhh ahhh Chanyeollhh, aku benar-benar mengakui kehebatan mu, kau sangat jantan sayang. Anghh aku sudah tidak tahan lagi Chanyeol" Kedua tungkai milik Baekhyun seakan berubah menjadi jelly, ia sudah merasa sangat lemas karna pergerakan Chanyeol yang sangat membabi-buta kali ini.
"Argghh Chanyeol aku ingin keluarh lagihh, aku tak tahan Yeolliehh" Baekhyun semakin mengencangkan kaitan kakinya di pinggul milik Chanyeol, ia seakan ingin jatuh dari gendongan Chanyeol karna saking tak kuatnya lagi menahan gejolak kenikmatan yang begitu hebat.
Mendengar pengakuan kekasihnya itu, Chanyeol semakin mempercepat kegiatan maju dan mundurnya ke dalam hole pink milik Baekhyun, hole yang kering tadi sudah semakin basah dengan cairan precum yang Chanyeol keluarkan sedari tadi. Dan itu semakin menambah kenikmatan yang Chanyeol rasakan.
"Ahhh ughhhh Chanyeollieehhh" Baekhyun menelusupkan wajahnya kedalam ceruk leher milik Chanyeol, mencium aroma tubuh Chanyeol yang begitu sexy dan menggoda. Baekhyun menggigit bahu milik Chanyeol menyalurkan rasa nikmatnya yang luar biasa ia rasakan.
*crott..crott* Cairan Baekhyun ia keluarkan begitu saja ia sudah tak bisa menahannya lagi kali ini, cairan itu lebih banyak dari pelapasan pertama yang ia keluarkan. Cairan itu hampir sebagian mengenai perut berotot milik Chanyeol.
Melihat Baekhyun sudah mendapatkan pelepasan keduanya, Chanyeol langsung membanting tubuh kekasihnya itu keatas ranjang, dan mengubah posisi tubuh kekasihnya itu menunggi ke arah dirinya. Dengan posisi Chanyeol yang berdiri di samping ranjang dan Baekhyun yang menunggingkan holenya ke arah Chanyeol. Tanpa pikir panjang, lelaki merman itu langsung menarik pinggul berisi milik Baekhyun dan melesakkan seluruh batangnya ke dalam sana.
"Ahhh! Chanyeolllhh!" Teriak Baekhyun lebih menggila
"Sedikit lagi.. sedikit lagi Baekk arghhh hmmhh" geraman penuh nafsu lolos dari bibir tebal milik Chanyeol
"Kau hebat sayang, kau sangatth jantann eungghh lagi yeollie, lekaslah muntahkanlah cairan mu itu di lubang ku ini" kata-kata provokatif Baekhyun berhasil membuat semangat Chanyeol untuk menungganginya semakin menjadi-jadi.
"Kau nakal sayang" Ujar Chanyeol
*PLAKK PLAKK* kedua bongkahan berisi milik Baekhyun Chanyeol tampar. Sepertinya Chanyeol sudah tak tahan melihat ke dua bongkahan sexy itu yang terus bergoyang-goyang dengan sexy di hadapannya, seakan meminta Chanyeol untuk mengerjainya juga.
"Arghh Chanyeollhh" lagi Baekhyun mendesahkan nama dari kekasihnya itu, jujur. Baekhyun sebenarnya sudah tak sanggup lagi menerima semua perlakuan yang Chanyeol berikan padanya. Lelaki manis itu seakan ingin pingsan, ke dua lengannya yang menahan tubuhnya untuk dapat tegak seakan tidak sanggup lagi menahan pergerakan yang terus Chanyeol lakukan.
"Chanyeollhh aku sudah tak sanggup lagihh, oughhh Chanyeollhh! Aku mohon, maafkan akuhh, ini gila Chanyeollhhh" Baekhyun memohon kepada Chanyeol, tubuhnya sudah tak sanggup lagi menerima semua kenikmatan yang tiada henti Chanyeol berikan padanya
"Huh? Kenapa Baek?" tanya Chanyeol dengan smirk menggoda di wajahnya
"Sudah Yeollie, tubuh ku seakan ingin remuk. Aku tak sanggup lagi. Maafkan aku Chanyeolliehh aahhh ahhh" ujar Baekhyun frustasi
"Bukannya kau yang menantang ku terlebih dahulu? Dan juga aku belum mendapatkan pelepasan ku sama sekali sayang" ujar Chanyeol santai
"Ahhh ku mohon Chanyeol. Ahh! Ini gila! Emhhhh"
"Hahaha, baiklah bersabarlah sayang, sedikit lagi" telapak tangan Chanyeol membelai punggung telanjang milik kekasihnya itu, berusaha untuk menenangkannya.
Tak sampai di situ, Chanyeol sekarang benar-benar semakin mempercepat pergerakannya, ia masih belum mendapatkan tanda-tanda jika ia akan sampai, sepertinya Baekhyun harus bersabar kali ini.
Lima belas menit yang Chanyeol butuh, lelaki itu terus-terusan menghujami hole milik Baekhyun, dan akhirnya tanda jika ia akan segera mendapatkan pelepasannya itu datang, ia dapat merasakannya. Dan karna itu, Chanyeol semakin mempercepat pergerakannya, decitan suara tempat tidur yang terdengar karna ulahnya sudah tak ia indahkan lagi, yang ada sekarang bagaimana ia bisa melepaskan segalanya di dalam hole milik kekasihnya itu.
Baekhyun dapat merasakan jika Chanyeol akan segera mendapat orgasme pertamanya, sebab itu. Baekhyun berinisiatif untuk mengetatkan holenya, menggoda junior milik kekasihnya itu. Dan benar saja junior milik Chanyeol semakin membengkak di dalam sana. Chanyeol semakin mengeratkan cengkramannya di pinggul milik kekasihnya itu. Dapat di pastikan cengkraman itu akan meninggalkan bekas merah di pinggul mulus nan putih milik Baekhyun.
"Ahh Chanyeollhh aku ingin keluar lagi, aku tak sanggup lagihh Chanyeoll.. ahhh hikss hikss" Tanpa sadar Baekhyun mengeluarkan sedikit isakan di sela desahan penuh nafsunya. Sepertinya lelaki itu sudah tak sanggup lagi dengan segala kegilaan Chanyeol itu.
*Crott..crott* lagi, untuk ketiga kalinya. Baekhyun mengeluarkan seluruh cairan cintanya, tubuhnya sudah benar-benar lemas sekarang, terbukti dengan dirinya yang sudah tak mampu lagi untuk menunggi dengan tegak di hadapan Chanyeol
Melihat kekasihnya yang sudah benar-benar lemas, Chanyeol mulai mengubah posisi mereka. Kali ini Baekhyun terlentang di atas ranjang dengan paha yang terbuka selebar-lebarnya membantu kegiatan menggenjot Chanyeol menjadi semakin mudah.
"Apa kau ingin aku berhenti saja?" memang awalnya niatan Chanyeol untuk menghukum kekasihnya itu, tetapi sesaat melihat Baekhyun yang terkulai lemas seperti ini. Chanyeol seakan tak sanggup melihat kekasihnya itu semakin merasa kesakitan karna ulahnya.
"Kau belum sampai Chanyeol, lanjutkanlahh aku masih bisa sedikit menahannya. Aku tak bisa membiarkan mu tersiksa karna belum mendapatkan pelepasan mu" Ujar Baekhyun dengan suaranya yang terdengar sangat lemah kali ini.
"Ayohh sayang, lakukanlah"
Setelah mendapatkan izin dari Baekhyun, Chanyeol langsung memasukkan junior miliknya itu, mencoba mengais pelepasan yang akan segera ia dapatkan
"Ahhh Chanyeoll, kau benar-benar hebathh" desah Baekhyun dengan senyum yang selalu ia tunjukkan kepada mate-nya itu.
"Sedikit lagi sayang, bertahanlah"
"Hmmhh lakukanlah yeoliie" kali ini mata Baekhyun sudah tak sanggup lagi untuk terbuka, tapi ia tetap memaksa matanya itu untuk bertahan ia tak mau membuat merman tampannya itu khawatir.
"Arghhh Baekk, aku datang urghhh" geraman Chanyeol semakin kuat, tanda jika ia akan segera mendapatkan pelepasan pertamanya
"Ahh aku ingin keluar lagi Chanyeollh, ahh inihh luar biasahh" Ya, ini benar-benar gila, Baekhyun sudah berhasil mendapatkan tiga kali pelepasanya dan akan menjadi empat sedangkan Chanyeol lelaki itu baru saja akan mendapatkannya, kejantanan Chanyeol memang tak patut untuk di pertanyaakan lagi.
"Bersama Baekhh arghh"
*crott..crott..crrott* di waktu yang bersamaan, mereka berhasil mengeluarkan seluruh cairan cinta mereka. Baekhyun, ia sudah benar-benar lemas tak berdai kali ini. Sedangkan cairan milik Chanyeol masih saja terus mengalir masuk ke dalam hole miliknya. Cairan cinta milik kekasih mermannya itu sangat banyak sampai lubang milik Baekhyun tak sanggup menampung seluruh cairan itu.
Setelah merasa puas, Chanyeol menjatuhkan tubuhnya ke samping tubuh Baekhyun, ia benar-benar merasa puas kali ini. Dan juga, lengket. Ya tubuhnya terasa lengket karna cairan milik Baekhyun yang mengenai perut dan juga dadanya, tapi itu tak masalah. Asalkan itu milik Baekhyun, Chanyeol akan dengan senang hati membiarkannya mengenai tubuh berotot miliknya.
"Apa kau lelah Chanyeollie?" tanya Baekhyun, sepertinya lelaki manis itu masih berusaha menyadarkan dirinya hanya untuk menanyakan keadaan kekasihnya itu.
"Mengapa kau yang menanyakan keadaan ku, seharunya aku sayang. Bagaimana kau? apa itu sakit?" tanya Chanyeol, lelaki itu membalikkan tubuhnya ke arah dimana tubuh Baekhyun berbaring, satu lengan milik lelaki merman itu ia jadikan tumpuan untuk menopang kepalanya agar bisa menatap kekasihnya itu dengan nyaman.
"Hmmhh kau tahu aku tak bisa berbohong, memang awalnya sedikit menyakitkan, kau begitu tega tak melakukan sedikitpun pemanasan dan langsung menusuk ku dengan junior mu itu, kau sangat meyebalkan Chanyeollie, tapii aku menyukainya" adu Baekhyun kesal kepada Chanyeol, namun di akhiri dengan senyum manis yang Baekhyun tunjukkan kepada kekasih mermannya itu.
"Hmhh maafkan aku, mugkin hole mu akan sedikit lecet, maafka aku Baek. Aku tak bisa mengontrol diri ku tadi" Sesal Chanyeol kepada Baekhyun
"Yahh sepertinya ini akan sedikit lecet, dan mungkin saja aku akan sulit berjalan esok hari. Jadi sebagai mate mu, aku menugaskan kau untuk selalu ada di samping, kau harus bertanggung jawab Chanyeollie" ujar Baekhyun dengan suara kekanakan yang di buatnya.
Mendengar itu sungguh Chanyeol semakin gemas dengan mate-nya itu. Ia penasaran berapa sebetulnya umur kekasihnya itu, mengapa ia masih terlihat menggemaskan, dan ahh. Jangan lupakan wajah imut bagaikan batita milik Baekhyun, sangat tidak menggambarkan sebagaimana pria dewasa pada umumnya. Baekhyun-nya ini benar-benar sangat berbeda pikir Chanyeol
"Ahh tetapi sepertinya tak mungkin" ujar Baekhyun lemah
"Apa yang tak mungkin?" tanya Chanyeol
"Iya tak mungkin, esok hari kau harus kembali ke lautan. Dan tentu saja kau tak bisa terus berasama ku seharian, kenapa ada saja yang menghalang kebersamaan kita" Ujar Baekhyun menyampaikan seluruh kekesalannya.
"Bagaiman kalau aku merubah itu menjadi mungkin" ujar Chanyeol santai, lelaki merman itu membaringkan tubuh kekarnya di atas ranjang, mencoba mencari posisi nyaman disana.
"Bagaimana Yeollie? Apa kau bisa?" Tanya Baekhyun antusias
"Hmhh kau lupa siapa mate mu ini baek? Aku raja lautan bisa dikatan akulah dewa-nya lautan, apa yang tak bisa aku lakukan" ujar Chanyeol menyombongkan dirinya sendiri di hadapan matenya itu. Baekhyun mendengar itu semakin antusias, ia langsung mendudukkan dirinya di atas ranjang, namun sayang.
"Awwhh! Sakit!" ringis Baekhyun, sepertinya hole benar-benar sangat lecetnya sehingga sulit baginya untuk bisa duduk saja di ranjangnya ini
"Masih sakit kah? Sudah berbaring saja lagi, kau sebaiknya tidur sayang esok pagi akan ku tunjukkan kau sesuatu" ujar Chanyeol
"Hmmhh sudah pukul dua pagi ternyata, kau benar-benar hebat Chanyeollie kita bermain selama lima jam dan kau baru mendapatkan pelepasan mu sekali. Aku tak menyangka kekasih ku ini ternyata sangat hebat di ranjang" mata Baekhyun terlihat berbinar saat menatap wajah tampan milik Chanyeol.
"Hahaha sudahlah Baek, tidurlah kau pasti sangat lelah" Chanyeol mulai merengkuh tubuh mungil itu, memasukkannya ke dalam pelukannya. Tangan kiri Chanyeol ia jadikan menjadi bantal untuk kepala milik Baekhyun dan tangan satunya lagi ia gunakan untuk membelai rambut milik kekasihnya itu
"Aku mencintai Chanyeollie" Ujar Baekhyun dengan suara imutnya
"Aku lebih mencintai mu sayang" Chanyeol melayangkan beberapa kecupan di dahi, pipi dan juga bibir tipis milik Baekhyun.
Setelah itu tak butuh waktu lama, Baekhyun sudah tertidur lelap di dalam pelukan Chanyeol.
"Aku akan membawa mu melihat dunia ku Baek, anggap saja esok hari dimana kau harus beradaptasi dengan keadaan di dunia ku sebelum kau benar-benar tinggal dengan ku selamanya"
"Aku mencintai mu Baek, akan ku lakukan segalanya agar kau nyaman" bisik Chanyeol lembut kepada Baekhyun, walau orang yang di bisiki mungkin tak mendengarnya karna sudah tertidur dengan lelapnya.
.
.
.
.
Malam mulai berganti pagi, rembulan sudah di gantikan oleh mentari.
Pagi ini benar-benar sangat cerah, begitu juga dengan pria bermata rusa yang sedang menuruni tangga rumah itu, senyuman sama cerahnya dengan suasana pagi ini.
"Haii kyungg" sapa Luhan ceria
"Kenapa kau?" tanya Kyungsoo aneh
"Taka da, ahh bagaimana malam mu dengan merman berkulit tan itu?" tanya Luhan jahil kepada Kyungsoo
"Diam kau, kenapa kau tidur di kamar Sehun dan Kai tadi malam? Gara-gara ulah mu dengan terpaksa aku membiarkannya tidur di kamar kita" Kyungsoo terlihat sangat kesal dengan sahabatnya itu.
"Ahh itu, aku hanya memperjuangkan cinta ku Kyung dan sepertinya akan berhasil hihihi, kau tahu semalaman ini Sehun tak melepaskan pelukannya, selagi tidurpun ia terus memeluk ku, ahh aku benar-benar akan gila, ahh tentang Kai sepertinya kau tidak terpaksa. Aku yakin kau juga senangkan di temani tidur oleh Kai" Ucap Luhan, matanya menyipit tajam kea rah temannya itu
"Apa kau! Kau fikir aku seperti mu!" Bentak Kyungsoo
"Iya..iyaa terserah apa kata mu, kau tahu Kyung dengan semburat merah di pipi bakpao mu itu aku sudah tahu jawaban yang sebenarnya" Ujar Luhan di akhiri dengan kekehan mengejek temannya itu.
"Yak! Kurang ajar! Asal kau tahu ini semua salah mu, andai saja kau tidak bertindah genit dan tidur bersama Sehun, lelaki tan itu juga tak mungkin tidur bersama ku" dengan keadaan yang masih kesal, Kyungsoo mulai mengeluarkan beberapa bahan makan yang akan ia masak untuk sarapan pagi ini.
"Tapi kau senang kan?" Tanya Luhan dengan jahil kepada Kyungsoo
"Aku tidak!" bentak Kyungsoo
Selagi mereka berdebat tanpa mereka sadari, sahabat mereka satunya sudah berada di depan counter dapur berdiri dengan sedikit meringis menatap mereka dengan senyum lebar yang terus ia tunjukkan.
"Pagi Dunia! Pagi sahabat-sahabat ku sayang!" teriak Baekhyun dan itu berhasil membuat Kyungsoo dan Luhan menatapnya heran
"Kau kenapa?" Tanya Luhan dan Kyungsoo kompak
"Tak apa"
"Ahh aku mengerti, kau pasti sangat bahagia karna mendapatkan asupan mu tadi malam kan? Kau benar-benar sangat jalang Byun, kau tahu aku berusaha mati-matian mengikis rasa canggung antara diriku dan Sehun saat kami mendengar suara desahan laknat mu itu" Protes Luhan kepada Baekhyun
"Hihihi maafkan aku Luhannie, semalam Chanyeol sangat hebat aku tak bisa menahan suara indah ku ini, kau harus mencobanya dengan Sehun ku jamin kau juga akan merasakan apa yang aku rasakan tadi malam" ucap Baekhyun dengan santai tanpa mengindahkan tatap geli dari kedua sahabatnya itu
"Ya tuhan, kau ingin ku jejali dengan timun ini jalang Byun, Huh?" Tanya Luhan dengan wajah kesal, ia mengacungkan timun yang ia genggam itu di hadapan sahabatnya itu. Mendengar perkataan Luhan, Baekhyun seakan ingin meledak kesal karnanya, tapi belum sempat ia meluapkan semuanya terlebih dahulu Kyungsoo menengahinya.
"Sudahlah mari bantu aku memasak, kalau tidak… Pergi kalian dari sini hama pengganggu!" bentak Kyungsoo kepada ke dua sahabatnya itu.
"Ehehe masih pagi Kyung, tidak baik kau marah-marah seperti itu hihihi" Ujar Baekhyun menenangkan sahabatnya itu
"Iya kyung, ahh apa yang harus kami bantu? Beri tahu saja kyung hmm?" ucap Luhan
"Tidak sadarkah kau jika kalian yang membuat ku marah di pagi yang cerah ini. Cukup diam dan bantu aku menyiapkan makanan ini. Apa kalian lupa kita tak hanya bertiga di rumah ini, kau Lu bantu aku menyiapkan sayuran dan kau Baek bantu aku menyiapkan perlatan makan di meja lalu buat kan teh hangat jika kau sudah selesai dengan pekerjaan mu" Titah Kyungsoo dengan kesal kepada Baekhyun dan Luhan
"Aye.. aye Captain!" Kompak Baekhyun dan Luhan
30 menit waktu yang di butuhkan tiga sekawan itu untuk menyiapkan makanan untuk mereka santap pagi ini, Kyungsoo sengaja membuat beberapa makanan Seafood karna ia sadar ada mahkluk lain yang akan makan dengan mereka kali ini
"Baek.. Lu.. panggilkan ketiga duyung itu" Ucap Kyungsoo
"Ketus sekali" timpal Luhan, namun ia dan Baekhyun tetap melangkahkan kakinya untuk naik ke lantai atas untung memanggil tiga pria lain disana.
.
.
.
.
"Chanyeollie" panggil Baekhyun lembut
"Ya sayang" Jawab Chanyeol sama lembutnya
"Mari turun ke bawah, kau harus makan yeollie" Senyuman Baekhyun ia tunjukkan kepada mate-nya itu, dan itu sangat ampuh membuat pagi Chanyeol jauh lebih cerah hanya dengan senyuman yang Baekhyun tunjukkan kepada dirinya.
"Ahh sepertinya kau butuh membasuh wajah mu dulu" saran Baekhyun kepada Chanyeol
"Kalau begitu kau saja yang membasuh wajah ku, ayo" Ajak Chanyeol, tangan lelaki itu menarik lengan milik kekasihnya itu dan membawa ke dalam kamar mandi yang di dalam kamar itu.
Dengan telaten Baekhyun membasahi handuknya dengan sedikit air lalu mengelapnya ke wajah tampan milik kekasihnya itu.
"Kau sangat tampan Yeollie, dank au juga ternyata sangat manja" Ujar Baekhyun, jemari lentiknya dengan jahil menjawil hidung mancung milik kekasih merman-nya itu.
"Biarkan saja manja, asalkan itu dengan mu itu tak jadi masalah bukan?" Tanya Chanyeol, jemari tangannyapun ikut membalas jawilan Baekhyun tadi.
"Hahaha terserah apa kata mu saja" ucap Baekhyun dengan tersenyum kepada Chanyeol
.
.
.
.
"Aku tak tahu kalian biasa memakan apa? Jadi aku berinisiatif memasakkan makanan laut ini untuk kalian. Aku harap kalian bisa memakan dan menyukainya. Kalaupun tidak juga taka pa aku bisa membuangnya" Ujar Kyungsoo ketus, terlihat lelaki do itu masih merasa kesal dengan ketiga merman yang sedang duduk bersamanya di meja makan. Ya, walaupun ia sudah memaafkan dan menerima mereka, tapi rasa kesal masih ada sedikit di hatinya.
"Ahh ini sangat lezat Kyungie, aku menyukainya. Aku akan menghabiskan ini semua" dengan riang Kai membalas ucapan dari pria Do itu.
"Sepertinya ini tak masalah, aku bisa menerimanya" Dengan ekspresi yang sama dinginnya Sehun mengomentari makanan yang ada di hadapannya saat ini
"Makan sajalah Oh, jangan membuat semakin marah" Ucap Chanyeol dengan santai, kyungsoo yang merasa di singgung membulatkan ke dua matanya lebar.
"Sudahlah Kyung tak baik beradu mulut di meja makan, sama saja kau tak mensyukuri apa yang ada di hadapan mu ini" ujar Baekhyun menenangkan sahabatnya itu.
"Huhh hmmm terserah. Makanlah jangan banyak bicara!" Ucap Luhan mengakhiri segala perdebatan tadi.
15 menit yang mereka perlukan untuk menyantap sarapan pagi mereka. Kini mereka telah selesai dan masih nyaman untuk duduk di meja makan tanpa berniat melakukan apapun, lebih tepatnya mereka hanya sedang kekenyangan. Sehun yang tadi mengomentari masakan Kyungsoo ternyata dengan bringasnya melahap semua makanan itu, dan naas perut lelaki albino itu kini seakan ingin meledak setelah merasa benar-benar penuh di perutnya.
"Ahh aku akan membawa Baekhyun ke lautan. Aku hanya ingin ia bisa beradaptasi dengan lingkungan yang akan segera ia tinggali nantinya" mendengar perkataan santai Chanyeol tentu saja membuat Luhan, Kyungsoo, Sehun dan Kai terkejut karnanya
"Kau gila hah?! Apa itu tak terlalu cepat berikan kami waktu untuk setelah itu kau bisa dengan bebas membawanya ke dunia mu" Teriak Kyungsoo kepada Chanyeol
"Aku hanya membawanya sebentar, dan lagi aku hanya ingin dia belajar untuk beradaptasi, bukan berniat untuk membawanya tinggal bersama ku selamanya waktunya masih belum tepat" Jelas Chanyeol kepada Kyungsoo
"Sudahlah Kyung, Chanyeol itu mate Baekhyun. Dia pasti ingin yang terbaik untuk kekasihnya. Terima saja apa perkataanya dan jangan mencari masalah lagi" ujar Luhan menasihati sahabatnya itu.
"Ya.. yaa terserahlah. Tapi aku meminta kalian untuk berjanji. Kalian haru menjamin keselamatannya dan menjaganya selama ada di dalam lautan, aku tak mau ia mati tenggelam hanya karna mu duyung sombong" bentak Kyungsoo kepada Chanyeol
"Hahh pemikiran mu ternyata sangat sempit ya. Tak mungkin aku membiarkan mate ku mati tenggelam seperti yang ada di dalam pemikiran mu itu. Tanpa kau suruhpun aku akan selalu menjaganya dengan jiwa dan raga ku" timpal Chanyeol membalas bentakan Kyungsoo tadi
"Sudahlah Chanyeollie hmm" Baekhyun berusaha menenangkan kekasihnya itu, telapak tangannya ia bawa untuk membelai punggung tangan milik Chanyeol yang sedang terkepal di atas meja. Terlihat mate-nya itu pasti sangat marah dengan perkataan Kyungsoo tadi. Melihat apa yang Baekhyun lakukan padanya dengan terpaksa Chanyeol menahan segala amarahnya kepada Kyungsoo. Ia benar-benar tak suka dengan perkataan laki-laki itu kepadanya. Ia tak suka di remehkan.
"Kyung.. aku mohon. Kau tak perlu khawatir. Kau bisa mempercayakan kepada ku. Aku akan menjamin keselamatan Baekhyun untuk mu" Kai-pun mulai membelai lengan milik pria Do itu, sama seperti Baekhyun, ia berusaha untuk menenangkan lelakinya itu.
"Hm baiklah Kai" Ujar Kyungsoo tenang kepada Kai
"Hahh kenapa kalian harus ribut-ribut di pagi ini. Tak tahukah kalian perut ku rasanya ingin pecah, diamlah kalian!" ujar Sehun santai.
"Perut mu penuh? Ingin ku buatkan air lemon hangat, aku dengar itu bisa mengatasi rasa tidak nyaman mu itu Sehunnie" ujar Luhan penuh dengan perhatian
"Ahh sepertinya itu boleh juga" ucap Sehun
"Baiklah, tunggu sebentar yaa Sehuniie" suara Luhan terdengar sangat lembut kepada pria kesayangannya itu
"Buatkan untuk ku juga ya Lu" Pinta Baekhyun
"Buat dirimu sendiri" Bentak Luhan kepadanya, sangat berbeda dengan apa yang ia lakukan kepada sehun
"Huh kejam sekali" protes Baekhyun
"Kau ingin? Biar aku saja yang buatkan" tanya Chanyeol kepada Baekhyun
"Ahh tidak Chanyeollie, aku hanya ingin menggoda Luhan tadi"
"Ahh kenapa perut ini terasa penuh sekali, aku menyesal makan banyak sekali" teriak Sehun frustasi
"Kau sendiri yang salah, kau sendiri yang mengeluh" Timpal kai pada penasihat kerajaannya itu.
"Diam kau hitam!" teriak Sehun
.
.
.
.
"Berhati-hati selama di perjalanan, dan kau Kai pegang janji mu kepada ku" Ujar Kyungsoo saat mengantarkan keempat lelaki itu di depan pintu rumah mereka
"Seorang jenderal tidak pernah mengingkari janjinya Kyung" Senyum manisnya Kai tunjukkan kepada lelaki Do itu menandakan kesiapannya untuk menanggung janjinya itu
"Hmm yasudah kalian pergilah segera, dank au Baek jangan memaksakan dirimu, jika kau tak sanggup langsung katakan pada Chanyeol, aku tak ingin kau kenapa-kenapa"
"Siap boss!" Jawab Baekhyun mantap
"Kalau begitu kami pergi dahulu, jangan menunggu mungkin aku akan mengantarnya esok pagi, karna banyak yang harus aku tunjukkan kepada Baekhyun" ujar Chanyeol
Setelah mengucapkan salam perpisahan kepadan Luhan dan Kyungsoo. Baekhyun, Chanyeol, Sehun dan juga Kai mulai melangkahkan kaki mereka kea rah pantai yang menjadi tempat ketiga merman itu merubah wujudnya dengan aman
"Aku merasa sangat gugup" ucap Baekhyun
"santai saja Baek, aku yakin kau akan dengan mudah beradaptasi dengan duni kami, dan juga kau akan sehari bersama dengan mate-mu itu" ucap Kai menimpali perkataan Baekhyun tadi.
"Kai benar sayang, dan lagi aku akan selalu bersama dengan mu. Kau tak perlu merasa gugup atau apapun" ujar Chanyeol
"Hmmh Baiklah"
"HEII KALIAN!" teriak seseorang dari arah belakang mereka, Baekhyun sangat mengenal suara itu, ia sangat membenci pemilik suara itu.
"Ayo Chanyeollie, Sehun, Kai" ajak Baekhyun kepada ketiga lelaki merman itu
"Tapi sepertinya di memanggil kita Baekh" Sehun mencoba memberitahu Baekhyun jika seseorang tadi memanggil mereka
"Sudah jangan di tanggapi, anggap saja tidak ada apa-apa" ujar Baekhyun dingin
Melihat ekspresi Baekhyun, Chanyeol paham ada yang di sembunyikan kekasihnya itu tentang seseorang yang masih berusaha memanggil-manggil mereka.
Ntah apa siapa seseorang itu, dan Chanyeol tak paham ada masalah apa Baekhyun dengan orang ini.
.
.
.
.
Tbc
Hai.. diriku balik lagi nih hahaha
Ya ampun, laknat sekali ya saya ini, udah tau malam takbiran bukannya ikut takbiran ini malah buat cerita nc begini hahaha. Tapi gapapa deh, aku harap kalian masih suka dan gak bosen ya sama cerita ini
Dan maaf juga, karna udah lama..lama..lama banget gk up, ya udah aku jelasin juga alesan aku gk bisa up di chap sebelumnya..
Thanks juga buat review, fav dan follow kalian buat cerita ala-alaan daku inihh
Dan jangan pernah lelah ya guys untuk memberi review kalian buat cerita aku ini, sepertinya yang sering aku bilang aku tuh butuh bngt pendapat kalian biar aku tuh semangat dan punya ide untuk up-an selanjutnya
Dan Sorry buat Typo, kata-kat belibet dan aneh yang kalian jumpai di chap ini maupu di chap sebelumnya.
Ahh udh deh gitu aja
Byee
Salam Chanbaek is real
Ohya selamat hari raya idul adha guys bagi kalian yang menjalankannya..
See ya in the next chap…
