Love Destiny : Under The Ocean


.

.

.

.

Awalnya Chanyeol tidak terlalu menanggapi suara panggilan seseorang yang ada di belakang mereka, namun saat ia melihat wajah masam yang Baekhyun tunjukkan membuat Chanyeol semakin penasaran siapa orang itu dan apa hubungannya dengan Baekhyun.

"Baek, kau sebaiknya menyahutinya. Karena jika kau terus diam dia akan terus mengikuti kita dan itu akan menimbulkan masalah yang lain nantinya" Ujar Chanyeol

"Iya Baek, kau liat. Dia masih bersikukuh mengikuti kita, mungkin ada yang ingin ia sampaikan pada mu. Temuilah dia terlebih dahulu" Saran Sehun, sejujurnya Sehun sedikit rishi dengan teriakan orang itu.

"Baiklah, aku akan menemuinya" ujar Baekhyun lemah, langkahnya Baekhyun hentikan untuk menjumpai orang itu.

"Oh sykurlah baek akhirnya kau mau melihat ku, huhh" ujar pria itu, terlihat sedikit lelah karna berlari dan berteriak mengejar baekhyun tadi

"Ada apa Yongguk?" tanya Baekhyun tanpa ekspresi

"Aku mendengar dari teman-teman yang lain jika kau berkunjung kemari. Dan, aku tak ingin melewatkan kesempatan ini. Aku ingin meminta maaf pada mu Baek" dengan mata sayu Yongguk benar-benar berusaha meyakinkan Baekhyun bahwa ia menyesal atas apa yang dulu pernah ia lakukan kepada teman masa kecilnya itu.

"Untuk?" Tanya Baekhyun, masih dengan wajah datar nan dingin yang ia tunjukkan pada Bang Yongguk

"Semua, aku sadar Baek. Dulu terlalu banyak kesalahan yang aku perbuat pada mu. Dulu saat kita masih kecil aku sangat tertarik dengan mu, kau cantik dan baik dan akupun menyukai apa yang ada pada dirimu. Namun saat itu kau sama sekali tak melihat ku dan karena itu aku berusaha menarik perhatian mu agar kau mau melihat ke arah ku. Dan ternyarta, apa yang aku perbuat dulu itu semua salah. Karena ku, kau hampir celaka. Dan saat dewasa ini aku mulai menyadari betapa egoisnya aku, aku tak bisa memaksa mu untuk melihat ku dan sungguh Baek maafkan aku, jangan acuhkan aku seperti ini aku ingin kita berteman itu saja" dengan bersungguh-sungguh Yongguk berusaha mendapatkan ampunan dari teman masa kecilnya itu, tangannya berusaha menggapai tangan Baekhyun namun belum sampai ia meraihnya ada tangan lain yang menghalangi niatannya itu.

"Jika kau ingin meminta maaf lakukan seperti yang seharunya, tidak perlu menyentuhnya karena dia bukan milik mu" sarkas Chanyeol kepada Yongguk

"Ahh sepertinya kau sudah memiliki tambatan hati mu Baek, dan lagi sepertinya aku terlambat" ujar Yongguk lemah.

"Sudahlah, jika kau ingin mendapatkan maaf dari ku, aku memaafkan mu tapi jika ada niatan yang lain dari maaf mu itu. Tidak Yongguk aku tak mau. Jadi kau bisa pergi karna aku masih mempunyai urusan lain dengan kekasih ku" Ujar Baekhyun dengan tegas kepada lelaki itu.

"Hmmh Ya Baek dan terimakasih atas maaf itu. Dan untuk mu, maaf brother aku tak mengetahui kalau dia sudah menjadi milik mu" Tangan Yongguk berusaha untuk menepuk bahu Chanyeol tapi dengan cepat Chanyeol menangkis tangan itu darinya.

"Maaf tuan, kalau anda sudah selesai kami haus pergi dahulu" Ujar Kai santai pada Yongguk

"Ahh tentu silahkan, hati-hati Baek dan terimakasih untuk maaf mu aku bisa tenang sekarang, ya walaupun ternyata kau masih tak bisa untuk membalas perasaan ku tapi itu taka pa, aku selalu mendoakan kebahagiaan untuk mu kawan" senyum Yongguk tak pernah lepas ia tunjukkan untuk Baekhyun

"Terimakasih Yongguk dan aku pergi, Bye" dan setelah itu langkah ke empat lelaki yang berbeda tinggi badan itu mulai menjauh dari tempat Yongguk berada namun sedari tadi tatapan tak suka selalu Chanyeol tunjukkan kepada Yongguk teman masa kecil Baekhyun itu. Ia hanya tak suka jika laki-laki itu mengakui ketertarikannnya kepada mate-nya itu. Ia tak suka mate-nya di dekati dan di sentuh oleh orang lain hanya ia yang memiliki ha katas Baekhyun.

"Sepertinya ada yang cemburu~~" ejek Sehun dan Kai kompak dari belakang Chanyeol. Mereka tak pernah melihat ekspresi cemburu Chanyeol seperti ini sebelumnya dan ini menjadi satu hal yang menarik untuk mereka. Sedari tadi sebenarnya mereka sudah berusaha untuk menahan tawanya. Dan kini sepertinya tawa itu sudah tak bisa mereka bendung lagi.

"Jika kalian ingin berubah menjadi buih, maka tertawalah sepuas kalian" Ujar Chanyeol sarkas, dan spontan Sehun dan Kai langsung terdiam dan kembali ke mode serius mereka, berusaha mati-matian melupakan hal jenaka yang sedari tadi menggeliat di pikiran mereka.

"Chanyeollie, apa benar kau cemburu?" tanya Baekhyun dengan suara yang dia buat imut.

"Aku? Tidak Baek" ujar Chanyeol santai.

"Tapi kenapa wajah Chanyeollie di tekuk seperti itu, Baekki tidak suka. Kadar ketampanan kekasih ku ini bisa bekurang nantinya" Dengan wajah puppynya Baekhyun berusaha untuk menenangkan dan merayu kekasihnya itu.

"Dan juga Chanyeollie tidak perlu cemburu pada Yongguk, karena hati ku hanya untuk diri mu seorang tak ada yang bisa menggugat itu yeollie. Mana bisa aku berpindah ke lain hati jika mate ku saja jauh lebih tampan dari orang yang kau cemburui itu" dengan gemas Baekhyun mencubit pipi kekasihnya itu gemas dan setelah itu Baekhyun langsung meraih lengan berotot milik Chanyeol memeluk lengan itu dengan mesra. Dan benar, apa yang di lakukan Baekhyun tadi sukses memadamkan api cemburu yang sedari berkobar di diri Chanyeol

"Baiklah sayang ku. Aku jadi semakin semakin mencintai mu" Senyum Chanyeol semakin mengembang kala ia menatap wajah manis milik kekasihnya itu.

"Baekkie jauh lebih mencintai Chanyeollie" jawab Baekhyun dengan suara kekanakannya.

Selagi asik bemesraan tak sadar mereka jika ada dua lelaki lain yang menjadi penjaga nyamuk di antara mereka.

"ehemm tak sadarkah kalian jika kami masih ada disini" Ujar kai dingin ia merasa jengkel dengan kemesraan dua laki-laki di hadapannyannya

"ckh, bisakah kalian menahan kemesraan kalian sampai kita tiba di istana nanti. Mata ku merasa sakit karena kalian" Sarkas Sehun

"Wahh kalian sudah semakin berani ternyata dan sepertinya hari ini akan ada dua ekor duyung yang akan ku ubah menjadi buih lautan ternyata" Ujar Chanyeol dengan suara dinginnya, dan itu sukses membuat Sehun dan Kai bergidik ngeri dengan apa yang Chanyeol katakan tadi.

Hei, mereka masih terlalu dini untuk menjadi buih dan mereka tak ingin mati hanya karena masalah sepele ini.

"Hahaha tidak yang mulai mana mungkin kami berani lancang kepada anda, ahh aku akan berjalan terlebih dahulu memeriksa daerah sekitar" Ujar Kai dan laki-laki itu langsung melangkahkan kakinya cepat meninggalkan Chanyeol dan Baekhyun di belakangnya.

"Aku hanya diam disini" Ujar Sehun Patuh, dia tak mau jika Chanyeol benar-benar murka nantinya.

"Hahahaha kalian lucu sekali" tawa Baekhyun begitu saja lolos melihat tingkah ketiga lelaki yang ada bersamanya ini.

"Mereka memang lucu dan aneh sayang" Jawab Chanyeol santai, dan Sehun yang mendengar itu hanya bisa mencebikkan bibirnya ia tak ingin bersuara kali ini dan membuat rajanya itu semakin murka padanya.

.

.

.

.

"Chanyeollie, apa kau yakin aku bisa melakukan ini. Aku merasa sedikit khawatir akan hal ini" sekarang ini Baekhyun, Chanyeol, Sehun dan juga Kai sudah berada di bibir pantai terlarang.

Setelah selesai mengecek keadaan benar-benar aman, Sekarang ini Kai sudah terlebih dahulu masuk ke dalam air dan merubah wujudnya menjadi merman dia kebagian tugas untuk menjaga keadaan di dalam air berjaga-jaga jika ada duyung jahat yang mendekat ke arah mereka dan membahayakan keselamatan Baekhyun

Sedangkan Sehun, ia masih berdiri tegak di daratan menunggu sampai Baekhyun siap masuk ke dalam air, ia kebagian berjaga di daratan. Memastikan keadaan benar-benar aman dari atensi manusia di pantai itu.

Chanyeol, ia masih berusaha meyakinkan kekasihnya itu, dapat ia lihat ketakutan yang di tampilkan wajah cantik milik kekasihnya itu.

"Tidak apa sayang, aku ada di samping mu. Aku tak mungkin mencelakai mate ku"

"Kau hanya perlu berenang dan masuk ke dalam air, saat kau sudah berada di dalam air aku akan memberikan mu sesuatu agar kau bisa bernafas di dalam air. Dan setelah itu akan jauh lebih mudah untuk mu nantinya" ujar Chanyeol sembari menyakinkan kekasihnya itu.

"Kau yakin Chanyeollie, baiklah aku akan berusaha" dengan sedikit takut-takut Baekhyun mulai memasukkan kakinya ke dalam dinginnya air lautan disana Chanyeol dengan setia menggenggam tangan kekasihnya itu, menjaga. Takut Baekhyun terjatuh karena derasa ombak lautan di pantai ini.

Setelah tubuh Baekhyun sudah setengahnya tenggelam begitupun Chanyeol lelaki itu sudah sempurna berubah ke wujud aslinya. Jujur, Baekhyun awalnya masih sedikit terkejut melihat perubahan sekilas yang Chanyeol lakukan. Ini kali pertama dengan mata telanjang dan dengan jarak yang sedekat ini dia melihat kekasihnya berubah ke wujud mermannya. Baekhyun menghentikkan langkahnya berniat untuk menganggumi keindahan ekor yang di milik mate-nya itu. Sisik-sisik indah yang berpadu dengan warna hijau dan biru laut semakin menambah kesan indah dan menganggumkan pada ekor mate-nya itu dan ahh jangan lupakan ujung ekor mate-nya itu yang sudah melambai-lambai sesuai alunan arus air yang menerpa ekor indah itu. Mata Baekhyun berbinar melihat keindahan nyata yang tersaji di depan matanya itu.

Chanyeol semakin jauh-jauh lebih tampan dalam wujud aslinya. Dia memang seorang dewa. Tidak hanya ekornya yang indah, tubuh kekar dan berototnya semakin menambah kesan agung dan jantan pada Chanyeol. Wajahnya, dengan rahang tegas, hidung mancung dan mata berbinar dengan warna senada dengan birunya lautan semakin menambah kesan tampan pada Chanyeol.

Rasanya Baekhyun ingin bersujud kepada sang pencipta karena kebaikan hatinya ia bisa berjumpa dengan lelaki yang sempurna seperti Chanyeol dan dengan kemurahan hatinya ia sudah menjodohkan Baekhyun dengan lelaki mengaggumkan seperti Chanyeol.

"Baek, ayo. Kita tak bisa berlama-lama disini" Panggil Chanyeol membuyarkan semua lamunan Baekhyun.

"Ahh Baik" dengan segera Baekhyun melangkahkan kakinya, tangan satunya masih berpegang dengan kuat dengan tangan mate-nya, tak butuh waktu lama kini tubuh Baekhyun sudah sepenuhnya di dalam air.

Tak ingin membuang waktu, Chanyeol langsung meraih bibir merah kekasihnya itu, memberikan ciuman disana dan tak lupa memasukkan sesuatu dari dalam dirinya ke dalam tubuh Baekhyun. Dengan itu Baekhyun tanpa berusah payah lagi dapat dengan leluasa bernafas di dalam air sama seperti dirinya. Mendapatkan ciuman dari kekasihnya itu awalnya Baekhyun cukup terkejut, ia masih belum terbiasa berada di dalam air dan kini Chanyeol berusaha menciumnya.

Dapat Baekhyun rasakan jika Chanyeol memasukkan sesuatu ke dalam mulutnya, dan dapat Baekhyun tebak bentuknya bulat seperti kelereng dan ia tak tahu itu apa. Tapi dengan inisiatif ia langsung menelan benda asing itu. Dalam pikirannya, mungkin ini yang di katakana Chanyeol tadi, sesuatu agar dia dapat benafas di dalam air.

Setelah selesai dan Chanyeol merasa cukup puas dengan ciumannya, ia langsung melepaskan penyatuan mereka tadi.

Dan kini dapat Baekhyun rasakan, ia tak segugup sebelumnya. Ia bisa bernafas layaknya dia berada di daratan, reflex senyuman Baekhyun mengembang, ia sangat bahagia. Akhirnya selangkah pasti ia semakin dekat dengan kekasihnya itu. Dan mungkin sebentar lagi ia akan berubah seperti mate-nya itu.

"Kyak! Aku bisa bernafas" teriak Baekhyun, dan spontan ia menutup kembali mulutnya dia terkejut dia tidak hanya bisa bernafas melainkan kini ia juga bisa berbicara di dalam air layaknya ia sedang berada di daratan. Mata Baekhyun berbinar, dia semakin menganggumi kehebatan kekasihnya itu. Chanyeol benar-benar sangat luar biasa pikirnya.

"Untuk apa kau tutup, berbicaralah seperti biasanya, sekarang kau bisa melakukan apapun yang sering kau lakukan di daratan, di dalam air. Kau tak perlu ragu dan takut lagi" Ujar Chanyeol, tangannya mulai menggapai pinggul kekasihnya itu dan memeluknya erat. Dan dengan senang hati Baekhyun menerima pelukan mate-nya itu.

"Kau sungguh luar biasa Chanyeol, aku sangat beruntung memiliki mu" Ucap Baekhyun dengan kagum.

"Tidak Baek, akulah yang beruntung memiliki mu" Senyuman Chanyeol dan Baekhyun sudah sedari tadi mengembang dengan bahagianya. Kini Baekhyun tak bisa berkata-kata lagi ia sungguh luar biasa bahagia. Ya, ia bahagia, sedikit demi sedikit ia dan Chanyeol akan bersatu tanpa takut ada lagi penghalang di antara mereka. Pikirnya, biarlah ia berjuang sedikit demi cintannya ini, biarkanlah ia meninggalkan kehidupannya di daratan demi laki-laki yang paling ia cintai ini.

"Mari yang mulia, ibu ratu mungkin sudah menunggu kita di istana" ujar Kai dengan sopan kepada Chanyeol.

Dan setelah itu Chanyeol mulai menggerakkan ekornya dan menuntun kekasihnya itu berenang di lautan, ia tak ingin melepaskan genggamannya pada Baekhyun barang sedetikpun.

Dan setelah itu, Sehun-pun langsung masuk ke dalam air, mengikuti ketiga lelaki yang terlebih dahulu berenang di depannya. Lelaki albino itu sudah memastikan jika keadaan di sekitar pantai itu aman, ia tak ingin jika ada manusia lain yang mengetahui keberadaan mereka. Bisa saja Chanyeol murka dan membunuhnya nanti dan juga ia pun tak ingin membahayakan raja dan calon pasangan rajanya itu.

Kini mereka mulai mengarungi lautan, membelah derasnya ombak untuk sampai ke istana yang berada jauh di dalam lautan. Cukup banyak waktu yang mereka butuhkan untuk sampai kesana. Mengingat juga Baekhyun masih dalam penyesuaian diri di dalam lautan dan mungkin waktu mereka untuk sampai ke istana sedikit lebih lama karnannya.

.

.

.

.

"Baek, ada yang ingin aku tanyakan pada mu" Ujar Chanyeol memecah keheningan di anatara mereka

"Hmm, apa Yeollie?"

"Laki-laki tadi, apa yang dia lakukan pada mu sampai ia berusaha meminta maaf kepada mu seperti tadi?" Tanya Chanyeol

"Ahh hanya kejahilan anak kecil, dia saja yang terlalu membawa perasaan, aku saja sudah lupa apa-apa saja kejahilan yang di perbuat pada ku, namun ada satu yang masih ku ingat sampai kini" jawab Baekhyun

"Apa?"

"Dulu aku pernah tenggelam di pantai yang baru saja kita datangi, karena dia aku hampir saja mati di hantam ombak, namun saat keadaan ku hampir tak sadarkan diri seseorang saat itu datang menyelamatkan ku, aku tak tahu dia siapa, tapi aku sangat berterimakasih padanya" ujar Baekhyun sambil bernostalgia dengan kenangannya di masa kecil dulu. Dan Chanyeol, ia tak terlalu terkejut dengan cerita Baekhyun tadi, karena dialah yang menyelamatkan Baekhyun saat itu.

"Ahh mungkin aku tak perlu menyalahkannya, atau aku bisa beterimakasih pada lelaki itu karena ulahnya aku bisa berjumpa dengan mate ku" Gumam Chanyeol di dalam hatinya, dia tersenyum memandangi wajah mate nya

"Kenapa tersenyum seperti itu?" tanya Baekhyun heran

"Tak apa, aku hanya sedang bahagia. Menatap mu membuat ku merasa sangat senang dan bahagia dan melihat mu ada disini semakin menambah kebahagian ku" ujar Chanyeol berbisik dengan suara bassnya di depan telinga Baekhyun. Baekhyun yang mendengar itu hanya bisa ikut tersenyum, tak tahu kah Chanyeol. Jika saat ini bahwa Baekhyun lah yang jauh lebih bahagia. Akhirnya ia memiliki seseorang yang menjadi alasan agar ia tetap bertahan hidup di dalam kejamnya dunia.

"Aku tahu jika aku sudah mengatakan ini berulang-ulang kali, tapi aku tak peduli dan biarkan saja kau bosan mendengarnya. Aku mencintai mu Chanyeollie" ujar Baekhyun dan langsung menghadiahi Chanyeol beberapa kecupan lembut di pipi tegas milik mate-nya itu.

"Aku tak pernah bosan mendengarnya sayang, kau salah besar" Chanyeol mulai menggelitik badan mate-nya itu, memeluknya dan menghadiahi pipi gembil kekasihnya itu sebuah kecupan dalam syarat akan ketulusan.

Dan tentu saja, lagi dan lagi. Sehun hanya bisa merotasikan kedua matanya saat melihat pasangan kekasih itu bermesraan di hadapannya. Malangnya ia, sedangkan Kai bisa berlega hati saat ini, karna ia berada di depan dan tak melihat apa yang raja dan kekasih rajanya ini perbuat.

.

.

.

.

Di lain tempat, tepatnya di rumah Baekhyun.

Kyungsoo sedang di dera frustasi, bukan karena apa. Pihak manajemen yang menaungi Baekhyun sedari tadi terus mengiriminya pesan dan juga e-mail, meminta agar sang artis kembali ke seoul untuk meneruskan pekerjaannya yang sudah tertunda beberapa hari ini.

"Bagaimana ini Lu, aku tak mungkin memaksa Baekhyun untuk kembali ke Seoul. Itu egois namanya, tapi apa yang bisa ku perbuat. Jika Baekhyun tak kunjung kembali, bisa tamat semuanya Lu, bisa dia di tuntut oleh pihak manajemen, aisshh.. Kenapa masalah terus datang silih berganti seperti ini" dengan gusar lelaki Do itu mengacak rambutnya, ia tak tahu haru berbuat apa sekarang ini. Baekhyun, ia sudah pergi dari beberapa jam yang lalu.

"Coba tenang, cobalah minta tambahan waktu. Bilang jika Baekhyun dalam keadaan yang tidak baik untuk bekerja saat ini" saran Luhan, berusaha menenangkan sahabatnya itu.

"Mau bilang apa? Sakit. Pasti mereka akan memaksa menjemput Baekhyun dan meminta agar Baekhyun di rawat di rumah sakit di bawah naungan mereka. Kau tahu Lu, mereka itu sangat licik, mereka bagaikan rubah berselimutkan bulu domba. Kita tak akan tahu apa yang akan mereka lakukan pada Baekhyun jika kita berusaha untuk membohongi mereka" spontan Kyungsoo mengeluarkan suara tingginya pada Luhan, dan Luhan merasa terkejut dengan bentakan dari sahabatnya itu, dia hanya bisa terdiam sekarang, ia pun tak tahu harus melakukan apa. Baekhyun bukan sepertinya, yang bisa bekerja dimanapun yang dia mau. Baekhyun seorang artis yang sudah diikat kontrak yang rumit.

"Begini saja, kau cobalah untu tenang. Kita tunggu sampai Baekhyun kembali. Dan saat ia sudah sampai disini baru kita diskusikan lagi dengannya tentang masalah ini" saran Luhan, lelaki itu benar-benar berusaha bersabar menghadapi temannya ini sekarang, ia tak boleh tersulut emosi sedikitpun saat ini.

Luhan jadi merasa iba dengan Baekhyun sahabatnya itu, mengapa sangat sulit untuk bersama orang yang kau cintai, dan kenapa begitu banyak rintangan yang ia lalui agar bisa selalu bersama cintanya.

Kyungsoo masih berusaha berfikir jalan keluar apa yang harus ia perbuat, tanpa harus memisahkan sahabatnya itu dari mate-nya.

"Putus kontrak" Ucap Kyungsoo spontan

"Hah? Kau tidak salah Kyung" Luhan tahu maksud dari perkataan sahabatnya tadi.

"Hmm aku tahu Lu, ku rasa saat ini Baekhyun harus sedikit lebih berkorban kali ini. Tapi kita harus menyerahkan segala keputusannya pada Baekhyun, aku tak bisa berbuat apa-apa kali ini. Dan lagi, selama beberapa bulan ini Baekhyun juga sudah banyak sekali mengambil cuti dan mungkin pihak manajemen akan sedikit murka dengannya" ujar Kyungsoo lemah, ia sandarkan kepalanya di sandaran sofa mencoba menenangkan pikirannya.

"Tapi ia akan kehilangan semuanya Kyung" Ucap Luhan

"Kenapa memangnya? Dia juga akan pergi dari dunia kita dan pergi ke dunia para duyung itu, dan sudah pasti dia akan mengorbankan segala kegelamoran hidupnya disini untuk bersama mate-nya itu" ujar Kyungsoo mantap kepada sahabatnya itu

"Iya aku tahu, tapi kita harus meyisakan sedikit agar menjadi kenang-kenangan untuknya, tak mungkin kita menyerahkan apa yang Baekhyun dapatkan dengan peluhnya sendiri kepada pihak manajemen, itu tak adil namanya" ucap Luhan

"Apa Lu, apa lagi yang bisa kita lakukan untuk saat ini?" Tanya Kyungsoo, kembali lelaki do itu tersulut emosi dengan perkataan sahabatnya itu. Dan Luhan, dia hanya bisa kembali terdiam dengan bentakan dari sahabatnya itu, dia rasa kesabarannya akhir-akhir ini memang semakin di uji, dan ia yakin ia harus tahan menghadapi ini semua. Sedikit lagi, ya. Dia yakin sedikit lagi pasti mereka akan mendapatkan titik cerah dari kegelapan yang mereka lalui saat ini.

"Yasudah Lu, aku tak ingin berdebat dengan mu, seperti yang kau katakan tadi. Kita tunggu sampai Baekhyun kembali dan kita berikan kepadanya keputusan apa yang akan ia pilih nantinya. Aku juga tak berani berbuat apa-apa sekarang. Aku akan mencoba membuat pihak manajemen sedikit memberi belas kasih kepada kita, sampai Baekhyun memberikan keputusan finalnnya nanti" ujar Kyungsoo, mengakhiri perdebatanya dengan Luhan

"Hmhh Baiklah Kyung" ujar Luhan lemah.

.

.

.

.

Kini Baekhyun telah sampai di tempat tinggal Chanyeol, yang mungkin sebentar lagi akan menjadi tempat tinggalnya juga.

Dapat ia lihat betapa megahnya istana yang terpampang di hadapannya sekarang, sedikit lagi ia akan memasuki area istana itu, hanya tinggal melewati satu gerbang lagi. Namun belum ia melewati gerbang yang ada di depannya, dapat ia rasakan jika para merman dan mermaid di sekitarnya memberikan tatapan aneh kepadanya, ia menjadi takut dan khawatir hanya karna tatapan nyalang yang di berikan oleh kaum mate-nya itu.

"Apa mereka tak menyukai ku" Gumam Baekhyun pelan, dan tentu saja itu di dengar oleh Chanyeol yang berada tepat di samping Baekhyun

"Kau tak perlu khawatir ataupun takut, mereka tak ada hak untuk menghakimi mu, akan ku berikan ganjaran pada mereka nanti, karena sudah membuat mate ku murung seperti ini" ujar Chanyeol, rahang lelaki merman itu sedikit mengeras, menandakan jika ia sedang murka sekarang ini. Ia tak suka dengan apa yang di lakukan kaumnya pada Baekhyun, ia tak mau membuat Baekhyun tak nyaman hanya karena tatapan aneh dari kaumnnya itu.

"Tenanglah Baek, mereka bukan tak menyukai mu. Mereka hanya sedang mengaggumi mu, mereka tak pernah melihat kaki indah seperti yang kau miliki. Mungkin mereka sedikit iri sekarang, kau tak perlu khawatir. Dan juga kau itu pasangan dari raja kami, kau jauh lebih berkuasa sekarang di banding mereka semua" si dingin Oh berusaha memberikan kata-kata penenang pada Baekhyun, sejak tadi dia pun sedikit gusar dengan tingkah kaumnnya itu, kalau begini kaumnya dan manusia jadi terlihat sama tingkahnya, selalu menilai seseorang dari sampulnya tanpa memikirkan bagaimana perasaan seseorang yang mereka nilai itu.

"Yang mulia raja Chanyeol telah kembali" teriak seorang prajurit disana, memberikan tanda pada penghuni istana jika sang raja sudah kembali dari perjalanannya.

"Silahkan Yang mulia, ibu ratu sudah menunggu anda di dalam" Ujar prajuritnya yang satunya.

Baekhyun cukup terkesima melihat apa yang terpampang dihadapannya kali ini, dapat ia lihat Chanyeol bukan hanya merman biasa, kekasihnya lebih dari itu. Dia sangat di hormati dan di segani, terlihat banyak para merman dan mermaid yang berganti-ganti memberikan hormat kepadanya, dan itu semakin membuat Baekhyun merasa menjadi manusia yang paling beruntung di muka bumi ini.

"Ya ampun! Baekhyunee anak ibu, kau kah itu sayang?" teriak seorang mermaid dan dapat Baekhyun pastikan jika itu ibu Chanyeol, Baekhyun sangat mengenali suara itu.

"Ahhh ibu" sapa Baekhyun, setelah itu ibu Chanyeol langsung memberikan pelukan hangat untuk calon menantunya itu, terlihat kebahagiaan disana saat ia melihat mate dari anaknya itu.

"Kalian pergi dahulu sana, aku masih ingin bersama dengan menantu ku. Mari sayang ikut ibu" dengan penuh rasa bahagia wanita mermaid cantik itu menarik Baekhyun ke dalam istananya, dan sebetulnya Baekhyun masih terasa canggung berada disini, ia seakan tak rela berpisah dari Chanyeol, tapi apa mau di kata ia tak mungkin menolak permintaan calon ibu mertuanya itu.

Setelah sampai di suatu ruangan, ibu Chanyeol menyuruh Baekhyun untuk duduk di atas batu karang, sepertinya ada yang ingin di bicarakan wanita itu kepadanya.

"Wah bu, aku tak menyangka. Ini luar biasa indahnya, ini jauh lebih indah di bandingkan di daratan" mata Baekhyun berbinar melihat keindahan sudut ruangan istana milik kekasihnya itu.

"Hahaha, ibu yakin kau akan betah disini Baekhyun. Jadi bagaimana apa kau sudah memutuskannya sehingga Chaneyol mau membawa mu kemari?" tanya ibu Chanyeol antusias

"Begitu bu, tapi Chanyeol tak mengijinkan Baekhyun untuk tinggal disini untuk beberapa waktu ini. Dia mau Baekhyun yakin terlebih dahulu dengan pilihan ku" ujar Baekhyun lemah

"Ahh tidak apa sayang, ibu yakin cepat atau lambat kau akan sepenuhnya tinggal disini bersama Chanyeol, ibu dan juga kaum kami. Kau tahu melihat mu datang berkunjung kemari saja ibu sudah sangat bahagia sayang" ujar wanita itu dengan senyum indah yang selalu ia tunjukkan kepada Baekhyun

"Wahh, siapa dia bu?" mendengar suara laki-laki lain spontan Baekhyun mengarahkan pandangannya kea rah sumber suara tadi.

"Ahh Guanlin, kemarilah" perintah ibu Chanyeol kepada anak bungsunya itu

"Nah, Baekhyunee perkenalkan ini anak bungsu ibu Guanlin dan Guanlin dia mate kakak mu, Baekhyun namanya, dia terlihat cantik bukan?" Tanya ibu Chanyeol kepada anaknya itu

"Hmhh begini rupanya bentuk manusia itu, kau jantan kan?" tanya Guanlin apa adanya, karena pertanyaannya itu dia berhasil di hadiahi ibunya sebuah pukulan di lengannya

"Hei! Jaga perkataan mu itu, tunjukkan sikap hormat mu pada Baekhyun. Dia mate kakak mu" ujar sandarac memberi peringatan pada anak bungsunya itu

"Aku tidak salah bu, aku hanya bertanya. Ibu bilang dia cantik tapi dari apa yang ku lihat dia seorang pejantan, dia tak bisa di bilang cantik bu" bela Guanlin

"Diamlah Guanlin, jika kau tak ingin ibu murka pada mu, jaga sikap mu itu, tunjukkan sikap yang harus di tunjukkan oleh seorang pangeran" sandarac masih berusaha untuk memperingati anaknya itu akan kata-katanya tadi.

"Ya ya terserahlah bu, ohya dan untuk mu. Salam kenal" ucap Guanlin santai, setelah itu ia berusaha untuk memeluk dan mencium pipi ibunya untuk berpamitan

"Dah bu, dah manusia~~" pamit Guanlin dengan cerianya

"YAAKKK! GUALINN! Kembali kau anak nakal! Akan ibu pukul kau!" teriak Sandara sejadi-jadinya, ia sudah melupakan siapa dia sekarang, ia hanya murka dengan tingkah laku anak bungsunya itu.

"Bu" panggil Baekhyun dengan suara lembutnya, sedari tadi Baekhyun hanya bisa terdiam melihat interaksi Guanlin dan Ibu Chanyeol.

"Ahh maafkan dia Baek, dia memang seperti itu, nakal tidak tahu aturan beda sekali dengan Chanyeol, entah apa yang ku makan dahulu saat mengandungnya sehingga ia memiliki perilaku nakal seperti itu" terlihat wanita mermaid itu masih sibuk mengomel karna tingkah anaknya tadi, dan Baekhyun hanya bisa tersenyum jenaka melihatnya. Jujur, ia tak terlalu mengambil hati atas perkataan Guanlin tadi, ia tahu Guanlin masih muda mungkin merman itu masih dalam masa peralihannya sama seperti anak manusia.

"Tidak apa bu, Baekhyun paham pasti Guanlin hanya bercanda tadi, tidak apa bu" Ujar baekhyun meyakinkan Sandara kalau ia tidak apa-apa.

"Ahh betapa beruntungnya aku memiliki calon menantu seperti mu, sudah cantik, manis, sopan ahh entahlah kau terlalu sempuran Baekhyunee" jemari lentik milik ibu Chanyeol berusaha menggapai hidung mancung milik Baekhyun memberi jawilan di hidung milik mate anaknya itu.

"Ah itu terlalu berlebihan bu, Baekhyun hanya manusia biasa tidak lebih" ujar Baekhyun dengan senyum malu-malu yang tersemat di wajah manisnya itu.

"Kau terlalu merendah sayang, kalau kau hanya manusia biasa tak mungkin kau berjodoh dengan anak ku, kau tau Baek, kau lebih dari segala apa yang kau fikirkan" sanjung ibu Chanyeol kepada anak laki-laki manusia yang masih duduk manis di hadapannya.

"Tapi bu, apa aku boleh bertanya?" pinta Baekhyun dengan wajahnya yang terlihat sedikit bingung

"Tentu"

"Tadi Chanyeol sempat memasukkan satu benda asing ke dalam mulut Baekhyun, bentuknya sama seperti kelereng, kalau aku boleh tahu itu apa bu?" Tanya Baekhyun serius, dan ibu Chanyeol sempat beberap detik terdiam untuk memahami apa yang di maksud Baekhyun barusan.

"Menurut ibu kau tak terlalu perlu mengetahui secara pasti itu apa, tapi satu yang perlu kau tahu Chanyeol sudah memberikan separuh hidupnya pada mu agar kau bisa hidup disini dengan bebas, ahh ibu tak tahu harus menjelaskannya bagaimana, tapi ibu tahu kau anak yang pintar Baek, ibu harap kau bisa memahami maksud dari perkataan ibu" Ujar ibu Chanyeol kepada Baekhyun, tapi Baekhyun masih merasa tak puas dengan jawaban wanita mermaid yang ada di hadapannya itu.

"Bu, Baekhyun mohon. Aku perlu tahu itu apa, jika itu suatu yang berharga atau apapun tolong katakan pada ku bu, ku mohon" Pinta Baekhyun, rasa penasarannya sudah semakin membuncah, ia merasa berhak mengetahui apa benda itu.

"Baiklah, seperti yang ibu katakan, jika Chanyeol sudah memberikan itu kepada mu. Itu pertanda jika ia percaya pada mu dan dia juga sudah menyerahkan separuh jiwanya pada mu, benda itu layaknya hati bagi kami, benda itu sumber kekuatan kami. Chanyeol memberikan itu kepada mu karna ia percaya pada mu. Jadi, ibu mohon tolong jaga itu dan jangan pernah tinggalkan Chanyeol Baek, karena ia sudah memberikan separuh kehidupannya kepada mu"

"Ahh sepertinya Guanlin sedang berbuat ulah lagi, ibu ingin menemui anak itu dulu, dan tolong renungkan kata-kata ibu tadi Baek" Sebenarnya itu hanya alasan Sandara, ia tak ingin Baekhyun bertanya lebih tentang benda itu, ia merasa sakit ketika mendengar jika Chanyeol sudah menyerahkannya kepada Baekhyun, tapi apa yang bisa ia perbua itu pilihan anaknya, dia hanya bisa mendukung dan berharap kebahagiaan untuk anaknya.

Sebelum ibu Chanyeol pamit kepadanya tadi, sebenarnya Baekhyun melihat raut kesedihan di wajah cantik mermaid itu. Dapat Baekhyun simpulkan kalau benda itu sangat-sangat berharga sehingga membuat ibu Chanyeol seperti tadi. Dan ia sadar, tak seharusnya ia memaksa wanita itu untuk menjelaskan kepadanya.

"Jika ibu bilang ini hidup Chanyeol, demi apapun Aku akan menjaganya bu, ibu tak perlu takut atau khawatir" gumam Baekhyun pada dirinya sendiri

.

.

.

.

Lama Baekhyun termenung di tempat yang sama dimana ia dan ibu Chanyeol mengobrol. Tanpa Baekhyun sadari dari arah belakang tubuhnya, sudah ada Chanyeol yang menatapnya serius penuh tanda tanya, ia tak mengerti ada apa dengan matenya itu, kenapa dia terlihat muram pikir Chanyeol

Chanyeol mulai menggapai tubuh mungil itu, melingkarkan lengannya di sekitaran tubuh Baekhyun memberi kehangatan disana.

"Kenapa melamun lagi? Ada yang mengganggu mu?" Tanya Chanyeol berbisik di telinga Baekhyun dengan suara rendahnya.

"Ahh tidak apa, aku hanya menganggumi istana mu saja Yeollie" lengan Baekhyunpun meraih lengan mate-nya itu memberikan balasan pada pelukan hangat Chanyeol

"Chanyeol" panggil Baekhyun dengan suara lembutnya

"Hmhh"

"Terimakasih, terimakasih sudah hadir di hidup ku, terimakasih atau segala perjuangan dan pengorbanan mu untuk ku, dan yang paling penting terimakasih atas cinta mu. Aku tak tahu bagaimana hidup ku jika kau tak hadir di hadapan ku, kau lah semangat ku untuk hidup, kau alasan ku untuk bertahan di duni ini. Aku berjanji akan terus mencintai mu, menyayangi dan tak akan pernah meninggalkan mu sampai aku menemui ajal ku, tapi ku mohon pada mu juga. Jangan tinggalkan aku Chanyeol aku tak tahu bagaimana hancurnya hidup ku jika kau meninggalkan ku di dunia ini, aku tak punya siapa-siapa lagi selain kau, aku mohon" Tangisan Baekhyun pecah, ia tak bisa membendung rasa terharunya atas apa yang ia terima selama ini dari kekasihnya, dank arena rasa cintanya pula membuat ia tak sanggup membayangkan jika Chanyeol pergi meninggalkannya.

"Hei! Kenapa kau seperti ini, itu sudah menjadi kewajiban ku Baek, kau tak perlu berterimakasih atas hal itu, dan percayalah tanpa kau pinta aku terus bersama mu sayang, mana sanggup aku hidup tanpa, kau nyawa ku, kau hidup dan mati ku, hmmh sudah jangan menangis aku hanya meminta satu hal pada mu, cukup tinggal bersama ku, selalu bersama ku, dan cintai aku, itu sudah cukup Baek, aku tak meminta hal yang lain" kini pelukan Chanyeol sudah semakin erat kepada mate-nya itu, ia pun sudah duduk di samping Baekhyun. Wajah tampannya ia dekatkan di wajah cantik milik Baekhyun, mengecupi mata indah milik kekasihnya.

"Aku sayang padamu, aku mencintai mu Chanyeol. Tunggulah, tidak akan lama lagi, aku akan segera selalu berada di samping mu Yeollie. Kita akan selalu bersama" mata Baekhyun berbinar menatap iris biru milik kekasihnya itu, senyum mengembang begitu saja tanda kebahagiaannya.

"Aku selalu menunggu mu sayang, dan aku jauh lebih menyayangi dan mencintai mu Baekhyun" bisik Chanyeol lembut di hadapan mate-nya itu.

.

.

.

.

Tanpa Chanyeol, Baekhyun sadari, ternyata sudah ada tiga merman dan satu mermaid yang menyaksikan kemesraan mereka. Ya, mereka adalah Sehun, Kai, Guanlin dan Sandara ibu Chanyeol. Mereka hanya bisa tersenyum bahagia melihat sang raja dan mate-nya saling mencintai seperti itu.

"Aku memohon pada sang pencipta, agar ia mau menjaga pasangan itu, dan aku memohon padanya jangan berikan kesedihan di hubungan mereka, berikan lah kebahagian pada mereka, sudah terlalu banyak rintangan yang mereka alami hanya untuk bisa bersama bersatu dengan cinta mereka" gumam ibu Chanyeol lembut, dan ternyata itu dengan oleh ketiga merman lainnya, yang mengamini perkataan mermaid cantik tadi.

.

.

.

.

Tbc


Hai.. diriku kembali…

Gimana ceritanya? Wkaka jangan di tanya lagi deh ya ke-absurdannya.

Ohya aku mau bilang, kalok cerita ini mungkin tinggal beberapa chap lagi sampai cerita ini bakalan end. So aku harap kalian tetap berminat untuk membaca dan mengikuti cerita ku ini.

Mungkin gitu aja deh.

Oh iya, aku boleh ya sekalian mau promoin cerita aku yang lain, Yang My Lecture VS Me, tolong di baca-baca ya manteman, mana tau suka hihihi

Thanks for reviewnya, dan buat yang siders Jangan diem2 bae dong…

Yaudah deh, gitu aja deh..

See ya in the next Chap….

Salam Chanbaek is real!