Love Destiny : Under The Ocean
By : Devi park
.
.
.
.
Masih di dalamnya samudra biru, lebih tepatnya di sebuah istana bawah laut tempat tinggalnya para merman dan mermaid.
Disanalah Baekhyun bersama dengan mate-nya. Jujur, tak pernah ia begitu bahagia seperti yang dia rasakan kali ini. Setelah kepergian kedua orangtuanya, hidupnya selalu saja di rundung kesedihan namum kali ini semuanya berbeda. Setelah kedatangan seorang laki-laki yang mengaku sebagai mate-nya, sejak itu pula Baekhyun mulai merasakan kebahagian hidupnya yang selama ini ia cari.
Entah mengapa, rasa ingin tetap tinggal di lautan semakin membuncah kali ini, jujur ia tak mau lagi kembali ke daratan rasanya.
Dari sini ia bisa selalu berdekatan dengan kekasihnya tak ada yang bisa memisahkan mereka lagi.
"Chanyeollie" panggil Baekhyun dengan suara lembutnya
"Hmm ya sayang.." begitupun Chanyeol ia langsung menanggapinya dengan suara lembut dan senyuman halus yang ia tunjukkan pada Baekhyun.
"Bisakah aku tetap tinggal disini saja? Kau tak perlu mengantarkan ku pulang. Aku mau disini Chanyeollie bersama mu" dengan gaya manjanya ia sudah bergelayutan di lengan kekar milik kekasihnya berharap sang kekasih mau mengiyakan permintaanya.
"Lalu jika kau tetap disini, bagaimana dengan Luhan dan juga Kyungsoo mereka pasti akan sangat khawatir jika kau tak kunjung pulang seperti waktu yang sudah di tetapkan" Chanyeol menatap wajah cantik milik kekasihnya itu, ia begitu terpesona dengan keindahan yang di miliki laki-lakinya itu, tidak hanya di darat ataupun lautan, dia tetap saja mengagumkan.
"Hmmh tapi aku suka disini Chanyeollie" Baekhyun benar-benar berusaha meyakinkan kekasihnya itu
"Sebelum kau benar-benar tinggal disini, akan jauh lebih baik jika kau berpamitan dengan benar kepada Luhan dan Kyungsoo, jika seperti ini kau akan membuat kedua sahabat mu itu sedih nantinya"
"Baiklah, tapi kau janji setelah ini semua tak ada lagi alasan. Setelah benar-benar berpamitan dengan mereka, aku akan langsung ikut bersama mu dan aku hidup di sini dengan mu, janji?" Dengan wajah serius Baekhyun mengacungkan jari kelingkingnya sebagai isyarat untuk mengikat janji Chanyeol dengannya.
"Iya, baiklah. Aku berjanji" Chanyeol meraih jari kelingkig kekasihnya itu meyatukan dengan jari kelingkingnya dan setelahnya ia daratkan beberapa kecupan lembut di kedua pipi gembil milik kekasihnya itu.
"Apa kau tak ingin berkeliling istana dengan ku?" Tanya Chanyeol
"Apa itu boleh?" Baekhyun balik bertanya pada Chanyeol
"Tentu saja boleh, apa kau lupa jika kau mate siapa, hmm? Tapi sebelum itu kita harus bertemu dengan Sehun ak ingin dia melakukan sesuatu" Chanyeol mulai menggerakkan ekor indahnya untuk berenang ke tempat dimana Sehun berada, begitupun Baekhyun yang selalu setia berada tepat di dekat mate-nya itu.
"Ada apa memangnya?" Tanya Baekhyun penasaran.
"Kau akan tahu nanti sayang, ayo" Chanyeol meraih tangan lembutnya mate-nya itu menuntun kekasihnya itu untuk berenang beriringan dengannya.
.
.
.
.
Dan kini Chanyeol sudah berada di kursi singgah sananya, ia sudah mencari Sehun tadi di tempatnya hanya saja ia tak menemui merman albino itu, sehingga ia memerintahkan kepada penjaganya untuk mencari laki-laki itu dan memerintahkan untuk bergegas menemuinya.
"Kemarilah sayang" Chanyeol memanggil Baekhyun menyuruhnya untuk duduk di atas pangkuannya.
"Tidak Chanyeol aku disini saja" Baekhyun berniat untuk duduk di atas batu karang d bawah kursi singgah sana milik Chanyeol.
"Aku mohon Baek, jangan merendahkan dirimu, kau mate ku, kau akan menjadi pendamping ku, kemarilah sayang" dengan setengah hati Baekhyun akhirnya menuruti perkataan kekasihnya itu, tak ada niatannya untuk merendahkan dirinya hanya saja dia cukup gugup untuk duduk di pangkuan mate-nya itu.
Dan kini, setelah tangannya berhasil di tarik Chanyeol akhirnya Baekhyun benar-benar sudah duduk di atas pangkuan kekasihnya itu, dia malu, tak banyak dari penjaga maupun pelayan yang memandangi mereka. Dan akhirnya Baekhyun hanya bisa menutupi wajahnya dengan bersembunyi di ceruk leher milik kekasihnya itu.
.
.
.
.
Beberapa menit kemudian, akhirnya kini Sehun sudah berada di hadapan Chanyeol.
"Darimana saja kau? Sedari tadi aku mencari mu" dengan suara tegasnya Chanyeol bertanya pada merman yang bertugas sebagai penasihat kerajaan di kerajaannya.
"Ahh maafkan saya yang mulia, sedari tadi saya berasama dengan ibu ratu dan juga pangeran Guanlin" dengan penuh rasa hormat Sehun menjawab pertanyaan dari rajanya itu
"Hmm baiklah, begini penasihat Oh. Aku meminta kepada mu untuk mengumumkan ke penjuru negeri jika aku sudah menemukan mate ku, dan katakan juga jika aku akan mengadakan acara pertunangan ku dengan mate ku, aku ingin kau mengundang mereka semua, dan aku ingin kau yang bertanggung jawab mengurusi semua itu" sebenarnya Sehun cukup terkejut dengan apa yang di katakan oleh Chanyeol tadi, tapi apa yang bisa ia lakukan jika rajanya itu sudah memberikan titah penuh kepadanya.
"Pertunangan? Apa itu tidak terlalu cepat Yeollie?" Bukan hanya Sehun yang terkejut disini, Baekhyun pun sama terkejutnya seperti Sehun.
"Tidak sayang, kau bilang jika kau ingin hidup dengan ku, itu artinya kita harus segera melangsungkan pertunangan kita dan menikah setelahnya, aku tak ingin menunggu lagi untuk melakukan itu, dan aku hanya ingin segera mengikat mu agar kau tak pergi lagi dari ku, jadi kau bersediakah menikah dengan ku Baekhyunee?" Dengan senyum cerahnya Chanyeol bertanya pada mate-nya itu menanyakan kesediaan laki-laki mungil itu untuk menjadi pendamping hidupnya.
"Aku tak akan pernah bisa menolak mu Chanyeol, kau tahu hati ku sangat bahagia kali ini, rasanya aku ingin menangis. Walaupun kau melamar ku tidak seromantis seperti film yang pernah ku tonton. Tapi, ya Chanyeol aku mau menikah dengan mu" Baekhyun benar-benar terharu kali ini, pelukannya di ceruk leher Chanyeol semakin ia pererat ia tak bisa berkata-kata kali ini karena saking bahagianya dengan permintaan kekasihnya itu.
"Kau tahu sayang, aku sama bahagianya seperti mu. Sebentar lagi, satu langkah kecil lagi kita akan membina keluarga kecil kita nantinya, kau akan menjadi milik ku, kau akan menjadi ratu di kerjaan ini bersanding dengan ku" Chanyeol sedikit mengecup cuping telinga milik kekasihnya itu dan setelahnya ia sudah mengembalikan atensinya dengan Sehun
"Dan juga Oh, aku juga ingin kau mengurusi persiapan untuk acara pernikahan ku nanti, aku tak mau berlama-lama, adakan acara pertunangannya esok hari dan kemudian adakan pesta pernikahan dua hari setelahnya" Chanyeol sudah benar-benar yakin dengan rencananya untuk segera menikahi Baekhyun kali ini.
"Maaf yang mulia, apa itu tak terlalu cepat? Bukan maksud hamba ingin menggurui anda, tapi.." Sehun mencoba untuk memberi pengertian kepada rajanya itu dan sepertinya itu sia-sia saja di lakukan, tekad Chanyeol sudah bulat kali ini.
"Sudahlah Sehun lakukan saja, jika kau tak yakin bisa melakukannya sendiri. Aku yang akan membantu mu, aku akan dengan senang hati berbuat apa saja untuk anak ku dan untuk menyambut menantu ku. Kita adakan pesta yang meriah, undang seluruh merman dan juga mermaid yang ada di lautan ini, kita harus merayakannya kali ini" kali ini dari arah belakang Sehun, Sandara-pun ikut membuka suaranya, tadi tak sengaja ia mendengar obrolan anaknya itu dengan Sehun. Dan demi apapun ia sempat menitikkan air mata dengan maksud anak sulungnya itu, ia bahagia, rasa haru dan bahagianya membaur menjadi satu. Ia tak menyangka anaknya akan membuat keputusan secepat ini, tapi ia sangat-sangat menyetujui keputusan anaknya itu kali ini.
"Ahh baiklah yang mulia raja, ibu ratu. Saya akan melakukannya semaksimal mungkin" dan akhirnya Sehun pun menyetujui keputusan rajanya itu setelah mendengar persetujuan dari ibu sang raja.
"Ahh Sehun, mintalah pada pengrajin untuk membuatkan kursi singgah sana untuk calon ratu kita, aku tak mau melihat keintiman mereka seperti itu setiap harinya" mendengar perkataan ibunya itu Chanyeol hanya bisa tertawa kecil begitupun Sehun.
"Tapi aku tak masalah jika harus memangkunya setiap hari" dengan senyum cerah Chanyeol menatap wajah malu-malu milik kekasih mungilnya itu.
"Ihh Chanyeolliee.." dengan manja Baekhyun melayangkan protesnya pada mate-nya itu.
"Baiklah yang mulia raja, ibu ratu, dan juga Baekhyun saya pamit undur diri, akan saya bagikan kabar bahagia ini pada seluruh mahkluk yang ada di kerjaan ini".
Setelah itu Sehun-pun pergi dari sana, ia hendak segera mengumumkan perihal niatan sang raja untuk segera menikahi mate-nya itu.
Setelah kepergian Sehun, disana masih ada Sandara, Chanyeol dan juga Baekhyun.
"Nak, ajaklah mate mu ke ruang makan, ibu yakin pasti dia sangat lapar" ibu Chanyeol meminta anaknya itu mengingat hari juga semakin siang, dan ia ingat jika mate anaknya itu hanyalah manusia biasa yang memerlukan makanan untuk tenaganya.
"Baiklah bu. Baek ayo.." dengan lembut Chanyeol mengajak kekasihnya itu untuk berenang ke arah ruang makan istana berada.
.
.
.
.
"Duduklah Baekhyunee, maaf ibu tak tahu harus memasakkan apa untuk mu, jadi ibu hanya membuatkan makanan yang seperti biasanya kami makan, ibu harap kau menyukainya sayang" ujar ibu Chanyeol dengan senyum hangat yang selalu ia berikan pada menantunya itu.
"Ahh itu tak masalah bu, aku bukan tipe pemilih jika soal makanan" tawa riang Baekhyun tunjukkan pada ibu mate-nya itu. Dan itu sukses membuat sandara semakin gemas dengan calon menantunya itu.
Dan tak perlu menunggu, para pelayan sudah membawakan mereka beberap makanan, disana sudah tersedia beberapa potong rumput laut dan juga ikan. Yang dapat Baekhyun tebak ikan itu pasti mentah jika melihat warna ikan yang sudah disediakan di atas piringnya itu.
"Jika kau tak suka ikan mentah, makan sajalah rumput lautnya, aku rasa lidah mu bisa mentolerirnya" Chanyeol mencoba memberi saran kepada Baekhyun, dapat ia lihat ekspresi datar dari kekasihnya itu saat melihat makanan yang tersaji di hadapannya.
"Ahh itu tak apa Yeolli, aku bisa memakannya kau tak perlu khawatir, di daratan juga ada makanan dari bahan ikan mentah, sushi namanya, aku sering memakannya, jadi aku rasa, aku akan terbiasa juga memakan ini" tunjuk Baekhyun pada ikan mentah yang ada di piringnya itu.
"Ahh syukurlah, ya sudah nak, makanlah" ujar sandara lembut pada Baekhyun
"Baik bu" dan setelah itu Baekhyun mulai memasukkan beberap potong rumput laut ke dalam mulutnya, dan itu tak ada masalah di lidahnya dan Baekhyun menikmatinya. Dan kini ia mulai memasukkan beberap potong ikan untuk ia makan, namum ada yang beda kali ini. Ia merasal mual saat memasukkan ikan itu ke dalam mulutnya, rasa amis itu sangat menyengat berbeda dengan sushi yang sering ia makan. Tapi, karna tak ingin membuat ibu Chanyeol kecewa. Baekhyun tetap memaksakan dirinya untuk menerima makanan itu.
"Hmm hehe enak bu, aku menikmatinya" senyuman yang sedikit getir ia tunjukkan pada Sandara, ia hanya tak ingin wanita mermaid yang di hadapannya itu khawatir dengannya.
"Apa kau yakin? Jika tak suka, jangan di paksakan" sebenarnya sedari tadi Chanyeol sudah merasa khawatir dengan kekasihnya itu, dapat ia rasakan jika Baekhyun merasa tak nyaman dengan makanannya.
"Tak masalah sayang, sudah ku bilang aku menyukainya, bahkan aku bisa menghabiskan ini semua" Baekhyun menunjuk beberap hidangan yang ada di hadapannya itu berpura-pura menyukai makanan itu semua.
Sampai pada akhirnya, Baekhyun sampai pada batasnya saat ia memakan bagian dari ikan itu yang masih memiliki darah dan itu benar-benar sangat amis di mulutnya
*Hoeekk*
"Maaf ibu hikss" isakan Baekhyun keluar begitu saja, rasa mualnya semakin menjadi-jadi kali ini, tanpa pikir panjang ia langsung memutuskan untuk keluar dari ruang makan itu, mencari tempat untuk mengeluarkan segala makanan yang ada di perutnya itu.
"Susul Baekhyun Chanyeol, kasihan dia. Kenapa harus memaksakan dirinya seperti itu" Sandara merasa tak enak dengan Baekhyun kali ini, dan setelahnyapun Chanyeol pergi dari sana menyusul kekasihnya itu.
Dan dapat Chanyeol lihat jika Baekhyun sudah berada di belakang istana, sedang memuntahkan isi perutnya.
*Hoekk..Hoekkk* suara itu dapat Chanyeol dengar dengan baik, ia merasa sangat khawatir dengam keadaan kekasihnya itu kali ini.
"Keluarkan lah sayang..." dengan pelan Chanyeole meraih tengkuk kekasihnya itu, memberikan beberap pijatan lembut disana.
"Hikksa Yeollie, aku ini bodoh sekali hikks. Aku sama sekali tak menghargai makanan yang sudah ibu sajikan untuk ku hikkss aku benar-benar tak berguna" ujar Baekhyun dengan tangisan yang pecah sedari tadi.
"Sshtt... sudahlah tak perlu berpikiran seperti itu, apa kau sudah selesai? Ingin beristirahat, hmm?" Tanya Chanyeol lembut pada Baekhyun
"Hiks sudah" jawab Baekhyun dengan sedikit isakan disana.
"Ayo, sudahlah jangan menangis seperti itu" Chanyeol memberikan pelukan hangatnya pada Baekhyun berusaha untuk menenangkan mate-nya itu.
Tak butuh waktu lama, kini mereka sudah berada di sebuah kamar yang sangat besar dengan sebuah ranjang besar dengan kepala ranjang yang berbentuk cangkang tiram berwarna perak yang sangat besar dan indah pula, Baekhyun cukup tertegun dengan interior yang ada di kamar itu sangat mewah, elegan dan indah. Tidak kalah dengan yang ada di daratan.
"Apa ini kamar mu Chanyeollie?" Tanya Baekhyun pada kekasihnya itu
"Hmm dan akan segera menjadi kamar mu juga" jawab Chanyeol
"Ini luar biasa Chanyeol, aku seperti berada di dalam cerita dongeng sepertinya." Mata Baekhyun masih meneliti segala penjuru kamar itu, matanya pun semakin membulat dengan apa yang di atasnya, plafon kamar ini terlihat sangat menakjubkan dengan berhiaskan tahta permata dan mutiara disana, mulut Baekhyun terbuka lebar dengan pemandangan yang ada di sekitarnya itu.
"Kemarilah sayang, berbaringlah agar rasa mual mu hilang" panggil Chanyeol pada Baekhyun, lelaki itu sudah terlebih dahulu membaringkan tubuhnya di atas ranjang indah itu.
Dengan ragu-ragu Baekhyun menaiki ranjang itu, ia hanya takut akan merusak ranjang itu dan dapat ia pastikan jika dia tak akan mampu untuk mengganti kerusakan ranjang itu bilamana itu benar-benar terjadi pikirnya dalam hati.
"Kenapa ekspresi mu seperti itu, kemarilah" panggil Chanyeol sambil merentangkan lengannya sebagai bantalan untuk kekasihnya itu. Dan setelahnya Baekhyun sudah berada tepat di pelukannya, berbaring di sampingnya dengan menyenderkan kepalanya di dada bidang milik Chanyeol.
"Bagaimana keadaan mu apa masih pusing atau mual?" Tanya Chanyeol khawatir
"Hmm aku masih merasakan perut ku masih bergejolak di dalam sana, mualnya pun juga dan rasa pusing ku semakin menjadi-jadi. Tak pernah aku seperti ini, aku merasa bersalah pada ibu" dengan wajah sendu Baekhyun berbicara pada Chanyeol.
"Kau tak perlu memikirkan soal ibu, dia pasti memahami keadaan mu. Sekarang cobalah tidur, jika masih mual dan pusing apa lebih baik aku mengantar mu ke daratan, kau pasti belum terbiasa dengan ini semua" saran Chanyeol pada Bekhyun, namum langsung di balas dengan gelengan kepala Baekhyun, sepertinya si mungil tidak begitu setuju dengan saran yang di berikan mate-nya itu.
"Tidak Chanyeol, aku baru sampai disini aku tidak mau, aku yakin ini semua karena aku terlalu lelah. Dengan beristirahat pasti semuanya akan membaik, percayalah" Baekhyun benar-benar berusaha meyakinkan mate-nya itu kalau dia dalam keadaan yang baik-baik saja, tak ada yang perlu di khawatirkan darinya.
"Hmm yasudah" jawab Chanyeol seadanya.
Namun enatah mengapa, rasa mual yang Baekhyun rasakan tak menghilang sedari tadi, bahkan sekarang rasanya ia ingin memuntahkan segala isi perutnya lagi.
Tetapi dia cukup tak mengerti dengan keadaannya kali ini, tak biasanya dia seperti ini dan juga saat muntah tadi tak ada satupun makanan yang keluar hanya rasa pusing dan mual saja yang ia rasakan.
*Hoeeeekkk Hoeekk* Baekhyun sudah tak mampu menahannya lagi kali ini.
"Kau kenapa Baekhyunee" tanya Chanyeol langsung saat mendengar kekasihnya mengeluarkan suara itu lagi.
"Hikss aku tak tahu, aku butuh kamar mandi Yeollie hikss" tangisan Baekhyun pecah, ia tak mengerti dengan tubuhnya ini.
"Ayo ikuti aku" Chanyeol membawa kekasihnya itu ke sebuah ruangan yang dapat Baekhyun yakini itulah kamar mandi yang ada di kamar kekasihnya itu.
"Hikks tak ada yang keluar tapi rasa mual ku semakin menjadi-jadi, perut ku pun juga tak enak, kenapa dengan ku ini Chanyeollie? hikss hikss" Chanyeol tak bisa menjawab pertanyaan mate-nya itu, karna dia pun tak tahu apa yang tengah terjadi dengan Baekhyun-nya.
Dia hanya bisa menatap sedih dengan rasa sakit yang tengah Baekhyun rasakan saat ini. Dengan lembut ia mencoba memijat tengkuk kekasihnya itu lagi, mencoba membantu untuk menghilangkan rasa mual dan pusing kekasihnya itu.
Setelahnya, Baekhyun mencoba untuk berdiri sekuat tenaga, namun sayang belum sempat ia berdiri sepenuhnya.
Tiba-tiba ia merasakan pusing yang semakin parah, ia tak mampu mempertahankan kesadarannya dan yang terjadi ia pingsa saat itu juga.
Beruntung, dengan sigap Chanyeol menangkap mate-nya itu.
"Baekhyun, sayang. Bangunlah. Kau kenapa?" Wajah Chanyeol berubah pucat pasih ketika melihat mate-nya itu pingsan tepat di depan matanya.
Tanpa pikir panjang ia langsung membawa tubuh Baekyun kembali ke ranjangnya.
"Penjaga!" Teriaknya sekuat-kuatnya.
Dan seketika itu juga, para pelayan dan penjaga yang ada di sekitar istananya, masuk ke dalam ruangan raja mereka. Mereka sangat khawatir saat mendengar teriakan kalut raja mereka itu.
"Panggilkan seluruh tabib yang ada di kerajaan ini, cepat!" Perintah Chanyeol pada pelayan dan penjaga istannya.
"Baik yang mulia"
Setelah kepergian para pelayan dan juga penjaga, ibu Chanyeol dan juga Guanlin-pun ikut masuk ke dalam ruangan Chanyeol dengam rasa khawatir yang sama saat mendengar teriakan Chanyeol tadi.
"Ada apa ini Chanyeol? Oh ya ampun! Ada apa dengam Baekhyun" tanya ibu Chanyeol khawatir, dengam cepat ia mendekati tubuh mate anaknya itu memeriksa apa yang tengah terjadi pada Baekhyun.
"Aku tak tahu, ini pasti salah ku, tolong panggilkan tabib, cepat!" Tanpa Chanyeol sadari, sedari tadi kedua mata birunya sudah basah karna air matanya, ia benar-benar khawatir kali ini. Ia tak ingin terjadi apa-apa pada Baekhyun.
"Aku tak bisa memaafkan diri ku bila terjadi sesuatu padanya" ujar Chanyeol dengan wajah yang penuh dengan rasa khawatir.
"Sabarlah nak, para penjaga tengah memangil para tabib. Ibu yakin Baekhyun tidak apa-apa" sandara mencoba menenangkan anaknya itu, walaupun ia tak bisa berbohong jika dia sama kalutnya seperti Chanyeol
"Ahh itu para tabibnya!" Teriak Guanlin ketika melihat para merman dan mermaid yang bertugas sebagai tabib itu sudah memasuki ruangan Chanyeol.
"Tolong periksa mate anak ku ini, cepatlah" perintah Sandara pada para tabib yang ada disana
"Baik ibu ratu, maaf yang mulia raja kami meminta izin untuk memerika mate anda" ujar tabib tertua itu pada Sandara dan juga Chanyeol. Dan setelah itu Chanyeol hanya bisa menganggukkan kepalanya menandakan persetujuannya.
Dan setelahnya, para tabib itu memeriksa keadaan Baekhyun. Dari ujung kaki sampai kepala dengan mengerahkan segala ilmu yang mereka miliki.
Saat seorang mermaid berinisiatif untuk menyentuh perut milik Baekhyun, ia langsung tersenyum dan sepertinya dia sudah tahu apa yang terjadi sekarang.
"Izin saya berbicara yang mulia" pinta mermaid itu pada Chanyeol.
"Silahkan" ujar Chanyeol, sedari tadi lelaki itu hanya terduduk di samping tubuh milik mate-nya itu.
"Mate anda dalam keadaan baik-baik saja. Tak ada penyakit serius yang menyerang tubuhnya, dia sehat. Namun, hamba yakin dia kelelahan mengingat mate anda tengah mengandung kali ini" setelah mendengar perkataan tabib itu, seketika Chanyeol dan juga Sandara terkejut dengan apa yang baru saja mereka dengar.
"Apa kau yakin, dia ini laki-laki. Maksud ku… apa kau sudah benar-benar memeriksanya?" Sandara mencoba memastikan itu pada tabib kerajaanya.
"Hamba benar-benar yakin ibu ratu. Dia bukan lelaki biasa, dia seorang carrier dia memiliki rahim di tubuhnya, usia kandungannya masih seumur jagung mengingat dari denyutan kecil yang ada di perutnya, dapat ku tebak kandungannya belum berusia seminggu. Tapi syukurlah kita dapat langsung mengetahuinya"
"Dia hanya butuh istirahat dan memakan banyak vitamin kali ini,mengingat jika dia seorang manusia. Kekuatan tubuhnya taklah sama seperti kaum kita. Nanti akan saya pesankan pada pelayan untuk memberikannya makanan yang sesuai dengan keadaanya. Kalau begitu kami pamit undur diri yang mulia raja, ibu ratu, pangeran" dan setelah itu para tabib segera meninggalkan ruang Chanyeol. Meninggalkan ketiga merman dan mermaid itu yang masih dalam keadaan bingungnya.
"Waw kak, tak ku sangka kau begitu jantan. Baru bertemu, dan kau sudah berhasil menghamilinya" Guanlin mencoba untuk mengolok kakaknya itu, sedari tadi ia sudah merasa lucu dengan kakaknya itu.
"Diamlah Guanlin! Atau ibu hukum kau nanti!" Bentak Sandara pada anak bungsunya itu.
"Yasudah Chanyeol, ibu akan meyuruh para pelayan untuk membawakan makanan yang bisa Baekhyun terima, jagalah mate dan juga calon anak mu. Ibu pergi dahulu hmm" dan setelahnya Sandara segera meninggalkan kamar anaknya itu, tak lupa ia juga menarik paksa anak bungsu nakalnya itu
"Dahh kak, jaga calon keponakan ku yaa~~" ejek Guanlin pada kakaknya itu, dan karna ulahnya itu Sandara langsung mentap tajam tersirat amarah disana pada anak bungsunya itu, dan tentu saja Guanlin hanya bisa bungkam karnanya.
"Baek, aku tak menyangka ini terjadi. Kenapa aku tak menyadarinya sejak awal, maafkan kebodohan ku ini sayang. Terimakasih, terimakash untuk segalanya" Chanyeol menggenggam tangan mungil itu memberikannya kecupan. Tak lupa juga ia membelai perut mate-nya itu yang di dalam sudah ada calon dari anak mereka
"Baik-baiklah disana, jangan menyusahkan ibu. Atau ayah akan marah pada mu nanti" senyum Chanyeol kembali saat ia menyebutkan kata ayah tadi, ia tak menyangka secepat ini ia akan menjadi seorang ayah. Di berinya kecupan lembut di perut Baekhyun, dan setelahnya ia mencoba untuk berbaring di samping Baekhyun memberikan pelukan hangat untuk mate-nya itu.
.
.
.
.
Hampir satu jam Baekhyun tak sadarkan diri, dan kini matanya sudah mulai terbuka walaupun belum sepenuhnya.
Dapat ia lihat samar-samar Chanyeol yang berada di sampingnya, sedang memeluknya erat, senyuman Baekhyun mengembang begitu saja, dapat ia lihat jika kekasihnya itu benar-benar sangat menyayangi dan mencintai dirinya.
"Chanyeollie..." panggil Baekhyun dengan suara paraunya
"Kau sudah bangun sayang? Bagaimana keadaan mu? Masing pusing atau mual? Kau ingin apa biar aku ambilkan untuk mu?" Chanyeol sepertinya masih khawatir pada Baekhyun tanpa ia sadari ia melontarkan banyak pertanyaan pada kekasihnya itu.
"Hehe kau lucu jika khawatir seperti itu, aku tidak apa-apa. Memang aku masih merasa sedikit mual, tapi ini jauh lebih baik" jawab Baekhyun dengan memberikan senyuman cerahnya itu pada Chanyeol.
"Emmm ngomong-ngomong, Chanyeollie. Selama aku tak sadarkan diri apa saja yang terjadi?" Tanya Baekhyun sedikit penasaran pada Chanyeol
"Tak ada, saat kau pingsan tadi aku langsung memanggil beberapa tabib, dan.." ucapan Chanyeol menggantung ia belum yakin jika Baekhyun akan menerima keadaanya sekarang.
"Dan apa?" Tanya Baekhyun, kini dia sudah mendudukan tubuhnya dengan bahu yang ia senderkan di kepala ranjang.
"Kau hamil Baek" ucap Chanyeol pada Baekhyun. Dan itu sukses membuat Baekhyun terkejut sepenuhnya matanya melotot kearah Chanyeol, ia tak mengerti maksud Chanyeol.
"Apa? Hamil? Tapi aku laki-laki"
"Kau bukan laki-laki biasa, kau carrier. Kau laki-laki yang istimewa sayang" jawab Chanyeol
"Kau sedang tidak berbohongkan Chanyeol. Hikss aku hamil, di dalam sini ada anak kita" Baekhyun menunjuk perutnya, ia menangis begitu saja. Ia terharu mendengar kabar yang Chanyeol berikan padanya.
"Hei kenapa menangis? Apa kau tak suka menjadi seperti ini?" Tanya Chanyeol khawatir.
"Mana mungkin aku tak suka. Aku menangis karna aku bahagia Chanyeollie.. entah apa yang terjadi di hidup ku, semenjak bertemu dengan mu kebahagian selalu saja muncul di hidup ku dan kini aku hamil, bukankah itu menakjubkan Yeollie hikss hikks jika mama papa disini pasti mereka sama bahagianya seperti ku" tangisan Baekhyun pecah, ia tak bisa membendung rasa harunya. Sedari tadi tangannya sudah berada di atas perutnya memberikan belaian lembut untuk calon anaknya.
"Kau tahu Baek, aku jauh lebih bahagia saat ini. Terimakasih untuk segalanya, terimakasih karna tlah hadir di hidup ku, dan terimakasih kau sudah memberikan kebahagian lain untuk ku. Aku sangat mencintai mu Byun Baekhyun" seketika itu juga Chanyeol meraih tubuh mate-nya itu memberikan pelukan dan juga beberapa kecupan di wajah cantik milik mate-nya itu.
"Tapi Yeollie.. kenapa ini begitu cepat? Bukannya kita melakukannya baru beberapa hari ini?" Tanya Baekhyun penasaran dan itu berhasil membuat Chanyeol tertawa karnanya.
"Hahaha kau sangat lucu dan juga menggemaskan sayang. Kau lupa lelaki mu ini apa? Kehamilan anak manusia dengan mahkluk seperti kami pasti jauh berbeda. Kau mengandung keturunan ku, dia akan tumbuh lebih cepat di bandingkan anak manusia biasa. Namun Baek, kau akan jauh menanggung pesakitan karnanya, apa kau yakin?" Nada suara Chanyeol begitu saja berubah dari ceria menjadi sendu saat ia menanyakan kesiapan kekasihnya itu.
"Kenapa kau bertanya seperti itu. Aku ibunya sudah pasti aku akan dengan sangat bersedia menanggung apa saja untuk anak ku. Dan juga aku tak perlu merasa khawatir karna aku tahu kau akan selalu berada disisi ku apalagi yang harus ku khawatirkan, benar bukan?" Dengan lembut Baekhyun membelai wajah tampan mate-nya itu meyakinkan Chanyeol untuk tak perlu terlalu khawatir padanya
"Hmm baiklah, aku berjanji Baek aku akan selalu berada bersama mu. Aku tak bisa berjanji bisa menngurangi rasa sakit mu, tapi aku akan berbuat apa saja untuk membuat mu selalu sehat dan selamat sampai saat kau melahirkan anak kita nantinya" tangan Baekhyun Chanyeol genggam dengan erat dan sebab itu Baekhyun semakin tersenyum bahagia karnanya.
"Baiklah ayah Yeollie, ibu dan baby memegang janji mu. Kami sayang ayah" ujar Baehyun dengan suara menggemaskan yang ia buat layaknya seperti batita. Dan setelahnya Chanyeol langsung memeluk kekasihnya itu mengecup dahi mate-nya itu lembut.
"Ayah jauh menyayangi kalian, jangan nakal disana Baby. Jangan susahkan ibu mu, kau harus berjanji pada ayah" Chanyeol membelai perut Baekhyun berusaha untuk berbicara pada anaknya.
"Baik ayah" jawab Baekhyun dengan suara kekanakannya.
"Kau tak ingin kembali ke rumah dan menyampaikan kabar ini pada dua sahabat mu itu?" Tanya Chanyeol pada Baekyun
"Besok pagi saja, aku masih ingin disini. Aku rasa baby kita juga suka disini, di rumah ayahnya" ujar Baekhyun dengan sedikit mempoutkan bibirnya lucu di hadapan Chanyeol, dan itu membuat Chanyeol terkekeh karnanya.
Tanpa aba-aba Chanyeol meraih bibir merah mate-nya itu, memberikannya sedikit kecupan dan lumatan. Dengan lembut ia berusaha untuk mengulum bibir tipis milik Baekhyun. Dan tentu saja dengan senang hati Baekhyun menerima kecupan dari matenya itu
"Aku mencintai mu sayang" ucap Chanyeol tepat di hadapan Baekhyun
"Aku juga mencintai mu Chanyeollie" jawab Baekhyun dan kembali ia mempersatukan kedua bibir mereka. Sepertinya Baekhyun belum puas dengan kecupannya tadi.
.
.
.
.
Tbc
Heiii… apa kabar semuanya?
Gimana ceritanya? Hahaha Baekhyunee udah hamidun shay… mantav kan si bapak Chanyeol :D
Ceritanya semakin Gaje? Yes I know that…
Mungkin gitu aja deh, jangan lupa review-nya ya guys.
Sorry juga buat kata typo, belibet dan aneh yang kalian jumpain di chap ini
Oke, See yaa in the chap…
Byee..
Salam Chanbaek is real!
