Love Destiny : Under The Ocean

By : Devi park

.

.

.

.


Cerah sinar matahari menyapa seluruh daratan tak terkecuali di dalamnya lautan.

Terlihat Baekhyun yang masih terbaring di atas ranjang milik Chanyeol, Sejak tadi malam Baekhyun sudah tidak bisa tidur dengan nyaman karna rasa mual yang ia rasakan.

Dengan berusaha sekuat tenaga ia menahan itu semua, ia tak mau membuat Chanyeol, ibu Chanyeol dan seluruh anggota kerajaan menjadi khawatir padanya. Ia merasa, jika dia masih mampu menahan semua rasa tidak nyaman itu.

"Bagaimana perasaan mu hmm?" Tanya Chanyeol lembut, sedari tadi Chanyeol selalu setia berada tepat di samping mate-nya itu, mendampingi mate-nya itu semalaman. Sebenarnya Chanyeol sudah mengetahui jika Baekhyun merasa tak nyaman dengan tubuhnya, tapi apa yang bisa Chanyeol lakukan. Jika Baekhyun sendiri yang mengatakan jika dia baik-baik saja dengan diiringi senyum cerah yang selalu mampu membuat Chanyeol luluh karnanya.

"Hmm? Ahh aku baik-baik saja, tidak ada masalah" jawab Baekhyun lembut pada Chanyeol.

"Hmm baiklah, apa kau bisa bangkit? Atau ingin ku tolong? Hari sudah semakin cerah, kita harus segera kembali ke daratan" tanya Chanyeol, dan Baekhyun hanya menganggukan kepala untuk menjawab pertanyaan dari kekasihnya itu.

Dengan sedikit memegang perutnya, Baekhyun bangkit dari posisi tidurnya, selain itu dengan lembut Chanyeol memegangi tubuh mate-nya untuk mempermudah pergerakan mate-nya itu.

"Ayo Yeollie, kita harus berpamitan pada ibu" ucap Baekhyun ceria

"Hmm, berpeganganlah. Aku tak mau kau kenapa-kenapa" perintah Chanyeol pada Baekhyun

"Iya-iya Chanyeollie" jawab Baekhyun seadanya.

.

.

.

.

"Pagi sayang, bagaimana tidur mu?" Tanya Sandara pada Baekhyun ketika melihat anak dan juga calon menantunya itu keluar dari ruangan mereka.

"Baik bu, aku merasa jauh lebih baik" jawab Baekhyun.

"Baik bagaimana? Calon menantu ibu ini tidak tidur seharian" ujar Chanyeol ketus, sepertinya laki-laki itu sedikit kesal pada mate-nya yang selalu berpura-pura jika semua baik-baik saja pada sudah terlihar jelas jika dia dalam keadan yang sama sekali tidak baik.

"Apa betul itu Baek?" Tanya Sandara pada mate anaknya itu. Sedangkan Baekhyun, ia hanya bisa tertunduk atas pertanyaan calon ibu mertuanya itu.

"Baekhyun ibu tau kau tak ingin membuat kami khawatir, ibu dapat merasakannya. Karna dulu ibu juga seperti mu saat mengandung Chanyeol. Dulu ibu tak mau menjadi beban untuk suami ibu. Tapi setelah itu ibu menjadi paham, jika ibu juga butuh mereka. Tak mungkin ibu bisa menghadapi masa-masa sulit itu tanpa dampingan dari ayah Chanyeol. Kaupun juga begitu Baek, pintalah semua pada Chanyeol, pada ibu dan juga pada kami. Karna kau berhak mendapatkan semua perhatian lebih itu. Jangan memendam rasa sakit mu, katakan semuanya pada mate mu, hmm" jelas Sandar panjang lebar pada Baekhyun

"Hmm baik bu" di anggukan Baekhyun kepalanya patuh, dan itu tak luput dari pandangan Sandara, mermaid itu terlihat semakin gemas dengan mate anaknya itu. Dengan lembut Sandara mengusak rambut calon menantunya itu.

"Kau memang calon menantu ku yang terbaik Baekhyun. Jadi ingatlah semua pesan ibu. Jika terjadi apa-apa katakan pada Chanyeol kau tak perlu ragu untuk meminta padanya, karna dialah mate mu. Dan juga, jangan pernah menyembunyikan rasa sakit mu. Kau harus ingat sayang jika kau mengandung calon penerus dari kerajaan ini. Ibu sangat percaya jika kau mampu untuk mengemban tugas mu sebagai ibu dari calon pemimpin masa depan kaum kami Baek" ujar sandara dengan lembut

"Terimakasih atas segalanya bu, maafkan Baekhyun. Aku berjanji tak akan seperti ini lagi. Jika terjadi apa-apa aku pasti akan langsung mengatakannya pada Chanyeol. Maafkan Baekkie bu" ucap Baekhyun yakin pada mermaid cantik yang berada tepat di hadapannya itu.

"Ibu memegang janji mu, Yasudah. Makanlah dulu, kau akan menempuh perjalanan jauh nanti, kau harus makan dan memberi makan anak mu ini" telapak tangan Sandara dengan lembut membelai perut Baekhyun.

Dan setelahnya, Baekhyun duduk di kursi yang tepat berada di samping Chanyeol.

"Makanlah" ujar Chanyeol pada mate-nya itu.

Kini Baekhyun hanya diberi beberap helai rumput laut, dia sudah tak di berikan ikan mentah lagi, karna Baekhyun benar-benar tak menyukai rasa dari ikan itu.

Dengan sedikit bergidik ia menatap Chanyeol yang sedang menyantap ikannya lahap. Baekhyun benar-benar tak berminta dengan makanan itu mengingat bagaimana ia muntah parah karna memakan ikan itu.

Dan setelahnya ia mulai memakan rumput laut yang ada di hadapannya sekarang ini.

"Minumlah ini Baek, ini ramuan dari para tabib. Ini akan menjaga kesehatan dirimu dan juga calon anak mu" secawan ramuan berwarna sedikit kecoklatan Sandara berikan pada Baekhyun.

Awalnya Baekhyun sedikit tak mengerti apa yang ada di hadapannya itu, tetapi setelah mendengar manfaat dari ramuan itu tanpa ragu Baekhyun langsung meminum ramuan itu.

"Hmm ini enak, aku menyukainya" ucap Baekhyun setelah selesai meminum ramuan yang di berikan ibu Chanyeol tadi.

Sedangkan Chanyeol dan juga Sandara hanya tersenyum mendengar perkataan Baekhyun tadi.

.

.

.

.

"Berhati-hatilah selama di perjalan Chan, apa kau yakin tak ingin membawa prajurit lain" kini Sandara tengah berada tepat di depan gerbang kerajaannya dia tengah mengantarkan Chanyeol, Baekhyun, Sehun dan juga Kai yang akan segera pergi naik ke daratan menuju rumah Baekhyun.

"Ibu ini ada-ada saja, aku hanya ingin mengantarkan Baekhyun pulang. Bukan hendak pergi berperang" Chanyeol hanya bisa terkekeh kecil oleh penuturan ibunya tadi.

"Ibu hanya merasa khawatir, kau haru mengingat jika kalian sedang membawa seorang carrier yang tengah mengandung. Kalian harus lebih ekstra berhati-hati. Ibu tak ingin terjadi apa-apa dengan calon menantu kesayangan ibu ini dan juga calon cucu ibu" dengan gemas wanita itu memeluk tubuh Baekhyun, dan Baekhyun hanya bisa tersenyum bahagia dengan apa yang di lakukan oleh calon ibu mertuanya itu.

"Percayalah pada kami ibu ratu, kami akan menjaga yang mulia raja dan juga mate-nya selama pejalanan ini. Anda tak perlu merasa khawatir yang mulia ratu" ujar Kai meyakinkan ibu dari rajanya itu.

"Benar apa yang di katakan Kai tadi bu, mereka berdua sudah cukup untuk menjaga Baekhyun, tak ada yang perlu ibu takutkan di tambah dengan ku pasti dengan sepenuh jiwa raga ku, aku akan menjaga mate ku sendiri dari segala ancaman mara bahaya" dengan tegas Chanyeol meyakinkan ibunya itu

"Hmm baiklah, yasudah pergilah hari sudah semakin siang. Kalian harus berjanji untuk menjaga Baekhyun ku dengan baik" perintah ibu Chanyeol

"Iya bu, tanpa ibu pintapun aku pasti akan selalu menjaganya" ujar Chanyeol

"Baekhyun pergi dahulu bu, jika segala urusan ku di daratan telah selesai aku akan segera kembali kesini dan tinggal disini bersama ibu dan juga Chanyeol" pamit Baekhyun pada Sandara sebuah senyuman manis ia tunjukkan untuk calon ibu mertuanya itu.

"Hmm kau memang harus kembali sesegera mungkin Baek, karna esok hari acara pertunangan mu dengan Chanyeol akan segera berlangsung. Dan berhati-hatilah, berjanjilah untuk selalu berada di samping Chanyeol" dengan gemas Sandara menjawil hidung mancung pria manis yang ada di hadapannya itu.

"Baiklah bu, kami pergi dahulu" setelah selesai berpamitan.

Kini Chanyeol Baekhyun dan juga Sehun dan Kai sudah berenang mengarungi lautan untuk sampai ke daratan,lebih tepatnya rumah Baekhyun.

"Kau tahu Chanyeollie, aku tak sabar untuk segera mengabari Luhan dan Kyungsoo perihal kehamilan ku ini. Pasti mereka akan terperangah tak percaya dengan ekspresi bodoh yang akan mereka tunjukkan setelahnya" Baekhyun sedikt terkikik saat membayangkan ekspresi dari ke dua sahabatnya itu.

Sedangkan Chanyeol hanya menganggukan kepalanya dan memeluk tubuh mate-nya itu erat-erat.

Enta mengapa Baekhyun terlihat begitu berbeda di pandangannya. Senyuman cerah lelaki itu semakin terpancar wajahnya semakin berseri-seri dan jangan lupakan harum tubuh Baekhyun yang menguar mampu membuat Chanyeol mabuk karnanya. Dapat Chanyeol terka ini pasti karna efek dari kehamilannnya. Baekhyun terlihat begitu cantik dan menawan dan Chanyeol semakin dan semakin di buat mabuk kepayang karnanya.

"Kau cantik" ujar Chanyeol dengan suara bassnya

"Iss apaan, aku laki-laki Yeollie" protes Baekhyun

"Iya-iya terserah, tapi aku tak berbohong Baek. Kau semakin terlihat cantik hari ini. Harum tubuh mu semakin menguar, dan itu sukses membuat ku semakin tergila-gila kepada mu" karna sudah tak bisa menahan segala gejolak yang ada di tubuhnya, tanpa pikir panjang Chanyeol langsung meraup bibir ranum dari kekasihnya itu.

Di kecupnya bibir itu lalu diberinya sedikit lumatan di bibir atas dan bawah milik Baekhyun, sedangkan Baekhyun hanya bisa pasrah dengan kecupan tiba-tiba yang Chanyeol berikan padanya.

"Ekhemm maaf yang mulia, kita harus bergerak cepat untuk segera sampai di daratan. Saya sarankan anda menunda kemesraan anda terlebih dahulu" dengan ekspresi datarnya Sehun memperingati rajanya itu, terlihat ia sedikit kesal dengan kelakukan raja yang juga sekaligus sepupunya itu yang tidak mengenal tempat dan waktu jika sedang bermesraan dengan mate-nya itu.

Dan ketika itu Baekhyun langsung berusaha untuk melepaskan kecupannya dengan Chanyeol, sedangkan Chanyeol ia benar-benar tak perduli dengan apa yang di katakan oleh Sehun tadi.

Mata lelaki merman itu menatap tajam ke arah Sehun merasa kesal karna telah berani mengganggunya.

"Sudahlah Yeollie, mari kita lanjutkan perjalanan kita lagi" ajak Baekhyun pada Chanyeol

"Kau tak perlu kesal pada Sehun, aku berjanji akan memberikan mu yang lebih ketika kita sudah sampai di rumah ku nanti, hmm" bisik Baekhyun di telinga Chanyeol, ia bisa menerka jika kini Chanyeol tengah merasa kesal pada penasihat kerajaannya itu sebab itu dia membujuk mate-nya itu dengan sedikit memberikan iming-iming yang sudah pasti sangat Chanyeol sukai.

Dan betul saja, setelah mendengar bisikan Baekhyun tadi. Wajah Chanyeol kembali berubah menjadi cerah seketika, tangan lelaki itu langsung menggapai Baekhyun dan langsung menuntunnya untuk berenang lebih cepat.

.

.

.

.

"Kami pulang! Lu.. Soo? Kalian dimana?" Teriakan Baekhyun menggema seisi rumah saat mereka sampai beberapa waktu yang lalu

"Baekhyunee!" Teriak Luhan dari lantai atas, dapat di lihat raut kekhawatiran di wajah lelaki manis itu.

"Baek! Bagaimana keadaan mu? Kau baik-baik sajakan? Kau tidak berjumpa dengan ikan hiu kan? Atau kau sekarang berubah menjadi seperti ariel di serial disney yang pernah kita tonton dulu?" Pertanyaan beruntun Luhan lontarkan pada sahabatnya itu.

"Hahaha, kau ini kenapa? Cukup-cukup. Aku baik-baik saja, kau lihat? Dan tentunya aku belum berubah seperti ariel, mungkin segera..." jawab Baekhyun dengan sedikit tertawa kecil karna tingkah sahabatnya itu.

"Ckh! Kau ini! Tak tahukah kau, aku hampir mati ketakutan memikirkan keadaan mu di bawah laut sana" omel Luhan pada sahabatnya itu.

"Hahaha maaf dan sebaiknya kau jangan terlalu keras mengomel, kau tak ingin menciptakan kesan buruk di pertemuan pertama mu dengan seseorangkan?" Tanya Baekhyun dengan sedikit menaik turunkan alisnya jahil.

"Maksud mu? Orang? Siapa? Dimana? Aku hanya melihat kau bersama dengan Chanyeol, Sehun dan juga Kai tak ada lagi selain mereka" ekspersi muka Luhan berubah menjadi bingung karna perkataan sahabatnya tadi.

"Sebab itu, kau harus wajib mendengarkan cerita ku ini? Mana Kyungsoo?" Tanya Baekhyun, ia mulai melangkah menuju ruang keluarga dimana Chanyeol, Sehun dan juga Kai sudah terlebih dahulu ada disana, mungkin mereka bertiga terlalu malas untuk mendengar ocehan dua lelaki cerewet itu.

"Dia sedang mandi" jawab Luhan seadanya. Dengan santai lelaki rusa itu duduk tepat di samping Sehun berada.

"Panggilkan dia cepat!" Perintah Baekhyun pada Luhan. Kini Baekhyun tengah duduk dengan nyaman di atas pangkuan Chanyeol, entah kenapa ia sudah tak merasa malu dan juga ragu lagi untuk terus berdekatan dengan mate-nya itu. Mungkin ini salah satu efek dari masa kehamilannya, rasanya Baekhyun ingin selalu terus berada di samping mate-nya itu.

"Hmm baiklah, KYUNGSOOO! LEKASLAH! KAU DI PANGGIL BAEKHYUNNNN!" teriak Luhan sekencang-kencangnya. Dan spontan saja keempat lelaki yang ada di ruangan itu terkejut dengan teriakannya itu.

"Astaga! Itu suara?" Ujar Chanyeol dengan ekpresi terkejutnya

"Ya ampun! Aku merasa sedang di medan perang setelah mendengar suaranya itu?" Ujar Kai sambil mengelus dadanya dan menatap wajah Luhan lekat-lekat

"Kau ini! Ckhh! Aku menyuruh mu untuk menghampirinya! Bukan berteriak seperti itu! Kau fikir kita ini sedang di hutan apa?" Protes Baekhyun, terlihat lelaki itu sedang merasa jengkel dengan sahabatnya itu, refleks ia melemparkan bantal yang ada di dekatnya itu ke arah Luhan.

"Ahh itu belum seberapa, aku tau suara ku indah. Tak perlu terkejut seperti itu" jawab Luhan santai

"Indah bagaimana? Cobala sedikit bertata krama. Di kerajaan kami tidak ada yang berperilaku seperti itu. Ckh!" Ujar Sehun jengkel

"Kau ini! Baru berjumpa sudah buat jengkel saja! Yasudah maaf" sepertinya Luhan tak bisa marah dengan satu pria yang ada disampingnya itu.

"Hmm, jangan teriak-teriak seperti tadi. Orang-orang akan menganggap mu aneh nantinya, dan juga tenggorokan mu akan sakit jika berteriak kencang seperti tadi, jangan menyakiti diri mu sendiri, mengerti?" Ntah kenapa Sehun menjadi sedikit lebih perhatian kepada Luhan, dan Luhan hanya bisa menanggapinya dengan anggukan lembut, kedua pipinya memanas karna tersipu malu oleh sikap perhatian Sehun tadi kepadanya.

"Ada apa dengan kalian? Kenapa ribut sekali? Aku jadi tak konsen saat mandi tadi" dari arah belakang Kyungsoo berjalan kearah di mana teman-temannya berada, dan ia langsung memposisikan dirinya untuk duduk tepat di sofa dimana Kai juga tengah duduk disana.

"Bukan kami yang ribut, rusa betina itu sedari tadi yang berteriak-teriak seperti tengah berada di hutan" adu Baekhyun pada Kyungsoo

"Ahh dia, tidak usah di tanyakan lagi. Jadi Baek bagaimana keadaan mu? Bagaimana lautan? Apa kau nyaman disana?" Sama seperti Luhan tadi, Kyungsoo langsung melontarkan beberapa pertanyaan pada sahabatnya itu.

"Aku baik-baik saja Soo, kau lihat wajah ku yang bahagia ini. Lauatan sangat menakjubkan aku lebih meyukai berada disana di banding di daratan. Kau harus segera kesana saran ku" jawab Baekhyun antusias.

"Ahh aku mengerti, kau memang terlihat sangat bahagia. Aku ikut bahagia jika kau juga bahagia Baek" ujar Kyungsoo dengan diiring seutas senyuman tulus yang ia berikan pada Baekhyun

"Ahh Kyung, Lu! Aku ingin mengatakan sesuatu kepada kalian. Aku yakin kalian pasti akan sangat terkejut, jadi kalian harus mendengarkan ini baik-baik" ujar Baekhyun semakin antusias

"Ahh begitukah? Kalau begitu aku dan Luhan juga ingin menceritakan sesuatu juga padamu, kalau begitu. Kau saja dulu yang bercerita" ucap Kyungsoo

"Baiklah, jadi sebenarnya aku dan Chanyeol memilki banyak kabar gembira untuk kalian, aku tak tahu ingin mengatakan yang mana terlebih dahulu karna saking bahagianya" ucap Baekhyun dengan wajah berbinar-binar

"Katakanlah yang mana saja sayang" ujar Chanyeol lembut pada Baekhyun, tangan lelaki itu sedari tadi sudah bertengger di perut Baekhyun membelai lembut bagian tubuh Baekhyun tersebut.

"Okey! Baiklah! Aku hamil" ujar Baekhyun antusias kepada kedua sahabatnya.

Kyungsoo seketika itu juga melotot tajam ke arah Baekhyun sedangkan Luhan sudah menjatuhkan dagunya lebar-lebar saking terkejutnya

"Are you serious Baek?" Tanya Kyungsoo tanpa menampilkan ekspresi sedikitpun

"Untuk apa aku berbohong? Disini sudah ada calon keponakan kalian, jadi jangan berteriak-teriak mulai sekarang, jangan membuatnya takut mendengar suara kalian itu, kau juga Lu! Jangan membuat anak ku trauma hanya karna suara petir mu itu!" Telapak tangan Baekhyun berada tepat diatas telapak tangan milik Chanyeol mengikuti pergerakan tangan mate-nya itu yang sedang membelai halus perutnya.

"T tapi... tapi Baek, kau laki-laki" ucap Luhan dengan sedikit terbata-bata

"Mate ku ini bukanlah hanya lelaki biasa, dia seorang carrier. Dia istimewa" ucap Chanyeol sambil menatap wajah cantik milik pujaan hatinya itu.

"Ah begitu, jadi dia seseorang yang kau maksud tadi Baek?" Tanya Luhan pada Baekhyun

Dengan antusias Baekhyun menganggukan kepalanya menjawab pertanyaan Luhan.

"Yes! Umurnya belum genap seminggu, tapi entah mengapa aku semakin merasakan kehidupannya di dalam ku, aku semakin tak sabar untuk berjumpa dengannya" ujar Baekhyun dengan raut wajah bahagianya

"Kau luar biasa Baek, kau tahu aku merasa sangat bahagia dengan kabar yang kau berikan ini, aku menyayangi mu Baekhyunee. Mungkin inilah takdir yang diberikan tuhan kepada mu, ia memberikan kebahagiaan di kehidupan mu setelah berbagai macam cobaan yang telah menimpa dirimu selama ini, selamat Baek! Doa ku selalu menyertai mu dan juga anak mu" ujar Kyungsoo haru, setetes air mata mengalir dari matanya dan mengenai pipi gembil miliknya, laki-laki itu terlihat sangat terharu dengan apa yang baru saja ia dengar tentang sahabatnya itu.

"Terimakasih Kyung, aku jauh lebih menyanyangi mu dan kau harus tau baby juga sangat menyayangi mu aku bisa merasakannya dia sangat beruntung akan segera memiliki paman seperti dirimu" ujar Baekhyun, ia sedikit terbawa suasana tanpa menyadari jika ia juga tengah menitikkan air mata saat ini.

"Baekh.." dengan langkah gontainya Luhan berjalan kearah Baekhyun berada.

Dan kini ia tengah terduduk tepat disamping Chanyeol dan juga Baekhyun, melihat itu Baekhyun memutuskan untuk turun dari pangkuan Chanyeol untuk mendekati sahabatnya itu.

"Baek" ucap Luhan

"Iya Lu" jawab Baekhyun

"Kau tahu, aku tak pernah merasa bahagia seperti ini. Akhirnya Baek, kau menemukan kebahagian hidup mu. Jangan menangis lagi, jangan pernah merasa sedih lagi, kau harus ingat jika kini kau akan segera memiliki anak yang sangat membutuhkan dirimu, jaga dirimu Baek. Aku berjanji aku terus membantu dirimu selama kehamilan mu ini. Ahh kau mau makan apa biar aku buatkan, ingin ku buatkan pasta kesukaan mu? Ahh Kyung kita harus ke supermarket sekarang juga, kita harus membelikan susu ibu hamil untuk Baekhyunee kita, dia harus sehat dan juga anaknya" ujar Luhan yang tak kalah haru dengan Kyungsoo

"Terimakasih Lu, aku tak bisa mengatakan apapun untuk mu dan juga kau Kyung. Hanya terimakasih yang bisa aku sampaikan pada kalian" ujar Baekhyun haru pada kedua sahabatnya itu.

"Sehat-sehat disana sayang" ujar Luhan kedua tangannya kini berada tepat di atas perut Baekhyun membelai lembut perut sahabatnya itu.

"Aku juga ingin mengucapkan terimakasih kepada kalian atas segala perhatian yang kalian berikan pada mate dan juga anak ku" ujar Chanyeol pada Luhan dan juga Kyungsoo

"Kau tak perlu berterimakasih seperti itu. Sudah menjadi tugas kami memberikan segala perhatian penuh pada Baekhyun, dia sahabat kami, dia keluarga kami" jawab Kyungsoo pada Chanyeol.

"Aku tak salah menjatuhkan pilihan ku kepada mu, kau yang terbaik, ketulusan mu pada sahabat mu sudah mampu membuat ku semakin jatuh hati kepada mu" ujar Kai dari arah belakang tubuh Kyungsoo, lelaki itu kini tengah menyandarkan kepalanya diatas sandaran sofa matanya sedari tadi memandang kagum ke arah Kyungsoo

"Kau berlebihan, dia sahabat ku" jawab Kyungsoo pada Kai

Tak jauh berbeda dengan Kai, Sehun sang penasihat kerajaanpun kini tengah tersenyum dan memandang ke arah Luhan lekat-lekat yang tengah memeluk tubuh Baekhyun saat ini.

"Ah, dan satu lagi!" Ucap Baekhyun membuka suaranya

"Aku dan Chanyeol akan segera menikah, besok kami akan bertunangan dan dua hari setelahnya kami akan melangsungkan acara pernikahan kami di istana milik Chanyeol" lagi dan lagi Kyungsoo dan juga Luhan di buat terkejut oleh sahabat mereka itu.

"Apa?! Apa itu tak terlalu cepat?" Tanya Kyungsoo

"Ckh Kyung! Kenapa kau bertanya seperti itu?! Itu sudah menjadi langkah yang bagus, Baekhyun tengah mengandung dia pasti sangat membutuhkan sosok seorang suami yang selalu berada disisinya setiap waktu, selamat Baekhyunee. Dan kau Chanyeol, jagalah sahabat kami ini jangan membuatnya merasa bersedih kembali, buatlah dia bahagia, kau harus berjanji" ujar Luhan kepada Kyungsoo dan juga Chanyeol.

"Kau tak perlu meminta aku juga akan menjaganya dengan seluruh jiwa dan raga ku, dia mate ku" jawab Chanyeol datar pada Luhan

"Ahh tapi sepertinya kami tak bisa menghadiri acara mu itu, tak mungkin kami menyelam kelautan begitu saja" ujar Luhan dengan ekspresi sedih yang ia tunjukkan pada Baekhyun begitupun Kyungsoo ia mengangguk setuju dengan apa yang di katakan Luhan tadi.

"Kau tak perlu khawatir Lu, akan ku pastikan kau akan dapat menghadiri acara pertunangan dan pernikahan Chanyeol dan Baekhyun, tak perlu bersedih" ujar Sehun pada Luhan

"Serius? Bagaimana?" Tanya Luhan langsung kepada Sehun

"Kau akan tahu nanti" jawab Sehun seadanya

"Lalu, aku bagaimana?" Tanya Kyungsoo

"Kau ingin hadir di acara pertunangan dan pernikahan Baekhyun dan Chanyeol juga?" Tanya Kai pada Kyungsoo

"Iyaa" jawab Kyugsoo pada Kai

"Baiklah, tapi jadilah pendamping ku nanti saat di acara pertunangan dan pernikahan mereka. Maka dengan senang hati aku akan membantu mu untuk bisa hadir disana, itupun jika kau mau" dengan jahil Kai menaik turunkan alisnya kepada Kyungsoo menanyakan pendapat Kyungsoo dengan syarat yang ia ajukan tadi.

"Tapi kau harus berjanji bisa membantu ku untuk bisa bertahan di lautan" ucap Kyungsoo pada Kai

"Itu sangat mudah untuk ku sayang, jadi pendamping ku dan aku akan membantu mu, bagaimana? Setuju?" Tanya Kai

"Baiklah setuju" ucap Kyungsoo mantap

"Pilihan yang bagus" ujar Kai dengan menampilkan smirk menggodanya kepada Kyungsoo.

.

.

.

.

"Ahh lalu apa yang ingin kalian sampaikan kepada ku?" Tanya Baekhyun kepada Kyungsoo dan juga Luhan.

Spontan Kyungsoo dan Luhan saling bertatapan bingung harus menjawab apa atas pertanyaan Baekhyun tadi.

"A-ahh hahaha tidak ada Baek,tidak penting" ujar Kyungsoo sedikit terbata-bata

"Iya hahaha tadi kami hanya ingin menyampaikan jika kami rindu kepada mu itu saja hahaha" sambung Luhan atas apa yang Kyungsoo katakan tadi.

"Ahh begitu, aku juga sangat merindukan kalian" Baekhyun menganggukan kepalanya dan langsung mempercayai apa yang kedua sahabatnya katakan tadi, tapi tidak dengan Chanyeol entah mengapa ia merasa ada yang janggal dengan kedua sahabat mate-nya itu, seperti ada yang tengah mereka sembunyikan dari Baekhyun. Oleh sebab itu ia tak begitu mempercayai apa yang Luhan dan juga Kyungsoo katakan tadi.

"Ahh! Baek apa kau lapar? Ingin ku masakan sesuatu?" Tanya Kyungsoo pada Baekhyun mengalihkan pembicaraan tadi.

"Emhh, entah kenapa aku ingin makan chicken wings Kyung, tapi buatkan dengan saus barbecue yang pedas, apa boleh?" Tanya Baekhyun sedikit ragu pada Kyungsoo.

"Tentu saja boleh, permintaan orang yang tengah mengandung harus wajib di turuti, aku tak ingin calon keponakan ku kenapa-kenapa nantinya, dan Lu bergegaslah ke minimarket yang ada di depan sana belikan susu ibu hamil untuk Baekhyun dan belikan beberapa buah-buahan segar juga" ujar Kyungsoo pada Baekhyun, dan setelahnya ia memerintahkan Luhan untuk segera bergegas ke minimarket untuk membeli keperluan untuk Baekhyun

"Aye! Aye! Captain!" Jawab Luhan, dan setelah itu ia langsung berdiri untuk segea berangkat ke minimarket yang tak jauh dari rumah mereka.

"Ahh, Lu. Apa boleh aku ikut dengan mu?" Tanya Sehun pada Luhan

"Tentu saja, ayo!" Ajak Luhan pada Sehun setelah itu, kedua laki-laki itu langsung beranjak keluar dari rumah menuju minimarket.

"Ahh beristirahatlah dulu di kamar mu, aku akan ke dapur membuatkan Chicken wings untuk mu" ujar Kyungsoo pada Baekhyun.

"Hmmh baiklah Kyung" jawab Baekhyun

Setelah itu Kyungsoo langsung melangkahkan kakinya kearah dapur untuk membuatkan beberapa makanan untuk Baekhyun dan tentu saja di ikuti oleh Kai yang selalu setia berada di belakang Kyungsoo

"Hoammhh, aku mengantuk" adu Baekhyun pada Chanyeol

"Ayo ke kamar, kau pasti sangat lelah" dan setelah itu Chanyeol langsung menggendong tubuh mungil mate-nya itu dengan gaya bridal dan tentu saja dengan senang hati Baekhyun menerima segala perlakuan manis yang Chanyeol berikan kepadanya.

"Terimakasih ayah" ujar Baekhyun pada Chanyeol

"Untuk?" Tanya Chanyeol

"Semuanya, aku dan baby sangat beruntung memiliki mu, kami sangat menyayangi ayah Yeollie" wajah Baekhyun di sandarkannya di dada milik matenya itu, menyalurkan rasa sayangnya kepada Chanyeol.

Begitupun dengan Chanyeol, dengan lembut ia mencium kedua kelopak mata milik mate-nya itu menyalurkan seluruh rasa sayang dan cintanya juga kepada Baekhyun

"Aku mencintai mu" ucap Chanyeol

"Aku juga mencintai mu Yeollie, baby juga" ucap Baekhyun

Dan Chanyeol hanya bisa tertawa dengan tingkah menggemaskan yang tengah Baekhyun tunjukkan kepadanya.

"Kau sangat menggemaskan sayang" ujar Chanyeol

"Kau cantik, jangan pernah sakit-sakit lagi. Jangan terlalu berfikir berat-berat. Cukup fikirkan dirimu dan kandungan mu. Aku akan selalu berada di sampingmu menjaga mu" ujar Chanyeol lembut pada Baekhyun

Mendengar perkataan Chanyeol tadi, Baekhyun spontan tersenyum tersipu malu dengan perlakuan lembut yang Chanyeol berikan kepadanya.

.

.

.

.

"Sehunnie, aku benar-benar penasaran dengan perkataan mu tadi, apa benar kau bisa membuat ku bertahan di lautan?" Tanya Luhan kepada Sehun, kini mereka telah sampai di minimarket.

Kini Luhan tengah memilih beberapa buah-buahan segar untuk Baekhyun nantinya dan di bantu oleh Sehun

"Itu sangat mudah untuk ku Lu, kau tak perlu mengkhawatirkan soal itu, cukup percaya sajalah dengan ku, aku tak mungkin beringkar kepada mu" jawab Sehun, matanya masih terfokus memilah buah apel yang tersusun rapi di atas meja minimarket itu tanpa berniat untuk menatap wajah Luhan. Dan hanya di balas anggukan oleh Luhan.

Merasa cukup dengan buah-buahan, kini mereka pergi kearah stand untuk susu ibu hamil.

"Silahkan ayah, bunda di coba susu ini. Susu ini sangat bermanfaat untuk kesehatan bunda dan juga adik bayi" ujar seorang Spg kepada Luhan dan Sehun

"Maaf nona, bunda yang kau maksud itu siapa?" Tanya Luhan

"Tentu saja bunda" tunjuk Spg itu pada Luhan.

"Haha maaf nona tapi saya ini lelaki, dan kami bukan suami istri jika kau ingin tahu" ujar Luhan sedikit kesal pada Spg itu

"Ah, maaf tuan. Saya pikir anda seorang wanita. Soalnya anda terlihat sangat cantik, sangat serasi berdampingan dengan tuan tampan ini" ujar Spg itu sambil menunjuk ke arah Sehun

"Ohh, kau ini benar-benar ya. Giliran aku kau bilang cantik, giliran dia kau bilang tampan. Tahukah kau jika aku sama manly-nya dengan dia" protes Luhan pada Spg itu.

"Sudahlah lu, nona tolong berikan kami susu itu" pinta Sehun pada Spg itu dan segera melerai Luhan untuk tak bertindak gegabah.

"Anda ingin berapa tuan?" Tanya Spg itu pada Sehun

"Satu! Berikan satu kaleng saja! Dan tolong jangan kegenitan juga " Ujar Luhan dengan sedikit berteriak.

Dan setelah itu Spg itu langsung memberikan satu kaleng susu kepada Sehun dan sedikit tersenyum kepada Sehun.

"Jangan genit-genit dengannya!" Teriak Luhan. Dan setelah itu Sehun langsung menarik Luhan darisana.

"Kau ini ada-ada saja, kau bilang jika dirimu itu manly tapi dirimu sendiri yang begitu semangat berdebat dengan seorang perempuan, aku sangat mempertanyakan kemanly-an yang kau maksud itu?!" Ujar Sehun dingin pada Luhan.

"Maaf, aku kelepasan. Lagian dia juga yang salah! Membuat ku kesal saja!" Bela Luhan

"Terserah mu, apa masih ada yang ingin kau beli?" Tanya Sehun dan hanya di jawab dengan gelengan oleh Luhan

"Yasudah ayo pulang!" Ajak Sehun dan langsung menarik tangan Luhan.

"T tapi, kita harus membayar ini semua ke kasir hunnie" ucap Luhan pada Sehun

"Oh! Yasudah, pergi sana" perintah Sehun pada Luhan, dan seketika itu juga Luhan langsung berlari ke arah kasir untuk membayar apa yang ia beli, sedangkan Sehun ia hanya berdiri menunggu Luhan tepat di belangkang tubuh Luhan.

.

.

.

.

"Kau ingin memasak apa?" Tanya Kai pada Kyungsoo, lelaki itu tengah duduk di counter dapur menatap segalanya yang tengah Kyungsoo lakukan di dapur.

"Chicken wings dan beberapa masakan lainnya, kau suka apa biar aku masakkan untuk mu?" Tanya Kyungsoo tanpa menatap kearah Kai ia sedang fokus mengeluarkan bahan-bahan masakan dari kulkas yang akan segera ia olah nantinnya.

"Ikan?" Jawab Kai ragu

"Aku sudah menerkanya, bagaimana dengan bakso ikan apa kau suka? Aku akan mencampurkannya dengan beberapa sayuran aku jamin kau pasti akan menyukainya" saran Kyungsoo pada Kai

"Hmm terdengar menarik, boleh. Buatkan saja yang itu" ujar Kai

"Baiklah" jawab Kyungsoo

"Soo, apa kau tak berniat untuk menanggapi perasaan ku?" Tanya Kai serius

"Maksud mu?" Tanya Kyungsoo balik, ia langsung menghentikan aktifitasnya saat mendegar penuturan Kai tadi.

"Perasaan ku Soo, kau tahukan jika aku sangat menyukai mu, aku jatuh hati kepada mu, aku tak main-main dengan perkataan ku soo" ujar Kai pada Kyungsoo

"Ntahlah Kai, aku masih bingung. Kau sebaiknya tak terlalu berharap banyak kepada ku" jawab Kyungsoo lemah

"Hmm aku mengerti, tapi percayalah soo. Aku akan dengan setia menunggu mu sampai kau juga merasakan cinta yang aku rasakan ini. Aku tak ingin memaksa mu untuk mencintai ku, tapi aku akan menunggu sampai kau benar-benar mencintai ku" ujar Kai pada Kyungsoo

"Hmm terserah mu" jawab Kyungsoo seadanya.

.

.

.

.

"Apa kau mengantuk?" Tanya Chanyeol pada Baekhyun

"Hmmh sangat, kaki ku terasa begitu pegal" jawab Baekhyun, dan tentu saja dengan senang hati Chanyeol memberikan beberapa pijatan lembut di kaki mate-nya itu. Kini mereka tenga berada di kamar milik Baekhyun lebih tepatnya tengah berbaring di atas ranjangnya. Dengan Baekhyun yang terbaring dan Chanyeol yang terduduk sambil memijat kaki mate-nya itu, menghilangkan rasa pegal yang mate-nya itu rasakan.

"Sudah merasa lebih baik?" Tanya Chanyeol pada Baekhyun

"Hmmh, aku mengingkan pelukan pengantar tidur ku" jawab Baekhyun manja

"Haha kau ini semakin manja saja, tapi aku suka dengan sikap manja mu itu, kemarilah" kini Chanyeol sudah terbaring nyaman di samping Baekhyun. Ia rentangkan lengannya untuk memeluk kekasihnya itu

"Tidurlah, nanti akan ku bangunkan jika makanan mu sudah selesai dibuatkan oleh Kyungsoo" perintah Chanyeol pada Baekhyun

"Hmmh, tapi Yeollie.." ucap Baekhyun

"Tapi apa?" Tanya Chanyeol

"Ciumm" jawab Baekhyun dengan sedikit mengerucutkan bibirnya kearah Chanyeol.

"Dasar manja" ejek Chanyeol pada Baekhyun dan setelahnya ia langsung mengecup bibir merah itu. Di emutnya dengan lembut kedua belah bibir itu. Dan tanpa permisi Chanyeol langsung melesakkan lidahnya kedalam rongga mulut milik kekasihnya itu. Bereksplorasi di dalam sana, tak ingin berdiam saja Baekhyun berinisiatif untuk mengimbangi pagutan lidah kekasihnya itu walaupun masih terlihat sedikit amatir tapi Baekyun tetap berusaha untuk mengimbangi kekasihnya itu memberikan kenikmatan lebih untuk Chanyeol.

Setelah selesai dengan pagutan mesra mereka, Baekhyun langsung terlelap dengan pulasnya, mungkin ia sedikit lelah dengan perjalanan jauh yang ia jalani, sebab itu ia tertidur dengan mudahnya. Sedangkan Chanyeol ia hanya membelai punggung mate-nya itu lembut memberikan pelukan hangat selama Baekhyun tertidur.

"Tidurlah sayang, aku mencintaimu" ucap Chanyeol lirih berbisik di telinga Baekhyun meski tak di tanggapi oleh Baekhyun karna lelaki itu tengah pulas dengan tidurnya.

.

.

.

.

"Kami pulang" ucap Sehun dan juga Luhan kompak.

"Ini susu dan buah yang kau pinta" Luhan langsung memberikan kantong belanjaanya tadi kepada Kyungsoo

"Yasudah, bersihkan dan kupas buahnya lalu taruh di atas piring saji, dan segera panaskan air untuk menyeduh susunya" perintah Kyungsoo pada Luhan.

"Baiklah" jawab Luhan

"Dan untuk kalian berdua, sebaiknya kalian juga beristirahatlah di kamar, aku yakin kalian pasti sangat lelah kan?" Ujar Kyungsoo pada Kai dan juga Sehun

"Hmm baiklah, ayo hun kita ke atas. Aku ingin membaringkan tubuh ku" ajak Kai pada Sehun

"Hmm ayo, aku juga ingin mengistirahatkan kaki ku ini" ucap Sehun

Dan setelahnya kedua laki-laki itu langsung beranjak pergi dari dapur untuk masuk ke kamar mereka dan beristirahat disana.

.

.

.

.

"Luhan, bagaimana dengan Baekhyun?" Tanya Kyungsoo

"Bagaimana apanya?" Tanya Luhan kembali

"Tentang kontrak dan manajemennya itu, aku bingung harus mengatakan apa pada Baekhyun, kau tak lihat raut wajah bahagianya ketika mengatakn jika ia tengah hamil dan akan segera menikah dengan Chanyeol, aku tak ingin merusak kebahagiaan itu Lu, apa yang harus kita lakukan?" Tanya Kyungsoo pada Luhan

"Ntahlah Soo, aku juga tak tau apa yang harus aku lakukan, jika kita ingin memutuskan kontrak itu kita harus membayar banyak kepada pihak manajemen, tapi aku tak sudi menyerahkan hasil kerja keras sahabat ku kepada mereka Soo" ujar Luhan

Tanpa mereka sadari sedari tadi saat mereka berbincang tentang Baekhyun dan manajemennya, Chanyeol tengan mendengar segala perbincangan mereka.

Dan benar saja apa yang Chanyeol pikirkan tadi, ada yang di sembunyikan oleh sahabat mate-nya itu.

"Ada apa dengan Baekhyun? Dan apa itu kontrak dan manajemen, apa maksudh dari itu semua?" Tanya Chanyeol langsung pada Luhan dan juga Kyungsoo. Kakinya ia langkahkan ke arah dapur dimana Kyungsoo dan juga Luhan berada.

Sedangkan dua lelaki mungil lainnya hanya bisa terkejut dan merutuki kebodohan mereka yang tak melihat situasis saat berbicara tadi.

"Katakan pada ku" perintah Chanyeol tegas.

"T-tak ada apa-apa Chanyeol-ssi" jawab Luhan berusaha meyakinkan Chanyeol

"Tak usah berbohong, aku bukan Bekhyun yang mudah saja kalian bohongi, katakan semuanya, ada apa? Aku mate-nya dan aku berhak tau atas mate ku itu" tatapan mata Chanyeol tajam menatap wajah kedua laki-laki yang sedang berada di hadapannya itu.

"Baiklah jika kau ingin tahu. Jadi begini, Baekhyun itu bukan lah orang biasa, dia seorang artis, dia seorang publik figur dan ia juga memiliki manajemen yang menaunginya. Di manajemen itu di memiliki kontrak seperti perjanji tentang masa tenggat waktu batas pekerjaan Baekhyun dan sekarang Baekhyun sudah melanggar isi kontraknya itu. Baekhyun sudah lama tak bekerja memenuhi jadwalnya, oleh sebab itu pihak manajemen marah kepadanya, dan meminta paksa kepada Baekhyun untuk kembali ke Seoul dan melanjutkan jadwal yang sudah lama tertunda" jelas Kyungso panjang lebar kepada Chanyeol.

"Siapa mereka? Mereka sama sekali tak memiliki hak untuk memarahi dan juga memaksa mate ku!" Ujar Chanyeol kesal.

"Tapi sayangnya mereka berhak melakukan itu pada Baekhyun, karna Baekhyun sudah menandatangani kontrak kerja dengan mereka dan masa berlaku kontrak itu masih lama" jelas Luhan

"Lalu kau bilang tadi memutuskan kontrak itu? Jadi jika kalian membayar kepada manajemen sialan itu maka Baekhyun akan bebas dari mereka?" Tanya Chanyeol sedikit meninggikan suaranya saat menyebutkan kata manajemen sialan.

"Ya begitulah, tapi kami harus merogoh kocek yangnsangat banyak untuk menghentikan kontrak itu" jawab Kyungsoo

"Berapa?" Tanya Chanyeol tanpa berniat menampilkan sedikit ekspresipun.

"Banyak" jawab Luhan seadanya.

"Apa ini cukup?" Tanya Chanyeol sambil mengeluarkan beberapa kantong besar mutiara dari arah belakang tubuhnya.

"What the?! Darimana kau mendapatkan mutiara sebanyak ini?" Tanya Luhan terkejut dengan apa yang baru saja Chanyeol berikan kepadanya

"Apa itu cukup?" tanya Chanyeol tak berniat menanggapi pertanyaan Luhan tadi.

"Ini jauh lebih cukup, kita bisa membeli beberapa pesawat dan juga rumah dari sisa pembayaran kontrak Baekhyun" jawab Luhan sedangkan Kyungsoo ia hanya bisa menganga lebar dengan mutiara-mutiara yang pastinya berkualitas tinggi yang berada tepat di hadapannya saat ini.

"Yasudah jualah ini, lalu berikan uangnya kepada manajemen sialan itu. Putuskan segala kontrak kerja Baekhyun dengan mereka, aku tak mau mereka memarahi dan memaksa mate ku seenak jidat mereka" ujar Chanyeol ketus.

"B baiklah Chan, setelah selesai memasak. Aku dan Luhan akan segera pergi menjual mutiara itu dan meyelesaikan kontrak Baekhyun dengan manajemennya itu" jawab Kyungsoo yang masih sedikit belum pulih dengan keterkejutannya.

"Hmm bagus, jangan sampai Baekhyun mendengar ini semua, cukup kita bertiga saja yang tau. Aku tak ingin membuat keadaannya memburuk hanya karna manajemen kurang ajar itu" ujar Chanyeol dingin

"Baik Chan, kau bisa mempercayakan kami. Dengan ini semua, kami bisa menyelesaikan masalah semua ini dengan mudah dan cepat" jawab Kyungsoo antusias

"Yap! Mari kita bungkam mulut presdir kurang aja itu dengan ini semua" ujar Luhan sambil menunjuk beberapa kantong besar yang berisi tumpukan mutiara yang Chanyeol berikan tadi kepadanya.

"Baiklah, aku mempercayakan semuanya kepada kalian, jangan membuat ku kecewa" dan setelah itu Chanyeol berniat kembali menuju kamar mate-nya tanpa berniat melihat kearah Luhan dan juga Kyungsoo yang masih belum pulih dari syok mereka dengan apa yang Chanyeol berikan kepada mereka.

*krieett* dengan hati-hati Chanyeol membuka pintu kamar itu tak ingin membuat mate-nya itu terbangun.

Ia segera naik ke atas ranjang dimana tubuh kekasihnya itu terbaring dengan nyamannya.

"Eunghh, kau darimana?" Tanya Baekhyun dengan suaranya yang sedikit parau, ternyata ia sedikit terusik dengan pergerakan Chanyeol tadi.

"Tidak kemana-mana, hanya menyelesaikan sedikit masalah kecil" jawab Chanyeol lembut pada Baekhyun

"Masalah apa?" Tanya Baekhyun

"Tidurlah, hanya masalah sepele" jawab Chanyeol santai, dan setelahnya Baekhyun mengangguk patuh dan kembali tidur di pelukan mate-nya itu.

Dengan lembut Chanyeol membelai pujaan hatinya itu.

"Tak ada yang bisa menjauhkan dirimu dariku lagi Baek, kau milik ku selamanya" ujar Chanyeol penuh dengan penekanan.

.

.

.

.

Tbc


2 Chapter lagi bakalan selesai nih hihihi…

Semoga masih pada suka ya baca ni cerita gaje…

Sorry for Typo dan kata belibet atau apapun itu yang kalian jumpai di chapter ini…

Tolong di review ya guys, jangan diem-diem bae….

Dan ditunggu juga ya chapter selanjutnya..

Oke deh gitu aja, bye..

Salam Chanbaek is so fucking REAL!