Love Destiny : Under The Ocean
By : Devi park
.
.
.
.
Di dalam sebuah kamar dengan corak warna yang menenangkan.
Terlihat disana seorang lelaki manis yang sedang pulas menyelami mimpinya, ia berbaring di atas ranjang empuk yang ada di kamar tersebut.
Dan jangan lupakan tepat disamping tubuh lelaki manis itu, terdapat lelaki lain yang dengan tulus memeluk dan merengkuh tubuh lelaki manis itu guna memberikan kenyamanan untuk pujaan hatinya.
Dan lelaki itu ialah Chanyeol, sedari tadi ia selalu setia berada tepat di samping Baekhyun.
Lelaki itu sangat menikmati waktunya saat menatap wajah manis dan indah yang di milki oleh matenya itu.
Saat sedang tertidurpun keindahan itu seakan enggan untuk sirna di wajah tersebut, sunggung mempesona pikir Chanyeol.
Chanyeol seakan semakin terjatuh ke dalam pesona yang di miliki mate-nya itu.
Entah sudah berapa kali ia merapalkan kata-kata bahwa ia beruntung memiliki Byun Baekhyun sebagai matenya.
Dan keberuntungannya itu semakin kian bertambah dengan Baekhyun yang tengah mengandung benihnya, calon anaknya, calon penerusnya.
Entah kata apalagi yang harus lelaki itu rapalkan untuk menguraikan rasa syukur dan juga kebahagiaannya.
Sekarang ini usia kandungan mate-nya sudah menginjak minggu pertama, tetapi kecantikan yang di milikinya masih tetap sama dan tak ada yang berubah sama sekali.
"Aku beruntung memiliki mu, terimakasih telah lahir ke dunia ini, terimakasih karena telah berbesar hati mau menerima diri ku yang tak akan pernah di anggap nyata oleh kaum mu. Terimakasih atas segalanya Byun Baekhyun. Kau sangat luar biasa" bisik Chanyeol pelan tepat di depan wajah lembut mate-nya itu.
"Aku tak pernah menyesali saat pertemuan pertama kita, kau begitu kecil, rapuh dan juga sangat polos. Dulu aku sangat membenci kaum manusia, tapi ketika melihat dirimu seluruh kebencian itu runtuh seketika. Aku marah saat itu, marah karena aku terlalu membenci kaum mu, marah atas kebodohan ku, marah karna aku tak begitu cepat menolong mu, sehingga kau harus merasakan pesakitan saat itu"
"Hati ku hancur saat itu, darah tak henti-henti mengalir dari pelipis mu, aku merutuki segala keangkuhan ku saat itu. Aku tak sadar saat itu, bahwa kau lah mate ku. Maafkan aku sayang, maafkan segala kebodohan dan keangkuhan ku saat itu, aku sangat terlambat saat itu. Tapi aku berjanji saat ini aku tak akan membuat mu jatuh kembali. Akan ku pastikan kau tak akan tersakiti, akan ku pastikan kau akan aman selamanya. Maafkan aku sayang, maafkan aku Byun Baekhyun ku" ujar Chanyeol yang masih berbisik di hadapan Matenya itu, suaranya begitu berat dan syarat akan penyesalan dan kesedihan.
"Aku memegang janji mu" tiba-tiba Baekhyun bersuara dan itu berhasil membuat Chanyeol terkejut karnanya
"Kau sudah bangun?" Pertanyaan itu langsung terlontar dari mulut Chanyeol
"Kau bilang kau tak ingin meyesali pertemuan pertama kita, tapi kenapa kau bersedih seperti ini?" Tanya Baekhyun, wajah lelaki itu begitu damai, jemari lentiknya dengan lembut membelai rahang tegas milik Chanyeol
"Aku hanya.." ucap Chanyeol kikuk
"Chanyeollie aku mencintaimu. Aku tahu itu kau, terimakasih telah menolong ku. Kau tak perlu bersedih, itu sudah menjadi takdir hidup ku. Jika tidak karna itu semua, kau dan aku mungkin saja tidak akan bertemu, aku tak bisa membayangkan hidup ku tanpa dirimu Chanyeollie" ujar Baekhyun haru
"Maaf Baek.." entah sudah berapa kali permintaan maaf yang Chanyeol lontarkan kepada Baekhyun untuk hari ini.
"Untuk apa kau meminta maaf kepada ku, tak ada yang perlu di maafkan dan juga di persalahkan. Ini takdir yang sudah di ciptakan oleh tuhan untuk kita, aku mencintai mu. Jangan merasa bersalah seperti ini, karna kau tak salah Chanyeollie..." ujar Baekhyun lembut.
Dan setelahnya ia memeluk tubuh mate-nya itu, dengan lembut di belainya punggung lebar miliki calon suaminya itu.
"Terimakasih Baek" ujar Chanyeol haru
"Aku juga berterimakasih pada mu Chanyeollie, sekarang kita hanya perlu fokus ke masa depan kita, untuk baby kita. Kita akan segera menjadi orangtua. Jadi, mari lupakan kenangan pahit itu, cukup ambil hikmah dari segala kejadian itu, jangan terus terpuruk di rasa bersalah mu. Karna ayah Yeollie tidak pernah salah menurut ibu dan juga Baby..." ujar Baekhyun halus dan di akhiri dengan canda tawa dan berhasil menarik ujung bibir Chanyeol tersenyum karna ulah manis matenya itu.
"Kau selalu berhasil membuat ku tersenyum setelah ku merasakan kepahitan. Terimaksih telah hadir di hidup ku, terimaksih telah mau menjadi ibu dari anak ku. Entah kenapa bibir ku ini tak bisa berhenti untuk terus mengucapkan kata terimakasih kepada mu, kau luar biasa sayang..." ujar Chanyeol, mata biru lelaki itu menatap wajah pria kesayangannya itu dengan tulus, terpancar rasa cinta dan kasih sayang disana.
"Tak perlu berterimakasih pada ku..." ujar Baekhyun lembut.
"Emm Chanyeollie, apa boleh aku meminta sesuatu pada mu?" Selagi tengah bermesraan dengan matenya itu, tiba-tiba Baekhyun menanyakan sesuatu kepada Chanyeol. Terdengar lelaki itu sedikit ragu dengan permintaanya itu.
"Tentu, aku tak mungkin bisa menolak permintaan mu. Katakan saja" jawab Chanyeol langsung kepada Baekhyun
"Emm aku rindu mama dan papa.." ujar Baekhyun sedikit sendu
"Lalu.. kau ingin apa?" Tanya Chanyeol kemudian
"Aku ingin ke makam kedua orangtua ku. Aku sadar, setelah ini semua aku akan tinggal berasama mu di lautan. Aku ingin menyapa mereka Chanyeollie sebelum kepergiaan ku" jelas Baekhyun, terlihat lelaki itu sedikit sedih ketika mengingat tentang kedua orangtuanya.
"Setelah makan siang, kita akan langsung kesana" jawab Chanyeol final. Dan itu sukses membuat Baekhyun tersenyum gembira karnanya
"Kau memang yang terbaik. Baby sayang… kau juga ingin berjumpa dengan kakek dan nenek kan? Ibu yakin pasti kau sudah tidak sabar..." dengan masih mempertahankan senyum gembiranya, Baekhyun mengelus perutnya yang masih terlihat rata itu. Berusaha untuk berbicara dengan anaknya yang ada di dalam sana.
"Ayah akan menemani kita..." ucap Baekhyun di akhir katanya.
Setelahnya lelaki manis itu langsung memeluk tubuh jangkung pria yang berada tepat di sampingnya itu. Dan tentu saja tanpa ragu lelaki jangkung itupun membalas pelukan dari kekasih hatinya itu.
"Kau tahu Baek, aku semakin tak sabar untuk bertemu dengannya" ujar Chanyeol merunjuk pada calon anaknya yang berada di kandungan Baekhyun. Telapak tangan hangat Chanyeol tiada henti membelai perut mate-nya itu.
"Aku juga Chanyeollie... aku tak bisa membayangkan kebahagiaan yang akan ku jalani setelah kelahirannya" timpal Baekhyun, menyetujui perkataan Mate-nya itu.
"Mari kita rawat dia Baek, mari kita menjaga buah hati kita bersama-sama" ujar Chanyeol.
"Hmmm tentu Yeollie" balas Baekhyun.
.
.
.
.
Masih dalam keadaan yang berbaring di tempat tidur. Chanyeol dan Baekhyun masih mempertahankan pelukan mereka. Kedua lelaki itu seperti enggan untuk melepaskan kehangatan tersebut.
"Kau lapar?" Tanya Chanyeol
"Sangat..." ujar Baekhyun manja, jangan lupa dengan menggemaskannya lelaki itu mengerucutkan bibirnya kepada Chanyeol.
"Hahaha, yasudah. Ayo ke ruang makan. Aku yakin Kyungsoo dan Luhan telah selesai menyiapkan makanan untuk mu" ujar Chanyeol, tapi sepertinya Baekhyun tak menyetujui ucapan prianya ini.
"Tidak mau, kalau aku makan. Chanyeollie pasti melepaskan pelukannya. Aku tidak mau.." manja Baekhyun pada Chanyeol. Dengan gemas Chanyeol menjawil hidung kekasihnya itu, lelaki itu sepertinya akan lebih banyak bersabar dengan sikap manja yang di miliki oleh mate-nya.
"Apa-apan itu tadi hmm.. kau tak ingat di dalam sini ada Baby, aku yakin dia pasti juga sangat lapar. Apa kau ingin membuat anak kita kelaparan?" Tanya Chanyeol dengan ekpresi kesal yang ia buat-buat. Dan itu suksek menyedot perhatian Baekhyun yang sedari tadi bergelut manja di lehernya
"Ahh tidak! Aku tidak mau! Yasudah ayo kita turun Chanyeollie" jawab Baekhyun.
Dengan tawa yang sedikit ia tahan, Chanyeol bangkit dari posisi berbaringnya berniat untuk turun menuju ruang makan pastinya.
Sedetik setelah lelaki itu bangkit dari posisi awalnya, ia langsung di landa kebingungan. Ia melihat Baekhyun masih dalam posisi berbaringnya tanpa berniat bangkit seperti yang ia katakan tadi.
"Kenapa masih berbaring?" Tanya Chanyeol
"Gendong..." ujar Baekhyun dengan manja
"Manja sekali..." ledek Chanyeol
"Biarkan saja, asalkan itu Chanyeollie aku akan dengan senang hati bermanja-manja dengan mate tampan ku ini" ujar Baekhyun.
"Iya-iya.." jawab Chanyeol mengalah kepada kekasihnya itu. Dan setelah itu Chanyeol langsung melangkah kearah Mate-nya itu. Tangan lelaki itu tengah bersiap untuk menggendong Baekhyum dengan gaya bridal yang selalu ia lakukan kepada Baekhyun.
Namun dengan cepat Baekhyun langsung menepis tangan lelaki itu, saat ia akan menelusupkan tangannya di balik punggung Baekhyun
"Kenapa..?" Tanya Chanyeol bingung
"Tidak mau yang seperti itu.." jawab Baekhyun masih mempertahankan nada suara manjanya.
"Lalu?" Tanya Chanyeol
"Inginnya seperti ini.." dan detik selanjutnya. Baekhyun langsung memposisikan tangannya untuk melingkar di leher Chanyeol, kedua kakinya ia lingkarkan pula di pinggang milik mate-nya itu. Ternyata ia ingin lebir bermesraan dengan kekasihnya itu dengan gendongan ala anak koala yang ia inginkan.
"Hahaha kau ini..." ujar Chanyeol terkekeh karna ulah manis kekasihnya.
"Begini lebih hangat" ujar Baekhyun, kepalanya ia posisikan untuk bersandar di dada bidang milik mate-nya itu dan membaui bau tubuh lelaki kesukaannya itu.
"Ayoo kita turun, aku sangat lapar Yeollie. Aku mengingkan Chicken wings pedas ku" pinta Baekhyun pada Chanyeol
"Hmm baiklah tuan putri" jawab Chanyeol dan syukur Baekhyun sepertinya tidak protes dengan panggilannya itu. Biasa Baekhyun akan langsung cepat mengoreksi perkataan Chanyeol tadi. Tapi sekarang sepertinya lelaki itupun menyukai panggilan Chanyeol tadi.
.
.
.
.
Di lain tempat.
Setelah selesai menyelesaikan masakan dan beberapa pekerjaan yang lainnya.
Luhan dan Kyungsoo langsung bergegas pergi ke Seoul untuk mengurusi segala perjanjian kontrak kerja Baekhyun dan juga manajemennya.
Kedua lelaki itu kini tengah berada di dalam mobil Kyungsoo.
Mereka sengaja pergi tanpa berpamitan dengan Baekhyun, karna mereka khawatir Baekhyun akan terus berpikir tentang masalah ini dan takutnya akan menggangu kehamilannya.
"Apa kau sudah membuat janji dengan si presdir itu?" Tanya Luhan, lelaki itu duduk di bangku penumpang tepat di samping Kyungsoo yang sedang mengendarai mobilnya.
"Sudah, dia sudah menunggu kita. Aku tak mau berlama-lama disana. Selesai menyelesaikan masalah itu, aku ingin ke apartment dulu, aku ingin mengambil baju dan beberapa dokumen ku" ujar Kyungsoo yang masih fokus menatap jalanan.
"Hmm akupun, nanti singgahkan aku ke Boutiqe dahulu. Aku ingin melihat karyawan dan juga dokumen-dokumen yang ada disana. Aku ingin memindahkan semuanya ke Busan, aku ingin lebih dekat dengan Baekhyun.. " ujar Luhan halus.
"Kau yakin itu karna Baekhyun, bukan sosok yang lain..?" Tanya Kyungsoo jahil
"Apaan? Siapa?" Tanya Luhan gugup
"Entahlah, Sehun mungkin.. " ujar Kyungsoo main-main.
"Yak! Apa-apaan kau...!" Bentak Luhan langsung pada Kyungsoo. Dan setelahnya Kyungsoo hanya tertawa karna ulah sahabatnya itu.
"Memang dia sih salah satu alasan lainnya" Gumam Luhan pelan, dan itu ternyata masih bisa di dengar oleh Kyungsoo
"Hahaha apa ku kata!" Kekeh Kyungsoo, dan Luhan hanya bisa menahan rona merah di pipinya karna ulah jahil temannya itu.
.
.
.
.
Lama menempuh perjalanan kini Luhan dan Kyungsoo sudah berada di basement gedung manajemen Baekhyun.
Dengan langkah yang mantap kedua lelaki itu melangkahkan kaki mereka ke arah dalam gedung tersebut.
Tepat di lantai 6 gedung tersebut, di ruangan besar yang di miliki oleh presdir perusahan tersebut.
Kini Luhan dan Kyungsoo tengah terduduk di atas sofa yang ada di ruangan tersebut berhadapan langsung dengan pemimpin perusahaan manajamen yang menaungi Baekhyun di dalamnya.
"Jadi bagaimana?" Tanya pria paruh baya itu dengan suara beratnya, dan jangan lupakan smirk aneh yang ia tunjukkan kepada Luham dan Kyungsoo dan itu sukses membuat kedua lelaki yang di tatapi itu bergidik ingin mual karnanya.
"Eungh dia pikir dia tampan apa, aishh mata ku" bisik Luhan pelan kepada Kyungsoo, setelah mendengar bisikan sahabatnya itu Kyungsoo hanya bisa menahan tawanya karna ia pun menyetujui apa yang di katakan oleh Luhan tadi.
"Dimana artis ku itu? Kenapa dia tak datang kemari?" Tanya lelaki tua itu pada Kyungsoo
"Dia akan melangsungkan pernikahannya, sebab itu dia ingin berhenti dari industri ini" jelas Kyungsoo
"Hmmm begitu? Apa dia sudah yakin dengan keputusannya itu? Lalu jika memang dia ingin berhenti, kalian semua taukan berapa yang harus kalian bayar kepada kami? Aku yakin si Byun itu bisa langsung bangkrut hanya karna keputusan kekanakannya ini!" Ujar lelaki itu remeh, tampak mimik wajahnya tidak meyukai dengan topik yang sedang mereka bahas saat ini.
"Dan lalu, dia harus meyerahkan apartment yang di berikan oleh perusahaan untuknya, akan lebih baik di berpikir-pikir lagi tentang keputusannya itu. Jika dia memang ingin menikah perusahaan bisa membantunya dan menyembunyikan segalanya. Tapi apa dia yakin, dia akan kehilangan uang, ketenaran dan juga penggemarnya?" Ujar lelaki tua itu.
"Aku rasa ini memang keputusan yang terbaik untuknya, dan juga kami sudah muak dengan kalian. Yang kalian tahu hanya memerah teman kami, tanpa memikirkan keadaannya, mau dia sakit atau apapun kalian tetap memaksanya untuk tampil di depan kamera layaknya seorang bintang. Kalian tidak pernah peduli perasaannya, betapa lelahnya ia menghasilkan uang untuk kalian! Jadi jaga bicara anda!" Bentak Kyungsoo pada lelaki paruh baya itu, urat-urat kemarahan muncul di pelipis Kyungsoo ia tak mampu menahan kekesalannya dengan lelaki yang ada di hadapannya sekarang ini.
"Tapi itulah pekerjaannya, dia sudah menandatangani kontrak, berarti dia sendiri yang bersedia dengan konsekuensi yang ada" sanggah pria itu
"Apa? Bersedia? Dia bukan bersedia tuan! Dia terpaksa! Apa kalian tidak sadar dengan acaman yang selalu pihak kalian lontarkan kepada sahabat kami! Disini kalianlah yang menyalahi kontrak tersebut! Bukan Baekhyun! Dia lelah dengan semua ini!" Luhan akhirnya bersuara lelaki itu tak bisa berdiam diri dengan segala omong kosong yang di katakan pria tua itu.
"Sudahlah, aku dan sahabat ku tak ingin membuang energi kami hanya untuk meladeni orang seperti kalian. Sebutkan berapa? Lalu putuskan kontraknya!" Ujar Kyungsoo dengan tegas.
"Berlagak sekali kalian. Aku jadi penasaran apa benar sahabat kalian itu akan menikah. Apa dia hanya ingin pindah ke agensi lain? Ah atau dia ingin menikah dengan presdir agensi barunya itu sehingga kalian begitu mudahnya menanyakan nominalnya.. iya kan? Jawab saja? Kalau itu benar, bilang pada Baekhyun aku juga berminat menjadikannya simpanan ku, jadi dia tak perlu lelah mencari orang lain jika seperti itu, ckh" lelaki itu benar-benar sudah merendahkan Baekhyun, dengan berlagaknya ia mencomooh Baekhyun dan menuding Baekhyun yang tidak-tidak.
"Hei pak tua! Jaga bicara anda! Kami bisa melaporkan anda atas pencemaran nama baik jika anda seperti ini! Sahabat kami tidak semurahan yang seperti anda kira. Sahabat kami itu berkelas, beda dengan keluarga mu, jadi jangan samakan dia seperti dirimu!" Cemo'oh Luhan balik, dengan tersenyum jijik ia menatap laki-laki tua itu.
"Dan juga, anda bisa mencari tahu, jika Baekhyun sama sekali tak menjalin kerja sama dengan perusahaan lain setelah ini. Dia akan menikah, calon suaminya bukan dari kalangan kelas rendahan seperti kalian! Jika kami mengadukan kepada calon suaminya tentang penghinaan yang kalian lakukan kepada Baekhyun, aku yakin kau tak akan bisa hidup lebih lama setelahnya!" Ujar Kyungsoo dingin.
"Ahh suami... ternyata benar lelaki itu seorang gay, penyuka sesama jenis. Benar-benar menjijikkan" hina lelaki itu.
"Bukannya anda yang lebih menjijikkan? Bercermin lah tuan, kau juga melahap habis seluruh trainee baru yang akan kau pekerjakan bukan? Mau itu wanita atau laki-laki, kau tak pernah pandang bulu! Untung saja Baekhyun tak terjebak dengan mu! Dan dapat kita lihat, bukankah disini kaulah yang lebih menjijikkan!" Ujar Kyungsoo tegas, dan itu berhasil mengskakmat lelaki paruh baya itu.
"Wahh..bukankah itu bisa di laporkan kepada pihak yang berwajib? Bisa kita bayangkan headline yang akan booming saat ini "Presdir agensi X melakukan pelecehan seksual terhadap trainee barunya" wahh itu berita yang sangat menggiurkan bagi wartawan, bagaimana tuan? Ingin tetap bertahan di pendirian anda, dan menyelesaikan ini secara alot. Atau membuat segalanya lebih mulus dan halus, ahh tak perlu takut kami juga akan mengganti seluruh uang mu. Kami tak sudi berhutang dengan mu omong-omong. Dan asal kau tahu, calon suami Baekhyun itu kaya sekali, aku yakin dia bisa menghancurkan perusahaan mu ini hanya dengan sekali jentikkan jarinya. Bagaimana?" Ujar Luhan sambil tersenyum miring kepada lelaki itu, nada suaranya ia buat seperti ingin bermain-main dengan lelaki itu, tak ada rasa takut di dalamnya.
"Tiga juta!" Ujar laki-laki itu langsung tanpa pikir panjang.
"Yakin hanya segitu?" Tanya Kyungsoo remeh
"Dollar" lanjut pria paruh baya itu.
"Ahh begituu, Lu berikan uangnya!" Perintah Kyungsoo pada Luhan. Dan setelahnya Luhan langsung menarik koper yang sedari tadi mereka bawa, dengan mengeluarkan sedikit tenaganya Luhan langsung membantingkan koper besar itu di atas meja yang tepat berada di hadapan mereka.
Dengan menampilkan senyum remehnya, Luhan langsung membuka koper tersebut. Dan tentu saja disana langsung menampilkan beberapa tumpukkan dollar yang pastinya sangat banyak jumlahnya.
Sebenarnya, sebelum berangkat ke perusahaan itu, kedua lelaki tersebut menyempatkan diri untuk menjual beberapa mutiara yang di berikan Chanyeol sebelumnya, dan alangkah terkejutnya mereka dengan harga fantastis yang di tawarkan toko permata yang mereka datangi tersebut hanya untuk satu butir mutiara, dan tentu saja tanpa pikir panjang Luhan dan Kyungsoo langsung menyepakati penawaran tersebut.
Dan disinilah mereka sekarang, menampilkan uang-uang tersebut di hadapan presdir serakah itu, dan tebak. Lelaki itu langsung menganga bodoh dengan nominal uang yang ada di hadapannya saat ini.
"Kemarikan dokumen perjanjian itu dan kau akan mendapatkan uang mu, mungkin kami akan memberikan mu lebih jika kau bisa bekerja sama" ujar Kyungsoo santai.
"Ini, ambil ini! Aku tak memerlukan itu semua! Kemarikan uang ku!" Ujar lelaki itu kalap.
"Hahaha terpampang jelas siapa yang lebih menjijikan sekaranga ini" ujar Luhan sambil menatap jijik kehadapan lelaki tua yang ada di hadapannya saat ini.
"Disana ada lima juta dollar, tapi karna kau telah menghina sahabat kami. Jadi, kami harus sedikit menguranginya, tiga juta kan? Hah itu sangat mudah untuk kami!" Dengan segera Kyungsoo mengambil sisa uang yang ada disana, dia tak sudi untuk memberikan uang lebih untuk pria tua bangka yang berani menghina sahabatnya itu.
"Baiklah tuan Lee senang berbisnis dengan anda! Silahkan nikmati uang ini, dan ku berharap kau segera membusuk setelahnya" ujar Luhan, dan di akhiri gumaman saat ia menyebutkan kalimat terakhirnya.
Setelah selesai menaruh sisa uang tersebut di tasnya dan mengambil dokumen penting milik Baekhyun. Kyungsoo dan Luhan segera berdiri dari duduknya dan berniat untuk segera pergi dari tempat memuakkan tersebut.
"Setelah ini jangan coba-coba menghubungi pihak kami. Jangan bermain-main dengan kami, kami bukan orang sembarangan. Jika kau mengusik Baekhyun kami tak segan-segan untuk menjebloskan kau ke dalam penjara setelahnya" ujar Kyungsoo dingin memberikan peringatan kepada lelaki paruh baya tersebut.
"Akupun tak berminat lagi dengan teman kalian itu. Dengan uang ini aku akan melepaskan teman kalian itu! Senang berbisinis dengan kalian!" Ujar lelaki itu dan langsung meraih uang-uang yang ada di hadapannya.
"Ahh tunggu! Kau itu sangat licik! Jadi kami tak bisa mempercayai mu begitu saja! Tanda tangani surat ini dan setelahnya pengacara kami akan langsung kemari untuk mengurus segala urusan administrasi yang lainnya. Kami hanya minta kau kooperatif saja, dan kami jamin kau akan aman setelahnya" ujar Luhan dan menyerahkan selembar kertas kepada pria paruh baya itu.
"Ah kemarikan cepat!" Ujar pria itu, tanpa berniat untuk membaca isi kertas tersebut. Lelaki itu langsung menandatangani surat yang di serahkan oleh Luhan tadi.
"Wow! Benar kata orang di luaran sana, jika dengan uang segala urusan menjadi sangat mulus!" Ujar Luham santai, setelah selesai menandatangani surat itu Luhan langsung mengambilnya dari tangan lelaki itu.
"Kalau begitu kami pergi dahulu tuan Lee, bersenang-senanglah dengan uang mu itu! Dan selamat tinggal!" Ujar Kyungsoo mengakhiri pertemuan mereka.
Dengan tertawa puas Luhan dan Kyungsoo keluar dari ruangan lelaki itu dan melangkahkan kaki menuju basement dimana mobil mereka diparkirkan sebelumnya
"Dia mengatai Baekhyun murahan? Tak tahukah dia, jika dia lah yang lebih murahan disini" ujar Luhan kesal dengan lelaki yang baru saja mereka jumpai beberapa menit yang lalu.
"Sudahlah tak perlu pikirkan lelaki tua bangka itu lagi! Ohya Lu, apa kau tak ingin membelikan sesuatu untuk Baekhyun? Dia akan segera menikah, ayo kita beri dia hadiah pernikahan yang spesial untuknya" ujar Kyungsoo pada Luhan
"Apa? Baju? Kita tak perlu membeli,ambil saja dari Boutique ku. Emmhh apa ya Kyung?" Ujar Luhan, berpikir apa yang harus ia berikan kepada Baekhyun nantinya.
"Sudahlah, kita pikirkan selagi di jalan saja. Perjalanan kita masih panjang, kita harus tiba di rumah nanti malam jika tak ingin Baekhyun curiga" langkahnya Kyungsoo percepat, bergegas untuk keluar dari gedung tersebut.
.
.
.
.
"Chanyeollie? Kenapa rumah ini begitu sepi? Kemana perginya mereka semua?" Tanya Baekhyun penasaran, ia sedang di gendong oleh Chanyeol menuruni tangga menuju ruang makan yang ada di rumah tersebut.
"Kai dan Sehun sedang di kamar, mereka sedang beristirahat. Kyungsoo dan Luhan mereka berpamitan sebentar, meraka bilang Luhan harus mengurusi sesuatu" ujar Chanyeol dengan sedikit berbohong diasana, agar Baekhyun tak semakin bertanya lagi kepadanya.
"Ahh begitu, hmm yasudah mari kita makan dahulu. Lalu kita langsung pergi ke tempat papa dan mama, okey?" Ujar Baekhyun ceria
"Ok sayang" jawab Chanyeol setelah.
.
.
.
.
"Memang masakan Kyungsoo itu yang terbaik! Kau tak ingin mencobanya sayang?" Tanya Baekhyun pada Chanyeol, sedangkan tangannya tak henti-henti menyuapkan makanan yang ada di piringnya.
"Kau saja dulu, minum susu Baek! Luhan berpesan pada ku supaya kau menghabiskan susu mu itu" pinta Chanyeol
"Iya sayang~" jawab Baekhyun lembut.
"Kyungsoo dan Luhan dimana?" Suara Kai menggema tiba-tiba dari arah belakang Chanyeol dan juga Baekhyun, Baekhyun sedikit terkejut dengan suara laki-laki itu, alhasil dia sedikit terbatuk karenanya. Emosi Chanyeol seakan naik begitu saja, ketika melihat ulah dari jenderalnya itu.
"Ckh, kau bertanya dengan siapa? Kau lihat apa yang kau perbuat ini!" Bentak Chanyeol pada Kai
"Maafkan saya Yang mulia, saya tak sengaja" dengan bergegas Kai langsung memohon maaf kepada rajanya itu, wajahnya berubah pucat setelah mendengar amarah dari Chanyeol.
"Sudahlah Yeollie, tidak perlu berteriak seperti itu. Aku yakin Kai pasti tidak sengaja" dengan lembut Baekhyun membujuk mate-nya itu.
"Ayo Kai, Sehun, mari makan. Kyungsoo dan Luhan sedang keluar, aku tak tahu kemana. Tapi ku rasa mereka pergi ke Seoul mengurusi Boutique milik Luhan" ujar Baekhyun pada kedua lelaki tampan tersebut.
"Ckh, selesai makan. Kita akan menemani Baekhyun ke pemakaman orangtuanya, jadi bersiap-siaplah" ujar Chanyeol, dari nada suaranya terdengar lelaki tersebut masih sedikit marah.
"Baik Yang mulia" jawab Kai dan Sehun kompak.
"Chanyeollie, kau jangan galak-galak seperti itu. Baby kita jadi takut pada mu..." ujar Baekhyun sambil mengerucutkan bibirnya lucu
"Kau tak ingin membuat Baby kita takut pada ayahnya sendiri kan?" Tanya Baekhyun sendu tapi tetap mempertahankan suara menggemaskannya.
"Ahh iya, maafkan aku sayang. Maafkan ayah juga Baby.." ujar Chanyeol lembut, tangannya ia bawa untuk membelai lembut perut sang kekasih hati.
"Janji tidak marah-marah lagi?" Tanya Baekhyun sambil mensipitkan kedua matanya.
"Iya janjii" ujar Chanyeol lembut
"Oke Baby dan aku memegang jani Chanyeollie" ujar Baekhyun, lalu kembali melanjutkan makan siangnya yang sempat terhenti sejenak tadi.
Tepat diseberang pasangan tersebut, Kai dan Sehun hanya bisa tersenyum geli dengan kelakuan raja mereka tersebut.
Lelaki yang terkenal tegas dan kejam itu, hanya bisa tertunduk patuh di hadapan mate-nya, ini kejadian langka yang terjadi hanya sekali dalam seumur hidup bagi mereka. Sebab itu mereka tak bisa menahan gelak tawa mereka.
"Berani tertawa, ku cincang kalian" ujar Chanyeol pelan kepada Kai dan juga Sehun. Mata bulat lelaki itu tak henti-hentinya menatap tajam kedua lelaki yang berada tepat di hadapannya itu.
Dan benar saja, Kai dan Sehun langsung terdiam seketika itu juga. Mereka hanya bisa merunduk setelahnya.
"Aku sudah kenyang, aku ingin bersiap-siap dulu. Kalian pun bersiap-siaplah, ahh akan lebih baik aku menyiapkan baju untuk kalian. Aku tak ingin kalian bergaya seperti itu saat menjumpai kedua orangtua ku. Chanyeollie, ayo kita ke walk in closet papa dulu" ajak Baekhyun pada Chanyeol.
.
.
.
.
"Nah Chanyeollie.. mari kita lihat. Mana yang cocok untuk mu..." ujar Baekhyun sambil memilah-milah baju yang ada disana.
"Aku rasa, kau akan terlihat sangat tampan jika memakai pakaian yang formal. Setelan jas yang cocok untuk mu!" Ujar Baekhyun semangat.
"Aku mengikuti apa kata mu saja" ujar Chanyeol santai.
"Oke yang ini saja, untuk Kai dan Sehun yang ini saja" ujar Baekhyun
"Sudah? Ayo kita jumpai mereka" ajak Chanyeol.
.
.
.
.
"Nah kalian bersiap-siaplah, pakai ini! Berpakaian rapi karna kita akan menjumpai calon mertua ku" ujar Chanyeol pada Kai dan juga Sehun setelah menyerahkan pakaian yang sudah di pilihkan Baekhyun tadi Chanyeol langsung bergegas untuk naik ke atas ke kamar Baekhyun dan juga dirinya.
.
.
.
.
Kini keempat lelaki itu sudah rapih dengan tatanan baju dan rambut yang menampilkan aura mempesona dari diri mereka masing.
Baekhyun terlihat manis dengan celana pendek selutut berwarna coklat lembut dengan sweater baby blue yang membalut tubuh bagian atasnya.
Sedangkan Chanyeol ia terlihat tampan dengan setelan jas lengkap berwarna hitam yang ia kenakan dan jangan lupakan tatanan rambut hair up yang di tata oleh Baekhyun sendiri untuknya semakin menampilkan kesan tampan dan maskulin pada diri Chanyeol.
Sehun, lelaki itu memakai jas abu-abu yang di padu padankan denga kaos berwarna tosca yang menampilkan kesan muda dan ceria pada lelaki albino tersebut.
Dan yang terakhir Kai, ia menggunakan jeans hitam yang di padu padankan dengan kemeja putih dengan sentuhan akhir jaket kulit yang membuat Kai semakin mempesona dan bergaya saja.
Ke empat lelaki tersebut, terlihat sangat sempurna. Percayalah, orang-orang akan mengangakan mulutnya ketika memandang ke arah mereka.
"Yasudah, siapa yang membawa mobil?" Tanya Baekhyun ketika mereka sudah berada di perkarangan depan rumah tersebut.
"Mobil? Apa itu?" Tanya Kai heran.
"Apa yang berwarna merah ini?" Tanya Sehun, menunjuk kearah mobil berwarna merah milik Baekhyun.
"Wait! Apa dari kalian tidak ada yang tahu apa itu mobil? Jadi kalian tidak ada yang tahu cara mengendarai mobil juga?" Tanya Baekhyun melengos seketika
"Aku tau mobil itu" ujar Chanyeol membela dirinya sendiri
"Jadi kau bisakan mengendarainya?" Tanya Baekhyun sedikit sumringah
"Emmm tidak juga, tapi aku yakin setelah melihat mu. Aku langsung bisa mengendarainya" ujar Chanyeol santai.
"Astaga! Percuma saja kalian tampan, kalau tak ada satupun dari kalian yang bisa mengendarai mobil ini! Yasudah naiklah! Biarkan carrier yang sedang mengandung ini membawa kalian!" Ujar Baekhyun kesal, dan langsung melenggang ke arah kemudi mobil tersebut.
Dan langsung di ikuti oleh ketiga lelaki lainnya. Chanyeol duduk di kursi depan tepat di samping Baekhyun. Kai dan Sehun mereka duduk di bangku belakang dengan nyamannya.
"Kalau terjadi apa-apa dengan anak ku! Ini salah kalian!" Ujar Baekhyun masih terlihat kesal.
"Cukup tunjukkan saja pada ku, aku yakin setelahnya aku langsung bisa membawa mobil ini" ujar Chanyeol pada Sehun
"Hmm yasudah, pakai sabuk pengaman kalian!" Perintah Baekhyun.
Namun ketiga lelaki itu masih terdiam di posisi mereka, mereka terlihat bingung dengan yang di katakan oleh Baekhyun tadi.
"Oh tuhan! Ampunilah dosa ku! Yang ini tuan" ujar Baekhyun sedikit menahan kesabaranya, dengan kesal Baekhyun menarik sabuk pengaman di kursi Chanyeol dan memasangkannya pada lelaki itu, dan gerakannya itu langsung di ikuti oleh Kai dan Sehun.
"Yasudahlah, ayo kita jalan" ujar Baekhyun, dan langsung menginjak pedal gas mobilnya, mengendarai kendaraan tersebut, membelah jalanan untuk sampai ke tujuan mereka. Yaitu, makam kedua orangtua Baekhyun.
Setelah menempuh waktu yang lumayan sedikit lama, kini ke empat laki-laki itu sudah berada tepat di sebuah pemakaman, di sana sangat sunyi, walaupun sunyi di sana sangat asri dan juga menenangkan.
"Nah, kita sampai. Dari sini kita tinggal sedikit lagi berjalan kaki, ayo" ajak Baekhyun dan di ikuti oleh ketiga laki-laki lainnya.
Tadi Baekhyun sebelum sampai ke pemakaman itu. Ia menyempatkan membeli beberapa karangan bunga untuk kedua orangtuanya.
Tak butuh waktu lama, kini mereka sudah tepat berada di depan makam ke dua orangtua Baekhyun.
Di atas batu nisan hitam tersebut terpajang nama Byun Yunho dan Hwang Tiffany. Merekalah kedua orangtua Baekhyun. Tak sadar Baekhyun sedikit menitikkan air matanya saat memandang kedua makam tersebut. Makam itu masih terlihat rapih dan bersih dengan di selimuti rumput hijau nan cerah.
Dengan sedikit bergetar Baekhyun menaruh seikat bunga mawar merah di atas makam ibunya, dulu semasa hidup Tiffany sangat meyukai jenis bunga tersebut.
Tak lupa Baekhyun juga menaruh, serangkai bunga lily di atas makam ayahnya pula.
"Ma.. pa.. ini Baekhyun. Maaf sudah lama tak berkunjung. Baekhyun rindu kalian, bagaimana kabar kalian disana? Baekhyun berharap kalian tenang dan bahagia disana. Jangan khawatirkan Baekhyun, anak kalian ini juga bahagia disini. Ma..pa.. kalian pasti bertanya-tanyakan mereka siapa, kan?" Ujar Baekhyun sedikit sendu.
"Yang tampan ini Chanyeol, dia calon suami ku ma pa... dan dua lainnya itu Sehun dan Kai mereka sahabat Chanyeol" ujar Baekhyun menunjuk tiga lelaki yang ada disana.
Ketiga lelaki itu merunduk kearah makam kedua orangtua Baekhyun. Memberikan pengorhamatan untuk mereka.
"Maa.. paa.. Baekhyun tidak hanya membawa mereka bertiga. Aku membawa satu orang lagi, dia disini" ujar Baekhyun sambil mengelus perutnya lembut.
"Baekkie hamil... kalian akan segera menjadi kakek dan nenek" ujar Baekhyun sumringah meski masih menitikkan air matanya.
"Selamat sore Tuan dan Nyonya Byun. Aku Park Chanyeol. Aku tak tahu ingin mengatakan apa kepada kalian. Jujur aku gugup, tapi satu hal yang ku tahu, aku ingin berterimakasih kepada kalian karena telah melahirkan anak yang manis ini dan ternyata dialah mate yang ku cari selama ini. Maafkan aku baru bisa menyapa kalian, tapi percayalah. Aku berjanji kepada kalian akan menjaga anak manis kalian ini. Seperti yang Baekhyun katakan tadi, dia sedang hamil. Kami akan menjadi orangtua untuknya. Aku sangat memohon restu dari kalian, aku sangat memohon izin dari kalian untuk merestui hubungan dan pernikahan kami" ucap Chanyeol dan sedari tadi Baekhyun menatap lelaki itu haru, ia sangat terharu dengan untaian kata yang di ucapkan oleh Chanyeol tadi.
"Ma.. pa.. berbahagialah disana. Baekhyun sangat menyayangi kalian" ujar Baekhyun, sedari tadi lelaki itu sudah menangis saking terharunya. Ia tak menyangka akhirnya ia membawa seseorang yang ia cintai kehadapan kedua orangtuanya, walaupun kedua orangtuanya tidak ada disisinya. Baekhyun yakin jika mereka sedang menatap ke arah Baekhyun tersenyum dan memberikan restu mereka untuk hubungan Chanyeol dan juga Baekhyun.
.
.
.
.
Lima belas menit mereka berada di pemakaman tersebut, kini mereka sudah bergegas untuk kelur dari area pemakaman tersebut dan melanjutkan perjalanan mereka kembali.
"Kau tahu Baek, ayah dan ibu mu orang yang baik. Aku yakin mereka sedang bahagia sekarang disisi sang pencipta kau tak perlu khawatir" ujar Chanyeol menenangkan mate-nya itu. Dan tentu saja Chanyeol dapat mengetahuinya. Apa kalian lupa jika dia juga seorang dewa, dewa lautan lebih tepatnya.
"Terimakasih Chanyeollie" ujar Baekhyun, ia langsung menghamburkan tubuhnya untuk memeluk Chanyeol erat.
Kini mereka sudah berada tepat di depan mobil merah milik Baekhyun.
Dengan jantan Chanyeol membukakan pintu penumpang untuk Baekhyun. Dan itu megundang heran bagi Baekhyun.
"Kalau aku disini, siapa yang menjalankan mobil ini?" Tanya Baekhyun ragu
"Naik saja" ujar Chanyeol, setelah Baekhyun duduk dengan manisnya disana, Chanyeol langsung mengaitkan sabuk pengaman Baekhyun. Setelah merasa sudah pas, Chanyeol langsung menutup pintu itu, ia bergegas untuk masuk ke dalam mobil dan di depan kemudi mobil tersebut.
"Apa kau yakin Chanyeollie? Kau tak ingin membuat ku keguguran kan?" Tanya Baekhyun takut
"Tenanglah, serahkan saja pada ku" ujar Chanyeol santai
"Yang mulia, apa anda yakin? Aku tak ingin berubah menjadi buih secepat ini, aku belum berhasil menyakinkan Kyungsoo untuk mencintai ku" ujar Kai khawatir dari arah kursi belakang.
"Diam kau! Tenang dan duduk saja disana" ujar Chanyeol.
"Kau kenapa diam saja?" Tanya Kai pada Sehun
"Siapa yang diam? Aku sedang merapalkan doa saat ini. Akupun tak yakin dengannya" bisik Sehun pelan pada Kai.
Dengan sedikit kagok, Chanyeol mulai menjalankan mobil tersebut. Memang awalnya sedikit tersendat-sendat. Namun setelah beberapa menit berjalan tidak ada hal yang buruk terjadi. Semuanya terlihat aman-aman saja untuk saat ini.
"Apa yang ku katakan? Setelah melihat mu membawanya aku langsung mengerti untuk mengendarai mobil ini. Aku sudah menjadi suami mu yang sempurna bukan?" Tanya Chanyeol bangga pada Baekhyun dengan sedikit menaik turunkan alisnya kepada Baekhyun
"A ah hahah i iya.." ujar Baekhyun ragu. Kedua tangannya dengan kencang memegang sabuk pengaman yang melingkar di tubuhnya.
"Baekhyunee kau ingin kemana setelah ini?" Tanya Chanyeol
"A ahh ke sana saja. Ke restoran favorit mama dan papa. Dulu mereka selalu membawa ku kesana" ujar Baekhyun masih sedikit tergagap di awalnya.
"Yasudah, tunjukkan saja arahnya. Hmm?" Ujar Chanyeol lembut
"B baiklah, CHANYEOL LIHAT KE DEPAN!" Teriak Baekhyun takut. Saat Chanyeol hampir meyerempet mobil lain yang ada di hadapan mereka.
.
.
.
.
Tak butuh waktu lama kini mereka sudah tiba di restoran yang Baekhyun maksud tadi. Walaupun harus merasa was-was selama perjalanan, namun itu semau tak menutup seluruh kebahagian Baekhyun saat sampai di restoran tersebut.
Mereka memilih untuk duduk di bangku outdoor yang berada tepat di lantai atas restoran teresebut. Mereka langsung menatap pemandangan lauatan luas dari atas sana, sangat indah dan memikat mata.
"Ahh aku rindu rumah jadinya" ujar Kai, sambil menatap pemandangan lautan luas yang ada di bawah sana.
"Hahaha, nah biasanya aku kemari dengan mama dan papa. Di bangku ini juga biasa kami makan. Tidak ada yang berubah semuanya sama. Sudah lama aku tidak kemari" ujar Baekhyun
"Walaupun kau tak bersama dengan orangtua mu. Tapi kau sudah mendapatkan pengganti mereka saat ini Baek. Sekarang ada aku dan anak kita yang akan selalu menemani mu" ujar Chanyeol menenangkan pujaan hatinya itu, tangan lebarnya tak henti membelai lembut perut Baekhyun.
"Terimakasih Yeollie, dengan adanya dirimu disini aku tak merasa sepi lagi. Aku beruntung memiliki mu" ujar Baekhyun, dengan manja ia menyandarkan kepalanya tepat di atas bahu tegap milik mate-nya itu.
"Aku yang seharusnya berterimakasih pada mu Baek" ujar Chnayeol lembut.
"Permisi tuan, silahkan menunya" ujar seorang pelayan membuyarkan kemesraan Chanyeol dan Baekhyun tadi.
"Aku ingin risotto dan ice lemon tea. Bagaimana kalian?" Tanya Baekhyun kepada ketiga laki-laki disana
"Aku sama dengan mu" ujar Chanyeol
"Dari semua makanan ini, yang mana yang berbahan dasar ikan?" Tanya Kai pada pelayan itu.
"Ahh baik tuan. Saya menyarankan Maeuntang untuk anda. Maeuntang adalah ikan rebus pedas. Disajikan juga dengan tambahan sayuran, tofu dan juga kerang, makanan ini sangat nikmat di makan saat petang seperti ini, sangat menghangatkan" jelas pelayan itu menyarankan makanan untuk Kai
"Ahh sayuran, Kyungsoo bilang itu baik untuk tubuh. Ya aku mau itu dan ini soda aku mau itu juga" ujar Kai sambil menunjukan gambar segelas soda yang ada di buku menu tersebut.
"Dan anda tuan?" Tanya pelayan itu kepada Sehun
"Samakan saja dengannya, tapi aku ingin minuman ini, Bubble tea" ujar Sehun tanpa menunjukkan satu ekspresipun.
"Baik tuan, mohon di tunggu pesanan anda" ujar pelayan tersebut dan langsung pamit undur diri darisana.
"Kau cantik" ujar Chanyeol tiba-tiba
"Apaan?! Kau berlebihan Yeollie..." ujar Baekhyun malu-malu
"Tidak, kau memang sangat cantik mate ku" ujar Chanyeol yakin dan itu semakin membuat Baekhyun memerah karnanya.
"Eunghh Kai, akan lebih baik kita pindah dari sini, ayo ke bangku yang ada disana. Mari kita biarkan Raja dan Ratu kita ini bermesraan" ujar Sehun pada Kai sambil menunjukkan bangku yang berada tak jauh darisana.
"Hmm kau benar Sehun, kami permisi Yang mulia" pamit Kai
"Hmm pergilah" ketus Chanyeol
"Ckh kau ini kenapa galak sekali? Apa kau lupa dengan janji mu?" Tanya Baekhyun kesal pada Chanyeol.
"Ahh haha aku kelepasan" ujar Chanyeol, sambil menggaruk tengkuk belakangnya yang tidak gatal.
.
.
.
.
Jam telah menunjukkan pukul sembilan tepat.
Kyungsoo dan Luhan sudah tiba di kediaman rumah Byun Baekhyun.
Tapi sampai saat ini mereka tak melihat batang hidung dari sahabat mereka itu. Bahkan Chanyeol sang calon suamipun tidak ada, dua lelaki lain? Tidak usah di tanyakan lagi, pasti mereka sedang mengikuti kemana sajapun Chanyeol dan Baekhyun pergi.
"Kemana mereka Soo?" Tanya Luhan
"Tidak tahu, yasudah ini kesempatan yang bagus ayo kita dekor rumah ini untuk acara Bridal Shower Chanyeol dan juga Baekhyun" ajak Kyungsoo. Mereka ternyata memiliki sebuah kejutan untuk Baekhyun.
"Apa lebih baik kita mengadakannya di halaman belakang rumah saja, kita adakan outdoor party saja, dan juga suasana disana sangat romantic, di pinggir pantai di tengah malam bersama orang yang kau sayangi" saran Luhan.
"Hmm ide bagus" ujar Kyungsoo.
Kini dengan sedikit tergesa-gesa Luhan dan Kyungsoo menuju halaman belakang untuk menghias halaman belakang rumah tersebut agar terlihat lebih indah dan menarik untuk bridal shower nanti.
King and Queen. Konsep yang mereka pilih, itu konsep yang sangat cocok mengingat jika ini akan menjadi pernikahan oleh seorang Raja pula.
Dan satu lagi, sebenarnya Kyungsoo dan Luhan sudah mempersiapkan hadiah pernikahan untuk Baekhyun. Tentu saja mereka menggunakan sisa uang yang di berikan oleh Chanyeol tadi.
Hadiah itu sudah tersimpan apik di halaman depan rumah mereka.
Hari sudah semakin malam, tak terasa seluruh dekorasi yang mereka kerjakanpun sudah hampir selesai semua, makanan dan minuman-pun sudah tersusun rapi di meja saji. Sebuah kue tart nan cantik berhiaskan krim putih di setiap sisi kue dan sebuah boneka kecil King and Queen yang berdiri tegak di atas puncak kue tersebut semakin menambah kesan cantik disana.
Sekarang mereka tinggal menunggu kedua mempelai kembali dan langsung menyambut mereka dengan kejutan ini semua.
.
.
.
.
"Ahh aku lelah sekali, dan jantung ku pun tak kalah lelah saat melihat cara mu membawa mobil Chanyeollie. Aku ingin segera tidur setelah ini" ujar Baekhyun, langkahnya ia bawa untuk masuk ke dalam rumahnya, rumahnya terlihat masih gelap. Dan sepertinya Kyungsoo dan Luhan belum kembali dari perjalanan mereka.
"I'm newbies babe" ujar Chanyeol santai
"Euhh terserah, wait! Ini mobil siapa? Wow inikan mobil sport ferrari series terbaru yang ku inginkan? Tapi ini punya siapa? Apa ada tamu?" Ujar Baekhyun, ia mempercepat langkah untuk segera memasuki rumahnya.
Setelah berhasil membuka pintu rumah tersebut. Semuanya gelap dan tiba-tiba saja seperti ada seseorang yang menutup mata Baekhyun dari belakang.
"Chanyeollie!" Teriak Baekyun meminta tolong kepada Chanyeol, namun sayang kali ini Chanyeolpun tidak bisa menolongnya.
"Baek kau kenapa sayang? Yak! Siapa ini yang berani-berani menutup mata ku seperti ini! Kalian akan menerima balasannya jika bermain-main dengan ku" ancam Chanyeol
"Tenanglah yang mulia, tetap berjalanlah ke depan" ujar Sehun santai.
"Apa-apaan ini?" Tanya Chanyeol
"Jalan saja, kau juga Baek. Jalan saja ke arah halaman belakang" ujar Kai
"Kalau ini salah satu permainan kalian! Ku jamin kalian tidak akan selamat" ucap Chanyeol dingin memperingati sang jenderal dan penasihat kerajaanya itu.
"Baik yang mulia" ujar Sehun dan Kai kompak.
.
.
.
.
"SURPRISE! HAPPY WEDDING CHANYEOL BAEKHYUN!" ucap Kyungsoo Luhan Sehun dan Kai bersamaan.
Baekhyun hanya bisa terperangah dengan pemandangan yang ada di hadapannya saat ini. Disana tertulis dengan jelas menggunakan balon, Bridal Shower Chanyeol Baekhyun. Dan setelahnya Luhan-pun menyelempangkan Baekhyun sebuah selempang yang bertuliskan Bride To Be disana.
Tak terasa setitik air kembali turun dari pelupuk mata Baekhyun ia benar-benar terharu dengan ini semua.
"Selamat Baekhyunee" ujar Luhan dan Kyungsoo yang langsung memeluk sahabat merek itu erat.
"K kalian yang menyiapkan ini semua?" Tanya Baekhyun sedikit tergagap.
"Hmmm, di bantu dengan Chanyeol" bisik Luhan
"Hah Chanyeol?" Tanya Baekhyun terkejut.
"Iya, ini baek. Ini hadiah pernikahan dari calon suami mu itu" ujar Kyungsoo sambil menyerahkan sebuah kotak kepada Baekhyun.
Tanpa pikir panjang, Baekhyun langsung membuka kota yang baru saja di berikan Kyungsoo tadi. Dan terpampanglah diasan, sebuah kunici. Iya, lebih tepatnua kunci mobil dengan lambang kuda disana, dapat Baekhyun tebak itu kunci apa.
"J janggan bilang, yang di di depan itu..." ujar Baekhyun tergagap
"Iya Baek benar, berterimakasihlah padanya" ujar Luhan
Dan tentu saja, dengan sesegara mungkin Baekhyun langsung menghamburkan tubuhnya ke pelukan kekasihnya itu. Ia menangis haru di pelukan Chanyeol. Dan tanpa ragu Chanyeol membalas pelukan itu.
"Hei! Kau kenapa sayang?" Tanya Chanyeol khawatir
"Terimakasih Chanyeollie" ujar Baekhyun yang masih terisak disana.
"Untuk apa?" Tanya Chanyeol kembali
"Semuanya, Aku mencintai mu. Byun Baekhyun sangat mencintai Park Chanyeol" ujar Baekhyun lembut di hadapan wajah tampan sang pujaan hati.
"Akupun begitu sayang" tanpa ragu, Chanyeol langsung meraup bibir merah tersebut. Memberi kecupan lembut disana syarat akan cinta dan kasih sayang.
Ciuman mereka semakin dalam, seiring luapan cinta yang semakin membuncah di dalam diri kedua pasangan tersebut. Tak ada nafsu disana, hanya cinta. Rasa cinta yang mereka saja tidak tahu harus bagaimana lagi untuk megungkapkan segalanya.
Sedangkan yang lain hanya bisa menatap pasangan itu haru, dan sebenarnya sedikit iri dengan kemesraan dua lelaki itu.
.
.
.
.
Tbc
Hai diri ku back again….
Gimana nih? Yang mau komentar apa saja, di persilahkan. di review :D
1 chap lagi ih, gak kerasa…
Ohya, kemarin aku pada liat ada yang nanyak konfliknya kan? Keknya aing gak ahli deh buat konflik2 yg berat banget buat Chanbaek.. dedek gk tegaan anaknya.. jd sorry yaa..
Dan yang pada suka sama cerita ini, aku cuman bisa bilang banyak2 terimakasih sama kalian semua.
Makasih udah mau mensupport cerita abal2 ini, mungkin kalok gak ada support dari kalian, chap ini gak bakalan pernah sampai sini, bahkan sampai mau end lagi…
Sorry for many typo dan belibet yang kalian jumpai di Chap ini..
Udah deh gitu ajaa..
See ya in the next chap…
Salam Chanbaek is so fucking real!
