NC just for 18++ (I need your self-awareness for read this Chap)
Love Destiny : Under The Ocean
By : Devi park
.
.
.
.
Dimalam setelah perayaan Bridal Shower Baekhyun dan Chanyeol. Yang telah direncanakan langsung oleh Kyungsoo dan Luhan. Sepertinya jerih payah kedua sahabat itu sudah terbayar tuntas dengan senyum bahagia yang sedari tadi di tampilkan oleh kedua lelaki yang tak lain adalah sahabat mereka itu.
Seluruh perasaan bercampur baur disana, dari kebahagiaan hingga kesedihan.
Kebahagian, karena seluruh perjuangan yang melelahkan batin dan fikiran ini akhirnya akan berakhir, dan segala pengorbanan yang mereka lakukan akhirnya bisa terbayar impas dengan pernikahan yang akan menanti mereka esok hari.
Kesedihan, ah bukan kesedihan. Itu bisa dikatakan seperti rasa haru yang membuncah di tengah kebahagian yang tengah mereka rasakan.
Meskipun begitu, tak ingin bohong sebenarnya Kyungsoo dan Luhan sedikit merasakan sedih di sudut hati mereka. Sahabat yang mereka sayangi, tak lama lagi akan pergi jauh dari mereka, tak ada lagi Byun Baekhyun yang selalu bermanja setiap saat dengan mereka. Dulu saja saat anak itu bertingkah kekanakan dihadapan mereka, rasanya itu menjadi yang sangat menyebalkan bagi mereka.
Tapi tidak untuk saat ini, entah mengapa kedua sahabat itu sedikit merindukan momen mereka dahulu saat bersama Baekhyun. Ada sedikit rasa tidak rela disana, namun lekas mereka buang jauh-jauh perasaan tersebut. Bagi Kyungsoo dan Luhan mereka tak berhak bersikap egois seperti itu, Baekhyun bahagia dengan ini semua, Baekhyun sangat menantikan momen ini. Jadi sebagai sahabat dan juga satu-satunya keluarga yang di miliki Baekhyun. Yang mereka bisa lakukan saat ini adalah mendukung segalanya dan juga mendoakan untuk kebahagian sahabat mereka tersebut.
Beda Kyungsoo dan Luhan, beda juga perasaan yang tengah dirasakan pasangan bahagia kita kali ini.
Setelah perayaan itu usai, Baekhyun dan Chanyeol seperti enggan untuk berjauhan. Sekarang ini mereka tengah duduk dengan nyamannya di halaman belakang rumah sembari memandang kearah lauatan luas yang tiada henti menerjangkan ombaknya.
Senyuman bahagia Baekhyun semakin terlihat indah bagi Chanyeol, lelaki jangkung itu tengah menikmati waktunya saat memandangi wajah indah miliki kekasih mungilnya itu.
"Apa yang membuat mu bahagia seperti itu, hmm?" Tanya Chanyeol, senyuman mate-nya itu begitu lepas dan itu sedikit menggelitik Chanyeol untuk menanyakan hal itu kepada Baekhyun.
"Segalanya Chanyeol, aku tak menyangka aku bisa melalui rintangan berat yang ada di hidup ku ini, dan kini aku merasa sudah berada tepat di depan garis finish ku, pernikahan ku dengan mu. Meskipun begitu aku tahu itu bukanlah akhir dari segalanya, tapi mengingat jika aku akan melaluinya bersama mu. Hati ku menghangat, seakan-akan aku ikhlas menjalaninya jika itu dengan mu. Aku bahagia, akhirnya aku memiliki pendamping yang akan selalu berada di samping ku menjalani suka dan duka, menjalani manis dan pahitnya kehidupan ini" ujar Baekhyun bahagia, ia merasa seluruh beban di hati dan juga pikirannya seakan larut bersama ombak lautan yang sedang di pandanginya itu.
"Kau tahu Baek, akupun sama bahagianya seperti mu. Aku sadar, aku tak bisa menjamin seluruh kebahagiaan untuk mu nanti. Tapi satu yang bisa ku jamin, aku akan selalu berada disisi mu. Tak akan ku biarkan air mata keluar dari mata indah mu itu. Aku akan menjaga mu sayang, dan juga Baby kita" dengan lembut Chanyeol meraih tangan lembut milik calon suaminya itu, tanpa ragu Chanyeol langsung mengecup punggung tangan milik laki-laki kecintaannya itu.
Wajah manis itu, entah berapa ratus kali kata syukur yang harus Chanyeol utarakan. Ia semakin merasa menjadi lelaki aneh yang paling beruntung di muka bumi ini.
"Teruslah bersama ku Baek, aku tak tahu bagaimana jadinya aku jika kau tak berada bersama ku, bisa saja aku menjadi gila setelahnya atau yang lebih parah aku akan memilih untuk mati jika kau pergi meninggalkan ku" ujar Chanyeol haru
"Sstt, jangan pernah lagi berkata seperti itu. Akupun tak rela meninggalkan mu Chanyeollie, kaulah hidup ku dengan mu aku bisa merasakan kebahagiaan ini, aku berjanji padamu untuk terus bersama dengan mu, sampai maut yang memisahkan kita" ujar Baekhyun sambil Menggenggam erat tangan calon suaminya itu.
Setelah mendengar ucapan tulus pujaan hatinya itu, dengan penuh rasa bahagia Chanyeol langsung memeluk tubuh mungil miliki kekasih hatinya itu tanpa ragu ia mendaratkan kecupan di wajah halus nan indah miliki lelaki Byun itu.
"Apa kau lelah?" Tanya Chanyeol
"Sangat, tapi aku masih ingin berpelukan seperti ini bersama calon suami ku yang tampan ini" ucap Baekhyun manja pada Chanyeol
"Hmmhh mengapa kau begitu menggemaskan Baek? Kau tahu rasanya aku ingin memakan mu malam ini" ujar Chanyeol sambil terkekeh, sedangkan Baekhyun yang langsung paham dengan arah pembicaraan calon suaminya itu hanya bisa memerah malu disana, ia tak bisa berkata saking malunya, padahal sudah entah berapa kali dia melakukan itu dengan Chanyeol.
"Chanyeollie..." ujar Baekhyun lemah
"Ingin ku gendong ke kamar?" Tanya Chanyeol yang langsung di balas anggukan kepala oleh Baekhyun.
Setelah mendapat persetujuan dari kekasihnya itu, tanpa ragu Chanyeol langsung menggendong Baekhyun dengan gaya bridal ia bawa lelaki itu untuk masuk ke dalam rumah untuk menuju kamar mereka.
.
.
.
.
Masih di malam yang sama, kini Chanyeol dan juga Baekhyun tengah berbaring di atas ranjang empuk yang ada disana. Dengan rambut yang masih basah Baekhyun berbaring di atas dada bidang milik Chanyeol. Beberapa waktu lalu si lelaki Byun itu menyempatkan untuk membersihkan tubuhnya yang sedikit lengket karna aktifitas yang ia lalui hari ini.
"Sudah mengantuk?" Tanya Chanyeol sambil membelai rambut basah milik kekasihnya itu.
Dengan lembut Baekhyun menggelengkan kepalanya saat menjawab pertanyaan Chanyeol tadi.
"Chan, Chanyeollie a aku ingin..." ucap Baekhyun sedikit terbata
"Kenapa hmm?" Tanya Chanyeol
"ahh tidak jadi" ucap Baekhyun sedikit malu, dengan wajah memerah yang ia sembunyikan di dada Chanyeol
"Ada apa? Jika kau ingin sesuatu katakan saja..." ujar Chanyeol berbisik dengan suara bassnya yang menurut Baekhyun jika itu terdengar sangat sexy di telinganya.
"Hmmhhh aku maluuu" jawab lelaki itu.
"Kenapa harus malu? Katakan saja hmm?" Ujar Chanyeol meyakinkan kekasihnya itu
"Emmm aku menginginkan Chanyeollie" ujar Baekhyun yang masih setia menyembunyikan wajahnya di dada bidang milik kekasihnya itu. Sedangkan Chanyeol yang mendengar permintaan kekasihnya itu hanya bisa tersenyum disana.
"Apa? Coba katakan lagi, aku tidak mendengarnya?" Tanya Chanyeol usil
"Ishh aku menginginkan itu Chanyeolliee" ucap Baekhyun manja
"Huh? Kau bilang apa sayang? Coba kemarikan wajah mu agar aku bisa mendengarnya" ujar Chanyeol yang sedikit senang dengan kejahilan yang ia lakukan kepada Baekhyun.
"Ahh Chanyeollie! Yasudah tak usah! Aku kesal dengan kau!" Ujar Baekhyun kesal dengan wajah yang sedikit dia tekuk. Ia berbalik darisana memunggungi kekasihnya.
"Heii... kenapa cemberut seperti itu hmm? Hahaha iya-iya aku minta maaf hmm..." dengan lembut Chanyeol mulai memeluk tubuh mungil itu dari belakang. Tanpa basa-basi ia mulai meniupkan tengkuk mulus Baekhyun dan itu berhasil membuat Baekhyun geli karnanya. Melihat respon yang Baekhyun berikan, Chanyeol mulai melanjutkan aktifitasnya untuk mengecup leher mulus kekasihnya itu sedangkan tangan nakalnya tak ingin ia anggurkan dengan gemas dia remas kedua bongkahan sintal milik mate-nya itu dan berhasil membuat Baekhyun karna sentuhan yang terus menerus Chanyeol lakukan padanya.
"Erghh kau sangat menggoda Baek, aku tak tahan lagi" ucap Chanyeol menggeram tepat di telinga Baekhyun
"Emhh lakukan Chanyeollie, lakukan saja" ujar Baekhyun pasrah.
Dengan gejolak nafsu yang sedari tadi ia tahan, ia balikan tubuh Baekhyun untuk terlentang di hadapannya.
Dengan lembut ia memulainya dengan kecupan lembut di bibir ranum milik Baekhyun. Sedangkan Baekhyun dengan senang hati menerima invasi yang Chanyeol lakukan di mulutnya. Suara kecipak khas orang yang sedang bercumbu mesra terdengar disekitaran kamar tersebut.
Dengan tergesa-gesa Chanyeol langsung meloloskan piyama yang membalut tubuh halus kekasihnya itu. Di tatapnya pahatan sempurna itu, dari wajah, tubuh hingga ujung kaki semuanya sempurna pikir Chanyeol
"Kau sempurna Baek, kau mengagumkan" ujar Chanyeol, tangannya tak henti-henti membelai lembut tubuh yang sedang ia kagumi itu.
"Eunghh Chanyeol" lenguhan frustasi mulai lolos dari bibir Baekhyun, ya dia frustasi dengan gejolak hasrat yang mulai tak terbendung itu.
Dengan nakal jemari lentik itu menarik kepala Chanyeol dan memposisikan bibir tebal lelaki itu tepat di nipple pink nan menggoda miliknya itu.
"Gatal Chanyeollie" mengerti dengan apa yang Baekhyun ingin, dengan sigap Chanyeol langsung mengemut bagian itu, sedangkan tangannya mencubit dan memelintir bagian nipple yang belum di sentuh oleh bibir tebalnya.
"Oughh emmhh yess begitu Chanyeollieeh" desah Baekhyun nikmat.
Mendengar desahan Baekhyun dengan semangat Chanyeol mengemut kedua nipple milik Baekhyun bergantian, Chanyeol seperti enggan melepaskan bibirnya dari sana alhasil permukaan dada milik Baekhyun memerah di sekililingnya sebab ulah dari Chanyeol.
Merasa cukup puas dengan pemanasan yang ia lakukan bersama Baekhyun, Chanyeol mulai menurunkan tubuhnya untuk berhadapan langsung dengan selangkangan Baekhyun. Disana ternyata sudah berdiri dengan tegaknya junior milik Baekhyun, dengan smirk menggoda yang terpajang di wajah Chanyeol ia menatap wajah memerah milik kekasihnya itu dari bawah sana.
"Kau siap?" Tanya Chanyeol dengan masih mempertahankan smirk sexy-nya itu.
"Selalu" ujar Baekhyun mantap
Mendengar penuturan kekasihnya itu tanpa ragu lagi Chanyeol langsung melahap junior mungil itu tak ada rasa jijik atau aneh, hanya ada kilatan nafsu yang segera ingin dituntaskan oleh Chanyeol, ia sudah tak bisa bersabar kali ini, tak ada kata henti sampai ia merasakan kepuasaannya.
"Eunghh Chann ahhh"
"Ahhh janganhh di gigit yeollie uhhh" lenguhan, desahan kenikmatan lolos begitu saja dari bibir ranum itu, jemari lentiknya dengan frustasi menjambak rambut kekasihnya yang sedang sibuk memanjakannya di bawah sana.
Chanyeol, ia masih menikmati aktifitasnya untuk mengemut dan mengulum junior kesukaannya itu, lubang kencing milik Baekhyun sudah entah berapa kali Chanyeol gelitiki dengan lidah tebal nan kasar milik lelaki merman itu.
"Ouhhhh Chanyeolliehh aku sampai" mendengar lenguhan Baekhyun, dengan sigap Chanyeol semakin melancarkan kulumannya dan benar saja cairan panas itu datang memenuhi rongga mulut milik Chanyeol tanpa merasa jijik Chanyeol menampung cairan itu di mulut, ia menyukai sensai yang di rasakan lidahnya saat bersentuhan dengan cairan itu, asin manis bercampur menjadi satu, menjadi hal yang paling Chanyeol sukai.
Merasa jika cairan milik Baekhyun sudah keluar sepenuhnya, Chanyeol langsung memposisikan bibirnya tepat di depan bibir ranum kesukaannya itu. Di lesakkan bibirnya kedalam mulut Baekhyun membagi cairan cinta Baekhyun disana. Dengan rakus pula Baekhyun mengecupi bibir kekasihnya itu, mengecapi rasa dari pelepasannya itu.
.
.
.
.
Dan kini, Baekhyun tengah terduduk tepat di atas junior milik Chanyeol. Gaya uke on top yang mereka pilih untuk sesi bercinta mereka kali ini.
"Kau yakin? Apa kau tak lelah?" Tanya Chanyeol ragu, mengingat jika Baekhyun masij sedikit capai dengan orgasme yang baru ia dapatkan beberapa menit yang lalu.
"Jangan remehkan aku Chanyeollie, aku bisa memuaskan mu dalam keadaan yang bagaimanapun, kau cukup berbaring dengan santai dan nikmati saja..." ucap Baekhyun genit, sedari tadi ia sudah menggoda junior Chanyeol dengan menggesekkan bokongnya di selangkan milik Chanyeol, merasakan itu semua Chanyeol hanya bisa menggeram menikmati gesekan bokong sintal itu yang berada tepat di juniornya, seketika saja celana bahan yang di pakai lelaki merman itu menggembung seketika, kalian sudah tahukan itu karna apa?
Dengan nakalnya, Baekhyun mulai membuka kemeja yang masih bertengger di tubuh sexy lelaki jangkung itu, ia sedikit merasa kesal dengan kekasihnya itu. Dia sudah full naked karna Chanyeol, tapi lelaki itu masih lengkap dengan pakaiannya, itu tak adil fikir Baekhyun.
Sebab itu, ia membuka pakaian itu dengan nafsunya, di campakkannya kemeja iu begitu saja.
Dan tepat di hadapannya sekarang ini, terpampang dengan jelasnya dada bidang dengan Perut berotot yang terbentuk dengan sensualnya yang memiliki enam kotak menggoda disana, jangan lupakan V line yang berada tepat di pinggul lelaki itu yang membuat Baekhyun semakin gila karnanya.
"Kenapa calon suami ku ini begitu sexy? Lihat tubuh mu, otot semua. Beda sekali dengan ku hmmm" ujar Baekhyun manja dengan sedikit berpura-pura merajuk disana. Dirabanya dada laki-laki itu begitu juga perut sixpack milik lelaki itupun tak luput dari belaian nakal jemari lentik Baekhyun.
"Hahaha, kau itu tak kalah sexy-nya sayang, apalagi perut menggemaskan mu ini, disana sedang ada baby kita, hmmm" ujar Chanyeol gemas melihat tingkah kekasihnya itu
"Hmm" ucap Baekhyun sambil menganggukan kepalanya, matanya bebinar kala membayangkan tentang bayinya yang sedang tumbuh di dalam sana.
"Sekarang, lakukanlah apa yang kau mau, ini semua milik mu sayang" bisik Chanyeol sensual.
Dan setelahnya Baekhyun langsung membuka celana Chanyeol begitu saja, di genggamnya junior yang sudah tegak berdiri dengan sempurnanya itu.
Di manjakannya junior itu, seperti apa yang Chanyeol lakukan tadi padanya.
Di masukkanya junior berurat itu, di kulum dan diemutnya dengan sensual.
"Anghh kau semakin lihai sayang" gumam Chanyeol nikmat.
Limat menit waktu yang berlalu dan Baekhyun masih setia mengemut lolipop kesukaannya itu, merasa pelepasannya semakin dekat. Chanyeol langsung menjauhkan mulut Baekhyun dari miliknya ia tak mau datang terlalu cepat, dia masih ingin bermain-main lagi dengan kekasihnya itu.
"Cukup Baek" ucap Chanyeol dengan suara beratnya yang syarat akan nafsu disana.
Mengerti dengan apa yang di inginkan kekasihnya itu, Baekhyun langung memposisikan lubangnya di atas junior milik Chanyeol. Dengan gerak lembut ia dorong batang itu untuk masuk ke dalamnya.
"Oughh Channhh" lenguh Baekhyun
"Kenapa kau semakin sempit Baek, bahkan kau tengah mengandung. Tapi kenapa kau masih sesempit ini" ujar Chanyeol nikmat dengan gesekkan yang Baekhyun lakukan pada juniornya di dalam sana.
Dengan segal tenaga yang ia miliki, Baekhyun mulai menaik-turunkan tubuhnya, mengais kenikmatan untuknya dan juga Chanyeol.
"Ahhh ahh Chanyeollie, ini nikmathh sekaliihh ouhhhh" desahan Baekhyun semakin menjadi-jadi dengan tusukan yang tiada henti Chanyeol hujamkan di dalam tubuhnya. Melihat Baekhyun yang mulai lelah dengan gerakan mereka,dengan lembut Chanyeol merubah posisi mereka tanpa melepaskan penyatuan merek.
Kini Baekhyun tengah berbaring dengam mengangkangkan pahanya dibawah Chanyeol. Dan tanpa disuruh, Chanyeol semakin menggerakan juniornya disana, mencari titik sweet milik Baekhyun.
Suara tepukan antar selangkangan Chanyeol dan Baekhyun semakin terdengar di sudut kamar tersebut, terdengar jelas betapa hebatnya mereka bercinta untuk mendapatkan kenikmatan mereka.
"Nyahhhh yeahhh disana Chanyeol, lebih cepathhh pleasee ohhh" pekik Baekhyun, saat junior Chanyeol berhasil menumbuk sweet spot milik Baekhyun.
"Ohh Channh.. nghhh aku sudah tak tahannn" teriak baekhyun mendesah dibawah sana, tangan sedari tadi sudah sibuk menjambak rambut hitam milik kekasihnya itu.
"Sedikit lagi Baek... anghh kau sangat nikmat sekali" geram Chanyeol yang masih menggerakan tubuhnya di bawah sana.
"Ahhh Channhhh" dapat Baekhyum rasakan junior Chanyeol semakin menggebung di dalamnya, pertanda jika lelaki itu akan mendapatkan pelepasannya segera.
Dengan tenaga yang seadanya, Baekhyun berusaha untuk membantu Chanyeol bergerak disana. Ia gerak tubuh berlawanan dengan gerakan Chanyeol. Dan benar saja itu berhasil menambah kenikmatan dianatar mereka.
"Chanyeollhh nghh aku tak bisa menahannya eunghg"
*croott crott* lepas begitu saja, Baekhyun mendaparkan orgasme keduanya, cairan itu berhasil mengenai perut berotot milik Chanyeol dan juga tubuhnya sendiri.
"Emhhh Baekk, sedikit lagii" ujar Chanyeol kalap, dan.
*crott crott* benar saja, tak lama setelah pelepasan Baekhyun. Akhirnya Chanyeol berhasil mendapatkan pelepasannya sendiri.
Dan setelahnya, lelaki jangkung itu langsung membantingkan tubuhnya untuk berbaring di samping mate-nya itu.
"Aku akui, ini nikmat sekali. Kau luar biasa" ujar Chanyeol kagum, masih terdengar dengan jelas nafas lelaki itu yang masih tersengang-sengang sebab aktifitas yang baru ia lakukan dengan Baekhyun
"Kaupun juga sangat luar biasa Chanyeollie, kau selalu berhasil membuat ku hilang akal saat kau menyentuh tubuh ku" ujar Baekhyun menanggapi perkataan kekasihnya itu.
Dengan sayang Chanyeol memeluk tubuh telanjang mate-nya itu, di bauinya tubuh kesukaanya itu. Dengan jahil ia gigit dada berisi kekasihnya itu gemas.
"Apa ini pikiran ku saja, apa kau memang terlihat semakin berisi Baek? Kau tahu, kau semakin sexy sekali dan aku menyukainya" ujar Chanyeol sambil membelai tubuh pasangannya itu gemas.
"Chanyeollie, jadi menurut mu aku gemukkan? Apa aku diet saja?" Rajuk Baekhyun
"Jangan sekali-kali berpikir untuk melakukan itu Baek, kau sudah sempurna. Tak ada yang harus diubah darimu, satu hal yang harus kau tahu aku semakin mencintai mu dengan apa adanya dirimu, jadi jangan berpikir seperti itu lagi hmm?"
"Benarkah? Jadi, kalau nanti aku selesai melahirkan dan ternyata aku menjadi gemuk, apa Chanyeollie tetap mencintai ku?" Tanya Baekhyun dengan mode manjanya.
"Tentu, kau tak perlu bertanya tentang itu. Aku mencintai mu bagaimanapun dirimu nantinya. Kau tahu aku berani bertaruh, kau akan semakin terlihat menggoda jika tubuh semakin berisi nanti, bisa-bisa aku tak mampu menahan hasrat ku untuk menyentuh dirimu, jika kau seperti itu" ujar Chanyeol berbisik dengan nada suara berat tepat di depan wajah kekasihnya itu.
"Emhhh gomballl..." ucap Baekhyun malu-malu.
"Aku sedang tak meggombal, memang begitu nyatanya Baek"
"Emmm terserah Chanyeollie saja" ujar Baekhyun sambil tersenyum tulus menatap mate-nya itu.
"Apa baby disana baik-baik saja?" Tanya Chanyeol pada Baekhyun.
"Hmmm ku pikir dia sedikit pusing disana dengan hentakan mu tadi" rajuk Baekhyun manja sambil mengerucutkan bibirnya lucu.
"Tapi aku yakin, dia pasti senang karna disapa oleh ayahnya ini" ujar Chanyeol, telapak tangan hangatnya membelai perut mate-nya itu, menyalurkan kehangatan dan rasa kasih sayangnya disana.
Dan Baekhyun, ia semakin mengeratkan pelukannya pada Chanyeol, ia memerah hanya dengan ucapan Chanyeol tadi.
*drrtt drrt* bunyi ponsel Baekhyun berdering.
Dengan malas Baekhyun menjulurkan tangannya untuk mengambil ponselnya itu dari meja nakas yang berada tepat di sampingnya.
"Siapa?" Tanya Chanyeol
"Luhan" jawab Baekhyun
"Hei! Byun! Jika kau sudah selesai bercinta dengan calon suami mu itu. Bisakah kau ke kamar kami, kami ingin tidur berasama mu malam ini" isi pesan yang Luhan kirimkan pada Baekhyun.
"Luhan meminta ku untuk ke kamar mereka Chanyeollie, bagaimana?" Tanya Baekhyu ragu, sejujurnya ia sangat merutuki permintaan sahabatnya itu. Entah apa yang mereka inginkan, dia benar-benar tak rela berjauhan dengan Chanyeol saat ini.
"Pergilah, mungkin saja ada yang ingin mereka sampaikan pada mu" ujar Chanyeol sambil tersenyum tulus pada Baekhyun.
"Benar tak apa? Tapi aku masih ingin dengan Chanyeollie" ujar Baekhyun manja.
"Hahaha kau bisa berasama ku nanti Baek, untuk sekarang temuilah sahabat mu. Mungkin saja mereka ingin bersama dengan mu untuk yang terakhir kalinya" mendengar perkataan Chanyeol, Baekhyun menjadi sedikit sedih. Besok sudah di pastikan dia akan terus tinggal di dalam lautan bersama Chanyeol, dia harus menyempatkan waktunya untuk berkumpul dengan sahabat-sahabatnya itu.
"Kau benar Chanyeollie, aku ini egois sekali. Yasudah aku pergi dulu yaa.." ujar Baekhyun beranjak dari ranjang.
"Kau yakin pergi ke tempat sahabat mu dengan bertelanjang seperti itu" ujar Chanyeol menghentikan langkah Baekhyun, dia hanya terkekeh disana memandangi tingkah lucu kekasihnya itu.
"Ah! Hahaha, aku lupa" dengan segera Baekhyun mengutip piyamanya yang tergeletak diatas lantai dan langsung memakainya asal.
"Selalu saja menggemaskan" gumam Chanyeol sambil menatap kepergian mate-nya itu.
.
.
.
.
Begitu sampai di depan pintu kamar kedua sahabatnya, Baekhyun langsung masuk begitu saja tanpa niat untuk mengucapkan permisi kepada orang yang ada di dalam sana.
"Ada apa?" Tanya Baekhyun begitu saja.
"Yakk! Byun! Apa kau tak bisa mengetuk terlebih dahulu? Kau tau betapa kagetnya aku? Persis sekali seperti hantu!" Gerutu Luhan disana.
"Hahh terserah, dan kalian, kenapa menempel di dinding seperti itu?" Tanya Baekhyun heran dengan posisi kedua sahabatnya itu yang berdiri dan menempel di dinding.
"A anu mm! Yakk! Ini semua karna mu tau!" Ujar Luhan tergagap
"Karna aku? Memangnya ada apa dengan ku sampai kalian bertingkah aneh seperti itu" ujar Baekhyun penasaran
"Ckh! Heh Byun, tak sadarkah kau, desahan dan geraman yang kau dan Chanyeol lakukan itu sampai terdengar di penjuru rumah ini. Kau tahu Sehun menjadi pucat pasih ketika mendengar suara laknat kalian itu" bentak Kyungsoo pada Baekhyun, terdengar lelaki itu sedikit kesal kepada sahabatnya itu.
"Malangnya Sehunnie ku, dia pasti baru pertama mendengar suara-suara neraka itu! Ckh, apa kalian tak bisa lebih santai sedikit saat bercinta hah?" Omel Luhan pada Baekhyun, yang di omeli hanya bisa tertunduk malu karnanya.
"Ohh yess Chanyeollie" ujar Luhan mencoba mempragakan suara desahan sahabatnya itu.
"Desahan mu itu byun.. tak bisakah kalian menahannya sampai kalian sah menikah nanti?" Ujar Luhan kesal.
"Ckh, yasudahlah kalian terlalu membesar-besarkannya, aku hanya sedang menikmati acara penutup dari Bridal shower ku hihihi" ujar Baekhyun santai, sedangkan Kyungsoo dan Luhan hanya bisa ternganga tak percaya dengan apa yang dikatakan sahabatnya itu.
"Sekarang aku mengerti kenapa kau bisa hamil terlebih dahulu sebelum menikah" ujar Luhan mencelos
"Yak! Kenapa kau berkata seperti itu, ahh sudah lupakan sajalah. Jadi ada apa kalian meminta ku kemari?" Tanya Baekhyun mengalihkan pembicaraan.
"Awalnya kami ingin mengajak mu untuk tidur bersama dan bercerita seperti dulu, tapi alasan berubah, kami ingin menghentikan kegiataan laknat mu itu dengan Chanyeol, kau tahu telinga kami terasa panas saat mendengar teriak-teriakan kalian itu" omel Kyungsoo, dengan santai ia duduk diatas ranjang itu dan langsung di ikuti oleh Luhan dan juga Baekhyun.
"Yasudah kalian ini, jadi gimana? Kita tidur saja ya, entah kenapa aku lelah sekali" ucap Baekhyun sambil berbaring disana.
"Gimana kau tak lelah..." ujar Luhan sambil mencebikkan bibirnya
"Diamlah Lu..." ujar Baekhyun kesal.
.
.
.
.
"Tak terasa ya Baek, besok mungkin hari terakhir kita bisa bersama-sama lagi seperti ini, jujur. Awalnya aku sedikit tak rela dengan kenyataan itu. Tapi apa yang bisa ku lakukan jika itu menyangkut kebahagiaan sahabat ku yang cerewet ini" ujar Kyungsoo terkekeh sambil mengenang kebersamaanya dahulu dengan sahabatnya itu.
"Soo, kau ini kenapa berkata seperti itu. Seperti aku akan mati dan tak muncul lagi di hadapan mu. Tapi terimakasih Soo untuk segalanya, terimakasih untuk dukungan kalian untuk ku" timpal Baekhyun.
"Kau tahu Baek akupun merasa sedih mengingat jika aku mungkin saja tak dapat menemui mu lagi, apa daya ku Baek. Mana mungkin aku menemui mu begitu saja di bawah laut sana. Taip tenanglah Baek, doa ku selalu ada bersama dirimu dan juga anak mu. Aku menyayangi mu Baek, bahagialah disana, jangan bersedih lagi. Kau harus janji baek!" Ujar Luhan tulus dan langsung menghamburkan tubuhnya untuk memeluk Baekhyun hangat.
"Aku berjanji, aku akan meminta pada Chanyeol agar aku bisa melihat kalian nanti. Akupun merasa tak rela membayangkan jika aku tak akan bertemu kalian lagi.." ujar Baekhyun sedih.
"Kami memegang janji mu, yasudah! Ayo tidur Lu, kau tahukan sahabat kita ini sudah lelah sekali dengan kegiatan yang baru saja ia lakukan dengan calon suaminya itu, hahaha" ujar Kyungsoo jahil
"Soo..." rajuk Baekhyun.
Dan setelahnya ketiga lelaki itu terlelap sambil berpelukan satu sama lain, sama seperti yang mereka lakukan dulu di waktu mereka kecil.
.
.
.
.
Pagi menjelang.
Terlihat kesibukan di sebuah rumah, bisa kalian tebak itu ulah siapa bukan.
Disana Luhan tengah berdiri dengan gugup, sesekali ia menarik nafas panjang saking gugupnya.
"Kau ini kenapa? Dan kenapa wajah mu pucat seperti itu?" Tanya Kyungsoo, lelaki itu tengah berkemas memakai pakaiannya, setelah selesai sarapan pagi tadi. Mereka langsung memutuskan untuk mempersiapkan diri untuk langsung pergi ke tempat tujuan mereka, istana bawah laut milik Chanyeol tentunya.
"Aku khawatir, apa Sehun bisa membuat kita selamat di bawah air nanti?" Tanya Luham khawatir.
"Apa aku tidak usah jadi ikut saja, kau taukan Soo. Pantai yang dangkal masih bisa ku tolerir, tapi laut yang dalam... aku membayangkan kematian yang akan segera menjemput ku, jika Sehun gagal nanti"celoteh kekhawatiran Luhan semakin menjadi-jadi, bibir dan wajah pucat, tangannya enat berapa kali ia genggam. Tak di bayangkan bagaimana degup jantungnya saat ini.
"Hahaha percayakan saja pada Sehun, kau pikir aku tak sama takutnya seperti mu. Kau tau, kaki ku rasanya gemetaran memikirkan hal itu. Tapi jika itu untuk melihat kebahagian Baekhyun, aku akan melakukannya. Kita harus berada disisinya Lu, dia sudah tak memiliki kedua orangtuanya, kau bisa bayangkan betapa sedihnya dia jika kita membatalkan rencana ini. Tenang saja, selalu berpikir positif dan percayakan saja semuanya pada Sehun mu itu"
"Tapi Soo..." rengek Luhan.
"KYUNGSOO LUHAN apa kalian sudah selesai, ayo kita berangkat" teriakan Baekhyun menggema dari luar kamar mereka. Seketika itu Luhan mengentikan rengekannya.
"Kau dengar itu, betapa bahagianya dia hari ini. Ayo, kau bisa Lu! Percayalah" ujar Kyungsoo meyakinkan sahabatnya itu.
Setelah itu, Kyungsoo langsung menarik tangan Luhan untuk keluar darisana, senyum indah terpatri di wajah Kyungsoo, sedangkan Luhan...
"Baiklah... tak mungkin juga aku menghancurkan senyum bahagia itu" ujar Luhan, mencoba meyakinkan dirinya untuk melawan rasa takutnya itu demi sebuah senyum tulus seorang pria mungil yang tak lain sahabatnya itu.
"Aku bisa! Cha! Ayo Soo" teriak Luhan semangat, dan melangkah langsung menuruni anak tangga.
.
.
.
.
"Eiii siapa ini? Kenapa terlihat bahagia sekali? Lu lihatlah wajah si Byun cerewet kita ini, memerah seperti tomat" ejek Kyungsoo jahil.
"Hahaha kau benar Soo" tanggap Luhan
"Iss kalian ini, yasudah ayo. Chanyeol Sehun dan Kai sudah menunggu kita di luar" ajak Baekhyun
"Okay, Soo. Sebaiknya kita mendahulukan calon pengantin kita ini. Silahkan Nyonya Park" medengar itu, Baekhyun hanya bisa memerah karnanya.
"Tapi aku laki-laki ngomong-ngomong" timpal Baekhyun.
"Hah, siapa peduli itu. Yang penting kau akan segera menikah dengan lelaki tampan nan gagah itu, sekarang ayo! Jangan membuat calon mempelai pria kita menunggu" ujar Kyungsoo sambil tertawa disana.
.
.
.
.
Disinilah mereka sekarang.
Mereka tengah berdiri di pinggir pesisir pantai terlarang. Memberi waktu bagi Kyungsoo dan Luhan untuk meyakinkan diri mereka terlebih dahulu.
"Aku bisa.. aku bisa... ini tidak ada apa-apanya, aku bisa melaluinya" gumam Luhan meyakinkan dirinya sendiri, sedangkan Sehun yang mendengarnya hanya tersenyum tipis disana, merasa lucu dengan tingkah menggemaskan yang ditunjukkan oleh Luhan.
"Tarik nafas mu dalam-dalam. Yakinkan hati mu jika kau bisa. Dan aku percaya kau mampu melakukannya Lu, jangan khawatir aku ada di samping mu" bisik Sehun, mencoba memberi kata penenang kepada lelaki manis yang sudah berhasil merebut perhatiaannya itu.
"Baiklah, ayo Sehun. Aku percayakan semuanya padamu" dan setelahnya, Luhan dan Sehun langsung berjalanan membelah ombah dan langsung masuk kedalam air.
Tanpa pikir panjang, tak ingin membuat Luhan semakin ketakutan. Sehun langsung memberikan kecupan disana, melakukan hal yang sama yang dulu Chanyeol lakukan pada Baekhyun. Dan benar saja, hal itu berhasil, Luhan bisa bernafas dengan mudahnya dibawah laut, dia tertawa haru disana sambil memegangi punggung lebar si pria tampan albino itu.
"Aku bisa Sehun" ucap luhan tak percaya.
"Kau percaya pada ku kan sekarang?" Tanya Sehun, yang langsung di jawab dengan anggukan kepala oleh Luhan, merasa terharu dan juga bahagia Luhan langsung menghamburkan tubuhnya untuk memeluk tubuh merman setengah telanjang yang ada di hadapannya itu.
"Ekor mu..." gumam Luhan saat menatap kagum kearah bawah tubuh merman itu.
"Indah sekali" ucap Luhan.
.
.
.
.
Kini kita beralih dengan pasangan kita yang lainnya.
Kyungsoo dan Kai, mereka hanya terdiam disana. Tak ada yang berniat untuk berbicara disana. Sampai Kai mengeluarkan sebuah gelang dari arah belakang tubuhnya, diberikannya gelang itu pada Kyungsoo.
"Pakailah itu, maaf aku tak bisa memberikan mu apa yang Chanyeol dan Sehun berikan pada pasangannya. Kau belum percaya pada ku sepenuhnya, tapi tak usah khawatir, aku akan selalu berada di samping mu, menjaga mu dari segala macam bahaya" ujar Kai datar, memandang lurus kearah lautan.
"Terimakasih Kai, begini saja aku sudah bersyukur. Terimakasih atas segala kebaikan mu" ucap Kyungsoo tulus
"Tapi Soo, apa boleh aku bertanya pada mu satu hal?" Tanya Kai serius
"Tentu" jawab Kyungsoo, sambil memasangkan gelang itu di pergelangan tangannya.
"Apa…apa kau sudah mendapatkan jawaban atas perasaan ku ini Soo?" Tanya Kai lemah
"Maaf Kai, aku ingin semuanya mengalir seperti air. Aku tidak bisa memaksakan hati ku untuk saat ini. Tapi percayalah, walaupun tidak dengan ku, kau pasti akan bahagia nantinya" jawab Kyungsoo sendu
"Tidak Soo, aku tak bisa. Kau satu-satunya mate ku. Tak sanggup aku menggantikan dirimu begitu saja. Tak apa, aku akan menunggu sampai kapanpun. Ahh gelang itu. Maaf, tidak seperti Luhan dan Baekhyun yang bisa bertahan di bawah air tanpa batasan waktu, kau harus naik ke daratan pada malam hari, untuk menghirup udara, tenanglah seperti kata ku. Aku akan terus berasama mu dan menemani mu" ujar Kai sambil tersenyum mencoba menegarkan hatinya, Kyungsoo yang melihatnya hanya bisa menundukkan wajahnya, tak sanggup melihat senyum lelaki tan itu.
"Ayo masuklah, Luhan dan Sehun sudah lama berada di dalam" teriak Chanyeol dari arah belakang, memecah rasa sendu diantar Kai dan juga Kyungsoo.
"Ayo Soo, aku tak ingin membuat telinga mu pengang hanya karna mendengar teriakannya" ajak Kai, di genggamnya tangan lelaki itu dan langsung masuk kedalam birunya air lautan.
.
.
.
.
"Chan.. Kyungsoo, apa dia akan baik-baik saja?" Tanya Baekhyun khawatir.
"Tenang saja, gelang itu bisa membantunya, gelang itu bukan gelang sembarangan. Itu terbentuk dari ketulusan hati seorang merman tangguh. Jadi percaya saja, Kai akan menjaga teman mu itu" ujar Chanyeol
"Ingin ku gendong nyonya Park?" Bisik Chanyeol jahil.
"Apaan, aku bisa jalan sendiri" rajuk Baekhyun.
"Aku hanya ingin bermesraan dengan calon suami cantik ku ini, apa tak boleh?" Tanya Chanyeol, Smirknya sedari bertengger disana. Dan berhasil membuat jantung Baekhyun berdegup karnanya.
"CHANYEOL! ayo! Ibu pasti sudah lama menunggu kita" Baekhyun menarik lengan laki-laki itu dan langsung mengikuti sahabatnya untuk masuk kedalam sana.
.
.
.
.
Lama mereka mengarungi lautan untuk sampai ke istana para merman dan mermaid.
Di sepanjang jalan, Luhan tak henti-hemti berdecak kagum melihat keindahan yang terpampang di hadapannya.
"Huwaaa ini luar biasa, Baek kau beruntung sekali akan tinggal di tempat seindah ini" ucap Luhan kagum, dan hanya di jawab dengan senyuman serta anggukan kepala oleh Baekhyun.
"Kalau kau mau, kau bisa tinggal disini juga" ujar Sehun menanggapi racauan Luhan tadi, Sedari tadi kedua pria tersebut tak henti-hentinya bergandengan tangan dan berenang beriringan satu sama lain, sungguh pemandangan yang langka melihat penasihat Oh yang dingin itu bisa berubah menjadi pria yang hangat hanya pada satu pria mungil yang sudah berhasil mencuri hatinya.
"Benarkah Sehunnie? Tanpa ragu aku akan menjawab, Yes! Jika ternyata ini jauh lebih indah dari apa yang ku bayangkan" respon Luhan gembira menanggapi tawaran Sehun tadi.
"Bagus... kau bisa terus bersama dengan sahabat mu dan juga aku pastinya" ujar Sehun santai.
"Jangan menghasut Luhan seperti itu Oh, biarkan dia memilih sesuai dengan apa yang benar-benar dia inginkan, aku tak ingin melihat penyesalan kau tau!" Ujar Chanyeol dingin memperingati penasihat kerajaannya itu dari arah belakang.
"Maaf yang mulia" gumam Sehun.
"Tak apa Chanyeol-ssi, jujur ntah kenapa aku nyaman berada disini. Ahh mungkin ini hanya karna kekaguman ku saja, tapi jujur, aku ingin terus disini, jika di ijinkan" ujar Luhan serius pada Chanyeol.
"Lu.." Kyungsoo seperti berusaha memperingati sahabatnya itu.
"Apa itu boleh Chanyeollie?" Tanya Baekhyun, matanya berbinar menatap Chanyeol.
"Tentu, tapi itu harus keputusan dari dalam dirinya sendiri, aku tak mau ada unsur paksaan atau hasutan darimanapun, dan juga ada si Oh itu yang menjaga sahabat mu, dan tentu saja boleh" jawab Chanyeol pada Baekhyun, mendengar jawaban itu senyuman kebahagian semakin membuncah di wajah calon pengantin raja lautan itu.
"Bagaimana dengan mu?" Tanya Kai pada Kyungsoo
"Entahlah Kai" jawab Kyungsoo seadaanya.
.
.
.
.
Tepat di depan istana megah itu, sudah berdiri disana dengan anggunnya seorang mermaid dengan ekor panjang berwarna pink yang semakin menambah kesan anggun dan cantik pada diri mermaid itu.
"Huwaww siapa dia? Kenapa cantik sekali?" Jerit Luhan, saat melihat mermaid itu.
"Dia ibu ratu kami, ibu Chanyeol lebih tepat calon ibu mertua Baekhyun" jawab Sehun, disana Luhan hanya bisa mengangakan mulutnya tak percaya dengan jawaban yang baru saja dia dengan. Ia berfikir wanita itu sama sekali tak terlihat seperti seorang ibu, malahan wanita itu lebih pantas terlihat seperti kakak, adik atau kekasih dari Chanyeol, melihat bagaimana rupa keindahan mermaid itu.
"Selamat datang semuanya" sapa mermaid itu ceria kepada mereka
"Hai calon menantu cantik ku, ibu tebak ini pasti sahabat mu yang dulu pernah kau ceritaka pada ibu kan?" Melihat kedatangan calon menantunya Sandara langsung menghampiri dan memeluk sayang calon menantunya itu.
"Iya bu, yang di samping Sehun itu Luhan, yang berada dekat dengan Kai itu Kyungsoo. Mereka sahabat ku, sekaligus keluarga ku. Maaf bu, apa boleh mereka berada disini?" Dengan sopan Baekhyun memperkenalkan sahabatnya itu pada Sandara.
"Tentu, seorang pengantin seperti mu pasti membutuhkan keluarga yang mendampingi mu disaat-saat bahagia mu nanti. Ohh lihat, mereka sama cantiknya seperti mu" ujar Sandara riang.
"Tapi sayangnya, calon menantu ibu ini yang lebih cantik dan juga menggemaskan" ujar Sandara gemas, di jawilnya hidung mungil Baekhyun gemas.
"Bu, jangan sakiti mate ku. Kasihan dia, dia pasti sudah lelah sebab berenang berjam-jam tadi" ujar Chanyeol memperingati ibunya.
"Hahaha aku tak apa-apa Chanyeollie" jawab Baekhyun
"Kau dengar itu, kau ini posesif sekali. Yasudah, mari anak-anak. Inilah istana kami, istana bangsa merman dan mermaid seluruh penghuni lautan tinggal disini..." dengan ceria Sandara menarik Luhan dan Kyungsoo untuk masuk ke dalam sana, wanita itu memperkenalkan dan menceritakan segala seluk beluk tentang kerajaanya itu kepada kedua sahabat menantunya.
"Ibu selalu ceria dan menganggumkan" gumam Baekhyun
"Sama seperti dirimu" balas Chanyeol, lelaki itu langsung memeluk tubuh kekasihnya itu dari belakang, dan menciumi pipi gembil mate-nya itu. Yang di ciumi hanya bisa tertawa dengan tingkah usil dan menggemaskan yang di lakukan mate-nya itu padanya.
.
.
.
.
"Baiklah Chanyeol, pertunangan kalian akan di adakan malam ini. Dan satu saran ibu, mungkin inilah salah satu cara membuat para merman dan mermaid tidak semakin penasaran dengan Baekhyun, kita harus memasangkan ekor palsu padanya, selama kau belum mengubahnya, mate mu ini akan menjadi santapan yang lezat bagi para merman dan mermaid jahat di luar sana, akan lebih baik kita mengantisipasi segalanya" jelas Sandara, kini mereka tengah duduk di ruangan yang luas yang di istana tersebut, disana hanya ada deretan batu karang yang di gunakan sebagai bangku dan selebihnya hanya ada hiasan-hiasan kerang yang menghiasi setiap dindingnya.
"Bagaimana Baek? Apa kau tak keberatan dengan itu?" Tanya Chanyeol pada Baekhyun.
"Jika itu memang yang terbaik, aku mengikut saja" jawab Baekhyun patuh
"Hmm tenanglah sayang, di malam setelah pertunangan kita aku akan berjanji merubah mu sepenuhnya seperti diriku. Akan ku buat kau menjadi merman yang paling cantik di pernikahan kita nanti" bisik Chanyeol mesra tepat di telinga Baekhyun.
"Baiklah jika Baekhyun setuju, kita jalankan sesuai rencana. Aku akan meminta pelayan untuk menyiapkan ekor palsu untuk Baekhyun dan kedua sahabatnya. Dan untuk Baekhyun, beristirahatlah sayang, ibu tak ingin cucu ibu dan menantu ibu kelelahan. Percayakan saja segala keperluan pernikahan mu pada ibu dan juga Sehun. Kami akan mengurus segalanya untuk mu" ujar Sandara sambil membelai lembut lengan calon menantunya itu.
"Baik bu" jawab Baekhyun sopan
"Yasudah bu, aku percayakan semuanya pada ibu dan Sehun. Aku akan membawa Baekhyun berkumpul dengan temannya dahulu" setelahnya Chanyeol menggengam hangat tangan matenya itu membawanya beranjak pergi darisana.
.
.
.
.
"Wow... kenapa jadi banyak sekali manusia disini, ada acara apa ini?" Teriak Guanlin dari ujung ruangan, lelaki itu memasuki ruangan yang sedang di tempati Luham dan Kyungsoo. Ditunjukkannya seringaian dan gigi taringnya yang tajam kepada kedua laki-laki itu.
Luhan yang melihatnya, langsung bergidik takut melihatnya, lelaki itu buru-buru berlindung dibalik tubuh Kyungsoo. Matanya memandang kearah penjuru ruangan, ia berharap ada Sehun disana datang menolongnya.
"Tenanglah Lu, siapa kau? Jangan sekali-sekali berani menyakiti kami. Kau tak tahu kami ini keluarga dari mate raja Chanyeol. Aku yakin kau pasti akan dibunuhnya jika kau berani-berani menyakiti kami" bentak Kyungsoo pada merman itu
"Ughh takut... tapi aku bisa saja meyeret kalian darisini. Dan menikmati daging kalian yang lezat itu di luar sana. Uhhh aku tak membayangkan betapa kenyangnya aku..." ujar Guanlin santai.
"Keparat kau, akan ku adukan kau pada Chanyeol dan juga Kai. Akan ku pastikan Kai akan menyeret dan membunuh mu nanti" bentak Kyungsoo
"Uhh... Kai kata mu? Apa kau yakin dia berani melakukan itu pada pangeran-nya?" Tanya Guanlin terkekeh disana
"Pangeran?" Gumam Luhan
"Hahaha kalian ini mudah sekali di tipu. Sudahlah nona tak usah berlindung seperti itu dan kau, aku memberikan jempol kepada mu atas keberanian mu itu. Tak ku sangka ada manusia seperti dirimu itu" gelak tawa Guanlin menggema disudut ruangan itu.
"Kau siapa?" Tanya Kyungsoo
"Ahahha aku? Aku Guanlin, aku pangeran di kerajaan ini, lebih tepatnya aku adik dari Chanyeol, mate sahabat kalian itu hahaha kalian ini lucu sekali, lihat wajah pucat sahabat mu. Hei tenanglah, aku sedang diet dan aku tak begitu tertarik dengan daging manusia hahaha" ujar Guanlin Jahil pada Luhan dan Kyungsoo
"GUANLIN" teriakan seorang lelaki menggema disana. Itu Chanyeol, ia berjalan mendekati Guanlin, Luhan dan Kyungsoo. Tepat di samping Chanyeol, disana ada Baekhyun yang sedang menatap khawtir kedua sahabatnya itu.
"Kalian tak apa?" Baekhyun langsung berlari mendekati kedua lelaki itu
"Apa-apaan kau ini!" Bentak Chanyeol, memarahi adiknya.
"Maaf, aku hanya ingin bermain-main dengan mereka, dan juga mereka itu lucu sekali, mudah di kelabui" ujar Guanlin terkekeh
"Hentikan tawa mu itu, atau ku hukum kau di penjara bawah tanah dengan di penuhi kerang penghisap darah di dalamnya!" Teriak Chanyeol pada adiknya, dan itu sukses membuat Guanlin lansung tertunduk takut dengan ancaman kakaknya itu.
"Maafkan atas sikap adik ku yang kurang ajar itu Kyungsoo Luhan, dia memang seperti itu liar. Tapi kalian tak perlu takut padanya, aku yakin tadi itu dia hanya bercanda. Guanlin..." ucap Chanyeol menenangkan Kyungsoo dan Luhan.
"Iya-iya maafkan aku. Tadi aku hanya bercanda, aku ingin bermain-main dengan kalian. Aku ingin memiliki teman manusia seperti kalian, tapi sepertinya cara yang ku lakukan itu salah dan membuat kalian takut akhirnya, maafkan aku" Guanlin membungkuk kepada kedua lelaki itu, meminta maaf atas kesalahan yang di perbuatnya tadi.
"Baiklah" ucap Kyungsoo dan Luhan kompak.
"Guanlin hanya ingin berteman dengan kalian Soo Lu, kalian tak usah takut denganya. Dia itu anak yang baik, benarkan Guanlin?" Tanya Baekhyun lembut pada adik iparnya itu.
"Iya, apa yang di bilang kakak ipar ku tadi benar" jawab Guanlin sambil menampilkan senyum ramahnya pada Kyungsoo dan Luhan.
"Nah, Guanlin jangan ulangi sikap mu tadi. Jika kau ingin berteman, dekati mereka dengan baik. Jangan menakut-nakuti mereka seperti tadi. Mengerti?" Tanya Baekhyun, dan di jawab dengan anggukan kepala oleh Guanlin
"Haii nama ku Park Guanlin, aku adik dari raja Chanyeol. Senang berjumpa dengan kalian" sapa Guanlin ramah, mengulang perkenalannya dengan kedua manusia itu.
"H haii aku Luhan"
"Aku Kyungsoo" jawab Kyungsoo dingin.
"Yasudah Guanlin, antarkan Kyungsoo dan Luhan ke kamar mereka. Bersikap baiklah pada mereka" perintah Chanyeol pada Guanlin.
"Baiklah, ayo. Sudah tidak usah takut seperti itu pada ku Luhan" ujar Guanlian terkekeh lucu dengan sikap Luhan yang ketakutan padanya.
Dan kedua anak manusia dan merman itu beranjak darisana pergi ke tempat yang di tunjukkan oleh Chanyeol tadi.
"Dan kau, apa ratu kita ini ingin beristirahat juga?" Tanya Chanyeol gemas pada Baekhyun.
"Hmm... kau tahu Yeollie. Jantung ku seakan ingin copot. Rasanya aku gugup sekali untuk pertunangan kita nanti malam. Apa kau yakin nanti malam akan berjalan dengan baik?" Tanya Baekhyun khawatir
"Tentu, sudah santai saja aku ada bersama mu" dan setelahnya, Chanyeolpun mengajak matenya itu untuk masuk ke dalam kamar mereka.
.
.
.
.
Malampun datang.
Istana yang tadinya terlihat damai kini berubah menjadi lebih ramai, riuh dan berwarna. Kalian pasti taukan karna apa?
Seluruh penghuni lautan datang kesana, dari mahkluk immortal sampai beragam jenis monster lautpun ada disana untuk merayakan kebahagian sang raja mereka yang akan segera menikah.
Di lain tempat...
Terlihat tiga seorang laki-laki tengaj bersiap dengan menggunakan ekor palsu yang baru saja di bawakan para pelayan untuk mereka.
"Apa kau yakin Baek?" Tanya Luhan ragu
"Pakai saja Lu" ujar Baekhyun santai. Ia sedang memakai ekor itu di kakinya di bantu oleh pelayan istana yang ada disana.
"Maaf tuan, saya akan melepaskan pakaian anda" ujar pelayan itu sopan
"Apa harus?" Tanya Baekhyun ragu.
"Maaf, memang harus begitu tuan. Tak ada merman dan mermaid yang memakai pakaian seperti ini" jelas pelayan itu.
Dengan ragu Baekhyun membuka pakaiannya, dan terpampanglah dengan jelas disana dada dan perutnya yang sudah mulai terlihat membuncit karna masa kehamilannya.
Selesai berpakaian, Baekhyun dan kedua temannya di jemput oleh Sandara untuk masuk kedalam ballroom istana tersebut.
Dan seketika, ruangan yang tadinya riuh menjadi senyap seketika saat melihat ibu ratu mereka sedang menggandeng orang asing yang jelas mereka tak tahu itu siapa.
Dengan anggun Sandara meminta Chanyeol untuk mendekatinya.
Dan dengan anggun pula mermaid itu menempuk kedua telapak tangan menarik perhatian seluruh tetamu yang ada disana.
"Aku menebak kalian pasti bertanya-tanya siapa yang sedang ku bawa ini bukan? Baiklah. Aku akan menyampaikan niatan ku mengundangan kalian kemari. Perkenalkanlah seluruh rakyat Aquaries, dia Byun Baekhyun. Mate dari raja kita Park Chanyeol. Dan malam ini adalah malam di mana aku akan memperkenalkan mereka kepada kalian. Esok hari di malam yang sama, kedua sejoli ini akan menikah dan aku sangat berharap atas doa dan restu dari kalian" teriak Sandara mengumumkan perihal tentang rencanan pernikahan anaknya itu pada tetamunya.
"Siapa dia dan darimana dia?" Tanya Park Jihoon dia adalah anak dari tetua kerjaan tetangga
"Ahh! dia berasal dari samudra yang jauh, kalian tak perlu khawatir. Aku jamin dialah orang yang pantas bersanding dengan raja kita, dialah mate yang telah lama di cari oleh kakak ku tuan Jihoon" jawab Guanlin lugas
"Tapi bukankah dia seorang pejantan?" Tanya seseorang yang tengah terduduk di ujung ruangan, dia Benzi merman jahat yang terkenal ganas jika berhubungan dengan manusia. Jika kalian ingat mermaid jahat yang hampir menarik Baekhyun kecil tenggelam dahulu, Benzi ini adalah adik dari wanita jahat itu.
"Apa salahnya? Dia juga seorang carrier" tantang Sandara
Dan seketika itu Benzi hanya terdiam sambil menatapi Baekhyun dari ujung sana. Sedari tadi Benzi sudah merasa curiga dengan merman yang tak lain adalah mate dari rajanya itu. Dia merasa ada yang janggal yang sedang mereka tutup-tutupi.
"Ahh terserahlah, bukan urusan ku juga" gumam Benzi pada dirinya sendiri
"Hidup raja Park Chanyeol!" Teriak Guanlian, Kai dan juga Sehun. Memecah keterdiaman dan di ikuti oleh para tetamu lain yang ikut berteriak gembira menyambut berita bahagia tersebut.
"Kalian lihat.. semua berjalan sesuai rencana bukan?" ujar Sandara bangga
"Ibu memang yang terbaik" gumam Chanyeol sambil tersenyum menatap kearah rakyatnya.
"Baiklah, untuk kerajaan Aquaries dan untuk pernikahan ku yang akan di gelar esok hari mari kita berpesta dan merayakan berita bahagia ini" teriak Chanyeol antusias pada rakyatnya.
Dan benar saja, acara pertunangan itu berjalan dengan lancarnya tak ada kendala dan semuanya larut dalam rasa bahagia.
Begitu juga dengan kedua lelaki itu yang tak hentinya tersenyum sambil bergenggaman dengan eratnya disana.
"Ngomong-ngomong kau jauh terlihat sexy seperti itu, aku semakin tak sabaran melihat mu dengan ekor mu yang asli pasti akan semakin cantik sayang, aku jamin itu" puji Chanyeol, dan Baekhyun langsung memerah disana memeluk erat tubuh kekar mate-nya itu
.
.
.
.
End(?)
.
.
.
.
.
.
.
.
..
...
….
Tbc :D
Wahh? Kenapa nih? Kenapa gak jadi end-nya. Pasti pada nanyak gitukan. Hehehe. Sorry pasti pada kecewa deh kagak jadi tamatnya...
Sorry yaa, kayaknya ini belum tepat banget deh buat aku tamatin cerita ini.
Bagi ku ini nih masih biasa banget, aku mau chap terakhir nanti bakalan lebih-lebih dari ini.
Pada penasran gak sama benzi dan kakaknya, di Chap terakhir ditunggu aja kelanjutannya gimana ya..
Thanks buat supportnya ya gays…
Sorry juga buat typo, dan kata belibet yang kalian jumpai di chap ini..
Jangan lupa di review yaww
Ditunggu ya Chap kedepan…
Udah deh gitu aja
See yaa….
Salam Chanbaek is Real!
