Sweet Madame
Pair : Childe x Lumine
Genshin Impact
Berbaring di kantor Wangsheng Funeral Parlor membuat Lumine sedikit sungkan. Padahal Zhongli sudah mengizinkannya untuk menggunakan kamar tamu agar Lumine istirahat. Tapi tetap saja, beristirahat di atas kasur sama sekali tidak menggambarkan seorang traveller yang tak kenal tidur dan istirahat.
Seminggu ini, Lumine tetap mencari saudara kembarnya. Berkeliling Dragonspine salah satunya. Iklimnya yang dingin, mungkin, sedikit membuatnya pusing dan merasa tidak enak badan. Bahkan sesampainya di Liyue, ia tak sempat untuk duduk—ya, karena langsung jatuh pingsan.
Beruntung ada Zhongli yang bersedia untuk merawatnya dan membiarkan Lumine istirahat. Lumine juga berterimakasih banyak pada karyawan Wangsheng yang baik hati menerima ia istirahat untuk beberapa saat disana. "Anggap saja rumah sendiri!" Katanya.
Paimon sedang membantu Zhongli. Lumine sekarang sendirian. Dengan keadaan hening, ia mulai menutup mata...
BRAKK!!
"OJOU-CHAN! KUDENGAR KAU SAKIT?!"
Astaga. Ada yang lebih berisik daripada Paimon.
Salah satu anggota Fatui Harbingers. Childe. Dengan wajah senganya, mendobrak pintu kamar tamu, seakan tidak membiarkan Lumine untuk beristirahat sebentar saja.
Meski orang fatui, ya, meski Lumine pernah bertarung dengannya, sekarang kembali seperti semula—Childe menjadi Childe yang biasa, meski Lumine tak tahu harus menanggapinya seperti apa.
Percaya pun tidak, tapi sebenarnya dia baik-baik saja.
"Kau tahu? Snezhnaya lebih dingin daripada Dragonspine, loh. Kalau kau kedinginan begini, besok aku berikan baju musim dingin, deh!" Katanya, duduk di pinggiran ranjang dimana Lumine beristirahat.
"Aku tak bilang aku minat pergi ke negaramu, kok," kata Lumine.
"Hee? Bukankah kau ingin mencari saudara kembarmu? Mungkin saja dia ada di Snezhnaya..."
"..ya, tapi itu nanti—"
"Pokoknya kau harus ke rumahku, sih!"
"Kau hanya ingin memaksaku kesana..."
Lumine menghela nafas. Kau ini, entah musuh atau teman, tapi selalu bersikap seakan-akan kenal dekat dan tak pernah terjadi apapun antara mereka. Padahal kalau ingin diperkarakan, kejadian Golden House agak membuat mereka masing-masing kecewa. Baik kepercayaan Lumine yang dihancurkan begitu saja ataupun Childe yang tak menyangka dirinya dapat diimbangi oleh gadis mungil itu.
Kalau dipikir-pikir, justru gara-gara itu, Childe jadi makin sering caper dan sering mengajak Lumine bertarung. Lumine sendiri tak masalah. Tapi Paimon sangat berisik soal bagaimana Childe menatap Lumine—'Jangan-jangan dia suka denganmu?!'
Suka? Apa tuh? Mana mungkin! Lumine melirik ke Childe yang tengah mengalihkan pandangannya dari Lumine. Sambil memikirkan, suka... Suka... Ya?
IH? COWOK BODOH INI?
T... Tidak masalah, bukan masalah dengan Childe. Tapi yang menjadi masalah.. dia adalah Fatui! Dia pernah berusaha menghancurkan kota Liyue. Dia menipumu. Dia...Dia?
"Hm? Ojou-chan? Wajahmu merah begitu, apa demammu tinggi lagi?"
"Tidak. Pulang saja sana!"
"Kok galak?!"
"Aku ingin tidur!"
"Aku bawakan sweet madame, ya? Makan ya! Jangan kemana-mana! Kau pasti belum minum obat!"
Saat Childe berjalan menjauh, Lumine bangun dari tidurnya dengan masih merasa pusing dan berkata—"Childe!"
Suka?
"Ya? Kau mau sesuatu?"
Bukan... Mungkin karena dia pria yang memperlakukannya seperti 'Tuan Putri' selain Aether.
Dia rindu kakaknya. Sudah lama tak merasakan ada sosok kakak yang melindunginya selama ini. Lumine tahu cara bertarung, ia menghadapin ribuan monster setiap kali ia berkelana. Tapi saat bertemu dengan Childe...
"Ojou-chan?"
Lumine mungkin menganggapnya seperti Aether.
"Kau tak perlu pergi kemanapun.."
"..ya?"
"T-tinggal disini!"
Childe bingung. Tapi lama kelamaan, ia tertawa riang dan berlari ke arah Lumine lalu memeluk tubuh gadis mungil itu. "Ternyata kau hanya merindukanku, ya! Padahal baru sebulan kita tak bertemu! Pasti Paimon membuatmu stress!"
"Lepas—aku tak bisa bernafas—"
Rindu, ya. Mungkin aku memang suka padamu.
.
.
"Kau Tahu? Kudengar rindu itu penyakit, loh,"
"Hm, terus?"
"Mungkin kau harus tinggal bersamaku agar kau tak sering sakit!"
Kalau aku sehat, mungkin kau sudah kulempar dari ketinggian puncak gunung Dragonspine.
