Querencia

Chapter 3 : Li Shang

!light-sex!

Starring : Kwon Soonyoung; Jihoon; etc.

.

.


"Baiklah ibu, aku sayang ibu."

Jihoon sedang asyik menonton televisi ketika ia menerima panggilan dari ibunya yang sekarang sedang liburan ke Islandia. Ibu Jihoon sepertinya bahagia disana. Sudah terhitung 3 kali hari ini ia menelfon Jihoon hanya untuk menceritakan pengalamannya selama liburan di negeri ujung dunia. Jihoon lumayan lega karena sebelumnya ia sempat khawatir ibunya mungkin akan sulit beradaptasi mengingat ia belum pernah keluar negeri.

Jihoon sebenarnya tidak ingin mengakhiri telfon dengan ibunya –hanya saja film yang sekarang sedang tayang di layar tv sungguh menarik atensi. Jihoon dibuat penasaran sampai tidak sadar kalau Soonyoung sudah berdiri dibelakang sofa dengan tas kerja dan kemeja. Soonyoung tidak mau menganggu 'hobi' baru Jihoon yang sekarang lebih nyentrik lagi.

"My duty is to my heart."

Jihoon tersenyum sangat manis melihat pasangan yang ada di layar tv berciuman diatas sinar rembulan yang ukh sangat romantis. Jihoon sampe manyun karena dia senang ending yang seperti ini. Ending yang bahagia selamanya. Ia bahkan sampai ingin bertepuk tangan—jika saja Soonyoung tidak mengangetkan nya dengan ciuman basah dibibirnya.

"Soonyoung!"

Jihoon melempar protes tapi bukan main, wajahnya tetap memerah seperti kepiting rebus. Soonyoung tertawa ganteng kemudian melompati sofa dan duduk disamping Jihoon-nya.

"kali ini film apa, sayang?"

"Mulan, Soonyoung. Film ini baguss sekaliii."

Silahkan kalian tertawa tapi hobi Jihoon sekarang memang 'menonton kartun princess Disney'. Film pertama yang ia tonton adalah snow white, kemudian ia semakin penasaran dan berakhir seperti sekarang—menonton sendirian sampai jam 10 malam. Soonyoung semakin heran tapi yasudahlah, toh ini bukan sesuatu berbau negatif. Ia sudah sangat bersyukur Jihoon tidak melanjutkan hobinya pergi ke gym. Bisa bahaya jika nanti tubuh Jihoon berubah jadi macam Hercules.

"Kenapa tidak nonton dikamar saja?" Soonyoung bertanya dan tangannya membawa kepala Jihoon mendekat, mengecup dahi dan bibirnya.

"Aku menunggumu tentu saja."

"Menungguku kan tetap bisa dikamar? Disini panas Jihoon."

"Kau tidak ingat aku ini istrimu? Sudah kewajiban aku menunggumu pulang."

Ya, Soonyoung dan Jihoon sudah resmi menikah sejak satu bulan lalu. Soonyoung sudah menyelesaikan kuliah dan langsung menempati janjinya menikahi si dokter Jihoon. Mereka menikah di Busan dan Namyangju kemudian pergi bulan madu ke Islandia. Alasan mengapa ibu Jihoon juga liburan ke Islandia? Itu karena Soonyoung yang memberikannya sebagai hadiah. Awalnya Jihoon menolak keras dengan alasan membuang uang tapi Soonyoung kekeuh dengan argumen "apa yang kita rasakan, Ibu dan ayahmu juga harus rasakan."

Sekarang Soonyoung dan Jihoon sudah pindah kekamar mereka yang luasnya mungkin sebesar ladang jagung ayah Jihoon. Soonyoung berganti pakaian dan mandi sementara Jihoon sudah tiduran diatas kasur, bersiap menonton kelanjutan film Mulan yang kedua. Ia hanya perlu menunggu Soonyoung jadi mereka bisa nonton bersama. Biar romantis, pikir Jihoon.

"jadi sayang, sekarang film apa?"

"film yang sama Soonyoung, tapi ini series yang kedua."

Soonyoung sebenarnya lelah dan tidak mengerti apa-apa. Ditambah lagi, dia benci kartun. Tapi mana mungkin ia terus terang sama Jihoon, yang ada nanti Jihoon malah menangis kencang karena sudah memaksanya nonton bersama. Sekarang yang terpenting adalah Jihoon senang dan Soonyoung juga jadi tenang.

"Soonyoung, kau lihat pemeran laki-laki itu? Namanya Li Shang, dan dia keren sekali."

Soonyoung tersenyum. Ia mendengarkan sambil terus mengusap rambut Jihoon yang sekarang berubah jadi warna coklat. Sudah bukan saatnya menggunakan warna rambut nyentrik, ucap Jihoon ketika ditanya Soonyoung mengapa ia mengubah warna rambut pirangnya.

"Li Shang itu jendral perang, Ia dan Fa Mulan menggemaskan sekali."

"Hmm mana yang kau lebih suka Jihoon? Jendral perang seperti dia atau lelaki kantoran seperti aku?"

Jihoon menoleh, sedikit tersinggung tapi ia terdiam dan berpikir. Pertanyaan yang menarik.

"Kalau aku hidup di dunia fantasi seperti Mulan ya tentu saja aku memilih Jendral Perang, pasti lebih berwibawa dan membawa banyak keuntungan untuk rakyat dan kerajaan—tapi realitanya, aku cuma manusia biasa yang hidup di dunia yang sama sekali tidak adil. Bertemu orang yang tulus menjagaku sepertimu saja aku sudah sangat beruntung, Soonyoung. Ternyata dunia ini adil namun dengan cara yang kita tentukan sendiri."

Soonyoung tidak pernah nyesal menikahi Jihoon. Fakta bahwa sekarang Jihoon adalah istrinya saja kadang Soonyoung masih tidak percaya. Bagai mendapat durian runtuh, Soonyoung berhasil mendapatkan hati Jihoon yang dulu sedingin nitrogen. Jika saja dulu Soonyoung tidak nekat menyatakan cinta, Mungkin Jihoon sekarang sudah menjadi barang rebutan para lelaki hidung belang.

Soonyoung tersenyum, membawa wajah Jihoon mendekat kemudian menciumnya. Ciuman yang lembut seperti kain yang baru digosok. Jihoon dengan senang hati membalas dengan membuka mulutnya agar soonyoung bebas mengeksplorasi.

Suasananya cukup mendukung untuk bercinta. Jihoon juga cukup peka kalau Soonyoung ingin menyentuhnya. Maka Jihoon menerima saja ketika Soonyoung perlahan membuka kancing piyama tidurnya. Sedikit geli, tapi Jihoon suka.

"Soonh—apa kamu gak capek? Kamu baru pulang kerja."

Jihoon menarik kepala Soonyoung yang sudah merambat ke tulang selangkanya. Memastikan kalau Soonyoungnya tidak masalah karena dari yang Jihoon liat, Soonyoung terlihat kelelahan.

"kau tau? Bercinta denganmu justru bakal menambah energiku."

Jihoon tertawa renyah, Soonyoung juga. Kemudian mereka kembali berciuman kali ini French kiss basah hingga liur mereka menetes didagu Jihoon. Soonyougn menyibak piyama Jihoon, memberikan kecupan dikedua putingnya. Jihoon tidak bisa apa-apa selain mendesah nikmat. Bercinta dengan Soonyoung memang sudah jadi candu baginya.

"Soonyoung—pelan-pelan sayang."

Hingga akhirnya Jihoon pergi untuk mandi setelah tiga kali pelepasan. Sementara Soonyoung? Sudah tepar dikasur sehabis menggempur Jihoon habis-habisan. Salahkan Soonyoung yang sibuk bereksperimen dengan posisi bercinta mereka. Jadi ribet dan buang banyak tenaga. Tapi Jihoon tidak menyangkal kalau sensasinya luar biasa. Bahkan pengalaman bercinta mereka di Islandia kalah telak dengan yang kali ini.

Selesai mandi Jihoon tidak langsung tidur. Mana mungkin ia tidur sementara film Mulan yang ia tonton terpotong begitu saja karena rengekan Soonyoung minta bercinta?. Jihoon harus menyelesaikan film yang satu ini malam ini juga supaya besok ia bisa melanjutkan series princess Disney berikutnya.

"Selamat malam, Soonyoung jelek. Aku mau pacaran sama jendral Shang dulu."

.

.

TBC / END?


Woah maaf ya teman2 kalau ngarepin mature scene-nya lebih dari itu, inget sekarang lagi bulan puasa. inipun aku publish malam. btw ini cerita aku buat bener2 berdasarkan mimpi dan minat aku akhir2 ini lol percaya gak cewek umur 18 tahun masih demen sama princess disney?. Habis lebaran ku bakal post lagi yang lebih hot~~